Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

SEHAT JIWA

Oleh:

HAIRUL ANAM 125070218113054


SILVIANI AMEILIA 125070218113060

JURUSAN KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2016
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Mata Kuliah : Community Mental Health Nursing


Pokok bahasan : Pentingnya kesehatan Jiwa Dalam Masyarakat
Sasaran : Warga desa Sumberbening
Tempat : Rumah Warga
Hari / tanggal : Rabu, 15 Juni 2016
Alokasi Waktu : 20 menit (10.00-10.20 WIB)
Penyuluh : Silviani Ameilia
Hairul Anam

A. Tujuan Instruksional
Tujuan Umum :
Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit, Warga dapat memahami tentang
konsep gangguan jiwa serta menyadari pentingnya menjaga kesehatan jiwa.
Tujuan Khusus :
Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit warga mampu :
1. Mengetahui pengertian gangguan jiwa
2. Mengetahui Penyebab gangguan jiwa
3. Mengetahui ciri orang gangguan jiwa
4. Mengetahui ciri orang sehat jiwa
5. Dapat melaksanakan cara mengelola perasaan orang gangguan jiwa

B.Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian gangguan jiwa
2. Penyebab gangguan jiwa
3. Ciri orang gangguan jiwa
4. Ciri orang sehat jiwa
5. Cara mengelola perasaan orang gangguan jiwa

C. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Pasien Metode Media
Pendahul 3 menit 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab Ceramah
uan 2. Memperkenalkan diri salam
3. Menjelaskan sub topik 2. Memperhati
yang akan dibahas kan dengan
4. Menjelaskan maksud, baik
3. Mendengar
tujuan, dan kontrak
kan dengan
waktu
seksama
Penyajian 12 1. Menjelaskan 1. Mendengar Ceramah leaflet
dan tanya
menit Pengertian gangguan dengan
jawab
jiwa seksama
2. Menjelaskan Penyebab 2. Memperhati
kan dengan
gangguan jiwa
3. Menjelaskan Ciri orang baik
3. Bertanya
gangguan jiwa
4. Menjelaskan Ciri orang
sehat jiwa
5. Menjelaskan Cara
mengelola perasaan
orang gangguan jiwa
Penutup 5 menit 1. Memberikan 1. Bertanya jika Ceramah leaflet,
kesempatan peserta ada yang dan tanya dan
didik untuk bertanya belum jawab lembar
2. Memberikan mengerti evaluasi
pertanyaan kepada 2. Menjawab
peserta didik pertanyaan
3. Menyimpulkan 3. Mendengar
kegiatan belajar dengan
4. Mengucapkan salam seksama
penutup 4. Menjawab
salam
penutup

D. Evaluasi :
1. Evaluasi Terstruktur
a. Meminta perizinan kepada kepala ketua kelompok mahasiswa
b. Meminta warga untuk mengikuti proses penyuluhan.
c. Penyuluh menyiapkan SAP, media pembelajaran berupa leaflet, dan lembar
evaluasi
2. Evaluasi Proses
Peserta terlihat antusias dan kooperatif serta proses penyuluhan berjalan lancar dan
dalam keadaan kondusif.
3. Evaluasi Hasil
Pelaksanaan Pre dan Post test terlaksana dengan baik. Peserta dapat menjawab
pertanyaan yang telah dibagikan oleh mahasiswa. Peserta mampu menguasai 90%
materi tentang konsep gangguan jiwa serta menyadari pentingnya menjaga
kesehatan jiwa yang disampaikan oleh mahasiswa.
E. Materi (Terlampir)

F. Daftar Pustaka
Stuart GW Sundeen. 1995.Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.
Keliat Budi Ana. 1999. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa, Edisi I. Jakarta: EGC.
Fitria, Nita. 2009. Prinsip Dasar Dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan untuk 7 Diagnosa
Keperawatan Jiwa Bagi Program S1 Keperawatan. Jakarta: Salemba
Medika
MATERI PENYULUHAN
(Pentingnya Kesehatan Jiwa)

1. Pengertian gangguan jiwa


Seperti pada penyakit Fisik / Jasmani, maka gangguan jiwa juga terdiri dari
berbagai macam, dengan penyebab dan pengobatan yang berbeda-beda pula.
Gangguan jiwa adalah kelainan perilaku yang disebabkan oleh rusaknya fungsi
jiwa (ingatan, pikiran, penilaian/persepsi, komunikasi, aktivitas, motivasi, belajar)
sehingga menyebabkan adanya hambatan dalam melakukan fungsi sosial
(interaksi/bergaul). Penyebab gangguan jiwa adalah ketidakmampuan seseorang
beradaptasi dengan masalah.
Gangguan jiwa : Gangguan Perasaan, Gangguan Pikiran, Gangguan Tingkah
laku.
Gangguan Jiwa dapat terjadi kapan saja; sepanjang siklus hidupnya.
Mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa, lanjut usia.
Pada Laki-laki maupun perempuan.

2. Penyebab Gangguan Jiwa


Faktor keturunan, kelainan otak baik sejak dalam kandungan, saat lahir
maupun akibat kecelakaan serta kelainan/sakit fisik yang mempengaruhi fungsi otak,
Kepribadian yang rapuh, Daya tahan kejiwaan yang rendah serta pola asuh yang tidak
baik, Lingkungan & situasi kehidupan sosial yang tidak pernah menenteramkan serta
adat istiadat dan kebiasaan yang tidak sehat. Orang yang beresiko/ rawan terkena
Gangguan jiwa:
a) Individu yang kehilangan anggota tubuh
b) Individu yang kehilangan/perpisahan dengan orang dicintai
c) Individu yang kehilangan pekerjaan, harta benda, tempat tinggal, sekolah
d) Keluarga dengan penyakit kronis : TBC, hipertensi, diabetes, penyakit jantung,
ginjal dan reumatik
e) Keluarga dengan ibu hamil atau ibu melahirkan

3. Ciri orang gangguan jiwa


Marah-marah tanpa sebab
Mengamuk
Mengurung diri
Tidak mengenali orang
Bicara kacau
Bicara/tertawa sendiri
Tidak mampu merawat diri
4. Ciri Orang yang Sehat Jiwa
Sehat Jiwa adalah Perilaku, Pikiran dan Perasaan sehat & Bahagia serta mampu
menghadapi tantangan hidup
1. Merasa Nyaman terhadap diri sendiri.
2. Merasa Nyaman berhubungan dengan orang lain.
3. Mampu memenuhi kebutuhan hidupnya serta keluarga/orang yang menjadi
tanggung jawabnya.

5. Cara Mengelola Perasaan & Bantuan untuk orang yang sudah terkena gangguan
jiwa.
Cara Mengelola Perasaan:
1. Kenali perasaan anda; seperti marah, takut, sedih, iri, cemas, senang dll pada
setiap situasi.
2. Coba untuk mengerti apa yang menyebabkan perasaan tersebut.
3. Perhatikan apa yang anda lakukan terhadap diri sendiri maupun orang lain ketika
timbul perasaan tidak enak tersebut.
4. Ketahuilah kemampuan anda & keterbatasan anda dalam menghadapi situasi
tersebut.
5. Kenalilah cara anda dalam mengatasi perasaan & masalah tersebut; apakah
berhasil atau tidak.
Tanyakan pada diri sendiri : Mengapa saya marah? Kepada siapa saya marah?
Apa yang biasa saya lakukan ketika marah? Apa saja yang dapat saya lakukan
untuk mengatasi rasa marah?
6. Pelajari cara baru yang dapat memuaskan & memenuhi kebutuhan, dalam
mengatasi perasaan tak enak tersebut, tanpa merugikan diri sendiri maupun
orang lain.
7. Rencanakan cara yang positif untuk mengatasi perasaan ini, selangkah demi
selangkah.
8. Lakukan rencana tersebut bila hasilnya tidak memuaskan, cari cara lain.

Bantuan untuk merekan yang sudah mengalami gangguan jiwa


1. Gangguan Jiwa dapat diatasi/diobati, bila diketahui sejak awal.
2. Perhatikan perasaan, cara berpikir dan bertingkah laku anggota keluarga. Bila
terjadi perubahan, segera telusuri apa penyebabnya, tanyakan apa yg dipikirkan
dan dirasakannya.
3. Apabila tidak dapat diatasi, segera minta bantuan Dokter atau petugas kesehatan
lainnya.
4. Adanya perasaan / pikiran yang mengganggu dapat membebani seseorang.
5. Beban tsb dapat berkurang, bila ada yang mendengarkan, berbagi rasa & cerita,
lalu membantu menyelesaikan sesuai dengan keadaan & kebutuhannya.
6. Perhatian & kepedulian keluarga & kerabat terdekat adalah bantuan yang
diperlukan untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa.

PRE dan POST TEST SEHAT JIWA

Nama :
Tanggal :

Jawablah pertanyaan di bawah ini !


1. Penyebab gangguan jiwa antara lain:
a) Faktor keturunan, daya tahan kejiwaan yang rendah serta pola asuh yang tidak
baik
b) Pola hidup yang baik bersama keluarga dan tetangga
2. Bagaimana ciri-ciri orang yang terkena gangguan jiwa?
a) Banyak teman, suka curhat, banyak ikut organisasi
b) Marah-marah, tanpa sebab, mengamuk, menyendiri, bicara sendiri
3. Orang yang beresiko terkena gangguan jiwa antara lain
a) Kehilangan anggota tubuh dan perpisahan
b) Suka bersosialisasi
4. Bagaimana cirri orang yang sehat jiwa itu.
a) Merasa nyaman terhadap diri sendiri, merasa nyaman, berhubungan dengan
orang lain
b) Marah tanpa sebab dan bicara sendiri
c) Melamun, menyendiri di rumah dan kamar
5. Bagaimana cara mengelola perasaan dan bantuan untuk orang yang sudah terkena
gangguan jiwa?
a) Kenali perasaan anda: seperti marah, takut, sedih, iri, cemas, senang dll pada
setiap situasi
b) Mengejek, membentak, mengucilkan orang terkena jiwa