Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

HIDROLIK I

I. TUJUAN
1. Mampu membaca gambar sistem hidrolik sederhana
2. Mampu merangkai sistem tersebut
3. Mampu memahami karakteristik katup 4/3

II. DASAR TEORI


II.1 Definisi Hidrolik
Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair,
biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau
putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip Jika suatu zat cair
dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah
dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya Sistem Hidrolik
adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk
melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja
berdasarkan prinsip Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan
itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang
kekuatannya Hukum Archimedes (+250 sebelum Masehi)
Penggunaan sistim hidrolik dalam kehidupan akan mempermudah
pekerjaan manusia. Pengaplikasian sistim hidrolik dalam kehidupan
sehari ini seperti mesin perkakas,pembangkit tenaga, kendaraan, pesawat
terbang, kapal laut, pesawat angkat, alat berat, dan militer. Sisim hirolik
tersebut juga mempunyai kegunaan :
a. Mampu memindahkan gaya sangat besar dengan komponen kecil
yang dapat diatur dan dikendalikan.
b. Fleksibel untuk berbagai manuver pada beban minimum dan
maksimum (gerak maju mundur piston dan gerak bolak balik putaran
hidromootor)
c. Fluida sekaligus bertindak sebagai pelumas
d. Dapat bersinergii dengan sistim pneumatik,mekanik, elektrik maupun
elektronik

Dalam hidrolik yang menggunakan fluida terdapat 2 instilah yaitu


normaly close dan normaly open. Normaly close artinya dalam keadaan
normal tanpa di kenai gaya tidak ada aliran, sedangkan normaly open
artinya dalam keadaan normal tanpa dikenai gaya ada aliran. Berbeda
dengan hidrolik yang menggunakan elektrik. Dalam hidrolik elektrik
normaly close artinya dalam keadaan normal tanpa di kenai gaya ada
aliran, sedangkan normaly open artinya dalam keadaan normal tanpa
dikenai gaya tidak ada aliran.

II.2 Dasar-dasar Sisterm Hidrolik


a. Hukum pascal
Prinsip dasar sistem hidrolik berasal dari hukum pascal, dimana
tekanan dalam fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai
berikut :
1. Tekanan bekerja tegak lurus pada permukaan bidang
2. Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah
3. Tekanan yang diberika kesebagian fluida dalam tempat tertutup,
merambat secara seragam ke bagian lain fluida
b. Hukum Bernauli
Jumlah energi pada setiap titik pada sistem konstan
P + pv2 + pgh = k
Keterangan :
P = energi tekan (hidrostatis energi)
2
1/2pv = energi kinetik (hidrodinamik energi)
pgh = energi potensial (gravitasional energi)
c. Hukum Kontinuitas
Laju aliran masa fluida yang masuk dan keluar sistem tetap.
m1 = m2
Q1 = Q2
V1.Q1 = V2.Q2
d. Hidrostatik
Pada fluida yang tekanan fluida hanya tergantung pada ketinggian
tidak tergantung pada ketinggian tidak tergantung pada bentuk
wadahnya
P = Pa + pgh
e. Transmisi gaya hidrolik
P1 = P2
F1/A1 = F2/A2
Sehingga dengan F1 yng kecil mampu mengangkat F2 yang besar
dengan tingkat penguatan ( A2/A1 ) contoh : dongkrak hidroli
f. Silinder hidrolik
Berfungsi sebagai penguat tekanan :
F1 = F2
P1.A1 = P2.A2
Sehingga dengan P1 yang kecil mampu meningkatkan P2 dengan
tingkat penguatan (A1/A2).
II.3 Komponen Penyusun pada Praktikum Hidrolik 1
a. Fluida Kerja
Dalam praktikum hidrolik menggunakan minyak pelumas dengan
viskositas kinematis lebih dari 100. Fungsi fluida kerja tersebut pada
sitstim hidrolik adalah untuk transmisi energi hidrolik, sebagai
pelumas komponen, mencegah korosi, pembawa kotoran dan gerain,
sebagai penyerap panas, pelumas tersebut sidimapan dalam sebuah
tangki reservoir.
b. Tanki Reservoir
Tangki reservoir digunakan untuk menyimpan fluida. Berikut bagian-
bagian dari tangki resevoir :
a. Filter udara
b. Sambungan aliran balik
c. Plat penutup
d. Tutup lobang pengisi dengan saringan
e. Pipa isap pompa
f. Saluran buangan
g. Indikator tinggi minyak maksimum
h. Indikator tinggi minyak minimum
i. Pipa aliran balik dari sitem
j. Plat befel
c. Power Unit
Unit penyaluran dan penerimaan minyak hidrolik terdiri atas, tangki,
pompa dan motor penggeraknya, relief valve dan manometer.

M
Gambar 2.1 Simbol Power Unit

d. Katup 4/3
Katup 4/3 memiliki arti 4 lobang iput output dan 3 posisi.
Cara kerja katu 4/3 adalah bila dalam keadaan netral, fluida di titik P
akan mengalir menuju T sedangkan A dan B di blokir. Pada posisi
ditarik, fluida di titik P menuju B dan dari titik A fluida mengalir
menuju T. Pada posisi ditekan, maka fluida mengalir dari P ke A dan B
menuju T. Berikut simbol dari katub 4/3

A B

P T
Gambar 2.2 Simbol Katup 4/3
e. Manometer
Alat ukur tekaan dengan konstruksi sebagai berikut :
1. Body
2. Bourdon tube
3. Lengan
4. Pasangan rack & pinion
5. Roda gigi
6. Jarum penunjuk
7. Skala
8. Konektor

Cara kerja: jika tekanan Pu naik maka bourdon tube terdeteksi


sehingga lengan menarik rack & pinion sehingga jarum penunjuk
bergerak sesuai besarnya Pu.

Gambar 2.3 Simbol Manometer

f. Piston
Piston adalah sumbat geser yang terpasang di dalam sebuah
silinder mesin pembakaran dalam silinder hidroli, pneumatik, dan
silinder pompa. Tujuan dari piston adalah mengubah volume dari isi
silinder, perubahan volume bisa diakibatkan karena piston mendapat
tekanan dari isi silinder atau sebaliknya piston menekan isi silinder.
Piston yang menerima tekanan dari fluida dan akan mengubah
tekanan tersebut menjadi gaya linear

Gambar 2.4 Simbol Piston

A B
III. GAMBAR RANGKAIAN

P T

M
IV. DATA HASIL PRAKTIKUM
Tabel 1. Piston Tunggal Maju

No
Tekanan Piston Maju Sesaat Piston Maju Maksimum
.
1. G1 5 45
2. G2 5 0
3. Gsystem 15 45

Tabel 2. Piston Tunggal Mundur

No
Tekanan Piston Mundur Sesaat Piston Mundur Maksimum
.
1. G1 15 0
2. G2 25 45
3. Gsystem 35 45

Tabel 3. Piston Ganda yang diparalel Maju

No
Tekanan Piston Maju Sesaat Piston Maju Maksimum
.
1. G1 4 45
2. G2 5 0
3. Gsystem 10 45

Tabel 4. Piston Ganda yang diparalel Mundur

No
Tekanan Piston Mundur Sesaat Piston Mundur Maksimum
.
1. G1 15 0
2. G2 25 45
3. Gsystem 35 45

V. ANALISA
Pada percobaan pertama ini kita membandingkan tekanan pada G1,
G2, dan Gsystem antara piston tunggal dengan piston ganda. Dari data hasil
praktikum, dapat diketahui bahwa terjadi penurunan tekanan, yaitu dari 15
bar turun menjadi 10 bar pada Gsystem dan pada G1 dari 5 bar menjadi 4 bar.
Penurunan tekanan ini terjadi sesaat setelah piston maju sesaat. Penurunan
tekanan terjadi karena pengaruh dari beberapa faktor, antara lain sebagai
berikut :
Selang yang terlalu panjang.
Terlalu banyak belokan yang ada pada selang.
Kebocoran pada sistem.
Komponen pompa yang rusak, aus, atau macet.
Terjadi kesalahan penyetelan pada katup sehingga terjadi
hubungan singkat oli (oli shorted circuited) yang langsung
kembali ke tangki.
Sedangkan pada G2 tidak terjadi kenaikan tekanan sesaat setelah
piston maju, yaitu dari 5 bar tetap menjadi 5 bar. Lalu ketika piston mundur
sesaat G1 tidak mengalami perubahan dari 15 bar tetap menjadi 15 bar, G2
tidak berubah dari 25 bar tetap menjadi 25 bar serta pada Gsystem dari
tekanan 35 bar tetap menjadi 35 bar.
Pada G1, G2 dan Gsystem tidak terjadi perubahan tekanan ketika
piston mundur maksimum.

MENJAWAB PERTANYAAN

1. Berapa tekanan G1, G2,Gsystem sesaat setelah piston maju dan ketika
piston maju maksimum?
Jawab :Tekanan Piston Maju Sesaat
G1 = 5 Bar.
G2 = 5 Bar.
Gsystem = 15 Bar.
Tekanan Piston Maju Maksimum
G1 = 46=5 Bar.
G2 = 0
Gsystem = 45 Bar.

2. Berapa tekanan G1, G2, Gsystem sesaat setelah piston mundur dan ketika
piston mundur maksimum?
Jawab :Tekanan Piston Mundur Sesaat
G1 = 15 Bar.
G2 = 25 Bar.
Gsystem = 35 Bar.
Tekanan Piston Mundur
Maksimum
G1 = 0
G2 = 45 Bar.
Gsystem = 45 Bar.

3. Apa fungsi katub 4/3?

Jawab : Katub 4/3 berfungsi menerima perintah dari control untuk


melepas, menghentikan dan mengarahkan fluida yang melalui
katup tersebut dengan 4 lubang input dan 3 posisi alur aliran. Misal
pada posisi netral fluida di titik P mengalir menuju T sedangkan A
dan B di blokir pada posisi ditarik fluida di titik P menuju B dan
dari titik A fluida mengalir menuju T. pada posisi ditekan maka
fluida mengalir dari P ke A dan B menuju T.

4. Apa fungsi relive valve?

Jawab :Relive valve berfungsi untuk melepas tekanan berlebih


yang ada di equipment dan sistem perpipaan. Untuk mencegah
kerusakan pada equipment, dan lebih penting lagi cedera pada
pekerja, relief valve dapat melepas kenaikan tekanan sebelum
menjadi lebih ekstrim dengan membatasi tekanan sistem (katup
pengaman).

5. Sebutkan beberapa aplikasi sistem ini dilapangan?


Jawab : 1. Dongkrak Hidrolik

2. Tensimeter atau Sfigmomanometer

3. Rem Hidrolik

4. Pompa Hidrolik

5. Alat Press Hidrolik

6. Bulldozer

7. Traktor

8. Bak Truck

6. Buatlah rangkaian serupa dengan dua piston yang diparalel?


Jawab :

Gambar 6.1 Rangkaian Hidrolik Sederhana I


dengan 2 Piston Paralel
VI. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum yang telah kami lakukan maka dapat


disimpulkan bahwa :

1. Secara keseluruhan, tekanan pada rangkaian sistem hidrolik dengan piston


ganda lebih rendah dibandingkan dengan tekanan pada sistem hidrolik
piston tunggal.
2. Penurunan tekanan terjadi karena beberapa faktor, diantaranya :
Selang yang terlalu panjang.
Terlalu banyak belokan yang ada pada selang.
Kebocoran pada sistem.
Komponen pompa yang rusak, aus, atau macet.
Terjadi kesalahan penyetelan pada katup sehingga terjadi hubungan
singkat oli (oli shorted circuited) yang langsung kembali ke tangki.
DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen Praktikum laboratorium.2012. Buku petunjuk Praktikum dan


Hidrolik. Teknik Perkapalan. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
www.artikel-teknologi.com/komponen-sistem-hidrolik/ (diakses 17 Maret
2017 pukul 19.00 WIB)
www.intisawit.blogspot.com/2012/05/cara-kerja-sistem-hidrolik.html?m=1
(diakses 17 Maret 2017 pukul 18.30 WIB)
www.wikipedia.org/wiki/piston (diakses 17 maret 2017 pukul 15.30 WIB)
www.wikipedia.org/wiki/sitem_hidrolik (diakses 17 Maret 2017 pukul 19.00
WIB)