Anda di halaman 1dari 2

Atresia Ani

a. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan dengan cara menginspeksi bagian anus
bayi, apakah bayi memiliki lubang anus atau tidak, dan melihat apakah perut bayi
mengalami pembesaran. Serta mengkaji apakah bayi mampu mengeluarkan BAB atau
tidak selama 24 48 jam setelah kelahiran
b. Pemeriksaan Penunjang
Sama kyk kemarin ya gem :3
Hirscprung
Pemeriksaan Diagnostik
a. Pemeriksaan Fisik
Pada umumnya pemeriksaan fisik ditujukan hanya untuk mengetahui apakah terjadi
pembesaran pada bagian abdomen dan mengkaji apakah bayi dapat mengeluarkan BAB
selama 24-48 jam setelah kelahiran.

b. Pemeriksaan Penunjang
1. Barium enema.
Kateter diletakkan didalam anus, tanpa mengembangkan balon, untuk menghindari kaburnya
zona transisi dan beresiko terjadinya perforasi. Foto segera diambil setelah injeksi kontras,
dan diambil lagi 24 jam kemudian. Colon bagian distal yang menyempit dengan bagian
proksimal yang mengalami dilatasi merupakan gambaran klasik penyakit Hirschsprung.
Akan tetapi temuan radiologis pada neonatus lebih sulit diinterpretasi dan sering kali gagal
memperlihatkan zona transisi. Gambaran radiologis lainnya yang mengarah pada penyakit
Hirschsprung adalah adanya retensi kontras lebih dari 24 jam setelah barium enema
dilakukan
2. Manometri anorektal.
Manometri anorektal mendeteksi refleks relaksasi dari internal sphincter setelah distensi
lumen rektal. Refleks inhibitorik normal ini diperkirakan tidak ditemukan pada pasien
penyakit Hirschsprung. Swenson pertama kai menggunakan pemeriksaan ini. Pada tahun
1960, dilakukan perbaikan akan tetapi kurang disukai karena memiliki banyak keterbatasan.
Hasil positif palsu yang telah dilaporkan mencapai 62% kasus, dan negatif palsu dilaporkan
sebanyak 24% dari kasus.
3. Biopsi Rektal.
Diagnosa definitif Hirschsprung adalah dengan biopsi rektal, yaitu penemuan
ketidakberaadan sel ganglion. Metode definitif untuk mengambil jaringan yang akan
diperiksa adalah dengan biopsi rektal full-thickness. Spesimen yang harus diambil minimal
berjarak 1,5 cm diatas garis dentata karena aganglionosis biasanya ditemukan pada tingkat
tersebut. simple suction rectal biopsy telah digunakan sebagai teknik mengambil jaringan
untuk pemeriksaan histologis. Mukosa dan submukosa rektal disedot melalui mesin dan
suatu pisau silinder khusus memotong jaringan yang diinginkan. Keunggulan pemeriksaan
ini adalah dapat dengan mudah dilakukan diatas tempat tidur pasien. Akan tetapi,
menegakkan diagnosis penyakit Hirschsprung secara patologis dari sampel yang diambil
dengan simple suction rectal biopsy lebih sulit dibandingkan pada jaringan yang diambil
dengan teknik full-thickness biopsy. Kemudahan mendiagnosis telah diperbaharui dengan
penggunaan pewarnaan asetilkolinesterase, yang secara cepat mewarnai serat saraf yang
hypertrophy sepanjang lamina propria dan muscularis propria pada jaringan.