Anda di halaman 1dari 1

ADA APA SETELAH RAMADHAN ?

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

Ramadhan sebentar lagi pergi meninggalkan kita..Bulan yang penuh dengan berbagai macam
kebaikan..Semoga Allah menerima amal kebaikan kita dan menjadikan kita istiqamah sampai
berjumpa denganNya, amien..Entah, kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan atau
tidak?..Wallahu Alam.

Namun, walaupun Ramadhan telah pergi akan tetapi amal seorang mukmin tidak terputus begitu saja
sehingga datang padanya kematian. Allah Ta?ala berfirman: Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang
kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. Al-Hijr: 99).
Apabila puasa Ramadhan telah meninggalkan kita maka ibadah puasa yang lain tetap disyari?atkan
sepanjang tahun:
Abu Sa?id Al-Khudri ?Radhiallahu Anhu meriwayatkan, bahwsanya Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa ?
Ala Alihi Wa Sallam bersabda: Barangsiapa puasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan (puasa)
enam hari pada bulan Syawal, maka hal itu laksana puasa setahun. (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah ?Radhiallahu ?Anhu berkata: Kekasihku Shallalahu Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
mewasiatkan kepadaku dengan tiga perkara: Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua raka?at
dan supaya aku shalat witir sebelum tidur. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Qatadah ?Radhiallahu ?Anhu berkata, Rasulullah ?Shallalahu Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
pernah ditanya tentang puasa Arafah, lalu beliau ?Shallalahu ?Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam
menjawab: Menghapus dosa tahun lalu dan tahun mendatang. (HR. Muslim).

Dari Abu Qatadah Radhiallahu Anhu , bahwasanya Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa
Sallam ditanya tentang puasa pada hari Asyura, lalu beliau ?Shallalahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam
menjawab: Menghapus dosa tahun lalu. (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu , dari Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam
bersabda: Amalan-amalan dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka
apabila dihadapkan amalanku ketika aku sedang puasa. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad shahih). Dll.

Apabila Qiyam Ramadhan (Tarawih) telah meninggalkan kita maka ibadah Qiyamullail (shalat malam)
tetap disyariatkan setiap malam.

Dari Aisyah radhiallahu anha berkata: Bahwasanya Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa
Sallam shalat malam sampai bengkak kakinya. Lalu akupun bertanya kepada beliau: Mengapa engkau
lakukan ini -wahai Rasulullah- padahal telah diampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang ? Beliau
menjawab: Apakah tidak sepatutnya aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur!? (HR.
Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu , bahwasanya Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa
Sallam bersabda: Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam.? (HR.
Muslim).

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa
Sallam bersabda: Rabb kita ?tabaraka wa taala- turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa
sepertiga malam terakhir. Dia (Allah) berfirman: Siapa yang berdoa kepadaKu, Aku kabulkan doanya?
Siapa yang meminta kepadaKu, Aku beri permintaannya? Siapa yang memohon ampunan kepadaKu,
pasti Aku ampuni dia?? (HR. Bukhari dan Muslim).

Masih banyak amal-amal kebaikan lainnya yang bisa kita kerjakan sepanjang tahun.. Allah yang kita
sembah pada bulan Ramadhan adalah juga Allah yang kita sembah pada bulan Syawal dan bulan-bulan
lainnya..Hendaklah kita kembali bersemangat untuk mengerjakan ketaatan-ketaatan dan menjauhi
dosa-dosa dan keburukan-keburukan agar kita mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan
di akhirat..Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita dan menjadikan kita semua istiqamah
sampai berjumpa denganNya, amien...

Sumber : www.hatibening.com