Anda di halaman 1dari 19

MANUAL TRAINING

PANEL TEGANGAN MENENGAH


DAFTAR ISI

I. PANEL TEGANGAN MENENGAH ( MV PANEL / CUBICLE ).

II. SM6 CUBICLE ( Individual ).


2.1 Umum.
2.2 Spesifikasi MV Cubicle.
2.3 Tipe dan Fungsi MV Cubicle.
2.4 Bagian Cubicle.
2.5 Wiring Cubicle SM6.
2.6 Operasional Cubicle secara individu.

III. SM6 CUBICLE ( didalam sistim ).


3.1 Umum.
3.2 Single Line Diagram.
3.3 Testing dan Commissioning.
3.4 Operasional Cubicle SM6 didalam sistim ( meng ON kan ).
3.5 Operasional Cubicle SM6 didalam sistim ( meng OFF kan ).
I. PANEL TEGANGAN MENENGAH ( MV PANEL / CUBICLE ).

1.0 Umum.

Sistim tegangan menengah di dalam kelistitrikan yang biasanya digunakan adalah


tegangan : 3,3 kV, 6,3 kV, 7,2 kV, 12 kV, 20 kV, 36 kV.
Panel tegangan menengah biasanya disebut dengan cubicle, untuk selanjutnya kita
akan menyebut panel tegangan menengah dengan Cubicle.
Sebelum membahas cubicle secara menyeluruh, akan dijelaskan mengenai
perbedaan antara Circuit Breaker, Pemisah ( Saklar / Isolating / Disconnector ) dan
Fuse ( Sekering / Pengaman Lebur ).

Circuit Breaker adalah :


Saklar mekanis yang mampu menghubungkan, mengalirkan dan memutuskan arus
pada kondisi sirkit normal dan juga mampu mnenghubungkan, mengalirkan untuk
jangka waktu tertentu dan memutuskan secara otomatis arus pada kondisi sirkit tidak
normal, seperti pada kondisi hubung pendek ( PUIL Bab-1.9 ).
Saklar / pemisah / Isolator adalah :
Gawai untuk memisahkan atau menghubungkan sirkit dalam keadaan tidak atau
hampir tidak berbeban ( PUIL Bab-1.9 ).
Fuse / pengaman lebur / sekering adalah :
Gawai penyakelaran dengan peleburan satu komponen atau lebih yang dirancang
khusus dan sebanding yang membuka sirkit tempat pengaman lebur disisipkan dan
memutus arus apabila arus tersebut melebihi nilai yang ditentukan dalam waktu yang
sesuai ( PUIL Bab-1.9 ).
II. SM6 CUBICLE ( Individual ).

2.1 Umum.
Panel tegangan menengah / switchgear 20 kv pada sisi konsumen merupakan
peralatan penghubung dan pembatas arus antara gardu pln dengan gardu
konsumen yang berlangganan pada tegangan menengah.

2.2 Spesifikasi MV Cubicle.


Kharakteristik suatu MV Cubicle antara lain memperlihatkan :
- Service voltage : 20 KV.
- Rated voltage : 24 KV.
- Rated insulation voltage : 50 KV.
- Rated current : 400 A - 630 A 1250 A.
- Short time withstand current : 16 kA / 1s.

2.3 Tipe dan fungsi cubicle SM6.


Didalam produk Cubicle Tegangan Menengah ( MV Cubicle ), tipe suatu
Cubicle berbeda, sesuai dengan fungsinya.
Ditinjau dari fungsinya, Cubicle TM dapat dibagi beberapa fungsi a.l :
Incoming, Out-going, Metering, Coupler dll.
Dibawah ini akan dijelaskan beberapa fungsi saja, misalkan : Incoming, Out-
going, Metering.

Cubicle tipe IM - IMC.


Cubicle IM biasanya digunakan sebagai Incoming atau Out-going
Switchgear untuk kondisi On Load Switching.
IMC adalah Cubicle tipe IM yang dilengkapi dengan Current Transformer
(CT) untuk digunakan sebagai pengukuran ( bukan untuk proteksi ).

IM IMC
Cubicle tipe QM QMC PM.
- QM adalah Load Break Switch ( LBS ) yang dikombinasikan dengan
Fuse yang dilengkapi dengan striker fuses mechanisme .
QM dapat digunakan untuk proteksi transformer dan proteksi kabel
feeder.
- QMC adalah Cubicle tipe IM yang dilengkapi dengan Current
Transformer (CT).
- PM adalah Load Break Switch ( LBS ) yang dikombinasikan dengan
Fuse yang tidak dilengkapi dengan striker fuses mechanisme .

. QM QMC PM

Cubicle tipe DM1 A/W.


- DM1-A adalah Cubicle SM6 yang menggunakan Fixed type Circuit
Breaker dan dilengkapi dengan relay proteksi ( biasanya
menggunakan Sepam ).
DM1 biasanya digunakan sebagai Incoming Feeder atau Outgoing
Feeder.
- DM1-W adalah Cubicle SM6 yang menggunakan Drow-out type
Circuit Breaker dan dilengkapi dengan relay proteksi ( biasanya
menggunakan Sepam ).
DM1-A atau DM1-W biasanya diinstall bersama dengan cubicle tipe lain,
misalnya : IM, IMC, QM, QMC, CM, dll sesuai dengan design dari sistim
distribusi.

DM1-A DM1-W
Cubicle tipe CM ( Metering ).
CM adalah Cubicle SM6 yang berisi Voltage Transformer (VT) dilengkapi
dengan fuse dan disconnecting switch.
CM digunakan sebagai panel metering.

CM
2.4 Bagian Cubicle.

Cubicle tipe IM.


1. Bus bar compartment
2. LV compartment
3. Switch & earthing
switch
4. Operating mechanism
compartment
5. Cable compartment
A. Earth bar connection
B. Bus bar connection
C. Cable connection
D. Voltage indicator
E. Capacitive divider
F. Front panel
G. Inspection windows

Cubicle tipe QM.


1. Bus bar compartment
2. LV compartment
3. Switch & earthing
switch
4. Operating mechanism
compartment
A. Earth bar connection
B. Bus bar connection
C. Voltage indicator
D. Tripping unit
E. Front panel
F. Cable connection
G. Inspection windows
H. Capacitive divider
I. Earthing switch
Cubicle tipe DM1 A/W.
1. Busbar compartment
2. LV compartment
Cubicle tipe CM ( Metering ). 3. Switchgear compartment
line disconnector
4. Operating
mechanism
compartment
5. Cable connection
compartment
A. Earth bar connection
pad
B. Busbar connectin pad
C. SF1 type MV CB
D. Windows for cable connection
inspection & downstream
earthing switch position
indication
E. Front panel

1.Bus bar
compartment 2.LV
compartment
3.Switch & earthing
switch
4.Operating mechanism compartment
5.Fuse and voltage transformer
compartment

A. Bus bar connection


B. Fuses
C. Inspection windows
D. Front panel
E. Voltage transformers
2.5 Wiring Cubicle SM6.

Wiring menggambarkan rangkaian kontrol dari masing-masing cubicle.


Setiap cubicle mempunyai wiring tersendiri karena harus disesuaikan dengan
fungsi dari cubicle tersebut.

2.6 Operasional Cubicle secara individu.

2.5.1 Pengoperasian Cubicle IM, QM,

* POSISI LEVER PADA SAAT PENGOPERASIAN.

Posisi untuk Opening Posisi untuk Closing ( ON )


( Membuka ) ( Menutup )

* 3 (tiga) MACAM OPERATING MECHANISMS.

1. CIT Operating Mechanisms.


Double-fungsi Operating Mechanism CIT.
Pengoperasian Switch ( Disconnector ).
Untuk mem-Buka (Opening) atau men-Tutup (Closing) Disconnector,
dapat dilakukan dengan menggunakan Tongkat (Lever) atau Motor.
Pengoperasian Earthing-Switch.
Untuk mem-Buka (Opening) atau men--Tutup (Closing) Earthing
Switch, dapat dilakukan dengan menggunakan Tongkat (Lever)
2. CI1 Operating Mechanisms.
Double-fungsi Operating Mechanism CI1.
Pengoperasian Switch ( Disconnector ).
- Untuk men-Tutup (Closing) Disconnector, dapat dilakukan
dengan menggunakan Tongkat (Lever) atau Motor.
- Untuk mem-Buka (Opening) Disconnector, dapat dilakukan
dengan menggunakan Push Button (O) atau Trip Unit.
Pengoperasian Earthing-Switch.
Untuk mem-Buka (Opening) atau men--Tutup (Closing) Earthing
Switch, dapat dilakukan dengan menggunakan Tongkat (Lever)

3. CI2 Operating Mechanisms.


Double-fungsi Operating Mechanism CI2.
Pengoperasian Switch ( Disconnector ).
- Untuk men-Tutup (Closing) Disconnector, dilakukan dengan 2
(dua) step :
* Recharging dengan menggunakan Tongkat (Lever) atau Motor.
* Release dengan menggunakan Push Button (I) atau Trip Unit.
- Untuk mem-Buka (Opening) Disconnector, dapat dilakukan
dengan menggunakan Push Button (O) atau Trip Unit.
Pengoperasian Earthing-Switch.
Untuk mem-Buka (Opening) atau men--Tutup (Closing) Earthing
Switch, dapat dilakukan dengan menggunakan Tongkat (Lever)
* Beberapa cara pengoperasian OPERATING MECHANISMS.

1. Opening Earthing Switch Operating Mechanism CIT, CI1, CI2.

Closing Earthing Switch Opening Earthing Switch


( check indicator lamp hrs sdh mati )

2. Closing & Opening Disconnector - Operating Mechanism

CIT . Men-Tutup (Closing) Mem-Buka (Opening)

3. Closing & Opening Disconnector - Operating Mechanism CI1 .

Men-Tutup (Closing) Mem-Buka (Opening)


4. Closing & Opening Disconnector - Operating Mechanism CI2 .

Charging Spring.

Men-Tutup (Closing) Mem-Buka (Opening)

2.5.2 Pengoperasian Cubicle DM1.

* POSISI LEVER PADA SAAT PENGOPERASIAN.

Posisi untuk Opening Posisi untuk Closing ( ON )


( Membuka ) ( Menutup )
ENERGIZING CUBICLE DM1-A.

Initial conditions:
Line Disconnector pada posisi Earthed. CB dikunci pada posisi Open.

1. Line Disconnector
disetting pada posisi
Open dg
menggunakan Lever.
Pada saat yang
bersamaan, Earthing
Switch dalam
kondisi Open.

2. Line Disconnector
diClose.
Dg kunci di A
lakukan lock Line
Disconnector lever
pd lubang E.

3. Pindahkan key dari


A, masukkan di C
dan lakukan unlock
CB. Lakukan
charging operating
mekanikal CB.

4. Tekan
Pushbutton I
(ON) untuk
meng-Close CB.
Outgoing CB
sekarang sudah
energized.
DE-ENERGIZING CUBICLE DM1-A.

Initial conditions:
Line disconnector pd posisi Closed. CB pd posisi Closed.

1. Open CB dg
menekan
Pushbutton
O (OFF).

2. Dg kunci di C,
lakukan lock
CB pd posisi
Open dg
menekan
pushbutton O
(OFF).

3. Pindahkan kunci
dari C &
masukkan di A.
Lakukan Unlock
Lever Line
Disconnector pd
lubang E.

4. Lakukan Open
pd Line
Disconnector.
5. Lakukan Earting
pd Line
Disconnector.
Note: pd saat
bersamaan
Earthing Switch
bagian bawah,
tertutup.
Sekarang cover
panel bagian
depan dapat
dilepas.
III. SM6 CUBICLE ( didalam sistim ).

3.1 Umum.

Pada panel tegangan menengah, dalam pengoperasian cubicle, harus


diperhatikan single line diagram nya, dimana cubicle sebagai Incoming atau
Outgoing.
Contoh :
Jika ingin melakukan Earthing switch pada cubicle sisi Incoming, sumber daya
dari cubicle tersebut harus padam.

3.2 Single Line Diagram.

( lihat lampiran )

3.2.1 Front View Konfigurasi secara umum ( contoh ).

M ETERING OUT GOING

INCOM IN G
3.3 Testing dan Commissioning.

Untuk instalasi yang baru dipasang, sebelum melakukan pengoperasian


sistim, harus dilakukan Test dan Commissioning pada instalasi tersebut untuk
memastikan bahwa instalasi tersebut sudah siap dimasukkan tegangan dan
arus.
Pada pelaksanaan Testing dan Commissioning, hal-hal yang harus dilakukan
adalah sbb. :

Visual checking keseluruh instalasi.


Checking the panel, apakah sudah terpasang dengan baik.
Checking the panel equipment, apakah perlengkapan untuk panel sudah
terpasang semua dan terpasang dengan baik.
Panel operation device panel both mechanically & electrically
Checking the wiring control for low voltage & heater.
Checking & testing the protection relay.
Megger test.
HV DC test (current leakage test).

3.4 Operasional Cubicle SM6 didalam sistim ( meng ON kan ).

3.3.1 Persiapan sebelum meng ON kan instalasi.


3.3.1.1 Pastikan seluruh instalasi sudah siap untuk dioperasikan
(dimasukkan tegangan 220/380 volt atau 20 kV ).
3.3.1.2 Pastikan seluruh Circuit Breaker di Sisi LV Incoming ( sisi-A ) ,
Sisi MV ( sisi-B ) dan Sisi LV Outgoing ( sisi-C ) dalam kondisi
Open.
3.3.1.3 Pastikan pada sisi-C Cubicle Incoming MV ( Cubicle IM ), tidak
dalam kondisi digrounding ( Grounding Switch dalam keadaan
Open).
3.3.1.4 Pastikan power supply untuk Cubicle MV sudah ON.
Check pada Sepam, apakah sudah mendapat power supply .

3.3.2 Pengoperasian meng ON kan instalasi Sisi LV - Incoming ( A )


1. Pastikan sumber 220 / 380 volt sudah siap untuk disalurkan.
2. Pastikan pada outgoing sisi-A sudah aman dan siap untuk dimasukkan
tegangan.
3. ON kan MCCB ( A ).
4. Check dengan Test-pen pada sisi-LV Trafo apakah tegangan sudah
masuk.
Pengecheckkan dapat juga dilihat pada sisi Cubicle MV Incoming ( IM ),
apakah indicator pada cubicle tsb sudah menyala.
3.3.3 Pengoperasian meng ON kan instalasi Sisi MV Incoming & Outgoing
(B)
1. Pada Cubicle Incoming ( IM ) pastikan sumber 20 kV dari Trafo sudah
masuk ke Cubicle MV dengan melihat indikator apakah sudah menyala.
2. Pastikan pada Cubicle Metering ( CM ) dan Cubicle Outgoing ( DM1-A )
dalam kondisi Open ( Off ).
3. ON kan Cubicle IM dengan menggunakan tongkat.

4. ON kan Cubicle CM dengan menggunakan tongkat.


Kalau ada volt meter, check apakah tegangan 20 kV sudah terbaca.
5. Sebelum meng ON kan Cubicle Outgoing ( DM1-A ).
a. Buka Grounding Switch dengan tongkat.
b. ON kan Disconnection Switch.
6. ON kan Cubicle DM1-A dengan Push Button Electric atau Tombol
Mekanik di CB Cubicle.
7. Pastikan / check Trafo sudah ON.
Catatan :
Selama Cubicle MV, terutama yang tipe DM1 yang menggunakan Relay
Proteksi ( Sepam ), power supply ke Relay Proteksi harus tetap ON karena
Relay Proteksi harus selalu stand by untuk dapat memproteksi Cubicle MV
kalau sewaktu-waktu ada fault.

3.3.4 Pengoperasian meng ON kan instalasi Sisi LV - Outgoing ( C )


1. Pastikan sumber 220 / 380 volt sudah siap disisi incoming MCCB.
2. Pastikan pada outgoing sisi-C sudah aman dan siap untuk dimasukkan
tegangan.
3. ON kan MCCB ( C ).

3.4 Operasional Cubicle SM6 didalam sistim ( meng OFF kan ).

3.4.1 Pengoperasian meng OFF kan instalasi Sisi LV - Outgoing ( C )


1. OFF kan beban-beban pada Outgoing ( C ).
2. Pastikan pada outgoing sisi-C sudah aman dan siap untuk diOFF kan.
3. OFF kan MCCB ( C ).

3.4.2 Pengoperasian meng OFF kan instalasi Sisi MV Incoming &


Outgoing ( B ).
1. OFF kan Cubicle DM1-A dengan Push Button Electric atau Tombol
Mekanik di CB Cubicle.
2. Pastikan / check Trafo sudah OFF.
3. OFF kan Disconnection Switch Cubicle DM1-A.
4. ON kan Grounding Switch Cubicle DM1-A.
5. OFF kan Cubicle CM dengan menggunakan tongkat.
6. OFF kan Cubicle IM dengan menggunakan Tombol merah pada
mechanical cubicle atau dengan tongkat.
7. Cubicle MV yang pada posisi Incoming, setelah Cubicle diOFFkan, tidak
boleh langsung digrounding ( tidak boleh mengoperasikan Grounding
Switch ), karena pada sisi bawah ( koneksi kabel ) tegangan incoming
masih ada.
Catatan :
Untuk Cubicle SM6 mempunyai beberapa macam Operating Mechanishms
1. Pada Cubicle Incoming ( IM ) pastikan sumber 20 kV dari Trafo sudah
masuk ke Cubicle MV dengan melihat indikator apakah sudah menyala.

3.4.3 Pengoperasian meng OFF kan instalasi Sisi LV - Incoming ( A )


1. Pastikan sumber 220 / 380 volt sudah siap untuk diOFFkan.
2. Pastikan pada outgoing sisi-A sudah aman dan siap untuk diOFFkan.
3. OFF kan MCCB ( A ).

3.4.4 Membuka cover Cubicle MV sisi Incoming ( Cubicle IM ).


1. Pastikan / check Trafo sudah OFF.
2. Pastikan indicator lamp sudah mati, hal ini menandakan supply incoming
sudah tidak ada / sudah OFF.
3. OFF kan Disconnection Switch Cubicle IM dengan menggunakan
tongkat.
4. ON kan Grounding Switch Cubicle IM dengan menggunakan tongkat.
5. Cover depan Cubicle IM dapat dibuka.