Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

KEBIJAKAN DAN STANDAR AKUNTANSI

The Institutions That Make Accounting Policy:


The United States and International Dimension

Dosen Pengampu : Dr. M. Suyunus, SE., MAFIS., Ak., CA.

Oleh :
Sumiati 041524253001
Carissa Cindy F 041524253015
Movie Rahmatika S 041524253035
Dhany Fibrianto 041524253046

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2016
CHAPTER 2
THE INSTITUTIONS THAT MAKE ACCOUNTING POLICY:
THE UNITED STATES

Di tahun 1930, perusahaan di United States bebas untuk menentukan kebijakan


akuntansinya. Sejak tahun 1940 kebebasan itu mulai dibatasi dengan diciptakannya the Securities
Exchange Commission (SEC) dan the Committee on Accounting Procedure (CAP) dari AICPA.
Kongres telah menetapkan bahwa SEC memiliki kewenangan dalam menyusun
kebijakan akuntansi, melalui Section 13 Securities Exchane Act 1934. Undang-undang tersebut
membawa eksistensi SEC. SEC lalu menerbitkan satu set prinsip akuntansi yang harus diikuti
oleh perusahaan, yaitu Accounting Series Release no. 4, terbit 1938.
Transfer kewenangan di 1959 dari Committee on Accounting Procedure ke Accounting
Principles Board sejatinya tidak lebih dari transfer satu komite senior dalam AICPA ke komite
yang lain dengan mengganti nama akan tetapi sedikit perubahan substansi.
Ketika APB diuji oleh studi AICPA pada Penyusunan Prinsip-prinsip akuntansi (the
Wheat Committee) di tahun 1971-1972, karekteristik APB dinilai lemah, kemudian komite
tersebut mengajukan badan lain pengganti APB. Badan tersebut bernama Financial Accounting
Standards Board (FASB) dibentuk pada 1 Juli 1973.

A Public or Private Sector Standard-Setting Body?


Wheat Committee memulai dengan threshold question yaitu: Apakah Standar
Akuntansi disusun di sector public atau privat? Akhirnya dipilih sector public, tanpa persetujuan
SEC, standar akuntansi tidak dapat diterapkan. Oleh karena itu komite meminta persetujuan dari
SEC. Atas dasar tersebut Administrative Procedures Act melindungi standar baru, kemungkinan
konflik antara komisi dan badan penetapan standar sector swasta juga dapat dihindari.
Intinya adalah Wheat Committee menekankan untuk penetapan standar yang tidak go
public akan tetapi SEC menginginkan penetapan standar sector go public. Perdebatan tidak juga
terselesaikan mengenai rekomendasi untuk tidak go public, maka di beberapa waktu di masa
depan, keberadaan/kelangsungan FASB berada dalam masalah dan threshold question wheat
committee perlu ditanyakan kembali.
Setelah Wheat Committee memutuskan untuk proses penetapan standar di sector privat,
Wheat Committee mendesain organisasi baru yang akan memperbaiki kesalahan pendahulunya.

2
Anggota badan penetapan standar harus benar-benar bebas dari pihak-pihak
afiliasi/pihak luar yang memiliki kepentingan tertentu. Artinya, anggota ini harus tidak bekerja
ditempat lain dan full time bekerja di badan ini, sehingga harus dibayar penuh.
Organisasi baru ini harus dimanage tanpa bantuan pendanaan public sehingga bebas dari
pengaruh sector privat. Hubungan sector privat utama ditunjukkan dalam gambar 2-1 (halaman
31) dimana FASB merupakan bagian penting dari struktur. FASB memiliki satu ketua, dan 6
anggota full time dan sangat independent.

Funding The Board


Mencari dana untuk APB menjadi masalah bagi AICPA, karena itu anggota board tidak
dibayar. Biaya yang dibutuhkan kira-kira $550,000 pertahun, ditutup dari kontribusi Accounting
Research Association (grup sukarelwan kecil individu dan perusahaan).
Empat cara yang dilakukan untuk mendanai APB selain dari sukarelawan adalah:
a. Dua solusi berkaitan dengan kontribusi tiap organisasi sponsor (yaitu mereka
yang memiliki hak untuk nominasi trustee, 1 per kapita pengaturan berdasar keanggotaan,
dan persentase tiap income orgnisasi
b. Solusi 3: AICPA memungut biaya anggota perusahaan, persentase tertentu untuk
tiap fee audit perusahaan.
c. Solusi 4: biaya dipungut oleh stock exchange pada perusahaan yang listing
berdasarkan nilai saham mereka.
The Mission of the FASB
Misi FASB adalah: membangun dan mengembangkan standar akuntansi dan pelaporan
keuangan sebagai pedoman dan pendidikan public.
Ukuran-ukuran untuk mensukseskan misi tersebut adalah:
1. mengembangkan kegunaan polaporan keuangan dengan memfokuskan pada karakteristik
utama laporan keuangan (relevan, reliable, comparability, dan consistency)
2. Menjaga standar selalu up to date
3. Memikirkan/memperhatikan pelaporan keuangan yang membutuhkan pengembangan.
4. mengembangkan pemahaman umum atas pelaporan keungan, tujuan dan sifatnya.
Untuk mencapai tujuan, Board mengikuti persepsi sebagai berikut:

3
1. Agar selalu objektif dalam pengambilan keputusan dan mempertahankan
netralitas informasi yang merupakan hasil dari standar.
2. Mempertimbangkan pandangan konstitusinya tetapi sangat percaya pada
penilaian/judgment nya sendiri.
3. Dalam mengeluarkan standar hanya ketika manfaat yang diharapkan melebihi
biaya.
4. Meminimalkan interupsi/interfensi ketika membuat perubahan yang diperlukan.
5. Mereview keputusan masa lalu dan membuat perubahan ketika diperlukan.

Due Process and The Development of a Standard


Adapun proses input riset dan prosedur FASB dapat dilihat di gambar 2-2 halaman 37
buku David Solomon.
Pertama yang dilakukan menetapkan suatu penerbitan/issue pada agenda Board yang
merupakan permintaan/usulan satu/beberapa konstituen Board, salah satunya AcSEC AICPA.
Setelah agenda dibuat maka dipublikasikan dengan press release, melalui status report, yaitu alat
yang selalu memberikan informasi pada konstituen dan melalui Action Alert merupakan tempat
untuk melaporkan dengan singkat dan segera apa tindakan Board.
Syarat dalam aturan board atas prosedur sehubungan dengan proses adalah statement
yang diusulkan harus di expose tertulis untuk mendapatkan komentari public (jangka waktu 30
hari sebelum adopsi final)
Interpretasi yang diajukan harus diungkapkan ke anggota FASB selambatnya 15 hari
sebelum adosi final. Kriteria yang digunakan dalam memutuskan apakah akan menambah suatu
item pada agenda adalah:
1. Tidak meliputi masalah: luasnya dan ragam praktik, jumlah orang dan grup-grup yang
berkepentingan dan berpengaruh dan apakah masalah itu persist atau transitory.
2. Tersedianya solusi yang memungkinkan dan kemungkinan salah satunya akan
mengembangkan pelaporan keuangan.
3. Kelayakan teknikal
4. Pertimbangan practical

4
Setelah proyek utama masuk agenda lalu meminta persetuajuan/penunjukan tugas
diketuai oleh staff board untuk menyiapkan discussion memorandum (DM). Untuk proyek
utama, misalnya akuntansi untuk pension terdapat substantial dokumen yang merepresentasikan
hasil riset extensive.
Setelah statement pertama (initial statement) telah dirumuskan kemudian perlu
mendapatkan komentar public, yaitu menyebarkan 30,000 copy dokumen inisial/initial
statement, setelah itu kurang dari 200 respon diterima yaitu sekitar 60% dari industri, 20% dari
CPA, sisanya dari komunitas keuangan, akademi dan bidang lain. Untuk penerbitan yang
controversial respon yang datang lebih besar.
Setelah pengumpulan komentar ada public hearing, hasil public hearing/respon lain di
analisis oleh staf board dan dipertimbangkan oleh board, lalu diterbitkn exposure draff atas
standar yang diajukan/diusulkan penerbitannya. Draff sebanyak 50,000 copi ini disebar untuk
mengumpulkan komentar public, jika hasilnya mensyaratkan perlunya revisi tambahan maka
exposure draff kedua dikeluarkan. Akhir produk yang sangat lengkap dan detil, prosedur
berbiaya banyak ini merupakan penerbitan Statement of Financial Accounting Standard (SFAS).
Disamping statement formal, Board juga menerbitkan interpretasi statementnya atau
statement yang terdahulu dari waktu ke waktu. Interpretasi yang diusulkan seperti usulan
statement juga perlu diterbitkan komentar meski dengan skala yang lebih terbatas dalam hal copy
yang disebar dan juga waktu pengumpulan komentar.
Interpretasi, seperti statements, diumumkan oleh board. Sejak 1979 staff board telah
diberi kewenangan untuk menerbitkan bulletin teknis yang memberikan pedoman
penginterpretasian standar. Bulletin ini harus direview oleh anggota board sebelum diterbitkan,
bulletin tidak dipublikasikan oleh board.
Referensi yang telah dibuat oleh Accounting Series Release No. 4 yang menyatakan
laporan keuangn disiapkan sesuai prinsip akuntansi yang kurang dukungan substantial
authoritative sehingga diasumsikan tidak akurat atau menyesatkan.
Beberapa bulan setelah penerbitan FASB di 1973, SEC menerbitkn ASR 150. ASR150
tertanggal 20 Desember 1973, mengulang kebijakan dalam ASR 4 dan dinyatakan bahwa tujuan
kebijakan, prinsip, standard dan praktik ini dipubliksikan oleh FASB dalam statement dan
interpretasinya akan dipertimbngkan oleh komisi yang memiliki dukungan substantial

5
authoritative, dan semua yang bertentangan seperti publikasi FASB tidak memiliki dukungan
tersebut.
Di ASR 280 (September 1980), Komisi menekankan untuk mempercayakan pada FASB
sebagai pemimpin dalam penetapan standar akuntansi dan pelaporan keuangan. Tanpa ASR 150
atau sejenisnya, maka FSAB tidak dapat berfungsi secara efektif. Rules 203 dan 204 mengenai
kode etik professional AICPA. Rule 203 menempatkan kewajiban auditor untuk melaporkan
keluar dari standar FASB atas laporan keuangan yang diaudit oleh auditor, akan tetapi bukan
jaminan laporan auditor qualified akan cukup melindungi kewenangan FASB.
Rule 203 menyediakan escape hatch untuk perusahaan yang menyakini bahwa
mengikuti aturan FASB akan membuat laporan keuaggan menyesatkan. Escape hatch telah
ditulis ke dalam ASR 150 SEC. Interpretasi (203-3) rule 203 menyatakan bahwa rule tersebut
terkait hanya pada provisi Statements of Financial Accounting Standards (SFASs) yang
menerbitkan accounting principles dengan memperhatikan laporan keuangan dasar. SFASs
menekankan bahwa informasi tertentu harus diungkapkan diluar laporan akuntansi yang
mendasar tidak tercantum dalam rule 203. Bagaimanapun juga rule 204 memberi kewenangan
pernyataan FASB pada hal tersebut.

Standards or Principles?
Di tahun 1973 transisi dari APB ke FASB, merubah prinsip menjadi standar adalah
sesuatu yang tanpa arti. The Wheat Committee mengkonfirmasi pandangan ini dengan
menggaris bawahi beberapa opini APB yang berhubungan dengan persyaratan disclosure seperti
Opini No.19 yaitu Reporting Changes in Financial Position.
Penggunaan kembali kata principles ada tahun 1932, ketika American Institute of
Accountants (pendahulu AICPA) merekomendasikan New York Stock Exchange bahwa auditor
perusahaan yang listing harus melaporkan apakah laporan keuangan telah dibuat sesuai dengan
accepted principles of accounting. Istilah generally accepted accounting principles telah
dimsukkan pada laporan audit sejak 1939.
Tugas selanjutnya board baru, telah meyakinkan kebanyakan masyarakat bahwa
perubahan principles menjadi standard adalah sesuatu yang bijaksana atau tepat. Dalam hal ini,
perubahan nomenclature (klasifikasi) akan berdampak pada peristiwa/kejadian sejak 1973. Pada
tahun-tahun pertama keberadaan FASB, banyak pihak yang berfikir terdapat modus vivendi

6
antara SEC dan FASB, yaitu Commission konsentrasi pada persyaratan disclosure sedangkan
board konsentrasi dengan masalah measurement. Contoh keterlibatan SEC pada masalah
measurement adalah perihal akuntansi oil dan gas serta replacement cost requirement dari ASR
190. Bagaimanapun juga aktivitas akuntansi SEC berhubungan dengan disclosure.

The Accounting Standards Executive Committee


Pendirian Accounting Standards Executive Committee (AcSEC) di tahun 1972 oleh
AICPA memiliki anggota 15 orang, secara umum bekerja selama 3 tahun. AcSEC menjadi suara
AICPA dalam segala hal yang berhubungan dengan standar akuntansi. Melalui AcSEC, AICPA
merespon diskusi memoranda, permintaan komentar dan exposure draff yang dikeluarkan Board.
AcSEC juga menjadi sumber jenis kedua standar akuntansi, dikenal dengan panduan audit
industri dan panduan akuntansi serta statement AICPA of position (SOPs).
Resiko memiliki AcSEC berkompetisi dengan FASB sebagai sumber standar akuntansi
sesuai dengan keputusan board yang dibuat di maret dan April 1979 untuk melaksanakan
tanggungjawab atas spesialisasi standar pelaporan keuangan termasuk dalam panduan AICPA
dan SPOPs yang memodifikasi suplemen panduan tersebut. Akan tetapi sementara itu,
dipertimbangkan pentingnya melindungi status specialized standards yang diterbitkan oleh
AcSEC dan menunggu persetujuan FASB. Hal ini telah dilaksanakan dengan menerbitkan SFAS
32 di September 1979 dan SFAS 83 di Maret 1985. Statements tersebut merupakan prinsip-
prinsip akuntansi yang lebih disukai dengan tujuan perubahan akuntansi APB Opinion 20.

Auditing Standards: Why They Are Different


Pada buku-buku kebijakan akuntansi tidak sesuai untuk bidang auditing. Auditing
berhubungan dengan verifikasi independent. Auditor berhubungan dengan kebijakan akuntansi
dan memerlukan standard untuk bisa menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan yang
diaudit telah disiapkan berdasarkan GAAP.

7
Standar auditing disusun oleh Auditing Standard Board (ASB) yang didirikan tahun
1978. Berikut perbedaan antara FASB dan ASB
FASB ASB
Tujuh anggota 15 anggota
Anggota bekerja fulltime Anggota bekerja part time
Anggota independent dari afiliasi lain Anggota melanjutkan afiliasi lain
Anggota dibentuk oleh trustee FAF Anggota ditunjuk oleh pimpinan AICPA
Tidak ada pembatasan untuk keanggotaan Keanggotaan terbatas pada AICPA

Accounting Standards in The Public Sector


Kesulitan dalam pengukuran/penentuan kinerja pemerintah/organisasi pemerintah
memuaskan atau tidak mendorong akan permintaan adanya pemisahan prinsip akuntansi sector
public dan swasta. Sampai dengan didirikannya Governmental Accounting Standards Board
dibawah Financial Accounting Foundation, terdapat beberapa sumber berbeda government
accounting principles Negara dan local. Di tahun 1984 kesepakatan telah dicapai untuk
mendirikan Governmental Accounting Standards Board (GASB) dibawah FAF.

The Railroad Accounting Principles Board


Kongres tahun 1980 telah menghasilkan Railroad Accounting Principles Board akan
tetapi sampai dengan 1985 tidak juga didanai.RAPB bukan agensi regulator, dan standard yang
dipublikasikan akan diimplementasikan oleh Interstate Cmmerce Commission. Fungsi RAPB
lebih sempit dan lebih menarik karena merupakan model penetapan standar akuntansi sector
public yang dapat menyediakan alternative dalam pengaturan sector swasta jika seseorang
memutuskan untuk bekerja diluar sector swasta.

CHAPTER 3
8
THE INSTITUTIONS THAT MAKE ACCOUNTING POLICY :
THE INTERNATIONAL DIMENSION

Sama seperti dunia akan menjadi tempat yang sederhana (jika kurang menarik) semua
orang berbicara bahasa yang sama, sehingga dunia bisnis internasional akan menjadi tempat
yang sederhana untuk beroperasi jika kebijakan dalam akuntansi yang seragam di seluruh dunia.
Masalah penyusunan laporan keuangan konsolidasi oleh perusahaan induk yang memiliki afiliasi
di luar negeri dan pengukuran dari pendapatan asing untuk keperluan pajak berdua akan
sederhana. Penggunaan informasi akuntansi untuk tujuan pengendalian manajemen, melintasi
batas-batas nasional akan disederhanakan dan akan pinjaman internasional, penilaian investasi,
dan audit laporan keuangan perusahaan multinasional.
Proses mengurangi variasi antara akuntansi nasional praktek-proses harmonisasi, seperti
yang disebut memang membuat kemajuan karena pekerjaan serius dimulai pada itu baru-baru ini
1967. Mengingat perbedaan-perbedaan yang ada antara tujuan akuntansi negara pada tahap
perkembangan yang berbeda dan dengan sistem hukum yang berbeda, mungkin hal yang
mengejutkan adalah bahwa setiap kemajuan di semua telah dibuat dalam waktu singkat.
Ada banyak cara yang berbeda untuk mengklasifikasikan negara ketika
mempertimbangkan kebutuhan akuntansi mereka. Satu perbedaan yang jelas adalah antara
demokrasi dan rezim otoriter yang memerintah sebagian besar dunia. Perbedaan ini tidak sesuai
dengan rapi, ke sebuah divisi antara perusahaan bebas dan ekonomi terpusat dikontrol, karena
ada demokrasi (misalnya, India) dengan sebagian besar perekonomian di tangan perusahaan
milik negara dan statecontrolled, dan ada negara-negara komunis (misalnya Hungaria dan
Yugoslavia) yang meninggalkan ruang untuk perusahaan bebas yang sama. Pentingnya
perbedaan ini untuk pelaporan keuangan terletak pada peran investor swasta dan pasar modal.
Mereka umumnya akan jauh lebih penting dalam ekonomi usaha bebas, dan pelaporan keuangan
akan memainkan bagian yang lebih penting Sejalan ada dalam alokasi sumber daya.
Lain perbedaan jelas adalah antara negara maju di Amerika Utara, Australia, Eropa, dan
Jepang dan negara-negara kurang berkembang di Afrika dan Asia. Di sini sekali lagi, perbedaan
adalah salah satu derajat bukan jenis. Semua negara berkembang (atau retrogressing), dan
akuntansi memiliki bagian untuk bermain dalam pembangunan yang dalam semua mereka.

9
Sebagian besar negara-negara kurang berkembang hanya di abad ini terbebas dari status mereka
sebagai koloni, dan beberapa dari mereka adalah demokrasi seperti yang kita mengerti kata itu.
Perbedaan antara demokrasi dan otokrasi tidak berhubungan, karena itu, untuk perbedaan antara
yang lebih maju dan negara-negara kurang berkembang.
Dasar klasifikasi ketiga adalah sifat dari sistem hukum suatu negara. Terutama, perbedaan
antara sistem hukum umum Anglo-Saxon negara dan bekas koloni mereka dan sistem hukum
sipil Eropa Barat. Di negara-negara hukum perdata, umumnya ada lebih menekankan pada
mengikuti aturan yang ditentukan dan bentuk, akhir pelaporan keuangan umumnya mengikuti
kode pajak jauh lebih erat daripada di negara-negara common law. Tidak ada diskusi kebijakan
akuntansi akan lengkap tanpa pertimbangan dimensi internasional. Tapi sebelum
mempertimbangkan masalah harmonisasi., Adalah berguna untuk melihat bagaimana standar
akuntansi yang ditetapkan di tiga negara maju selain Amerika Serikat. Inggris, Kanada, dan
Jerman Barat masing-masing menyajikan model yang berbeda dari proses penetapan standar, dan
masing-masing dari mereka berbeda dari model AS. Dua dari negara-negara anggota Masyarakat
Ekonomi Eropa; (MEE), di mana harmonisasi formal adalah persyaratan kepatuhan terhadap
"Perjanjian Roma, yang membawa ke dalam keberadaan Komunitas.

Great Britain and Ireland


Akuntansi standar resmi - pengaturan tubuh di Britania Raya dan Irlandia adalah Komite
Standar Akuntansi (ASC). Didirikan awalnya pada tahun 1970 oleh Institute of Chartered
Accountants di Inggris dan Wales (Institut Bahasa Inggris), Institut Akuntan Chartered di
Skotlandia dan Irlandia bergabung komite kemudian tahun yang sama, dan tiga badan-badan
profesional lainnya dari akuntan bergabung pada tahun 1971 dan 1976. Sejak 1976, telah
berfungsi sebagai sebuah komite bersama dari Komite Konsultatif Badan Akuntansi (CCAB).
ASC menyerupai Prinsip Akuntansi Dewan jauh lebih dari itu tidak FASB. Bawah
konstitusi sekarang, yang direvisi pada tahun 1982, keanggotaannya dapat bervariasi antara l7
dan 22 anggota. Mereka dinominasikan oleh sebuah komite pencalonan mewakili badan-badan
CCAB enam, dan penunjukan formal untuk ASC dibuat oleh CCAB tersebut. Sejumlah kecil non
akuntan mungkin, sejak 1982, melayani di ASC. Semua anggota melayani paruh waktu dan
belum dibayar.

10
Seperti kebanyakan penetapan standar tubuh, ASC memiliki prosedur proses yang
melalui mana pihak yang terkena dampak dapat berkomunikasi pandangan mereka pada proposal
ASC kepada panitia. Draft paparan secara luas disebarluaskan. Komite ini juga dilengkapi
dengan Consultative Group, tidak berbeda FASB Dewan Penasihat, yang bertemu dengan ketua
ASC tidak kurang dari tiga kali setahun.
Sampai dengan lima tempat di komite yang disediakan untuk pengguna laporan
keuangan, yang diambil dari lembaga industri dan keuangan, yang tidak perlu menjadi anggota
dari badan-badan CCAB. Pada setiap saat ada setidaknya satu anggota dari masing-masing enam
mayat CCAB. Mulai 1 Juli 1984, panitia telah 20 anggota pemungutan suara, dari bidang
berikut:

Publikpraktek 7
Industri dan perdagangan 6
pengguna 4
Nontradingsektor publik 2
akademik 1
20
Ada dua perbedaan mencolok antara posisi ASC dan FASB. Salah satunya adalah bahwa
pernyataan dari praktik akuntansi standar (SSAPs) yang dikeluarkan oleh ASC harus memiliki
persetujuan dari dewan yang mengatur semua enam mayat CCAB sebelum mereka dapat
berlaku. Prosedur ini tidak hanya rumit dan memakan waktu, namun hal ini menimbulkan
pertanyaan serius tentang kebijaksanaan memberikan hak veto kepada anggota dewan yang tidak
mungkin telah memberikan banyak pemikiran untuk masalah teknis Kompleks bahwa ASC
anggota harus bergulat dengan.
Perbedaan kedua antara ASC dan posisi FASB yang berkaitan dengan penegakan hukum.
Karena Inggris tidak memiliki tubuh yang sesuai kepada SEC untuk memberikan ASC berkat
dan wewenangnya, panitia telah melihat kepada Bursa Efek dan kekuatan disiplin tubuh CCAB
atas anggota mereka untuk penegakan kekuasaan seperti itu. Anggota bertindak sebagai auditor
yang diperlukan untuk memastikan bahwa keberangkatan yang signifikan dari standar ASC
dalam laporan keuangan diungkapkan dan dibenarkan jika persetujuan mereka dalam
keberangkatan dinyatakan atau tersirat. Bursa Efek membuatnya menjadi kondisi daftar itu,

11
ketika auditor memenuhi syarat laporannya sehubungan dengan keberangkatan dari standarASC,
perusahaan harus menjelaskan alasan untuk keberangkatan ke pemegang saham. Langkah-
langkah disipliner belum sepenuhnya berhasil dalam memberikan ASC otoritas yang perlu
efektif. Belum, penegakan tetap merupakan masalah yang belum terpecahkan untuk ASC.
ASC harus, tentu saja, bekerja dalam batas yang ditetapkan oleh Perusahaan Kisah
Inggris, terutama tindakan tahun 1980 dan 1981. Tindakan 1981 diresmikan pada bagian untuk
menggabungkan Petunjuk Keempat MEE ke hukum Inggris. Dengan demikian, sejumlah konsep
dasar akuntansi telah diberi kekuatan hukum. Ini termasuk konsep akrual, anggapan bahwa
perusahaan adalah going concern, persyaratan bahwa hanya "menyadari" keuntungan
dimasukkan dalam laporan laba rugi, dan persyaratan bahwa kebijakan akuntansi yang
diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Satu-satunya dari konsep-konsep yang dapat
menciptakan masalah bagi ASC adalah "menyadari keuntungan" konsep, yang belum
didefinisikan.
Standar akuntansi Inggris diumumkan oleh ASC dalam bentuk Pernyataan Standar
Akuntansi Praktek (SSAPs). Untuk semua tujuan praktis, mereka seperti pernyataan FASB
tentang standar akuntansi keuangan (SFASs), meskipun mereka telah jauh lebih banyak. Dalam
10 tahun pertama, 1970-1980, ASC diterbitkan 18 standar. Dalam FASB yang pertama 10 tahun,
dari pertengahan 1973 sampai pertengahan 1983, Dewan menerbitkan 72 standar, dan
interpretasi nomor di samping.
Sejak 1984, ASCtelah memperkenalkan tipe anak perusahaan dari perusahaan disebut
pernyataan praktek yang dianjurkan (SORP). SORP memberikan bimbingan pada topik tertentu
yang tidak berpikir untuk menjamin masalah standart otok. Kepatuhan dengan SORPs dianjurkan
tetapi tidak wajib(bahkan dalam arti Inggris terbatas), dan ketidakpatuhan tidak harus dilaporkan
oleh auditor. Ada juga subkategori SORPs disebut ini berhubungan dengan masalah khas industri
tertentu"SORPs franked." Dan umumnya diproduksi oleh kelompok kerja yang ditarik dari
industri yang bersangkutan. Pembuatan laporan diawasi dan ditinjau oleh ASC, yang
memberikan persetujuan sebelum mereka dikeluarkan oleh industri bersangkutan. Meskipun,
secara umum, Inggris dan standar akuntansi AS dalam perjanjian dengan satu sama lain, ada
beberapa perbedaan signifikan antara mereka. Tiga contoh perbedaan ini diberikan di bawah ini:

12
United States Britain
Komprehensifpajakalokasi (APB Opinion11) Alokasipajakparsial(SSAP 15)
Pengeluaran R & Duntuk ditulisdarisaat Beberapapengeluaranpembangunan
terjadinya (SFAS2) dapat di kapitalisasi (SSAP 13)
"Akuntansi inflasi" standar mengakui Akuntansi Inflasi Standar yang
perubahan dalam baik khusus harga dan mengakui perubahan harga tertentu
tingkat harga umum (SFAS 33) (SSAP 16)

Canada
Di Kanada, merumuskan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah tanggung
jawab Komite Standar Akuntansi dari Institut Kanada Chartered Akuntan (CICA). Komite, yang
pada 1984-1985 memiliki 22 anggota, menyerupai Prinsip Akuntansi Dewan yang berfungsi di
Amerika Serikat dari tahun 1959 sampai 1973, karena para anggota mereka telah membagi
waktu kerja panitia dan melakukan praktek-praktek mereka. Aturan suara adalah juga sama-
rekomendasi, seperti pernyataannya disebut, memerlukan mayoritas dua pertiga dari anggota
sebagai syarat untuk penerbitan. Menjadi terdiri dari paruh waktu, anggota tidak dibayar dan
mengandalkan untuk banyak pekerjaan staf pada dukungan dari perusahaan anggota, komite
dapat berfungsi dengan anggaran yang merupakan sebagian kecil dari yang dari FASB.
Karenabagiandari Undang-Undang Korporasi Bisnis Kanada tahun 1975, rekomendasi
dari CICA telah diberikan hampir kekuatan hukum, karena mereka dipaksakan oleh pemerintah
sebagai peraturan yang dibuat berdasarkanUndang-Undang.

West Germany
Hal ini tidak jelas bahwa konsep "prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum"
memiliki banyak maknadi Jerman Barat, karena ada penerimaan hukum mengambil tempat
penerimaan umum, dan pengaruh dari hukum pajak yang dominan. Corporation Hukum Saham
Jerman 1965 mengharuskan perusahaan laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip
akuntansi yang teratur. Satu otoritas Jerman menjelaskan posisi dengan cara ini:
Jerman memahami prinsip akuntansi tidak cukup sebanding dengan apa yang berarti di
Inggris. Di Jerman ini set norma-norma dasar umumnya disebut sebagai prinsip-prinsip

13
pembukuan yang tertib atau akuntansi (mulut). Ada tiga sumber utama persyaratan: perusahaan,
komersial, dan hukum pajak dan peraturan. Peraturan Pajak Penghasilan pada khususnya tidak
meninggalkan keraguan apapun bahwa istilah melibatkan menjaga buku-buku yang diperlukan
oleh undang-undang lain, dan membuatnya cukup jelas bahwa tunjangan pajak semua, termasuk
membawa ke depan kerugian, akan menjadi batasan jika audit pajak menunjukkan bahwa prinsip
ini tidak dipatuhi. Bagaimanapun, masalah yang prinsip-prinsip ini tidak didefinisikan non
dikodifikasi. Satu telah lebih untuk mengumpulkan mereka dari berbagai badan hukum,
khususnya hukum perusahaan dan bahkan dari keputusan beberapa kasus pajak di mana prinsip-
prinsip ini telah dijelaskan lebih lanjut. Konsekuensinya adalah bahwa rekening komersial jauh
berorientasi pada perhitungan pajak. Karena UU Pajak Penghasilan tahun 1874 ada Saxon adalah
prinsip penting (Massgeblichkeitsprinzip) bahwa pernyataan komersial dan pajak harus setuju. 1
Sebagai penulis melanjutkan perjalanannya menunjukkan, untuk memaksimalkan
manfaat dari tunjanganpajak, apa pun perlakuan akuntansi yang paling menguntungkan bagi
wajib pajak untuk tujuan pajakakan menentukan perlakuan yang akan diadopsi untuk tujuan
pelaporan keuangan juga.
Mana kesesuaian antara akuntansi keuangan pajak dan pelaporan keuangan diperlukan,
kebijakan akuntansi telah berlaku, telah diserahkan kepada otoritas pajak. Tidak ada ruanguntuk
FASB atau badan seperti itu. Karakteristik kualitatif informasi akuntansi yang digunakan dinilai
di dunia Anglo-Saxon yang hampir tidak mungkin untuk membawa berat badan banyak dalam
sistem tersebut. Ini belum dilihat bagaimana sistem ini dapat menampung komitmen tertinggi
terhadap pengungkapanpan dangan"benar dan adil" yang sekarang sedang diimpor ke dalam
hokum perusahaan Jerman untuk membawa kesejalan dengan Petunjuk Keempat MEE itu.

International Accounting Standards


Standar akuntansi internasional tidak eksklusif perhatian dari setiap satu organisasi,
pemerintah belum bersedia untuk meninggalkan masalah ini sepenuhnya inisiatif swasta. Standar
Akuntansi Internasional Committee (IASC) tidak diragukan lagi suara sektor swasta di bidang
ini, tetapi tidak memiliki lapangan untuk dirinya sendiri. Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi
dan Pembangunan (OECD), terdiri dari negara-negara sangat maju, telah menyiapkan Kode Etik
untuk Perusahaan Multinasional, yang meliputi, antara lain untuk resep pengungkapan keuangan
oleh perusahaan multinasional. Atas desakan dari negara-negara berkembang, PBB telah

14
membentuk Kelompok Antarpemerintah tentang Standar Akuntansi Internasional dan
Resporting. Inisiatif ini pada bagian dari PBB mencerminkan kekhawatiran negara-negara
berkembang tentang kegiatan perusahaan multinasional di wilayah mereka dan keinginan mereka
untuk meningkatkan kapasitas mereka untuk mengontrol kegiatan tersebut. Mereka melihat
IASC sebagai didominasi oleh negara-negara maju, dan terutama oleh Amerika Serikat Britania
Raya. Pandangan dari IASC tidak sepenuhnya tak berdasar. Kita akan kembali ke masalah ini
segera

The International Accounting Standards Committee (IASC)


Perjanjian asli untuk mendirikan Komite Standar Akuntansi internasional ditandatangani
di London pada tanggal 29 Juni 1973, oleh wakil-wakil dari badan akuntansi profesional
Australia, Kanada, Perancis, Jerman Barat, Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris, dan Amerika
Serikat. Komite ini telah tumbuh keluar dari Kelompok Studi Internasional Akuntan, terdiri dari
wakil-wakil dari Kanada, Inggris dan Amerika Serikat, yang telah mengadakan pertemuan
berkala sejak 1967 dan diterbitkan beberapa makalah pada topik akuntansi komparatif sebelum
dibubarkan pada tahun 1977.
Tujuan IASC adalah "untuk merumuskan dan menerbitkan dalam kepentingan publik,
standar dasar yang harus diamati dalam penyajian akun yang diaudit dan laporan keuangan dan
untuk mempromosikan penerimaan di seluruh dunia dan ketaatan." Anggota komite ini adalah
semua badan-badan profesional, bukan individu, ketika mereka menjadi anggota komite, mereka
melakukan untuk "menggunakan upaya terbaik mereka untuk memastikan bahwa account
diterbitkan sesuai dengan standar-standar atau bahwa ada pengungkapan sejauh mana mereka
tidak .... "2
Pada akhir 1985, ada 71 negara diwakili dalam Komite, beberapa dari mereka dengan
lebih dari satu badan profesional. Keanggotaan IASC identik dengan keanggotaan Federasi
Internasional Akuntan(IFAC), sebuah organisasi di seluruh dunia dari 97 organisasi akuntansi (di
akhir 1985). Keanggotaan penuh IASC bertemuhanya sekali setiap lima tahun, pada saat
Kongres Dunia Akuntan, dan sebagian besar pekerjaan adalah dilakukan oleh dewan yang dipilih
oleh dewan IFAC. Dewan IASC diambil dari 13 negara. Negara yang dipilih untuk melayani di
papan tulis dapat diwakili di atasnya oleh lebih dari satu orang, namun masing-masing Negara
hanya memiliki satu suara.

15
Standar akuntansi internasional awalnya dikembangkan oleh komite pengarah terdiri dari wakil-
wakil dari tiga sampai lima negara,tidak semua yang perlu memiliki kursi di papan tulis. Draft
paparan secara luas diedarkan untuk komentar di seluruh dunia. Penerbitan akhir dari standar
internasional membutuhkan persetujuan oleh setidaknya tiga-perempat dari anggota dewan.
Pada akhir 1985, ada71 negara diwakili dalam Komite, beberapa dari mereka dengan
lebih dari satu badan profesional. Keanggotaan IASC identik dengan keanggotaan Federasi
Internasional Akuntan(IFAC), sebuah organisasidi seluruh dunia dari 97 organisasi akuntansi(di
akhir 1985). Keanggotaan penuh IASC bertemuhanya sekali setiap lima tahun, pada saat
Kongres Dunia Akuntan, dan sebagian besar pekerjaan adalah dilakukan oleh dewan yang dipilih
oleh dewan IFAC. Dewan IASC diambil dari13 negara. Negara yang dipilih untuk melayani di
papan tulis dapat diwakili di atasnya oleh lebih dari satu orang, namun masing-masing Negara
hanya memiliki satu suara.
Standar akuntansi internasional awalnya dikembangkan oleh komite pengarah terdiri dari
wakil-wakil dari tiga sampai lima negara, tidak semua yang perlu memiliki kursi di papan tulis.
Draft paparan secara luas diedarkan untuk komenta rdi seluruh dunia. Penerbitan akhir dari
standar internasional membutuhkan persetujuan oleh setidaknya tiga-perempat dari anggota
dewan IASC.
Dewan IASC bertemu secara teratur dengan kelompok konsultatif yang mewakili
preparers dan pengguna laporan keuangan, dan kelompok berpartisipasi sepanjang proses
mengeluarkan sebuah standar internasional. Ini mencakup perwakilan dari organisasi di seluruh
dunia bursa saham, kamar dagang, eksekutif keuangan, analis keuangan, serikat buruh, dan Bank
Dunia. Kelompok konsultatif juga memiliki pengamat dari sekretariat OECD dan PBB mengenai
Perusahaan Transnasional Pusat.
Mulai 1 Juli 1985, IASC telah mengeluarkan 24 standar, 2 terakhir (IAS 23 dan IAS 24)
akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 1986. Standar-standar ini tidak akan mengesampingkan
standar nasional negara anggota. Ketika standar nasional konflik, karena mereka sering lakukan,
IASC memiliki tugas yang sulit memilih jalan melalui standar-standar untuk meminimalkan
konflik. Ketika konflik tetap, dan standar nasional adalah lebih ringan dibandingkan standar
internasional, itu adalah tanggung jawab badan akuntansi nasional untuk menggunakan upaya
terbaik mereka untuk membawa mereka ke standar nasional sejalan dengan yang internasional.

16
Amerika Serikat adalah unik dalam memiliki tubuh penetapan standar, FASB, yang
independen dari badan akuntansi profesional dan karena struktur IASC, FASB bukan anggota
dari itu. Dalam mengembangkan standar sendiri, FASB harus, tentu saja, mempertimbangkan
implikasi internasional mereka. Tapi tidak menjadi penandatangan perjanjian IASC, tidak
memiliki kewajiban formal untuk membuat standar yang sesuai denganIASC.3

17
JURNAL
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 1, No.2, Nopember 1999: 144 - 161

AKUNTANSI INTERNASIONAL : HARMONISASI


VERSUS STANDARDISASI
Arja Sadjiarto
Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas Kristen Petra

1. Latar Belakang

Sebuah survey yang dilakukan oleh Deloitte Touche Tohmatsu International


pada tahun 1992 terhadap 400 perusahaan skala menengah di dua puluh negara
maju menunjukkan, bahwa alasan mereka untuk melakukan bisnis di pasar
internasional adalah karena adanya kesempatan bertumbuh (84%), untuk
mengurangi ketergantungan pada perekonomian domestik (39%), memenuhi
permintaan pasar (34%) dan biaya operasi yang lebih murah (24%) (Iqbal, Melcher,
Elmallah, 1997 : 5). Survey tersebut menunjukkan salah satu kenyataan bahwa ada
kecenderungan banyak perusahaan untuk menjalankan bisnis secara global dan tidak hanya
terpaku pada bisnis di negara asal. Menjual di pasar dalam negeri
dianggap tidak lagi memberikan keuntungan yang diharapkan, sementara pasar
luar negeri begitu terbuka untuk ekspansi.
Perkembangan selanjutnya di Indonesia juga menunjukkan fenomena yang
menarik. Menguatnya rupiah terhadap mata uang asing, meskipun tidak kembali
pada kurs nilai tukar sebelum krisis terjadi, membuat para eksportir mulai
mengeluh karena pendapatannya turun jika dinilai dalam mata uang domestik.
Sebaliknya terjadi bagi para importir. Menguatnya mata uang domestik --
katakanlah rupiah -- dan melemahnya mata uang asing -- katakanlah dollar
Amerika Serikat -- membuat kewajiban para importir membayar dalam mata uang
asing kepada produsen di negara asing menjadi lebih murah dinilai dari mata uang
domestik.

18
Akuntansi sebagai penyedia informasi bagi pengambilan keputusan yang
bersifat ekonomi juga dipengaruhi oleh lingkungan bisnis yang terus menerus
berubah karena adanya globalisasi, baik lingkungan bisnis yang bertumbuh bagus,
dalam keadaan stagnasi maupun depresi. Adanya transaksi antar negara dan
prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda antar negara mengakibatkan munculnya
kebutuhan akan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.

2. Pembahasan
Perusahaan domestik harus mengantisipasi adanya rugi atau untung potensial yang
mungkin timbul karena perubahan nilai tukar antara saat order pembelian dicatat dengan saat
pembayaran diterima. Pelaksanaan ekspor melibatkan banyak pihak seperti perusahaan
pengiriman, asuransi, bea cukai serta dokumen-dokumen penunjang lainnya yang disyaratkan
luas di seluruh dunia. Dalam hal ini tentunya juga perlu adanya antisipasi atas
segala biaya yang pada umumnya melibatkan pemakaian mata uang yang berbeda.
Untuk impor, kondisi-kondisi di atas sebaliknya akan ditemui oleh perusahaan
penjual asing. Kondisi yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan pembeli
domestik adalah nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing yang
disepakati sebagai denominasi pembayaran. Termasuk di dalamnya adalah
pembayaran kepada forwarder dan perusahaan pengiriman jika impor dilakukan
dengan syarat free on board.
Akuntansi untuk operasi anak perusahaan di luar negeri harus sesuai dengan
aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan institusi yang berwenang di
negara yang bersangkutan, yang berbeda dengan aturan-aturan di negara induk
perusahaan. Selain itu harus dibuat juga sistem informasi manajemen untuk
memonitor, mengawasi dan mengevaluasi operasi anak perusahaan serta membuat
sistem untuk melakukan konsolidasi hasil operasi perusahaan induk dan anak.
Akuntansi internasional menjadi semakin penting dengan banyaknya
perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC yang beroperasi di
berbagai negara di bidang produksi, pengembangan produk, pemasaran dan
distribusi. Di samping itu pasar modal juga tumbuh pesat yang ditunjang dengan

19
kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sehingga memungkinkan transaksi di
pasar modal internasional berlangsung secara real time basis.

Seperti halnya dunia bisnis pada umumnya, praktik-praktik akuntansi beserta


pengungkapan informasi finansial di perusahaan di berbagai negara dipengaruhi oleh berbagai
faktor. Radebaugh dan Gray (1997:47) menyebutkan sedikitnya ada
empat belas faktor yang mempengaruhi sistem akuntansi perusahaan. Faktor-faktor
tersebut adalah sifat kepemilikan perusahaan, aktivitas usaha, sumber pendanaan
dan pasar modal, sistem perpajakan, eksistensi dan pentingnya profesi akuntan,
pendidikan dan riset akuntansi, sistem politik, iklim sosial, tingkat pertumbuhan
ekonomi dan pembangunan, tingkat inflasi, sistem perundang-undangan, dan
aturan-aturan akuntansi.

Sementara itu Christopher Nobes dan Robert Parker (1995:11)menjelaskan


adanya tujuh faktor yang menyebabkan perbedaan penting yang berskala
internasional dalam perkembangan sistem dan praktik akuntansi. Faktor-faktor
tersebut antara lain adalah (1) sistem hukum, (2) pemilik dana, (3) pengaruh sistem
perpajakan, dan (4) kemantapan profesi akuntan. (5) inflasi, (6) teori akuntansi dan
(7) accidents of history

Harmonisasi versus Standardisasi


Globalisasi juga membawa implikasi bahwa hal-hal yang dulunya dianggap merupakan
kewenangan dan tanggung jawab tiap negara tidak mungkin lagi tidak dipengaruhi oleh dunia
internasional. Demikian juga halnya dengan pelaporan keuangan dan standar akuntansi.
Salah satu karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi adalah dapat
diperbandingkan (comparability), termasuk di dalamnya juga informasi akuntansi
internasional yang juga harus dapat diperbandingkan mengingat pentingnya hal ini
di dunia perdagangan dan investasi internasional. Dalam hal ingin diperoleh full
comparability yang berlaku luas secara internasional, diperlukan standardisasi
standar akuntansi internasional.

20
Konsep yang ternyata lebih populer dibandingkan standardisasi untuk
menjembatani berbagai macam standar akuntansi di berbagai negara adalah konsep
harmonisasi. Harmonisasi standar akuntansi diartikan sebagai meminimumkan
adanya perbedaan standar akuntansi di berbagai negara (Iqbal 1997:35).
Harmonisasi juga bisa diartikan sebagai sekelompok negara yang menyepakati
suatu standar akuntansi yang mirip, namun mengharuskan adanya pelaksanaan
yang tidak mengikuti standar harus diungkapkan dan direkonsiliasi dengan standar
yang disepakati bersama.
Lembaga-lembaga yang aktif dalam usaha harmonisasi
standar akuntansi ini antara lain adalah IASC (International Accounting Standard
Committee), Perserikatan Bangsa-Bangsa dan OECD (Organization for Economic
Cooperation and Development). Beberapa pihak yang diuntungkan dengan adanya
harmonisasi ini adalah perusahaan-perusahaan multinasional, kantor akuntan
internasional, organisasi perdagangan, serta IOSCO (International Organization of
Securities Commissions).
IASC didirikan pada tahun 1973 dan beranggotakan anggota organisasi profesi
akuntan dari sepuluh negara. Di tahun 1999, keanggotaan IASC terdiri dari 134
organisasi profesi akuntan dari 104 negara, termasuk Indonesia. Tujuan IASC
adalah (1) merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan
pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di
seluruh dunia, serta (2) bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan
prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan
FASB (Financial Accounting Standards Board), dalam laporannya yang
berjudul International Accounting Standard Setting: A Vision for The Future,
meyakini bahwa perlu adanya satu set standar akuntansi yang digunakan di seluruh
dunia baik untuk pelaporan keuangan dalam negeri maupun lintas negara. Tanpa
menyebutkan bahwa metode yang dilakukan untuk mendapatkan satu standar yang
sama untuk seluruh dunia ini sebagai standardisasi, FASB juga tidak menyatakan
secara eksplisit bahwa usaha ini merupakan usaha harmonisasi. FASB memandang
bahwa suatu standar akuntansi internasional harus (a) memiliki kualitas tinggi
dengan menyediakan informasi yang berguna bagi investor, kreditur, dan pembuat

21
keputusan lainnya dalam mengambil keputusan serupa mengenai alokasi sumber
daya dalam perekonomian, dan (b) membuat berbagai standar akuntansi di berbagai
negara menjadi convergent atau semirip mungkin. Di satu sisi FASB menginginkan
adanya standardisasi standar akuntansi namun tidak mengingkari bahwa proses
menuju standardisasi tersebut harus melalui proses harmonisasi yang lebih terarah
menuju standardisasi.
Standar akuntansi yang memiliki kualitas tinggi ( high-quality) adalah suatu
standar akuntansi yang tidak bias, dan menghasilkan suatu informasi yang relevan
dan dapat dipercaya yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh para investor,
kreditur dan pihak-pihak yang mengambil keputusan serupa. Standar tersebut
harus:
a. Konsisten dengan kerangka konseptual yang mendasarinya
b. Menghindari atau meminimumkan adanya prosedur akuntansi alternative
c. Jelas dan komprehensif.
Bagaimana halnya dengan keberadaan IASC yang memang sudah eksis jika hal
ini benar-benar diterapkan. FASB menganggap bahwa bagaimanapun caranya suatu
organisasi penentu standar akuntansi internasional dibentuk, struktur organisasi
tersebut harus bisa memungkinkan kedelapan fungsi di atas berjalan baik. Struktur
organisasi juga harus memasukkan kelima karakteristik di atas agar bisa
mengembangkan standar akuntansi internasional yang berkualitas tinggi.
Berdasarkan pemikiran ini, alternatif yang dapat dipakai di masa depan adalah (a)
IASC bisa tetap eksis dengan pembenahan struktur seperti yang disarankan FASB,
atau (b) dibentuk suatu organisasi baru dengan struktur baru seperti yang
disarankan FASB, yang tetap meneruskan hal-hal yang sudah dilakukan oleh IASC,
atau (c) memodifikasi FASB agar bisa lebih diterima secara luas di seluruh dunia.
Alternatif ketiga ini didasari oleh keyakinan bahwa FASB memiliki peran sebagai a
global leader in accounting standard setting

3. Kesimpulan

22
Standar akuntansi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan
kondisi hukum, sosial dan ekonomi suatu negara tertentu. Hal-hal tersebut
menyebabkan suatu standar akuntansi di suatu negara berbeda dengan di negara
lain. Globalisasi yang tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar negara
serta munculnya perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan
akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia.
Pembentukan IASC merupakan salah satu usaha harmonisasi standar
akuntansi yaitu untuk membuat perbedaan-perbedaan antar standar akuntansi di
berbagai negara menjadi semakin kecil. Harmonisasi ini tidak harus menghilangkan
standar akuntansi yang berlaku di setiap negara dan juga tidak menutup
kemungkinan bahwa standar akuntansi internasional yang disusun oleh IASC
diadopsi menjadi standar akuntansi nasional suatu negara.
FASB mempunyai pandangan bahwa tetap harus ada satu standar akuntansi
internasional yang berlaku di seluruh dunia. Untuk itu perlu dibentuk organisasi
penentu standar akuntansi internasional dengan struktur dan proses tertentu.
Menurut FASB, IASC bisa dimodifikasi menjadi organisasi ini atau membentuk
organisasi baru atau memodifikasi FASB sendiri.

23