Anda di halaman 1dari 5

SLIDE 2:

Adanya Allah swt adalah sesuatu yang bersifat aksiomatik (sesuatu yang
kebenarannya telah diakui, tanpa perlu pembuktian yang bertele-tele).
Namun, di sini akan dikemukakan dalil-dalil yang menyatakan wujud
(adanya) Allah swt, untuk memberikan pengertian secara rasional.
Eksistensi Allah terlihat dalam banyak sekali fenomena-fenomena
kehidupan. Barangsiapa yang membaca alam yang maha luas ini dan
memperhatikan penciptaan langit dan bumi serta dirinya sendiri, pasti ia
akan menemukan bukti-bukti yang jelas tentang adanya Allah SWT.
Firman Allah :

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan)


Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi
mereka bahwa al-Quran itu adalah benar. (QS.41:53)

SLIDE 3 : KANDUNGAN SURAH AL-ARAF (172)


pada ayat ini Allah menjelaskan kepada umat manusia mengenai
keesaan-Nya melalui bukti-bukti yang terdapat di alam raya, setelah
sebelumnya dijelaskan melalui perantaraan para rasul dan kitab-kitab
suci- Nya. Allah berfirman, "Ingatkanlah manusia, wahai Nabi, saat
Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi-sulbi(1) anak-anak Adam, keturunannya
yang melahirkan generasi-generasi selanjutnya. Kemudian Dia memberi
mereka bukti-bukti ketuhanan melalui alam raya ciptaan-Nya, sehingga--
dengan adanya bukti-bukti itu--secara fitrah akal dan hati nurani mereka
mengetahui dan mengakui kemahaesaan Tuhan. Karena begitu banyak
dan jelasnya bukti-bukti keesaan Tuhan di alam raya ini, seakan-akan
mereka dihadapi oleh satu pertanyaan yang tak dapat dibantah,
'Bukankah Aku Tuhan kalian?' Mereka menjawab, 'Betul, Engkau adalah
Tuhan yang diri kami sendiri mempersaksikan-Mu. ' Dengan demikian,
pengetahuan mereka akan bukti-bukti tersebut menjadi suatu bentuk
penegasan dan, dalam waktu yang sama, pengakuan akan kemahaesaan
Tuhan. Hal itu kami lakukan agar di hari kiamat nanti mereka tak lagi
beralasan dengan mengatakan, 'Sesungguhnya kami tidak tahu apa-apa
mengenai keesaan Tuhan ini. ' (1) Penjelasan makna sulbi, lihat catatan
kaki tafsir surat al-Thriq: 7.

SLIDE 4 : KANDUNGAN SURAH AL-ARAF 54


Tuhan yang rasul-rasul-Nya menyeru kalian kepada kebenaran, percaya hari akhir dan
pembalasan yang akan terjadi saat itu adalah pencipta alam semesta ini. Dia menciptakan
langit dan bumi melalui enam keadaan yang menyerupai enam hari di dunia. Lalu di situ Dia
berkuasa secara penuh. Dia jadikan malam, dengan kegelapannya, menutupi siang. Malam
selalu diikuti siang secara teratur dan silih berganti. Seakan- akan yang satu mencari yang
lain. Matahari, bulan dan bintang juga Dia ciptakan. Semuanya tunduk kepada Allah, berjalan
sesuai dengan aturan-Nya. Penciptaan dan perintah yang ditaati hanyalah milik Dia semata.
Mahasuci dan Mahatinggi keberkahan Sang Pencipta alam seisinya.

SLIDE 6 : PEMBAGIAN TAUHID dan PEMBAGIAN SYIRIK

Pembagian Tauhid
1. Tauhid Rububiyah, ialah percaya bahwa Allah Subhanallahu wa Taala pencipta dan
pengatur segala sesuatu, tak ada sekutu baginya.

2. Tauhid Uluhiyah, ialah percaya bahwa Allah Subhanallahu wa Taala adalah Tuhan
yang berhak disembah, tak ada sekutu bagi-Nya. Itulah hakekat makna Laa Ilaaha
Illallah, yang berarti tak ada yang berhak disembah selain Allah Taala.

Oleh karena itu, seluruh bentuk ibadah seperti shalat, puasa dan lain-lainnya, wajib
diikhlaskan hanya untuk Allah Subhanallahu wa Taala saja, dan tidak boleh ditujukan kepada
selain-Nya.

1. Tauhid Asma dan Sifat, ialah percaya kepada seluruh nama-nama Allah dan sifat-
sifatNya yang tertera di dalam Al Quran an hadits-hadits yang shahih. Lalu
menetapkan nama-nama dan sifat-sifat itu hanya untuk Allah saja, dalam bentuk yang
sesuai dan layak bagi-Nya, tanpa tahrif (perubahan), tanpa tathil (peniadaan)
tanpa takyif (pertanyaan:bagaimana) dan tanpa tamtsil (penyerupaan

Pembagian SYIRIK
1. Syirik Akbar berarti gugurnya seluruh amal dan menyebabkan kekal di neraka (bagi
yang meninggal dalam keadaan demikian). Orang yag meninggal dunia sedang ia
masih melakukan syirik akbar ini, tidak akan diampuni dan diharamkan baginya
surga. Diantara bentuk-bentuk syirik akbar ini ialah ; berdoa kepada orang-orang yang
sudah meninggal, kepada berhala, memohon pertolongan kepada mereka,
menyembelih untuk mereka dan lain sebagainya.

2. Syirik Ashgor: ialah perbuatan yang ditetpkan nash-nash Al Quran dan As Sunnah sebagai
syirik, akan tetapi termasuk dalam kateori syirik akbar. Misalnya: riya dalam beramal,
bersumpah dengan selain Allah, ucapan masya Allah wa sya fulan (apa yang dikehendaki
Allah dan dikehendaki oleh si fulan), dan lain sebagainya. Syirik kecil ini tidak
mengeluarkannya dari Islam, tidak pula berakibat kekal di dalam Neraka. Hanya saja ia
mengurangi kesempurnaan tauhid yang hakiki.

3. Syirik Khofiy: dalilnya adalah sabda Nabi Shalallahu alaihi wa sallam:

Maukha kamu aku beritahukan apa yang paling aku takutkan (menimpa) kamu, lebih dari
(takutku ataamu) terhadap Al Masih Addajal?, beliau bersabda: Yaitu syirik khofiy
(tersembunyi), yaitu seseorang berdiri untuk sholat, lalu ia membagus-baguskan sholatnya,
karena ia melihat ada orang yang sedang memperhatikannya. (HR. Ahmad dalam
Musnadnya dari Abu Ssid Al Khudriy ra).
Syirik itu sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian saja: syirik Akbar dan Syirik Ashgor,
sedang syirik Khofiy ini dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari dua macam syirik
tersebut. Syirik khofiy ini dapat masuk syirik akbar, seperti orang-orang munafik yang
menyembunyikan iman mereka yang bathil dan menampakkan keIslamannya karena riya dan
takut akan (kemaslahatan) diri mereka.

Bisa juga syirik khofiy masuk dalam syirik ashgor, seperti riya, sebagaimana (yang
dijelaskan) dalam hadits Mahmud bin Lubaid Al Anshoriy yang lalu dalam hadits Abu Said
diatas. Dan hanya Allah saja yang dapat memberi pertolongan.

SLIDE 8 : PENGARUH TAUHID dan SYIRIK dalam KEHIDUPAN


SEHARI-HARI

TAUHID
Pertama, orang yang bertauhid dan beriman kepada Allah dan rasul-Nya pasti tahu mengapa
Allah SWT menciptakannya sehingga ia berada di atas jalan yang lurus, ia mengetahui dari
mana awal dan ke mana akhir hidupnya, jauh dari kebutaan dan kesesatan.

Kedua, tauhid menjadikan hati-hati manusia bersatu dengan Rabb yang satu, satu kitab, satu
risalah, dan satu kiblat, dan iman juga menjadikan manusia saling mencintai dan bersaudara
Masyarakat beriman adalah masyarakat yang melakukan taawun (saling bekerja sama)
dalam kebaikan dan taqwa dimana anggota masyarakatnya saling melarang dari perbuatan
dosa dan permusuhan, semua berusaha untuk sukses menggapai ridha Allah, individunya
merasa takut untuk berbuat zhalim, mencuri, menipu, membunuh, berzina, menyuap atau
menerima suap, berdusta, dengki, ghibah atau perbuatan jahat lain karena ia takut kepada
Allah dan takut kepada hari di mana ia harus berhadapan dengan Allah SWT untuk
mempertanggungjawabkan semua amalnya.

Ketiga, bila iman telah menyebar luas di masyarakat, maka pastilah akan membuahkan amal
shalih yang diridhai Allah swt sehingga membuka berbagai pintu kebaikan dan
mendatangkan pertolongan Allah dalam menghadapi musuh-musuh mereka.Begitulah dulu
kaum muslimin, sebelumnya mereka adalah orang-orang yang lemah dan miskin, namun
mereka beriman dan beramal shalih hingga Allah membuka pintu-pintu keagungan di dunia
untuk mereka, Allah cukupkan mereka dengan karunia-Nya, dan Allah tolong mereka dari
musuh-musuh mereka dengan pertolongan yang gilang-gemilang.

C. Kesimpulan

Siapa saja yang tidak mengenal tauhid maka ia buta seperti hewan yang mati
berkalang tanah dalam keadaan tidak tahu mengapa ia dulu memulai kehidupan, ia
meninggalkan dunia tanpa tahu mengapa dulu ia memasukinya.

Mereka yang tidak beriman kepada hari akhir tidak ada yang ia pikirkan kecuali
pemenuhan kesenangan dunia tanpa peduli halal atau haram. Dengan begitu
kehidupan menjadi rusak dan masyarakat pun terpecah belah.

Jika ia iman melemah, maka dosa akan bertambah sehingga mungkin saja Allah SWT
menurunkan azabnya bagi para pendosa.
Orang yang beriman mengenal Rabb dan Penciptanya, ia mengetahui mengapa Allah
menciptakannya di dunia ini sehingga ia hidup dengan petunjuk dari Allah SWT,
berjalan di atas jalan yang lurus. Orang yang beriman dengan iman yang benar tidak
akan berbuat zhalim, mencuri, berzina, atau perbuatan haram lainnya, dengan
demikian hidup masyarakat akan baik, anggota masyarakat bersaudara dan solid.

Iman itu berbuah amal shalih, membuat ridha Al-Khaliq, sehingga berbagai
keberkahan pun Ia bukakan, bantuan-Nya kepada kaum mukminin pun Ia kucurkan
untuk menolong hamba-Nya menghadapi musuh mereka sebagaimana terjadi dengan
salaf shalih.

Pengaruh SYIRIK terhadap kehidupan sehari-hari

Orang yang berkeyakinan terhadap adanya pengaruh lain di alam ini selain Allah
baik berupa binatang, jin dan lain sebagainya akal pikirannya telah siap menerima
setiap yang berbau tahayul.
c. Kezaliman Yang Besar
Zalim terhadap kebenaran, karena kebenaran yang paling agung adalah kalimat la
ilaha illallah. Zalim terhadap diri sendiri, karena orang musyrik menjadikan dirinya
sebagai budak dan hamba bagi makhluk lain, padahal ia dicipta oleh Allah sebagai
makhluk yang merdeka.
Dan (ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya, Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. (QS. Luqman
31:13)
d. Sumber Ketakutan
Orang yang mempercayai khurafat, tahayul serta kebatilan akan menjadi seorang
penakut. Semuanya menimbulkan rasa pesimis, kebosanan, keguncangan jiwa, serta
ketakutan yang tidak dimengerti asal usul dan sebabnya.
Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir perasaan takut, disebabkan
mereka menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan
keterangan tentang itu. (QS. Ali Imran 3:151)