Anda di halaman 1dari 19

PEDOMAN

PELAYANAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN

UNIT LABORATORIUM

RUMAH SAKIT ISLAM

MADINAH
Jl.jatiwayang lk 2 ngunut tulungagung
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pelayanan laboratorium merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
yang di perlukan untuk menunjang upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, dan
pengobatan penyakit serta pemulihan kesehatan.
Pelayanan laboratorium kesehatan di Indonesia pada saat ini di selenggarakan
oleh berbagai jenis laboratorium pada berbagai jenjang pelayanan, mencakup antara
lain laboratorium rumah sakit pemerintah dan swasta serta balai besar laboratorium.
Unit Laboratorium Rumah Sakit Islam Madinah adalah laboratorium Klinik
Kesehatan yang melayani pemeriksaan specimen klinik berupa cairan tubuh. Sebagai
komponen penting dalam pelayanan kesehatan, hasil pemeriksaan laboratorium di
gunakan untuk penetapan diagnosis, pemberian pengobatan dan pemantauan hasil
pengobatan, dan deteksi dini tentang keadaan kesehatan seseorang.
Unit Laboratorium RSI Madinah merupakan unit pelaksana teknik di dalam
struktur organisasi RSI Madinah dan sebagai unit pelaksana teknik maka,
laboratorium RSI Madinah harus memiliki pedoman pelayanan yang akan
mengimplementasikan kebijakan pelayanan laboratorium.

B. TUJUAN
Digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan pelayanan laboratorium
sehingga tercapai pelayanan yang bermutu dan keselamatan pasien yang di harapkan.

C. RUANG LINGKUP PELAYANAN


Laboratorium RSI Madinah dapat memberikan pelayanan kepada :
1. Di dalam rumah sakit, meliputi :
a. IGD
b. RAWAT INAP
c. RAWAT JALAN
2. Diluar rumah sakit, meliputi :
a. Rujukan
b. APS
Pemeriksaan laboratorium meliputi :
1. Darah : darah rutin, gula darah, faal ginjal, faal hati, profil lemak, hepatitis
2. Urine : urin rutin, tes kehamilan
3. Feces : feces lengkap
4. Sputum
Beberapa parameter yang tidak dapat di kerjakan di laboratorium RSI Madinah akan
di rujuk ke laboratorium rujukan yang telah bekerja sama.
D. BATASAN OPERASIONAL
1. Laboratorium klinik adalah laboratorium kesehatan yang
melaksanakan pelayanan pemeriksan specimen klinik untuk
mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan terutama
untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuh penyakit,
dan pemulihan kesehatan

2. Specimen klinik adalah bahan yang berasal dan atau di ambil dari tubuh manusia
untuk tujuan diagnostik, penelitian, pengembangan, pendidikan dan atau analis.
3. Pemeriksaan tehnik sederhana adalah pemeriksaan laboratorium menggunakan
alat fotometer, carik celup, pemeriksaan metode rapid, dan atau mikroskop
sederhana.
4. Pemeriksaan tehnik automatic adalah pemeriksaan laboratorium menggunakan
alat automatic yang memenuhi standar mulai dari tahap melakukan pengukuran
sampel sampai dengan pembacaan hasil.
5. Pelayanan terhadap IGD adalah pemberian pelayanan laboratorium terhadap
pasien atas permintaan dokter jaga IGD untuk kasus cito/ gawat darurat.
6. Pelayanan terhadap RAWAT INAP adalah pemberian pelayanan laboratorium
terhadapa pasien atas permintaan dokter penanggung jawab, yang meliputi
seluruh ruangan RAWAT INAP
7. Pelayanan terhadap RAWAT JALAN adalah pemberian pelayanan laboratorium
terhadap pasien atas permintaan dokter jaga POLI.

E. LANDASAN

Pelaksanaan kegiatan pelayanan laboratorium RSI Madinah di dasarkan pada

Undang undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah


sakit.
Peraturan Menteri Kesehatan NO. 411/MENKES/PER/III/2010 tentang
Laboratorium Klinik.
Pedoman praktik laboratorium kesehatan yang Departemen Kesehatan 2008.
Peraturan Menteri Kesehatan 1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang
keselamatan pasien.
Keputusan Menteri Kesehatan No. 129/MENKES/SK/II/2008 tahun 2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

BAB II

STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi sumber daya manusia


Agar pelayanan laboratorium dapat terselenggarakan dengan mutu yang
dapat dipertanggung jawabkan, maka pelayanan laboratorium harus dilakukan
oleh tenaga yang profesional.

JUMLAH
NAMA JABATAN PENDIDIKAN SERTIFIKASI
KEBUTUHAN
Kepala Instalasi laborat D3 analis Ijazah D3 analis 1
Staf analis D3 analis D3 analis 2
Total

B. Distribusi ketenagaan
Untuk distribusi ketenagaan dan pengaturan jaga instalasi laboratorium
dibagi menjadi dua sift :
Sift pagi pukul 07:00 14:00 WIB
Sift siang pukul 14:00 21:00 WIB
Bila dalam situasi tertentu diberlakukan sistem ON CALL

BAB III

STANDAR FASILITAS
A. DENAH RUANGAN
Denah ruangan terlampir

B. STANDAR FASILITAS RUANGAN


Gedung dan prasarana

no Jenis kelengkapan Jumlah/keterangan


1 Gedung Permanen
2 Ventilasi Ada
3 Penerangan lampu Ada
4 Air bersih mengalir Ada
5 Tempat pengambilan spesimen Ada
6 Tempat administrasi Ada
7 Tempat pemeriksaan Ada
8 Wastafel Ada
9 Wc Ada

Peralatan laboratorium

No Jenis kelengkapan jumlah


1 Gelas pengaduk
2 Kaca obyek
3 Lancet
4 Mikroskop binokuler
5 Mikropipet
6 Rak pengecatan
7 Rak tabung reaksi
8 Stopwatch
9 Tabung reaksi
10 Timer
11 Torniquet
12
13
14
15

BAB IV

TATA LAKSANA PELAYANAN

PENDAFTARAN DAN PENCATATAN

Pasien Laboratorium terdiri dari beberapa jenis bersadarkan


permintaan pemeriksaan laboratorium, sebagai berikut :
a. Pasien dari Poli
b. Pasien Rawat Inap
c. Pasien IGD
d. Rujukan dari luar Rumah Sakit
e. Atas permintaan Pasien (APS)

Pendaftaran untuk pasien RS maupun yang datang hanya untuk


pemeriksaan laboratorium di pusatkan di unit Rekam Medis, pengantar untuk
pemeriksaan laboratorium di tulis oleh dokter di bagian pasien berasal. Untuk formulir
permintaan pemeriksaan laboratorium di simpan di laboratorium sebagai arsip dan hasil
laboratorium di catat dalam bentuk softcopy maupun hardcopy dalam buku register
laboratorium.

SPESIMEN
Persiapan Pasien secara Umum
a. Untuk pemeriksaan tertentu pasien harus puasa
b. Menghindari obat- obatan sebelum spesimen di ambil
c. Menghindari aktifitas fisik/olah raga sebelum spesimen di ambil.
d. Memperhatikan posisi tubuh, di lakukan untuk menormalkan keseimbangan
cairan tubuh.
Faktor pada pasien yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan.
a. Diet
b. Obat-obatan
c. Merokok
d. Alkohol
e. Aktifitas fisik
f. Ketinggian
g. Demam
h. Trauma
i. Variasi Cyrcadian Rythme ( perbedaan kadar zat tertentu dalam tubuh dari
waktu ke waktu )
j. Umur
k. Ras
l. Jenis Kelamin
m. Kehamilan
Pengambilan.
Yang harus diperhatikan dalam pengambilan
Spesimen adalah :
a. Peralatan dan ketepatan identitas pasien
b. Wadah
c. Anti koagulan dan pengawet
d. Waktu
e. Lokasi
f. Volume
g. Tehnik
Pemberian Identitas
Pemberian identitas pasien dan atau spesimen merupakan hal yang penting
, baik pada saat pengisian surat pengantar/formulir permintaan pemeriksaan ,
pendaftaran , pengisian label wadah spesimen.
Petugas harus memastikan kebenaran pasien dengan cara ( cocokkan
dengan bagian KPRS ) sebelum melakukan pengambilan spesimen /
melakukan sampling darah pasien.
Pada surat permintaan sebaiknya memuat :
a. Tanggal permintaan
b. Identitas pasien ( nama , umur , jenis kelamin , alamat atau ruang , rekam
medis )
c. Nama pengirim
d. Pemeriksaan laboratorium yang diminta
Macam spesimen :
a.spesimen infeksius
b.spesimen non infeksius
Semua bahan pemeriksaan / sampel dianggap infeksius karena berasal
dari manusia yang tidak diketahui apakah infeksius atau tidak. Semua bahan
pemeriksaan ( sampel ) semua diberi identitas pasien , identitas pasien ini
meliputi nama, alamat , nomor rekam medis dan umur.
Pengelolaan spesimen
1. Darah
- Darah yang ditampung dalam tabung yang telah berisikan antikoagulan
yang sesuai , kemudian dihomogenkan dengan cara membolak balikkan
sebanyak 8 kali .
- Pada saat akan dilakukan pemeriksaan dilakukan pecampuran kembali
dengan cara dibolak balikkan sebanyak 5-10 kali.
2. Serum
- Darah dibiarkan membeku dalam suhu kamar selama 10-20 menit ,
kemudian dicentrifuge pada 3000 RPM selama 5-15 menit
- Serum dipisahkan dari komponen darah yang lain , serum yang
memenuhi syarat adalah serum yang tidak lisis ( kelihatan merah ) atau
lipemik ( keruh ).
- Serum yang akan dikirim ke laboratorium yang lain sebaiknya dalam
bentuk yang relatif stabil.untuk itu ada beberapa persyaratan antara lain
Stabibilitas serum tidak melampau batas waktu yang ditentukan
Tidak terkena sinar matahari langsung
Dimasukka dalam sample cup yang tertutup rapat
3. Plasma
- Sampel darah yang telah diambil dan mengalir dalam botol yang telah
terisi antikoagulan EDTA dicampur dengan cara membolak balikkan
tabung dengan hati-hati sebanyak 4 kali.
- Plasma dipisahkan tidak boleh lebih dari 2 jam setelah pengambilan
sampel.
- Plasma yang memenuhi syarat tidak boleh kelihatan merah ( lisis) atau
keruh (lipemik).
4. Urin
Untuk uji carik celup , urin tidak memerlukan perlakuan khusus kecuali
pemeriksaan harus segera dilakukan dalam waktu 1 jam , sedangkan untuk
pemeriksaan sedimen harus dilakukan pengelolaan terlebih dahulu dengan
cara :
- Urin sebanyak kurang lebih 10 ml dimasukkan dalam tabung
centrifuge
- Urin dicentrifuge 5 menit 3000 RPM
- Supernatan urin dibuang dengan menyisakan 1 ml , kemudian
dikocok untuk meresuspensikan sedimen.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1. Jenis Pemeriksaan
A. Hematologi
Laboratorium RSI Madinah memiliki 1 alat hematologi analyzer dengan
kemampuan 3 differensiasi sel leukosit. Pemeriksaan yang lain yang
termasuk dalam hematologi adalah LED , hapusan darah dan golongan
darah. Untuk pemeriksaan hapusan darah dikirim ke laboratorium luar RSI
Madinah.
B. Faal hemostasis
Faal hemostasis adalah pemeriksaan untuk fungsi koagulasi. Yang dapat
dilakukan di laboratorium RSI Madinah adalah pemeriksaan bleeding time
dan clotting time . untuk pemeriksaan koagulasi yang lain akan dirujuk di
laboratorium luar RSI Madinah.
C. Kimia Klinik
Parameter pemeriksaan kimia klinik di laboratorium RSI Madinah yang
tersedia adalah pemeriksaan fungsi hati , fungsi ginjal , profil lipid , gula
darah.
D. Elektrolit
Untuk pemeriksaan elektrolit dirujuk ke laboratorium luar RSI Madinah.
E. Urinalisa
Urinalisa memakai 10 parameter dalam 1 strip urin , untuk tes kimiawi
menggunakan metode manual dengan membandingkan standar warna
pembanding , untuk pemeriksaan sedimen menggunakan mikro
F. Imunoserologi
Beberapa tes imunoserologi yang ada merupakan rapid tes , dan
sebagian merupakan tes aglutinasi manual. Tidak ada autoanalyzer untuk
pemeriksaan imunoserologi.
G. Mikrobiologi dan parasitologi
Untuk pemeriksaan mikrobiologi yang dilakukan hanya pengecatan ziehl
Nielsen.
Untuk pemeriksaan CITO / IGD hasil dapat diketahui :
a. 15menit untuk darah lengkap tanpa adanya pengulangan.
b. 1 jam untuk pemeriksaan kimia klinik.
Untuk pemeriksaan regular biasa / biasa dapat diketahui :
a. Pasien Rawat jalan :
Semua pemeriksaan dilakukan tidak lebih dari 2 jam (standar waktu tunggu
tidak kurang dari 120 menit ).
b. Pasien Rawat Inap :
Dalam waktu 2 jam setelah pengambilan sampel untuk semua jenis
pemeriksaan.
Untuk pemeriksaan rujukan hasil dapat diketahui :
Dalam waktu satu minggu setelah pengiriman sampel .
Bila ditemukan hasil yang kritis dari pemeriksaan diagnostik , dilaporkan dengan
sistem pelaporan yang formal ( yang benar).
1. Laboratorium rumah sakit menetapkan nialai ambang kritis bagi setiap jenis
pemeriksaan , bila ada hasil yang kritis segera dilaporkan oleh petugas
laborat ke perawat ruangan / dokter yang meminta pemeriksaan melalui
telepon , sebelum hasil dikeluarkan dan didokumentasikan di buku register
laboratorium.
2. Hasil print out dari alat diketik di komputer dengan program yang sudah
online di seluruh ruangan ruangan RSI Madinah.
3. Untuk hasil pemeriksaan rawat jalan yang sudah jadi diprint oleh petugas MR
dan kemudian diserahkan ke dokter.
4. Untuk hasil pemeriksaan rawat inap yang sudah jadi diprint oleh petugas
ruangan yang meminta pemeriksaan dan kemudian dimasukkan pada les
pasien untuk dikonsulkan ke dokter.
Daftar Nilai Normal dan Nilai Kritis
a. Nilai normal

no Tes Nilai Nilai Satuan


normal normal
pria wanita
1. Hematologi 13,2- 11,7- g/dl
17,2 15,6
2. Hematokrit 40-52 35-47 %
3. Jumlah 3,8-10,6 3,6-11 10*3/ul
leukosit
4. Diffcount 3 diff
Limfosit 25-40 25-40 %
Monosit 2-8 2-8 %
Granulosit 50-70 50-70 %
5. Trombosit 150-440 150-440 10*3/ul
6. LED 0-10 0-20 Mm/ja
m
7. Gula darah 74-106 74-106 Mg/dl
puasa
8. Gula darah <120 <120 Mg/dl
2jpp
9. Gula darah <200 <200 Mg/dl
sesaat
10 Kolesterol total 100-200 100-200 Mg/dl
.
11. HDL chol >45 >45 Mg/dl
12 LDL chol <100 <100 Mg/dl
.
13 Trigliserida <150 <150 Mg/dl
.
14 SGOT 8-33 8-33 u/l
.
15 SGPT 4-36 4-36 u/l
.
16 Albumin 3,4-4,8 3,4-4,8 g/dl
.
17 Ureum 24-50 24-50 Mg/dl
.
18 Serum 0,7-1,3 0,6-1,0 Mg/dl
. creatinin
19 Asam urat 3,6-7,7 2,5-6,8 Mg/dl
.
20 Widal
.
Typhi O Negativ Negativ
e e
Typhi H Negativ Negativ
e e
Tiphy A Negativ Negativ
e e
Tiphy B Negativ Negativ
e e
21 HbsAg Negativ Negativ
. e e
22 Urin lengkap
.
- Negativ Negativ
Protein/albumi e e
n
-Glukosa Negativ Negativ
e e
-Keton Negativ Negativ
e e
-Bilirubin Negativ Negativ
e e
-Urobilinogen Negativ Negativ
e e
-Nitrit Negativ Negativ
e e
-PH - -
Sedimen urin
-leukosit 0-3 0-3 /lpb
-Eritrosit 0-3 0-3 /lpb
-Silinder Negativ Negativ -
e e
-Epitel - - -
-Kristal Negativ Negativ -
e e
-Bakterti Negativ Negativ -
e e
23 Pemeriksaan
. faeces
-warna - - -
-konsistensi - - -
-Darah - - -
-Lendir Negativ Negativ -
e e
-Parasit Negativ Negativ -
e e
-Laukosit 0-1 0-1 /lpb
faeces
-Eritrosit 0-1 0-1 /lpb
faeces
-Telur cacing Negativ Negativ
e e
-kista Negativ Negativ
e e
-Sisa makanan - -
-Darah samar - -

b. Nilai kritis

no Tes Nilai kritis Satuan


1 Darah Lengkap
-Hb <7 atau >20 g/dl
-Hematokrit <20 atau >60 %
-Trombosit dewasa <50.000 atau u/l
>1.000.000
-Trombosit anak <20.000 atau u/l
>1.000.000
-leukosit
-waktu perdarahan <1 atau >8 Menit
-waktu pembekuan <8 atau >18 Menit
2 Kimia klinik
-Glukosa <45 atau >500 Mg/dl
-Kreatinin >5 Mg/dl
3 Elektrolit
-Natrium <120 atau >160 mEg/L
-Kalium <2,8 atau >6,2 mEg/L
4 Urinalisa
-Glukosaria >2+
-keton >2+

-ditemukan kristal Asam urat , sistein


patologis
-Albuminaria >2+
-Eritrosit >2+
-Leukosit >2+

PARAMETER YANG DIRUJUK


Beberapa parameter yang tidak dapat dikerjakan di laboratorium RSI Madinah
akan di rujuk ke laboratorium rujukan yaitu Ultra Medika , Sam Husada , Prodia ,
RSUD dr.Iskak. Parameter yang banyak dirujuk akan diusahakan untuk diadakan .
Keputusan pengadaan parameter baru berdasarkan evaluasi , efisiensi dan
efektifitas.
PENGELOLAAN LIMBAH
A. Sampah medis berupa peralatan flebotomi , tabung specimen akan dibuang di
tempat sampah dengan plastik kuning dan diteruskan ke pihak tiga yang sudah
bekerja sama.
B. Sampah medis berupa sisa specimen / cairan tubuh akan dibuang ke bak
pencucian dimana salurannya akan diteruskan ke bak pngolahan limbah cauir
RS.
C. Sampah bukan medis seperti tissue , kertas , plastik dan lain-lain akan dibuang
ke tempat sampah dengan plastik warna hitam dan akan dibuang ke tempat
pembuangan sampah akhir RS.
D. Sampah B3 ditampung ditempat tersendiri dan dikelola oleh bagian kesling untuk
dibuang ke pihak tiga yang sudah bekerja sama.
LAPORAN HASIL DAN ARSIP
Laporan hasil laboratorium akan dibuat arsip dalam bentuk hardcopy dan softcopy.
Rekapitulisi hasil laporan juga dibuat dalam bentuk laporan bulanan.
PEMELIHARAAN DAB KALIBERASI ALAT
Pemeliharaan alat laboratorium dilakukan oleh penyedia alat dengan jadwal 1x
/bulan.Perawatan harian dan mingguan dilakukan oleh analis pekerja laboratorium.
Kaliberasi alat dikerjakan sesuai kebutuhan. Untuk alat hematologi dan fotometer
kaliberasi dilakukan bila kualitas kontrol tidak baik (tidak masuk dalam batas
kontrol / tidak terkontrol ) .

BAB V

LOGISTIK

Untuk keperluan logistik laboratorium diatur sesuai dengan peraturan dan proses
yang ditetapkan RS yaitu :

A . Permintaan barang non stok


Untuk alat / barang yang harga kurang dari 500 ribu rupiah :
1. Mengisi surat permintaan ( SP )
2. Permintaan harus disetujui oleh bagian logistik
3. Permintaan juga disetujui sub bagian keuangan serta diketahui oleh kasie
penunjang medis.
4. Formulir yang sudah disetujui diberikan kepada pengadaan.
Untuk alat / barang yang harga lebih dari 500 ribu rupiah :
1. Membuat kerangka acuan pengadaan barang.
2. Mengajukan memo kepada direktur dengan diketahui oleh kasie penunjang
medis.
3. Memo yang sudah disetujui direktur ditembuskan ke tim pengadaan

B. Permintaan barang rutin ( reagen / alkes )

1. Mengisi surat pemesanan.


2. Disetujui kepala unit ( tanda tangan )
3. Diserahkan bagian logistik farmasi

C.Pengambilan barang ke gudang logistik ( ATK atau BHP rumah tangga ).

1. Tulis barang yang diminta pada form permintaan.


2. Dibawa keruangan logistik dan diserahkan kepada unit logistik.
3. Barang yang telah ditulis akan disiapkan oleh petugas logistik.
4. Bila barang telah siap bisa dibawa ke laboratorium.

BAB VI

KESELAMATAN PASIEN

PENGERTIAN
Keselamatan pasien /patient safety adalah keadaan dimana pasien bebas dari
harm atau cidera , yang dapat meliputi penyakit . Cidera fisik , psikologis, sosial
penderitaan, cacat, kematian dan lainya yang seharusnya tidak terjadi.
Di laboratorium keselamatan pasien berarti semua standar prosedur operasional
yang sudah dibuat untuk kegiatan pelayanan laboratorium RS harus ditaati,tidak ada
kesalahan sampling / specimen ,tidak ada kesalahan analisa , tidak kesalahan
pencetakan hasil dan penyerahan hasil,serta tidak ada kesalahan ekspertisi hasil.
Melaporkan segera nilai kritis kepada dokter pengirim merupakan salah satu
tindakan untuk keselamatan pasien.
Keselamatan pasien di laboratorium , berarti juga semua fasilitas yang dipakai
adalah fasilitas yang aman untuk pasien . Dimulai dari standar bangunan , mebeler
peralatan pengambilan specimen , sampai alat-alat analiser yang dipilih adalah alat
yang menunjang mutu dan keselamatan pasien.
Keselamatan pasien di laboratorium juga meliputi pencegahan infeksi
nosokomial yang berhubungan dengan tindakan laboratorium dengan cara
mengikuti standar pengendalian infeksi mulai dari cuci tangan dan penggunaan alat
pengaman diri (APD).
TUJUAN
TUJUAN UMUM :

Memenuhi standar keselamatan pasien di laboratorium RSI Madinah.

TUJUAN KHUSUS :
1. Menurunkan angka kejadian tidak diharapkan di laboratorium RSI
Madinah.
2. Mengumpulkan , menganalisa , mengevaluasi data dan mengusulkan
jalan keluar pemecahan KNC , KTD , dan sentinal event yang terjadi yang
berhubungan dengan laboratorium.
3. Menganalisa resiko klinis dari suatu sistem yang diterapkan di
laboratorium.
TATA LAKSANA KESELAMATAN PASIEN
Tata laksana keselamatan pasien di laboratorium adalah sebagai berikut :
a. Mulai dengan membuat standar prosedur operasional (SPO).
b. Melakukan SPO disemua segi pelayanan laboratorium.
c. Mencatat dan menuliskan laporan kejadian bila terjadi kejadian yang tidak
diharapkan (KTD).
d. Kepala unit bersama pihak yang terkait melakukan penyelidikan terhadap
KTD , mencari jalan keluar bila perlu merubah sistem sehingga lebih baik dan
lebih aman untuk pasien, membuat tindak lanjut dan mensosialisasikan tindak
lanjut untuk dilakukan bersama dan mengevaluasi sistem yang baru tersebut.
e. Melakukan semuat standar pengendalian infeksi.
f. Peralatan yang bermutu dan aman bagi pasien.
g. Melaporkan indikator keselamatan pasien setiap bulan dalam rapat kerja
bulanan dengan Direksi yaitu :
Kejadian yang berhubungan dengan ketidakcocokan identitas pasien.
Kejadian yang berhubungan dengan komunikasi yang efektif.
Kejadian pasien jatuh.
Kejadian yang berhubungan dengan transfusi darah.
Kejadian yang berhubungan dengan standar pengendalian infeksi (cuci
tangan ).
BAB VII

KESELAMATAN KERJA

PENGERTIAN
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 43 tahun 2013. Bab
VIII menyatakan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) laboratorium
merupakan bagian dari pengelolaan laboratorium secara keseluruhan .
Laboratorium melakukan berbagai tindakan dan kegiatan terutama berhubungan
dengan spesimen yang berasal dari manusia maupun bukan manusia. Bagi petugas
laboratorium yang selalu kontak dengan specimen , maka berpotensi terinfeksi
kuman patogen , Potensi infeksi juga terjadi dari petugas ke petugas lainnya, atau
keluarganya dan ke masyarakat.Untuk mengurangi bahaya yang terjadi , perlu
adanya kebijakan yang ketat . Petugas harus memahami keamanan laboratorium ,
mempunyai sikap dan kemampuan untuk melakukan pengamanan sehubungan
dengan pekerjaannya sesuai SPO, serta mengontrol bahan / spesimen secara baik
menurut praktik laboratorium yang benar.
Undang-undang RI no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dimasukkan
untuk menjamin :
a. Setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam
melakukan kerja.
b. Agar pegawai dan setiap orang yang berada di tempat kerja selalu berada
dalam keadaan sehat dan selamat.
c. Agar faktor-faktor produksi dapat dipakai dan dijalankan secara efisien.

TUJUAN
Tujuan dari Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah supaya setiap
pekerja laboratorium aman dari kecelakaan akibat kerja , termasuk aman dari paparan
cairan tubuh yang infeksius dan zat zat kimia lainnya.

TATA LAKSANA
A. Gedung
i. Desain laboratorium harus memiliki sistem ventilasi yang memadai
dengan sirkulasi udara yang adekuat.
ii. Tempat penyimpanan reagen didesain untuk mengurangi resiko sampai
sekecil mungkin.
iii. Sistem pembuangan limbah yang aman.

B. Peralatan Laboratorium
Semua alat di laboratorium memiliki keamanan sedemikian rupa sehingga
pekerja tidak terpapar aliran listrik.
C. Alat Pengaman diri
Jenis alat pelindung yang digunakan petugas laboratorium meliputi sarung
tangan , baju kerja , masker , sepatu. Sarung tangan harus selalu dipakai pada
saat melakukan tindakan diperkirakan akan terjadi kontak dengan darah , cairan
tubuh dan benda yang terkontaminasi. Cuci tangan harus selalu dilakukan pada
saat sebelum memakai dan melepas sarung tangan , sarung tangan harus
berbeda untuk setiap pasien.
Baju kerja berupa gaun pelindung merupakan salah satu jenis pakaian
kerja wajib digunakan selama di laboratorium. Tujuan pemakaian gaun pelindung
untuk melindungi petugas dari kemungkinan genangan atau percikan darah atau
cairan tubuh yang lain yang dapat mencemari baju atau seragam. Baju kerja
segera diganti bila terkena kotoran , darah , atau cairan tubuh yang lain
D. Monitoring Kesehatan
Keadaan kesehatan petugas laboratorium harus memenuhi standar
kesehatan yang telah ditentukan di laboratorium. Untuk menjamin kesehatan
para petugas laboratorium dilakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Pemeriksaan foto torax bagi pegawai yang bekerja dengan bahan yang diduga
mengandung bakteri tuberkulosis.
2. Pemberian imunisasi.
3. Pemantauan kesehatan pegawai dilakukan setiap satu tahun sekali secara rutin.

Petunjuk Pencegahan Infeksi Untuk Petugas kesehatan


1. Mencegah penyebaran infeksi.
Melakukan dekontaminasi permukaan meja kerja dengan desifektan
yang sesuai setiap habis kerja.
Menempatkan sisa specimen dalam wadah yang tidak bocor.
2. Mencegah bahan infeksi tertelan atau terkena kulit serta mata selama bekerja.
Mencuci tangan dengan sabun/desinfektan sebelum dan sesudah kerja.
Menggunakan alat pelindung mata / muka jika terjadi resiko percikan
bahan infeksi saat bekerja.
3. Mencegah infeksi melalui tusukan
Bila terjadi luka tusukan maka setiap pekerja wajib melakukan
pemeriksaan tes panel hepatitis dan HIV.

BAB VIII

PENGENDALIAN MUTU

PRA ANALITIK
Pra analitik adalah suatu rangkaian kegiatan sebelum specimen siap di periksa.
Cakupan kegiatan pra analitik adalah persiapan pasien, penulisan permintaan
laboratorium, Identitas pasien, persiapan pengambilan spesimen, metode
pengambilan specimen, waktu pengambilan specimen, pemilihan tabung/wadah
specimen, preparasi spesimen ( sentrifuge ) sebelum di lakukan proses analitik.
Kegiatan-kegiatan pra analitik di atas sangat mempengaruhi hasil akhir suatu tes
laboratorium.
Pengendalian mutu pra analitik harus di mulai dari sejak persiapan pasien
sampai sentrifugasi spesimen. Hal-hal yang di ukur untuk melihat mutu pra analitik
adalah :

1. Apakah persiapan pasien sudah benar ?


2. Puasa ?
3. Apakah form permintaan berisi identitas pasien ?
4. Apakah permintaan tes sudah benar ?
5. Berapa tusukan yang di lakukan saat pengambilan darah ?
6. Apakah jumlah spesimen dan tabung/wadah spesimen sudah benar ?
7. Apakah sampel hemolitik ?
Analitik
Kegiatan analitik di mulai dengan memastikan
Reagent dan alat yang di pakai dalam kondisi baik sebelum pemeriksaan di
lakukan. Cara memastikan alat dan reagent dalam kondisi baik adalah dengan cara
melakukan kontrol kualitas dengan langkah sebagai berikut :
1. Nyalakan alat sesuai dengan standar prosedur operasional.
2. Lakukan pemeriksaan bahan kontrol
3. Cek hasil kontrol apakah sesuai dengan jarak nilai yang di tetapkan.
4. Bila telah sesuai, lihat grafik kontrok harian apakah sesuai dengan rule yang di
tetapkan, bila sesuai alat dan reagent siap untuk di pakai.
5. Bila hasil tidak sesuai dengan jarak nilai yang di tetapkan, cek bahan kontrol, cek
reagent, cek panjang gelombang pada alat, cek kuvet di alat, lampu dan perbaiki
semua hal yang ini bila ada masalah.
6. Lakukan kalibrasi, cocokan nilai kalibrasi.
7. Lakukan langkah 2-4.

Pasca Analitik
Kegiatan mutu paska analitik adalah kegiatan untuk memastikan hasil
laboratorium tertera dengan benar pada formulir hasil dan di terima oleh pasien
yang benar dalam waktu yang tepat. Kegiatan mutu paska analitik termasuk di
dalamnya adalah :
1. Validasi hasil pemeriksaan laboratorium.
2. Validasi pengetikan hasil laboratorium
3. Ekspertisi dokter.
4. Validasi penyerahan hasil laboratorium
Pemantapan Mutu Eksternal (PME)
Kegiatan mutu eksternal adalah kegiatan mutu yang
Dikerjakan dengan menjadi peserta program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal
(PNPME).PNPME di kerjakan satu kali dalam setahun dengan cara melakukan
pemeriksaan sampel yang di berikan oleh lembaga penyelenggara dan menerima hasil
kontrol tersebut dalam bentuk sertifikat.
BAB IX

PENUTUP

Demikian pedoman pelayanan ini dibuat supaya menjadi acuan dalam semua
kegiatan laboratorium.bila ada perubahan yang harus dilakukan untuk tujuan
keselamatan pasien dan peningkatan mutu,maka pedoman ini dapat dirubah mengikuti
standar yang ada dan harus dilakukan.