Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

MENCANGKOK

Oleh kelompok 5

Usamah Abdul Hamid (151710201079)


Ahmad Ludiono (1517102010)

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS JEMBER

2015
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semua jenis tanaman perlu adanya pembiakan agar tidak terjadi kepunahan. Pembiakan
dapat berlangsung secara alami atau dengan campur tangan mahkluk lain. Pembiakan
tanaman dibagi menjadi pembiakan tanaman secara vegetatif dan pembiakan tanaman secara
generatif. Pembiakan secara generatif adalah pembiakan tanaman dengan cara menanam
benih yang dihasilkan oleh tumbuhan tersebut yang kemudian dijadikan sebagai bibit.
Pembiakan tanaman secara vegetatif adalah pembiakan tanaman dengan menggunakan
bagian organ dari tanaman itu sendiri, seperti sambung, stek, cangkok dan okulasi.

Salah satu pembiakan secara vegetatif yaitu dengan mencangkok, cara pembiakan
vegetatif yang satu ini kita pilih dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya kita
menginginkan tanaman baru yang yang mempunyai sifat persis seperti induknya. sifat ini
meliputi ketahanannya terhadap hama dan penyakit, rasa buah (khususnya untuk tanaman
buah-buahan), keindahan bunga (untuk tanaman hias), dan sebagainya.ada kalanya kita
memilih cara mencangkok apabila pohon yang akan dicangkok tidak dapat diperbanyak
dengan pembiakan vegetatif lainnya

Jenis-jenis tanaman yang biasa dicangkok adalah pohon buah-buahan, misalnya


mangga,beberapa jenis jeruk (jeruk besar, jeruk nipis, jeruk manis, dan jeruk siem), berbagai
jenis jambu (jambu biji,jambu air,jambu monyet), belimbing,kelengkeng dan sebagainya.

Perbanyakan tanaman ini sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-sehari,dengan


perlakuan ini tanaman akan cepat berbuah dan hasil buahnya sama dengan hasil buah
induknya. mengingat pentingnya perbanyakan tanaman secara vegetatif ini, maka diperlukan
pemahaman yang baik mengenai bagaimana cara mencangkok secara benar.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pembiakan vegetatif ?

2. Apa sajakah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mencangkok yang benar ?

3. Apa sajakah kesalahan-kesalahan dalam mencangkok ?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui apa yang dimaksud pembiakan vegetatif.

2. Mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan dalam mencangkok yang benar.

3. Mengetahui faktor yang mempengaruhi mencangkok.


1.4 Manfaat

Adapun tujuan dan manfaat mencangkok yang dapat kami peroleh


dari hasil parktikum ini adalah:

1. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan pembiakan vegetatif


dengan cara mencangkok.
2. Dapat mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan saat
mencangkok, teknik mencangkok dengan benar.
3. Dapat mengetahui kesalahan-kesalahan dalam teknik mencangkok.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Mencangkok

Mencangkok adalah salah satu cara mengembangbiakan tanaman secara vegetatif.


Sebenarnya cangkok hampir sama dengan stek, bedanya, tanaman yang dicangkok baru
ditanam di lahan baru setelah tumbuh akar, sedangkan stek langsung ditancapkan pada tanah.
Sifat tanaman hasil cangkok otomatis sama dengan induknya karena tidak ada perubahan
struktur gen. Dalam kenyataannya, hanya tumbuhan dikotil saja yang dapat dicangkok.
Struktur batang tumbuhan monokotil berbeda dengan susunan batang dikotil. Berkas
pembuluh pada tumbuhan dikotil teratur. Floem terletak di bagian luar pembuluh dan xylem
terdapat di bagian dalam pembuluh, di antara dua bagian ini terdapat kambium yang
merupakan jaringan meristematis sekunder. Sedangkan pada tumbuhan monokotil berkas
pembuluhnya menyebar. Xylem dan floemnya berdekatan tapi menyebar di seluruh bagian.
Batang dikotil memiliki kambium untuk pertumbuhan sekunder (membesar/melebar)
sedangkan tumbuhan monokotil tidak (Arief, 1990: 12).

2.2 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mencangkok

Dalam mencankok hal-hal yang perlu diperhatikan pada kegiatan pencangkokan


antara lain :
1. Pengambilan cangkok dilakukan setelah cangkok berumur 2 - 3 bulan.
Pemotongan cangkok menggunakan gergaji kemudian diturunkan secara hati-hati.
Cangkok yang terlalu panjang dipotong sebagian dan daunnya dikurangi untuk
mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar.
2. Cangkok yang telah dipisahkan dari pohon induknya segera ditanam
(aklimatisasi) pada media campuran tanah dengan kompos/pupuk kandang (3:1).
Kegiatan ini dilakukan di persemaian yang diberi naungan dengan intensitas
cahaya lebih dari 50%. Pemeliharaan cangkok di persemaian dilakukan sampai
bibit siap ditanam di lapangan. Biasanya setelah 3 bulan cangkok telah memiliki
perakaran yanag kompak dan siap dipindahkan ke lapangan.
3. Pembuatan cangkok pada satu pohon tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak,
karena akan mengganggu atau merusak pohon tersebut (Adinugraha et al,
2007:2).
2.3 Keuntungan dan Kerugian Cangkok

Keuntungan dan kerugian dalam mencangkok. Salah satu


keuntungannya yaitu,tanaman tersebut akan mudah dilakukan,tumbuhan hasil
cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari
biji.Tumbuhan yang dicangkok mewarisi sifat pohon induknya, lebih cepat berbuah dan
tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh
ketika masih berada di pohon induk, dan memiliki kerugian yaitu, dalam mencangkok
tidak bisa mencangkok dalam jumlah banyak dalam satu pohon, karena akan merusak
tanaman induk. jadi kita hanya bisa mencangkok beberapa cabang saja dari tanaman induk.
Selain itu kelemahan lainnya adalah percabangannya tidak lebat dan tidak kompak,serta
produktivitas buahnya terbatas. (Redaksi Agromedia,2007:30-31)