Anda di halaman 1dari 34

PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

PADA PERUSAHAAN RETAIL


STUDI KASUS : HYPERMART

TUGAS MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


DOSEN : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc(CS)
KELOMPOK : II
DEDIN N (P056132692.49)
FAJAR FIRMAN (P056132732.49)
LINDA O (P056132822.49)
MAULIA EKA R (P056132852.49)
PASEK (P056132792.49)
RUDI (P056132902.49)
SARIFAH (P056132932.49)

PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS


INSTITUT PERTANIAN BOGOR
JANUARI 2014

E-49
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL

I. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang...................................................................................................... 5
I.2 Perumusan Masalah...............................................................................................6
I.3 Tujuan.....................................................................................................................6
II. TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Sistem Informasi...................................................................................................7
II.2 Internetworking.................................................................................................... 8
II.3 E-Bisnis dan E-Commerce................................................................................... 9
II.4 Analisa Porter 5 Force..........................................................................................16
III. PEMBAHASAN
III.1 HYPERMART...................................................................................................20
III.2 Stakeholder..........................................................................................................23
III.3 Sistem Informasi..................................................................................................24
III.4 Analisa Strategi Generik......................................................................................28
IV. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

2
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Tiga Peran Utama Sistem Informasi

Gambar 2. Teknologi Internet Untuk Proses Bisnis

Gambar 3 Interrelasi Komponen Bisnis

Gambar 4 EAI mengintegrasikan dua aplikasi yang sudah ada

Gambar 5 Tujuan dari SCM

Gambar 6 Supply Chain Management

Gambar 7 Siklus Pemrosesan Transaksi

Gambar 8 Arsitektur proses e-commerce

Gambar 9 E-Business dan E-Commerce

Gambar 10 Model Porters 5 Force

3
DAFTAR TABLE

Table 1 Karakteristik Internet, Ekstranet dan Intranet

Table 2 Klasifikasi CRM dan Software yang digunakan

Table 3 Ruang Lingkup Functional Business System

Table 4 Jenis Transaksi E-Commerrce

Table 5 Identifikasi Stakeholder Hypermart

Table 6 Identifikasi Sistem Informasi Management berdasarkan fungsi bisnis

Table 7 Media Komunikasi dengan Jejaring Sosial

Table 8 Analisa Kekuatan Persaingan

4
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Persaingan bisnis pada masa sekarang meningkatkan kebutuhan manajemen akan informasi.
Manajemen membutuhkan informasi yang akurat dan cepat yang disajikan dalam bentuk yang
informatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi yang dibutuhkan berasal dari eksternal dan
internal yang sangat penting dalam menentukan strategi yang tepat dalam persaingan bisnis yang
sedang terjadi. Selain untuk kebutuhan manajemen, sistem informasi yang tepat dibutuhkan juga untuk
memperlancar proses bisnis yang ada di dalam perusahaan. Sistem informasi yang terpusat
menggunakan internetworking dan digunakan oleh setiap bagian yang ada di perusahaan akan
mempercepat pertukaran informasi yang akurat dari dan ke setiap bagian sehingga menjadi lebih
efektif dan efisien.
Tantangan perusahaan saat ini bertambah berat, perusahaan dituntut mampu memberikan
pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan, semakin ketat persaingan dengan munculnya
perusahaan baru yang serupa bisnisnya tentu saja dengan sistem yang terus berkembang menuntut
perusahaan melakukan perubahan kearah yang lebih baik sehingga mampu dan tidak kalah bersaing.
Sehingga berkembanglah atmosfer yang kompetitif bagi setiap perusahaan yang ingin
mempertahankan reputasi mereka dalam dunia bisnis. Hal ini hampir tidak mungkin dilakukan tanpa
peran serta sistem informasi teknologi. Karena perusahaan harus melakukan peningkatan efisiensi,
produktivitas dan responsif terhadap berbagai perubahan.

Perkembangan Bisnis Ritel Di Indonesia


Ritel di tanah air sejak tahun 1960-an adalah eranya pasar tradisional. Kemudian di tahun
1970-an dikenal dengan supermarket dan dalam perkembangannya di tahun 1980-an berlanjut dengan
pasar modern. Masuk ke 1990-an timbul era supermarket berskala besar dan muncul pula tipe
Hypermarket, dan di tahun 2000-an minimarket mulai menjamur hingga ke daerah. Maka memasuki
era digital kini, konsumen mulai disuguhi cara berbelanja baru melalui e-commerce. Untuk bisa tetap
bertahan di pasar ritel dan berkompetisi di tingkat global harus ada inovasi. Ada 8 kunci inovasi yang
bisa diterapkan oleh para retailer diantaranya curated collection, eco friendly product, online and off
line mash up, technology intervention, retailvention, service experience, customization, and channel
transformer.

Hypermart
Perjalanan Hypermart merintis langkahnya di Indonesia tak bisa dikatakan singkat. Mulai
beroperasi pada 2004, Hypermart yang kala itu hadir sebagai peritel paling bungsu, mengejar
ketertinggalannya untuk menunjukkan kepada publik: Inilah peritel asli Indonesia yang lahir dari Bumi
Pertiwi dan mampu bersaing dengan peritel asing. Kini, di usianya yang ke-9 Hypermart ingin
menunjukkan bahwa keinginannya menjadi No.1 Multi Format Food Retail di Indonesia bukanlah
sebuah mimpi semata. Di usia yang masih muda, Hypermart menjadi hypermarket pertama yang
berhasil membuka gerai ke-99 di Indonesia.

5
I.2 PERUMUSAN MASALAH
a. Bagaimanakah penerapan sistem informasi yang diterapkan HYPERMART dalam
menjalankan bisnisnya
b. Strategi apakah yang dilakukan oleh HYPERMART dalam mengatasi adanya
competitive forces

I.3 TUJUAN
Untuk mengetahui dan memahami sistem informasi manajemen dan strategi apakah yang
dilakukan HYPERMART dalam mengatasi adanya competitive forces dalam menjalankan bisnisnya.

6
BAB II
LANDASAN TEORI

II. 1 SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi merupakan suatu kombinasi antara manusia, hardware, software, jaringan,
sumber data dan kebijakan serta prosedur dalam aktifitas pengumpulan dan penyimpanan data lalu
mengolahnya sehingga bisa dengan mudah untuk dikonsumsi dan lebih mudah dalam hal
penyebarannya untuk mencapai tujuan utama yakni mendukung operasi bisnis, berkompetisi dan
pengambilan keputusan manajerial (OBrien dan Marakas 2010)

Gambar 1 Tiga Peran Utama Sistem Informasi

Terdapat tiga peran utama sistem informasi dalam bisnis yaitu mendukung proses bisnis dan
operasional, mendukung pengambilan keputusan dan mndukung strategi untuk keunggulan kompetitif .
Penerapan sistem informasi bertujuan untuk menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam
perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginka manajemen. menyediakan
informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan
berkelanjutan. Dan menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Menurut OBrien, terdapat beberapa tipe sistem informasi, yaitu:

1. Sistem Informasi Penunjang Kegiatan Operasional (Operation Support System).


Sistem informasi ini akan memproses data yang dihasilkan dalam setiap kegiatan operasional dan
menggunakan informasi yang dihasilkannya untuk menunjang kegiatan operasional itu pula.
Sistem informasi ini menghasilkan berbagai produk informasi yang digunakan untuk kepentingan
internal dan eksternal. Berikut ini peran yang dilakukan oleh sistem informasi di tingkat ini:
a. Sistem Pengolahan Transaksi (Transaction Processing System) :
Untuk mencatat dan mengolah data yang dihasilkan transaksi, memperbaharui database, dan
memproduksi berbagai macam dokumen regristrasi mahasiswa, dan lain-lain. Sistem ini
merubah sistem informasi manual ke bentuk electronic data processing system. Sistem ini
mencatat dan memproses data yang dihasilkan dalam setiap transaksi bisnis seperti sales,
pembelian dan perubahan jenis dokumen-dokumen dan laporan-laporan seperti misalnya,
customer statements, nota pembelian, lembaran cek, laporan keuangan dll.
b. Sistem Pengendalian Proses (Process Control System) :
Untuk menghasilkan keputusan operasional dan untuk mengontrol proses secara fisik. Sistem
informasi operasional juga meliputi pembuatan keputusan rutin untuk mengendalikan proses
operasional. Sistem ini menghasilkan keputusan-keputusan yang bersifat operasional rutin
untuk pengendalian proses fisik dalam organisasi.
c. Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System) :
7
Untuk meningkatkan komunikasi dan produktifitas kantor. Pada prinsipnya sistim ini
merupakan hasil transformasi elektronis dari metode tradisional perkantoran yang bersifat
manual dan menggunakan media komunikasi dengan kertas.

2. Sistem Informasi Pengambilan Keputusan (Management Support System).


Sistem ini dalam pemrosesan informasi bisnis menekankan orientasi pada manajemen, karena
tujuan utamanya adalah menunjang pengambilan keputusan oleh manajemen. Sistem ini juga
menggarisbawahi pentingnya kerangka sistem yang digunakan sebagian dasar pengorganisasian
sistem informasi. Management Support System dapat digolongkan dalam sub sistem-sub sistem
tertentu sesuai dengan tujuannya sebagai berikut :
a. Sistem Informasi Pelaporan (Management Information System) :
Pelaporan yang sudah terspesifikasi dan terencana sebelumnya untuk manajemen. Produk
informasi yang dihasilkan merupakan kebutuhan dalam pengambilan keputusan rutin.
b. Sistem Penunjang Keputusan (Decision Support System) :
Sistem ini dapat membantu manajer dalam pengambilan keputusan baik yang bersifat
interaktif maupun ad hoc (ketika diperlukan). Sistem ini menggunakan berbagai model
keputusan (analytical modelling) dan basis data khusus dalam membantu proses pengambilan
keputusan.
c. Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System) :
Sistem ini memberikan informasi yang sifatnya kritis kepada jajaran manajemen puncak.
Sistem ini merupakan alat bagi manajer puncak untuk menetapkan strategi pengembangan
sistem yang lebih baik lagi.

II.2 INTERNETWORKING
Internetworking adalah suatu bentuk hubungan, kerjasama atau kemitraan yang
mendayagunakan TI (teknologi informasi) berbasis jaringan (internet, intranet, ekstranet). Berikut ini
adalah karakteristik dari Intrernet, Ekstarnet dan Intranet :
Tabel 1 : Karakteristik Internet, Ekstranet dan Intranet

TIPE
PENGGUNA UTAMA AKSES TIPE INFORMASI
JARINGAN
Internet Setiap individu yg Publik General, publik dan
Memiliki akses ke (tak terbatas) advertorial
internet
Intranet Hanya karyawan yg Privat dan Spesifik, korporat dan
Diberikan hak khusus terbatas kepemilikan
Extranet Kelompok yg Privat dan mitra Informasi bersama dlm
diotorisasi dari luar yg kelompok kolaborator
perusahaan terotorisasi dan terotorisasi

8
II.3 E-BUSINESS DAN E-COMMERCE
II.3.1 E-BUSINESS
E-Business , menurut Lou Gerstner salah seorang mantan CEO IBM (OBrien dan Marakas 2010)
adalah suatu kegiatan bisnis yang mempergunakan internet sebagai medianya. E-Business dapat
memanfaatkan sistem pemrosesan data secara internal dan eksternal perusahaan secara lebih
efisien dan fleksibel. E-Business adalah memiliki aplikasi atau kegiatan yang mencakup berbagai
aktivitas bisnis dalam arti luas yaitu :
E-Commerce [ Perdagangan via Internet ]
E-Purchasing [ Supply Chain via internet ]
E-Banking [ Transaksi Perbankan via internet ]
E-Marketing [ Pemasaran via internet ]
E-Trading [ Perdagangan Saham via internet ]
E-Recruitment [ Perekrutan pegawai via internet ]

Gambar 2 Teknologi Internet untuk proses bisnis


E-business atau bisnis elektronik merujuk pada definisi e-commerce yang lebih luas, tidak
hanya pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapi juga pelayanan pelanggan, kolaborasi dengan
mitra bisnis, e-learning, dan transaksi elektronik dalam perusahaan (Turban, 2005).
Dalam Executive Guides: Business To Customer, didebutkan bahwa definisi e-business secara
sederhana adalah penggunaan internet untuk berhubungan dengan konsumen, rekan bisnis, dan
supplier. Penggunaan internet menyebabkan proses bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-
business, perusahaan perlu untuk membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat
berbagi informasi dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara
elektronik dengan mereka memanfaatkan internet, termasuk juga pertukaran informasi secara online
misalnya sebuah perusahaan manufaktur membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier,
sebuah lembaga keuangan membagi informasi tentang perbankan, credit card, dll dengan konsumen
mereka, dan sebagainya. E-business menjelaskan suatu organisasi yang mengeksploitasi potensial IT
sepenuhnya untuk mempersingkat operasional dengan tujuan memberikan yang terbaik kepada
konsumen.

Tuntutan customer dewasa ini akan pelayanan yang lebih baik dalam proses, kinerja dan harga
telah mendorong e-business dalam meningkatkan transaksi pembelian dan penjualan. Terdapat 10
(sepuluh) trend utama yang mendorong e-business, yaitu :
1. Kebutuhan akan kecepatan. 4. Keinginan untuk peningkatan proses
2. Ingin melayani sendiri (self service). visibilitas.
3. Kebutuhan akan nilai terbaik. 5. Kebutuhan customer servis yang
sempurna.
9
6. Fokus pada arsitektur usaha terpadu. 9. Fokus pada kemitraan dan outsorcing.
7. Keinginan untuk aplikasi wireless. 10. Keinginan untuk distribusi virtual.
8. Kebutuhan akan pemusatan
infrastruktur.

Ada 5 keuntungan yang ditawarkan oleh e-Business yakni : Efficiency, Effectiveness, Reach, Structure,
dan Opportunity.
1. Efficiency
Sebuah riset memperlihaatkan bahwa kurang lebih 40% dari total biaya operasional perusahaan
diperuntukkan bagi aktivitas penyeberan informasi ke divisi-divisi terkait. Dengan dimanfaatkannya
teknologi informasi maka terlihat bagaimana perusahaan dapat mengurahi total biaya operasional.
Contohnya adalah bagaimana fasilitas email dapat mengurangi biaya komunikasi pengiriman
dokumen.
2. Effectiveness
Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi, pelanggan dapat berhubungan dengan perusahaan
kapan saja, dalam 7 hari seminggu dan 24 jam non stop .
3. Reach
Perusahaan mampu memperluas jangkaun dan ruang gerak perusahaan untuk ekspansi dengan
mudah(menembus batas ruang dan waktu) dan tanpa memerlukan biaya yang relatif mahal.
4. Structure
Konsep brick-and-morter menjelma menjadi click-and-morter telah mengubah prilaku perusahaan
dalam pendekatan bisnis.
5. Opportunity
Terbukannya peluang yang lebar bagi pelaku bisnis untuk berinovasi menciptakan produk-produk
atau jasa-jasa baru akibat ditemukannya teknologi baru dari masa kemasa.

OBrien dan Marakas (2010) mendeskripsikan bagan alur bidang-bidang e-bisnis dan
keterkaitan di antaranya, dalam bagan dibawah ini jelas bahwa internal perusahaan ada pada ruang
lingkup Enterprise Resource Planning yang berinterrelasi dengan Supply Chain Management untuk
menangani produksi dan Customer Relationship Management untuk menangani pelanggan.
Selain itu perusahaan juga harusnya memiliki supporting berupa control administrasi dan
financial. Kesemuanya dihubungkan dengan jaringan Enterprise Application Integration.

Gambar 3 Interrelasi komponen e-bisnis

Berdasarkan bagain diatas secara umum ruang lingkup e-bisnis mencakup bidang tersebut dibawah ini:
1. Enterprise resource planning [ERP]
ERP adalah sebuah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan manufaktur maupun
jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis yang berhubungan
dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi pada sebuah perusahaan. ERP merupakan

10
perkembangan dari Manufacturing Resource Planning (MRP) yang secara moledular dapat
menangani proses manufaktur, logistic, distribusi, persediaan (inventory),
pengapalan, invoice dan akuntansi perusahaan. Sehingga sistem ini dapat mengontrol aktivitas
bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualiatas dan
sumber daya manusia. ERP juga sering disebut dengan Back Office System yang
mengindikasikan bahwa pelanggan dan public secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini.
Terdapat berbagai jenis paket software ERP dengan berbagai fitur, skala dan kemampuan. Ada
yang bersifat komersil, dan ada yang bersifat open-source. Beberapa vendor yang mendominasi
pasar penyedia software ERP antara lain:SAP, Oracle, IFS, MFG/PRO, dan banyak lagi.

2. Customer relationship management [CRM]


CRM adalah sebuah strategi bisnis menyeluruh dalam suatu perusahaan agar secara efektif bisa
mengelola hubungan dengan para pelanggan. Terciptanya loyalitas pelanggan disebabkan karena
pelanggan merasa puas atas pelayanan yang diberikan dengan baik. Dalam teknologi informasi,
CRM adalah metodologi, strategi, perangkat lunak, dan atau aplikasi berbasis web yang mampu
membantu sebuah perusahaan untuk mengelola hubungannya dengan para pelanggan. Prinsip
dasar CR adalah pengambilan data input berupa data profile dari semua pelanggan dan
memberikan informasi yang sesuai kepada pelanggan berupa informasi tentang Customer History,
kebutuhan-kebutuhan pasar dan isu-isu lain seputar perkembangan pasar.

Tabel 2 : Klasifikasi CRM dan Software yang digunakan

KLASIFIKASI CRM SOFT WARE / APLIKASI


Operational CRM a. Customer-Facing Application : contact center,
Sales Force Automation, dan field service
b. Customer-Touching Applications : Campaign
management, e-commerce, dan Self-Service
Customer Support
Analytical CRM semua programming yang menganalisis data
tentang pelanggan perusahaan, sehingga
keputusan yang lebih cepat dan lebih baik dapat
dihasilkan
Collborative CRM e-mail, personalized publishing, e-communities,
forum diskusi, dan sarana lainnya yang dirancang
untuk memfasilitasi interaksi antara pelanggan
dan pihak perusahaan.

3. Enterprise application integration [EAI]

Gambar 4 EAI mengintegrasikan dua aplikasi yang sudah ada 11


EAI adalah proses mengintegrasikan/ menghubungkan aplikasi dalam satu organisasi untuk
menyederhanakan dan mengotomasi proses bisnis seluas mungkin, juga menghindari keharusan
membuat perubahan besar terhadap aplikasi yang ada. Software EAI digunakan oleh banyak
perusahaan untuk manghubungkan aplikasi e-business seperti CRM dan ERP.
Software EAI memungkinkan para pemakai membuat model berbagai proses bisnis yang
dilibatkan dalam interaksi yang harus terjadi antar aplikasi bisnis. EAI juga menydiakan
middleware yang melakukan konversi dan koordinasi data, komunikasi aplikasi dan layanan
pesan, serta akses ke berbagai interface aplikasi yang terlibat. Jadi, software EAI dapat
mengintegrasikan berbagai kelompok aplikasi perusahaan dengan memungkinkan mereka bertukar
data sesuai dengan peraturan dari model proses bisnis yang dikembangkan oleh pemakai

4. Supply chain management [SCM]


SCM adalah integrasi beberapa kunci proses bisnis dari pemasok yang menyediakan produk, jasa,
dan informasi hingga end user.

Gambar 5 Tujuan dari SCM Gambar 6 Supply Chain Management

5. Transaction Processing System [TPS]


TPS adalah sistem informasi lintas fungsi yang memproses data dari terjadinya transaksi bisnis.
Sedangkan Online transaction processing [OLTP] adalah sebuah sistem yang dirancang untuk
menangani hightransaction dengan memasukan data yang terbaik ke dalam database secara Real
Time.

Gambar 7 Siklus Pemrosesan Transaksi

12
6. Enterprise collaboration system [ECS]
Enterprise Collaboratioon adalah system informasi lintas fungsional untuk meningkatkan
komunikasi, koordinasi dan kolaborasi diantara anggota dari tim bisnis dan kelompok kerja (ECS
Menggunakan internet, intranet, extranet dan jaringan komputer lainnya.Tujuan utama ECS
adalah memungkinkan anggota bekerja bersama dengan lebih mudah dan effektif, sehingga
menolong pengguna dengan cara :
- Komunikasi, saling memberi informasi sesama anggota tim.
- Koordinasi, koordinasi hasil tugas pribadi dan sumberdaya dengan sesama anggota tim.
- Kolaborasi, bekerja sama dalam proyek kerjasama dan tugas-tugas lainnya.

Ruang lingkup e-bisnis itu disebut sebagai Enterprise Business System, yang harus digunakan untuk
mendukung setiap fungsi dari bisnis perusahaan. Sistem informasi dalam functional business system
akan terkait dengan sistem informasi dalam enterprise business system.

Fungsi dari bisnis terdiri dari :


Tabel 3 Ruang Lingkup Functional Business Sytem
FUNGSI BISNIS RUANG LINGKUP
1. Marketing (Pemasaran)

2. Production (Produksi)

13
3. Human Resource Management (HRM)

4. Sistem Informasi Akuntansi

5. Sistem Manajemen Finansial

II.3.2 E-COMMERCE
E-commerce merupakan kepanjangan dari Electronic Commerce yang berarti perdagangan yang
dilakukan secara elektronik. E-commerce berarti perdagangan elektronik yang mencakup proses
pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran produk, layanan, atau informasi melalui jaringan
computer, termasuk Internet (Turban, 2005). Menurut OBrien dan Marakas (2010), mendefinisikan e-
Commerce: is changing the shape of competition, the speed of action, and the streamlining of
interaction, and payment from customer to companies, and from companies to suppliers.

14
Selanjutnya OBrien dan Marakas (2010), menjelaskan bahwa arsitektur proses dari e-commerce
meliputi beberapa aspek yang disajikan pada gambar berikut :

Gambar 8 Arsitektur proses e-commerce

E-Commerce memiliki beberapa jenis transaksi yang dibedakan menurut pihak-pihak yang melakukan
transaksi.

Tabel 4 Jenis Transaksi E-Commerce


PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI CONTOH TRANSAKSI
Busines to Busines (B2B) Inter-Organizational System (IOS), misalnya
transaksi extranet dan electronic
funds transfer.

Bussines to Cunsumer (B2C) mekanisme toko online (electronic


shoping mall) yaitu transaksi antara e-merchant
dengan e-customer
Consumer to Consumer (C2C) Mengiklankan produk barang atau jasa,
pengetahuan, maupun keahliannya di web

Consumer to Bussines (C2B) Merupakan individu yang menjual produk atau


jasa kepada organisasi dan individu yang
mencari penjual dan melakukan
transaksi.
Non-Bussines Electronic Commerce kegiatan non bisnis seperti
kegiatan lembaga pendidikan, organisasi
nirlaba, keagamaan dan lain-lain
Intrabussines (Organizational) Electronic Internal organisasi melalui internet untuk
Commerce. melakukan pertukaran barang, jasa, dan
informasi, menjual produk
perusahaan kepada karyawan dalam perusahaan

Terdapat beberapa model bisnis di dalam suatu e-Commerce yang menggunakan web antara lain

15
Brokerage Model, Advertising Model, Infomediary Model, Merchant Model, Manufacturer (Direct)
Model, Affiliate Model Community Model, Subscription Model,Utility Model

II.3.3 PERBEDAAN E-BUSINESS DAN E-COMMERCE


E-Business adalah aktifitas bisnis yang lebih luas dari E-
Commerce, dimana seluruh aktifitas bisnis yang
terintegrasi dikelola secara elektronik dengan internet dan
jaringan Perbedaan yang utama adalah E-Commerce
berorientasi jangka pendek dalam bentuk profit oriented
sedangkan E-Business mendasarkan kepada orientasi
jangka panjang yaitu pertumbuhan dan perkembangan
usaha.
Selain perbedaan tersebut, keduanya memiliki kesamaan
tujuan utama yaitu memajukan perusahaan menjadi
Gambar 9 e-business dan e-commerce perusahaan yang lebih besar dari sebelumnya. Menurut
Turban (2002) e-commerce dan ebusiness merupakan terobosan yang dapat mendongkrak penjualan
melalui online marketing (pemasaran online) dan sebagai sarana mempromosikan produk melalui
media Internet.

II.4 ANALISA PORTESS 5 FORCES


Porter (1985) mengajukan model lima kekuatan (five forces module) sebagai alat untuk menganalisi
lingkungan persaingan industri. Keadaan persaingan perusahaan atau produk dalam suatu industri
tergantung pada lima kekuatan persaingan dasar yang diperlihatkan pada gambar berikut :

Gambar 10 Model Porters 5 Forces

Lima kekuatan persaingan tersebut adalah :

1. Ancaman pendatang baru

Suatu perusahaan akan tertarik terjun ke dalam suatu industri bila industri tersebut menawarkan
keuntungan yang tinggi. Secara makro dengan masuknya pemain baru dalam industri akan
membuat persaingan menjadi ketat yang pada akhirnya dapat menyebabkan turunnya laba yang
diterima bagi semua perusahaan. Beberapa faktor internal yang mempengaruhi mudah atau
sulitnya rintangan memasuki suatu industri adalah sebagai berikut :
a. Skala ekonomi b. Diferensiasi produk

16
c. Kebutuhan Modal f. Biaya tak menguntungkan bebas
d. Biaya beralih pemasok (switching dari skala
cost) g. Kebijakan pemerintah
e. Akses ke saluran distribusi h. Perkembangan Teknologi
2. Ancaman produk atau jasa pengganti (Substitusi)

Merupakan barang atau jasa yang dapat menggantikan produk sejenis. Adanya produk atau jasa
pengganti akan membatasi jumlah laba potensial yang didapat dari suatu industri. Makin menarik
alternatif harga yang ditawarkan oleh produk pengganti, makin ketat pembatasan laba dari suatu
industri. Produk pengganti yang perlu mendapatkan perhatian besar adalah produk yang
mempunyai kecenderungan untuk memiliki harga atau kualitas yang lebih baik daripada produk
industri atau dihasilkan oleh industri yang berlaba tinggi.

3. Kekuatan tawar menawar pembeli

Daya tawar pembeli pada industri berperan dalam menekan harga untuk turun, serta memberikan
penawaran dalam peningkatan kualitas ataupun layanan lebih, dan membuat kompetitor saling
bersaing satu sama lain.

4. Kekuatan tawar menawar pemasok

Pemasok atau penjual dapat menggunakan kekuatan tawar-menawar terhadap pembeli dalam
industri dengan cara menaikkan harga atau menurunkan kualitas produk atau jasa yang dibeli.
Kondisi-kondisi yang membuat posisi pemasok kuat cenderung menyerupai kondisi yang
membuat pembeli kuat.

5. Persaingan antar Kompetitor Dalam Industri Yang Sama

Menurut Porter persaingan antar pesaing dalam industri yang sama ini menjadi pusat kekuatan
persaingan. Kompetitor dalam hal ini adalah pemain yang menghasilkan serta menjual produk
sejenis, yang akan bersaing dalam memperebutkan marke tshare pasar. Semakin tinggi tingkat
persaingan antar perusahaan mengindentifikasikan semakin tinggi pula profitabilitas industri,
namun profitabilitas perusahaan mungkin menurun.

II.4.1 STRATEGI GENERIK PORTER


Dalam analisanya tentang strategi bersaing (competitive strategy atau disebut juga Porters
Five Forces) suatu perusahaan, Michael A. Porter mengintrodusir 3 jenis strategi generik, yaitu:
Keunggulan Biaya (Cost Leadership), Pembedaan Produk (Differentiation), dan Focus.

1. Strategi Biaya Rendah (cost leadership)

Strategi Biaya Rendah menekankan pada upaya memproduksi produk standar dengan biaya per
unit yang sangat rendah. Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen
yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga atau menggunakan harga sebagai faktor
penentu keputusan. Dari sisi perilaku pelanggan, strategi jenis ini amat sesuai dengan kebutuhan
pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku low-involvement, ketika konsumen tidak peduli
terhadap perbedaan merek, tidak membutuhkan pembedaan produk, atau jika terdapat sejumlah

17
besar konsumen memiliki kekuatan tawar-menawar yang signifikan. Terutama dalam pasar
komoditi, strategi ini tidak hanya membuat perusahaan mampu bertahan terhadap persaingan
harga yang terjadi tetapi juga dapat menjadi pemimpin pasar dalam menentukan harga dan
memastikan tingkat keuntungan pasar yang tinggi dan stabil melalui cara yang agresif dalam
efisiensi dan kefektifan biaya.

Sumber dari keefektifan biaya (cost effectiveness) ini bervariasi. Termasuk di dalamnya adalah
pemanfaatan skala ekonomi (economies of scale), investasi dalam teknologi yang terbaik, sharing
biaya dan pengetahuan dalam internal organisasi, dampak kurva pembelajaran dan pengalaman
(learning and experience curve), optimasi kapasitas utilitas, dan akses yang baik terhadap bahan
baku atau saluran distribusi. Pada prinsipnya, alasan utama pelaksanaan strategi integrasi ke hulu
(backward integration), ke hilir (forward integration), maupun ke samping (horizontal integration)
adalah untuk memperoleh berbagai keuntungan dari strategi biaya rendah ini. Biasanya strategi ini
dijalankan beriringan dengan strategi diferensiasi.

Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah, sebuah perusahaan harus mampu memenuhi
persyaratan di dua bidang, yaitu: sumber daya dan organisasi. Strategi ini hanya mungkin
dijalankan jika dimiliki beberapa keunggulan di bidang sumber daya perusahaan, yaitu: kuat akan
modal, trampil pada rekayasa proses, pengawasan yang ketat, mudah diproduksi, serta biaya
distribusi dan promosi rendah. Sedangkan dari bidang organisasi, perusahaan harus memiliki:
kemampuan mengendalikan biaya dengan ketat, informasi pengendalian yang baik, insentif
berdasarkan target (alokasi insentif berbasis hasil).

2. Strategi Pembedaan Produk (differentiation)

Strategi Pembedaan Produk, mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan


tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk yang dikedepankan ini
memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen
potensialnya. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar, tetapi berkaitan dengan sifat
dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman kepuasan yang didapat oleh konsumen dari produk
tersebut. Berbagai kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas, kenyamanan dan
berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi
jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga
dalam pengambilan keputusannya (price insensitive).

Diferensiasi tidak memberikan jaminan terhadap keunggulan kompetitif, terutama jika produk-
produk standar yang beredar telah memenuhi kebutuhan konsumen atau jika kompetitor/pesaing
dapat melakukan peniruan dengan cepat. Resiko lainnya dari strategi ini adalah jika perbedaan
atau keunikan yang ditawarkan produk tersebut ternyata tidak dihargai oleh konsumen. Jika hal ini
terjadi, maka pesaing yang menawarkan produk standar dengan strategi biaya rendah akan sangat
mudah merebut pasar. Oleh karenanya, dalam strategi jenis ini, kekuatan departemen Penelitian
dan Pengembangan sangatlah berperan.Pada umumnya strategi biaya rendah dan pembedaan
produk diterapkan perusahaan dalam rangka mencapai keunggulan bersaing (competitive
advantage) terhadap para pesaingnya pada semua pasar. Terdapat dua syarat yang harus dipenuhi
ketika perusahaan memutuskan untuk memanfaatkan strategi ini, yaitu: bidang sumber daya

18
(resources) dan bidang organisasi. Dari sisi sumber daya perusahaan, untuk menerapkan strategi
ini dibutuhkan kekuatan yang tinggi dalam hal: pemasaran produk, kreativitas dan bakat,
perekayasaan produk (product engineering), riset pasar, reputasi perusahaan, distribusi, dan
ketrampilan kerja. Sedangkan dari sisi organisasi, perusahaan harus kuat dan mampu untuk
melakukan: koordinasi antar fungsi manajemen yang terkait, merekrut tenaga yang
berkemampuan tinggi, dan mengukur insentif yang subyektif di samping yang obyektif.

3. Strategi Fokus (focus)

Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang
lebih sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya
relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh
harga. Dalam pelaksanaannya, terutama pada perusahaan skala menengah dan besar, strategi fokus
diintegrasikan dengan salah satu dari dua strategi generik lainnya: strategi biaya rendah atau
strategi pembedaan karakteristik produk. Strategi ini biasa digunakan oleh pemasok untuk
memenuhi kebutuhan suatu produk (barang dan jasa) khusus. Biasanya perusahaan yang bergerak
dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar tertentu, wilayah geografis
tertentu, atau produk barang atau jasa tertentu dengan kemampuan memenuhi kebutuhan
konsumen secara baik, excellent delivery.

19
BAB III
PEMBAHASAN
III.1. HYPERMART

Perjalanan Hypermart merintis


langkahnya di Indonesia tak bisa
dikatakan singkat. Mulai beroperasi pada
2004, Hypermart yang kala itu hadir
sebagai peritel paling bungsu, mengejar
ketertinggalannya untuk menunjukkan
kepada publik: Inilah peritel asli Indonesia yang lahir dari Bumi Pertiwi dan mampu bersaing dengan
peritel asing.

Kini, di usianya yang ke-9 di tahun 2013, Hypermart ingin


menunjukkan bahwa keinginannya menjadi No.1 Multi Format Food
Retail di Indonesia bukanlah sebuah mimpi semata. Di usia yang masih
muda, Hypermart menjadi hypermarket pertama yang berhasil
membuka gerai ke-99 di Indonesia. Pembangunan gerai yang begitu
cepat ini menempatkan Hypermart sebagai hypermarket yang tercepat
dalam pembangunan outlet di Indonesia. Kini Hypermart memiliki
tantangan untuk mewujudkan visinya menjadi pemimpin pasar
hypermarket pada tahun 2014.

Momentum ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan Hypermart di Indonesia: Lahir dengan nama
Mickey Mouse dan besar dengan nama Matahari.

- 24 Oktober 1958 Matahari berdiri di bawah


bendera PT. Matahari Putra Prima Tbk. Toko
pertamanya bernama Mickey Mouse, yang
didirikan Hari Darmawan berlokasi di Pasar Baru,
Jakarta. Inilah perusahaan ritel asli pertama di
Indonesia
- Tahun 1972, Matahari berhasil menjadi pelopor
konsep toko serba ada (toserba) di Indonesia. Keberhasilan itu membuat Matahari optimis untuk
mengembangkan sayap dengan membuka Sinar Matahari di Bogor pada tahun 1980.
- 14 Juli 1991, Ekspansi bisnis Matahari yang pertama, yaitu supermarket Super Bazaar yang
kemudian berganti nama Matahari Supermarket dan memisahakan diri pada tahun 2002 menjadi
bisnis independen
- PT Matahari Putra Prima Tbk membangun supermarket yang disesuaikan dengan target
konsumennya, yaitu Super Ekonomi dengan harga super murah pertama kali hadir di Beringharjo,

20
Yogyakarta. Super Ekonomi pertama yang langsung dikelola oleh PT Super Ekonomi (masih
termasuk dalam keluarga Matahari).
- Matahari meluncurkan program Matahari Club Card (MCC) untuk menjalin hubungan yang lebih
erat dengan pelanggannya.
- Matahari Supermarket yang membidik pasar menengah ke atas menawarkan konsep One Stop
Shopping melalui gerainya yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan hingga
Sulawesi. Sedangkan konsep Mega M adalah pionir konsep hypermarket pertama di Indoneia
yang gerai pertamanya berdiri di Pluit dan dilanjutkan ke Lippo Karawaci, Kedung Badak Bogor,
Surabaya hingga Batam.
- Di tahun 2003, Matahari yang telah menjadi salah satu pemimpin pasar supermarket di Indonesia
memperkenalkan konsep baru yang didirikan dengan nama Market Place. Toko pertamanya
didirikan di WTC Serpong lalu berlanjut ke
Metropolis, Kelapa Gading, Eka Lokasari Bogor
hingga ke Pakuwon Surabaya. Perwujudan ini
merupakan usaha Matahari untuk meningkatkan
reputasinya sebagai market leader serta
menawarkan sebuah konsep berbelanja dalam
suasana yang lebih hangat dan bersahabat
dengan koleksi barang yang lebih lengkap dan
lebih eksklusif
- Tahun 2004 menjadi sebuah awal bagi inovasi
Matahari yang diimplementasikan melalui
pembukaan gerai Hypermart yang pertama di WTC Serpong. Dengan mengusung konsep belanja
Muraaah Banget berbalut suasana yang nyaman, Hypermart sukses berekspansi di hampir
seluruh wilayah Indonesia.

Dalam menjalankan bisnis usahanya Hypermart menjadi bagian unit bisnis Matahari Food
Business, bersandar pada pilar-pilar pendukung yang mengantarkan Hypermart menuju masa
gemilang. Di antaranya adalah, sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, kelengkapan jenis
barang yang mencapai lebih dari 30.000 item dengan harga lebih terjangkau di kelasnya, hingga
bentuk promosi yang dikemas secara kreatif plus dukungan lokasi yang strategis. Harapan
menjadi market leader di pasar hypermarket sudah di depan mata. Namun jika tidak dipersenjatai
dengan lengkap, visi itu mungkin hanya sebatas impian. Oleh karena itu dilakukan strategi untuk
memenangkan persaingan.

Hypermart memang pintar mengambil hati konsumennya. Hal ini tercermin dari berbagai
langkahnya dalam memanjakan konsumen. Ada satu yang menjadi trademark Hypermart dibanding
para kompetitor di kelasnya. Untuk beberapa item barang, Hypermart memberikan ikon cek harga
dengan ilustrasi kaca pembesar. Ini artinya Hypermart memberikan jaminan harga termurah dibanding
barang yang dijual di tempat sejenis lainnya. Jika ada yang lebih murah, Hypermart akan mengganti
selisihnya 2x lipat. Kenyamanan berbelanja di Hypermart juga ditambah dengan adanya layanan jasa
antar untuk produk-produk elektronik (radius tertentu) untuk para konsumennya.

21
Bersamaan dengan pembukaan gerai yang ke-54 di Surabaya pada juli 2011 Hypermart
meluncurkan HiCard kartu belanja Hypermart Potongan diskon menarik untuk produk tertentu
juga tersedia dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilik kartu HiCard. Seluruh syarat dan
ketentuan undian dan program promosi HiCard dapat dilihat lebih lengkap dalam media informasi atau
melalui website

Langkah ini terus dibarengi dengan memperkuat logistik, menyelenggarakan pelatihan rutin bagi
SDM serta peningkatan sistem IT ter-up date yang mengikuti perkembangan jaman. Jaringan outlet di
seluruh Indonesia juga akan terus dibuka. Pembukaan gerai Hypermart yang ke-99, menandai
kesungguhannya untuk mengukuhkan posisinya di pasar hypermarket Indonesia.

Dukungan lain yang juga berperan penting dalam menopang


keberhasilan Hypermart adalah kegiatan promosinya yang kreatif
dan bermanfaat bagi konsumen. Seperti iklan di media cetak dan
digital yang informatif hingga promosi kartu kredit seperti
Credit Card BNI diskon 35% untuk all product, diskon 50% all
product bagi pemegang kartu kredit Hypermarket serta Loyalty
Program ANCHOR dan lain sebagainya.

Kesuksesan Hypermart tentu tak lepas dari dukungan tiga


pusat distribusinya yang berperan penting dalam penyaluran
barang-barang ke Hypermart dan Foodmart. Ketiga pusat
distribusi itu adalah gudang Surabaya, gudang Balaraja dan
gudang Cibitung. Ditambah jaringan penjualan yang tersebar di
seluruh pelosok Indonesia, keberhasilan Hypermart sebagai salah
satu hypermarket di Indonesia kian tak terbendung.

22
III.2. STAKEHOLDER

HYPERMART merupakan bagian unit bisnis Matahari Food Business PT Matahari Putra
Prima Tbk dengan kepemilikan saham 32,2 % Asia Color Company Limited, 20,5% PT. Multipolar tbk
dan 47,3 Masyarakat.
Visi :
Menjadi pilihan utama konsumen di bidang retail
Misi :
Memberikan value, barang barang dan pelayanan untuk meningkatkan kualitas konsumen dan
gayahidup secara konsisten.
Saat ini bisnis Hypermart bisa dibilang menjadi tulang punggung bisnis PT. Matahari Putra Prima Tbk,
karena menjadi penyumbang 67,4% dari penjualasn total group Matahari. Dalam menjalankan roda
bisnisnya segala kebijakan dijalankan dan dikelola Head Office dengan dipimpin seorang
merchandising Manager, saat ini sudah memiliki ribuan karyawan baik tetap maupun kontrak.

Tabel 5. Identifikasi Stakeholder Hypermart


NO STAKEHOLDER KEBUTUHAN
1. Investor Perusahaan harus bisa memberikan kepuasan terhadap
keinginan dan kebutuhan investor yang akan meningkatkan
profitabilitas, aset, likuiditas dan pertumbuhan bisnis. Dapat
dilihat dari semakin bertambahnya jumlah gerai yang sampai
akhir tahun 2013 ini sudah mencapai 99 gerai. Hal ini tentunya
akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menambah
modal investasinya.
2. Pelanggan Variabel layanan yang sangat penting dapat berupa :
- Hal yang dapat dilihat (tangibles) : fasilitas gerai
- Kendalan (reability) : misalnya kemampuan kasir yang
cekatan dalam melayani
- Daya tanggap (responsiveness) : kemauan melayani
kebutuhan pelanggan dengan benar
- Assurance : jaminan keamanan dan meminimalisir keraguan
dalam segala hal termasuk harga
- Empathy : perhatian individu yang diberikan perusahaan
kepada pelanggan
3. Pemasok Pemasok diharapkan memiliki nilai nilai yang sama dengan
perusahaan. Fondasi kemitraan, profit sharing, etika,
kepercayaan, keterlibatan, inisiatif, pengembangan dan harga.
Lebih baik memiliki pemasok skala kecil namun jumlahnya
banyak karena dapat mengurangi aspek birokrasi
4. Pemerintah dan Masyarakat - Komitmen untuk memenuhi peraturan perundang-undangan
yang berlaku, baik kaitannya dengan makanan, maupun
penjualan, promosi, lingkungan maupun keselamatan dan
kesehatan kerja
- Menjunjung tinggi anti monopoli
5. Karyawan Setiap karyawan menginginkan kesejahteraan baik bagi dirinya
maupun keluarganya. Perusahaan memberikan jenjang karir
yang jelas. Keamanan dan kenyamanan dalam bekerja.
Kebutuhan untuk dihargai dan menghargai bbaik oleh atasan
maupun rekan sekerja, dan keadilan untuk menjalankan hak dan
kewajibannya.

23
III.3. SISTEM INFORMASI

Sistem informasi yang digunakan oleh HYPERMART adalah seperti dalam tabel berikut, yang
terkontrol dan terpusat di Head Office [HO].

Tabel 6. Identifikasi Sistem Informasi Management berdasarkan fungsi bisnis


FUNGSI BISNIS APLIKASI SISTEM INFORMASI
1. Supply Chain Management RETEK 10 By ORACLE

2. Distribution WAREHOUSE MANAGEMENT MANHATAN


o Automate picking, packing and shipping and minimize
the number of moves per order
o Improve the accuracy of every order and reduce safety
stock
o Consolidate orders to reduce transportation and shipping
costs
o Eliminate annual physical counts
o Reduce expenses on labor and storage by managing
tasks and improving processes
o Plan and balance workload and monitor activities
with Labor Managemen tintegration
o Improve warehouse layout for faster fulfillment and
overhead reduction
o Minimize the need for warehouse space with cross-
docking and flow-through capabilities
o Provide voice-enabled capabilities from pick/pack to
forklift operations
o Facilitate efficient receiving and disposition of returns
o Integrate material handling equipment (diverts,
inductions, pick/pack, complex sortation)
o Support numerous parcel and LTL carriers, including
native rating, routing, label and paper manifest
generation, and end-of-day electronic invoicing

24
3. Human Resource PRO-INT

4. FINANCE ORACLE FINANCE:


- Asset & Lifecycle management
- Cash & Treasury Management
- Credit to cash
- Financial control & Reporting
- Financial Analytic
- Governance Risk Complience
- Lease & Finance Management
- Procure to Pay

5. Email LOTUS NOTE

25
6. E-Commerce

Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan yaitu melalui interview kepada Bpk. Awang
Atmanto GM Application PT. Matahari Putra Prima Tbk, sistem yang ada belum sepenuhnya ERP
karena belum terintergrasi antara masing masing aplikasi. Hal ini adalah kareana sejak berdirinya
sudah menjadi policy perusahaan dan untuk merubahnya diperlukan effort yang besar. Namun
perusahaan terus melakukan updating terhadap aplikasi dengan versi terbaru. Walaupun demikian
perusahaan telah menerapkan e-bisnis di seluruh fungis bisnisnya. Supply Chain Management,
Transaction Processing System [Aplikasi untuk fungsi produksi khususnya yang terkait dengan
purchasing dan untuk fungsi Human Resources dan Akuntansi terkait dengan pay rol] , Untuk
implementasi e-commerce dapat dilihat website hypermart bahawa pelanggan dapat membeli secara
online.

Semua aplikasi tersebut menggunakan jaringan area luas atau Wide Area Network; WAN
merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer
antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang
membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan
area lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang
satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

26
Sebagai media komunikasi dengan pelanggan, berbagai cara digunakan oleh Hypermart yaitu
seperti dalam tabel berikut

Tabel 7. Media komunikasi dengan jejaring sosial


JEJARING SOSIAL GAMBAR
1. WEBSITE http://www.hypermart.co.id

2. FACEBOOK https://www.facebook.com/hypermart.co.id

3. TWITTER https://twitter.com/hicard_id

27
4. INSTAGRAM http://instagram.com/hicard_id#

5. PATH http://www.pinterest.com/hicardID/

III.4 ANALISA STRATEGI GENERIK PORTER

Berikut lima kekuatan yg menentukan karakteristik suatu industri, yaitu :

Tabel 8. Analisa Kekuatan Persaingan


Kekuatan persaingan Langkah - Langkah
1. Ancaman pendatang baru Untuk menghadapi tantangan pendatang baru,
Ancaman masuknya pendatang baru dalam dibutuhkanlangkah-langkah atau tindakan antara
industri wholesale ini bukan hal yang perlu lain :
dikhawatirkan, karena bagi para pendatang
a. Tetap menjaga kualitas yang dimiliki
baru untuk memasuki industri ini sangatlah
khususnya produk unggulan yang sudah
sulit. Banyak hal yang perlu di
menjadi brand konsumen
pertimbangkan serta diperhitungkan dan juga
b. Berusaha menjaga vendor tetap menjadi klien
tantangan-tantangan dalam mencapai bisnis
utama
yang strategis.
c. Menggunakan e-commerce yang lebih
Dalam industri ini dibutuhkan modal yang bersaing dibandingkan dengan pendatang
besar, karna pangsa pasarnya pun besar. baru dengan cara membuat evaluasi setiap
Belum lagi mengingat barang yang dijual waktu-waktu tertentu dan menemukan model

28
merupakan supply dari perusahaan luar, itu atau metode baru untuk memudahkan
berarti kita butuh untuk membangun relasi- konsumen dalam menggunakan e-commerce
relasi pada banyak perusahaan yang dapat baru tersebut
mensupply produknya. Ditambah lagi dalam
perkembangan bisnis saat ini mulai
diterapkan e-commerce. ini merupakan salah
satu penerapan yang perlu dikejar oleh
pemain baru.

2. Ancaman produk atau jasa pengganti - Untuk beberapa item barang, Hypermart
(Substitusi) memberikan ikon cek harga dengan ilustrasi
kaca pembesar. Ini artinya Hypermart
Bukan berarti Hypermart tidak memiliki memberikan jaminan harga termurah
ancama akan produk penggantinya. Pada dibanding barang yang dijual di tempat
kenyataanya munculnya mini market seperti sejenis lainnya. Jika ada yang lebih murah,
alfanmart, Indomart, dan berbagai minimart Hypermart akan mengganti selisihnya 2x
lainnya merupakan ancaman produk lipat.
pengganti dari industri wholesale bagi - Kenyamanan berbelanja di Hypermart juga
Hypermart. Meskipun harganya tidak lebih ditambah dengan adanya layanan jasa antar
murah dari supermart namun kemudahan untuk produk-produk elektronik (radius
untuk menemukan minimart menjadi daya tertentu) untuk para konsumennya.
tarik bagi konsumen. Minimart kini dapat - Hypermart berupaya untuk memaksimalkan
ditemukan dimana-mana, dibangun produk-produk unggulan yang sudah banyak
dikawasan-kawasan lingkungan tempat diminati dan tetap memantau produk
tinggal. Bahakan kita sekarang sering pengganti dari pesaing sehingga kelemahan
menemukan minimart berdampingan. produk pendatang baru masih tetap dapat
bersaing.
- Hypermart juga berupaya untuk
mengimbangi produk pengganti yang dimiliki
pesaing dengan harga yang sama tetapi bisa
dimungkinkan dengan bonus yang harganya
masih berimbang dan mendapatkan
keuntungan yang sepadan.

29
3. Kekuatan tawar menawar pembeli - Hypermart menghadapi tantangan tawar
menawar pembeli dilakukan dengan cara
pembungkusan produk yang lebih menarik,
atau dengan sistem ganda yang lebih murah
karena konsumen seolah-olah dipaksa
membeli minimal dua buah dalam satu paket,
yang bila dihitung nilainya masih dianggap
lebih rendah dengan total pembelian yang
dilakukan oleh konsumen.
- sistem bonus ganda yaitu langsung didalam
kemasan yang dilihat oleh konsumen
ditambah dengan hadiah berupa barang yang
nilainya tidak terlalu mahal untuk total harga
pembelian.

4. Kekuatan tawar menawar pemasok - Kehadiran Hypermart menjawab kebutuhan


masyarakat akan produk-produk segar yang
Kekuatan pemasok bukanlah hal yang perlu berkualitas dan aman di konsumsi.
dikhawatirkan dalam industri ini, mengingat - Hypermart juga menyediakan produk mulai
Hypermaart menjual berbagai jenis produk makanan siap saji hingga produk-produk
yang berbeda dari berbeda supplier tentunya. kebutuhan rumah tangga, elektronik dan
Bisa dikatakan barang-barang yang dijual peralatan rumah tangga yang tentunya semua
dalam industri ini memiliki banyak produk itu dapat diperoleh dengan harga terjangkau.
pengganti, maka bukan suatu masalah apabila - Mengenai kerjasama dengan supplier lokal
keberadaan produk tidak ada. terbuka kesempatan bagi supplier lokal untuk
Kenyataanya supplier yang membutuhkan menjadi pemasok di Hypermart terutama
peran industri wholesale tersebut dalam produk-produk fresh seperti : Ikan, Sayur,
mendistribusikan barangnya ke pelanggan. Bumbu dapur, Buah, Tahu Tempe atau
Namun bukan berarti hal tersebut bukan hal produk-produk makanan/jajanan. Saat ini ada
yang perlu dikhawatirkan kita tidak menjaga sekitar 20 UKM lokal yang telah menjadi
hubungan dengan supplier. Menjaga pemasok Hypermart.
hubungan dengan supplier adalah elemen
terpenting dalan industri wholesale ini.

Produk Hypermart terutama produk unggulan


yang diminati konsumen sudah menjadi
brand dari suatu supplier diharapkan tetap
dijaga untuk stabilitas pengadaan dengan
asumsi penyimpanan barang digudang dapat
sewaktu-waktu dimungkinkan ekstra volume
gudang.

30
5. Persaingan antar Kompetitor Dalam Industri - Strategi harga yang murah sudah menjadi hal
yang biasa diterapkan pada pesaing ini.
Yang Sama
- Dalam menjalankan bisnis usahanya,
Persaingan yang terjadi dalam industri
Hypermart bersandar pada pilar-pilar
wholesale sangatlah ketat. Barang yang pendukung yang mengantarkan Hypermart
diperjualkan di industri ini dari masing- menuju masa gemilang. Di antaranya adalah,
masing pesaing adalah sama-sama menjual sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni,
produk yang sama dan juga dari supplier kelengkapan jenis barang yang mencapai
yang sama lebih dari 30.000 item dengan harga lebih
Banyak kompetitor Hypermart, misalnya terjangkau di kelasnya, hingga bentuk
promosi yang dikemas secara kreatif plus
Carrefour, Lotte Mart, Gaint. Namun saat ini
dukungan lokasi yang strategis.
yang berkompeten adalah Carrefour.
Hypermart dan Carrefour sama-sama
menawarkan penjualan online di website
mereka masing-masing. Tapi bila dicermati
tampilan dan navigasi yang ditawarkan dari
belanja online di website Carrefoure lebih
efektif.

Berikut strategi generik yang dilakukan Hypermart, yaitu :

1. Strategi Biaya Rendah (cost leadership)

Pasar modern seperti hypermarket menerapkan strategi Everyday Low Prices (EDLP) yang
dikombinasikan dengan strategi leader pricing, multiple unit pricing, price bundling, odd pricing,
dan price lining untuk meningkatkan lalulintas konsumen dan penjualan barang pelengkap di
dalam toko. Harga rendah di hypermarket merupakan aplikasi Everyday Low Price (EDLP) yang
biasa diaplikasikan peritel dengan biaya operasional rendah dan pelayanan minimum. Strategi
EDLP menekankan harga jual normal yang berkisar antara harga normal dan harga promosi ritel
pesaing. EDLP berguna memperluas cakupan segmen pasar yang bisa dijangkau dan
memungkinkan peritel hypermarket untuk menjangkau konsumen hampir dari seluruh strata sosial
yang ada di masyarakat. Strategi ini sangat efektif diaplikasikan di Indonesia, yang mayoritas
konsumennya berasal dari kalangan menengah bawah dan umumnya sangay peduli pada harga
(price sensitive). Lewat strategi ini, sangatlah wajar jika banyak konsumen pasar tradisional
kemudian beralih menjadi pelanggan hypermarket.

Memanfaatkan kekuatan tawar menawar yang dimiliki, para buyer ritel bernegosiasi dengan
pemasok untuk memperoleh diskon, insentif, komisi, dan bonus barang untuk setiap
pembeliannya. Diskon yang diperoleh buyer tidak terbatas hanya pada diskon reguler sebagaimana
pedagang pasar. Didukung kekuatan pembelian yang dimilikinya, buyer memperoleh sejumlah
diskon tambahan yang akan menekan harga pokok pembelian.

31
2. Strategi Pembedaan Produk (differentiation)

Sejak dari awal manajemen Hypermart sudah membuat kontrak kerja dengan pemasok
mengenai label atau brand yang menjadi hak paten yang digunakan sendiri dan tidak digunakan
oleh perusahaan lain. Hypermart juga mencari importir unggulan dari barang-barang atau brand
yang sudah benar-benar dimiliki oleh segmen konsumen tertentu

3. Strategi Fokus (focus)

Fokus manajemen Hypermart perlu memperhatikan :

a. Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan tetap mempunyai visi misi perusahaan yang
kuat yaitu menjadi pemimpin pasar hypermarket pada tahun 2014.
b. Kondisi lingkungan Hypermart yang di desain dengan konsep baru yang memudahkan
konsumen menemukan barang belanjaan primer dan sekunder dalam satu tempat,
Hypermart didesain dengan suasana hangat, menyenangkan dan bersahabat.
c. Hypermart tetap fokus pada pengadaan barang yang berkualitas dengan distribusi dan
pengecekan kondisi barang terutama barang yang masuk dari pemasok.
d. Kontrol kualitas barang dilakukan oleh Hypermart secara berkelanjutan, terutama produk
yang mendekati waktu kadarluasa juga termasuk yang harus diperhatikan kondisi
kebersihan dari produk dan penempatan yang baik.
e. Memberikan sistem keamanan yang benar terjaga baik untuk kepentingan Hypermart itu
sendiri terhadap barang-barang dan pekerja yang menjadi sarana dan prasarana Hypermart,
juga memperhatikan keamanan bagi konsumen yang datang.
f. Kondisi dan jenis kebutuhan bagi konsumen di Hypermart juga diperhatikan kepada letak
geografis dan level konsumen dimana Hypermart berada.
g. Manajemen keuangan Hypermart memberikan pengawasan yang terkendali dari
pengeluaran hingga pemasukan.

32
BAB IV
KESIMPULAN
1. Persaingan bisnis pada masa sekarang meningkatkan kebutuhan manajemen akan informasi.
Manajemen membutuhkan informasi yang akurat dan cepat yang disajikan dalam bentuk yang
informatif sebagai dasar pengambilan keputusan.
2. Tantangan perusahaan saat ini bertambah berat, perusahaan dituntut mampu memberikan
pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan, semakin ketat persaingan dengan munculnya
perusahaan baru yang serupa bisnisnya tentu saja dengan sistem yang terus berkembang
menuntut perusahaan melakukan perubahan kearah yang lebih baik sehingga mampu dan tidak
kalah bersaing.
3. Masuk ke 1990-an timbul era supermarket berskala besar dan muncul pula tipe Hypermarket,
dan di tahun 2000-an minimarket mulai menjamur hingga ke daerah. Maka memasuki era digital
kini, konsumen mulai disuguhi cara berbelanja baru melalui e-commerce.
4. Mulai beroperasi pada 2004, Hypermart hadir sebagai peritel paling bungsu, mengejar
ketertinggalannya untuk menunjukkan kepada publik: Inilah peritel asli Indonesia yang lahir dari
Bumi Pertiwi dan mampu bersaing dengan peritel asing. Kini, di usianya yang ke-9 Hypermart
ingin menunjukkan bahwa keinginannya menjadi No.1 Multi Format Food Retail di Indonesia
bukanlah sebuah mimpi semata. Di usia yang masih muda, Hypermart menjadi hypermarket
pertama yang berhasil membuka gerai ke-99 di Indonesia.
5. Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan sistem yang ada belum sepenuhnya ERP karena
belum terintergrasi antara masing masing aplikasi. Hal ini adalah kareana sejak berdirinya
sudah menjadi policy perusahaan dan untuk merubahnya diperlukan effort yang besar. Namun
perusahaan terus melakukan updating terhadap aplikasi dengan versi terbaru.
6. Perusahaan telah menerapkan e-bisnis di seluruh fungis bisnisnya. Supply Chain Management,
Transaction Processing System [Aplikasi untuk fungsi produksi khususnya yang terkait dengan
purchasing dan untuk fungsi Human Resources dan Akuntansi terkait dengan pay rol] , Untuk
implementasi e-commerce dapat dilihat website hypermart bahawa pelanggan dapat membeli
secara online.
7. Semua aplikasi tersebut menggunakan jaringan area luas atau Wide Area Network; WAN
merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar. WAN digunakan untuk
menghubungkan jaringan area lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga
pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan
komputer di lokasi yang lain
8. Strategi generik yang dilakukan hypermart guna menghadapi persaingan antara lain Strategi
Biaya Rendah (cost leadership), Strategi Pembedaan Produk (differentiation) dan fokus

33
DAFTAR PUSTAKA

1. OBrien, J. A. and G. M. Marakas. 2010. Introduction to Information Systems, fifteenth


edition. The McGraw-Hill Companies, Inc.

2. OBrien A. James, Pengantar Sistem Informasi, edisi 12, 2005

3. Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage, The Free Press, New York, NY

4. Shi, Jiwei, et all. 2004. E-Business Implementation In Smes: A Success Framework. IADIS
International Conference e-Commerce

5. Sugi, Stephanus. 2010. 10 Prospek Electronic Business ( E-Business ) di Indonesia 2010.

6. Turban, Efraim (2002) Electronic Commerce 2002, A Managerial Perspective, Prentice Hall,
New Jersey.

7. Turban, Efraim et al. (2005). Introduction to Information Technology, 3rd Edition. John Wiley
& Sons, Inc., USA.

8. Wijaya, Dedy Rahman. 2010. Strategi dan Kebijakan Pengembangan E-business

34