Anda di halaman 1dari 32

Karakteristik Bakteri Nitrobacter

Manusia selama hidupnya selalu berdampingan dengan mikroorganisme seperti bakteri,


bahkan di tubuh kita setiap hari di tempeli hingga jutaan bakteri. salah satu bakteri yang
menguntungkan bagi manusia adalah bakteri Nitrobacter. berikut penjelasannya:

Bakteri Nitrobacter
Unsur nitrogen di alam terdapat dalam bentuk gas, sedangkan di tanah jumlahnya sangat
sedikit,namun sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah banyak. Nitrogen bersenyawa
membentuk urea, protein, asam nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti amoniak,
nitrit dan nitrat.

Meskipun kebutuhan N2 sangat penting, namun hanya sedikit organisme yang dapat
mengikat N2 dari udara, yaitu jenis bakteri dan gangang bersel satu yang bersimbiosis
dengan tumbuhan tingkat tinggi melalui Fiksasi Nitrogen.
Sedangkan tumbuhan lainnya memperoleh senyawa nitrogen melalui suplai N2 atau daur
nitrogen. N2 diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat melalui proses Nitrifikasi yang
dibantu oleh bakteri Nitrosomonas, Nitrococus dan Nitrobacter.

Bakteri yang mengoksidasi ammonia menjadi nitrit kemudian menjadi nitrat disebut bakteri
nitrifikasi. Nitrobacter merupakan bakteri nitrifikasi karena merupakan bakteri yang
mengubah nitrit menjadi nitrat. Nitrobacter termasuk famili Nitrobacteraceae. Spesies
nitrobacter meliputi Nitrobacter winogradskyi, Nitrobacter hamburgensis,Nitrobacter
vulgaris, Nitrobacter alkalicus. Selain itu, nitrobacter juga merupakan sub-kelas dari
Proteobacteria.

Nitrobakter menggunakan energi dari oksidasi ion nitrit ( NO2 ) menjadi ion nitrat ( NO3 )
untuk memenuhi kebutuhan karbonnya.

Nitrobacter memiliki pH optimum antara 7,3 dan 7,5 serta akan mati pada suhu 120 F (49 C)
atau di bawah 32 F (0 C). Menurut Grundman, Nitrobacter tumbuh optimal pada suhu 38 C
dan pH 7,9. Akantetapi, Holt menyatakan bahwa Nitrobacter tumbuh optimal pada suhu 28
C dan ph antara 5,8-8,5 dan memiliki pH optimal antara 7,6-7,8 (Grundman et. al. 2000, Holt,
1993). Nitrobakter termasuk bakteri aerob, pada umumnya berbentuk batang, seperti pir atau
pleomorfhic dan berkembang biak dengan budding.
Karakteristik Bakteri Nitrobacter
Nitrobacter adalah terminologi bakteri Lithotrophic. Mereka membutuhkan oksigen dan
makanan untuk hidup dan membangun koloni dimedia dengan permukaan yang keras dan
bersih. Jenis bakteri tersebut termasuk lama dalam replikasi dibanding bakteri lain yang
ada. Pada kolam air tawar, bakteri membutuhkan waktu setiap 8 jam untuk bereplikasi,
sedangkan untuk air laut lebih lama lagi, sekitar 24 jam.

Proses pengolahan air limbah secara biologis aerobic adalah dengan memanfaatkan aktifitas
mikroba aerob, untuk menguraikan zat organik yang terdapat dalam air limbah, menjadi zat
norganik yang stabil dan tidak memberikan dampak pencemaran terhadap
lingkungan. Mikroba aerob ini sebenarnya sudah terdapat di alam dalam jumlah yang tidak
terbatas dan selalu dapat diperoleh dengan sangat mudah.Dalam kapasitas yang terbatas alam
sendiri sudah mampu menetralisir zat organik yang ada dalam air limbah. Sementara itu
kemampuan air dalam menyerap oksigen di udara sangat terbatas, walaupun keberadaan
oksigen di udara tidak terbatas. Pemenuhan oksigen dapat dibantu dengan peralatan mekanis
(aerator), aliran udara bertekanan atau pertumbuhan mikrobia itu sendiri (algae).

Pengolahan Limbah
Bakteri aerob atau sering di sebut dengan Nitrobacter dapat memecah gula menjadi
air, karbondioksida (CO2), dan energi. Oleh karena itu, saat ini, bakteri aerob banyak
dimanfaatkan untuk pengolahan limbah-limbah cair yang dihasilkan dari pabrik-pabrik.
Dalam pengolahan limbah ini, bakteri aerob memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.

Ilustrasi, pengolahan limbah


1. Bakteri aerob memerlukan suhu yang tinggi agar dapat bekerja maksimal. Ia
memerlukan temperatur lebih tinggi dari sebelumnya jika ingin sampai pada
reaksi yang diinginkan.
2. Bakteri ini akan efektif bekerja pada kisaran pH 6,5 sampai dengan 8,5. Pada
reaktor aerob, hal tesebut dikenal dengan istilah Completely Mixed Activated
Sludge (CMAS). Pada proses tersebut, terjadi netralisasi asam dan basa
sehingga tidak diperlukan lagi tambahan bahan kimia selama BOD-nya kurang
dari 25mg/liter limbah.
3. Memiliki kebutuhan energi yang tinggi untuk prosesnya dengan tingkat
pengolahan 60-90 persen.
4. Produksi lumpur yang akan dihasilkan untuk pengolahannya tinggi. Begitupun,
stabilitas proses terhadap racun dari limbah dan perubahan bebannya dari
sedang sampai tinggi.
5. Bakteri aerob memerlukan nutrien yang tinggi untuk beberapa limbah industri.
6. Tidak ada bau yang dihasilkan dari pengolahan limbahnya.
Tujuan utama pengolahan limbah air adalah untuk menguraikan BOD, partikel tercampur srta
membunuh organisme pathogen. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang beasanya
dipergunakan pada penglaman limbah air berikut beberapa tujuan dari kegiatan yang
dilaksanakan

DAFTAR PUSTAKA
Black, Jacquelyn G. 2002. Microbiology. John Wiley & Sons, Inc.

Brock. TD. Madiqan. MT. 1991. Biology of Microorganisms. Sixth ed. Prentice-
HallInternational, Inc.

Cappuccino, JG. & Sherman, N. 1987. Microbiology: A Laboratory Manual. The


Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. California.

Case, C.L. & Johnson, T.R. 1984. Laboratory Experiments in Microbiology.


Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. California.

Fardiaz, S. 1987. Fisiologi Fermentasi, PAU IPB.

sumber: http://chumairahhsb.blogspot.com

1111111111111111
Bakteri Nitrobacter sebagai Upaya Biodegradasi Pengolahan Air
Limbah

Mikroba terdapat dimana-mana di sekitar kita ada yang menghuni tanah, air, dan udara. Studi
tentang mikroba yang ada di lingkungan alamiahnya disebut ekologi mikroba. Ekologi
merupakan bagian biologi yang berkenaan dengan studi mengenai hubungan organism atau
kelompok organisme dengan lingkungannya.
Ekologi mikroba sangat berperan membantu memperbaiki kualitas lingkungan. Bagian dari
mikrobiologi yang mempelajari tentang peranan mikroorganisme di dalam lingkungan adalah
mikrobiologi lingkungan. Lingkungan yang dimaksud terutama terdiri dari air, udara, dan
tanah. Mikrobiologi air adalah mikrobiologi yang mempelajari kehidupan dan peranan
mikroorganisme di dalam lingkungan air. Peranan mikroba dalam air dapat dipakai dalam
bidang kesehatan, bidang pertanian, bidang peternakan, bidang industri, bidang pengairan,
bidang pengolahan air. Mikrobiologi tanah adalah bagian disiplin mikrobiologi yang
mempelajari kehidupan, aktivitas, dan peranan mikroorganisme di dalam tanah.
Perananan mikroba dalam lingkungan hidup pada saat sekarang adalah sebagai jasad yang
secara langsung atau secara tidak langsung mempengaruhi lingkungan; dan juga baik jasad
yang secara langsung maupun secara tidak langsung dipengaruhi oleh lingkungan.
NITROBACTER
Unsur nitrogen di alam terdapat dalam bentuk gas, sedangkan di tanah jumlahnya sangat
sedikit,namun sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah banyak. Nitrogen bersenyawa
membentuk urea, protein, asam nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti amoniak,
nitrit dan nitrat.
Meskipun kebutuhan N2 sangat penting, namun hanya sedikit organisme yang dapat mengikat
N2 dari udara, yaitu jenis bakteri dan gangang bersel satu yang bersimbiosis dengan tmbuhan
tingkat tinggi melalui Fiksasi Nitrogen. Sedangkan tumbuhan lainnya memperoleh senyawa
nitrogen melalui suplai N2 atau daur nitrogen. N2 diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat
melalui proses Nitrifikasi yang dibantu oleh bakteri Nitrosomonas, Nitrococus dan
Nitrobacter.
Bakteri yang mengoksidasi ammonia menjadi nitrit kemudian menjadi nitrat disebut bakteri
nitrifikasi. Sedangkan bakteri denitrifikasi adalah bakteri mampu mengubah nitrit menjadi
gas nitrogen yang nantinya gas tersebut akan kembali lagi ke atmosfer dan siap untuk
memulai daur lagi.
Nitrobacter merupakan bakteri nitrifikasi karena merupakan bakteri yang mengubah nitrit
menjadi nitrat. Nitrobacter termasuk famili Nitrobacteraceae. Spesies nitrobacter
meliputi Nitrobacter winogradskyi, Nitrobacter hamburgensis, Nitrobacter
vulgaris, Nitrobacter alkalicus. Selain itu, nitrobacter juga merupakan sub-kelas
dari Proteobacteria.Tidak seperti pada tumbuhan, ketika transfer elektron pada fotosintesis
menyedisakan energi untuk fiksasi karbon, Nitrobakter menggunakan energi dari oksidasi ion
nitrit ( NO2 ) menjadi ion nitrat ( NO3 ) untuk memenuhi kebutuhan karbonnya.
Nitrobacter memiliki pH optimum antara 7,3 dan 7,5 serta akan mati pada suhu 120F (49C)
atau di bawah 32F (0C). Menurut Grundman, Nitrobacter tumbuh optimal pada suhu 38C
dan pH 7,9. Akantetapi, Holt menyatakan bahwa Nitrobacter tumbuh optimal pada suhu 28C
dan ph antara 5,8-8,5 dan memiliki pH optimal antara 7,6-7,8 (Grundman et. al. 2000, Holt,
1993). Nitrobakter termasuk bakteri aerob, pada umumnya berbentuk batang, seperti pir
atau pleomorfhic dan berkembang biak dengan budding.
Nitrosomonas menguraikan ammonia menjadi Nitrit, yang merupakan senyawa beracun bagi
koi. Nitrit menjadi makanan bakteri Nitrobacter dan menghasilkan senyawa Nitrat. Melihat
keterkaitannya, lumrah bila kita menemukan kedua bakteri itu bersama dalam kolam.
Walaupun berbahaya, koi masih mampu bertahan dengan kadar Nitrit dua kali kadar
ammonia.
Inilah yang dimaksud siklus nitrogen atau lazim disebut proses nitrifikasi. Koi melakukan
respirasi dan bersekresi membuang kotoran yang mengandung ammonia. Begitu juga sisa
pakan, kotoran di dasar kolam, atau koti mati yang lama tidak diangkat. Semuanya
memberikan kontribusi terhadap peningkatan kadar ammonia dalam kolam. Ammonia
diuraikan nitrosomonas menjadi nitrit. Siklus berikutnya adalah nitrobacter yang
mengkonversi nitrit menjadi nitrat. Pada bagian akhir, nitrat diserap tumbuhan air atau
menguap setelah melalui proses oksidasi dipermukaan air.
Karakteristik
Nitrosomonas dan nitrobacter adalah terminologi bakteri Lithotrophic. Mereka membutuhkan
oksigen dan makanan untuk hidup dan membangun koloni dimedia dengan permukaan yang
keras dan bersih. Kedua jenis bakteri tersebut termasuk lama dalam replikasi dibanding
bakteri lain yang ada. Pada kolam air tawar, bakteri membutuhkan waktu setiap 8 jam untuk
bereplika, sedangkan untuk air laut lebih lama lagi, sekitar 24 jam.
Proses pengolahan air limbah secara biologis aerobic adalah dengan memanfaatkan aktifitas
mikroba aerob, untuk menguraikan zat organik yang terdapat dalam air limbah, menjadi zat
norganik yang stabil dan tidak memberikan dampak pencemaran terhadap lingkungan.
Mikroba aerob ini sebenarnya sudah terdapat di alam dalam jumlah yang tidak terbatas dan
selalu dapat diperoleh dengan sangat mudah.Dalam kapasitas yang terbatas alam sendiri
sudah mampu menetralisir zat organik yang ada dalam air limbah. Sementara itu kemampuan
air dalam menyerap oksigen di udara sangat terbatas, walaupun keberadaan oksigen di udara
tidak terbatas. Pemenuhan oksigen dapat dibantu dengan peralatan mekanis (aerator), aliran
udara bertekanan atau pertumbuhan mikrobia itu sendiri (algae).
Pengolahan Limbah
Bakteri aerob dapat memecah gula menjadi air, karbondioksida (CO2), dan energi.
Oleh karena itu, saat ini, bakteri aerob banyak dimanfaatkan untuk pengolahan limbah-
limbah cair yang dihasilkan dari pabrik-pabrik. Dalam pengolahan limbah ini, bakteri aerob
memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
1. Bakteri aerob memerlukan suhu yang tinggi agar dapat bekerja maksimal. Ia memerlukan
temperatur lebih tinggi dari sebelumnya jika ingin sampai pada reaksi yang diinginkan.
2. Bakteri ini akan efektif bekerja pada kisaran pH 6,5 sampai dengan 8,5. Pada reaktor
aerob, hal tesebut dikenal dengan istilah Completely Mixed Activated Sludge (CMAS). Pada
proses tersebut, terjadi netralisasi asam dan basa sehingga tidak diperlukan lagi tambahan
bahan kimia selama BOD-nya kurang dari 25mg/liter limbah.
3. Memiliki kebutuhan energi yang tinggi untuk prosesnya dengan tingkat pengolahan 60-90
persen.
4. Produksi lumpur yang akan dihasilkan untuk pengolahannya tinggi. Begitupun, stabilitas
proses terhadap racun dari limbah dan perubahan bebannya dari sedang sampai tinggi.
5. Bakteri aerob memerlukan nutrien yang tinggi untuk beberapa limbah industri.
6. Tidak ada bau yang dihasilkan dari pengolahan limbahnya.
Tujuan utama pengolahan limbah air adalah untuk menguraikan BOD, partikel tercampur srta
membunuh organisme pathogen. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang beasanya
dipergunakan pada penglaman limbah air berikut beberapa tujuan dari kegiatan yang
dilaksanakan
1. Kegiatan nitrifikasi atau denitrifikasi bertujuan untuk menghilangkan nitrat secara biologis.
2. Kegiatan air stripping tujuan untuk amoniak.
3. Desinfeksi tujuan untuk membunuh mikroorganisme.
4.Osmosis atau elektro dianalisis tujuan untuk menghilangkan zat terlarut.
Adapun secara garis besar kegiatan pengolahanair limbah dapat dikelompokkan menjadi 6
bagian antara lain:
1. Pengolahan pendahuluan (pre treatment)
2. Pengolahan pertama (primainy treatment)
3. Pengolahan kedua (secoundary treatment)
4. Pengolahan ketiga (tertiary treatment)
5. pengolahan kuman (desinfektion treatment)
6. pengolahan lanjutan (ultimate disposai)
Cara Pengolahaan Limbah Air
Bahan padat yang mudah mengenda adalah bahan yang kurang begitu penting pada
pengolahan ini pengurangan kebutuhan akan oksigen dapat dilaksanakan dangan baik
memulai pengendapan. Pengendapan pada tangki pertama menyebabkan pertama
menyebabkan perubahan loktasa menjadi laktat secara cepat dan menyulitkan pengolahan
terhadap keduanya.
Pengolahan dengan penggunaan oksidasi mempunyai dua fase yaitu:
1. Fase asimilasi
Pada fase ini air buangan susu segar masih berada dalam tangki aerasi.
2. Fase endogen
Bakteri tidak mempunyai makanan baru tetapi mencerna makanan selama proses asimilasi
dan memerluukan oksigen dalam waktu yang lama

Langkah-langkah Pengolahan Air Limbah


Langkah awal proses pengolahan limbah adalah merubahnya menjadi air yang sudah
dikurangi pencemarannya. Proses ini akan menyebabkan terbentuknya lumpur, bau, serta
sedikit panas(energy).
Air Limbah Air berkurang tercemarnya +lumpur + bau + panas

Cara pengolahannya :
1. Aerobik
2. Anaerobik
3. Fakultatif
4. Kimiawi lannya
1. Cara Aerobik
Air limbah + udara (O2) Air lebih aman + lumpur + bau + energy (sedikit)
Bakteri aerob yang menguraikan air limbah.
Bakteri aerob dapat hidup karena ada udara.
Sehingga diperlukan unit tambahan aerator, atau kolam aerob.
Prosesnya lebih cepat.
Biaya lebih mahal karena harus mengoperasikan aerator.
Contohnya pada terjunan/bending air sungai yang tercemar.

Fungsi aerator = mensuplai oksigen dari luar, sehingga member hidup bagi bakteri untuk
penguraian.

2. Cara anaerobic
Air limbah Air limbah lebih aman + lumpur + bau + panas
Bakteri anaerob yang menguraikan air limbah, dalam kedaan tanpa udara atau sedikit
udara.
Kelemahannya bau yang kuat.
Proses pengolahannya lebih lama.
Kelebihannya , tanpa aerator sehingga lebih murah.
Biasanya di limbah yang berbentuk genangan atau kali yang relative tidak bergerak.
Contohnya pada septic tank.
1. Cara fakultatif
Air limbah air limbah lebih aman + lumpur + bau + panas
Fakultatif artinya sebagian waktu menggunakan cara aerob dan sebagian waktu lain
menggunakan cara anaerob. Misalnya pada pengolahan cara aerob diperlukan waktu 10 jam
untuk mengperasikan aerator, pada fakultatif mungkin aerator cukup dioperasikan
4jam/hari(aerator tidak hidup terus-menerus) dan sisa waktu yang lain menggunakan cara
anaerob. Sehingga dicapai hasil yang optimum. Contohnya adalah IPAL (Instalasi pengolahan
air limbah)
Aerasi Didalam Pengolahan Limbah Cair
Secara umum, aerasi merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kontak antara
udara dengan air. Pada prakteknya, proses aerasi terutama bertujuan untuk meningkatkan
konsentrasi oksigen di dalam air limbah. Peningkatan konsentrasi oksigen di dalam air ini
akan memberikan berbagai manfaat dalam pengolahan limbah.
Proses aerasi sangat penting terutama pada pengolahan limbah yang proses pengolahan
biologinya memanfaatkan bakteri aerob. Bakteri aerob adalah kelompok bakteri yang mutlak
memerlukan oksigen bebas untuk proses metabolismenya. Dengan tersedianya oksigen yang
mencukupi selama proses biologi, maka bakteri-bakteri tersebut dapat bekerja dengan
optimal. Hal ini akan bermanfaat dalam penurunan konsentrasi zat organik di dalam air
limbah. Selain diperlukan untuk proses metabolisme bakteri aerob, kehadiran oksigen juga
bermanfaat untuk proses oksidasi senyawa-senyawa kimia di dalam air limbah serta untuk
menghilangkan bau. Aerasi dapat dilakukan secara alami, difusi, maupun mekanik.
Aerasi alami merupakan kontak antara air dan udara yang terjadi karena pergerakan air
secara alami. Beberapa metode yang cukup populer digunakan untuk meningkatkan aerasi
alami antara lain menggunakan cascade aerator, waterfalls, maupun cone tray aerator.

Pada aerasi secara difusi, sejumlah udara dialirkan ke dalam air limbah melalui diffuser. Udara
yang masuk ke dalam air limbah nantinya akan berbentuk gelembung-gelembung (bubbles).
Gelembung yang terbentuk dapat berupa gelembung halus (fine bubbles) atau kasar (coarse
bubbles). Hal ini tergantung dari jenis diffuser yang digunakan.

Aerasi secara mekanik atau dikenal juga dengan istilah mechanical agitation menggunakan proses
pengadukan dengan suatu alat sehingga memungkinkan terjadinya kontak antara air dengan udara.
1. Metode Lumpur Aktif Dalam Pengolahan Air Limbah
Merupakan proses pengolahan secara biologis aerobic dengan mempertahankan jumlah massa
mikroba dalam suatu reaktor dan dalam keadaan tercampur sempurna. Suplai oksigen adalah
mutlak dari peralatan mekanis, yaitu aerator dan blower, karena selain berfungsi untuk suplai
oksigen juga dibutuhkan pengadukan yang sempurna. Perlakuan untuk memperoleh massa mikroba
yang tetap adalah dengan melakukan resirkulasi lumpur dan pembuangan lumpur dalam jumlah
tertentu.
Pengaturan jumlah massa mikroba dalam sistem lumpur aktif dapat dilakukan dengan baik dan
relatif mudah karena pertumbuhan mikroba dalam kondisi tersuspensi sehingga dapat terukur
dengan baik melalui analisa laboratorium. Tetapi jika dibandingkan dengan sistem sebelumnya
operasi sistem ini jauh lebih rumit. Khususnya untuk limbah industri dengan karakteristik khusus.
Permasalahan dalam lumpur aktif antara lain :
1. Membutuhkan energi yang besar
2. Membutuhkan operator yang terampil dan disiplin dalam mengatur jumlah massa mikroba
dalam reaktor
3. Membutuhkan penanganan lumpur lebih lanjut.
Proses lumpur aktif dalam pengolahan air limbah tergantung pada pembentukan flok lumpur aktif
yang terbentuk oleh mikroorganisme (terutama bakteri), partikel inorganik, dan polimer exoselular.
Selama pengendapan flok, material yang terdispersi, seperti sel bakteri dan flok kecil, menempel
pada permukaan flok. Pembentukan flok lumpur aktif dan penjernihan dengan pengendapan flok
akibat agregasi bakteri dan mekanisme adesi. Selanjutnya dinyatakan pula bahwa flokulasi dan
sedimentasi flok tergantung pada hypobisitas internal dan eksternal dari flok dan material
exopolimer dalam flok, dan tegangan permukaan larutan mempengaruhi hydropobisitas lumpur
granular dari reaktor lumpur anaerobik. limbah padat yang berasal dari suatu instalasi pengolah air
limbah industri tekstil dapat digolongkan ke dalam limbah berbahaya karena mengandung logam
berat.
Bakteri merupakan unsur utama dalam flok lumpur aktif. Lebih dari 300 jenis bakteri yang dapat
ditemukan dalam lumpur aktif. Bakteri tersebut bertanggung jawab terhadap oksidasi material
organik dan tranformasi nutrien, dan bakteri menghasilkan polisakarida dan material polimer yang
membantu flokulasi biomassa mikrobiologi. Genus yang umum dijumpai adalah : Zooglea,
Pseudomonas, Flavobacterium, Alcaligenes, Bacillus, Achromobacter, Corynebacterium,
Comomonas, Brevibacterium, dan Acinetobacter, disamping itu ada pula mikroorganisme
berfilamen, yaitu Sphaerotilus dan Beggiatoa, Vitreoscilla yang dapat menyebabkan sludge bulking.
Jumlah total bakteri dalam lumpur aktif standard adalah 108 CFU/mg lumpur. Sebagian besar
bakteri yang diisolasi diidentifikasi sebagai spesies-spesies Comamonas-Psudomonas.
Caulobacter, bakteri bertangkai umumnya ditemukan dalam air yang miskin bahan organik, dapat
diisolasi dari kebanyakan pengolahan limbah, khususnya lumpur aktif .
Zoogloea adalah bakteri yang menghasilkan exopolysaccharide yang membentuk proyeksi khas
seperti jari tangan dan ditemukan dalam air limbah dan lingkungan yang kaya bahan organik .
Zoogloea diisolasi dengan menggunakan media yang mengandung m-butanol, pati, atau m-toluate
sebagai sumber karbon. Bakteri ini ditemukan dalam berbagai tahap pengolahan limbah tetapi
jumlahnya hanya 0,1-1% dari total bakteri dalam mixed liqour (Williams dan Unz, 1983).

Flok lumpur aktif juga merupakan tempat berkumpulnya bakteri autotrofik seperti bakteri nitrit
(Nitrosomonas, Nitrobacter), yang dapat merubah amonia menjadi nitrat dan bakteri fototrofik
seperti bakteri ungu non sulfur (Rhodospilrillaceae), yang dapat dideteksi pada konsentrasi sekitar
105 sel/ml. Bakteri ungu dan hijau ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil. Barangkali, bakteri
fototrofik hanya sedikit berperan dalam penurunan nilai BOD dalam lumpur aktif .
TEKNIK PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN BIOREMEDIASI
Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan. Saat
bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan
beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, sebuah peristiwa yang disebut
biotransformasi. Pada banyak kasus, biotransformasi berujung pada biodegradasi, dimana polutan
beracun terdegradasi, strukturnya menjadi tidak kompleks, dan akhirnya menjadi metabolit yang
tidak berbahaya dan tidak beracun.
Saat ini, bioremediasi telah berkembang pada perawatan limbah buangan yang berbahaya
(senyawa-senyawa kimia yang sulit untuk didegradasi), yang biasanya dihubungkan dengan kegiatan
industri. Yang termasuk dalam polutan-polutan ini antara lain logam-logam berat, petroleum
hidrokarbon, dan senyawa-senyawa organik terhalogenasi seperti pestisida, herbisida, dan lain-lain.
Banyak aplikasi-aplikasi baru menggunakan mikroorganisme untuk mengurangi polutan yang sedang
diujicobakan. Bidang bioremediasi saat ini telah didukung oleh pengetahuan yang lebih baik
mengenai bagaimana polutan dapat didegradasi oleh mikroorganisme, identifikasi jenis-jenis
mikroba yang baru dan bermanfaat, dan kemampuan untuk meningkatkan bioremediasi melalui
teknologi genetik. Teknologi genetik molekular sangat penting untuk mengidentifikasi gen-gen yang
mengkode enzim yang terkait pada bioremediasi. Karakterisasi dari gen-gen yang bersangkutan
dapat meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana mikroba-mikroba memodifikasi polutan
beracun menjadi tidak berbahaya.
Strain atau jenis mikroba rekombinan yang diciptakan di laboratorium dapat lebih efisien dalam
mengurangi polutan. Mikroorganisme rekombinan yang diciptakan dan pertama kali dipatenkan
adalah bakteri pemakan minyak. Bakteri ini dapat mengoksidasi senyawa hidrokarbon yang
umumnya ditemukan pada minyak bumi. Bakteri tersebut tumbuh lebih cepat jika dibandingkan
bakteri-bakteri jenis lain yang alami atau bukan yang diciptakan di laboratorium yang telah
diujicobakan. Akan tetapi, penemuan tersebut belum berhasil dikomersialkan karena strain
rekombinan ini hanya dapat mengurai komponen berbahaya dengan jumlah yang terbatas. Strain
inipun belum mampu untuk mendegradasi komponen-komponen molekular yang lebih berat yang
cenderung bertahan di lingkungan.
Cara bioremediasi air
Wastewater treatment (Pengolahan limbah cair)

1. Air dari rumah tangga yang masuk ke dalam saluran air dipompa menuju fasilitas pengolahan di
mana feses dan produk kertas dibuang ke tanah dan disaring menjadi partikel yang lebih kecil
sehingga dihasilkan material berlumpur yang disebut sludge. Sedangkan air yang mengalir keluar
disebut effluent yang digunakan untuk aerasi tangki karena bakteri aerobik dan mikroba lain akan
mengkoksidasi bahan organik yang terdapat effluent.

2. Di dalam tangki ini, air disemprotkan di atas batu atau plastik yang ditutupi dengan biofilm
mikroba pendegradasi sampah yang secara aktif mendegradasi bahan organik dalam air.
3. Effluent dialirkan melalui system sludge dengan menggunakan tangki yang mengandung
sejumlah besar mikroba pendegradasi sampah yang tumbuh pada lingkungan yang dikontrol
4. Effluent didesinfeksi dengan klorin sebelum air dialirkan ke sungai atau laut.
5. Sludge dialirkan ke dalam tangki pengolah anaerob yang mengandung bakteri anaerob yang akan
mendegradasi sludge. Bakteri ini menghasilkan gas karbon dioksida dan metana. Gas metana yang
dihasilkan ini sering dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan bakar untuk menjalankan peralatan
pada pengolahan sampah dengan menggunakan tanaman. Cacing-cacing kecil yang sering muncul
pada sludge, juga membantu menghancurkan sludge menjadi partikel-partikel kecil.
6. Sludge ini kemudian dikeringkan dan dapat digunakan sebagai lahan pertanian atau pupuk.
Groundwater clean-up
Kasus yang biasanya terjadi adalah tumpahan gasolin, dimana tumpahan tersebut mencemari air
dalam tanah. Hal ini dapat ditangani dengan mengkombinasikan antara bioremidiasi ex situ (bagian
atas permukaan tanah) dan bioremidiasi in-situ (di dalam tanah).
1. Bioremidiasi ex situ. Minyak dan gas dipompa keluar ke permukaan tanah menggunakan
bioreaktor dalam bioreaktor terdapat bakteri yang tumbuh pada biofilm bakteri ini
mendegradasi polutan pupuk/ nutrien dan oksigen ditambahkan pada bioreaktor
2. Bioremidiasi in-situ. Air bersih hasil dari bioreaktor yang terdiri atas pupuk, bakteri dan oksigen
dikembalikan lagi di dalam tanah (sebagai air tanah).

Turning wastes into energy


Pada waktu proses bioremidiasi, bakteri anaerobik menghasilkan soil nutrients dan
metana. Gas metana yang dihasilkan ini sering dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan
bakar, sedangkan soil nutrients digunakan sebagai pupuk.
Contoh. Bakteri anaerobik Desulfuromonas acetoxidans merupakan bakteri anerobik
laut yang menggunakan sulfur dan besi sebagai penerima elektron untuk mengoksidasi
molekul organik dalam endapan dimana bisa menghasilkan energi. Karena bakteri ini
menggunakan reaksi redoks untuk mendegradasi molekul pada lapisan sedimen elektron
ditangkap oleh elektroda elektroda ini berfungsi mentransfer elektron ke generator arus
listrik.

Teknik bioremediasi menciptakan lingkungan yang terkontrol untuk memproduksi


enzim yang sesuai bagi reaksi terkatalisis yang diinginkan. Kebutuhan dasar dari proses
biologis yaitu :
1. Kehadiran mikroorganisme dengan kemampuan untuk mendegradasi senyawa target.
2. Keberadaan substrat yang dikenali dan dapat digunakan sebagai sumber energi dan karbon.
3. Adanya pengumpanan yang menyebabkan terjadinya sintesa spesifik untuk senyawa target.
4. Keberadaan sistem penerima-donor elektron yang sesuai.
5. Kondisi lingkungan yang sesuai untuk reaksi terkatalisis enzim dengan kelembaban dan
pH yang mendukung.
6. Ketersediaan nutrien untuk mendukung pertumbuhan sel mikroba dan produksi enzim.
7. Suhu yang mendukung aktivitas mikrobial dan reaksi terkatalisis.
8. Ketersediaan bahan atau substansi beracun terhadap mikroorganisme tersebut.
9. Kehadiran organisme untuk mendegradasi produk metabolit.
10. Kehadiran organisme untuk mencegah timbulnya racun antara.
11. Kondisi lingkungan yang meminimumkan organisme kompetitif bagi mikroorganisme
pendegradasi.
Tanpa adanya enzim yang mengkatalis reaksi degradasi, waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai keseimbangan lama. Enzim mempercepat proses tersebut dengan cara menurunkan
energi aktivasi, yaitu energi yang dibutuhkan untuk memulai suatu reaksi. Tanpa adanya
mikroba, proses penguraian di lingkungan tidak akan berlangsung. Kotoran, sampah, hewan,
dan tumbuhan yang mati akan menutupi permukaan bumi, suatu kondisi yang tidak akan
pernah kita harapkan. Sebagai akibatnya, siklus nutrisi atau rantai makanan akan terputus.
Lintasan biodegradasi berbagai senyawa kimia yang berbahaya dapat dimengerti
berdasarkan lintasan mekanisme dari beberapa senyawa kimia alami seperti hidrokarbon,
lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Sebagian besar dari prosesnya, terutama tahap akhir
metabolisme, umumnya berlangsung melalui proses yang sama.

B. OPTIMALISASI KONDISI DALAM BIOREMEDIASI


Keberhasilan proses biodegradasi banyak ditentukan oleh aktivitas enzim. Dengan demikian
mikroorganisme yang berpotensi menghasilkan enzim pendegradasi hidrokarbon, perlu
dioptimalkan aktivitasnya dengan pengaturan kondisi dan penambahan suplemen yang sesuai.
Dalam hal ini perlu diperhatikan faktor-faktor lingkungan yang meliputi kondisi lingkungan,
temperature, oksigen, dan nutrient yang tersedia.

1. Lingkungan
Proses biodegradasi memerlukan tipe tanah yang dapat mendukung kelancaran aliran
nutrient, enzm-enzim mikrobial dan air. Terhentinya aliran tersebut akan mengakibatkan
terbentuknya kondisi anaerob sehingga proses biodegradasi aerobik menjadi tidak efektif.
Karakteristik tanah yang cocok untuk bioremediasi in situ adalah mengandung butiran pasir
ataupun kerikil kasar sehingga dispersi oksigen dan nutrient dapat berlangsung dengan baik.
Kelembaban tanah juga penting untuk menjamin kelancaran sirkulasi nutrien dan substrat di
dalam tanah.
2. Temperatur
Temperatur yang optimal untuk degradasi hidrokaron adalah 30-40oC. Ladislao, et. al. (2007)
mengatakan bahwa temperatur yang digunakan pada suhu 38oC bukan pilihan yang valid
karena tidak sesuai dengan kondisi di Inggris untuk mengontrol mikroorganisme pathogen.
Pada temperatur yang rendah, viskositas minyak akan meningkat mengakibatkan volatilitas
alkana rantai pendek yang bersifat toksik menurun dan kelarutannya di air akan meningkat
sehingga proses biodegradasi akan terhambat. Suhu sangat berpengaruh terhadap lokasi
tempat dilaksanakannya bioremediasi.
3. Oksigen
Langkah awal katabolisme senyawa hidrokaron oleh bakteri maupun kapang adalah
oksidasi substrat dengan katalis enzim oksidase, dengan demikian tersedianya oksigen
merupakan syarat keberhasilan degradasi hidrokarbon minyak. Ketersediaan oksigen di tanah
tergantung pada (a) kecepatan konsumsi oleh mikroorganisme tanah, (b) tipe tanah dan (c)
kehadiran substrat lain yang juga bereaksi dengan oksigen. Terbatasnya oksigen, merupakan
salah satu faktor pembatas dalam biodegradasi hidrokarbon minyak.
4. Nutrien
Mikroorganisme memerlukan nutrisi sebagai sumber karbon, energy dan
keseimbangan metabolism sel. Dalam penanganan limbah minyak bumi biasanya dilakukan
penambahan nutrisi antara lain sumber nitrogen dan fosfor sehingga proses degradasi oleh
mikroorganisme berlangsung lebih cepat dan pertumbuhannya meningkat.
5. Interaksi antar Polusi
Fenomena lain yang juga perlu mendapatkan perhatian dalam mengoptimalkan aktivitas
mikroorganisme untuk bioremediasi adalah interaksi antara beberapa galur mikroorganisme
di lingkungannya. Salah satu bentuknya adalah kometabolisme. Kometabolisme merupakan
proses transformasi senyawa secara tidak langsung sehingga tidak ada energy yang
dihasilkan.
C. BIOAUGMENTASI
Bioaugmentasi adalah penambahan organisme atau enzim pada suatu bahan untuk
menyingkirkan bahan kimia yang tidak diinginkan. Bioaugmentasi digunakan untuk
menyingkirkan produk sampingan dari bahan mentah dan polutan potensial dari limbah.
Organisme yang biasa digunakan dalam proses ini adalah bakteri. Namun banyak aplikasi
yang berhasil menggunakan tumbuhan untuk menyingkirkan kelebihan nutrien, logam dan
bakteri pathogen. Penggunaan tumbuhan ini biasa dikenal dengan istilah phytoremediasi.
Pemilihan metode bioremediasi yang cocok dengan kondisi lingkungan diharapkan akan
dapat meningkatkan kecepatan biodegradasi. Dua metode yang biasa dilakukan untuk
bioremediasi adalah : (1) dengan menstimulasi populasi mikroorganisme eksogen
(biostimulasi) dan (2) dengan menambahkan mikroorganisme eksogen (bioaugmentasi).
Bioaugmentasi dipilih apabila kontaminan membutuhkan waktu degradasi yang lama, bila
lingkungan yang tercemar sulit dimodifikasi dalam rangka mencapai kondisi optimal bagi
pertumbuhan mikroorganisme, atau bila tingginya konsentrasi kontaminan menghambat
pertumbuhan mikroorganisme indogenus. Bioaugmentasi juga dilakukan untuk menurunkan
keragaman jalur degradasi hidrokarbon terutama untuk mempercepat proses degradasi
hidrokarbon poliaromatik. Keberhasilan aplikasi bioaugmentasi diukur dari peningkatan
jumlah mikroorganisme yang berperan dalam proses degradasi serta daya tahan
mikroorganisme eksogen pada lingkungan yang tercemar. Walter (1997) menyatakan bahwa
untuk memperoleh strain mikroorganisme ataupun konsorsium mikroorganisme yang tepat
bagi aplikasi bioaugmentasi ada tiga pilihan metode yang bisa dilakukan, yaitu : pengkayaan
selektif, penggunaan produk mikroorganisme komersial atau rekayasa genetika.

BIO TRENT LIMBAH


Adalah kultur campuran berbagai mikroorganisme yang mampu mengurai berbagai
senyawa organik di dalam air limbah. Kandungan BIO-TRENT adalah : Mikroorganisme
seperti Lactobacillus, Actinomycetes, Bakteri Nitrifikasi, Bakteri Pelarut Fosfat, Bakteri
Fotosintetik, Zat Penghilang Bau dan Jamur Fermentasi. Di samping itu, BIO-TRENT juga
dilengkapi dengan nutrisi seperti Glukosa, Fruktosa dan lainnya.
Keunggulan
1. Lebih cepat mengurai bahan-bahan organik
Bakteri BIO-TRENT adalah bakteri pengurai yang dapat bekerja sendiri-
sendiri atau bersama-sama. Sifat bakteri yang mampu hidup dalam keadaan
ekstrim, membuat bakteri BIO-TRENT lebih cepat mengurai dibanding bakteri
alami yang ada di air limbah. Setiap bakteri mengurai dengan bantuan zat
(enzim) yang dihasilkan. Bakteri BIO-TRENT yang beragam (kompleks) akan menghasilkan
enzim pengurai yang beragam pula, sehingga kemampuan penguraiannya lebih tinggi dibanding
bakteri lain.
2. Mencegah bau
Actinomycetes adalah bakteri yang mampu menghasilkan zat penghilang bau tak sedap.
Dengan tumbuhnya bakteri ini di dalam sistem sudah dipastikan bau tak sedap dapat dicegah.
Instalasi air limbah banyak menggunakan bahan terbuat dari logam. Seperti pompa dan blower.
Logam bersifat mudah terkorosi, apalagi terkena H 2S dan CO2agresif. H2S dalam bentuk tak
terionisasi bersifat sangat toksik dan korosif. H 2S dan CO2 dapat berasal dari dekomposisi bahan
organik oleh bakteri tertentu. Kerugian yang diderita perusahaan/instansi dengan kerusakan
tersebut sangatlah besar. Untuk mencegah korosi atau karat pada instalasi pengolahan air limbah,
dibutuhkan bakteri yang mampu mencegah terjadinya proses penguraian yang menghasilkan H 2S dan
CO2 agresif. Bakteri tersebut ada di dalam produk BIO- TRENT.
3. Menghambat pertumbuhan bakteri patogen
Bakteri patogen (penyebab penyakit) diantaranya E. coil (penyebab penyakit diare),
Legionella pneumophilla (penyebab penyakit pernapasan akut), Leptospira (penyebab penyakit
leptospirosis), Shigella (penyebab penyakit disentri) Vibrio cholerae (penyebab penyakit kolera).
Dan bakteri penyebab penyakit lainnya. Untuk menghambat tumbuhnya bakteri-bakteri tersebut di
dalam air limbah, maka perlu kita hidupkan bakteri BIO-TRENT di dalam system. Bakteri
Lactobacillus di dalam BIO-TRENT mampu menghasilkan antibiotik alami (zat) pembunuh bakteri
patogen.
PERKEMBANGAN TECHNOLOGI BIOREMEDIASI
Bioremediasi didefinisikan sebagai proses penguraian limbah organik/anorganik polutan
secara biologi dalam kondisi terkendali dengan tujuan mengontrol, mereduksi atau bahkan
mereduksi bahan pencemar dari lingkungan. Kelebihan teknologi ini ditinjau dari aspek
komersil adalah relatif lebih ramah lingkungan, biaya penanganan yang relatif lebih murah
dan bersifat fleksibel. Teknik pengolahan limbah jenis B3 dengan bioremediasi umumnya
menggunakan mikroorganisme (khamir, fungi, dan bakteri) sebagai agen bioremediator.
Pendekatan umum yang dilakukan untuk meningkatkan kecepatan biotransformasi ataupun
biodegradasi adalah dengan cara:



Feeding, atau dengan memodifikasi lingkungan dengan penambahan nutrisi (biostimulasi)
dan aerasi (bioventing).
Langkah-langkahnya Air dari rumah tangga yang masuk ke dalam saluran air
dipompa menuju fasilitas pengolahan di mana feses dan produk kertas dibuang ke tanah dan
disaring menjadi partikel yang lebih kecil sehingga dihasilkan material berlumpur yang
disebut sludge.Sludge dialirkan ke dalam tangki pengolah anaerob yang mengandung bakteri
anaerob yang akan mendegradasi sludge. Bakteri ini menghasilkan gas karbon dioksida dan
metana. Gas metana yang dihasilkan ini sering dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan
bakar untuk menjalankan peralatan pada pengolahan sampah dengan menggunakan tanaman.
Cacing-cacing kecil yang sering muncul pada sludge, juga membantu menghancurkan sludge
menjadi partikel-partikel kecil. Sludge ini kemudian dikeringkan dan dapat digunakan
sebagai lahan pertanian atau pupuk. Ilmuwan telah menemukan bakteri yang disebut
Candidatus Brocadia Anammoxidans yang memiliki kemampuan untuk mendegradasi
ammonium pada suasana anaerob (sebagian besar produk yang terdapat dalam urin). Penting
sekali untuk menghilangkan amonium dalam limbah cair sebelum air dialirkan ke sungai atau
laut karena kadar ammonium yang terlalu tinggi memberikan dampak negatif bagi
lingkungan.

Tanah dan air yang terkontaminasi minyak tersebut dapat merusak lingkungan serta
menurunkan estetika. Lebih dari itu tanah dan air yang terkontaminasi limbah minyak
dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sesuai dengan Kep.
MenLH 128 Tahun 2003. Oleh karena itu perlu dilakukan pengelolaan dan pengolahan
terhadap tanah yang terkontaminasi minyak. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran
dan penyerapan minyak kedalam tanah.
Upaya pengolahan limbah B3 baik di darat (tanah dan air tanah) ataupun di laut telah
banyak dilakukan dengan menggunakan tehnik ataupun metoda konvensional dalam
mengatasi pencemaran seperti dengan cara membakar (incinerasi), menimbun (landfill),
menginjeksikan kembali sludge keformas minyak (slurry fracture injection) dan memadatkan
limbah (solidification). Teknologi-teknologi ini dianggap tidak efektif dari segi biaya (cost
effective technology), waktu (time consuming) dan juga keamanan (risk).

111111111111

Peranan Mikrobiologi Bagi Lingkungan


Mikrobiologi lingkungan adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari interaksi antara
mikroorganisme, bumi, dan atmosfer. Mikrobiologi lingkungan membahas antara lain
mikrobiologi tanah dan udara, mikrobiologi limbah, dan mikrobiologi akuatik. Mikrobiologi
lingkungan diterapkan pada bidang pertanian, industri, perikanan, kesehatan, dan lain
sebagainya.
Mikroorganisme

Subjek utama mikrobiologi lingkungan adalah mikroorganisme. Mikroorganisme


merupakan makhluk hidup terkecil di bumi, namun memegang peranan penting bagi
kehidupan manusia dan lingkungan. Banyak sekali tipe mikroba di bumi. Kita hanya
mengetahuinya tidak lebih dari 1% dari jumlah spesies mikroba di bumi. Mikroba berada di
sekeliling kita, di udara, tanah, dan air. Dalam satu gram tanah terdapat 1 miliar mikroba
yang terdiri dari ribuan spesies.
Mikroorganisme merupakan tulang punggung eksosistem yang tidak terkena sinar
matahari. Misalnya bakteri kemosintetik, yang menyediakan energi dan karbon untuk
organisme lain. Beberapa mikroba merupakan dekomposer yang memiliki kemampuan
mendaur ulang nutrien.
Jadi, mikroba sangat berperan penting dalam daur biogeokimia. Mikroba khususnya
bakteri, bersimbiosis dengan makhluk hidup lain yang berdampak positif dan negatif pada
ekosistem.

Peran Mikroorganisme
Mikroorganisme mampu merespon perubahan fisika atau kimia dalam suatu
lingkungan. Oleh karena itu, mikroorganisme banyak digunakan sebagai indikator alami
terhadap perubahan lingkungan terutama akibat dari pencemaran.
Bakteri dan enzim yang dihasilkannya bersama dengan beberapa jenis jamur merupakan
agen remediasi efektif untuk mengurai bahan kimia berbahaya, polusi di tanah, sedimen, dan
limbah. Kemampuan bakteri untuk mendegradasi limbah beracun tergantung dari jenis
kontaminannya. Karena kebanyakan lingkungan terpolusi oleh berbagai tipe polutan, maka
bioremediasi yang efektif adalah dengan menggunakan campuran beberapa spesies bakteri,
sehingga tiap jenis bakteri mendegradasi satu atau lebih kontaminan.
Dewasa ini banyak pencemaran yang disebabkan oleh minyak bumi, misalnya bocornya
kapal tanker di laut. Pencemaran tersebut tentunya berbahaya dan menimbulkan polusi.
Tumpahan minyak di perairan laut sulit untuk dibersihkan.
Untuk mengatasi hal tersebut digunakan mikroba yang dapat mendegradasi
hidrokarbon, yaitu hydrocarbonoclastic bakteri(HCB). Organisme ini dapat membantu
pemulihan kerusakan ekologi yang disebabkan oleh polusi minyak. HCB juga berperan dalam
aplikasi bioteknologi yaitu dalam bidang bioplastik dan biokatalis.
Bakteri dan mikroorganisme lain berperan penting dalam siklus nutrien dan energi.
Mereka menguraikan bahan organik mati menjadi zat-zat yang dapat dimanfaatkan kembali
oleh tumbuhan. Mereka juga berperan dalam fiksasi nitrogen serta siklus karbon dan sulfur.
Bakteri juga berperan dalam pembuatan obat, hormon, dan antibodi.
Tubuh bakteri dilapisi oleh dinding sel. Mereka dapat bereproduksi dengan cepat dan
menghuni setiap lingkungan atau kondisi di bumi, misalnya tanah, air, akar tumbuhan,
kubangan, jasad mati, hingga es.

Gandakan Makhluk Mini Sendiri


Probiotik racikan sendiri itu tidak kalah unggul daripada produksi pabrik.

Saat diaplikasi pada budidaya lele, tingkat kelulusan hidup (SR) Clarias sp itu mencapai 98%
dari semula 80%. Pun FCR (food conversion ratio) turun dari 1 menjadi 0,9 0,95. Artinya
untuk menghasilkan 1 kg lele dibutuhkan 0,9 0,95 kg pakan.

Menurut Wagiran ramuan itu perlu diencerkan dengan 30 liter air dan difermentasi selama
2 hari. Biasanya ditaruh di jeriken, kata peternak di Kecamatan Wates, Kulonprogo,
Yogyakarta, itu. Selanjutnya setiap 10 cc larutan probiotik diencerkan dengan 300 cc air
sebelum dicampurkan pada 1 kg pakan.

Wagiran juga membuat probiotik berisi bakteri nitrobacter. Cara membuatnya persis seperti
membuat probiotik lactobacillus. Yang membedakan, pria kelahiran Desember 1969 itu
memberi tambahan 2 sendok makan Urea sebagai sumber energi bakteri. Aplikasinya setiap
10 cc cairan dipercikkan ke setiap m2 kolam. Cara ini dilakukan Wagiran sepekan sekali.

Singkat

Ir Ignatius Hardaningsih MSc, staf pengajar Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas
Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menuturkan bahan pemanis yang dipakai
Wagiran berguna untuk tumbuh dan berkembang biak bakteri. Bahan-bahan tersebut sumber
nutrisi bakteri, ungkap Hardaningsih. Hal senada disampaikan Dr I Nyoman Pugeg
Aryantha, peneliti mikrobiologi dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB di
Bandung. Menurutnya semua jenis bahan manis seperti gula pasir, gula batu, gula merah, atau
jus buah-buahan bisa menjadi sumber nutrisi bakteri.

Junaedi di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat juga memanfaatkan gula
pasir dan tetes tebu untuk menghasilkan probiotik. Yang berbeda, Junaedi menambahkan susu
sapi. Fungsinya sama seperti susu kental manis sebagai sumber energi. Bahan itu kemudian
dilarutkan dalam 50 liter air sebelum diaplikasikan di kolam.

Menurut Junaedi bibit bandeng berukuran 2 3 cm yang diberi probiotik dapat dipanen
setelah 50 hari budidaya. Bobot panen bisa 10 12 ekor per kg, katanya. Ia juga
menambahkan ekstrak sayuran, buah, dan ikan rucah pada probiotik untuk menumbuhkan
pakan alami bandeng di tambak.

Pemberian probiotik memang membuat ikan lebih efisien menyerap nutrisi. Maka dari itu
wajar Junaedi bisa memanen bandeng berbobot 90 100 g/ekor dalam waktu 50 hari. Tanpa
probiotik, bobot sama dicapai setelah 5 6 bulan budidaya. Kelebihan lain probiotik ini
membuat tingkat kelulusan hidup naik dari 70% menjadi 97 98%, kata Junaedi. Ini tak
lepas dari peran probiotik yang dapat menstabilkan salinitas dan pH air yang sesuai untuk
budidaya Chanos chanos.

Yoghurt

Menurut Nyoman Aryantha yoghurt, kefir, dan dadih dapat dijadikan bahan baku probiotik.
Mafhum produk turunan susu itu kaya bakteri asam laktat seperti lactobacillus, streptococcus,
dan bifidobacterium. Mereka dapat memperbaiki fungsi saluran pencernaan sehingga
penyerapan nutrisi lebih bagus.

Probiotik berbahan baku yoghurt mudah dibuat. Pertama buat larutan nutrisi untuk bakteri.
Caranya, larutkan 50 g molase, 100 cc susu murni, dan 50 g jus kedelai pekat ke dalam 1 liter
air. Kedelai digunakan karena kaya protein.

Campuran itu kemudian dipasteurisasi dengan cara direbus selama 30 menit. Setelah
tercampur rata, dinginkan, lalu tambahkan 100 cc biang bakteri yoghurt, kefir, atau dadih.
Inkubasikan selama 48 jam dalam drum atau ember yang dilengkapi pompa sirkulasi
akuarium. Setelah itu cairan starter siap digunakan.
Untuk memproduksi lebih banyak lagi, tinggal menambah volume larutan nutrisi plus 10%
starter. Proses pembiakkan dilakukan selama 2 5 hari dengan sistem agitasi pompa
sirkulasi. Untuk aplikasi, cairan probiotik disemprotkan langsung pada pelet atau disiramkan
di kolam dengan dosis 1 liter per 80 m2 setiap 1 2 bulan. (Faiz Yajri)

11111111111

Banyak sekali anggapan bahwa budidaya perikanan hanyalah berarti : adanya kolam,
air, dan ikan yang dipelihara, bahkan ada yang extrim menyatakan bahwa budidaya dengan
tretmen pakan komersial yang mampu memacu pertumbuhan ikan dengan cepat,begitu pula
anggapan waktu pemeliharaanpun semakin singkat, semakin cepat panen, dan semakin cepat
menjadi uang, sehingga seringkali prakteknya berbeda dengan yang diharapkan. Namun
budidaya perikanan tidaklah sesederhana itu, dan juga tidak sesulit yang dibayangkan.
Seringkali orang melakukan kegiatan budidaya perikanan dengan tujuan hanya panen dengan
jumlah yang banyak dan cepat, tanpa memperhatikan kesehatan ikan, kesehatan lingkungan
dan bahkan kesehatan manusia yang mengkonsumsinya.Tidak sedikit para pelaku budidaya
yang telah mengalami kerugian yang besar akibat semakin tingginya harga pakan komersial,
Hal itu tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan karena kerap kali dijumpai ikan yang
hidup tidak sehat dengan tingkat kematian yang tinggi serta output budidaya yang dihargai
rendah.Sehingga dapat disimpulkan semakin tinggi tingkat ketergantungan para pelaku
aquaculture terhadap input-input yang dibutuhkan dalam berbudidaya, semakin mengecilkan
arti budidaya itu sendiri. Notabene Berbudidaya yang telah kehilangan Ruh nya. Barangkali
Arti yang perlu sedikit disegarkan, bahwa yang dibudidaya itu adalah mahluk hidup yang
mempunyai habitat, cara hidup, cara reproduksi, dan sebagainya yang telah diciptakan
dengan sempurna oleh Sang Maha Pencipta.Namun seringkali budidaya yang dilakukan tidak
didasari oleh pemahaman terhadap hakekatnya melainkan kebutuhan dan kepentingan dunia
jaman sekarang yang serba instan. Hal ini dapat disebabkan oleh anggapan dan atau
ketidaktahuan bahwa berbudidaya dengan cara-cara tradisional yang mengedepankan
kemandirian dan kearifan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar yang berkembang dengan
pesat dan perlakuan tersebut pasti memakan biaya lebih mahal.Sementara anggapan hasilnya
kurang sesuai, produktifitas rendah, biaya pakan tinggi, tidak praktis, dan tidak akan
menggulirkan kehidupan ekonomi. Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. bahwa budidaya
dengan perlakuan Probiotik Organik dapat menepis anggapan-anggapan tersebut.
Kesungguhan dan keiklhasanhati kelompok Alkhairat Melangkah dan merubah sistem
Budidaya perikanan dengan menggunakan Probiotik Organik buatan sendiri, Dengantujuan
antara lain untuk menempatkan kembali arti budidaya itu pada hakekatnya. Budidaya
perikanan Probiotik Organik mengedepankan kearifan lokal, kemandirian, respek dan
tanggung jawab, serta tetap mengacu pada laju optimal produktifitas yang tinggi dan mantap
dengan biaya operasional yang relatif rendah, dan pada saat yang bersamaan menghasilkan
output budidaya yang berkualitas, sehat, dan aman untuk dikonsumsi, sekaligus tetap
menjaga pemakaian air secara bertanggung jawab dan air limbah yang ramah lingkungan,
sehingga lingkungan tetap sehat dan aman. Izinkansejenak kami merenuuung...........
Alangkah elok dan indahnya apabila didapati semua kegiatan budidaya selaras dengan
hakekatnya.Marilah kita dengan arif melihat, mengamati dan bertanya. Apa yang sebenarnya
diperlukan untuk ikan dapat tumbuh, berkembang dan sehat.
Ada 4 (empat) hal yang kami anggap penting dalam bidang aquaculture, yakni :

1 Kualitas Air,
2 Pakan,
3 Perawatan dan Pemeliharaan,
4 Kualitas Benih dan Lingkungan

SEJATINYA PROBIOTIK
Probiotik pada dasarnya adalah mikroba atau organisme mikroskopik yang sebagian
besar berupa satu sel yang tidak dapat dilihat menggunakan mata telanjang,dan bila menjadi
floc biasanya merupakan simbiosis dengan fungi, phytoplankton, bahkan protozoa. Semua
makhluk hidup ini tubuhnya terdiri atas protein, lemak dan carbohidrate yang notabene terdiri
atas unsur C,H,O dan N . Dalam membiakkan selalu ada tambahan unsur C, biasanya dari
carbohidrat sederhana seperti gula, molases atau tepung beras. Princeton WordNet 3.0
mendefinisikan probiotik tunggal sebagai "bakteri menguntungkan yang ditemukan di saluran
usus mamalia sehat, sering dianggap sebagai tanaman". Seperti dikutip oleh Roy Fuller,
probiotik (s) adalah "A pakan tambahan mikroba hidup yang menguntungkan mempengaruhi
hewan inang dengan meningkatkan keseimbangan mikroba usus nya". Pada dasarnya, suatu
probiotik adalah lawan dari antibiotik (yang membunuh mikroba) dan membantu membuat
bakteri menguntungkan dari usus yang mendukung sistem kekebalan tubuh kita dan
membantu pencernaan. Probiotik yg umum digunakan sebagai agen kontrol biologis dalam
akuakultur yaitu:
Bakteri Asam Laktat(Lactobacillus, Carnobacterium, dll.)n
Genus Vibrio(Vibrioalginolyticus,dll.)n
Genus Bacillus, orn
Genus Pseudomonasn Bacillus merupakan salah satu bakteri yang dapat menghasilkan
berbagai jenis enzim yang mampu merombak zat makanan seperti karbohidrat, lemak dan
protein menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah diserap oleh pencernaan
(Buckle et al. 1987). Mana produk probiotik yang bagus?
Probiotik semuanya bagus namun teknik menumbuhkannya yang sangat kritikal karena ada
10001 perbedaan lingkungan. Efektivitas bakteri dipastikan sesuai parameter sasaran
(aerobik-anaerobik, Ammonia- H2S dll) karena beda spesies beda media dan beda sasaranpun
akan beda media produksi dan media penyimpannya. (Sumber mbah SaRes)

Aspek Budidaya
Aspek penting dalam budidaya adalah persiapan yang matang , terintegrasi , dan
benih/produkperlu diperhatikan baik secara phisik maupun non phisik sebelum benih
ditebar/dipasarkan. Karena berbagai batasan yang sudah dilaksanakan baik secara nasional
bahkan secara internasional mengenai kandungan-kandungan berbahaya yang dilarang untuk
dikonsumsi manusia, antibiotik dan hormon sintetis, maupun virus yang berbahaya bagi
manusia, tidak boleh ada dan terdeteksi dalam kandungan tekstur daging.Hal ini tentunya
tidaklah mudah dan murah, akan tetapi sekali lagi, kami tak henti-hentinya bersyukur atas
kemurahan Tuhan SWT, bahwasanya telah disediakannya di alam semesta, yaitu bahan-
bahan/rempah-rempah asli bumi Nusantara yang murah dan melimpah serta berkhasiat, dan
apabila dilakukan dengan kesungguhan hati dan keikhlasan, hasil akan diraih baik dari segi
kualitas maupun kuantitas.Melimpahnya bahan-bahan asli Nusantara di berbagai tempat
memudahkan kita melakukan kegiatan budidaya dengan perlakuan Probiotik Organik
diberbagai situasi dan kondisidi bumi Nusantara ini, sehingga mahal atau murah menjadi
relatif.
Sobat ! Sedikit imformasi Hasil perlakuan dari pengalaman kami dengan pemberian probiotik
Produk sendiri pada pakan yang difermentasikan minimal 28 jam. Didapat hasil :
1 Aroma pakan kami lebih harum dan menyengat.
2 Pertumbuhan relatif cepat.
3 Nafsu makan ikan tinggi.
4 Menurunnya bau perairan
5 Memiliki kemampuan mendukung pertumbuhan dan produktivitas budidaya .
6 Sisa kotoran mengambang, yang merupakan ciri-ciri pencernaan yang sempurna. IV.
CARA MEMBUAT PROBIOTIK
Cara membuat probiotik ini dibuat berdasarkan pengalaman dari proses lapang selama ini.
Bahwa disekitar kita alam telah menyediakan sumber yang sangat murah untuk memenuhi
kebutuhan pupuk atau Probiotik untuk budidaya. Saya coba membuat daftar bahan-bahan dan
cara membuat Biang Probiotik yang super murahnya: BAHAN:
500 gram tetes /gula tebu
250 gram trasi
2 kg dedak/ bekatul yang halus
2 kg rumen sapi
2 liter air cucian beras
Air bersih 20 liter ALAT:
Kompor
Panci
Corong
Jerigen 20 liter CARA PEMBUATAN:
Rebus semua bahan kecuali kotoran ternak/Rumen sapi dan air bersih
Dinginkan 20 jam, Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen
Tutup rapat
Setiap hari dibuka sebentar untuk membuang gas dan diaduk /kocok-kocok,
Setelah 15 hari Micro Organisme Lokal (MOL) siap digunakan CARA APLIKASI:
Sebelum digunakan, disaring dulu.
Gunakan untuk menyemprot tanah ,Air dengan konsentrasi 1 : 10 (1 liter/tangki).
Penyemprotan dilakukan antara 7 - 15 hari sekali mulai sebelum tebar. Dengan aplikasi
Micro Organisme Lokal yang rutin, isya alloh akan membantu kita dalam usaha perbaikan
biologi tanah dan air untuk budidaya. Semoga tulisan ini bisa memberi sedikit informasi
terhadap rekan pembudidaya.
Selamat Mencoba

Berkembangnya teknologi membuat manusia terus mencari cara yang paling efisien untuk
suatu usaha agar lebih menguntungkan. Al; usaha di bidang perikanan khususnya ikan lele.
Menurut ilmu kutip & ilmu jiplak yg sy kutip & sy jiplak dari berbagai sumber & penelitian
laboratorium sekolah tinggi & banyak universitas serta lembaga peneliti meng-KLAIM :
Makanan yg difermentasi ( dgn PROBIOTIK )jika masuk kedalam pencernaan makhluk
hidup akan mudah dicerna serta lebih mudah terserap nutrisinya oleh tubuh yg
mengkonsumsinya. Tentunya disini ikan lele yg sy mangsud. Sehingga nutrisi pakan tdk
banyak yg terbuang percuma & otomatis pertumbuhan benih ikan semakin cepat, ikan lebih
tahan terhadap penyakit, ikan lele lebih panjang & masa panen lebih pendek. Alhasil kita
dapat menghemat pakan / menurunkan FCR = konversi antara jumlah pakan & daging yg
dihasilkan. Selain itu air kolam tidak bau / minimal berkurang baunya & meminimalkan
penggantian air kolam besar2-an.

Menurut para ahli dibidang teknologi pangan & nutrisi, prosentase penyerapan nutrisi pakan
yg menggunakan probiotik & tanpa probiotik kira2 sbb:
Menurut Ilmu Spanyol (Separo Nyolong) =

* Pakan tanpa probiotik; Nutrisi pakan yg diserap tubuh ikan maksimal 40%
* Pakan yg dicampur probiotik : Nutrisi pakan yg terserap tubuh ikan lebih dari 40%
bahkan dgn kondisi tertentu bisa sampe 70% jika difermentasi minimal 12 jam.

Banyak probiotik dijual dipasaran namun harganya relatif mahal, mulai harga Rp 17.000,-
s/d ratusan ribu rupiah. Berikut resep sederhana membuat probiotik dg biaya yg sangat murah
namun hasilnya...???... Silahkan dibuktikan dengan membandingkan dua kolam dengan
padat tebar & luas kolam yg sama.
Kolam yg satu menggunakan probiotik, & yg lain tanpa probiotik....

Membuat Probiotik ( untuk fermentasi pelet & air kolam ikan lele )
Bahan2:
1. EM-4 / sel multi 100-200 cc / ( 2butir Ragi tape + 1botol Yakult ) sebagai STARTER
fermentasi ) / bisa juga starter buatan sendiri.
2. Dedak halus .......................1 s/d 2 kg ( dikukus / direbus ) & dinginkan
3. Tetes tebu / gula merah........1/2 s/d 2 liter/ kg ( rebus & dinginkan )
4. Air bersih ...........................20 liter
5. Tambahkan Azzola micropilla secukupnya ( blender jika ada )
6. Nanas ................................1 buah ( blender & ambil airnya )
7. Temulawak (curcuma)......1/4 kg ( blender & rebus bersama gula merah &
dinginkan ), Berguna untuk menambah nafsu makan ikan sekaligus penguat system imun
tubuh ikan lele terhadap penyakit & cuaca extrim.

Cara membuat : Bahan2 no.1,2,3,4,5,6,7 semuanya dlm keadaan dingin dicampur dalam
ember & diaduk homogen (boleh disaring). Kemudian masukkan kedalam jurigen dg
kapasitas 30 liter yg bersih & steril lalu tutup rapat - rapat & simpan ditempat gelap selama
minimal 7 hari. Selama penyimpanan (fermentasi unaerob) periksa setiap hari sekali. Jika
jurigen menggembung buka pelan2 tutupnya sampai uap / gas keluar & tutup rapat kembali.
Khusus untuk bahan no ; 5, jika tidak ada g' masalah / bs kita ganti dengan kulit pisang,
kacang2-an & masih banyak lg bahan2 lain yg ada disekitar kita yg bs kita manfaatkan untuk
menambah nutrisi probiotik.
Catatan: Lakukan semua pekerjaan diatas dengan bahan2 & alat yg bersih / steril untuk
menjaga hasil produk agar tidak terkontaminasi dgn bakteri phatogen yg tidak kita inginkan,
& ingat...!!.. jangan malas cuci tangan.
Jika kurang jelas bs langsung call : As............: 085 290 137 345
Smartfren...: 0888 064 331 92

Bagi yg males bikin probiotik sendiri, bisa order ke saya dengan harga yg g' mahal &
kualitas yg insya'Allah bagus, yaitu ;
Rp 12.000 / liter. Tersedia 2 macam jenis probiotik, yakni untuk air kolam & fermentasi
pakan.

membuat obat herbal untuk budidaya Ikan air tawar, dengan bahan empon-empon,
gula merah, cuka, setelah siap semua bahan-bahannya,barulah saya mulai meracik.
haluskan semua empon-empon dengan blender jadilah cairan herbal beserta ampasnya
yang berwarna kekuningan.

Setelah selesai memblender, buat molase dulu dari gula merah. Lalu campur semua
bahan menjadi satu kedalam drigen 5 liter. ernyata baunya menyengat,sampai saya
sedikit agak pusing.
Ramuan herbal ini diamkan selama 21 hari.

Pembuatan Starter Bakteri Pelepah Pisang

BAHAN:
1. Pelepah pisang busuk bagian pinggir sepanjang 40 cm (harus yang benar-benar
busuk karena berarti ada bakterinya)
2. Gula merah atau tetes murni kg
3. Air leri (pususan beras) kental 4-5 liter
CARA PEMBUATAN:
1). Pelepah dicacah sampai lembut
2). Gula dilarutkan dalam air leri
3). Pelepah dimasukkan dalam larutan gula dan air leri, diremas-remas, diperas
(supaya bakterinya terlepas) dan diaduk
4). Setelah semuanya tercampur, larutan disaring dan dimasukkan dalam jerigen
plastik
5). Setelah 3 hari dilihat, bila berbusa maka busa harus dibuang
6). Dibiarkan selama 5-7 hari
7). Tanda-tanda jadi bau seperti tape
. Untuk memelihara bakteri tetap hidup maka larutan diberi gula dan dedak

Promix merupakan hasil fermentasi sempurna dari jamu-jamuan jawa yaitu :

Kunyit (Curcuma Domestica)


Jahe (Zingiber Officinale)
Kencur (Koempferia Gelanga L)
Temulawak (Curcuma Xanthoryza) , dll

Ramuan rempah-rempah dari jamu-jamuan jawa tersebut sangat berguna untuk


meningkatkan nafsu makan, meningkatkan stamina dan mempercepat penggemukan,
sehingga ternak makin sehat dan makin tahan terhadap serangan penyakit.
MEMBUAT EM4 MURAH

Banyak sekali resep yang beredar untuk membuat dan mengembangkan EM4 secara
home industry, cara ini murah dan sangat berguna sekali. Penulis membuat resep
tambahan sehingga hasilnya bisa lebih maksimal. Berikut bahan-bahan yang
digunakan :

1. Bahan dan alat


- Susu sapi murni dua liter
- EM4 1 liter
- Tetes tebu atau Gula merah 1 kg
- Bekatul 1 kg
- Nanas 1 buah
- Terasi kg
- Air cucian beras 10 liter
- Panci
- Parutan atau blender
- Kompor

2. Cara Membuat
- Haluskan bahan kasar dengan mengunakan blender/parutan. Campurkan dengan
bahan lainnya di dalam panci. Masak sampai mendidih, lalu dinginkan.
- Tambahkan susu sapi murni dan EM4, aduk hingga tercampur rata.
- Tutup panci rapat-rapat hingga 12 jam atau satu hari.

- Simpan campuran yang sudah dingin didalam tong plastik dan ditutup rapat, karena
proses terbaik yaitu secara anaerob.

- Kocok atau aduk larutan tiap 3 hari dan buka penutupnya sedikit agar gas hasil
fermentasi bisa keluar.

- Setelah 10 hari larutan siap digunakan

RESEP PUPUK ORGANIK SUPER

Beberapa tahun terakhir, banyak bermunculan berbagai merk baru pupuk organik.
Mulai dari harga yang cuma Rp.10 ribuan per liter sampai dengan yang harganya
ratusan ribu per liter. Adanya kampanye Go Organik yang dicanangkan pemerintah
dan mulai sadarnya pemerintah akan perlunya ke-arif-an alam untuk mengolah
sumber daya yang makin lama makin hancur tergerus oleh racun kimia yang pada
waktu sebelumnya di dukung oleh pemerintah sendiri.

Ketersedian dan kemampuan alam untuk menyeimbangkan kehidupan mulai rusak


oleh bombardir Racun kimia pertanian. Namun apabila kita belajar sedikit dan mau
untuk sedikit membuka hati dan pikiran, banyak kemudahan dan pemangkasan biaya
produksi dalam proses pertanian.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman dari proses belajar selama ini. Bahwa
alam juga menyediakan sumber yang sangat murah untuk memenuhi kebutuhan pupuk
pertanian. Saya coba membuat daftar bahan-bahan organik yang super murahnya:

1. Air Kelapa

2. Tetes tebu
3. Buah-buahan busuk/terbuang

4. Air cucian beras

5. Air rendaman Sabut kelapa

6. Limbah ikan, udang atau sisa pengolahan hasil laut

7. Limbah/ampas pabrik rumput laut

8. Kencing sapi

9. Susu basi/kadaluarsa

10. Terasi

dan masih banyak lagi limbah yang memiliki kandungan bagus yang bisa sangat
bernilai ekonomis apabila kita olah jadi pupuk organik. Dari pupuk organik yang
harganya hanya puluhan ribu sampai ratusan ribu, bahan yang digunakan pasti salah
satu dari daftar bahan diatas.

Jadi kenapa harus beli mahal, kalo bisa bikin sendiri dengan biaya super murah.
Pembuatan pupuk organik secara umum melalaui proses fermentasi oleh bakteri.
Proses fermentasi ini gunanya yaitu untuk memperbaiki struktur kandungan,
menaikkan kadar N P K dan membunuh mikroba yang merugikan.

Proses sederhananya yaitu :

1. Hancurkan bahan-bahan organik ( buah, limbah ikan, ampas rumput laut, kencing
sapi)

2. Campur dengan air kelapa + EM4 (bakteri) + Tetes tebu + air cucian beras

3. Aduk semua bahan dan masukkan kedalam tong plastik yang bisa di tutup rapat
4. Aduk larutan tiap 3 hari sekali dan buka sedikit penutupnya, karena proses akan
menghasilkan gas.

5. Tutup lagi tong agar proses terjaga secara anaerob.

6. Setelah 7 hari, pupuk sudah siap digunakan

Ciri-ciri pupuk yang berhasil atau siap adalah dibagian atas akan mengasilkan busa
berwarna putih dan biasanya akan banyak sekali belatung yang hidup. Ini pertanda
pupuk sangat menyehatkan.

Tapi kalo proses gagal, warna busa biasanya kehitaman dan baunya sangat menyengat..

Nah..kalo sudah berhasil, bisa kita tambahkan bakteri penambat N P dan K. bakteri ini
banyak dijual secara umum juga.

Ayo di coba rekan2 petani sekalian, semoga berhasil

Seperti kita ketahui manfaat probiotik dalam pertanian dan peternakan, bahkan juga
umtuk kesehatan manusia.
Dalam budidaya perikanan juga sangat memerlukan bantuan probiotik untuk
pengkondisian aqua culture, kesehatan dan pertumbuhan ikan tersebut.

Inilah cara mudah membuat atau menggandakan Probiotik.


Formula untuk membuat Probiotik :
a) 1kg molase
b) 2kg gula pasir
c) 1 kaleng susu kental manis
d) 1/2 liter probiotik pabrikan / probiotik starter
e) 1 kotak fresh milk ( optional pengganti susu kental )
f) 30 liter air
g) pupuk urea, 2 sendok makan (optional untuk nitrobacter, tapi khusus ditebar)
dicampur di drigen diratakan, dikocok2. simpan jangan kena matahari trus ditutup.
Dibiarkan selama 2 hari (48 jam) tiap 12 jam dibuka sebentar agar gas fermentasi
keluar dan ditutup kembali.
Fungsi nitrobacter, mengurai kotoran ikan untuk mengurangi kandungan ammonia si
dalam kolam ( sangat dibutuhkan jika pergantian air agak susah ).

cara pemakaian : setiap 10 cc probiotik buatan, di campur dengan 300cc air, ada dua
opsi, di campur ke pakan ( bobot 1kg), atau di tebar di kolam.
Dosis 1 liter per 80M2 kolam setiap 1-2 bulan.

Cara membuat probiotik starter :


a) 50g molase
b) 100 cc fresh milk
c) 50g jus kedelai
d) 1 liter air

rebus adukan diatas selama 15-30 menit , terus di dinginkan, campur dengan biang
bakteri yoghurt atau kefir atau dadih. di taro 2 ahri di dalam drum atau ember, pake
alat oxygen pompa buat aquarium dan beres.

(sumber: http://lelesaya.blogspot.co.id/p/blog-page_2499.html)

1111111111111

Jawaban Terbaik: Nitrobacter


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Bakteri
Filum: Bakteri
Kelas: Alpha Bakteri
Order: Rhizobiales
Keluarga: Bradyrhizobiaceae
Genus: Nitrobacter
Winogradsky 1.892
Jenis

N. alkalicus
N. hamburgensis
N. vulgaris
N. winogradskyi

Nitrobacter adalah genus bakteri sebagian besar berbentuk batang, gram negatif, dan
chemoautotrophic

Nitrobacter memainkan peran penting dalam siklus nitrogen dengan mengoksidasi nitrit
menjadi nitrat dalam tanah. Tidak seperti tanaman, di mana transfer elektron dalam
fotosintesis menyediakan energi untuk fiksasi karbon, Nitrobacter penggunaan energi dari
oksidasi ion nitrit, NO2-, menjadi ion nitrat, NO3-untuk memenuhi persyaratan karbon
mereka

Nitrobacter memiliki pH optimum antara 7,3 dan 7,5, dan akan mati dalam suhu melebihi 120
F (49 C) atau di bawah 32 F (0 C).
Beberapa sumber menganggap Nitrobacteraceae menjadi keluarga dari genus Nitrobacter.
Spesies dalam genus Nitrobacter termasuk Nitrobacter winogradskyi, Nitrobacter
hamburgensis, vulgaris Nitrobacter dan Nitrobacter alkalicus [2]. Menurut Grundmann,
Nitrobacter tampaknya tumbuh optimal pada 38 C dan pada pH 7,9, namun Holt
menyatakan bahwa Nitrobacter tumbuh optimal pada 28 C dan tumbuh dalam rentang pH
5,8 -8,5 dan memiliki optima pH antara 7,6 dan 7,8. [2] [3] Nitrobacter milik subclass -dari
Bakteri

Nitrobacter dapat berupa batang berbentuk, berbentuk buah pir atau pleomorfik. Sel-sel
normal berkembang biak dengan tunas (Holt, 1993). Karboksisam yang membantu fiksasi
karbon ditemukan dalam sel lithoautotrophically dan mixotrophically tumbuh. Inklusi energi
tambahan melestarikan adalah butiran PHB dan polifosfat. Ketika kedua nitrit dan zat organik
yang hadir, sel-sel dapat menunjukkan pertumbuhan biphasic, pertama nitrit digunakan dan
setelah fase lag, bahan organik yang teroksidasi. Pertumbuhan Chemoorganotrophic lambat
dan tidak seimbang sehingga lebih poli--hidroksibutirat butiran terlihat yang mendistorsi
bentuk dan ukuran sel.

Nitrobacter memainkan peran penting dalam aquaponics. Nitrosomonas bakteri pertama


mengkonversi amonia menjadi nitrit. Nitrobacter mengubah nitrit menjadi nitrat, yang mudah
diserap oleh tanaman.

Bakteri ini biasanya ditemukan di akar tanaman kacang-kacangan, dimana terjadi simbiosis
mutualisme antara bakteri ini dengan kacang.

1111111111111111

Anda mungkin juga menyukai