Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH MPKT B

TANGGUNG JAWAB KITA SEBAGAI MANAJER ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA
Disusun oleh:
Aulia Chaerisa Saleh (1606890334)
Giovanni (1606900644)
Gladdays Naurah (1606878373)
Habibah Hafshah (1606890321)
Raden Alma Marlia Pradani (1606833526)
Raissa Ardelia Ahimsa (1606885574)

Pembimbing:
drg. Eric Idrus, Ph.D.

1
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI . ..................2

BAB I PENDAHULUAN ...............................3


1.1 Latar Belakang ..................................3
1.2 Rumusan Masalah..................3

BAB II LINGKUP SUB POKOK BAHASAN ..........4


2.1 Kita Sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri.4
2.2 Kita Sebagai Manajer Kesehatan Lingkungan...4
2.3 Kita Sebagai Manajer Alam Sekitar..5
2.4 Kita Sebagai Manajer Alam Global...6
2.5 Kita Sebagai Manajer Pembangunan.7
2.6 Kita Sebagai Manajer Dalam Penanggulangan Bencana.12

BAB III KETERKAITAN DENGAN WACANA ...............16


3.1 Wacana CL 2 .............16
3.2 Kertekaitan dengan LSPB 1.18
3.3 Kertekaitan dengan LSPB 2.18
3.4 Kertekaitan dengan LSPB 3.19
3.5 Kertekaitan dengan LSPB 4.21
3.6 Kertekaitan dengan LSPB 5.21
3.7 Kertekaitan dengan LSPB 6.21

BAB IV PENUTUP...22
4.1 Kesimpulan..22

DAFTAR PUSTAKA ...23

2
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, manusia diberikan akal pikiran
dan kekuasaan untuk menempati bumi ini. Dengan akal pikiran manusia diharapkan mampu
untuk menjaga dan melestarikan bumi. Dengan kata lain manusia mempunyai tanggung
jawab sebagai manajer alam. Dalam menjalankan perannya, manusia memanfaatkan alam
sekitar dan saling bekerja sama antarmanusia.
Pada kenyataannya kita belum menjalankan peran kita dengan baik, khususnya di
Indonesia, alam kita semakin lama semakin rusak. Keegoisan manusia dan ketidakpedulian
terhadap lingkungan dapat mengakibatkan hancurnya alam tempat tinggal kita. Maraknya
bencana banjir, hutan tandus dan lain sebagainya adalah sebagian kecil akibat dari ulah
manusia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana tanggung jawab kita sebagai manajer alam?
2. Bagaimana kita mencari solusi dari kerusakan yang kita timbulkan sebagai manajer
alam?

BAB II LINGKUP SUB POKOK BAHASAN

2.1 Kita Sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri


2.1.1 Hidup Sehat

3
Tubuh sehat dan ideal dari segi kesehatan meliputi aspek fisik, mental dan sosial
serta tidak hanya terbebas dari penyakit (Definisi Sehat WHO Tahun 1950. Semua aspek
tersebut mempengaruhi performance setiap individu dalam melaksanakan aktivitasnya
sehari-hari. Oleh sebab itu, pendidikan kesehatan penting untuk setiap individu.
Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh kepada perilaku serta dapat mempengaruhi
peningkatan indikator kesehatan masyarakat. Perilaku hidup sehat dapat diterapkan
anatara lain dengan mengatur pola makan, memakan makanan dengan gizi seimbang
serta olahraga teratur. Apabila seseorang menjaga dan merawat tubuhnya dengan baik,
maka orang tersebut akan sehat jasmani dan rohaninya serta terhindar dari berbagai
gangguan fisik maupun non-fisik.

2.1.2 Makanan Sehat


Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan mengatur serta menjaga
pola makan. Makanan yang dimakan sehari-hari harus memenuhi kebutuhan gizi
seseorang agar dapat menunjang kesehatannya. Makanan yang memiliki gizi seimbang
dapat diatur menggunakan pedoman piramida makanan. Selain itu, kita dapat pula
menerapkan diet sehat agar terhindar serta mengurangi resiko dari berbagai penyakit
seperti, diabetes, asam urat bahkan kanker. Oleh sebab itu, diperlukan perencanaan yang
baik untuk mengatur menu makanan sehari-hari agar tidak terjadi kekurangan atau
kelebihan gizi.

2.2 Kita Sebagai Manajer Kesehatan Lingkungan


2.2.1 Lingkungan Sehat
Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan ialah sebuah
kondisi lingkungan yang bisa menopang keseimbangan ekologi yang harus ada diantara
manusia dan juga lingkungan supaya bisa menjamin keadaan sehat dari setiap manusia.

Sedangkan menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesi),


kesehatan lingkungan ialah sebuah kondisi lingkungan yang bisa unutk menopang
keseimbangan ekologi yang dinamis diantara manusia dan juga lingkungannya agar
mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan juga bahagia.

4
2.2.3 Cara Mewujudkan Lingkungan Sehat yang Bebas Penyakit
Bahaya penyakit menular maupun tidak menular bisa menyebar dalam lingkungan
manusia sehari-hari. Untuk itu, lingkungan harus tetap terjaga bersih dan sehat agar bebas
dari penyakit. Banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk menciptakan lingkungan
sehat salah satunya dengan upaya sanitasi.
Sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik
di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Sanitasi memiliki enam aktivitas
inti yaitu manajemen kualitas air, monitoring suplai air dan sanitasi, pengawasan dan
pencegahankolera, air dan sanitasi pada keadaan berbeda, manajemen sumber air,
dan beberapa aktivitas lain. Kurangnya sarana sanitasi yang memadai dapat
meningkatkan resiko penyakit seperti diare, kolera, disetri, hepatitis A dan tifoid.
Selain itu, kita juga harus memperhatikan pembuangan limbah di sekitar kita. Ada
dua macam limbah yaitu limbah padat dan limbah cair. Salah satu limbah yang sangat
berbahaya adalah limbah plastik. Plastik ada limbah yang sulit terurai dan apabila dibakar
akan menimbulkan gas rumah kaca.
Metode pembuangan sampah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-
hari adalah metode open dumping yaitu metode penimbunan terbuka dan sering disebut
metode kuno. Pada tahap ini sampah dikumpulkan dan ditimbun bagitu saja dalam lubang
yang dibuat pada suatu lahan, bisanya di TPA. Metode ini dapat menimbulkan polusi
udara sehingga sekarang sedang dikembangkan sanitary landfill yaitu metode
pembuangan sampah dengan membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang
cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah sehingga
dapat mengurangi polusi udara.

2.3 Kita Sebagai Manajer Alam Sekitar


2.3.1 Sumber Air Bersih

Air merupakan hal yang cukup esensial dalam keberlangsungan hidup kita. Bumi
kita mengandung 70% air namun, hanya sedikit air yang dapat kita manfaatkan karena
kebanyakan air di bumi harus diolah untuk menjadi air bersih. Fungsi air bagi manusia
terbagi menjadi dua, air sebagai cairan tubuh manusisa dan air sebagai kebutuhan hidup
sehari-hari. Sebagai cairan tubuh manusia, air berperan dalam sistem pernafasan,
pengatur temperatur tubuh, melancarkan peredaran darah, membuang racun dan sisa

5
makanan dalam tubuh, serta menjadi pelarut nutrien. Sedangkan untuk keperluan manusia
sehari-hari, air juga berfungsi sebagai media rekreasi, industri dan jasa, pertanian, dan
transportasi.

2.3.2 Pengelolaan Sampah

Sampah merupakan sebuah benda yang sudah kehilangan manfaatnya bagi


pemiliknya. Membuang sampah sembarangan dapat berakibat buruk bagi lingkungan
tetapi, masih banyak orang yang tidak mempedulikan hal itu. Hal ini terlihat dari
keberadaan open dumping dimana-mana. Untuk mengurangi kerusakan yang
ditimbulkan, ada beberapa upaya yang dilakukan sebagai pengelolahan sampah. Salah
satu pengelolahan sampah yang populer yaitu 3R, reduce, reuse, recycle. Namun, upaya
3R hanya berlaku untuk sampah anorganik, sedangkan untuk sampah anorganik diberikan
upaya sanitary landfill. Sayangnya di Indonesia pengelolahan sampah belum menjadi
fokus utama dan sering diabaikan.

2.4 Kita Sebagai Manajer Alam Global


2.4.1 Pertumbuhan Populasi Manusia

Pertambahan penduduk menjadi masalah tersendiri dan memiliki dampak bagi dunia.
Pertambahan penduduk bumi menjadi dasar dari permasalahan polusi. Hal ini dikarenakan
sebagian besar polutan terbentuk akibat perbuatan manusia. Awalnya, hal ini dimulai dari
terjadinya revolusi industri yang sampai sekarang masih terus berkembang seiring
pertambahan penduduk bumi. Selain itu, polusi terjadi juga akibat penggunaan sumber daya
alam yang meningkat sehingga terjadi ketimpangan antara jumlah penduduk bumi dengan
sumber daya alam yang tersedia. Hal ini berdampak pada rusaknya kelestarian lingkungan di
bumi.

2.4.2 Kesehatan Lingkungan, Polusi dan Toksikologi

Polusi adalah perubahan lingkungan yang disebabkan oleh polutan. Polutan dapat masuk
lewat tiga sumber, yaitu titik, area, dan sumber bergerak. Polutan dibagi jadi berbagai
kategori, diantaranya ada logam berat. Logam berat merupakan salah satu material dengan
toksisitas tinggi. Jenis logam berat antara lain merkuri, timah, dan thalium. Jalur masuknya

6
merkuri dikenal dengan biomagnifikasi atau akumulasi konsentrasi substansi dalam jaringan
tubuh. Jalur merkuri juga banyak dijumpai dalam rantai makanan.

Merkuri pernah menyebabkan penyakit minamata (penyakit aneh) di jepang pada


pertengahan abad ke 20. Awalnya ditemukan pada hewan seperti kucing, burung, dan juga
pada keluarga nelayan. Sebuah pabrik vinyl chlorida di pesisir menggunakan merkuri dlm
bentuk anorganik dan meningkatkan absorpsi merkuri menjadi 100 kali lebih tinggi daripada
jaringan ikan.

Timah merupakan logam yang sering ditemui pada lingkungan perkotaan. Diduga
penyebab keruntuhan kekaisaran romawi. Timah mempengaruhi hampir seluruh sistem
tubuh dan dapat menyebabkan ADD,kenakalan, dan perilaku agresif pada anak-anak.

Polutan ada beberapa jenis yaitu senyawa organik, polusi thermal, partikel, dan polusi
bising. Pada senyawa organik, digunakan pada proses industrial, pest control, additives
makanan, obat obatan. Didalam senyawa organik, ada zat aktif yang secara hormonal yang
merupakan polutan organik persisten. Pada zat aktif yang secara hormonal meliputi banyak
sekali zat kimiawi

Polusi Thermal berkaitan dengan peningkatan suhu air sungai, danau, ataupun laut dan
juga di udara. Solusinya, dengan membuat menara pendingin dan danau penampungan.

Partikel yang dimaksud adalah partikel debu (ashes) yang dilepas ke dalam atmosfer.
Pencemaran akibat partikel ini merupakan pencemaran udara yang berasal dari alam.

Polusi Bising, yaitu pencemaran yang diakibatkan oleh suara dan mengganggu mahluk
hidup dan lingkungan sekitarnya. Akibat dari polusi bising ini ialah perubahan tekanan darah
sampai kehilangan pendengaran. Contohnya adalah suara dari pesawat jet.

2.5 Kita Sebagai Manajer Pembangunan


2.5.1 E-health
E-Health menurut WHO adalah menggunakan informasi dan teknologi
komunikasi (TIK) untuk alasan kesehatan seperti merawat pasien, membuat
penelitian, mendidik murid, memantau penyakit, dan memonitori keadaan kesehatan
umum. Sedangkan, menurut pemerintah, e-Health adalah pemanfaatan TIK di sektor

7
kesehatan terutama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Definisi ini didasarkan
atas fakta bahwa e-Health mencakup secara komprehensif segala urusan pemerintah
yang terkait dengan pelayanan kesehatan: pelayanan pasien, penelitian dan pendidikan
bidang kesehatan, pengendalian penyakit serta pemantauan kesehatan masyarakat secara
umum.

2.5.2 Material Baru dan Terbarukan


Material diklasifikasikan menjadi 3 yaitu logam, keramik, dan polimer.
Logam dibagi menjadi 2 menurut terkandunganya besi atau tidak yaitu Ferrus dan Non
Ferrus. Ferrus dibagi lagi menjadi 2 yaitu baja dan besi tuang. Baja ada yang
mengandung karbon tinggi,rendah, dan juga rendah. Dan untuk besi tuang
mempunyai beberapa jenis yaitu Jenis Besi Tuang putih, kelabu,tempa,nodular.
Keramik dapat diklasifikasi menjadi Glasses, Clay Products, Refroctorie, Abrasive,
Cements, Advance Ceramics. Dan metode pembuatan keramik yaitu Glass Forming,
Particulate Forming, Cementations. Polimer dibagi menjadi 2 yaitu kondensasi dan adisi.
Polimer kondensasi memiliki karakteristik Ganda dan Memiliki gugus fungsional.
Contoh polimer kondensasi adalah Polyamides, Polyesters, Phenol formaldehyde,
Cellulose, Silicones, Polyurethanes. Dan dapat diaplikasikan untuk Fibers, recording
tape, paints, fiberglass boat resinvarnishes, photographic film, temperature-resistant,
fluids, rubbers, foams. Polimer Adisi dalam proses pembuatannya mempunyai tahap
Inisiasi, Propagation, dan Cementations. Contoh polimer adisi adalah Polyethylene,
Polypropylene, Polystyrene (PVC), Teflon, Polyacrylonitrile. Contoh aplikasi polimer
adisi adalah kantong, insulator kabel, botol, styrofoam, kulit sintetis, pipa, plumbing tape,
pengganti kaca, cat, pelapis tekstil, karet . Material mutakhir adalah jenis-jenis material
yang dirancang khusus untuk aplikasi-aplikasi teknologi tinggi (high-tech) yang
memerlukan material dengan sifat-sifat yang spesifik. Beberapa contoh untuk jenis
material mutakhir adalah sebagai berikut ini:
Logam : Shape memory alloys ,Biomaterials, dan Amorphous metal
(metallic glass).
Keramik :Mesoporous materials, Solar cell, Geopolymers, dan
Biomaterials.
Polimer : Biodegradable polymer, Biomaterials.

8
Komposit : Clay composite.

2.5.3 Infrastruktur Berkelanjutan


Infrastruktur berkelanjutan merupakan sebuah konsep dari pembangunan
infrastruktur dengan memperhatikan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan
infrastruktur pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Dengan demikian dalam
pembangunan infrastruktur berkelanjutan perlu memperhatikan dan mengintegrasikan
tiga aspek keberlanjutan meliputi keberlanjutan ekonomi, lingkungan dan sumber daya.
Melalui keberlanjutan ekonomi diharapkan kegiatan ekonomi dapat terus berjalan dan
berkembang untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia,meningkatkan kesejahteraan,
mengurangi kemiskinan, mengurangi jumlah pengangguran serta meningkatkan kualitas
sumber daya manusia baik dari aspek pendidikan maupun kesehatan. Konsep lingkungan
berkelanjutan perlu diintegrasikan dalam pembanguna n infrastruktur agar tidak
mengakibatkan kerusakan lingkungan baik dalam skala lokal maupun global. Dalam
skala lokal artinya aktivitas yang dilakukan tidak menghasilkan polusi atau limbah yang
dapat mengganggu atau merusak keseimbangan ekosistem, baik komponen biotik
(tumbuhan dan hewan) maupun komponen abiotik (tanah, air dan udara).

Dalam skala global, pembangunan infrastruktur tidak menimbulkan dampak atau


eksternalitas negatif terhadap keseimbangan alam secara global yang mengakibatkan
terjadinya pemanasan global atau perubahan iklim. Konsep keberlanjutan dalam sumber
daya perlu diupayakan mengingat pembangunan infrastruktur sebagian besar
menggunakan energi yang berasal dari perut bumi yang bersifat unrenewable atau tidak
terbarukan baik untuk transportasi, industri, pembangkit listrik dan fasilitas lainnya.
Selain itu dengan pertumbuhan penduduk yang terus bertambah serta banyaknya alih
fungsi lahan dari lahan terbuka hijau menjadi lahan tertutup, baik untuk permukiman
maupun industri, akan terus mengurangi ketersediaan sumber daya terutama air dan
pangan dimasa yang akan datang. Pembangunan infrastruktur khususnya infrastruktur
transportasi di Indonesia dihadapkan kepada tiga permasalahan utama yaitu pertumbuhan
penduduk, keterbatasan sumber daya dan alokasi anggaran infrastruktur yang masih
rendah. Berdasarkan laporan Bank Pembangunan Dunia 2010, laju pertumbuhan
penduduk di Indonesia sebesar 1,3% dengan kepadatan penduduk 126 jiwa per km2,

9
sedangkan laju pertumbuhan infrastruktur hanya sebesar 0,01%. Bila dilihat dari tingkat
daya saing infrastruktur, negara Indonesia menduduki peringkat terendah di dunia dan
terburuk di asia, berada di bawah negara Malaysia, Thailand, Filipina dan Vietnam. Salah
satu komponen rendahnya daya saing infrastruktur yaitu buruknya kualitas infrastruktur
transportasi. Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah, 2002,
persentase infrastruktur jalan di Indonesia dengan kondisi rusak berat lebih tinggi (28,1
%) dibandingkan kondisi jalan yang baik (20%).

Kondisi infrastruktur yang buruk tersebut berdampak kepada aksesibilitas dan


mobilitas barang dan jasa sehingga secara tidak langsung menghambat aktivitas ekonomi.
Dampak lain dari kondisi infrastruktur yang buruk yaitu membengkaknya biaya operasi
pemeliharaan kendaraan dan menurunnya tingkat produksi akibat terhambatnya
persediaan bahan baku. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur di
Indonesia masih terbil ang rendah yaitu sebesar 25,2 triliun, atau 3,01% dari total
Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Anggaran yang dialokasikan untuk
untuk infrastruktur transportasi termasuk jalan sebesar 2,2% daritotal APBN untuk tahun
2010 (UU no. 10 tahun 2010, tentang APBN). Anggaran yang dialokasikan untuk
pemeliharaan jalan sebesar 3,1 triliun hanya baru memenuhi 38,3% dari total kebutuhan
untuk pemeliharaan jalan dengan status jalan Nasional dengan kondisi jalan rusak ringan.
Nilai ini belum termasuk untuk memperbaiki jalan dengan kondisi rusak berat dan
sedang. Artinya untuk mewujudkan kualitas infrastruktur yang lebih baik akan semakin
sulit. Dengan adanya otonomi daerah, kualitas infrastruktur jalan terutama untuk status
jalan kota/kabupaten dan provinsi akan mengalami penurunan.

10
2.5.4 Teknologi Ramah Lingkungan
Solusi terhadap polusi di dunia dan penipisan sumber daya alam ini adalah
teknologi-teknologi yang lebih sedikit atau tidak sama sekali menggunakan bahan bakar
dengan fungsi yang sama atau bahkan lebih baik dikenal dengan teknologi ramah
lingkungan. Contoh-contoh teknologi ramah lingkungan adalah:
A. Toilet Pengomposan (Composting Toilet) Toilet pengomposan adalah sistem
toilet yang mengompos dan mengurangi kadar air kotoran manusia untuk menghasilkan
produksi akhir yang bias dipakai yang adalah tanah aditif yang berharga. Toilet ini
menggunakan sedikit atau tanpa air dan tidak terhubung dengan sistem limbah, maka
tidak menimbulkan dampak apa-apa terhadap lingkungan dan menghasilkan sumber daya
yang berharga untuk berkebun.
B. Sel Bahan Bakar (Fuel Cell) Sel bahan bakar adalah perangkat elektrokimia
yang menggabungkan hydrogen dan oksigen untuk menghasilkan listrik. Hasil
sampingannya adalah berupa air dan panas. Selama bahan bakar diberikan, sel bahan
bakar akan tetap menghasilkan listrik. Prosesperubahan energi sel bahan bakar selain
bersih, juga tenang dan sangat efisien karena terjadi melalui proses elektrokimia, bukan
pembakaran. Efisiensinya adalah 2-3 kali jika dibandingkan dengan pembakaran bahan
bakar. Kombinasi keuntungan sel bahan bakar meliputi: Efisiensi tinggi dan kehandalan,
Multi-bahan bakar, Penempatan yang fleksibel, Daya tahan, Skalabilitas, dan Kemudahan
pemeliharaan.
C. Tenaga Angin (Wind Power)Dalam kasus turbin angin listrik, energi kinetik
yang dihasilkan ditangkap oleh pisau turbin. Pisau turbin memutar as yang mengarah dari
pusat rotor ke generator. Generator mengubah energi rotasi ini menjadi listrik. Pada
intinya, penghasilan listrik dari angin adalah tentang mentransfer energy dari satu
medium ke medium lainnya. Bagian penting dari turbin angin adalah: Baling-baling
(Rotor Blades), As, dan Generator.
D. Tenaga Surya (Solar Power) Tenaga surya adalah konversi tenaga matahari
menjadi tenaga listrik, baik secara langsung menggunakan Photovoltaics (PV) maupun
secara tidak langsung menggunakan tenaga surya terkonsentrasi (Consentrated Solar
Power (CSP)). Tenaga surya dihasilkan dengan menggunakan panel surya. Tenaga surya
tidak tersedia di malam hari begitu pula dengan tenaga angin yang keduanya disebut

11
dengan sumber energy intermiten dimana dibutuhkan teknologi untuk menyimpannya
demi ketersediaanenergi yang berkelanjutan.
E. Hidroelektrik (Hydroelectricity) Hidroelektrik adalah sebuah istilah untuk
listrik yang dihasilkan oleh tenaga air. Penghasilan daya listrik melalui pemanfaatan gaya
gravitasi dari air yang jatuh atau mengalir. Kebanyakan tenaga hidroelektrik didapat atau
diubah dari energi potensial air yang dibendung dan memutar turbin air dan generator.
Tenaga yang diambil dari air tergantung dari volume dan dari perbedaan ketinggian
antara asal air sebelum jatuh dan tempat air masuk ke dalam turbin.
F. Mobil Listrik (Electric Car) Mobil listrik adalah mobil digerakkan oleh motor
listrik, menggunakan tenaga listrik yangdisimpan di dalam baterai atau perangkat
penyimpanan energy lainnya. Mobil listrik memiliki beberapa manfaat dibandingkan
mobil pembakaran internal konvensional yang mencakup: Penurunan polusi perkotaan
yang signifikan karena Mobil listrik tidak mengeluarkan polusi knalpot yang
membahayakan. Pengurangan gas rumah kaca, Ini tergantung dari teknologi apa yang
digunakan untuk menghasilkan listrik guna mengisi ulang baterai. Mobil listrik tidak
bergantung kepada bahan bakar minyak. Efek manfaat ini sangat besar mengingat
persediaan minyak bumi di seluruh dunia sudah sangat tipis.

2.6 Kita Sebagai Manajer Dalam Penanggulangan Bencana

2.6.1 Bencana Alam

Indonesia adalah salah satu negara yang rawan terhadap bencana, bencana dapat
disebabkan oleh faktor alam maupun tingkah laku manusia itu sendiri sehingga
menyebabkan bencana. Menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2007, bencana adalah
peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan
penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau faktor non
alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Faktor alam disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempabumi, tsunami,
gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Faktor non alam
yang dapat menyebabkan bencana antara lain adalah gagal tekologi, gagal modernisasi,
epidemi, dan wabah penyakit. Faktor manusia atau sosial dapat menyebabkan bencana

12
seperti konflik sosial antarkelompok atau anatarkomunitas masyarakat, dan teror.
Bencana merupakan pertemuan dari tiga unsur, yaitu ancaman bencana, kerentanan, dan
kemampuan yang dipicu oleh suatu kejadian.

Gambar Bencana Alam Tsunami

Jenis Bencana Alam Berdasarkan Penyebabnya

Jenis Penyebab Bencana Beberapa contoh kejadiannya


Alam
Bencana alam geologis Gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi,
longsor/gerakan tanah, amblesan atau abrasi
Bencana alam klimatologis Banjir, banjir bandang, angin puting beliung,
kekeringan, hutan (bukan oleh manusia)
Bencana alam ekstra- Impact atau hantaman
terestrial

Sumber :Kamadhis UGM, 2007

2.6.2 Mitigasi Bencana

13
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana,
baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan
menghadapi ancaman bencana. Penanganan bencana dapat dibagi menjadi tiga tahap,
yakni sebelum bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Sebelum bencana, seharusnya
dilakukan pencegahan (prevention) melalui desain yang memenuhi persyaratan teknis
dan lingkungan serta diadakannya peringatan dini terhadap bencana yang mungkin
terjadi. Pada saat bencana, harus ada gerakan bantuan darurat dan tanggap darurat.
Sedangkan setelah terjadi bencana maka diperlukan pemulihan atau recovery, meliputi
rehabilitasi dan rekonstruksi.

2.6.3 Mitigasi Kejadian Luar Biasa

Kejadian luar biasa dapat didefinisikan sebagai kejadian yang melebihi keadaan
biasa pada suatu kelompok masyarakat atau peningkatan frekuensi penderita penyakit
pada popupasi tertentu, pada musim atau tahun yang sama. KLB dapat dideskripsikan
berdasarkan waktu dan digambarkan dalam kurva epidemik. Kurva tersebut
menggambarkan frekuensi kasus berdasarkan saat mulai sakit (onset of illness) selama
periode waktu tertentu. Kegunaan kurva epidemik adalah untuk
menentukan/memperkirakan sumber atau cara penularan penyakit dan juga untuk
mengidentifikasikan waktu paparan atau pencarian kasus awal.

Gambar contoh kurva epidemiologi

14
BAB III KETERKAITAN DENGAN WACANA

3.1 Wacana CL 2

Masalah Lingkungan dan Sampah

15
Sampah telah menjadi masalah klasik bagi setiap negara karena berkaitan dengan kondisi
lingkungan negara itu sendiri. Tidak heran bila banyak negara yang mulai menggalakkan
program re-use dan re-cycle atas sampah-sampah yang ada. Di Indonesia sendiri, masalah
sampah juga merupakan masalah yang tidak mudah diselesaikan. Walaupun pemerintah telah
menggalakkan program bank sampah untuk mengurangi jumlah sampah yang ada, namun
masalah lingkungan dan sampah di Indonesia masih tetap ada. Tempat pembuangan akhir
sampah (TPA) sudah semakin tidak mampu menampung jumlah sampah setiap harinya.
Kesadaran masyarakat Indonesia masih tergolong cukup rendah untuk menjaga kebersihan
lingkungan. Sistem irigasi, drainase dan tatakota perlu dibenahi untuk menjaga kebersihan
lingkungan. Cairan rembesan sampah alias lindi atau leacheate banyak dihasilkan dari sampah
menumpuk di TPA Supiturang Kecamatan Sukun, Malang, Jawa Timur, bahkan sampai menjadi
kolam," seperti dikutip dari Antara, Jumat, 26 Agustus 2016. "Dari 700 ton sampah yang
ditampung di TPA setiap hari, setidaknya menghasilkan 42 liter air lindi. Jika air lindi itu tidak
dimanfaatkan, dampaknya adalah pencemaran lingkungan. Kepala Bappeda Kota Malang Wasto
sebelumnya menyatakan akan mendorong pemanfaatan air lindi sebagai alternatif sumber energi
listrik terbarukan. TPA Supiturang Kota Malang, juga bakal dikelola dengan sistem sanitary
landfill yang akan menggantikan sistem open dumping yang selama ini diterapkan. Sampah yang
tidak bisa diperlakukan 3R (reduce, reuse, recycle), maka harus dibuang di sanitary landfill dan
langsung diuruk setiap hari.
Telah diketahui bahwa sampah yang tidak terurus dengan baik berdampak bagi
kesehatan, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit oleh bakteria, virus, jamur maupun
cacing. Sampah juga beracun. Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang
meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini
berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
Selanjutnya, dampak sampah terhadap lingkungan akibat cairan rembesan sampah yang masuk
ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati
sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan
biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan
gas-cair organik, seperti metana. Sampah juga berdampak terhadap keadaan sosial dan ekonomi.
Sampah yang masih banyak bertebaran dimana-mana memberikan dampak negatif terhadap
kepariwisataan. Pengelolaan sampah yang tidak memadai juga menyebabkan rendahnya tingkat

16
kesehatan masyarakat. Dampak penting dalam hal ini adalah meningkatnya pembiayaan secara
langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk
kerja, rendahnya produktivitas). Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan
banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan,
drainase, dan lain-lain. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang
tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana
penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di
jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.
Salah satu jenis sampah yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan adalah sampah
plastik. Plastik, termasuk kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit
dikelola. Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara
terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Sampah plastik yang mengandung bahan-bahan
kimia, seperti styrene trimer, bisphenol A, dan lain sebagainya, dapat meracuni air dan udara.
Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas
rumah kaca. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi
kesehatan. Proses pembakaran plastik yang tidak sempurna akan menyebabkan plastik mengurai
di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia dan dapat memicu
berbagai penyakit seperti: kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan
depresi. Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air dan
tanggul, dan yang terparah merusak turbin waduk. Penyumbatan saluran air akibat sampah
plastik dapat menjadi tempat perkembangbiakan daur hidup nyamuk dan serangga berbahaya
lainnya, seperti nyamuk DBD dan malaria, sehingga menimbulkan penyakit, juga menjadi
penyebab banjir.
Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon
setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Terdapat sekitar 100 juta ton
plastik yang diproduksi di seluruh belahan dunia setiap tahunnya, di mana dari jumlah tersebut
25 juta ton plastiknya merupakan plastik non-degradable semakin bertambah. Terdapat sekitar
70.000 ton plastik dibuang di lautan, yang termakan oleh hewan-hewan air (laut) membuat
kehidupan biota laut (air) tersebut terganggu. Sekitar 80% sampah di lautan merupakan sampah
yang berasal dari daratan, di mana hampir 90%-nya adalah sampah plastik. Pada bulan Juni
2006, program lingkungan PBB memperkirakan bahwa dalam setiap mil persegi terdapat

17
setidaknya 46.000 sampah plastik yang mengambang di lautan. Plastik setidaknya telah
membunuh hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut, dan juga ikan-ikan yang sudah tidak
terhitung lagi jumlahnya dalam setiap tahunnya. PCB (polychlorinated biphenyl) yang tidak
terurai walaupun sudah termakan oleh para hewan dan tumbuhan akan menjadi suatu racun
berantai sesuai urutan makanannya. Yang mana, tidak menutup kemungkinan bahwa manusia,
termasuk kita sendiri, ada di dalam rantai makanan tersebut.

3.2 Keterkaitan dengan LSPB 1

Pada wacana diatas terdapat kutipan pada paragraf kedua yang berbunyi, . Pengelolaan
sampah yang tidak memadai juga menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.
Dampak penting dalam hal ini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk
mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya
produktivitas). Kutipan tersebut sesuai dengan materi dari LSPB 1 yaitu Kita sebagai Manajer
Tubuh Kita Senditi. Pembahasan dari LSPB tersebut berisi mengenai faktor penentu kesehatan
yang salah satunya adalah Lingkungan.

3.3 Kertekaitan dengan LSPB 2

Dalam wacana CL-2 paragraf 1 terdapat kalimat yang berbunyi TPA Supiturang Kota
Malang, juga bakal dikelola dengan sistem sanitary landfill yang akan menggantikan sistem
open dumping yang selama ini diterapkan. dan paragraf 3 terdapat kalimat yang berbunyi Pada
tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah
kaca. sehingga hal ini berkaitan dengan LSPB 2 yaitu Kita sebagai Manajer Kesehatan
Lingkungan yang juga membahas mengenai sarana sanitasi dan pembungangan limbah.

3.4 Kertekaitan dengan LSPB 3


Pada wacana terdapat kutipan Tidak heran bila banyak negara yang mulai menggalakkan
program re-use dan re-cycle atas sampah-sampah yang ada. Sesuai dengan LSPB 3 yang
membahas tentang pengelolahan sampah anorganik dengan cara 3R, reduce (mengurangi), reuse
(menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang). TPA Supiturang Kota Malang, juga bakal
dikelola dengan sistem sanitary landfill yang akan menggantikan sistem open dumping yang

18
selama ini diterapkan. Open dumping adalah metode penimbunan terbuka dan sering disebut
metode kuno. Pada tahap ini sampah dikumpulkan dan ditimbun bagitu saja dalam lubang yang
dibuat pada suatu lahan, bisanya di TPA. Metode ini menimbulkan banyak kerugian pada
lingkungan sekitar sehingga tidak disarankan untuk mengaplikasikannya. Sampah plastik yang
mengandung bahan-bahan kimia, seperti styrene trimer, bisphenol A, dan lain sebagainya, dapat
meracuni air dan udara. Sesuai dengan LSPB 3 yang menyebutkan bahwa manusia
membutuhkan air yang bersih dan tidakterkontaminasi. Air yang bersih telah diatur oleh
Indonesia pada Peraturan Menteri Kesehatan no. 492 tahun 2010 sebagai berikut:

19
20
3.5 Kertekaitan dengan LSPB 4

3.6 Kertekaitan dengan LSPB 5


Dalam wacana CL2 paragraf 4 kalimat 1 berbunyi, Demikian pula dengan pengelolaan
lingkungan yang sehat, kalimat tersebut mempunyai keterkaitan dengan LSPB karena kita
harus membangun dan menata lingkungan yang hemat energi dan bersih demi lingkungan yang
sehat.

3.7 Kertekaitan dengan LSPB 6


Pada wacana terdapat kutipan " Sampah mengakibatkan banjir, Penyakit, dan kematian
ekosistem laut" berkaitan dengan LSPB 6 bahwa banjir adalah salah satu bencana alam yang bisa
disebabkan karena alam maupun ulah manusia itu sendiri. Masyarakat Indonesia sendiri dituntut
untuk cakap dalam manajer penanggulangan bencana. Dalam mitigasi banjir hal yang pertama
yang harus dilakukan sebelum terjadi banjir yaitu Menjaga kebersihan saluran dan limbah,
membentuk kelompok masyarakat pengendali banjir, membangun atau menetapkan lokasi dan
jalur evakuasi bila terjadi banjir, menentukan lokasi yang bisa dijadikanlokasi pengungsian,
melatih diri dan anggota keluarga hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi bencana banjir.

Berikutnya yang harus dilakukan saat terjadi banjir adalah Jangan panik, hati-hati dengan
listrik. Matikan peralatan listrik/sumber listrik, dengarkan jika ada informasi darurat tentang
banjir, selamatkan barang-barang berharga, ketika melihat air datang, jauhi secepat mungkin
daerah banjir menuju tempat yang lebih tinggi, terus memantau perkembangan cuaca dan
ketinggian banjir, dan menggunakan air bersih dengan efisien

Pada proses yang terakhir yaitu setelah terjadi banjir yang hrus dilakukan adalah
membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah, menjauhi kabel atau instalasi listrik,
memeriksa kesehatan, dan periksa persediaan makanan dan air minum. Jangan minum dari air
sumur terbuka karena sudah terkontaminasi.

21
BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Manusia sebagai manajer alam harus mampu mengembalikan kelestarian alam yang telah
kita rusak. Semakin berkembangnya jaman semakin banyak solusi yang manusia temukan demi
kelestarian alam. Bukanlah hal yang tidak mungkin untuk memperbaiki kerusakan di bumi ini,
hanya masalah waktu, kerja keras dan kemauan yang kita perlukan. Selaga solusi pelestarian
alam juga harus diimbangi dengan adanya kesadaran manusia untuk menjaga alam agar
kerusakan alam tidak terulang lagi.

22
DAFTAR PUSTAKA

1. Keller EA, Botkin DB. Waste Management, in Essential Environmental Science.John


Wiley & Sons, Inc. USA. 2008
2. Notoatmojo, Soekidjo. 2011. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka
Cipta

23