Anda di halaman 1dari 7

Form A-1

Lampiran : Daftar Evaluasi Nilai / Transkrip Nilai


Perihal : Surat Permohonan Pengajuan Judul Skripsi

Kepada Yth. Ketua Program Studi Ilmu Hubungan


Internasional
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Mulawarman
Di
Samarinda

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Ansor Budiman

Nim : 1302045098

No.HP : 082298494709

Program Studi.......................................................: Ilmu


Hubungan Internasional

IPK : 3.41

Jumlah SKS : 144

Dengan ini mengajukan judul skripsi seperti tertera pada


lampiran
Harapan saya kiranya Ibu berkenan untuk menyetujui dan
menentukan dosen pembimbing dalam penyusunan
skripsi.

Demikian permohonan saya, atas perhatiannya saya


ucapkan terima kasih.

Samarinda 19 September 2016


Pemohon
Ansor Budiman
NIM. 1302045098
Form A-1

USULAN JUDUL SKRIPSI

Nama Mahasiswa : Ansor Budiman


NIM : 1302045098
Program Studi : Ilmu Hubungan Internasional
Pembimbing :

Judul Skripsi : Alasan Penundaan Temporary Protected


Status oleh
Amerika Serikat terhadap Imigran Filipina
pasca badai Yolanda

I. Alasan Pemilihan Judul/Outline Penelitian yang


Direncanakan:
(jika diperlukan bisa menggunakan kertas terpisah)

Di era globalisasi ini perpindahan manusia dari negara

asalnya ke negara lain demi tuntutan ekonomi semakin

meningkat, namun hal ini menjadi masalah saat migran tersebut

tidak dapat kembali ke negara asalnya karena masalah tertentu

seperti krisis politik atau konflik bersenjata dan juga bencana

alam.

Terkait hal tersebut Amerika Serikat Mengeluarkan suatu

kebijakan yang bernama Temporary Protected Status (TPS) yang

ditujukan untuk melindungi imigran di Amerika Serikat yang

belum dapat kembali ke negara asalnya akibat konflik


bersenjata, bencana alam, dan kejadian khusus sementara

lainnya

Dari sisi sejarahnya Filipina dan Amerika Serikat memiliki

sejarah kedekatan yang erat, Amerika Serkat sendiri telah

memandang Filipina sebagai Loyal Allies. Migran Filipina mulai

datang ke AS sejak 1899 dimana kemudian berlanjut pada kerja

sama dalam berbagai hal seperti di sponsorinya pelajar-pelajar

Filipina untuk belajar di Amerika Serikat. Pada tahun 1934

Amerika Serikat mengalami Great Depression sehingga AS

mengeluarkan kebijakan yang mengetatkan peraturan tenaga

kerja asing berupa restriksi agrikurtural, dimana para pekerja

asing terutama dari Asia Timur seperti Jepang dan Cina dilarang

untuk bekerja di Amerika Serikat namun tidak untuk Filipina

yang para pekerjanya tetap diizinkan untuk bekerja di Amerika

Serikat. Hingga tahun 2014 terdapat 1,84 juta migran asal

Filipina atau setara dengan 4,5% dari total 41,3 juta imigran di

Amerika Serikat.

Pada 6 November 2013 Filipina mengalami satu dari badai

paling berbahaya di bumi yaitu topan Yolanda yang memasuki

wilayah Filipina dengan kecepatan mencapai 195 kph hingga

260 kph, berdasarkan catatan NDRRMC sejak tahun 1970, badai

topan Yolanda salah satu badai terburuk yang pernah tercatat

dalam sejarah Filipina.


Ditengah upaya Filipina memperbaiki kerusakan sebagai

dampak dari badai tersebut. Beberapa warga Filipina di AS

mendapat persoalan berupa izin tinggal dimana sebagian warga

Filipina akan dipulangkan ke Filipina sementara mereka sendiri

tidak lagi memiliki pekerjaan dan tempat tinggal di Filipina

pasca badai. Menurut estimasi U.S Departement Of Homeland

Security pada tahun 2012 terdapat sekitar 11,4 juta orang

imigran tidak sah (unauthorized immigrant) di AS yang mana

310.000 diantaranya berasal dari Filipina, baik yang masuk

tanpa pemeriksaan maupun yang melebihi masa tinggal yang

diizinkan di AS.

Karena besarnya jumlah imigran yang terancam dideportasi

tersebut ditambah kondisi Filipina pasca badai mala pemerintah

Filipina meminta kebijakan Temporary Protected Status ke

Amerika Serikat. Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina, Albert F.

Del Rosario menyatakan telah menyampaikan permohonan TPS

untuk Filipina melalui Duta Besarnya Jose L. Cuisia, Jr. kepada

Department of Homeland Security Amerika Serikat pada tanggal

13 Desember 2013 silam. Namun permintaan tersebut belum

juga mendapat respon dari AS padahal beberapa negara lainnya

seperti Liberia, Gunea, Sierra Leone, El Salvador, Haiti,

Nikaragua, Honduras, Somalia, Sudan, Suriah dan Nepal telah

diberikan TPS oleh AS.


II. Problematika / Pertanyaan Penelitian
Apa alasan Amerika Serikat belum memberikan Temporary Protected Status
untuk Filipina?
Variabel Penelitian
: Kebijakan Temporary Protected Status
X
Variabel Independen (Amerika Serikat)

Y
Variabel Dependen : Permintaan Pemerintah (Filipina)

Menyetujui, Samarinda, 19 September


2016
Ketua Pemohon,

Enny Fathurachmi, S.IP, M.Si Ansor Budiman


NIP. 19761117 200212 2 001 NIM. 1302045098

Catatan:
Jika merasa judul yang diajukan ada kemiripan dengan judul skripsi
terdahulu, print cover judul tersebut wajib dilampirkan.