Anda di halaman 1dari 2

Arsitektur tradisional

Arsitektur tradisional adalah suatu bangunan yang bentuk,struktur ,fungsi,ragam


hias dan cara pembuatannya diwariskan secara turun temurun serta dapat di pakai
untuk melakukan aktivitas kehidupan dengan sebaik-baiknya.

Arsitektur vernakular

Arsitektur vernakular adalah arsitektur yang tumbuh dan berkembang dari


arsitektur rakyat yang lahir dari masyarakat etnik dan berjangkar pada tradisi etnik,
serta dibangun oleh tukang berdasarkan pengalaman (trial and error),
menggunakan teknik dan material lokal serta merupakan jawaban atas setting
lingkungan tempat bangunan tersebut berada dan selalu membuka untuk terjadinya
transformasi.

Arsitektur Nusantara

Arsitektur berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani:


yaitu arkhe dantektoon. Arkhe berarti yang asli, awal, utama,
otentik. Tektoon berarti berdiri, stabil, kokoh, stabil statis. Jadi arkhitekton diartikan
sebagai pembangunan utama, tukang ahli bangunan (Mangunwijaya dalam
Budihardjo, 1996: 61). Jadi, pengertian arsitektur dapat disimpulkan sebagai seni
dan ilmu bangunan, praktik keprofesian, proses membangun, bukan sekadar suatu
bangunan.

Nusantara adalah sebutan (nama) bagi seluruh wilayah kepulauan Indonesia yang
membentang dari Sumatera sampai Papua. Kata Nusantara biasa dipakai sebagai
sinonim untuk kepulauan Indonesia.

Sehingga dalam hal ini Arsitektur Nusantara dapat dimaknai sebagai seni dan ilmu
bangun yang berasal dari seluruh wilayah kepulauan Indonesia, mulai dari sabang
hingga merauke.

Arsitektur prasejarah dan primitif

Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika antara


kebutuhan dan cara. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai
terbentuk melalui tradisi lisan dan praktik-praktik, arsitektur berkembang menjadi
ketrampilan. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-
mata melanjutkan tradisi.

Pengertian dari arsitektur etnik

Pengertian dari arsitektur etnik ialah bentuk dan ragam arsitektur yang terbentuk
dari ketersediaan bahan material serta kondisi alam dari daerah yang
bersangkutan. Ragam bentuk arsitektur tentunya berbeda dari satu lokasi dengan
lokasi lainnya dan perbedaan arsitektur ini pun tidak lepas dari bentuk filosofi ,
budaya, kepercayaan yang dianut yang muncul da mengakar dalam ragam
sentuhan simbol atau citra khas daerah tertentu. Arsitektur etnik sangat kental
dengan makna, simbol, serta pemahaman masyarakatnya yang khas terhadap
alam, bahan dan material yang ada disekitarnya .