Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dalam produk kecantikan pada saat ini telah berkembang pesat, dengan
seiringnya perkembangan kehidupan sehari-hari yang semakin canggih
dalam teknologi serta pendapatan masyarakat yang meningkat. Sehingga
mempengaruhi pola hidup dalam produk kecantikan menjadi kebutuhan
pokok setiap hari yang di dapat dari canggihnya perkembangan informasi
dari teknologi.
Sebagian yang menggunakan produk kecantikan adalah wanita, sehingga
wanita dengan kecantikan tidak dapat dipisahkan, karena wanita selalu ingin
menjaga kecantikan dan keindahan yang sangat menarik yang dimiliki
wanita, salah satunya untuk melengkapi kebutuhan perawatan kecantikan
tersebut adalah produk kosmetik dalam perawatan kecantikan.
Dengan perkembangan produk kosmetik di Indonesia ini maka salah satu
perusahaan di Surabaya yaitu PT VITAPHARM menciptakan produk-
produk kosmetik yang digunakan oleh wanita, di PT VITAPHARM dapat
memenuhi kebutuhan wanita dalam perawatan kecantikan sehingga dapat
kepercayaan dari konsumen.
Dalam industry maka ada persaingan perusahaan satu dengan perusahaan
lain yang memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, PT
VITAPHARM merupakan perusahaan kosmetik yang berlogo bunga merah
selama 53 tahun ini, PT VITAPHARM selama lebih dari 45 tahun senantiasa
melakukan inovasi dengan teknologi tinggi untuk menghasilkan trend
kosmetik terkini yang sesuai dengan kulit wanita di daerah tropis. Juga
senantiasa mengutamakan kualitas untuk memaksimalkan manfaat setiap
produknya sehingga dapat memberikan yang terbaik dan kepuasan bagi
wanita Indonesia.
Kesetiaan wanita Indonesia pada produk kosmetik dalam negeri adalah
suatu kebanggan hingga berbuah perhargaan The Best Indonesian Brand in

1
Cosmetik category Tahun 2004 dan Indonesian Best Brand Award dalam
kategori : Milk Cleanser, Face Tonic dan Face Powder.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis dalam menyusun Laporan Kuliah
Kerja Lapangan ini mengambil judul STRUKTUR PEMASARAN PADA
PT. VITAPHARM DI SURABAYA, JAWA TIMUR.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana struktur pemasaran PT. Vitaphram dalam menghadapi
persaingan global?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini ada :
a. untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat untuk digunakan bagi
PT. Vitapharm dalam menghadapi persaingan.
b. untuk mengetahui bauran promosi pada PT. Vitapharm.
c. memberikan gambaran secara langsung tentang praktek operasional
suatu institusi/perusahaan dari sisi produksi, pemasaran, keuangan, serta
sumber daya manusia

D. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan laporan KKL ini adalah :
a) Bagi penulis
1. Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai Strategi Pemasaran
yang dapat berguna bagi penulis dalam penerapan di lapangan.
2. Mengetahui secara langsung profil perusahaan, fisik banguna, serta
mekanisme kerja perusahaan baik dari sisi manajemen operasional,
SDM, keuangan, dan pemasaran.
3. Untuk membandingkan teori yang telah didapat di bangku kuliah
dengan kenyataan yang ada.
4. Agar mempunyai gambaran tentang dunia kerja secara langsung
dalam laporan KKL.

b) Bagi Falkutas Ekonomi Universitas Semarang.


1. Sebagai syarat kelulusan mahasiswa dan sebagai tambahan informasi
dan referensi bacaan bagi mahasiswa dan pembaca.
2. Memperoleh masukkan terkait isu-isu terkini dalam dunia kerja serta
usaha sebagai bahan pengembangan penelitian dan pendidikan.

2
3. Meningkatkan dan memperluas jaringan kerjasama (network)
dengan institusi bisnis baik swasta, BUMN, dan sebagainya.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Pemasaran
Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :

3
a. Philip Kotler (1993:5) mengemukakan bahwa Pemasaran adalah kegiatan
manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
melalui proses pertukaran.
b. Sofyan Assauri (1990 : 8) mengemukakan bahwa Pemasaran adalah suatu
hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirkannya
barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
c. William J. Stanton (1993: 7-8) mengemukakan bahwa Pemasaran adalah
sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan
barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun
pembeli potensial
B. Strategi Pemasaran (Marketing Mix)
Pengertian Bauran Pemasaran menurut Kotler (1991:68) mengemukakan
bahwa Marketing Mix is the set of marketing tools that firm uses to pursue
its marketing objectives in the target market".
Inti dari Bauran Pemasaran adalah suatu bagian dari alat pemasaran
dimana digunakan pada suatu badan usaha untuk mengejar tingkat penjualan
yang diinginkan dalam pasar sasaran dan dapat memuaskan keinginan dari
konsumen. Empat alat tersebut adalah : produk, harga, saluran distribusi, dan
promosi.

a. Produk
Komponen pertama dari kebijakan bauran pemasaran yaitu produk dimana
dalam penetapan kebijakan atribut produk, seorang manajer hendaknya
memperhatikan bentuk dan disain produk serta manfaat apa yang ditawarkan.
Menurut Cunningham ( 1991: 222 ) produk adalah sebagai berikut:
"A product represents a budle of satisfaction or utiliies to the purchases".
Maksudnya, produk menawarkan kepada konsumennya sejumlah kepuasan
atau kegunaan.
Produk merupakan kumpulan dari unsur-unsur fisik, model atau bentuk, merek
kemasan, ukuran, jaminan serta termasuk kemampuan produk tersebut untuk
memberikan kepuasan dan kebanggaan kepada konsumen.

4
b. Harga
Komponen kedua yaitu harga, dimana untuk penetapan kebijakan harga,
pihak pengambil putusan harus mampu menetapkan harga yang bersaing
sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan.
Menurut Kotler ( 1991: 315 ), harga diartikan sebagai berikut : "Price is the
amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the
sum of the values consumers exchange for the benefit of having or using the
product or service".
Maksudnya, harga adalah sejumlah uang / nilai yang harus dikeluarkan
oleh konsumen sebagai ganti dari manfaat yang diperoleh dari suatu produk
atau jasa. Pengertian penetapan harga yang dikemukakan oleh Hiam dan
Schewe (1992. 228) mengemukakan "The key to determining the product's
lies in understanding the value that cowumers place on the product".
Artinya, dalam penetapan harga, perusahaan harus memperhatikan penilaian
konsumen terhadap produk. Perusahaan harus mempertimbangkan beberapa
faktor dalam membuat kebijakan atas penetapan harga jual.
Menurut Kotler (1991:320) ada prosedur enam langkah untuk penetapan harga
jual :
1. Menentukan tujuan harga
Penetapan tujuan harga sangat dipengaruhi oleh market positioning.
2. Menentukan permintaan
Permintaan dalam target pasar yang dituju ( apakah elastis atau inelastis )
3. Memperkirakan biaya
Pada dasamya jumlah permintaan sangat berperan dalam menetapkan
harga tertinggi yang bisa dipasang oleh penjual. Sedangkan seluruh biaya
yang dikeluarkan perusahaan akan menjadi batas harga jual terendah.
4. Memperhatikan harga pesaing
Harga produk pesaing dapat dijadikan pedoman bagi perusahaan dalam
penetapan harga. Perusahaan dapat menetapkan lebih rendah, sama atau
lebih tinggi dari pesaingnya.

5
5. Memilih metode penetapan harga
Setelah melakukan keempat prosedur tersebut, perusahaan bisa memilih
metode penetapan harga yang sesuai bagi produknya.
6. Menentukan harga akhir
Langkah terakhir, menentukan metode yang dipakai maka diperoleh harga
jual bagi produknya.
Metode penetapan harga menurut Kotler (1991:327) adalah sebagai berikut:
1. Cost-plus pricing
Penetapan harga berdasarkan biaya plus yaitu dengan menambah tingkat
keuntungan yang standar pada biaya-biaya yang telah dibebankan pada
barang. Contoh : profesi pengacara, profesi akuntan.
2. Perceived-Value pricing
Penetapan harga menurut persepsi nilai yaitu perusahaan menetapan harga
jual berdasarkan nilai/citra yang dirasakan oleh konsumen terhadap
produk. Perusahaan memanfaatkan unsur-unsur bukan harga dalam bauran
pemasaran untuk membina nilai citra itu di alam pikiran para konsumen
dan mempertahankan nilai/citra yang dirasakan atau diakui. Contoh :
sepeda motor Honda.
3. Going-rate pricing
Penetapan harga dengan mengikuti harga pasar yang ada yaitu perusahaan
mendasarkan perhitungan harga jualnya terutama pada harga-harga jual
yang ditetapkan. Contoh : industri semen. Produk elektronik.

4. Sealed-bid pricing
Penetapan harga dalam sampul tertutup yaitu cara penetapan harga yang
berorientasi pada persaingan dimana tingkat harganya lebih pada perkiraan
atau dugaan tentang bagaimana pesaing-pesaingnya akan memasang harga
daripada hubungan langsungnya dengan biaya atau permintaan yang
dihadapi perusahaan. Contoh: profesi kontraktor.

c. Saluran Distribusi

6
Komponen ketiga yaitu penetapan kebijakan distribusi ini merupakan
awal seorang produsen menyampaikan produknya kepada konsumen baik
secara langsung atau dengan perantara.
Menurut Kotler (1991: 359-361) saluran distribusi adalah: Marketing
Channel can be viewed as a set of interdependent organizations involved
in the process of making a product or servicbs avaiable for use of
consumption by the consumers or industrial users".
Maksudnya, saluran distribusi adalah suatu lembaga distributor atau
lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan /
menyampaikan barang-barang / jasa ke konsumen.
Ada empat macam saluran distribusi dalam pemasaran barang konsumen :
- Saluran distribusi langsung (direct-marketing channel) yaitu seorang
produsen menjual langsung kepada konsumen. Contoh : produsen roti
Bonnet.
- Saluran distribusi tingkat dua yaitu dari produsen ke perantara yang
sekaligus sebagai pengecer kemudian menjual ke konsumen. Contoh:
produsen perabot rumah tangga.
- Saluran distribusi tingkat tiga yaitu produsen pedagang besar-
pengecer-konsumen. Contoh : produsen rokok Gudang Garam
- Saluran distribusi tingkat empat mempunyai perantara yaitu produsen-
agen-pedagang besar ke pengecer-konsumen. Contoh : minuman Coca-
cola.

d. Promosi
Untuk meluncurkan suatu produk baru, seorang manajer harus berhati-
hati dalam memilih alat promosi yang tepat dalam menyampaikan pesan
mengenai produknya pada konsumen.
Menurut Kotler (1991:592), pengertian promosi adalah sebagai berikut:
"Promotion is one of the four major element of the Company's marketing
mix. Marketers must loow how to use advertising, sales promotion, public
relation, and personal selling to communicate the product's existence and
value to the target costumers ".

7
Artinya, promosi adalah salah satu variabel dari bauran pemasaran yang
penting dilaksanakan oleh badan usaha dalam memasarkan barang dan jasa
hasil produksinya. Promosi merupakan komponen yang dipakai untuk
memberikan informasi dan mempengaruhi pasar tentang adanya suatu
produk yang baik pada tempat yang tepat dengan harga yang memadai dan
juga menyakinkan konsumen bahwa produk tersebut dapat memberikan
kepuasan yang konsumen inginkan.
Ada empat jenis alat promosi, yaitu : periklanan (advertising), promosi
penjualan (sales promotion), publisitas (publicity), penjualan tatap muka
(personal selling).
Bauran Promosi
Ada empat jenis Bauran Promosi, yaitu :
1. Periklanan (advertising)
Menurut Kincaid ( 1989:212 ) : " Any paidform of nonpersonal
presentaion and promotion ofideas, goods, and semices by an identified
sponsor". Artinya, periklanan merupakan suatu bentuk penyajian dan
promosi non personal tentang ide-ide, barang dan jasa yang dibiayai oleh
sponsor tertentu. Bentuk-bentuk periklanan seperti pemasangan iklan di
surat kabar, televisi, majalah, brosur, dll.
2. Promosi Penjualan (sales promotion)
Menurut Kincaid (1989:328) : "Sales promotion is a short-term incentive
to the trade or consumer to induce purchase of the product".
Artinya, promosi isentif jangka pendek pada perdagangan atau konsumen
yang bertujuan untuk meningkatkar/menciptakan penjualan.
Macam kegiatan sales promotion : pemberian kupon berhadiah, sampel,
bonus, display, pertunjukan, pameran, demonstrasi, dan peragaan.
3. Publisitas (publicity)
Menurut Giles (1974:130) Publisitas adalah : "Publicity may be defined
as nev's about product or companies appearing in the fortn of editorial
material, without cost to the sponsor, in the press, on radio, television,
and stage". Artinya publisitas merupakan berita mengenai keberadaan

8
produk atau badan usaha di media massa dimana berita tersebut tidak
disponsori oleh badan usaha sendiri melainkan pihak diluar badan usaha
yang meliputi berita tersebut.
Kotler ( 1991:567 ) mengemukakan : "Public relation is a yariety
programs designed to improve, maintain, or protect a company or
product's image ". Artinya, public relation merupakan srxrtu program
bervariasi yang dibuat untuk meningkatkan, memelihara atau
melindungi citra suatu badan usaha atau produk pada
konsumen/masyarakat.
Macam kegiatan hubungan masyarakat: pidato, menjadi sponsor dalam
acara tertentu atau sebagai donasi, perolehan penghargaan.
Penjualan Langsung (personal selling)
Hiam dan Schewe ( 1992, p.374 ) mengemukakan personal selling
sebagai berikut : "Personal selling is person to person communication in
which the receiver provides immediate feedback to the source's
message throughwords, getures, expression".
Artinya, personal selling merupakan bentuk komunikasi langsung
penjual dengan konsumen.
Dalam komunikasi ini, penjual secara langsung dapat memperoleh umpan
balik tentang keinginan dan kesukaan pembeli melalui kata-kata, gerakan
tubuh, dan ekspresi konsumen.
Kegiatan personal selling dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan
pilihan konsumen, keyakinan konsumen dan tindakan konsumen dalam
proses pembelian perumahan. Pada umumnya kegiatan personal selling
bersifat aktif atau tenaga jual yang mencari konsumen, misalnya produk
kosmetik yang dijual dari rumah ke rumah.

9
BAB III
METODE PENULISAN LAPORAN KKL

A. Lokasi / Obyek KKL


Adapun lokasi/ obyek KKL Universitas Semarang ke Surabaya pada tanggal
02 04 Juli 2015, antara lain:
1. PT. Vitapharm, Jl. Panjang Jiwo 42 Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa
Timur.

10
2. PT Pelabuhan Indonesia III (PERSERO), JL. Perak Timur No. 620
Surabaya, Jawa Timur.

B. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penulisan laporan KKL ini menggunakan
data primer.

C. Definisi Operasional
Definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada
karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau
mengubah konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang
menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat
diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain (Young, dikutip oleh
Koentjarangningrat, 1991;23). Penekanan pengertian definisi operasional
ialah pada kata dapat diobservasi.
Komponen Penyusunan Definisi Operasional strategi pemasaran pada
PT. VITAPHARM adalah:
1. Variabel :
a. Produk
b. Harga
c. Promosi
d. Distribusi

2. Definisi :
a. Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar
untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.
b. Harga adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dalam satuan uang.
c. Promosi adalah memberi informasi tentang produk kita, membujuk,
dan mempengaruhi konsumen untuk membeli.
d. Distribusi adalah suatu proses penyampaian barang dari produsen ke
konsumen.

3. Hasil Ukur
a. Produk
Viva Cosmetic
Viva Queen

11
Viva White
Red-A
b. Harga
Penerapan TBA / TBB, tarif differential dan tariff partial
Discount harga
Perubahan Juklak keagenan on-line
c. Promosi
Above the line ( televisi, radio, outdoor dan online)
Below the line ( sampling, Beauty demo, Beauty class, dan Beauty
event).
d. Distribusi
Shopping Online.
Keagenan.
Intermoda.
Member card viva cosmetik.

4. Skala Data : Nominal

5. Cara ukur : melalui Dokumen PT. Vitapharm.

D. Analisis Data
Dalam menyusun laporan Kuliah Kerja Lapangan, penulis menggunakan
analisis data yang bersifat analisis data deskriptif yaitu analisa data yang
tidak dapat diukur dengan angka secara langsung, tetapi dengan
menggambarkan tentang strategi pemasaran PT Vitapharm Kantor Pusat,
Surabaya yang disertai dengan data-data kualitatif sebagai data pelengkap
sehingga dapat ditarik kesimpulan.

12
BAB IV
HASIL KKL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum
a. Sejarah PT. Vitapharm.
PT. Vitapharm berdiri pada tahun 1962 di Surabaya dan salah satu
pendirianya adalah seorang ahli farmasi bernama Dr, Tio Tiongho PT.
Vitapharm lahir sebagai perusahaan farmasi dengan nama PT. General
Indonesian Producing Centre, PT. Vitapharm sempat berganti nama
beberapa kali hingga nama yang sekarang ini. Perusahaan ini
memproduksi produk-produk perawatan dan kecantikan yang sesuai
untuk daerah tropis. Untuk meningkatkan kualitas kerja dan mutu dari
perusahaan, PT. Vitapharm telah mengantongi sertifikat CPKB (Cara
Pembuatan Kosmetik yang Baik) sebagai bukti akan kualitas produk yang
mereka produksi untuk pembuatan cream, lipstick, dan liquid pada tahun
2008, serta powder dan compact powder pada tahun 2009.

13
Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas dari produk PT. Vitapharm
terjamin mutunya karena melewati beberapa tahap quality control, analisa
dan mikrobiologi yang ketat guna mempertahankan kualitas dar produk
PT. Vitapharm menggunakan mesin-mesin berteknologi canggih, tidak
lupa mereka juga memperdayakan warga sekitar untuk turut ambil bagian
menjadi sumberdaya manusia yang berpengaruh besar dalam proses
produksi. Pekerja-pekerja tersebut telah melewati masa training sehingga
kinerja dan jaminan dalam mereka bekerja dapat dipertanggung
jawabkan. Hingga kini, PT. Vitapharm telah menyerap ratusan tenaga
kerja. PT. Vitapharm mengatakan bahwa pabrik mereka juga ramah
lingkungan karena mereka mengelola limbah yang ada sehingga tidak
membahayakan lingkungan sekita. Hal ini meningkatkan kualitas dari
perusahaan tersebut.

b. Visi dan Misi PT. Vitapharm.


Visi PT. Vitapharm adalah untuk menjadi perusahaan kosmetik tropis
terkemuka dan produknya dipercaya oleh masyarakat global.
Misi PT. Vitapharm adalah :
1. Bekerjasama dengan penelitian dan pengolahan bahan dasar kosmetik,
sehingga mampu menghasilkan produk-produk kosmetik yang
mempunyai keunggulan kempetitif dan berkhasiat untuk membagi
dampak negatif dari iklim serta mengikuti perkembangan gaya hidup.
2. Mengembangkan kemampuan dan motivasi karyawan untuk :
b. Menghasilkan produk berkualitas.
c. Menggalang kemitraan dengan pihak-pihak yang seiring dengan
visi perusahaan
d. Memelihara kesinambungan usaha
3. Menyediakan produk jasa perawatan dan informasi kosmetik yang
sesuai, mudah terjangkau bagi wanita dan mereka yang ingin memiliki
wajah dan kulit tubuh yang terawat baik.
4. Ikut memelihara lingkungan dengan mematuhi ketentuan-ketentuan
yang berlaku.

14
c. Produk yang dihasilkan
Dari semua produk yang dihasilkan PT VITAPHARM menghasilkan
berbagai perhargaan brand sebagai berikut :
a. Viva Cosmetic
Ini adalah sederet produk pertama yang diluncurkan oleh PT.
Vitapharm sejak awal berdirinya perusahaan ini. Viva cosmetic
menyediakan produk perawatan dan kecantikan tubuh dari ujung
rambut hingga ujung kaki dan tiap produk tersebut memiliki
beberapa macam jenis yang disesuaikan dengan kondisi fisik
penggunanya.

b. Viva Queen
Viva Queen adalah sederet produk perawatan dan kecantikan yang
didesain untuk memenuhi kebutuhan wanita dengan desain elegan
dan mewah. Dengan dominasi warna emas pada kemasan
produknya, Viva Queen menembak pasar wanita karir yang banyak
berelasi dengan publik.
c. Viva White
Viva White dilahirkan dengan stereotype masyarakat Indonesia
bahwa cantik berarti kuli yang putih. Produk-produk Viva White
terfokus pada produk untuk mencerahkan kulit namun tetap cocok
untuk daerah topis. Jenis yang diluncurkan adalah produk-produk
perawatan kulit seperti facial wash beberepa jenis lotion.
d. Red-A
Target utama Red-A adalah para remaja putri yang aktif agar tetapi
tampil ditengah-tengah kesibukan. Produk yang ditawarkan juga
disesuaikan dengan kebutuhan remaja dari segi fungsi hingga
pemilihan diferensiasi warna untuk make-up.
d. Susunan Pengurus PT. Vitapharm
Susuna pengurus PT. Vitapharm meliputi :
Komisaris : Djoenardi Joesoef, Ichwan Wahyudi, dr. Masmuin Kuntijoro
Komisaris Indefendent : Joa Gustama
Direktur : Susanto Nugroho

15
B. Deskripsi dan Analisis Data
Strategi Pemasaran PT. Vitapharm.
a. Product
Strategi Produk yang dilakukan PT. Vitapharm :
Perawatan Badan : Hand and Body Lotion Bengkuang (100 ml), Hand
and Body Lotion (100 ml), Hangir Beauty lotion (100 ml), Hand and
Body lotion Asmara (100 ml), Hand and Body Lotion Asmara Cendana
(100 ml), Sunscreen lotion (100 ml), Baby powder (65 gr dan 135 gr).
Perawatan Rambut : Shampoo Urang Aring (325 ml), Shampoo Lidah
Buaya (325 ml), Hair Oil (60 ml), Hair Oil Orang ariing (60 ml), Hair
Tonic (60 ml), Hair Tonic Cleansing (60 ml).
Perawatan Wajah : Perawatan Dasar, Perawatan khusus, perawatan
lengkap.
b. Place
Saluran distribusi yang digunakan oleh PT. Vitapharm adalah Saluran
distribusi langsung (direct-marketing channel) yaitu dengan cara:
Shopping On-Line
Memperluas jaringan pemasaran di seluruh wilayah Indonesia,
sehingga mempermudah konsumen mendapatkan produk-produk viva
cosmetic tersebut.
Keagenan
Memperluas jaringan pemasaran Produk-produk viva cosmetic di luar
lokasi distributor (perwakilan) sehingga lebih menjangkau ke daerah
yang jauh dan tersebar dari lokasi distributor (mendekatkan diri
dengan konsumen).
Intermoda
Memperluas jaringan pemasaran melalui kerjasama dengan moda lain
(melalui perintisan kerjasama dengan sistem shopping online).
c. Price
Strategi harga yang dilakukan PT. Vitapharm :
Penerapan TBA / TBB, tarif differential dan tarif partial

16
Mempertajam penetapan TBA / TBB disesuaikan dengan umurnya /
struktur kulitnya / umum, serta kemungkinan penerapan transaksi
minimal tertentu bagi pelanggan yang potensial menggunakan produk
viva cosmetic jangka panjang atau pendek.
Discount transaksi
Untuk transaksi minimal Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) Gratis biaya
pengiriman seluruh wilayah Indonesia.
Perubahan Juklak keagenan.
Menambah point of sales yang selama ini belum cukup berkembang
(sistem extra charge bagi agen kurang menarik dan perlu di evaluasi
dengan sistem provisi dengan harapan agen dapat lebih berkembang
dan mendukung penjualan produk viva cosmetic).
d. Promotion
Strategi promosi yang dilakukan PT. Vitapharm :
Promosi melalui media cetak
Memberikan informasi secara lebih luas mengenai produk-produk viva
cosmetic maupun harga pada masyarakat.
Informasi melalui website
Memperluas promosi melalui fasilitas internet yang dapat diakses
secara lebih luas oleh masyarakat meliputi ketersediaan barang viva
cosmetic, dan harga.
Member Card
Sebagai media untuk menjalin hubungan dengan konsumen dengan
disertai fasilitas tertentu; misalnya jaminan kepastian mendapatkan
discount dengan syarat dan ketentuan tertentu.
Kegiatan Social
Dalam kegiatan ini diadakanya penyuluhan bahan baku bengkoang
danbahan alami lain yang digunakan untuk pembuatan produk viva
cosmetics.
Marketing Public Relation

17
Memperluas jaringan informasi tentang produk viva cosmetics dengan
melibatkan peran humas pusat untuk berhubungan dengan media
cetak / elektronik

Bauran Promosi
Empat Bauran Promosi PT. Vitapharm yaitu :
1. Periklanan (advertising)
Bentuk-bentuk periklanan PT. Vitapharm antara lain:
Surat kabar: Kontak Viva Cosmetics.
Website : www.vivacosmetics.com
Majalah : WomensHealth, Bazar Beauty.
2. Promosi Penjualan (sales promotion)
kegiatan sales promotion PT. Vitapharm yaitu:
Viva Beauty Class / Demo Kecantikan.
Sebagai wujud kepedulian PT Vitapharm dalam membantu
mempermudah membersihkan wajah terlihat bersih dan tepat
dengan cara demo kecantikan, dengan demo ini konsumen bisa
melihat bagaimana cara membersihkan wajah yang benar dan
teorganisir.
PT Vitapharm memberikan gratis sample produknya untuk
menarik konsumen.

3. Publisitas (publicity)
Macam kegiatan publisitas PT. Vitapharm yaitu:
Penyelenggara Tata rias Tari Pendet dengan peserta
terbanyak.
Dalam rangka upaya meningkatkan cinta tergadap budaya
Indonseia salah satunya tari pendet maka PT Vitapharm, Direktur
HRD (human resourcer and develepoment) PT Vitapharm meminta
kesediaan para pencinta Produk viva cosmertics yang tentunya
dimotori oleh REKOR MURI untuk membantu penyelenggaraan

18
kegiatan Tata rias tari pendet dengan peserta terbanyak. Kegiatan
tersebut sudah diselenggarakan dalam acara melestarikan Cinta
Budaya ( Tari pendet).
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pencitraan PT
Vitapharm tersebut sebetulnya sudah lama digagas oleh Direktur
HRD (human resourcer and develepoment) namun dikarenakan
satu dan lain hal maka baru bisa terwujud pada tahun 2011. Selain
bertujuan meningkatkan pencitraan PT Vitapharm kegiatan ini juga
mempunyai misi untuk mengkampanyekan gerakan cinta produk
Indonesia khususnya viva cosmetics, edukasi sejarah dan
perkembangan Viva Cosmetics serta Promosi Layanan dan Produk
PT Vitapharm.
Penyelenggaraan Merias Alis dengen peserta terbanyak
tahun 2013
PT Vitapharm bekerjasama dengan MURI mengadakan sebuah
kegiatan merias kecantikan yang bernama MERIAS ALIS
PESERTA TERBANYAK
TEMA KEGIATAAN: PERAN VIVA COSMETICS DALAM
MELAYANI MASYARAKAT
Obyek kegiatan merias alis pada wanita kontestan segala sesuatu
yang dapat meningkatkan citra pelayanan, kenyamanan dan
kepedulian Viva Cosmetics terhadap lingkungan sekitarnya,
dengan harapan masyarakat akan semakin mencintai dan bangga
akan Viva Cosmetics.
4. Penjualan Langsung (personal selling)
Penjualan langsung PT. Vitapharm yaitu:
Penjualan produk langsung di agen-agen viva cosmetics.

19
BAB V
KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa:


Strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan maka di PT Vitapharm
menggunakan system penjualan melalui promosi yang memberikan informasi
kepada konsumen saat konsumen membutuhkan produk kecantikan dan
memperkenalkan produk viva kosmetiks kepada konsumen terutama dalam
menjual produk.
Dengan adanya manajemen strategi dan distributor maka bisa mencapai tujuan
dari PT VITAPHARM mengalihkan konsumen untuk memilih produk kosmetik
viva yang di inginkan oleh konsumen.

20
DAFTAR PUSTAKA

Buchari Alma. 2007. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa; Penerbit


Alfabeta, Bandung

Craven, W. David, 1996. Pemasaran Strategis; Penerbit Erlangga, Jakarta.

David, F.R, 2006. Manajemen Strategis : Konsep; Penerbit Salemba Empat,


Jakarta.

Fandi Tjiptono. 1997. Strategi Pemasaran; Penerbit Andi, Yogyakarta.

Fandi Tjiptono. 2005. Pemasaran Jasa; Penerbit Bayu Media, Malang.

Freddy Rangkuti. 2003. Analisis SWOT Tekhnik Membedah Kasus Bisnis;


Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Hermawan Kartajaya. 2005. Mark Plus on Strategy 12 Tahun Perjalanan


Mark Plus & Co Membangun Strategi Perusahaan; Penerbit
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran: Perencanaan, Implementasi dan


Pengendalian; Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Lovelock, CH and L.K Wright. 1999. Principles of Strategic Marketing


Management; Prentice Hall Inc, New York.

Nirwana. 2006. Service Marketing Strategy; Penerbit Dioma, Malang.

https://vivabeautynews.blogspot.com/vivacosmetic.(n.d).Retrieved februari
25,2015,from vivacosmetic:https://www.vivacosmetic.com/bantuan/syarat.
Coescoesm.(2011, november 28). Retrieved februari 28,2015 from
coescoesm:https://coecoesm.wordpress.com/2011/22/28/strategi-distribusi/

21