Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Saya
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah
tentang transfer printing (pencapan alih).

Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan
makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka
kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah
ini.

Akhir kata sayaberharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.

Tangerang, 17 desember 2015

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.1

DAFTAR ISI...2

BAB I...3

BAB II5

BAB III..14

DAFTAR PUSTAKA...15

2
BAB I
PENDAHULUAN

Pencapan pada kain tekstil mungkin lebih sesuai jika digambarkan sebagai suatu teknologi
seni pemindahan desain-desain pada kain tekstil. Hasil pencapan tidak lepas dari suatu
nilai-nilai seni, sedangkan teknologi yang diterapkan/diaplikasikan diharap dapat menjamin
mutu atau kualitas dari hasil seni tersebut untuk keperluan tersebut diperlukan selain selera
seni yang tajam, juga keahlian tentang teknologi pencapan yang memadai.
Penggunaan bahan tekstil baik sebagai bahan sandang maupun bahan industri berkembang
seiring dengan berkembangnya jaman. Dahulu, penggunaan bahan tekstil terbatas dalam
bentuk mentah (grey). Namun semakin lama kita membutuhkan bahan tekstil dengan
spesifikasi tertentu. Agar spesifikasi tersebut dapat dipenuhi, perlu dilakukan pengolahan
lebih lanjut terhadap bahan grey.
Salah satu pengolahan yang dilakukan terhadap bahan tekstil adalah penyempurnaan.
Penyempurnaan bahan tekstil dapat dilakukan pada bentuk serat, benang, maupun kain.
Penyempurnaan bahan tekstil meliputi proses :
Persiapan penyempurnaan, yaitu suatu proses penghilangan kotoran alamiah dan kotoran
lain, baik yang berada di dalam maupun di permukaan bahan, sehingga mempermudah
proses selanjutnya. Proses ini meliputi pembakaran bulu, penghilangan kanji, pemasakan,
dan pemantapan.
Pengelantangan, yaitu suatu proses penghilangan warna alam yang tidak dapat dihilangkan
saat proses persiapan penyempurnaan, baik dengan zat-zat yang bersifat oksidator maupun
reduktor.
Pencelupan, yaitu suatu proses pemberian warna pada bahan secara merata dan
permanent dengan menggunakan berbagai zat warna, sesuai dengan jenis seratnya.
Pencapan, yaitu suatu proses pemberian warna pada bahan secara setempat dan
permanent sehingga menghasilkan corak tertentu.
Penyempurnaan khusus, merupakan proses akhir dari keseluruhan proses di atas, sehingga
menghasilkan bahan tekstil yang mempunyai nilai guna, estetika, dan ekonomi yang lebih
tinggi.

LATAR BELAKANG
Serat tekstil sebagai bahan baku utama untuk literatur tekstil memegang peranan sangat
penting. Pemilihan zat warna yang sesuai dan pewarnaan akan memberikan nilai jual yang
lebih tinggi. Pencapan merupakan salah satu metode pewarnaan kain. Jika pencelupan
dilakukan dengan mewarnai kain secara merata, maka pencapan dilakukan dengan
mewarnai kain secara setempat, dengan menimbulkan corak tertentu. Pencelupan

3
menggunakan air sebagai media, sedang pencapan menggunakan pengental sebagai
medianya. Pada proses pencapan dapat digunakan beberapa golongan zat warna tanpa
saling mempengaruhi warna aslinya.
Konsumen akan sangat puas jika melihat hasil pencapan pada suatu kain/bahan terlihat
sempurna, tetapi sebaliknya, konsuman akan sangat kecewa jika hasilnya tidak sebagus
seperti apa yang dia harapkan.
Permasalahan permasalahan dalam pencapan sangat banyak dan kompleks, oleh sebab
itu saya akan menjabarkan permasalahan satu persatu disertai pemecahannya.

TUJUAN PENULISAN
Penulisan kajian ini merupakan upaya dalam memenuhi tugas mata kuliah Teknologi
Pencapan II (Teori) juga sebagai sarana dalam mengembangkan kemampuan akademik
mahasiswa. Kajian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembaca dimana uraian
uraian tersebut mampu memberikan tambahan pengetahuan dalam teknologi pencapan
tekstil.

RUANG LINGKUP PEMBAHASAN


Pembahasan ini berupa study kasus dengan mengambil pokok bahasan Pemindahan Motif
pada Screen Printing (Permasalahan dan Pemecahannya).

4
BAB. II
PEMBAHASAN
TRANSFER PRINTING
PENGERTIAN
Transfer Printing (Pencapan alih) merupakan suatu proses pencapan yang dikerjakan
secara bertahap. Pada mulanya pasta cap yang mengandung zat warna, pengental dan zat
pembantu dicapkan diatas kertas atau film plastik transparan kemudian motif warna tersebut
dipindahkan kebahan tekstil (kain).
Pencapan ini menggunakan media kertas transfer yang telah diberi motif. Proses
pemindahan motif ke kain dilakukan dengan menempelkan kertas transfer pada kain,
disertai dengan pemanasan dan tekanan.
Transfer printing adalah metode produksi massal menerapkan gambar ke melengkung atau
permukaan yang tidak rata. Hal ini paling sering digunakan untuk pencetakan pada porselen
dan tembikar permukaan keras lainnya.

SEJARAH PENCAPAN ALIH (TRANSFER PRINTING)


Transfer printing berkembang di Inggris pada 1750-an. Gambar pertama yang terukir pada
pelat tembaga, dan kemudian ditambahkan warna tinta yang berbeda sering dicampur
dengan minyak dan dipanaskan agar warna untuk menjalankan lebih dalam dengan ukiran.
Maka ditransfer ke kertas khusus dan diletakkan di atas keramik. Hal ini dikenal sebagai
kelelawar dan memberikan proses dengan nama alternatif: kelelawar pencetakan. Hal ini
kemudian diletakkan di atas keramik unglazed objek dalam keadaan setelah penembakan
pertama untuk mentransfer gambar ke objek, objek ini kemudian berkaca-kaca dan
menembak lagi untuk membuat gambar permanen. Melihat karena terdapat sejumlah besar
langkah-langkah yang harus diambil, mentransfer mencetak adalah yang paling mahal dan
waktu connsuming.
Sebelum penemuan transfer printing, foto hanya dapat ditempatkan pada benda keramik
dengan tangan-lukisan di enamel; dengan penemuan karena itu langkah besar dalam
produksi barang-barang keramik dekoratif untuk pasar massal. Hal ini diyakini bahwa itu
dikembangkan oleh John Sadler dan Guy Green. Namun perbaikan yang telah dilakukan
oleh umumnya Wedgwood dikreditkan untuk popularitas luas metode nikmati selama
seratus tahun berikutnya.

Ada 4 metode pengalihan zat warna dari kertas ke kain, yaitu :


1. Alih leleh (melt transfer)
Kertas yang telah dicap diletakkan di atas kain, selanjutnya dipanaskan menggunakan
seterika.

5
2. Sistem pelepasan film
Lapisan film mengandung zat warna dipindahkan ke kain dengan prinsip gaya adhesi.

3. Proses setengah basah


Zat warna yang larut air pada kertas dipindahkan pada kain yang mengandung medium
dengan kekentalan tertentu.

4. Pencapan alih uap


Metode ini banyak digunakan, pengalihan dilakukan pada suhu > 180 0C sehingga zat warna
pada kerta smenyublim dan masuk pada serat.

KOMPONEN KOMPONEN PENCAPAN ALIH


- Kertas Pencapan Alih
Telah disebutkan bahwa kertas merupakan perantara dalam perpindahan zat warna, maka
kerttas yang digunakan harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
Tahan terhadap perlakuan mekanik
Tahan terhadap suhu tinggi sampai 220 C selama waktu pengalihan
Terbuat dari selulosa putih
Tahan terhadap zat kimia
Bebas dari kotoran dan cacat
Permukaannya rata dan stabilitas dimensinya tinggi
Dapat melepaskan uap zat warna dengan baik
Daya tembus uap zat wana rendah
Untuk meningkatkan efisiensi pengalihan zat warna, kadang kadang pada kertas dilapisi
polimer alam seperti kanji, gom atau CMC. Pada umumnya kertas yang digunakan untuk
pencapan alih panas mempunyai kondisi sebagai berikut :
Berat 55-80 g/m
Tahan pecah 2,5-3,5 Kg/cm
Tahan sobek 100-120 g
Absorpsi 60 g air/m
Daya tembus udara 40 ml/detik
Panjang putus 4.000-6.000 m
Kadar abu 0-2 %

- Zat Warna
Zat warna yang digunakan untuk yang digunakan untuk pencapan alih adalah zat warna
dispersi yang berkonsentrasi tinggi, nudah tersublim pada suhu pengalihan, tidak
mengandung gugus pelarut dan zat pendispersi. Zat warna dispersi dengan berat molekul

6
rendah atau sekitar 250 400, lebih mudah meewarnai daripada dengan berat molekul lebih
tinggi. Pemilihan tingkat sublimasi zat warna dispersi yang digunakan untuk pencapan alih
panas disesuaikan denga jenis serat pada kain yang akan diwarnai. Suhu sublimasi zat
warna dispersi yang baik untuk proses pengalihan pada serat poliester adalah dibawah 200
C. Pemakain temperatur untuk pengalihan pada serat poliester pada mesin transfer
umumnya pada suhu 200-230 C selama 20-40 detik. Karenadifusi zat warna mengambil
tempat pada suhu diatas temperatur transisi gelas dandibawah temperatur leleh serat,
seperti untuk serat poliester pada suhu 170 C. Pemakain campuran zat warna harus lebih
selektif, khususnya dalam hal perbedaan dalam tekanan uap, afinitas dan kecepatan
menguap. Sebab hal ini akan menyebabkan terjadinya perbedaan warna pada penggunaan
temperatur yang berbeda. Berikut beberapa contoh zat warna dispersi yang digunakan
untuk proses pencapan alih panas, diperlihatkan pada tabel dibawah ini.
Sebagian besar zat warna dispersi yang digunakan untuk pencapan alih panas adalah
berdasarkan struktur monoazo dan amino antrakinon atau jenis lainnya seperti
nitrodifenilamin, diazo, cianovinil dan kuinolin dapat digunakan dengan cukup mudah
menguap pada proses alih panas. Berikut tabel. I. Beberapa contoh jenis zat warna dispersi
yang digunakan untuk pencapan alih panas untuk serat poliester.

- Pencapan Pada Kertas Alih


Teknik pencapan pada kertas alih (printing of transfer paper) dapat dilakukan dengan (4)
empat cara :

1). Teknik Pencapan Ukir


Pencapan ukir (gravure printing), prinsipnya sama dengan pencapan langsung dengan rol
atau silinder tembaga yang dilapisi krom yang diukir, kemudian diberi pasta cap dan
kelebihan pasta cap dihilangkan dengan pisau dokter. Pasta cap dipindahkan ke kertas
dengan bantuan rol perantara dan penekan. Pada cara ini mempunyai ketajaman motif baik,
kecepatan tinggi tapi biaya mahal. Apabila digunakan pelarut yang mudah menguap dapat
dilakukan produksi dengan kecepatan lebih dari 120 m/menit.

7
1. Kertas
2. Rol penekan
3. Rol ukir
4. Rol perantara
5. Pasta cap
6. Pisau doctor

2). Teknik Pencapan Fleksografi


Metodenya mirip dengan ukir menggunakan rol ukir, tapi desain dibentuk melalui karet atau
komposit yang dilapiskan pada rol. Kemudian pas cap dipindahkan melalui bantuan rol
perantara dan rol penekan. Pada teknik ini biayanya murah, motifnya kasar dan harus
dihindari penggunaan pelarut yang dapat merusak karet desain.

1. Kertas
2. Rol penekan
3. Rol motif
4. Rol perantara
5. Pasta cap

3). Teknik Pencapan Litografi


Teknik Pencapan ini tidak dapat kontinyu seperti ukir atau fleksografi. Teknik ini sering
disebut off set. Prinsipnya pasta cap berminyak hanya akan menempel pada bagian motif
yang suka minyak. Kemudian dipindahkan pada kertas melalui rol perantara dan rol
penekan. Tekni ini sesuai untuk pengalihan kebahan pakaian jadi atau karpet dengan jumlah
warnanya terbatas.

8
1. Kertas
2. Rol penekan
3. Rol motif
4. Rol perantara
5. Pasta cap

4). Teknik Pencapan Kasa


Teknik pencapan ini dapat dilakukan dengan kasa datar (flat screen) maupun kasa putar
(rotary) seperti yang biasa digunakan untuk pencapan pada kain. Keuntungannya biaya
pembuatan desain cepat dan murah, tapi mutu desain yang dihasilkan lebih rendah dan
teknik yang lain. Keuntungan lain teknik ini dapat diproduksi secara kontinyu dengan kasa
rotary. Pemindahan pasta cap kekertas dilakukan oleh rakel melalui kasa yang bermotif.

1. Kasa putar
2. Kertas
3. Blanket
4. Rol penahan
5. Pasta cap
6. Rakel
Teknik Pencapan Alih :
1. Teknik tekan datar
Merupakan alat pencapan alih paling sederhana digunakan untuk pencapan pakaian jadi,
rajut atau kaos kaki.

9
1. Pelat datar
2. Konveyor
3. Pelat penekan
4. Kain masuk
5. Kain Keluar

Posisi kain di atas kertas cap yang berada di atas konvenyer. Temperatur pelat panas 180
200oC dengan waktu pengalihan 15 60 detik. Alat ini tidak kontinyu, panas diperoleh dari
oli panas, listrik dan uap panas.

2. Kalender kontinyu
Kertas alih dan kain disatukan ujungnya dilewatkan pada silinder panas ditekankan dengan
selimut atau blangket tak berujung. Kecepatan mesin 1.300 meter/jam.

1. Blanket
2. Kain
3. dan 7 Kertas pelapis
4. Kertas alih
5. Kertas alih bekas
6. Kain yang telah dicap
3. Pengalihan vakum
ujung kain dan kertas disatukan dilewatkan pada silinder panas pada keadaan vakum.
Sumber panas yang digunakan adalah pemanas infrared. Alat pengalihan vakum dapat
meningkatkan kecepatan pengalihan sampai 200 m/jam.

10
1. Kain
2. Kertas alih
3. Blanket
4. Vacum
5. Kertas bekas
6. Kain telah dicap
7. Penutup

Bahan Tekstil
Bahan tekstil (kain) yang dapat digunakan untuk pencapan dengan cara alih panas adalah
yang dapat berafinitas dengan zat warna dispersi. Serat-serat tersebut adalah serat serat
sintetik antara lain nylon 6 dan nylon 66, poliester, di dan tri asetat dan poliakrilat, termasuk
serat ini dalam campurannya dengan serat alam. Tapi sebagian besar pencapan alih panas
dilakukan terhadap kain poliester, karena dengan zat warna dispersi hasilnya mempunyai
ketahanan cuci dan sinar yang baik. Bahan tekstil yang akan diwarnai harus sudah
dilakukan pengerjaan awal seperti penghilangan kanji dan pemasakan. Selain itu harus
tahan suhu tinggi, tahan zat kimia yang digunakan dalam pencapan alih, bebas kotoran,
permukaan rata dan dimensinya stabil. Oleh karena itu perlu dilakukan pemantapan panas
(heat setting) sebelum diproses pengalihan dengan suhu yang lebih tinggi dan suhu
pengalihan.

PERMASALAHAN & PEMECAHANNYA


Pencapan alih panas biasa dilakukan terhadap serat serat sintetik seperti polyester, nilon
akrilat dan asetat. Sedangkan zat warna yang digunakan adalah zat warna dispersi. Prinsip
pemindahan warna gambar seperti proses termosol pada serat polyester dengan zat warna
dispersi. Dengan bantuan energi panas zat warna pada kertas akan menyublim pada
temperatur tinggi dan serat poliester pori-porinya lebih terbuka dan uap zat warna akan
pindah atau mewarnai serat poliester. Teknik ini dikenal dengan sebutan pencapan alih fasa
uap (vapour phase transfer) atau proses pengalihan sublimasi (sublimation transfer proses).

11
Metode pencapan alih panas pada serat sintetik umumnya dilakukan dan dikenal dengan
metode pencapan alih panas kering (dry heat transfer printing). Pencapan alih panas kering
merupakan proses pencapan bahan tekstil yang menggunakan perantara berupa kertas
yang telah dicap dengan zat warna dispersi yang dapat menyublim pada suhu tinggi (lebih
kurang dari 180 C), dengan pengontrolan suhu, waktu kontak dan tekanan. Kelebihan dari
cara ini adalah tidak perlu dilakukan pencucian dan penyabunan.
Permasalahan permasalahan yang terjadi dalam Pemindahan Motif pada Screen Printing
diantaranya :

No Permasalahan Pemecahan

Teliti dalam memilih kode warna, merk tinta,


Perbadaan warna hasil produksi pencampuran warna (untuk pencampuran
1 dengan sample warna) dan tanggal kadaluarsa.

Pilih tinta yang berkualitas, teliti dalam


komposisi antara (bahan dasar, pewarna &
Luntur/Warna berubah (Hasil pelarut yang digunakan), perhatikan suhu &
cetakan hilang waktu pengeringan dan sesuaikan jenis bahan
2 sebagian/seluruhnya) dengan tinta yang digunakan.

Pilih tinta yang berkualitas, teliti dalam


komposisi antara (bahan dasar, pewarna &
pelarut yang digunakan), perhatikan suhu &
Rontok (Hasil cetakan copot/rontok waktu pengeringan dan sesuaikan jenis bahan
3 adri kain/bahan) dengan tinta yang digunakan.

Atur dengan teliti dalam :


1. Pembuatan/Pengaturan penempatan screen
2. Pembuatan Film
4 Salah Posisi 3. Penempatan gambar pada patron/marka.

Atur dengan teliti dalam :


1. Pembuatan screen
2. Penempatan posisi screen pada meja yang
kurang tepat sampai proses pencapan selesai
3. Knok (Pembatas posisi/pergerakan screen)
4. Penarikan rakel diatas screen
5 Mis Register 5. Pengangkatan screen diatas cetakan.

6 Screen Mampet Yang perlu di perhatikan :


1. Ukuran mesh screen dengan jenis tinta yang
digunakan harus sesuai

12
2. Pemilihan tinta, jangan terlalu cepat kering
(Kualitas tinta ataupun penggunaan
pengencer)
3. Pemilihan film (Film garis yang terlalu tipis).

Lihat tanggal kadaluarsa tinta, ilmu


pengetahuan (Sifat sifat zat warna yang
7 Kerusakan CaCr (Kalium kromat) digunakan, dll) dan komposisinya.

Agar screen tegang kembali sapu screen


dengan Lak Merah dan disapu bawah screen
dengan cairan M3 dengan kapas/kain serta
8 Screen Tidak Tegang alas pencapan seharusnya lurus dan keras.

Diluruskan dan sebaiknya memakai rakel yang


9 Rakel Tidak Lurus Lagi terbuat dari logam.

10 Zat Peka Cahaya Terlalu Tebal Harus rata dan diameternya tipis.

Screen Kotor (Pelepasan Motif Pada Sapu screen dengan cairan M3 dengan
11 Screen Tidak Bersih) perantara kapas/kain.

Harus rata, tangan harus lentur/tidak kaku dan


12 Sapuan Tidak Rata larutan zat warna tidak terlalau banya.

Harus hati hati ketika screen diangkat dan


sebaiknya ada tegangan untuk menahan
Pengangkatan Screen Diatas kain/bahan yang telah dicap agar tidak
13 Cetakan terangkat keatas.

Suhu Dan Waktu (Pada Proses Suhu dan waktu harus sesuai dengan
Pengeringan Screen Yang Sudah prosedur, ini akan mengurangi munculnya
14 Dilapisi Zat Peka Cahaya, dll) permasalahan.

15 Screen Tidak Kering/Basah Harus kering, sebaiknya pakai Hair Dryer.

BAB. III
PENUTUP

KESIMPULAN

13
Transfer Printing (Pencapan alih) merupakan suatu proses pencapan yang dikerjakan
secara bertahap. Pada mulanya pasta cap yang mengandung zat warna, pengental dan zat
pembantu dicapkan diatas kertas atau film plastik transparan kemudian motif warna tersebut
dipindahkan kebahan tekstil (kain).
Pencapan alih biasa dilakukan terhadap serat serat sintetik seperti polyester, nilon akrilat
dan asetat. Sedangkan zat warna yang digunakan adalah zat warna dispersi.
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam proses pencapan teknik transfer
printing ini, agar tidak menimbulkan berbagai macam masalah yang akan mengurangi hasil
produksi dan nilai ekonomi serta nilai kepercayaan dari konsumen. diantaranya : Kertas, zat
warna, teknik pencapan, bahan tekstil yang dipakai dan ketika proses produksi berlangsung.

SARAN
Untuk melakukan Pencapan teknik transfer printing, ikutilah prosedur yang ada dengan baik
dan seksama serta pahami sifat masing-masing zat dan alat alat berkualitas yang dipakai
dalam proses pencapan dengan teknik tersebut yang bertujuan untuk mengantisipasi jika
ada kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan praktikum. Tapi jangan pernah berputus asa
jika menghadapi kegagalan, karna kegagalan akan memberikan kita pengalaman, dan
pengalaman adalah guru yang sangat langka dan berharga. Jangan pernah takut untuk
melakukan eksperimen-eksperiman dalam dunia pertekstilan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Arifin Praja. Blog SMK MADIUN. Madiun

14
2. Clarke. W., An Introduction to Tekstil Printing, Butterworth & Co, Ltd, London, 1974
3. Diserens Louis, Chemical Technology of Dyeing and Printing, Volume II, Reinhold
Publishing Corporation, New York, USA, 1951.
4. Puwanti. Dkk. Pedoman Praktikum Pencapan dan Penyempurnaan. Institute
Teknologi Tekstil, Bandung, 1978.
5. Rasjid Djufri. dkk. Teknologi Pengelantangan, Pencelupan dan Pencapan. Institute
Teknologi Tekstil, Bandung, 1973.
6. Shenai, V. A. Technology of Printing, Sevak Publications. Bombay, 1990.
7. http://slidegur.com/doc/303063/pencapan-alih---teknik-penyempurnaan-tekstil
8. https://evgust.wordpress.com/2011/02/23/masalah-solusi-proses-penyablonan/
9. http://kursusjahityogya.blogspot.co.id/2015/03/peas.html

15