Anda di halaman 1dari 11

HUKUM ACARA PTUN DAN PRAKPER TUN KELAS G

SURAT KUASA KHUSUS, GUGATAN, JAWABAN,


REPLIK, DUPLIK, & INTERVENSI DALAM
PERADILAN TUN

OLEH:

MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA


B111 13 071

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2015
SURAT KUASA KHUSUS
NOMOR : 06/SKK.TUN/X/2015/PTUN.Mks

Yang bertanda tangan di bawah ini :


N a m a : Azharul Nugraha Putra Paturusi
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Hertasning VIII/ Blok B 150, Makassar; untuk selanjutnya disebut
sebagai Pemberi Kuasa.

Dalam hal ini memilih domisili hukum di Kantor Kuasanya tersebut di bawah ini,
menerangkan dengan ini memberikan kuasa kepada :
------------------MUHAMMAD MUBARAK C.P., S.H. ------------------
Advokat, pengacara dan Penasehat hukum pada Kantor Pengacara LAW OFFICE
MUBARAK C.P., S.H., & ASSOCIATES, beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan No.115,
Tamalanrea, Makassar yang bertindak baik bersama-sama atau sendiri-sendiri; untuk
selanjutnya sebagai Penerima Kuasa.

-----------------------------------------------KHUSUS-----------------------------------------------
Untuk dan atas nama serta guna kepentingan hukum pemberi kuasa, penerima kuasa
dikuasakan mewakili pemberi kuasa guna mengajukan gugatan mengenai pembatalan
Keputusan Tata Usaha Negara Walikota Makassar terkait penolakan menerbitkan Izin
Mendirikan Bangunan atau IMB atas nama Azharul Nugraha Putra Paturusi dengan
surat Tergugat No. 69/0040/12/II tanggal 14 September 2015 yang terletak di di Jl. Bumi
Permai Blok AB No.45 Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea terhadap
Walikota Makassar yang bertempat kedudukan di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2, Makassar,
Di Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar.

Atas pemberian kuasa ini penerima kuasa berhak membuat dan menandatangani surat
gugatan, mewakili pemberi kuasa untuk menghadap dan menghadiri sidang di Pengadilan
Tata Usaha Negara Makassar, membuat/mengajukan replik, mengajukan bukti bukti berupa
surat surat maupun saksi saksi, membuat/mengajukan kesimpulan ( konklusi ), membela
hak-hak serta mengurus kepentingan-kepentingan pemberi kuasa, menghadap dan berbicara
kepada Hakim hakim, Pejabat-pejabat, Instansi- instansi terkait, begitu pula penerima kuasa
diberi hak untuk membuat segala macam surat-surat dan menandatanganinya, untuk
selanjutnya melakukan tindakan-tindakan yang perlu dan berguna bagi kepentingan pemberi
kuasa, termasuk melakukan upaya hukum banding , membuat, menandatangani,
menyerahkan memori banding, kontra memori banding, dan melakukan upaya hukum kasasi
membuat, menandatangani, menyerahkan memori kasasi, kontra memori kasasi, atau dengan
kata lain bahwa penerima kuasa diberi hak dengan seluas-luasnya sepanjang tidak
bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku guna membela kepentingan pemberi
kuasa dalam perkara tersebut di atas. ------------------
Demikian kuasa ini diberikan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya baik secara
bersama-sama maupun sendiri-sendiri, dengan hak retensi serta hak subtitusi baik sebagian
maupun seluruhnya yang dikuasakan ini kepada lain orang. ----------------------------------------
Makassar, 18 Oktober 2015
Pemberi Kuasa Penerima kuasa

(AZHARUL NUGRAHA PUTRA PATURUSI) (MUHAMMAD MUBARAK C.P., S.H.)


SURAT GUGATAN
NOMOR : 06/G/SG.TUN/X/2015/PTUN.Mks

Makassar, 21 Oktober 2015


Kepada Yth.
Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara
di Makassar.
Perihal : Gugatan Permohonan pembatalan Surat Keputusan Tata Usaha Negara
tentang Penolakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini :
N a m a : Azharul Nugraha Putra Paturusi
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Hertasning VIII/ Blok B 150, Makassar ;

Dalam hal ini memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Muhammad Mubarak C.P.,
S.H., dan Chadyka Putra, S.H., M.H., keduanya warga Negara Indonesia, para advokat,
pengacara dan Penasehat hukum pada Kantor Pengacara LAW OFFICE MUBARAK C.P.,
S.H., & ASSOCIATES, beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan No.115, Tamalanrea,
Makassar, berdasarkan Surat Kuasa Khusus pada tanggal 18 Oktober 2015 (terlampir), untuk
selanjutnya disebut Penggugat.

Mengajukan gugatan sengketa Keputusan Tata Usaha Negara kepada :


Nama : Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto
Jabatan : Walikota Makassar
Alamat : Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2, Makassar
Untuk Selanjutnya disebut Tergugat.
Mengenai pembatalan Surat Keputusan Tata Usaha Negara Walikota Makassar, terkait
penolakan menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB atas nama Azharul
Nugraha Putra dengan surat tergugat No. 69/0040/12/II tanggal 14 September 2015.
Tentang duduk perkara :
1. Bahwa Penggugat memiliki sebidang tanah yang terletak di Jl. Bumi Permai Blok AB
No.45 Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea dengan sertifikat HM No.
1211/1985 untuk tanah seluas 320 m 2 yang Penggugat miliki berdasarkan pembelian
dari Tuan Bagas Julnizar di hadapan Ny. Amira Labadjo, S.H. Notaris PPAT di Jl.
Bambu Kuning No.19 Makassar.
2. Bahwa sertifikat HM No. 1211 dengan luas tanah sebesar 320m2 tersebut memiliki
batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara jalan raya,
- Sebelah Selatan tanah Bapak Baco,
- Sebelah Barat tanah Ibu Becce, dan
- Sebelah Timur tanah Bapak Agung.
3. Bahwa pada tanggal 7 September 2015 Penggugat telah mengajukan permohonan
kepada Tergugat untuk menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB untuk tanah
seluas 320 m2 atas nama Penggugat.
4. Bahwa pada tanggal 14 September 2015 Tergugat dengan suratnya No. 69/0040/12/II
tanggal 14 September 2015 menolak menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan atau
IMB untuk Penggugat dengan dalil Izin Mendirikan Bangunan atau IMB belum dapat
diberikan karena :
1. Diatas tanah tersebut terdapat bangunan tanpa izin yang belum dibongkar
sesuai dengan surat Perintah eksekusi pembongkaran Kepala Dinas Tata
Ruang Kota Makassar tanggal 21 Maret 2015 No. 101/TR/2015.
2. Putusan Pengadilan Negeri Makassar yang sudah mempunyai kekuatan
hukum yang tetap tanggal 3 Juli 2015 No. 287/Pdt/2015 PN Makassar
belum dieksekusi.
5. Bahwa alasan Tergugat pada angka 4.1 diatas yang mengatakan tanah tersebut telah
ada bangunan yang belum dibongkar adalah alasan yang dicari-cari oleh Tergugat.
6. Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Makassar pada angka 4.2 tersebut adalah antara
Penggugat Agung Dg. Nuha sebagai pemilik asal tanah sengketa lawan Asfian Dg.
Djafar sebagai pendiri bangunan tanpa izin yang sampai saat ini belum ada
penyelesaian karena pihak Penggugat hingga saat ini masih menempuh upaya hukum
biasa berupa banding ke Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan.
7. Bahwa oleh karena hal tersebut Penggugat sangat dirugikan dengan Keputusan Tata
Usaha Negara tersebut, karena berdasarkan pasal 53 ayat (1) Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara
ternyata Tergugat sebagai Walikota Makassar dalam mengeluarkan Keputusan Tata
Usaha Negara tersebut bertentangan dengan Undang-undang.
8. Bahwa berdasarkan pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun
2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, gugatan ini Penggugat ajukan dalam
tenggang waktu 90 hari sejak Keputusan Tata Usaha Negara tersebut diterima.
9. Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas serta Pasal 53 ayat (1) Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara maka
Penggugat memohon kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar untuk
memutuskan :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya,
2. Menyatakan batal Keputusan Tata Usaha Negara tanggal 14 September 2015 No.
69/0040/12/II yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini
Walikota Makassar sebagai pengemban Jabatan.
3. Menghukum Tergugat untuk menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB
atas nama Penggugat,
4. Menghukum Tergugat membayar biaya perkara ini.
Subsidair:
Apabila Majelis Hakim Berpendapat lain, maka mohon Putusan yang seadil-adilnya (ex
aequo et bono)
Untuk dan atas nama Penggugat,
Kuasa Hukumnya
(Muhammad Mubarak C.P, S.H.)

SURAT JAWABAN GUGATAN


Dalam Perkara NOMOR : 06/G/SG.TUN/X/2015/PTUN.Mks

Kepada,
Yth. Majelis Hakim
Pemeriksa Perkara Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara No. 69/0040/12/II tentang
penolakan menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan
Pengadilan TUN Makassar
Jl. Pendidikan No.1, Kota Makassar

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:

Ahmad Hasan, S.H adalah Advokat, berkewarganegaraan Indonesia, dan


berkantor pada KANTOR HUKUM Maju Jaya Lawfirm, beralamat di Jl. Sahabat I No. 2,
dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 23 Oktober 2015.

Bertindak untuk dan atas nama:


Nama : Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto
Jabatan : Walikota Makassar
Alamat : Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2, Makassar
Untuk Selanjutnya disebut Tergugat.
Dengan ini, perkenankanlah kami menyampaikan jawaban atas
gugatan PENGGUGAT tertanggal 21 oktober 2015 sebagai berikut:
1. Bahwa tergugat menyangkal dalil-dalil yang dikemukakan oleh Penggugat kecuali apa
yang diakuinya secara tegas-tegas.
2. Bahwa memang benar tergugat tanggal 7 September 2015 Penggugat telah
mengajukan permohonan kepada Tergugat untuk menerbitkan Izin Mendirikan
Bangunan atau IMB untuk tanah seluas 320 m2 atas nama Penggugat, akan tetapi
setelah melalui proses pemeriksaan tanah, tanah tersebut ternyata belum memenuhi
syarat untuk diberikan hak atas izin mendirikan bangunan (IMB)
3. Bahwa diatas tanah tersebut terdapat bangunan tanpa izin yang belum dibongkar
sesuai dengan surat Perintah eksekusi pembongkaran Kepala Dinas Tata Ruang Kota
Makassar tanggal 21 Maret 2015 No. 101/TR/2015.
4. Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Makassar yang sudah mempunyai kekuatan hukum
yang tetap tanggal 3 Juli 2015 No. 287/Pdt/2015 PN Makassar belum dieksekusi.
5. Bahwa dalam gugatan Penggugat tidak dijelaskan secara rinci mengenai batas-batas
tanah yang diakui milik Penggugat, sehingga membuat kabur (tidak jelas) gugatan itu
sendiri
6. Karena dalam gugatan Penggugat tersebut tidak dijelaskan letak/batas-batas tanah
sengketa tersebut, maka berdasarkan yurisprudensi tetap Mahkamah Agung RI. No.
1149/K/SIP/1975, tanggal 17-4-1985, mohon kepada Majelis Hakim agar gugatan
Penggugat ditolak atau setidak-tidaknya menyatakan tidak dapat diterima.
Maka berdasarkan segala apa yang terurai di atas, Tergugat mohon dengan hormat
sudilah kiranya Pengadilan Tata Usaha Negera Makassar berkenan memutuskan:
- Mohon gugatan Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan tidak dapat diterima.
- Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara.

Apabila Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara berpendapat lain, mohon keadilan
yang seadil-adilnya dalam suatu peradilan yang baik (ex aequo et bono);

Makassar, 26 Oktober 2015

Hormat Tergugat

Kuasa Hukumnya

(Ahmad Hasan, SH)


REPLIK
Dalam Perkara NOMOR : 06/G/SG.TUN/X/2015/PTUN.Mks
Makassar, 29 Oktober 2015
Kepada Yth.
Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara
di Makassar.
Perihal : Replik atas Jawaban Tergugat terkait pembatalan Surat Keputusan
Tata Usaha Negara tentang Penolakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Dengan hormat,
Untuk dan atas nama Penggugat dengan ini mengajukan REPLIK atas JAWABAN
TERGUGAT, yang telah diuraikan tertanggal 26 Oktober 2015, sebagai berikut:
1. Bahwa Penggugat menolak secara tegas jawaban yang dikemukakan oleh Tergugat
kecuali apa yang secara tegas diakui oleh Penggugat.
2. Bahwa Penggugat tetap pada gugatan Penggugat bahwa alasan Tergugat pada angka 3
diatas yang mengatakan tanah tersebut telah ada bangunan yang belum dibongkar
adalah alasan yang dicari-cari oleh Tergugat.
3. Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Makassar pada angka 4 tersebut adalah antara
Penggugat Agung Dg. Nuha sebagai pemilik asal tanah sengketa lawan Asfian Dg.
Djafar sebagai pendiri bangunan tanpa izin yang sampai saat ini belum ada
penyelesaian karena pihak Penggugat hingga saat ini masih menempuh upaya hukum
biasa berupa banding ke Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan.
4. Bahwa oleh karena hal tersebut Penggugat sangat dirugikan dengan Keputusan Tata
Usaha Negara tersebut, karena berdasarkan pasal 53 ayat (1) Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ternyata
Tergugat sebagai Walikota Makassar dalam mengeluarkan Keputusan Tata Usaha
Negara tersebut bertentangan dengan Undang-undang.
5. Bahwa yurisprudensi tetap Mahkamah Agung RI. No. 1149/K/SIP/1975, tanggal 17-4-
1985, bukan merupakan dasar hukum untuk dijadikan alasan penolakan pemberian
IMB yang dilakukan oleh Tergugat. Oleh karena itu jawaban Tergugat Poin 6 tidak
beralasan, dan patut dikesampingkan.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka Penggugat tetap pada tuntutan semula dan mohon
Majelis Hakim dapat memutuskan sebagai berikut :
1. Mengabulkan gugatan untuk seluruhnya;
2. Memutuskan bahwa tidak benar pernyataan Tergugat poin 2 karena tergugat telah
dengan sengaja tidak meberikan kemudahan kepada Penggugat untuk memperoleh izin
IMB, padahal tanah tersebut mempunyai akta jual beli yang dikeluarkan oleh pejabat
PPAT yaitu di hadapan Ny. Amira Labadjo, S.H. Notaris PPAT di Jl. Bambu Kuning
No.19 Makassar. Oleh karena itu, perbuatan Tergugat adalah perbuatan melawan
hukum.
3. Mengadili perkara ini dengan seadil-adilnya.
Berdasarkan atas hal-hal tersebut diatas, Penggugat menyatakan tetap seperti gugatan semula.
Untuk dan atas nama Penggugat,
Kuasa Hukumnya
(Muhammad Mubarak C.P, S.H.)
DUPLIK
Dalam Perkara NOMOR : 06/G/SG.TUN/X/2015/PTUN.Mks

Kepada,
Yth. Majelis Hakim
Pemeriksa Perkara Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara No. 69/0040/12/II tentang
penolakan menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan
Pengadilan TUN Makassar
Jl. Pendidikan No.1, Kota Makassar

Dengan hormat,
Sehubungan dengan Replik Penggugat pada tanggal 29 Oktober 2015, dengan ini Tergugat
menyampaikan duplik sebagai berikut:
1. Bahwa Tergugat menolak secara tegas replik yang dikemukakan oleh Penggugat
kecuali apa yang diakui oleh Tergugat.
2. Bahwa Tergugat tetap pada jawaban semula bahwa gugatan Penggugat tidak dapat
dibenarkan karena syarat-sayarat untuk pemberian IMB tanah tersebut ternyata belum
memenuhi syarat sebagaimanamestinya.
3. Bahwa dari dalil-dalil Penggugat sudah jelas terlihat bahwa jual beli yang dilakukan
memuat berbagai sengketa kepemilikan sehingga tindaklanjut pemberian izin pun
tidak dapat dilanjutkan.
4. Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Makassar yang sudah mempunyai kekuatan hukum
yang tetap tanggal 3 Juli 2015 No. 287/Pdt/2015 PN Makassar belum dieksekusi.
Bahwa dalam gugatan Penggugat tidak dijelaskan secara rinci mengenai batas-batas
tanah yang diakui milik Penggugat, sehingga membuat kabur (tidak jelas) gugatan itu
sendiri
5. Karena dalam gugatan Penggugat tersebut tidak dijelaskan letak/batas-batas tanah
sengketa tersebut, maka berdasarkan yurisprudensi tetap Mahkamah Agung RI. No.
1149/K/SIP/1975, tanggal 17-4-1985, mohon kepada Majelis Hakim agar gugatan
Penggugat ditolak atau setidak-tidaknya menyatakan tidak dapat diterima. Hal tersebut
merupakan hal yang mendasar terhadap pemeberian IMB pada tanah sengketa.
6. Bahwa dengan demikian tidak benar replik Penggugat yang mengatakan Tergugat
melakukan perbuatan melawan hukum dengan tidak memberikan kemudahan
pemberian IMB sebab prosedur dan syarat-syarat yang ada pada Pengguga tidaklah
lengkap dan dengan demikian tidak berhak mendapatkan IMB.

Berdasarkan atas hal-hal tersebut diatas dengan ini Tergugat menyatakan seperti
jawaban semula.
Makassar, 2 November 2015
Hormat Tergugat
Kuasa Hukumnya

(Ahmad Hasan, SH)


PERMOHONAN INTERVENSI
Dalam Perkara NOMOR : 06/G/SG.TUN/X/2015/PTUN.Mks
Makassar, 9 November 2015

Kepada Yth,
Bapak Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara
di-
Jl. Pendidikan No.1, Kota Makassar

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini, nama Amira Labadjo, S.H., umur 29 tahun,
pekerjaan, Notaris & Pejabat PPAT, alamat: Jl. Abd. Kadir No. 7 Makassar, dengan ini
mengajukan permohonan kepada Bapak Ketua supaya Pemohon dapat dipanggil dan didengar
keterangannya sebagai pihak pada siding Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar yang akan
diadakan pada hari Rabu 4 November 2015, dalam perkara nomor
06/G/SG.TUN/X/2015/PTUN.Mks, antara Azharul Nugraha Putra Paturusi sebagai
Penggugat melawan Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto yang menjabat Walikota Makassar
sebagai Tergugat; dengan alasan sebagai berikut:
1. Bahwa dalam gugatan Penggugat yang mendalilkan bahwa memiliki sebidang tanah
yang terletak di Jl. Bumi Permai Blok AB No.45 Kelurahan Tamalanrea Jaya,
Kecamatan Tamalanrea dengan sertifikat HM No. 1211/1985 untuk tanah seluas 320
m2 yang Penggugat miliki berdasarkan pembelian dari Tuan Bagas Julnizar di
hadapan Ny. Amira Labadjo, S.H. Notaris PPAT di Jl. Bambu Kuning No.19
Makassar adalah benar dan telah sesuai dengan syarat dan prosedur yang berlaku.
2. Bahwa sertifikat HM No. 1211 dengan luas tanah sebesar 320m2 tersebut memiliki
batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara jalan raya,
- Sebelah Selatan tanah Bapak Baco,
- Sebelah Barat tanah Ibu Becce, dan
- Sebelah Timur tanah Bapak Agung.
3. Bahwa pada tanggal 7 September 2015 Penggugat telah mengajukan permohonan
kepada Tergugat untuk menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB untuk tanah
seluas 320 m2 atas nama Penggugat.
4. Bahwa pada tanggal 14 September 2015 Tergugat dengan suratnya No. 69/0040/12/II
tanggal 14 September 2015 menolak menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan atau
IMB untuk Penggugat dengan dalil Izin Mendirikan Bangunan atau IMB belum dapat
diberikan karena :
1. Diatas tanah tersebut terdapat bangunan tanpa izin yang belum dibongkar
sesuai dengan surat Perintah eksekusi pembongkaran Kepala Dinas Tata
Ruang Kota Makassar tanggal 21 Maret 2015 No. 101/TR/2015.
2. Putusan Pengadilan Negeri Makassar yang sudah mempunyai kekuatan
hukum yang tetap tanggal 3 Juli 2015 No. 287/Pdt/2015 PN Makassar
belum dieksekusi.
5. Bahwa alasan Tergugat pada angka 4.1 diatas yang mengatakan tanah tersebut telah
ada bangunan yang belum dibongkar adalah alasan yang dicari-cari oleh Tergugat.
6. Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Makassar pada angka 4.2 tersebut adalah antara
Penggugat Agung Dg. Nuha sebagai pemilik asal tanah sengketa lawan Asfian Dg.
Djafar sebagai pendiri bangunan tanpa izin yang sampai saat ini belum ada
penyelesaian karena pihak Penggugat hingga saat ini masih menempuh upaya hukum
biasa berupa banding ke Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan.
7. Bahwa oleh karena hal tersebut Penggugat sangat dirugikan dengan Keputusan Tata
Usaha Negara tersebut, karena berdasarkan pasal 53 ayat (1) Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara
ternyata Tergugat sebagai Walikota Makassar dalam mengeluarkan Keputusan Tata
Usaha Negara tersebut bertentangan dengan Undang-undang.
Berdasarkan segala apa yang terurai di atas, Pemohon mohon dengan hormat sudilah
kiranya Bapak Ketua Pengadilan Tata Usaha Negera Makassar dapat menerima permohonan
ini dan memutuskan:
- Menyatakan menerima permohonan pemohon
- Menyatakan pemohon sebagai pejabat PPAT yang sah dan telah mengikuti syarat dan
prosedur pemberian izin akta jual beli tanah
- Menyatakan permohonan penggugat untuk diberikan kemudahan pemberian IMB agar
dikabulkan
- Menerima Gugatan pemohon seluruhnya
- Menghukum Tergugat membayar semua biaya perkara.

Hormat Pemohon,

Amira Labadjo, S.H.