Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN PEMILIHAN KEPALA DESA

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pemilihan kepala desa atau seringkali disebut pilkades adalah suatu
pemilihan kepala desa untuk mencari pemimpin terbaik yang nantinya
mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk mengendalikan pembangunan
desa selama 6 (enam) tahun masaja jabatan sebagai kepala desa yang
mengedepankan asas langsung, umum, bebas, dan rahasia oleh warga desa
setempat.
Penyelenggaraan pilkades merupakan sebuah pesta demokrasi bagi
masyarakat desa, karena masyarakat desa dapat berpartisipasi langsung
dengan memberikan suara untuk memilih calon Kepala Desa yang
bertanggung jawab dan dapat memajukan potensi desa tersebut.
Pemilihan kepala desa secara serentak ini merupakan proses suksesi/
pergantian kekuasaan karena ketentuan peraturan perundang-undangan,
dimana jabatan kepala desa diatur masa jabatannya dan ketika berakhir
masa jabatannya harus ada pergantian kekuasaan.
Penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak ini dilaksanakan oleh
panitia pemilihan kepala desa, para calon kepala desa yang akan dipilih dan
para pemilih, oleh karena ketiga unsur tersebut saling berkaitan, jika salah
satu unsur tersebut tidak ada maka penyelenggaraan pemilihan ini tidak
akan terlaksana sebagaimana yang diharapkan.
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas dan
Pemdes) Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) yang secara teknis menangani pemerintahan desa berperan
sebagai fasilitasi pelaksanaan pilkades untuk tingkat kabupaten.
2. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
b. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah
Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir Dengan Undang-
Undang Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah
c. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47
Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43
Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2014 Tentang Desa.
d. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 Tentang
Pemilihan Kepala Desa
e. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Organisasi Pemerintah
Desa
f. Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Pelaksanaan
Pemilihan Kepala Desa Serentak
g. Surat Keputusan Bupati Tapanuli Selatan Nomor 502/Kpts/2016 Tanggal
16 September 2016 Tentang Penetapan Desa-Desa Yang Akan
Melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Serentak Dalam Wilayah
Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2016
h. Surat Keputusan Bupati Tapanuli Selatan Nomor 586/Kpts/2016 Tanggal
23 November 2016 Tentang Perubahan Keputusan Bupati Tapanuli
Selatan Nomor 573/Kpts/2016 Tentang Penetapan Waktu Pelaksanaan
Pemungutan Suara Pada Pemilihan Kepala Desa Serentak Dalam
Wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2016
3. Tujuan dan Sasaran
a. Tujuan
Tujuan Pemilihan Kepala Desa adalah melaksanakan praktik demokrasi
untuk menghasilkan kepala desa terpilih yang berkualitas dan sesuai
harapan masyarakat demi terwujudnya tata kelola pemerintahan desa
yang efektif dan efisien menuju masyarakat yang maju, adil, makmur,
damai, dan sejahtera.
b. Sasaran
Sasaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa yaitu 107 desa pada 14
Kecamatan yang saat ini dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa.
B. PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa secara serentak se Kabupaten Tapanuli
Selatan Tahun 2016 tahapannya dimulai sejak bulan September dan
puncaknya adalah pemilihan/pencoblosan yang ditetapkan pada tanggal 13
Desember 2016.
2. Pembiayaan
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa tahun 2016 yang difasilitasi oleh Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tapanuli
Selatan diberikan anggaran sebesar Rp. 320.000.000,- yang digunakan
sebagai berikut :

C. HASIL KEGIATAN
1. Hasil Yang Dicapai
Dengan terlaksananya pemilihan kepala desa serentak se-Kabupaten
Tapanuli Selatan Tahun 2016 menghasilkan 107 orang Kepala Desa Terpilih
pada 107 desa yang berarti memenuhi target capaian sebesar 100% dari
target yang telah ditentukan sebelumnya.
2. Kendala Yang Dihadapi
a. Pemahamam Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa terhadap
peraturan pelaksaaan pemilihan kepala desa masih rendah sehingga
permasalahan yang seharusnya bisa diselesaikan di desa menjadi
berlarut-larut hingga sampai ke tingkat kabupaten
b. karena jabatan ini merupakan jabatan politis yang prosesnya melalui pemilihan,
maka tentu saja tidak luput dari adanya dukung- mendukung sehingga pasti terjadi
gesekan walaupun hanya sebatas adu argumen dalam menentukan pilihan
3. Tindak Lanjut Kegiatan
Dari hasil pelaksanaan pemilihan kepala desa yang telah menghasilkan 107
orang kepala desa terpilih maka sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini
adalah pelaksanaan pelantikan kepala desa terpilih.
D. PENUTUP
1. Kesimpulan
Secara keseluruhan pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak se-
Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2016 berlangsung dengan tertib
dan lancar walaupun dibeberapa desa ada timbul permasalahan tapi dapat
diselesaikan dengan baik.
2. Saran
Untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak berikutnya diharapkan
adanya waktu yang lebih luang untuk melakukan sosialisasi peraturan
perundang-undangan kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa agar lebih
memahami tugas-tugasnya

Padangsidimpuan, Januari 2017


Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
Desa
Kabupaten Tapanuli Selatan
MARA TINGGI, SAP, MM
NIP. 198004272002121003