Anda di halaman 1dari 3

Demensia

Demensia merupakan suatu sindrom akibat penyakit/gangguan otak yang biasanya bersifat
kronik-progresif, dimana terdapat gangguan fungsi luhur kortikal yang multipel (multiple
higher cortical function), termasuk di dalamnya : daya ingat, daya pikir, orientasi, daya
tangkap (comprehension), berhitung, kemampuan belajar,berbahasa, dan daya nilai
(judgement).
Umumnya disertai, dan ada kalanya diawali, dengan kemerosotan (deterioration) dalam
pengendalian emosi, perilaku sosial, atau motivasi hidup.

Pedoman diagnostik
.Adanya penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir, yang sampai mengganggu
kegiatan harian seseorang (personal activities of daily living) seperti : mandi,
berpakaian, makan, kebersihan diri, buang air besar dan kecil.
Tidak ada gangguan kesadaran (clear conciousness).
Gejala dan disabilitas sudah nyata untuk paling sedikit 6 bulan.

Sumber : Maslim, R. (2013). Diagnosis Gangguan Jiwa , Rujukan Ringkas PPDGJ-III dan
DSM-5. Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK-Unika Atmajaya.

Penyebab timbulnya demesia :


Kesadaran menurun
Penderita tidak mampu mengenal dan berkomunikasi dengan baik
Ada yang bingung atau cemas
Gelisah dan panik
Berhalusinasi, komat kamit, dan inkonheren.
Onset biasanya mendadak, sering dalam beberapa jam atau hari.
Sumber : http://eprints.undip.ac.id/44525/3/Danu_Kamajaya_22010110110028_BAB_II.pdf
diakses tgl 5 Desember 2016 Pukul 20:35 WITA.