Anda di halaman 1dari 5

Pengetahuan Awal Tentang IPv6

10 Mar. 2017
Onno W. Purbo
Ikuti
Pengikut 797

Internet Protocol version 6 (IPv6) adalah revisi terakhir dari Internet


Protocol (IP), protokol komunikasi yang memberikan identifikasi dan
lokasi system untuk komputer di jaringan dan menyalurkan traffic
melalui Internet. IPv6 di kembangkan oleh Internet Engineering Task
Force (IETF) untuk mengatasi IPv4 address yang akan habis.

IPv6 di buat untuk mengganti IPv4, yang masih digunakan oleh sebagian
besar traffic di Internet sampai 2015. Untuk pertama kalinya, pada bulan
September 2013, persentase pengguna yang mencapai Google melalui
IPv6 melebihi 2%.

Semua peralatan di Internet harus memperoleh alokasi IP address agar


dapat berkomunikasi dengan alat lainnya. Dengan banyaknya alat baru
yang tersambung ke Internet, kebutuhan ini naik dengan drastis di atas
keberadaan IPv4 address yang ada. IPv6 menggunakan 128 bit,
memungkinkan 2^128, atau 3.4 x 10^38 address, atau lebih dari 7.9 x
10^28 kali IPv4, yang hanya menggunakan address 32 bit. IPv4 hanya
memungkinkan 4.3 milyard address. Karena ke dua protokol ini tidak di
rancang untuk saling interoperasi, ini mengakibatkan kesulitan proses
transisi IPv6.

Apakah IPv6?
IPv6 adalah protokol lapisan 3 yang baru yang dirancang untuk
menggantikan IPv4 (yang juga dikenal sebagai IP). IPv4 dirancang pada
masa lalu (RFC 760 / Internet Protocol dari January 1980) dan sejak di
perkenalkannya, sudah banyak sekali permohonan untuk address yang
lebih banyak maupun perbaikan kemampuan. Terakhir RFC 2460 /
Internet Protocol Version 6 Specification.
Perubahan utama di IPv6 adalah disain ulang dari header, termasuk
peningkatan jumlah address dari 32 bit menjadi 128 bit. Karena lapisan
ke 3 bertanggung jawab untuk transport paket end-to-end menggunakan
routing paket berbasis pada address, dia harus memasukan IPv6
address yang baru (source dan destination), seperti IPv4.

Untuk informasi lebih lanjut tentang sejarah IPv6 ada baiknya melihat
RFC lama terkait IPv6, seperti SWITCH IPv6 Pilot / References.

Sejarah IPv6 di Linux


Code network pertama IPv6 yang di tambahkan ke source code kernel
Linux terjadi pada versi 2.1.8 di bulan November 1996 oleh Pedro
Roque. Network code tersebut berbasis pada BSD API

diff -u --recursive --new-file v2.1.7/linux/include/linux/in6.h

linux/include/linux/in6.h

--- v2.1.7/linux/include/linux/in6.h Thu Jan 1 02:00:00 1970

+++ linux/include/linux/in6.h Sun Nov 3 11:04:42 1996

@@ -0,0 +1,99 @@

+/*

+ * Types and definitions for AF_INET6

+ * Linux INET6 implementation

+ * + * Authors:

+ * Pedro Roque <******>

+*

+ * Source:

+ * IPv6 Program Interfaces for BSD Systems


+ * <draft-ietf-ipngwg-bsd-api-05.txt>

Kalimat di atas di ambil dari patch-2.1.8 (e-mail address di tutup saat


copy & paste).

Karena kekurangan sumber daya manusia, implementasi IPv6 di kernel


tidak dapat mengikuti draft maupun RFC yang baru di release. Bulan
Oktober 2000, sebuah projek di mulai di Jepang, dinamakan USAGI, yang
bertujuan untuk mengimplementasikan semua hal yang tidak ada, atau
kadaluarsa dalam dukungan IPv6 di Linux. USAGI mengambil
implementasi IPv6 terakhir di FreeBSD yang dikerjakan oleh KAME
Project. Dari waktu ke waktu USAGI mengirimkan snapshot ke kernel
source terakhir.

Hingga kernel development versi 2.5.x di mulai, patch USAGI sangat


besar, sehingga Linux networking maintainer tidak dapat lagi
memasukannya secara penuh di production source dari Linux kernel
versi 2.4.x.

Pada saat kernel development versi 2.5.x, USAGI berjuang untuk


memasukan semua extensi mereka ke kernel source.

Pada saat ini, banyak perkembangan jangka panjang IPv6 di patch oleh
USAGI dan banyak lainnya mulai terintegrasi ke kernel 2.6.x ke atas. Dari
waktu ke waktu USAGI mengirimkan snapshot ke kernel source terakhir.

Penampakan IPv6
Seperti di jelaskan sebelumnya, IPv6 address panjangnya 128 bit.
Jumlah bit tersebut jika di konversikan dalam desimal sangat panjang
sampai 39 digit:

2^128-1: 340282366920938463463374607431768211455

Nomor sepanjang itu bukan address yang dapat di ingat dengan midah.
Di samping itu, IPv6 address berorientasi bit, juga seperti IPv4 hanya
saja banyak yang tidak menyadarinya. Oleh karenanya, notasi yang lebih
mudah adalah hexadesimal. Dalam hexadesimal, 4 bit (yang juga
dikenal sebagai "nibble") di representasikan dalam digit atau karakter
0-9 dan a-f (10-15). Format ini menyebabkan panjang dari IPv6 address
menjadi 32 karakter.

2^128-1: 0xffffffffffffffffffffffffffffffff

Representasi di atas masih belum enak di baca, oleh karenanya para


perancang IPv6 memilih format hexadesimal dengan titik dua (:)
sebagai pemisah antar blok dari 16 bit. Selain itu, "0x" (yang
menandakan dia adalah hexadesimal yang biasanya digunakan dalam
programming) di buang, hasilnya adalah:

2^128-1: ffff:ffff:ffff:ffff:ffff:ffff:ffff:ffff

Contoh address yang digunakan(tergantung tipe-nya), adalah:

2001:0db8:0100:f101:0210:a4ff:fee3:9566

Untuk lebih menyederhakakan, awalan "NOL" dari setiap 16 blok dapat


dibuang:

2001:0db8:0100:f101:0210:a4ff:fee3:9566 ->

2001:db8:100:f101:210:a4ff:fee3:9566

Satu urutan blok 16 bit yang berisi hanya NOL dapay di ganti dengan "::".
Tapi tidak bisa lebih dari satu kali, karena representasinya jadi tidak unik.

2001:0db8:100:f101:0:0:0:1 -> 2001:db8:100:f101::1

Reduksi paling besar terjadi pada alokasi IPv6 localhost, sebagai


berikut:

0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001 -> ::1

Di samping itu, juga ada yang di sebut representasi compact (base85


coded) yang di definisikan di RFC 1924 / A Compact Representation of
IPv6 Addresses (1 April 1996), memang jarang sekali yang
menggunakan, mungkin ini joke "April Fool", tapi berikut ini adalah
contohnya:

# sudo apt-get install ipv6calc


Coba:

# ipv6calc --addr_to_base85
2001:0db8:0100:f101:0210:a4ff:fee3:9566

Hasilnya:

9R}vSQZ1W=9A_Q74Lz&R

Onno W. Purbo
Pengikut 797

Bekerja di XECUREIT. Mantan Dosen. Penulis. Rakyat Indonesia biasa saja.

Ikuti

Anda mungkin juga menyukai