Anda di halaman 1dari 1

Analisis Skeletal

Menganalisa hubungan antara maksila dan mandibula dengan kranium dan antara
masing- masing rahang
1. Hubungan maksila dengan kranium
Bila besarnya sudut SNA lebih besar dari 82, maka hal ini akan menggambarkan
posisi maksila lebih ke anterior menunjukkan prognatik, dan bila sudut SNA lebih
kecil dari 82 maka maksilla menunjukkan retrognatik.
Pada pasien 85
2. Hubungan mandibula terhadap kranium
Untuk menilai posisi mandibula protrusi dan retrusi terhadap basis kranium, maka
dapat terlihat dalam besarnya sudut SNB. Nilai sudut SNB rata-rata 80, bila sudut
SNB lebih kecil dari 80 maka nilai ini akan menunjukkan mandibula dalam posisi
retrognatik. Sudut SNB lebih besar 80 akan menunjukkan prognatik mandibula
Pada pasien 79
3. Hubungan maksila terhadap mandibula
Selisih dari SNA dengan SNB adalah sudut ANB, yang akan memberi informasi
tentang adanya discrepancy antreroposterior dari basis apikal maksila ke basis apikal
mandibula. Nila rata- rata sudut ANB 2.
Pada pasien 6 Skeletal kelas II
4. Sudut yang dibentuk oleh bidang mandibula
Bidang mandibula terbentuk dari garis Gonion- Gnation (Go-Gn). bidang ini
bersama dengan basis kranium anterior (S-N) membentuk sudut mandibula. Nilai
sudut rata- rata 32, nilai yang tinggi atau rendah akan menunjukkan pola
pertumbuhan yang kurang menyenangkan.
Pada pasien 32
Analisis Dental
Gigi yang terpilih dipakai sebagai sarana dalam menganalisis dental adalah gigi
insisif yang terletak paling anterior
1. Analisis posisi insisif maksila
Posisi insisif maksilla dapat digambarkan melalui hubungan anteroposterior
sumbu axial insisif maksila terhadap garis N-A yang dapat berupa sudut dan jarak.
Titik mahkota insisif sentral berada di depan bidang N-A rata-rata berjarak 4mm, dan
membentuk sudut antara axial insisif sentral dengan perpanjangan bidang N-A sebesar
rata-rata 22.
Pada pasien 28
2. Insisif mandibula terhadap dagu
Sumbu axial dari insisif mandibula dengan perpanjangan NB akan membentuk
sudut sebesar 25.
Pada pasien 45
3. Sudut interisial
Sudut interisial menunjukkan kecembungan atau protrusi gigi geligi anterior.
Terbentuk dari sumbu axial insisif maksila terhadap sumbu axial insisif mandibula.
Nilai rata-rata 130-132
Pada pasien 108.
4. Analisis estetik melalui analisa jaringan lunak
Wajah seimbang akan terlihat garis S akan menyentuh kontur dagu ke
pertengahan bentuk S pada batas bawah dari hidung
Wajah protrusi atau wajah tampak cembung, bila bibir terletak di depan garis S.
Wajah konkaf atau wajah cekung, bila bibir terletak di belakang garis S.
Pada pasien protrusif.