Anda di halaman 1dari 3

A.

Pemahaman konsep
Menurut Sanjaya (2009), indikator pemahaman konsep diantaranya:

1. Mampu menerangkan secara verbal mengenai apa yang telah dicapainya;

2. Mampu menyajikan situasi matematika kedalam berbagai cara serta mengetahui


perbedaan;

3. Mampu mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya


persyaratan yang membentuk konsep tersebut

4. Mampu menerapkan hubungan antara konsep dan prosedur;

5. Mampu menberikan contoh dan kontra dari konsep yang dipelajari;

6. Mampu menerapkan konsep secara algoritma;

7. Mampu mengembangkan konsep yang telah dipelajari.

Indikator di atas tersebut sejalan dengan Peraturan Dirjen Dikdasmen Nomor


506/C/Kep/PP/2004, indikator siswa memahami konsep matematika adalah mampu:

1. menyatakan ulang sebuah konsep;

2. mengklasifikasikan objek menurut tertentu sesuai dengan konsepnya;

3. memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep;

4. menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi;

5. mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep;

6. menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu;

7. mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah.

B. Komunikasi Matematis
Menurut Utari Sumarmo (Gusni Satriawati, 2003: 110), kemampuan komunikasi
matematika merupakan kemampuan yang dapat menyertakan dan memuat berbagai
kesempatan untuk berkomunikasi dalam bentuk:

a. Merefleksikan benda-benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam ide matematika.

b. Membuat model situasi atau persoalan menggunakan metode lisan, tertulis, konkrit,
grafik, dan aljabar.

c. Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika.

d. Mendengarkan, berdiskusi, dan menulis tentang matematika.


e. Membaca dengan pemahaman suatu presentasi matematika tertulis.

f. Membuat konektor, menyusun argumen, merumuskan definisi, dan generalisasi.

g. Menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari

C. Penalaran

Menurut Sumarmo (Yulia, 2012: 22) mengungkapkan bahwa indikator siswa telah
menguasai kemampuan penalaran matematis adalah sebagai berikut, (1) Menarik
kesimpulan logis; (2) Memberi penjelasan menggunakan gambar, fakta, sifat,
hubungan yang ada; (3) Memperkirakan jawaban dan proses solusi; (4) Menggunakan
pola hubungan untuk menganalisis, membuat analogi, generalisasi, dan menyusun
serta menguji konjektur; (5) Mengajukan lawan contoh; (6) Mengajukan aturan
inferensi, memeriksa validitas argument, dan menyusun argument yang valid; (7)
menyusun pembuktian langsung, pembuktian tak langsung, dan pembuktian dengan
induksi matematika.

Selain itu, indikator kemampuan penalaran yang dijelaskan dalam teknis Peraturan
Dirjen Dikdasmen Depdiknas nomor 506/C/Kep/PP/2004, diuraikan bahwa indikator
siswa memiliki kemampuan penalaran adalah mampu: (Yulia, 2012: 14)

1. Mengajukan dugaan

2. Melakukan manipulasi matematika

3. Menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap


kebenaran solusi.

4. Menarik kesimpulan dari pernyataan

5. Memeriksa kesahihan suatu argument.

6. Menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi.
D. Pemecahan Masalah
George Polya (1973) mengemukakan empat langkah utama dalam pemecahan
masalah yaitu diuraikan sebagai berikut:
1. Memahami masalah (Understanding the Problem). meliputi:
a. Problem apa yang dihadapi?
b. Apa yang diketahui?
c. Apa yang ditanya?
d. Apa kondisinya?
e. Bagaimana memilah kondisi-kondisi tersebut?
Tuliskan hal-hal itu, bila perlu buatlah gambar, gunakan simbol atau lambang yang
sesuai.
2. Menyusun rencana pemecahan (Devising a Plan).
Menemukan hubungan antara data dengan hal-hal yang belum diketahui, atau
mengaitkan hal-hal yang mirip secara analogi dengan masalah. Apakah pernah
mengalami problem yang mirip? Apakah mengetahui masalah yang berkaitan?
Teorema apa yang dapat digunakan? Apakah ada pola yang dapat digunakan?
3. Melaksanakan rencana (Carrying out the Plan)
Menjalankan rencana untuk menemukan solusi, melakukan dan memeriksa
setiap langkah apakah sudah benar, bagimana membuktikan bahwa perhitungan,
langkah-langkah dan prosedur sudah benar.
4. Memeriksa kembali (Looking Back)
Melakukan pemeriksaan kembali terhadap proses dan solusi yang dibuat untuk
untuk memastikan bahwa cara itu sudah baik dan benar. Selain itu utuk mencari
apakah dapat dibuat generalisasi, untuk menyelesaikan masalah yang
sama, menelaah untuk pendalaman atau mencari kemungkinan adanya
penyelesaian lain.

Arifin (Kesumawati, 2010:38) mengungkapkan indikator pemecahan masalah yaitu (1)


kemampuan memahami masalah, (2) kemampuan merencanakan pemecahan masalah, (3)
kemampuan melakukan pengerjaan atau perhitungan, dan (4) kemampuan melakukan
pemeriksaan atau pengecekan kembali.

Sedangkan Sumarmo (Febianti, 2012:14) mengemukakan indikator pemecahan masalah


sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, yang ditanyakan, dan kecukupan unsur


yang diperlukan.
2. Merumuskan masalah matematik atau menyusun model matematik.
3. Menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah
baru) dalam atau diluar matematika.
4. Menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan awal.
5. Menggunakan matematika secara bermakna.