Anda di halaman 1dari 20

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Instalasi listrik adalah suatu bagian penting dalam sebuah bangunan gedung yang berfungsi
untuk menyalurkan tenaga listrik dari instalasi pengusaha ketenagalistrikan ke titik-titik beban.
Menurut Sugandi, dkk., (2001) pada hakekatnya instalasi listrik bangunan merupakan penyalur
energy listrik, jadi berfungsi sebagai penghantar.

Penyaluran tenaga listrik harus sesuai dengan peraturan yang telah distandarisasi oleh
badan Standarisasi Nasional (BSN) dengan menerbitkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik
(PUIL) sebagai panduan umum instalasi listrik.

1.2 Rumusan Masalah

apa itu Reklame?


apa itu Lampu Hias?
apa itu Trafic Light?
Bahan-Bahan & cara pemasangannya ?

1.3 Tujuan

Supaya dapat mengetahui apa ituReklame ,Trafic Light, Lampu Hias.


Mengetahui peraturan dalam memasang instalsi listrik.

BAB II
2

PEMBAHASAN

A. INSTALASI KHUSUS

2.1 Papan Reklame

Macam atau jenis iklan madia luar ruang diantaranya billboard, baliho, mini billboard atau
sering disebut midi, neonbox, papan nama toko, wall painting, spanduk, umbul-umbul, dan lain
sebagainya.

Berikut ini kupasan tentang billboard :

Billboard adalah papan iklan yang berukuran besar yang biasanya dipasang lokasi dekat pusat-
pusat keramaian dan di tengah atau di pinggir jalan raya. Dalam dunia reklame ukuran billboard
adalah (4 x 8 m), (5 x 10 m), (6 x 12 m), (8 x 16 m), dan ukuran billboard bando jalan (3 x 12
m).
Untuk papan reklame ukuran (4 x 6 m) tidak disebut billboard melainkan BALIHO. Entah
mengapa demikian, tapi itulah yang terjadi dalam bisnis periklanan billboard.

Sedangkan dari segi penerangan billboard dibagi menjadi 2 tipe :


- Billboard tipe frontlite ; penerangan dari depan visual menggunakan beberapa lampu sorot @
400 Watt.
- Billboard tipe backlite ; penerangan dari belakang visual, beberapa lampu sorot khusus backlite
@ 150 Watt berada di dalam kerangka box konstruksi bilboard.
Untuk kedua jenis bilboard tersebut visual atau MMT yang digunakan pun berbeda ; MMT
frontlite dan MMT Khusus backlite.

SPESIFIKASI TEKNIS BILLBOARD :

1. Bidang Board / Panelboard --> Sebagai panel peletakan visual MMT / Vynil
- Bahan dasar plat aluminium 1,2 mm
- Rangka board besi stall/hollo 30/30 mm
- Cat dan menie
2. Bidang Konstruksi / Kerangka Konstruksi
- Besi Siku 40/40
3. Tiang Konstruksi
- Besi pipa diameter 16"
4. Pondasi
- Pondasi beton bertulang
5. Lampu Frontlite
- Lampu Merek SLAST 400 Watt
3

Berikut Gambar Konstruksi Billboard / Light Box :

1. Gambar Konstruksi Billboard ukuran 5m x 10m x 2 sisi -- Vertikal


4

2. Gambar Konstruksi Billboard Backlite (Light Box) ukuran 5m x 10m x 1 sisi -- Horizontal
5

Lampu Reklame dengan Animasi LED Berjalan

Pendahuluan

Pada artikel saya sebelumnya telah dibahas bagaimana membuat Lampu reklame/lampu iklan.
Banyak kawan-kawan berkomentar lampu iklan tersebut kurang menarik perhatian karena hanya
berupa lampu yang menyala statis. Karena itu saya akan membahas lampu iklan yang lebih
menarik, yaitu dengan tambahan animasi LED berjalan. Dengan animasi, diharapkan dapat
membuat orang tergoda untuk berhenti sejenak memperhatikan lampu iklan ini. Itulah yang kita
harapkan.

Kebetulan ada orang yang memesan kepada saya lampu iklan seperti ini dengan tulisan "ISI
PULSA", sekalian saja saya jadikan contoh kasus. Anda boleh meniru rangkaian elektronikanya,
sedangkan isi tulisan disesuaikan dengan keperluan anda sendiri.

Anda perlu lampu iklan seperti ini tapi tidak sempat membuat sendiri ?? Anda dapat memesan
kepada kami. Hubungi kami di 02291931328. Sementara kami hanya menerima pesanan untuk
kota Bandung.

Lampu iklan yang saya buat tampak seperti animasi dibawah ini :

Efek lampu berjalan ini sebenarnya adalah ilusi dari LED yang disusun berderet, kemudian
dikelompokkan menjadi 3 golongan(atau lebih), katakanlah golongan 1,2 dan 3 seperti gambar di
bawah ini. Setiap LED segolongan dinyalakan berbarengan. Golongan LED dinyalakan
bergiliran 1, 2, 3 kemudian siklus ini dimulai kembali.

Rangkaian
6

Lampu Iklan dengan dengan tulisan "ISI PULSA" ini terdiri dari 100 LED warna merah 1.75
Volt. Seratus LED merah yang membentuk huruf tadi, dirangkai 25x4 LED dalam seri-paralel.
Animasi lampu berjalan terdiri dari 66 LED biru 3.3Volt. Dirangkai menjadi 3 golongan masing-
masing berupa 11x2 LED dalam seri-pararel. Untuk jelasnya lihat gambar di bawah ini :

Rangkaian Lampu Iklan ini serupa dengan rangkaian lampu iklan sebelumnya, tetapi kini ada
tambahan berupa Transistor Q1, Q2, Q3 dan kawan-kawannya. Transistor berguna sebagai saklar
untuk LED. Transistor-transistor tersebut dikendalikan oleh rangkaian yang kita namakan flasher.
Bila ada tegangan positif pada terminal F1, F2 atau F3 maka transistor yang bersangkutan akan
menghantar (on).

Kita dapat membuat berbagai macam rangkaian flasher. Yang paling umum menggunakan IC
CMOS 4017. Kita akan membuat flasher yang tampil beda, yakni menggunakan IC CMOS D
flip-flop 4013 dan NAND Schmitt trigger 4093. Rangkaian flasher inilah yang bertugas
menyalakan secara bergiliran ketiga transistor tadi. Lihat rangkaian flasher yang dimaksud di
bawah ini :
7

Perhatikan ada 3 buah jalur tegangan yaitu Vss (ground), Vcc dan Vdd. Jalur Vcc untuk mencatu
LED, sedangkan jalur Vdd untuk mencatu IC CMOS. Tegangan Vdd sebesar 5.6Volt karena
distabilkan oleh dioda zener Dz.

Dipasangnya C3 mungkin dapat dipandang sebagai sesuatu yang berlebihan Terutama bila
kapasitor filter C2 cukup besar. Dengan C2 cukup besar, tegangan kerut pada Vcc sudah cukup
kecil. Hadirnya kapasitor C3 akan meratakan arus yang masuk ke dioda Zener sekalipun
tegangan kerut pada Vcc besar. Ini menjamin Tegangan Vdd benar-benar rata tanpa kerut.
Memang Vdd perlu tegangan yang rata agar IC CMOS dapat bekerja dengan baik. Ini trik yang
baik terutama untuk produksi masal, kita dapat gunakan C2 yang kecil agar murah.

Gerbang NAND N1 adalah pembangkit getaran sebagai 'clock' dari D flip-flop. Trimpot Rv
digunakan untuk mengatur kecepatan dari animasi lampu berjalan. Sebetulnya rangkaian flasher
hanya membutuhkan 3 gerbang NAND. Karena CMOS 4093 terdiri atas 4 buah NAND, maka
N2 kita karyakan sebagai penyangga pembangkit getaran sehingga tidak ada NAND yang tak
terpakai.

Konstruksi

Hal terpenting dari pekerjaan konstruksi adalah membuat box yang terdiri dari tiga bagian :

1. Panel depan terbuat dari tripleks 3mm

2. Rangka terbuat dari profil kayu 20x40 mm

3. Tutup terbuat dari tripleks 3mm


8

Panel depan adalah "kanvas" tempat LED kita pasang disana. Panel depan dicat dengan warna
gelap agar kontras dengan nyala LED. Dalam contoh ini saya menggunakan cat warna hitam
untuk panel depan. Rangka terbuat dari profil kayu ukuran 20x40 mm. Sebenarnya tak ada
batasan untuk ukuran profil kayu asalkan ketinggian box cukup untuk rangkaian elektronikanya.
Tutup berguna untuk menyembunyikan rangkaian elektronik dan alasan keamanan.

Panel depan dan rangka disatukan dengan lem putih "PVAc" dan paku. Sedangkan tutup
dikencangkan dengan sekrup pada rangka agar mudah dibuka-tutup. Ini adalah "pekerjaan
tukang kayu banget". Anda bisa minta tolong tukang kayu untuk membuatkan bila anda merasa
kurang terampil.

Setelah box siap, kemudian dicat. Tunggu sampai cat kering, kemudian kerjakan yang berikut :

1. Rencana tata letak LED digambar dengan ukuran yang sebenarnya di atas
kertas. Pada gambar tata letak dicantumkan pula titik-titik bor untuk kaki-kaki
LED Sebaiknya gambar tata-letak digambar dengan program komputer agar
mudah dan cepat. Program yang sesuai misalnya "AutoCAD" atau
"CorelDRAW".

2. Rekatkan kertas bergambar tata-letak LED pada panel depan dengan


menggunakan pita perekat (celotape). Kemudian panel depan dibor dengan
ukuran 1mm. Bor semua titik-titik bor sesuai gambar tata letak LED.
Sekarang kertas bisa dilepas dari panel depan.

3. Pasang LED pada panel depan dimana kaki LED dimasukkan pada lubang,
kemudian kaki-kaki LED saling dihubungkan dan disolder di bagian belakang
panel depan. Rc1, Rc2, Rc3, Rc4, Rc5, dan Rc5 dipasang pula di bagian
belakang panel depan. Pembuatan panel depan cukup rumit, agar komponen-
komponen pada panel depan terhubung dengan benar, buatlah dahulu
rencana panel depan seperti tergambar. Akan sangat memudahkan
seandainya panel depan menggunakan PCB.

4. Lubangi Rangka untuk meloloskan kabel daya 220V dan lubangi tutup untuk
baut pengencang PCB

5. Rakit sisa komponen pada PCB


9

6. Solder pula pada PCB kabel-kabel yang diperlukan : Kabel daya AC 220V. Dan
kabel untuk duhubungkan dengan panel depan Vcc, Vss(ground), c1, c2 dan
c3.

7. Hubungkan dengan tegangan 220V, setel trimpot sampai sampai kecepatan


animasi sesuai dengan keinginan anda. Hati hati jangan sampai menyentuh
komponen karena dapat tersengat listrik.

8. Pasang PCB pada tutup, kencangkan dengan baut 3mm.

9. Kencangkan tutup pada rangka dengan sekrup.

Rencana Panel depan dilihat dari bagian belakang


10

Tata letak komponen pada PCB. Klik gambar ini untuk mendapatkan gambar PCB
11

Komponen-komponen

Daftar komponen
Berikut ini saya tuliskan daftar komponen untuk lampu iklan dengan tulisan "ISI
PULSA".Rating daya semua hambatan 0.5 watt, kecuali dinyatakan lain. Untuk membuat lampu
iklan bukan "ISI PULSA", beberapa komponen harus dihitung ulang agar sesuai dengan
rancangan yang kita inginkan. Hal tersebut akan kita bahas pada pada Merancang Lampu
Reklame
12

Jenis Lambang Nilai

Rs 150 ohm; 2watt

Rp 330 K ohm

R1 6k8 ohm; 0.5 watt

Hambatan R2 6k8 ohm

R3 4k7 ohm

Rb1 - Rb3 10K ohm

Rc1 - Rc6 820 ohm

Trimpot Rv 100k ohm

C1 1uF; 400V

C2 220uF; 150V; elektrolit

Kapasitor C3 47uF; 50V ; elektrolit

C4 100nF; ceramic

C5 22uF; 16V; elektrolit

Dioda D1 - D4 1N4007

Dioda Zener Dz 5.6 V; 0.5 watt

LED merah; 1.75V; 100 buah


LED
LED biru; 3.3V; 66 buah

Transistor Q1 - Q3 BC547

4013 4013 (2 D flip-flop)


IC CMOS
4093 4093 ( 4 NAND gate)
13

2.2 Lampu Hias

Di atas hanyalah contoh saja, bentuk dan karakter sesuai kreatifitas anda, bisa dibuat melingkar, bisa anda
tempelkan di keramik, mika, dan hiasan hiasan lain yang ingin anda berikan lampu LED.

Perlengkapan yang dibutuhkan :

1. lampu LED sorot 5mm, warna terserah anda, jumlah lampu led menyesuaikan desain anda.
2. Resistor 470 Ohm ( jika menggunakan tegangan input 12 DC dan Resistor 100 Ohm jika menggunakan
tegangan input 5 V DC ), paling mudah agar tidak perlu membuat catu daya gunakan saja carger batere
HP yang 5 V.

3. Kabel serabut kecil, beli saja di toko elektronik harganya pun terjangkau, tidak usah panjang panjang
secukupnya saja.

4. Carger HP dg output 5V, bisa menggunakan carger bekas NOkia, Cross, dsb

Cara Merangkai :

1. Pasang LED pada pernak pernik atau benda yang ingin anda hias , lalu solder led led tersebut dengan
kabel, yang perlu diperhatikan disini LED harus dipasang secara paralel berikut gambarnya :
14

Gambar diatas contoh pemasangan LED secara paralel, pasang kaki Anoda ke kutub positif sumber
tegangan, dan kaki katoda setiap led ke kutub negatif sumber tegangan.

jika belum tau mana katoda dan anoda :


Katoda --> kaki LED yang lebih panjang
Anoda --> kaki LED yang pendek

Pemasangan kaki LED jangan sampai terbalik , kalau terbalik LED tidak menyala.

Untuk resistor silahkan bisa diberikan 1 resistor saja di output kutub positif sumber tegangan dari Carger
HP
15

2.3 TRAFIC LIGHT

Menurut UU No. 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan lampu lalu lintas adalah
lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat
penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya. Lampu ini yang
menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah.
Tujuan adanya lampu lalu lintas adalah : Pertama, untuk menghindari hambatan karena adanya
perbedaan arus jalan bagi pergerakan kendaraan. Kedua, memfasilitasi persimpangan antara jalan
utama untuk kendaraan dan pejalan kaki dengan jalan sekunder sehingga kelancaran arus lalu
lintas dapat terjamin. Ketiga, mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh tabrakan
karena perbedaan arus jalan.
Lampu lalu lintas memiliki banyak variasi, tergantung dari budaya negara yang
menggunakannya dan kebutuhan khusus di perempatan tertentu. Namun secara umum lampu lalu
lintas terdiri dari 3 buah lampu yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
Lampu berwarna merah berfungsi sebagai tanda beberhenti bagi setiap pengendara di jalan raya.
Lampu berwarna kuning berfungsi sebagai tanda bersiap bagi pengendara untuk jalan. Lampu
berwarna hijau berfungsi sebagai tanda kendaraan berjalan (tidak boleh berhenti).
Pada lampu lalu lintas masing-masing lampu di hubungkan dengan kabel, saklar , dan
batu baterai lalu lampu dinyalakan secara bergantian. Kita juga dapat membuat lampu lalu lintas
sederhana dengan memanfaatkan beberapa bahan yang tersedia di sekitar kita. Berikut ini cara
membuat lampu lalu lintas sederhana.

A. Alat dan Bahan


Dalam proses pembuatan lampu lalu lintas sederhana dibutuhkan beberapa alat dan bahan yang
dapat kita temukan. Alat-alat yang digunakan dalam membuat lampu lalu lintas sederhana antara
lain sebagai berikut.

1. Kardus bekas

2. 3 buah bola lampu kecil

3. 3 buah baterai besar

4. 3 Buah Saklar bel ukuran kecih

5. 3 buah tempat slokan lampu

6. Kabel berwarna hitam dan merah

7. Kantong plastik atau kertas tipis berwarna merah, kuning dan hijau.

8. Gunting atau cutter untuk membuat lubang.

9. Solasi atau lakban untuk menempelkan lampu pada kotak kardus.


16

B. Cara Membuat:

Setelah alat dan bahan tersedia langkah selanjutnya adalah proses pembuatan lampu lalu lintas
sederhana. Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam membuat lampu lalu lintas
sederhana.

1. Potonglah kertas kardus membentuk jaring-jaring balok kemudian kardus dirakit


sehingga membentuk balok seperti pada gambar. Pada bagian belakang balok dibiarkan
tetap terbuka yang nantinya digunakan untuk memasukan lampu ke dalam kotak kardus.

2. Setelah kotak kardus siap, buatlah 3 buah lingkaran pada balok tersebut dan potonglah
menggunakan gunting/cutter di sekeliling garis lingkaran.

3. Setelah lubang dibuat potonglah kertas tipis berwarna atau tas kresek berbentuk lingkaran
sebanyak tiga buah dengan warna yang berbeda.

4. Tempelkan kertas tipis tersebut pada lobang kotak kardus dengan urutan warna merah,
kuning, dan hijau.

5. Buatlah rangkaian listrik paralel dengan menggunakan 3 bola lampu dan sambungkan
pada saklar. Susunlah rangkaian seperti pada gambar di atas. Lampu disusun dengan
urutan dari atas ke bawah yaitu merah, kuning, dan hujau. Ujilah rangkaian listrik
buatanmu berulang kali agar benar-benar dapat berfungsi dengan baik. Apabila masih
belum bisa menyala periksalah kabel atau saklar, mungkin ada yang tidak tersambung
dengan baik.
17

6. Setelah rangkaian selesai, tempelkan dudukan lampu pada setiap lingkaran melalui
bagian belakang balok. Agar melekat pada kardus gunakan lakban

7. Cobalah lampu lalu lintas yang telah dibuat dengan cara menyalakan lampu secara
bergantian.

Pembuatan lampu lalu lintas sederhana pada tulisan di atas merupakan salah satu contoh
penerapan rangkaian listrik. Rangkaian Listrik adalah suatu kumpulan komponen elektronika
yang saling di hubungkan atau di rangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang
memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. Rangkaian Listrik hanya terdapat arus listrik yang dapat
mengalir jika listrik tersebut berada dalam keadaan terbuka. Dari percobaan di atas, dapat kita
lihat bahwa lampu akan menyala apabila rangkaian berada dalam kondisi tertutup (tersambung
dengan saklar). Lampu menyala karena dalam rangkaian terdapat aliran arus listrik.
Contoh gambar traffic light.
18
19

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan.
Pengertian Reklame adalah Reklame berasal dari bahasa Spanyol, kata RE yang artinya
kembali atau berulang-ulang dan CLOMOS yang artinya berseru. Jadi reklame adalah seruan
yang berulang-ulang atau kembali diserukan. Pengertian yang lebih luas soal reklame adalah
suatu karya seni rupa yang bertujuan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan atau
menawarkan produk (suatu berupa barang atau jasa) kepada konsumen dengan cara yang
menarik, sehingga konsumen ingin memiliki, menggunakan atau membelinya. lalu lintas
adalah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat
penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya.

3.2 saran.
Pepatah mengatakan tiada gading yang tak retak begitulah makalah yang kami susun
diatas. Apabila terdapat berbagai kesalahan kami dari tim penyusun mohon maaf. Untuk para
pembaca yang akan melakukan kegiatan sejenis untuk pembuatan makalah ini agar data yang
didapatkan menjadi lebih akurat dan valid. Semoga makalah ini sangat berarti bgi setiap smua
orang yang membacanya, perlu kami ingatkan pada saat ketika membaca makalah kami ini, agar
sipembaca penuh konsentrasi dan fokus ketika memahami isi makalah ini, ini bertujuan agar
tidak sia-sia waktu yang telah diluangkan sipembaca ketika memahami isi dari pada makalah ini.
Sekian dan terimakasih.
20

DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.academia.edu/7524461/DASAR_PEMELIHARAAN_INSTALASI_LISTRIK
_DIREKTORAT_KEJURUAN_DIREKTORAT_JENDERAL_PENDIDIKAN.BLOOGS
POT
2. http://www.instalasilistrik.batamniaga.com/2013/10/pemasangan-lampu-hias.html
3. http://anggasaputra07-angga.blogspot.co.id/2009/09/instalasi-listrik-pada-trafic-light.html