Anda di halaman 1dari 5

2. jelaskan apa saja penyebab dari keempat penyakit tersebut.

Penyebab rheumatoid arthritis


Penyebab penyakit rheumatoid arthritis belum diketahui. Bahkan zat-zat penyebab infeksi seperti
virus, bakteria dan jamur telah lama dicurigai sebagai penyebabnya, namun hingga kini belum
terbukti bahwa zat-zat itulah penyebabnya. Penyebab rheumatoid arthiritis merupakan wilayah
penelitian global yang sangat aktif. Beberapa ahli meyakini bahwa kecenderungan untuk
mengidap rheumatoid arthritis mungkin diturunkan secara genetis Dicurgai bahwa beberapa
penyakit infeksi tertentu atau adanya faktor dalam lingkungan memicu sistim pertahanan tubuh
kita untuk menyerang jaringan tubuh sendiri yang mengakibatkan berbagai organ tubuh seperti
paru-paru dan mata mengalami peradangan. Faktor lingkungan tampaknya juga berperan dalam
terjadinya rheumatoid arthritis. Baru-baru ini para ahli melaporkan bahwa merokok
meningkatkan resiko terjadinya rheumatoid arthritis

Penyebab gout arthritis

Faktor-faktor yang berpengaruh sebagai penyebab gout adalah:

Faktor keturunan dengan adanya riwayat gout dalam silsilah keluarga


Meningkatnya kadar asam urat karena diet tinggi protein dan makanan kaya senyawa
purin lainnya. Purin adalah senyawa yang akan dirombak menjadi asam urat dalam tubuh
Konsumsi alkohol berlebih, karena alkohol merupakan salah satu sumber purin yang
juga dapat menghambat pembuangan urin melalui ginjal.
Hambatan dari pembuangan asam urat karena penyakit tertentu, terutama gangguan
ginjal. Pasien disarankan meminum cairan dalam jumlah banyak . minum air sebanyak 2
liter atau lebih tiap harinya membantu pembuangan urat, dan meminimalkan
pengendapan urat dalam saluran kemih.
Penggunaan obat tertentu yang meningkatkan kadar asam urat, terutama diuretika
( furosemid dan hidroklorotiazida )
Penggunaan antibiotika berlebihan yang menyebabkan berkembangnya jamur, bakteri
dan virus yang lebih ganas.
Penyakit tertentu dalam darah ( anemia kronis ) yang menyebabkan terjadinya gangguan
metabolism tubuh, missal berupa gejala polisitomia dan leukemia
Faktor lain seperti stress, diet ketat, cidera sendi, darah tinggi dan olahraga berlebihan.
( VitaHealth, 2007 )

Penyebab Osteoporosis
Banyak faktor yang mempengaruhi kekuatan tulang seseorang. Di bawah ini beberapa hal yang
bisa menyebabkan penurunan kekuatan atau massa tulang, yaitu:
Usia di atas usia 35 tahun, kepadatan tulang akan menurun.
Menopause (berhenti haid). Saat kadar hormon estrogen menurun setelah menopause,
kepadatan tulang juga menurun.

Kadar testosteron rendah. Pada pria, hormon testosteron memperlambat resorpsi (proses
asimilasi atau pemecahan) tulang yang cara kerjanya sama seperti hormon estrogen pada
wanita. Kadar testosteron yang rendah akan menyebabkan penurunan kepadatan tulang
dan menyebabkan osteoporosis.
Genetik. Riwayat keluarga dan kelompok etnik dapat meningkatkan risiko terjadinya
osteoporosis. Orang dari ras Kaukasia dan Asia lebih berisiko mengalami osteoporosis.

Penyakit lain. Beberapa penyakit dapat mempengaruhi regenerasi tulang normal sehingga
meningkatkan risiko osteoporosis (misalnya gagal ginjal, penyakit hati).

Obat-obatan. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati penyakit lain juga dapat
mempengaruhi regenerasi tulang sehingga menyebabkan osteoporosis.

Pola makan buruk. Kurang mengonsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin D
berperan dalam osteoporosis.

Berat badan yang berlebih berkaitan dengan meningkatnya risiko untuk


timbulnya OA baik pada wanita maupun pria.

Merokok/mengonsumsi alkohol. Kedua faktor ini mengurangi kekuatan tulang dan


berpotensi menyebabkan osteoporosis.

Kurang berolahraga. Untuk memperoleh kekuatan tulang, tulang harus diberi tekanan
dengan memberikan latihan beban, terutama saat tulang tumbuh.

Kehamilan dan menyusui. Walaupun jarang terjadi, seorang wanita dapat mengalami
osteoporosis selama hamil, walaupun alasan untuk hal ini belum jelas. Biasanya tulang
pulih kembali setelah wanita tersebut berhenti menyusui.
Penyebab Osteomalcia

Diperkirakan bahwa defek primer nya adalah kekurangan vitamin D aktif (kalsitrol), sebagai
akibat kegagalan mineralisasi terjadilah perlunakan dan perlemahan kerangka tubuh,
menyebabkan nyeri, nyeri tekan skelet,dan perlengkungan tulang sertakarena fraktur patologi.
Penyebab utama osteomalasia yang terjadi setelah masa anak-anak ialah :
Menurunnya penyerapan vitamin D akibat penyakit bilier, penyakit mukosa usus halus
proksimal dan penyakit ileum.
Peningkatan katabolisme vitamin D akibat obat yang menyebabkan peningkatan kerja
enzim-enzim oksidase hati.
Gangguan tubulus renalis yang disertai terbuangnya fosfa

3. kenapa keempat penyakit tersebut dikatakan sebagai gangguuan metabolic pada sistem musculoskeletal
?

Sindrom Metabolik adalah kombinasi obesitas, gangguan kelainan lemak darah, kadar gula darah yang
tinggi, dan tekanan darah tinggi. Sindrom Metabolik adalah resistensi insulin. Resistensi insulin adalah
suatu keadaan dimana pengambilan gula dalam tubuh yang dirangsang oleh hormon insulin pada tubuh
berkurang sehingga mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat. Pada pengamatan klinis ini
menyimpulkan bahwa sindrom metabolik bisa berhubungan dengan rematoid arthritis,gout arthritis,
Osteoporosis,dan osteomalasia. Pada kondisi fisiologis, matriks ekstraselular memiliki waktu paru
bertahun-tahun sehingga metabolismenya berjalan sangat lambat. Namun dengan adanya
peningkatan beban mekanik (peningkatan berat badan), bertambahnya usia dan adanya cedera
dapat mempercepat proses metabolismenya. Tulang rawan sendi akan terdegradasi menyebabkan
keretakan matriks. Permukaan halus tulang rawan menjadi kasar dan menyebabkan iritasi. Jika
tulang rawan menjadi kasar seluruhnya, maka tulang pangkal kedua tulang yang bertemu
menjadi rusak dan gerakannya menyebabkan nyeri dan ngilu sehingga menghasilkan produk
limbah yang dihasilkan oleh ginjal dan usus dan dilepaskan melalui urin, tinja, air
liur dan keringat tubuh. Bila terjadi gangguan dalam proses pembuangannya akan
terakumulasi di dalam tubuh sehingga menimbulkan gejala-gejala khas sindrom
metabolik.

Daftar pustaka
Buku ajar gangguan muskuloskeletal, zairin noor helmi,2013

Zein Umar, Penyakit Metabolik pada sendi, 2013 (Kuliah Pakar)

Soerosoj ,Isbagio H, dkk. Osteoartriris dalam buku ajar ilmu penyakit dalam
jilid 3 edisi 5. interna publishing. Jakarta :2009

Handayani Sri, Dkk. 2006. Seri Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem
Muskuloskeletal. Jakarta : EGC