Anda di halaman 1dari 6

Tugas

REKAYASA LAPANGAN TERBANG

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi mata kuliah Rekayasa Lapangan
terbang

Disusun Oleh :

Suci Rahmaneta
NIM : 1404101010002

Pembimbing :

Lulusi, S.T., M.Sc

(197301291999032001)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

DARUSSALAM BANDA ACEH

2016
A. KONSEP DISTRIBUSI HORISONTAL (SINGLE LEVEL TERMINAL)

Merupakan konsep pelayanan pada terminal bandar udara dengan


pengaturan dan pendistribusian kegiatan proses keberangkatan dan kedatangan
penumpang melalui satu tingkat terminal.

1. Konsep Distribusi Linear


Konsep ini merupakan cara konvensional dalam pengaturan letak pesawat terbang di
terminal, yakni posisi pesawat terbang berbaris memanjang dengan arah ke dalam
(nose-in). Konsep ini digunakan untuk pelayanan penumpang pesawat terbang
sejumlah 200.000 per tahun.

Bandara Adi Sucipto Yogyakarta


2. Konsep Distribusi Dermaga
Konsep ini mengatur letak pesawat terbang pada sepanjang jalur terminal secara
sejajar dengan arah ke dalam (nose-in). Konsep ini digunakan untuk pelayanan
penumpang pesawat terbang sejumlah 200.000 1.000.000 per tahun.

Bandar Udara Internasional Dubai


3. Konsep Distribusi Satelit
Konsep ini mengatur letak pesawat terbang mengelilingi bagian ujung terminal
(flight interface) dan memberikan kemudahan dalam mobilitas / manuver pada
apron. Konsep ini digunakan untuk pelayanan penumpang pesawat terbang sejumlah
200.000 1.000.000 per tahun.

Bandara Charles de Gaulle Paris


B. KONSEP DISTRIBUSI VERTIKAL (MULTILENT TERMINAL)

Merupakan konsep pelayanan pada terminal bandar udara dengan tujuan


untuk mendistribusikan aktivitas proses keberangkatan dan kedatangan melalui
beberapa tingkat fasilitas pelayanan terminal.
Penentuan tentang jumlah tingkat fasilitas pelayanan terminal tergantung pada
jumlah penumpang yang dilayani, tipe lalu lintas penerbangan, tingkat intensitas
penerbangan, dan rancangan induk terminal.

1. Sistem 1 Level

Sistem pengoperasian atas penumpang, bagasi, dan barang kiriman lain,


baik yang berhubungan dengan pemuatan maupun penurunan, berada pada satu
level, yaitu level apron (level pelataran/peron/dasar). Sistem ini efisien jika
dipakai oleh maskapai yang punya jadwal penerbangan yang tidak begitu padat.

Contoh Bandara Udara yang Menggunakan Sistem ini adalah Bandar


Udara Hussein Sastranegara Bandung.

2. Sistem Satu - Setengah Level

Banyak digunakan oleh terminal udara international dan domestik yang


tidak terlalu padat. Lantai dasar gerbang terminal udara melayani arus
penumpang dan barang. Arus peumpang datang memisahkan diri di titik
pengecekan finger pier ke bawah menuju ruang tunggu kedatangan dan klaim
bagasi.

Arus barang tetap berada di lantai dasar gerbang terminal udara sampai
gate/apron keberangkatan.
Arus barang turun di titik pengecekan menuju lantai dasar terminal
Arus penumpang datang dan pergi berada di lantai yang sama dengan
gerbang terminal udara.
Contoh Bandara Udara yang Menggunakan Sistem ini adalah Bandar
Udara Juanda Surabaya