Anda di halaman 1dari 4

Tanda dan gejalan Etiologi Masalah

Ds: Akumulasi nanah pada Ketidak efektifan bersihan


Klien mengeluh sesak rongga pleura jalan napas.
Klien matuk berdahak 1
Ekspansi paru menurun
buln yang lalu, warna
hijau Peningkatan prouksi
Do: sputum
Klien terlihat sesak
RR = 38x/mm Ketid efektifan bersihan
Terpasang O2 bikanul 2 jlan napas
liter/m
TTV: sesak
td
Rr
T
N

Ds Gangguan rasa nyama


Klien mengeluh nyeri dada Akumulasi nanah dalam nyeri
P : rongga pleura
Q:
R: Pemsangan WSD
S:
T: Kerusaskan jarigan sekitar
Do pleura
Klien tampak meringis,
Terpasang WSD pada dada nyeri
bagian kiri

Ds Akumulasi nanah dalam Resiko tinggi infeksi


Ibu klien mengatakan rongga pleura
anaknya demam
Do Pemsangan WSD
Akral terba hangt
S : 38,3 Kerusaskan jarigan sekitar
Hasil labortorium pleura
Leukosit
Mono sit Resiko tinggi Infeksi
Basofil
Neutrofil
1. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan akumulasi sekret di
jalan napas

Batasan karakteristik :

- Suara napas abnormal, ritme, kedalaman napas abnormal.


- Perubahan respiratory rate, dyspnea, stridor.
Kriteria hasil :

1. Klien akan dapat mempertahankan jalan napas yang paten


2. Memperlihatkan perilaku mempertahankan bersihan jalan napas

Intervensi Rasionalisasi

1. Kaji fungsi paru, adanya bunyi 1. Penurunan bunyi napas


napoas tambahan, perubahan irama mungkin menandakan atelektasis,
dan kedalaman, penggunaan otot-otot ronchi, wheezing menunjukkan
adanya akumulasi sekret, dan
aksesori
ketidakmampuan untuk
membersihkan jalan napas
menyebabkan penggunaan otot
aksesori dan peningkatan usaha
bernapas.

2. Memaksimalkan ekspansi paru


dan menurunkan upaya
pernafasan. Ventilasi maksimal
dapat membuka area atelektasis,
2. Atur posisi semi fowler mempermudah pengaliran sekret
keluar

3. Intake cairan mengurangi


penimbunan

sekret, memudahkan pembersihan

3. Pertahankan intake cairan 2500


ml/hari - Mencegah mukosa membran kering,
me- ngurangi sekret

- Menurunkan sekret pulmonal dan


memfa- silitasi bersihan.
4. Kolaborasi : - Memperbesar ukuran lumen pada
- Pemberian oksigen lembab perca-bangan tracheobronchial dan
menurunkan pada percabangan
tracheobronchial dan menurunkan
- Mucolytic agent pertahanan aliran.

-Mengatasi respons inflamasi sehingga


- Bronchodilator tidak terjadi hipoxemia.

- Kortikosteroid

Infekasi

Kriteria hasil : Tidak adanya infeksi pada klien

Tujuan : Mengidentifikasi intervensi untuk mencegah / menurunkan resiko infeksi

Kriteria Hasil : -Suhu = Normal (36,5oC-37,5oC)

-WBC = 4500-11000/mm3

-CRP = <15 mmHg

-RR = 16-20 x /menit

-Nadi = 60-100/ menit


Intervensi Rasional
1. Awasi suhu 1. Demam dapat terjadi karena
infeksi dan atau dehidrasi
2. Observasi warna, bau sputum
2. berbau, kuning atau
3. Dorong keseimbangan antar kehijauan menujukkan
aktifitas dan istirahat adanya infeksi paru
4. Diskusi masukan nutrisi 3. Menurunkan konsumsi /
adekuat kebutuhan kesimbangan
oksigen dan memperbaiki
5. Kolaborasi pemeriksaan
pertahan pasien terhadapa
sputum
infeksi, peningkatan
6. Kolaborasi antibiotic penyembuhan

7. Perawatan luka WSD 4. Malnutrisi dapat


mempengaruhi kesehatan
8. Kultur sputum umum dan menurunkan
tahanan terhadap infeksi
5. Dilakukan untuk
mengidentifikasi organisme
penyebab dan kerentanan
terhadap anti microbial
6. Dapat menurunkan beban
pernafasan akibat nyeri
pleura dan infeksi
7. Mencegah infeksi port de
entry mikroorganisme

8. Bertujuan untuk mencegah


penumpukan sputum akibat
infeksi bakteri dan untuk
mengetahui
sensifitas/kepekaan bakteri