Anda di halaman 1dari 4

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

( KEPERAWATAN GAWAT DARURAT )

Nama Mahasiswa : Kadar Muhammad Tanggal : 21-08 2003


NPM : C. 120 01 018 Tempat : IRD Obgin

1. Identitas Pasien :
Nama : Ny. A
Umur : 24 Tahun
Alamat : BTN. BTP. Blok. A. No. 40.
Jenis Kelamin : Perempuan
Suku : Bugis
Agama : Islam
Diagnosa MD : Abortus Komplit Infeksiosa Provakatus
Terapi :- IVFD : KA-EN 3B : RL Kecepatan 20 tts/mnt.
- Drip Neurobion 1 Ampul.
- Mediamer tab. 3 X 1

Tindakan : Menambah obat kedalam cairan intravena ( Neurobion )

2. Data :
DS :
Perdarahan pervagiva sejak 2 hari yang lalu, jumlah banyak bergumpal, dan jaringan
+ 100 cc, adanya haid sejak bulan Juni. Riwayat obat-obatan ( + ).
DO :
Tanda-Tanda Vital : TD ; 100 / 70 mmHg, P ; 20 X/mnt
N ; 80 Xmnt S ; 37,5o c
KU : Tampak lemah, pucat, Kunjungtiva animis, bibir kering, mata sedit cekung,

3. Diagnosa Keperawatan :
Gangguan mobilitas fisik b.d kelemahan fisik, anemis, intak nutrisi tidak adekuat.

4. Prinsip- Prinsip Tindakan dan Rasional :


a. Peralatan
- Siapkan obat dalam spuit
- Wadah cairan IV ( Kantung atau botol, dengan volume 500 atau
1000 ml. )
- Kapas Alkohol atau antiseptik
- Label yang akan dilekatkan ke kantung atau botol IV.
b. Langkah-Langkah :
1) Cuci Tangan
R/ Mengurangi transmisi mikroorganisme
2) Pastikan pesanan dari dokter
R/ Kondisi fisik klien secara keseluruhan menentukan jenis larutan, obat, dan
dosis.
3) Jelaskan prosedur pada klien
R/ Mengurangi ansietas klien
4) Periksa indentifikasi klien dengan membaca Identitas klien dan menanykan
namanya
R/ Memastikan bahwa klien ang benar mendapatkan obat yang diresepkan
untuknya.
5) Tambahkan obat kedalam wadah yang baru:
- Cari tempat penyuntikan obat pada kontong IV.
R/ Port penyuntikan obat merupakan seif-sealing untuk mencegahnya
mikroorganisme setelah penggunaan ulang.
- Usap port dengan swab alkohol atau antiseptik
R/ Mengurangi risiko masuknya mikroorganisme kedalam kantung selama
penusukan jarum.
- Dengan peralatan tusukan jarum spuit sampai menembus bagian
tengah port dan dorong plunger.
R/ Suntikan jarum kesebelah port dapat menghasilkan kebocoran dan
mengarah pada kontaminasi cairan.
- Tarik spuit dan campur larutan dengan memegang kantung cairan
dan membalikan kantung cairan dengan perlahan dari satu ujung ke ujung yang
lain.
R/ Memungkinkan obat tersebar merata di dalam kantung cairan
- Gantung kantung cairan dan periksa kecepatan infus
R/ Mencegang pengimpusan cairan yang cepat.
- Lengkapi label obat dan tempel label tersebut
R/ Label dapat dengan cepat terbaca olah perawat, Label ini akan
mewaspadakan perawat adanya obat di dalam kantung cairan.
- Cuci tangan
R/ Mengurangi trnsmisi mikroorganisme

5. Tujuan Tindakan tersebut dilakukan


a. Sebagai terapi suplemen bagi tubuh, dan menambah nafsu makan dengan
meningkatnya metabolisme tubuh.
b. Pasien yang memerlukan obat dengan reaksi cepat.
c. Mempercepat pemulihan kondisi / penyakit paisen dengan meminimalkan
risiko atau komplikasi yang mungkin terjadi.
6. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara
pencegahannya.
a. Bahaya-bahaya yang timbul
1) Infeksi nasokomial ( Masuknya organisme kedalam kantung selama
penusukan jarum )
2) Emboli akibat masuknya udara dalam kantung akibat penusukan
spuit.
3) Kebocoran cairan dan terjadi kontaminasi
b. Cara pencegahannya
1) Lakukan tindakan septik dan anti septik. Sebelum dan sesudah tindakan harus
cuci tangan untuk menghindari transmisi mikkroorganisme.
2) Awasi adanya reaksi efek samping pemberian obat ( alergi, syok ) dan awasi
tanda-tandi vital, kecepatan tetesan harus diawasi
3) Penusukan dilakukan dengan pelan-pelan untuk mencegah kebocoran.

7. Hasil yang didapat dan maknanya


8. Identifikasi tindakan keperawatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah /
diagnosa terebut ( mandiri dan kolaborasi )
9. Evaluasi diri
Dalam pelaksanaan tindakan sebagian sudah sesuai dengan prinsip-prinsip yang diuraikan
diatas.