Anda di halaman 1dari 28

MERUJUK SPECIMEN KE RUMAH SAKIT

LAIN/LABORATORIUM LUAR

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 2

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Specimen yang dirujuk adalah specimen pemeriksaan yang


tidak tersedia di Rumah Sakit karena keterbatasan fasilitas

TUJUAN Agar pemeriksaan specimen tetap dapat dilakukan dengan


cepat sehingga pasien terlayani dengan baik

KEBIJAKAN Pemeriksaan yang tidak tersedia diRumah Sakit


Pengiriman specimen bisa dilakukan oleh keluarga
atau petugas rumah sakit
Biaya pemeriksaan ditanggung oleh pasien

PROSEDUR 1. Petugas memberitahukan kepada keluarga pasien


tentang adanya pemeriksaan laboratorium yang tidak
bisa dilakukan di Rumah Sakit
2. Petugas meminta persetujuan keluarga pasien setelah
menjelaskan besarnya biaya yang harus dikeluarkan
untuk pemeriksaan tersebut dan tidak ditanggung
Rumah Sakit.
3. Jika pasien setuju maka perawat/petugas laborat
mengambil sample specimen sesuai dengan
permintaan dokter
4. Specimen dapat diantar langsung oleh keluarga pasien
ke laboratorium terdekat yang menyediakan sarana
pemeriksaan tersebut tersebut.
5. Pengambilan hasil pemeriksaan juga dilakukan oleh
keluarga pasien.
MERUJUK SPECIMEN KE RUMAH SAKIT
LAIN/LABORATORIUM LUAR

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 2 dari 2

PROSEDUR 6. Hasil diserahkan oleh keluarga pasien ke petugas


Rumah Sakit untuk disampaikan ke dokter yang
mengirim dalam amplop tertutup.
7. Perawat menyerahkan hasil pemeriksaan kepada
dokter pengirim.

UNIT TERKAIT IGD


Instalasi rawat inap
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan
PENGELOLAAN VISUM ET REPERTUM

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Visum et repertum adalah suatu keterangan doktersebagai


saksi mengenai hal-hal yang ditemukan saat pemeriksaan
pasien baik hidup maupun mati

TUJUAN Sebagai acuan langkah-langkah dalam pelaksanaan visum et


repertum.

KEBIJAKAN Adanya prosedur tertulis mengenai pengelolaan visum et


repertum

PROSEDUR 1. Korban datang ke Rumah sakit yang diantar oleh


penyidik kepolisian dan membawa permintaan Visum
et Repertum.
2. Petugas pendaftaran menerima permintaan visum et
repertum.
3. Dilakukan pemeriksaan dan pencatatan terhadap
temuan klinis dan didokumentasikan dengan label
yang berisi nomor VER, Nama, Umur, Pemeriksa,
tanggal dan waktu.
4. Korban yang memerlukan perawatan dan pengobatan
dilayani petugas yang bertugas seperti, luka-luka dan
obat-obatan sesuai dengan standar pelayanan medis
di Rumah Sakit.
5. Hasil/ data yang didapatkan dari korban di catat
dibuku visum yang telah disiapkan.
6. Hasil visum yang buat oleh dokter diserahkan
kebagian DOKPOL Rumah Sakit untuk pencatatan
hasil dengan cara komputerisasi, hasil yang sudah
dibuat di tanda tangani oleh dokter yang membuat dan
diketahui oleh kepala rumah sakit.
7. Petugas Rumah Sakit menjaga kerahasiaan data
korban.

PENGELOLAAN VISUM ET REPERTUM

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 2 dari 2

UNIT TERKAIT IGD

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan
PEMERIKSAAN SAMPEL SPUTUM

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Suatu tindakan untuk mengambil sampel sputum untuk


pemeriksaan diagnostik, meliputi :
1. Pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam).
2. Pemeriksaan Sitologi.
3. Pemeriksaan kultur dan sensitivitas.
4. Pemeriksaan Gram Stain : Bakteri gram negatif atau positif

TUJUAN 1. BTA : Mengidentifikasi basil tahan asampada klien yang


diduga menderita TBC, pemeriksaan ini dilakukan 3 hari
secara berturut-turut.
2. Sitologi : Mengidentifikasi adanya sel-sel ganas pada klien
yang dicuroigai kanker paru.
3. Kultur dan sensitivitas : Untuk menegakkan diagnosis,
menentukan jenis mikroorganisme, dan menentukan
sensitifitas klien terhadap terapi antibiotik.
4. Gram Stain : Untuk mengidentifikasi gram negatif atau gram
positif.

KEBIJAKAN Sputum diambil pagi hari sebelum makan dan minum


Pemeriksaan sputum BTA dilakukan 3kali/hari berturut-
turut

PROSEDUR 1. mempersiapkan alat


2. menjelaskan tujuan dan prosedur pemeriksaan.
3. Mencuci tangan, memakai handscoen bersih.
4. Membentangkan handuk didada klien.
5. Memberi kesempatan kepada klien utnuk berkumur.
6. Memberikan bokal/pot sputum steril dan
mamberitahukan agar klien tidak menyentuh bagian
dalam bokal/pot sputum.
7. Menganjurkan klien untuk melakukan batuk efektif
dengan cara menarik nafas dalam beberapa kali, lalu
membatukkan sputum (bukan air ludah) langsung
dimasukkan kedalam bokal/pot sputum.

PEMERIKSAAN SAMPEL SPUTUM

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 2 dari 2

PROSEDUR 8. Mengulangi, sampai sputum terkumpul 5 ml.


9. Menganjurkan klien untuk berkumur dan berikan
tissue.
10. Melepaskan handscoen dan buang ketempat yang
sudah ditentukan.
11. Merapikan klien dan membereskan alat-alat.
12. Mencuci tangan.

UNIT TERKAIT IGD


Pasien rawat inap
Rawat jalan

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan
PEMERIKSAAN WIDAL

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Suatu metode pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi


adanya Salmonella sp.

TUJUAN Untuk mengetahui adanya penyakit yang disebabkan oleh


bakteri salmonella typhi O,H,dan salmonella paratyphi.

KEBIJAKAN Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi Tifoid.

PROSEDUR 1. Persiapan alat Alat : Plate Widal,Batang


Pengaduk,Tissue,Bahan,Reagen Widal.
2. Teteskan serum 20 ul pada plate widal
3. Tambahkan reagen widal pada plate widal
4. Lalu aduk sampai homogen,goyang-goyang selama 2
menit
5. Lihat terjadinya aglutinasi

UNIT TERKAIT 1. Dokter


2. Perawat
3. Keluarga Pasien

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN TRIGLYCERIDA DENGAN


MENGGUNAKAN REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan trigliserida dalam darah


pasien atau penderita

TUJUAN Untuk mengetahui kadar trigliserida dalam darah pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan trigliserida yang tepat,cepat


dan akurat.

PROSEDUR Sampel atau standar 10ul dan Reagent 1000ul diinkubasi


selam 20 menit pada suhu 20-25C atau 10 menit pada suhu
37C ,kemudian dibaca dengan menggunakan fotometer
MINDRAY BA-88
UNIT TERKAIT Pasien rawat inap
Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN CHOLESTEROL DENGAN


MENGGUNAKAN REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan cholesterol dengan


menggunakan reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar cholesterol dalam darah pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan cholesterol yang tepat,cepat


dan akurat.

PROSEDUR Sampel atau standar 10ul dan Reagent 1000ul diinkubasi


selam 20 menit pada suhu 20-25C atau 10 menit pada suhu
37C ,kemudian dibaca dengan menggunakan fotometer
MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN URIC ACID DENGAN MENGGUNAKAN


REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan Uric Acid dengan


menggunakan reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar Uric Acid dalam darah pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan Uric Acid yang tepat,cepat dan


akurat.
PROSEDUR Sampel atau standar 10ul dan Reagent 1 1000ul dicampur
dan diinkubasi selama 5 menit,kemudian ditambahkan
reagent 2 250ul dicampur dan diinkubasikan selama 30 menit
pada suhu 20-25C atau 10 menit pada suhu 37C ,kemudian
dibaca dengan menggunakan fotometer MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN GLUCOSA DENGAN MENGGUNAKAN


REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan glucosa dengan


menggunakan reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar glucosa dalam darah pasien.


KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan glucosa yang tepat,cepat dan
akurat.

PROSEDUR Sampel atau standar 10ul dan Reagent 1000ul diinkubasi


selama 30 menit pada suhu 20-25C atau 5 menit pada suhu
37C ,kemudian dibaca dengan menggunakan fotometer
MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN UREA DENGAN MENGGUNAKAN


REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93
PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan Urea dengan menggunakan
reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar Urea dalam darah pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan Urea yang tepat,cepat dan


akurat.

PROSEDUR Sampel atau standar 10ul dan Reagent 1 1000ul diinkubasi


selama 5 menit,Reagent 2 250ul diinkubasi selama 1
menit,kemudian dibaca dengan menggunakan fotometer
MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN CREATININ DENGAN MENGGUNAKAN


REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1

STANDAR Ngunut,
PROSEDUR Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH

OPERASIONAL
TIM KPS
(SPO)
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan creatinin dengan


menggunakan reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar creatinin dalam darah pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan creatinin yang tepat,cepat dan


akurat.

PROSEDUR Sampel atau standar 50ul dan Reagent 1 1000ul diinkubasi


selama 5 menit,kemudian dibaca dengan menggunakan
fotometer MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN SGOT DAN SGPT DENGAN


MENGGUNAKAN REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1
Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan SGOT dan SGPT dengan


menggunakan reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar SGOT dan SGPT dalam darah


pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan SGOT dan SGPT yang


tepat,cepat dan akurat.

PROSEDUR Sampel atau standar 100ul dan Reagent 1 1000ul diinkubasi


selama 5 menit,Reagent 2 250ul diinkubasi selama 1
menit,kemudian dibaca dengan menggunakan fotometer
MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN ALBUMIN DENGAN MENGGUNAKAN


REAGENT DIASYS
No Dokumen : No Revisi : Halaman :
RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan Albumin dengan


menggunakan reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar albumin dalam darah pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan cholesterol yang tepat,cepat


dan akurat.

PROSEDUR Sampel atau standar 10ul dan Reagent 1000ul diinkubasi


selama 10 menit,kemudian dibaca dengan menggunakan
fotometer MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan
PEMERIKSAAN BILIRUBIN DIRECT DENGAN
MENGGUNAKAN REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan bilirubin direct dengan


menggunakan reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar bilirubin direct dalam darah pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan bilirubin direct yang


tepat,cepat dan akurat.

PROSEDUR Sampel atau standar 50ul dan Reagent 1 200ul,sample 200ul


dan NACL solution 2000ul dicampur dan diinkubasi selama 5
menit,kemudian dibaca dengan menggunakan fotometer
MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan
PEMERIKSAAN BILIRUBIN TOTAL DENGAN
MENGGUNAKAN REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan bilirubintotal dengan


menggunakan reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar bilirubin total dalam darah pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan bilirubin total yang tepat,cepat


dan akurat.

PROSEDUR 1. Reagent 1 200ul


2. Reagent 2 -50ul
3. Reagent 3 1000ul
4. Sample 200ul
5. Dicampurkan diinkubasi 10 menit
6. Reagent 1000ul
7. Dicampur diinkubasi selama 5menit
8. kemudian dibaca dengan menggunakan fotometer
MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium
EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan
maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN HDL DENGAN MENGGUNAKAN


REAGENT DIASYS

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH
1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan HDL dengan menggunakan


reagent dyasis.

TUJUAN Untuk mengetahui kadar HDL dalam darah pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan HDL yang tepat,cepat dan


akurat.

1. Pembuatan precipitat
PROSEDUR R/HDL 1000 ul+100ul serum/plasma,diamkan selama
5 menit,kemudian putar dengan centrifuge 3000 rpm
15 menit.
2. Prosedur pemeriksaan
Dipipet R/cholesterol 1000 UL +50 UL presipitat
inkubasi 10 menit,kemudian dibaca dengan
menggunakan fotometer MINDRAY BA-88

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium
EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan
maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN BLEEDING TIME

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan bleeding time.

TUJUAN Untuk mengetahui lamanya waktu perdarahan pada pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan bleeding time yang tepat,cepat


dan akurat.

PROSEDUR 1. Disiapkan alat blood lancet,timer/stopwat dan kertas


saring atau tissu
2. Pasien diambil darah lewat cuping telinga
3. Darah yang keluar lewat cuping telinga dihitung
dengan menggunakan stopwatch setiap 15 menit
pertama sampai 15 menit terakhir
4. Setelah darah berhenti kemudian waktu yang
didapatkan dijumlahkan
5. Nilai normalnya adalah 1-3

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN CLOOTING TIME

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan clooting time.

TUJUAN Untuk mengetahui lamanya waktu pembekuan darah pada


pasien.

KEBIJAKAN Didapatkan hasil pemeriksaan clooting time yang tepat,cepat


dan akurat.

PROSEDUR 1. Disiapkan alat sampling vena,timer dan 2 tabung


serologi
2. Pasien diambil darah vena
3. Darah yang keluar pertama dari spuit dihitung
dengan stopwatch
4. Setelah pengambilan darah selesai masukkan darah
kedalam tabung serologi
5. Darah yang keluar pertama dimasukkan kedalam
tabung 1 sisanya dimasukkan ke tabung 2,dengan
tetap menjalankan stopwatch
6. Tiap 15 menit dilihat adanya bekuan ditabung 1 dan 2
7. Setelah didapatkan bekuan pada tabung 1 dan 2
kemudian dibaca hasilnya
8. Nilai normalnya adalah 6-12 menit

UNIT TERKAIT Pasien rawat inap


Pasien rawat jalan
Laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN LDL DENGA METODE FRIEDEWALD

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Langkah-langkah pemeriksaan LDL denga metodefriedewald

TUJUAN Untuk mengetahui kadar LDL dalam darah

KEBIJAKAN Literatur reagent LDL


Didapatkan hasil yang tepat dan akurat

PROSEDUR LDL : Cholesterol total - TG HDL Cholesterol


5

Catatan :rumus ini tidak berlaku bila kadar TG >400Mg/dl


UNIT TERKAIT Analis laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan golongan darah

TUJUAN Untuk mengetahui golongan darah pasien

KEBIJAKAN Literatur reagent golongan darah

PROSEDUR Anti A anti B anti AB


10ul 10ul 10ul
Masing-masingditeteskan 10ul darah,kemudian dicampur dan
diaduk selama 1menit,dibaca hasilnya positif jika terjadi
aglutinasi pada salah satu reagent anti A,B atau AB.

UNIT TERKAIT Analis laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN HAPUSAN DARAH

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Langkah-langkah dalam pemeriksaan hapusan darah

TUJUAN Untuk memperjelas diagnosa leukimia dan anemia

KEBIJAKAN Buku panduan praktikum hematologi


PROSEDUR 1. Disiapkan obyek glass yang bersih dan kering
2. Diteteskan 1 tetes darah pada objek glass
3. Darah dibuat hapusan dengan menggunakan cover
glass
4. Setelah hapusan kering dicat dengan wrigh atau
giemsa
5. Setelah proses pengecatan selesai,hapusan
dikeringkan kemudian diperiksa dengan mikroskop
perbesaran 100x
6. Yang dibaca :
Erytrosite(size,shape,staining)
Trombosit (penyebaran trombosit)
Leukosit (hitung jenis dan ada tidaknya
leukosit)

UNIT TERKAIT Analis laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN MALARIA

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Langkah-langkah pemeriksaan malaria dengan metode


cassette

TUJUAN Untuk mengetahui adanya plasmadium dalam darah dan


untuk membedakan spesies plasmadium(p.falciparum?
p.vivax) dalam darah

KEBIJAKAN Literatur reagent

PROSEDUR 1. Dipipet 10ul darah kapiler kemudian diteteskan


kelubang yang bersimbul S dengan menggunakan
pipet plastik dalam kit reagent.
2. Ditambahkan 3 tetes sample dilurent kedalam lubang
yang bersimbul D
3. Dibaca hasilnya setelah 15 menit
4. Interpretasi hasil :
Negative :terdapat strip pada simbul C
Positif P.falciparum :terdapat strip pada simbol
C dan T1
Positif p.vivax :terdapat strip pada simbol C
dan T2
Positif p.vivax dan p.falciparum terdapat strip
pada C T1 T2.

UNIT TERKAIT Analis laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN Hbsag DENGAN TEST STRIP

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

Ngunut,
Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) TIM KPS
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur cara pemeriksaan hepatitis B


TUJUAN Untuk mengetahui adanya virus hepatitis B yang terdapat
dalam tubuh pasien.

KEBIJAKAN Literatur reagent

PROSEDUR 1. Disiapkan test strip Hbsag


2. Dimasukkan kedalam serum atau plasma pasien yang
akan diperiksa,diusahakan tidak melebihi garis max
dalam test strip
3. Ditunggu selama 10-20 menit,kemudian baca
hasilnya.
4. Hasil (+) :didapatkan dua garis pada control dan test.
(- ) :didapatkan satu garis pada control
Invalid :didapatkan satu garis pada test atau tidak
terdapat garis pada control dan test.

UNIT TERKAIT Analis laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan

PEMERIKSAAN PLANO TES DENGAN METODE STICK

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSI MADINAH 1 dari 1

STANDAR Ngunut,
PROSEDUR Diteapkan oleh :
Direktur RSI MADINAH

OPERASIONAL
TIM KPS
(SPO)
dr. H. MUKSIN
NIK 100.5101.93

PENGERTIAN Prosedur atau cara pemeriksaan test kehamilan .

TUJUAN Untuk mengetahui adanya Hcg dalam urin pasien

KEBIJAKAN Literatur reagent

PROSEDUR 1. Disiapkan strip urin kehamilan


2. Pasien dimohon kencing dalam botol yang telah
disediakan(botol kencing dalam keadaan bersih dan
kering)
3. Kencing yang digunakan sebaiknya kencing pagi
karena kandungan Hcg nya paling tinggi.
4. Setelah pasien kencing,dicelupkan strip urin kehamilan
kedalam botol urin.
5. Dibaca kurang lebih 1 menit.
Hasil (+) :didapatkan dua garis pada control dan test
Hasil (-) :didapatkan satu garis pada lontrol
Invalid :didapatkan satu garis pada test atau tidak
didapatkan garis pada control maupun test.

UNIT TERKAIT Analis laboratorium

EVALUASI Evaluasi SPO ini dilaksanakan sesuai kebutuhan dan


maksimal 3 tahun sejak SPO ini ditetapkan