Anda di halaman 1dari 5

Kekuatan Sosiokultural

Menurut Dr. Allan Hjorth, Berbicara mengenai perbedaan budaya diantara bangsa-
bangsa Eropa..Tidak baik hanya memusatkan perhatian pada persamaan dan kepentingan
bersama lalu mengharapkan bahwa segala sesuatunya akan beres dengan sendirinya. Kita
harus mengakui perbedaan-perbedaan itu dan bekerja dengannya. Adapun enam nasihat
berharga berikut ini akan membantu :
1. Lakukanlah persiapan.
2. Jangan terburu buru
3. Bangkitkan kepercayaan
4. Memahami pentingnya bahasa
5. Menghormati budaya
6. Memahami unsur unsur budaya
Pengetahuan tentang budaya budaya lain dan bagaimana budaya tersebut
mempengaruhi cara orang orang melakukan bisnis bisa menunjukkan kepada para pelaku
bisnis yang bekerja didalam budaya yang berbeda dari budaya mereka sendiri,bahwa solusi
solusi mereka tidak selalu baik untuk suatu tugas yang diberikan. Memahami hal ini
merupakan langkah pertama dalam mempelajari bagaimana menggunakan perbedaan budaya
untuk memperoleh keuntungan strategis.
Sebelum membahas pentingnya budaya bagi para pelaku bisnis internasional,marilah
terlebih dahulu mendefinisikan budaya. Kebudayaan merupakan keseluruhan kepercayaan,
aturan, teknik, kelembagaan, dan artefak ciptaan manusia yang mencirikan populasi manusia.
Dengan perkataan lain,kebudayaan terdiri dari pola pola yang dipelajari mengenai perilaku
yang umum bagi anggota dari masyarakat tertentu, yaitu gaya hidup yang unik dari suatu
kelompok orang tertentu. Kebanyakan antropolog juga sepakat bahwa:
1 Budaya dipelajari,bukan pembawaan sejak lahir
2 Berbagai aspek budaya saling berhubungan
3 Kebudayaan adalah berbagi
4 Kebudayaan menentukan batas batas dari kelompok berbeda.
Para antropolog sering kali menggunakan istilah yang dapat digunakan secara
bergantian atau menghubungkannya menjadi satu kata sosiokultural. Ini adalah istilah yang
akan digunakan,karena variabel variabel yang menarik para pelaku bisnis adalah baik social
maupun kultural/budaya.
Dalam pemasaran misalnya,beraneka ragam sifat dan nilai menghambat banyak
perusahaan untuk menggunakan bauran pemasaran yang sama di semua pasar. Meskipun
untuk memperoleh pengetahuan mengenai budaya jepang memakan waktu mahal, ternyata
P&G adalah perusahaan yang belajar dengan baik. Hanya waktu 2 tahun P&G telah
memegang 20 persen pangsa pasar.
Budaya nasional juga merupakan kunci penentu untuk mengevaluasi para manajer. Di
Amerika serikat, hasil umumnya merupakan kriteria bagi pemilihan dan promosi para
eksekutif. Tetapi di inggris,seorang manajer amerika mengeluh karena orang-orang
dipromosikan dengan mempertimbangkan sekolah yang telah dihadirinya dan latar belakang
keluarga mereka. Namun bukan karena keberhasilannya.
Permasalahan personalia dapat muncul sebagai akibat dari perbedaan sikap terhadap
penguasa, yang merupakan variabel sosiokultural yang lain. Para manajer produksi
menemukan bahwa sikap terhadap perubahan dapat berpengaruh serius terhadap penerimaan
metode produksi baru. Bahkan para bendaharawan mengetahui ampuhnya kekuatan
sosiokultural, ketika dipersenjatai dengan neraca yang bagus,mereka melakukan pendekatan
kepada bank bank local, hanya untuk menemukan bahwa bank-bank tersebut lebih
mementingkan siapa mereka ketimbang berapa kuat perusahaan mereka.
Konsep budaya adalah sedemikian luasnya sehingga para ahli etnologi ( antropolog
budaya ) sekalipun telah membaginya menjadi berbagai topic untuk memudahkan studinya.
Daftar topic yang semacam itu akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai apa
budaya itu dan juga berfungsi sebagai pedoman bagi para manajer internasional ketika
mereka menganalisis permasalahan khusus dari sudut pandang sosiokultural. Para ahli sangat
bervariasi mengenai apa yang mereka anggap sebagai komponen budaya,tetapi daftar berikut
ini mewakili pemikiran mereka. Budaya adalah estetika, sikap dan kepercayaan, agama,
budaya material, pendidikan, bahasa, organisasi kemasyarakatan, karakteristik hukum, dan
struktur politik.
Estetika berkaitan dengan rasa keindahan, budaya, dan selera yang baik, serta
diungkapkan dalam seni, drama, music, cerita rakyat, dan tari tarian. Yang sangat menarik
bagipara pelaku bisnis internasional adalah aspek aspek formal dari seni,warna, dan bentuk
karena arti arti simbolis yang dimilikinya. Warna khususnya,dapat bersifat menipu karena
memiliki arti yang berbeda dalam kebudayaan yang berbeda. Warna duka cita adalah hitam di
Amerika serikat dan meksiko,hitam dan putih di timur jauh,dan ungu dibrasil. Karena hijau
merupakan warna yang baik didunia islam,setiap iklan atau kemasan yang bercirikan warna
hijau tampaknya lebih disukai disana.
Iklan iklan music pada umumnya popular diseluruh dunia. Tetapi para agen
pemasaran harus mengetahui jenis musik yang disukai tiap-tiap pasar,karena selera
bervariasi. Mereka yang ingin membaurkan dirinya dalam suatu budaya menganggapnya
bermanfaat untuk mempelajari cerita rakyat,yang dapat mengungkapkan banyak hal
mengenai cara hidup suatu masyrakat. Penggunaan cerita rakyat secara tidak benar
kadangkala dapat menyebabkan suatu perusahaan kehilangan sebagian dari pangsa pasar
Waktu adalah hal yang terpenting di Amerika serikat. Jika kita harus menunggu
melebihi jam yang telah dijanjikan untuk menemui seseorang,dapat diasumsikan bahwa
orang ini tidak menganngap pertemuan ini penting. Tetapi menunggu dapat berarti
kebalikannya ditempat lain. Tetapi,adalah penting untuk memperhatikan bahwa perubahan
tambahan telah terjadi secara berulang ulang di banyak Negara berkembang, ketika lebih
banyak barang konsumen tersedia. Efek demonstrasi. Ide baru akan dapat diterima apabila
dapat dikaitkan semakin dekat dengan tradisional, sementara pada yang saat bersamaan dapat
menunjukkan keunggulan relatifnya terhadap tradisional. Dengan perkataan lain,semakin
konsisten suatu ide baru dengan sikap dan pengalaman masyarakat, maka semakin cepat ide
itu akan diadopsi.
Agama,suatu komponen kebudayaan yang penting, bertanggung jawab atas banyak dari
sikap dan kepercayaan yang mempengaruhi perilaku manusia. Suatu pengetahuan mengenai
prinsip prinsip dasar dari beberapa agama besar akan memberikan pemahaman yang lebih
baik mengenai sikap orang begitu bervariasi dari satu Negara ke Negara lain. Kebudayaan
material merujuk kepada semua objek buatan manusia dan berkaitan dengan bagaimana
orang membuat benda benda dan siapa membuat apa dan mengapa.
Teknologi dari suatu masyarakat adalah bauran pengetahuan yang dapat
digunakan,yang diterapkan oleh masyarakat tersebut dan diarahkan kepada pencapaian tujuan
tujuan ekonomi dan budaya. Teknologi adalah signifikan dalam upaya dari Negara-Negara
berkembang untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan merupakan factor vital dalam
strategi persainga perusahaan perusahaann multinasional.
Keunggulan teknologi tentunya merupakan tujuan kebanyakan perusahaan, tetapi
teknologi terutama penting bagi perusahaan internasional karena :
1. Keunggulan teknologi memungkinkan suatu perusahaan menjadi kompetitif atau bahkan
memegang kepemimpinan dalam pasar dunia.
2. Keunggulan teknologi dapat dijual ( dengan licensi atau kontrak manajemen ) atau dapat
dilembagakan dalam produk produk perusahaan.
3. Keunggulan teknologi dapay memberikan kepada perusahaan kepercayaan untuk
memasuki pasar luar negeri, bahkan apabila perusahaan perusahaan lain telah berdiri
disana.
4. Keunggulan teknologi memungkinkan perusahaan untuk memperoleh syarat syarat
investasi luar negeri yang lebih baik dari biasanya karena pemerintah tuan rumah
menginginkan teknologi yang hanya dimiliki oleh perusahaan tersebut.
5. Keunggulan teknologi dapat memungkinkan suatu perusahaan dengan posisi ekuitas
minoritas untuk mengendalikan usaha patungan,dan menganggapnya sebagai pasar yang
telah dikuasai untuk input setengah jadi yang diproduksi olehnya,bukan oleh usaha
patungan tersebut.
6. Keunggulan teknologi dapat mengubah pembagian kerja internasional.
7. Keunggulan teknologi menyebabkan perusahaan perusahaan besar membentuk aliansi
kompetitif dimana tiap tiap mitra berbagi teknologi serta biaya penelitian dan
pengembangan yang tinggi.
Perusahaan yang bermaksud melakukan investasi diluar negeri tidak mempunyai
indikator mengenai tingkat pendidikan dari penduduk suatu Negara kecuali ukuran biasa dari
pendidikan formal: tingkat melek huruf, jenis seekolah, jumlah sekolah dan muridnya. Serta
mungkin juga jumlah pengeluaran perkapita untuk pendidikan. Gabungan dari beberapa
factor telah menyebabkan berkembangnya sekolah sekolah bisnis di eropa yang polanya
meniru model Amerika :
1. Meningkatnya persaingan di eropa,yang menciptakan permintaan akan para manajer
terlatih dengan lebih baik.
2. Kembalinya lulusan sekolah bisnis amerika ke eropa.
3. Berdirinya sekolah sekolah tipe Amerika dengan dosen dosen AS dan sering kali
dengan bantuan universitas AS.
Perbedaan budaya yang paling kelihatan bagi para pendatang baru dalam bisnis
internasional adalah cara berkomunikasi. Bahasa adalah kunci bagi kebudayaan, dan tanpa
bahasa, orang menemukan dirinya terisolasi dari semua hal kecuali lingkaran budaya. Bahasa
percakapan memisahkan budaya persisi seperti hambatan hambatan fisik. Faktanya,tidak
ada yang menyamai bahasa percakapan untuk membedakan suatu budaya dari budaya lain.
Bangsa bangsa yang dulunya merupakan koloni umumnya menggunakan bahasa
bekas penjajah mereka. Dengan demikian, bahasa prancis adalah lingua franca atau bahasa
penghubung dari bekas jajahan prancis dan belgia di afrika, lingua franca merupakan suatu
bahasa asing yang digunakan untuk berkomunikasi antar budaya yang berbeda dari suatu
Negara yang memiliki bahasa yang berbeda.
Gerak Isyarat juga merupakan salah satu bentuk komunikasi lintas budaya yang tidak
lazim,bahasa isyarat berbeda dari satu wilayah ke wilayah lain. Misalnya orang Amerikadan
sebagian besar orang eropa memahami isyarat jempol keatas berarti baiklah tetapi diselatan
yunani hal itu menyampaikan pesan untuk mana penggunaan jari tengah dihindari.
Pemberian hadiah adalah aspek penting dalam perilaku kehidupan setiap pelaku bisnis,
baik dinegaranya maupun diluar negeri. Etika atau bahasa pemberian hadiah bervariasi antar
budaya, sama seperti bahasa ucapan yang digunakan. Hadiah yang dapat diterima contohnya
orang jepang menggunakan pemberian cendera mata untuk menyampaikan perhatian dan
tenggang rasa seseorang kepada penerimanya,yang telah beberapa waktu, akan membangun
percaya diri dan keyakinan terhadap si pemberi.
Setiap masyarakat memiliki suatu struktrur atau organisasi yang pengaturan hubungan
yang terpola, yang mendefinisikan dan mengatur cara dengan mana anggotanya berinteraksi
satu sama lain. Para antropolog pada umumnya mempelajari aspek budaya penting ini dengan
membaginya menjadi dua golongan kelembagaan : yang berdasarkan pertalian keluarga dan
yang berdasarkan asosiasi bebas dari individu individu.
Keluarga adalah unit dasar kelembagaan yang berdasarkan pada pertalian keluarga.
Tidak seperti keluarga Amerika, yang pada umumnya terdiri atas orang tua dan anak anak
mereka, keluarga keluarga di banyak Negara, terutama di Negara Negara berkembang.
Diperluas untuk memasukkan anggota keluarga berdasarkan darah dan perkawinan.
Unit Unit social yang tidak didasarkan pada hubungan keluarga, yang dikenal sebagai
asosiasi oleh para antropolog, mungkin dibentuk berdasarkan usia, gender atau minat yang
sama. Usia, para produsen barang barang konsumen cukup menyadari pentingnya membuat
segmentasi pasar berdasarkan kelompok usia, yang seringkali bersifat lintas budaya.
Menurut Hofstede, orang-orang didalam budaya kolektivisme merupakan bagian dari
kelompok yang seharusnya menjaga mereka dari imbalan loyalitas, sementara orang orang
didalam budaya individualism hanya diharapkan untuk mengurus mereka sendiri dan
keluarga dekat mereka.
Jarak kekuasaan adalah sejauh mana anggota anggota masyarakat menerima distribusi
kekuasaan yang tidak merata di antara individu. Di lain pihak gaya kepemimpinan
manajemen partisipatif kemungkinan besar akan produktif untuk organisasi di Negara yang
memiliki jarak kekuasaan yang kecil.
Maskulinitas Versus Femininitas adalah tingkat dengan mana nilai nilai dominan
dalam suatu masyarakat menekankan ketegasan, akuisisi uang dan status,seta pencapaian
penghargaan organisasional yang simbolis maupun yang kelihatan, ( maskulinitas )
dibandingkan dengan tingkat dengan mana nilai nilai tersebut menekankan pada hubungan
perhatian terhadap orang lain, dan kualitas hidup secara keseluruhan ( femininitas ).