Anda di halaman 1dari 3

Dobutamin, dopamin : selektif beta 1 agonis adrenergic

Norepinephrine, ephinephrin : alfa dan beta agonis adrenergic

Inotropic : dopamine n dobutamin

Dopamin maupun dobutamin bersifat simpatomimetik sehingga


meningkatkan curah jantung, tekanan darah, dan denyut jantung. Dopamin
mempunyai efek vasodilatasi renal yang bermanfaat untuk mempertahankan
fungsi ginjal pada penderita gagal jantung. Pada dosis tinggi, dopamin dapat
menimbulkan takikardia dan bahkan vasokonstriksi. Efek vasodilatasi renal
tidak dimiliki oleh dobutamin namun dobutamin relatif tidak menimbulkan
takikardia seperti dopamin. Atas dasar ini penggunaan gabungan dobutamin
dan dopamin dosis rendah memberi hasil yang cukup baik. Dobutamin juga
dapat meningkatkan aliran darah koroner.

dopamin dan
dobutamin. Obat mempunyai efek inotropik, dan melalui
reseptor beta adrenergik efeknya dapat meningkatkan perfusi
jaringan. Dopamin mempunyai efek vasodilatasi renal, jantung
dan serebral; meningkatkan perfusi jaringan. Dopamin
mempunyai efek vasodilatasi renal, jantung dan serebral;
meningkatkan tekanan sistolik dan denyut jantung; serta
mengurangi aliran darah ke jaringan otot. Dibanding dopamin,
dobutamin mempunyai efek chronotropic lebih kecil, sedangkan
efek lain sama.
Norepinefrin (NE) biasanya baru dipakai bila pemberian
dopamin dan dobutamin tak berhasil menaikkan tekanan
darah sistemik. Tetapi pada akhir-akhir tahun 2003, NE
merupakan pilihan pertama pada keadaan syok septik.
Reinhart K. (2007), Current International Guide Line
merekomendasikan bahwa NE dan Dopamin mempunyai
ekuivalensi untuk terapi syok septik. NE adalah 1 agonis
merupakan pilihan pertama sebagai obat vasopressor.
Restorasi dan tekanan perfusi dapat memperbaiki (restorasi)
renal function. Dopamin 1 dan 1 kurang efektif dalam
memperbaiki tekanan darah arterial bila dibandingkan dengan
NE. Potensi efek dopamin dalam memperbaiki fungsi renal
tidak bisa dibuktikan

dobutamin : eso Ectopic


heartbeats, increased heart rate, elevations in BP, hypotension,
phlebitis, local inflammatory changes

MK DOBUTAMIN: beta1 kuat dan efek beta2 / alpha lemah, mengakibatkan


peningkatan curah jantung, tekanan darah, dan denyut jantung, serta penurunan
resistensi pembuluh darah perifer

DOPAMIN : katekolamin endogen, yang bekerja pada kedua dopaminergik dan


neuron adrenergik

dosis rendah merangsang reseptor terutama dopaminergik, memproduksi ginjal dan


vasodilatasi mesenterika; dosis tinggi menstimulasi kedua beta1-adrenergik dan
dopaminergik reseptor, memproduksi stimulasi jantung dan vasodilatasi ginjal; dosis
besar merangsang reseptor alfa-adrenergik

Frekuensi Tidak Ditetapkan

Kardiovaskular: aritmia ventrikel, fibrilasi atrium (pada dosis yang sangat tinggi),
denyut ektopik, takikardia, nyeri angina, palpitasi, kelainan konduksi jantung,
melebar QRS kompleks, bradikardia, hipotensi, hipertensi, vasokonstriksi

EPINEPHRIN: efek alpha-adrenergic yang kuat, yang menyebabkan peningkatan


output kardio dan HR, penurunan perfusi ginjal dan PVR, dan efek variabel pada BP,
yang mengakibatkan vasokonstriksi sistemik dan peningkatan permeabilitas
vaskuler

beta1- kuat dan efek beta2-adrenergik moderat, sehingga relaksasi otot polos
bronkus

efek relaksasi sekunder pada otot polos dari lambung, usus, rahim, dan kandung
kemih

Frekuensi Tidak Ditetapkan

angina

Kegelisahan

apprehensiveness

aritmia jantung

Pusing

nafas yg sulit

Pembilasan

Sakit kepala

Hipertensi

Mual

gugup

Muka pucat

palpitasi
kesulitan pernapasan

Kegelisahan

berkeringat

takikardia

Getaran

vasokonstriksi

muntah

Kelemahan

NOREPINEPHRIN: beta1- dan alpha-adrenergik efek yang kuat dan efek beta2
moderat, yang meningkatkan curah jantung dan denyut jantung, menurunkan
perfusi ginjal dan PVR, dan menyebabkan efek BP variable

Selective beta-1-Adrenergic Agonists (dobutamin)

Nore-ephinophrin : alpha- and beta-Adrenergic Agonists