Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

HIDROLIK III

I. TUJUAN
1. Mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana
2. Mampu merangkai sistem tersebut
3. Mampu memahami karakteristik reducing valve

II. DASAR TEORI


II.1 Definisi Hidrolik
Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair,
biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau
putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip Jika suatu zat cair
dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah
dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya Sistem Hidrolik
adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk
melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja
berdasarkan prinsip Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan
itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang
kekuatannya Hukum Archimedes (+250 sebelum Masehi)
Penggunaan sistim hidrolik dalam kehidupan akan mempermudah
pekerjaan manusia. Pengaplikasian sistim hidrolik dalam kehidupan
sehari ini seperti mesin perkakas,pembangkit tenaga, kendaraan, pesawat
terbang, kapal laut, pesawat angkat, alat berat, dan militer. Sisim hirolik
tersebut juga mempunyai kegunaan :
a. Mampu memindahkan gaya sangat besar dengan komponen kecil
yang dapat diatur dan dikendalikan.
b. Fleksibel untuk berbagai manuver pada beban minimum dan
maksimum (gerak maju mundur piston dan gerak bolak balik putaran
hidromootor)
c. Fluida sekaligus bertindak sebagai pelumas
d. Dapat bersinergii dengan sistim pneumatik,mekanik, elektrik maupun
elektronik

Dalam hidrolik yang menggunakan fluida terdapat 2 instilah yaitu


normaly close dan normaly open. Normaly close artinya dalam keadaan
normal tanpa di kenai gaya tidak ada aliran, sedangkan normaly open
artinya dalam keadaan normal tanpa dikenai gaya ada aliran. Berbeda
dengan hidrolik yang menggunakan elektrik. Dalam hidrolik elektrik
normaly close artinya dalam keadaan normal tanpa di kenai gaya ada
aliran, sedangkan normaly open artinya dalam keadaan normal tanpa
dikenai gaya tidak ada aliran.

II.2 Dasar-dasar Sisterm Hidrolik


a. Hukum pascal
Prinsip dasar sistem hidrolik berasal dari hukum pascal, dimana
tekanan dalam fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai
berikut :
1. Tekanan bekerja tegak lurus pada permukaan bidang
2. Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah
3. Tekanan yang diberika kesebagian fluida dalam tempat tertutup,
merambat secara seragam ke bagian lain fluida
b. Hukum Bernauli
Jumlah energi pada setiap titik pada sistem konstan
P + pv2 + pgh = k
Keterangan :
P = energi tekan (hidrostatis energi)
1/2pv2 = energi kinetik (hidrodinamik energi)
pgh = energi potensial (gravitasional energi)
c. Hukum Kontinuitas
Laju aliran masa fluida yang masuk dan keluar sistem tetap.
m1 = m2
Q1 = Q2
V1.Q1 = V2.Q2
d. Hidrostatik
Pada fluida yang tekanan fluida hanya tergantung pada ketinggian
tidak tergantung pada ketinggian tidak tergantung pada bentuk
wadahnya
P = Pa + pgh
e. Transmisi gaya hidrolik
P1 = P2
F1/A1 = F2/A2
Sehingga dengan F1 yng kecil mampu mengangkat F2 yang besar
dengan tingkat penguatan ( A2/A1 ) contoh : dongkrak hidroli
f. Silinder hidrolik
Berfungsi sebagai penguat tekanan :
F1 = F2
P1.A1 = P2.A2
Sehingga dengan P1 yang kecil mampu meningkatkan P2 dengan
tingkat penguatan (A1/A2).
II.3 Komponen Penyusun pada Praktikum Hidrolik 3
a. Fluida Kerja
Dalam praktikum hidrolik menggunakan minyak pelumas dengan
viskositas kinematis lebih dari 100. Fungsi fluida kerja tersebut pada
sitstim hidrolik adalah untuk transmisi energi hidrolik, sebagai
pelumas komponen, mencegah korosi, pembawa kotoran dan gerain,
sebagai penyerap panas, pelumas tersebut sidimapan dalam sebuah
tangki reservoir.
b. Tanki Reservoir
Tangki reservoir digunakan untuk menyimpan fluida. Berikut bagian-
bagian dari tangki resevoir :
a. Filter udara
b. Sambungan aliran balik
c. Plat penutup
d. Tutup lobang pengisi dengan saringan
e. Pipa isap pompa
f. Saluran buangan
g. Indikator tinggi minyak maksimum
h. Indikator tinggi minyak minimum
i. Pipa aliran balik dari sitem
j. Plat befel
c. Power Unit
Unit penyaluran dan penerimaan minyak hidrolik terdiri atas, tangki,
pompa dan motor penggeraknya, relief valve dan manometer.

M
Gambar 2.1 Simbol Power Unit74e86c28

d. Katup 4/3
Katup 4/3 memiliki arti 4 lobang iput output dan 3 posisi.
Cara kerja katu 4/3 adalah bila dalam keadaan netral, fluida di titik P
akan mengalir menuju T sedangkan A dan B di blokir. Pada posisi
ditarik, fluida di titik P menuju B dan dari titik A fluida mengalir
menuju T. Pada posisi ditekan, maka fluida mengalir dari P ke A dan B
menuju T. Berikut simbol dari katub 4/3

A B

Gambar 2.2 Simbol Katup 4/3

P T
e. Manometer
Alat ukur tekaan dengan konstruksi sebagai berikut :
1. Body
2. Bourdon tube
3. Lengan
4. Pasangan rack & pinion
5. Roda gigi
6. Jarum penunjuk
7. Skala
8. Konektor

Cara kerja: jika tekanan Pu naik maka bourdon tube terdeteksi


sehingga lengan menarik rack & pinion sehingga jarum penunjuk
bergerak sesuai besarnya Pu.

Gambar 2.3 Simbol Manometer

f. Piston

Gambar 2.4 Simbol Piston


g. Reducing Valve
Katup Pengatur Tekanan, Tekanan cairan hidrolik diatur untuk
berbagai tujuan misalnya untuk membatasi tekanan opersional dalam
system hidrolik, untuk mengatur tekanan operasional dalam system
hidrolik, untuk mengatur tekanan agar penggerak hidrolik dapat
bekerja secra berurutan, untuk mengurangi tekanan yang mengalir
dalam saluran tertentu menjadi kecil, salah satu jenis katup pengaman
tersebut adalah reducing valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan fluida
yang mengalir pada saluran kerja karena penggerak yang akan menerimanya
didesain dengan tekanan yang lebih rendah.

Gambar 2.5 Reducing Valve


III. GAMBAR RANGKAIAN
A B

P T

IV. DATA HASIL PRAKTIKUM

Berdasarkan hasil percobaan di peroleh data sebagai berikut

Piston Maju

No Tekanan Maju sesaat Maju Maksimum


.
1 G1 5 Bar 39 Bar
2 G2 5 Bar 0 Bar
3 G3 15 Bar 38 Bar

Piston Mundur

No Tekanan Maju sesaat Maju Maksimum


.
1 G1 15 Bar 0 Bar
2 G2 20 Bar 35 Bar
3 G3 30 Bar 38 Bar

V. ANALISA
Katup 4/3 mengontrol (mengatur masuk dan keluar) agar oli dapat
bekerja sesuai dengan perintah. Jika piston maju maka ruang pertama
yang harus aktif (digeser) dengan panah sejajar bolak balik yang
berfungsi sebagai jalur masuknya fluida (oli) yakni dengan jalan fluida
dari P akan masuk ke A lalu menuju ke piston agar fluida (oli) akan
memenuhi piston yang menjadikan piston bergerak maju. Sedangkan
jika piston mundur maka fluida (oli) harus di isi pada daerah aliran
katup 4/3 yang B dengan memindahkan ruang ketiga untuk diaktifkan
dengan panah menyilang yang artinya fluida (oli) dari dalam piston
yang berasal dari A dikeluarkan sehingga piston akan bergerak mundur
karena fluida (oli) dari B akan menuju keluar (tanki).
Pada rangkain ini reducing valve mengurangi tekanan fluida (oli)
yang hendak menuju piston karena tekanan untuk menggerakkan
piston tersebut didesain atau diatur dengan tekanan yang lebih rendah,,
sehingga dalam percobaan ini, jika menggunakan reducing valve maka
tekanan yang masuk untuk menggerakkan piston akan lebih kecil
sesuai dengan tekanan yang di desain.
Pada saat maju sesaat piston hanya menerima sedikit fluida (oli)
atau tekanan rendah dari katup 4/3 karena si pengontrol hanya
mengaktifkan ruang pertama dari katup 4/3 yang menjadikan fluida
(oli) dari system menuju ke A dan mengalir ke piston untuk maju.
Sedangkan jika pada saat maju maksimum maka tekanan yang
dihasilkan lebih besar daripada tekanan pada saat piston maju sesaat.
Karena pada saat maju maksimum maka yang aktif adalah ruang
pertama dari katup 4/3 sehingga fluida (oli) akan menekan masuk
sehingga memenuhi piston yang kemudian piston akan maju dengan
tekanan lebih besar.
Pada saat mundur sesaat piston hanya mengeluarkan sedikit fluida
(oli) atau tekanan rendah dari katup 4/3 karena si pengontrol hanya
mengaktifkan ruang ketiga dari katup 4/3 yang menjadikan fluida (oli)
dari piston ke A dan mengalir ke luar untuk piston bergerak mundur.
Sedangkan jika pada saat mundur maksimum maka tekanan yang
dihasilkan lebih besar daripada tekanan pada saat piston mundur
sesaat. Karena pada saat mundur maksimum maka yang aktif adalah
ruang ketiga dari katup 4/3 sehingga fluida (oli) akan mengeluarkan
fluida (oli) dari piston menuju ke A lalu mengalir keluar menuju tanki
sehingga piston akan menerima tekanan fluida (oli) dari pintu B
sehingga akan memenuhi bagian piston yang kemudian piston akan
mundur dengan tekanan lebih besar.

MENJAWAB PERTANYAAN

1. Berapa tekanan G1, G2,Gsystem sesaat setelah piston maju dan


ketika piston maju maksimum?
Jawab : Tekanan Piston Maju Sesaat
G1 = 8 Bar.
G2 = 8 Bar.
Gsystem = 25 Bar.
Tekanan Piston Maju Maksimum
G1 = 32 Bar.
G2 = 0
Gsystem = 45 Bar.

2. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston mundur dan
ketika piston mundur maksimum?
Jawab :Tekanan Piston Mundur Sesaat
G1 = 12 Bar.
G2 = 20 Bar.
Gsystem = 40 Bar.
Tekanan Piston Mundur Maksimum
G1 = 0
G2 = 32 Bar.
Gsystem = 45 Bar.
3. Apa fungsi katup 4/3?
Menggerakan lever, mengalirkan atau menghentikan fluida dari
titik 1 ke titik yang lain
4. Apa fungsi reducing valve?
Menurunkan terjadinya beban lebih atau tekanan local yaitu pada
kondisi awal pada aliran dari X ke Y. Jika tekanan pada Y naik
maka katup akan bergeser sehingga tekanan Y akan dapat
diturunkan.
5. Sebutkan beberapa aplikasi system ini dilapangan?
Untuk pengoperasian dengan ouptu yang berbeda beda
VI. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Pada saat piston keadaan maksimum tekanan pada G110 sedangkan
tekanan pada G2 adalah 0, serta keadaan sesaat nilai G1 adalah 6 dn nilai
G2 adalah 4
2. Pada saat piston mundur keadaan maksimum tekanan pada G1adalah 0
sedangkan tekanan pada G2 adalah 10, seta keadaan sesaat nilai G1
adalah 4 dn nilai G2 adalah 8
3. Adanya reducing valve yang terpasang ada komponen berfungsi
menurunkan tekanan pada sistem sehingga dibandingkan dengan
percobaan sebelumnya nilai G1 dan G2 lebih rendah.
DAFTAR PUSTAKA

Ardha (2011), hirolik, [online],(http://www.blogspot.com), diakses 15 Maret 2014


Beeb Nie,(2013), macam-macam katup,[hidrolik],(http://www.blogspot.com)
diakses 15 Maret 2015
Muslim,Asep.(2013), hidrolik,[online],(http://www.blogspot.com) ,diakses 15
maret 2015
Team Dosen Praktikum Laboratarium.21012. Buku Petunjuk Praktikum
Pneumatik dan Hidrolik.Program studi Teknik Perpipaan,
PPNS,Surabya,Indonesia.