Anda di halaman 1dari 84

Makalah Struktur Atom

TUGAS MATA KULIAH


KIMIA DASAR 1
MAKALAH
STRUKTUR ATOM

Oleh:
Ahmadiansyah
14 231 012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
IKIP MATARAM
2014/2015

PENDAHULUAN
STRUKTUR ATOM
Dalammakalah ini membahas beberapa teori atom dan perkembangan
sistem periodik unsur. Seperti kita ketahui bahwa semua benda di alam ini
tentunya dibentuk dari partikel-partikel yang amat kecil yang disebut atom.
Pada perkembangannya ternyata atom bukanlah partikel yang paling kecil
sebagai pembentuk suatu benda atau senyawa, akan tetapi atom terbentuk dari
partikel-partikel dasar yang lebih kecil lagi. Dalam makalahl ini pula kitaakan
dapat membandingkan beberapa pendapat para ahli tentang struktur atom.
Dari sekian banyak unsur yang ada, tentu orang akan mengalami kesulitan
bila mempelajari sifat-sifat unsur tersebut. Untuk memudahkan, maka beberapa
ahli mengelompokkan unsur-unsur tersebut. Pertama-tama dilakukan
pengelompokan secara sederhana yaitu berdasarkan sifat kelogaman,
selanjutnya pengelompokan berdasarkan kenaikan massa atomnya.
Pengelompokan tersebut ternyata terdapat banyak kelemahan, akhirnya
pengelompokan unsur-unsur dilakukan berdasarkan kenaikan nomor atom.
Pengelompokan ini merupakan suatu kemajuan yang pesat, karena dapat
mengkaitkan dengan sifat kimia, sifat fisika, dan massa unsur sekalipun masih
terdapat sedikit kelemahan.
PERKEMBANGAN MODEL ATOM
1. Model Atom Dalton
Masa modern kimia diawali sejak proposal John Dalton tentang teori atom
dalam bukunya New system of chemical philosophy 1808.Jauh sebelum
Dalton sebenarnya beberapa teori telah diajukan oleh ilmuwan Yunani
Leucipposyang dilanjutkan oleh Democritos pada abad ketiga sebelum
Masehi.Akan tetapi teori Dalton ini sangat melengkapi dan lebih cocok,
sehingga teori ini mampu menumbuhkan ilmu kimia.
Pada tahun 1808, John Dalton seorang ahli kimia bangsa Inggris
mengemukakan gagasannya tentang atom sebagai partikel penyusun materi.
Menurut teori atom Dalton:
1).Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.
2).Atom suatu unsur yang sama mempunyai bobot yang sama, sedang unsur
yang berbeda atomnya akan berbeda pula, yang berarti mempunyai bobot
berbeda.
3).Senyawa dikatakan sebagai hasil dari penggabungan atom-atom yang tidak
sama dengan perbandingan bobot yang proporsional dengan bobot atom
yang bergabung itu.
4).Reaksi kimia hanya melibatkan penataulangan atom-atom sehingga tidak
ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.
Kata atom sebenarnya berasal dari bahasa Latin atomos, yang berarti tidak
terbelahkan.

Teori Dalton di ibaratkan Atom Seperti Bola Pingpong.


Kekurangannya, Tidak Menjelaskan adanya Listrik Di dalam Partikel Atom

2. Model Atom Thomson.


Penemuan elektron atas jasa J. J Thomson dan R. Millikan pada tahun-
tahun pertama abad ke-20 memberikan bukti ketidaksempurnaan model atom
Dalton. J.J Thomson merinci model atom Dalton yang mengemukakan, bahwa
di dalam atom terdapat elektron-elektron yang tersebar secara merata dalam
bola bermuatan positip.Keadaannya mirip roti kismis.Kismis (diumpamakan
sebagai elektron) tersebar dalam seluruh bagian dari roti (diumpamakan
sebagai bola bermuatan positif).

Teori Thomson di ibaratin kaya onde-onde


jadi tinggal ingat-ingat aja gimana bentuk onde-onde yang bermuatan proton /
positif , wijen = elektronnya.
Dan terus kekurangannyaThomson tidak menjelaskan adanya Inti atom, jadi tidak
bertahan lama.

3. Model Atom Rutherford .


Rutherford melakukan penelitian tentang hamburan sinar pada
lempeng emas. Hasil pengamatan tersebut dikembangkan dalam hipotesis
model atom Rutherford:
1). Sebagian besar dari atom merupakan permukaan kosong.
2). Atom memiliki inti atom bermuatan positif yang merupakan pusat massa
atom.
3). Elektron bergerak mengelilingi inti dengan kecepatan yang sangat tinggi.
4). Sebagian besar partikel lewat tanpa mengalami
pembelokkan/hambatan.Sebagian kecil dibelokkan, dan sedikit sekali yang
dipantulkan.

Kelemahan Model Atom Rutherford


1).Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti
memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya,
lama-kelamaan elektron itu akan kehabisan energi dan akhirnya menempel
pada inti.
2). Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak
elektron dan cara rotasinya terhadap inti atom.
3). Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom
menjadi tidak stabil.
4).Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).

Rutherford itu di ibaratkan seperti obat nyamuk.( tinggal ingat-ingatbagaimana


bentuknya ).Api yang menyala = Elektron , dan tengah nya = inti, sedangkan yg
berwarna hijau adalah orbit.
kekurangan nya Rutherford tidak bisamenjelaskan bahwa electron jatuh ke inti
karena tarikan gravitasi.( Padahal sesuai di gambar, seharusnya Elektron jatuh ke
inti karenatarikan gravitasi, namun Rutherford tidak bsa menjelaskan itu, sehingga
kurang sempurna ).
4. Teori Atom Bohr
Penemuan Rutherfod selanjutnya diteruskan oleh Niels Bohr.
teori atom Bohr muncul dilatarbelakangi oleh teori atom Rutherford yang
belum mampu mengemukakakn elekron - eletron yang tersusun di sekeliling
inti atom. Di samping juga sebagai jembatan terhadap perbedaan pendapat para
Ilmuwan yang muncul pada saat itu mengenai susunan dan pergerakan
elektron-elektron di sekeliling inti.
Secara lengkap teori atom Bohr adalah Sbb:
1). Atom terdiri atas inti yang bermuatan positif , dikelilingi oleh elektron yang
bermuatan negatif.
2). Elektron beredar mengelilingi inti pada lintasan (orbit) yang disebut kulit.Dari
arah inti kulit diberi simbol K untuk kulit nomor 1, L untuk Kulit nomor 2, M
untuk kulit nomor 3, dan seterusnya. Kulit atau orbit ini dinamakan juga
tingkat energi.
3). Selama elektron beredar pada suatu kulit tidak terjadi perubahan energi, tetapi
bila elektron pindah dari kulit yang lebih dalam ke kulit yang lebih luar
diperlukan energi.Sebaliknya bila berpindah dari Kulit yang lebih luar ke kulit
yang lebih dalam akan dipancarkan energi.
Dari teori - teori atom tersebut, teori atom yang sampai saat ini menjadi
rujukan mengenai struktur atom adalah teori atom Bohr.

Teori Atom Bohr adalah teori yang masih di pakai sampai sekarang,teori ini di
ibaratkan Tata Surya.
Matahari = Inti atom, dan planet-planet = elektron yang bergerak
mengelilinginyasesuai orbit.Orbit di sebut kulit, dan Kulit 1 = K, Kulit 2 = L, kulit
3 = M, kulit 4 = N (KLMN) untuk memudahkan mencari elektron Valensi dimana
K maksimal berisi 2 elektron, L maksimal berisi 8 elektron, M maksimal berisi 18
elektron, dan N maksimal berisi 32 elektron, adapun kulit O yaitu maksimal 50
elektron .

STRUKTUR ATOM
Sebelum ilmu kimia berkembang, para filsafat Yunani sudah mengenal
istilah atom.Menurut pandangannya, atom merupakan partikel terkecil yang
membangun materi.
Yang akan sobat Materi Kimia SMA pelajari di Bab Struktur Atomini adalah
sebagai beriku:

PARTIKEL PENYUSUN ATOM


1. Elektron.
Teori atom Dalton menyatakan bahwa atom merupakan bagian
terkecil dari materi.Pada kenyataannya, atom dapat dibagi menjadi
partikel penyusunnya yaitu elektron, neutron dan proton.Hal ini
dibuktikan berdasarkan penelitian tentang arus listrik pada gas
bertekanan rendah.Penelitian dimulai pada tahun 1855 oleh
Heinrich Geissler, yang berhasil merancang tabung gelas
bertekanan rendah yang disebut tabung Geissler. Pada tahun 1859,
Julius Plucker menggunakan tabung Geissler alam percobaan
elektrolisis gas, didalam tabung ia memasang 2 plat elektrode,
elektrode pada kutub positif disebut anode, sedangkan elektrode
pada kutub positif disebut katode. Setelah diberi tegangan tinggi, ia
mengamati adanya berkas sinar yang dipancarkan dari katode.
Namun Plucker menganggap sinar tersebut sebagai cahaya listrik
biasa.
Pada tahun 1876, Eugene Goldstein, menggunakan teknik yang
sama dengan Plucker, namun ia menamakan berkas sinar yang
dipancarkan dari katode sebagai sinar katode. Pertanyaan yang
muncul adalah apakah sinar katode itu sebagai gelombang
elektromagnetik atau partikel?
Wiliam Crookes, pada tahun 1880, memodifikasi tabung Geissler
untuk membuat vakum lebih baik, tabung ini disebut sebagi tabung
Crookes. Pengamatan Crookes tehadap karakteristik sinar katode
dapat disimpulkan sebagai berikut:
Sinar katode merambat lurus.Sinar katode membawa muatan
karena dibelokkan dalam medan magnet.Sinar katode memiliki
massa karena dapat memutar kincir kecil dalam tabung.
Sinar katode menyebabkan materi seperti gas dan zat lain
berpijar.Akhirnya Crookes menyimpulkan bahwa sinar katode
adalah partikel bermuatan.Pada tahun 1891, George Johnston
Stoney, berpendapat bahwa sinar katode adalah partikel, ia
menamakan sebagai elektron. Pada tahun 1897, J.J. Thomson
membuktikan bahwa sinar katode adalah merupakan berkas
partikel, dengan menggunakan tabung sinar katode khusus.
2. Proton.
Pada tahun 1886, Eugene Goldstein, membuktikan adanya
muatan positif. Pembuktian dilakukan menggunakan tabung sinar katode
dimana plat katode telah diberi lubang. Ia mengamati jalannya sinar katode
yang merambat menuju anode, tenyata terdapat sinar lain yang bergerak
dengan arah berlawanan melewati lubang pada plat katode. Oleh karena
arahnya berlawanan, maka sinar tersebut haruslah terdiri dari muatan positif.
3. Neutron.
Penemuan partikel neutron diawali oleh penelitian Rutherford, dalam
eksperimennya ia berusaha menghitung jumlah muatan positif dalam inti atom
dan massa inti atom dan ia mendapati bahwa massa inti atom hanya setengah
dari massa atom. Pada tahun 1920, William Draper Harkins, berasumsi bahwa
terdapat partikel lain dalam inti atom selain proton, partikel itu bermassa
hampir sama dengan proton dan tidak bermuatan, ia menyebutnya sebagai
neutron. Hingga tahun 1932, James Chadwick, membuktikan keberadaan
partikel neutron.
Adanya penemuan neutron ini, membuat strukur atom semakin jelas, bahwa
atom tersusun atas inti atom dengan elektron mengelilingi pada lintasan
kulitnya.Inti atom terdiri dari proton yang bermuatan positif dan neutron yang
tidak bermuatan.Sedangkan elektron bermuatan negatif.

KESIMPULAN
Menurut teori atom Dalton :

1. Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.

2. Atom suatu unsur yang sama mempunyai bobot yang sama, sedang unsur
yang berbeda atomnya akan berbeda pula, yang berarti mempunyai bobot
berbeda.

3. Senyawa dikatakan sebagai hasil dari penggabungan atom-atom yang tidak


sama dengan perbandingan bobot yang proporsional dengan bobot atom
yang bergabung itu.

4. Reaksi kimia hanya melibatkan penataulangan atom-atom sehingga tidak


ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.

Menurut J. J. Thomson: Bahwa di dalam atom terdapat elektron-elektron yang


tersebar secara merata dalam bola bermuatan positip. Keadaannya mirip roti
kismis.
Menurut Teori atom Rutherford:
1. Atom disusun dari :
Inti atom yang bermuatan positip.
Elektron-elektron yang bermuatan negatif yang mengelilingi inti atom.
2. Dalam atom yang netral, banyaknya inti atom yang bermuatan positip sama
dengan banyaknya elektron.
Menurut Bohr tentang atom :
Elektron dalam suatu atom bergerak mengitari sekeliling inti pada
orbit/tingkat energi tertentu.
Lebih jauh tingkat energi dari inti, maka lebih besar pula energinya.
Energi akan diemisikan bila elektron bergerak dari tingkat energi tinggi ke
tingkat energi yang lebih rendah.
Energi akan diabsorpsi bila elektron bergerak dari tingkat energi rendah ke
tingkat energi yang lebih tinggi.
Energi tidak diemisikan atau diabsorpsi secara pelan-pelan, tetapi dalam
satuan/paket (disebut kuantum).
DAFTAR PUSTAKA
Holman, Jhon R.,General Chemistry, Jhon Whiley dan Sons, 1994.
Liliasari, Kimia 1, Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1993.
Keenan, Charles W (et.al) Pudjaatmaka, Ilmu Kimia Universitas (Terjemahan),
Erlangga, Jakarta 1999.
Contoh Makalah Struktur Molekul

Posted by Artikel On 07.00 1 komentar

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah hirobbilalamin, puji syukur penyusun panjatkan


kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya
kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik dan pada waktu yang telah ditentukan. Sholawat serta salam semoga tetap
tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, yang membimbing umatnya
dari zaman jahiliyah menuju zaman Islamiyah yakni ajaran agama Islam.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah KIMIA
DASAR I. Penyusun berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan
pembaca tentang konsep didalamnya. Selain itu tidak lupa mengucapkan terima
kasih kepada Dosen Pembimbing serta semua pihak yang terlibat dalam
penyusunan makalah ini. Tim penyusun berharap semoga semua yang telah
berjasa dalam penyusunan makalah ini mendapat balasan yang sebaik-baiknya
dari Allah SWT.
Akhirnya tim penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari
sempurna. Untuk itu tim penyusun mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca, sehingga makalah ini bisa mencapai
kesempurnaan.

Ternate, 16
November 2011
Tim penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.... ii

Daftar Isi. iii

BAB I Pendahuluan 4

A. Latar Belakang... 4

B. Tujuan 4

C. Rumusan Masalah.. 5

BAB II Pembahasan... 6

A. Struktur Molekul.... 6

B. Peranan Elektron dalam Ikatan Kimia... 7

C. Macam-Macam Ikatan Kimia 11

D. Energi Ikatan. 20

BAB III Penutup 22

A. Kesimpulan 22

B. Saran.. 23
Daftar Rujukan... 24

Soal dan Pembahasan. 25

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Molekul terdiri dari sejumlah atom yang bergabung melalui
ikatan kovalen, dan atom tersebut berkisar dari jumlah yang sangat
sedikit(dari atom tunggal, seperti gas mulia) sampai jumlah yang sangat
banyak (seperti pada polimer, protein atau bahkan DNA). Bentuk molekul,
yang berarti cara atom tersusun di dalam ruang, mempengaruhi banyak sifat-
sifat fisika dan kimia molekul tersebut. Kebanyakan molekul mempunyai
bentuk yang didasarkan kepada lima bentuk geometri yang berbeda.
Molekul-molekul di dalam berikatan, mengacu pada beberapa
aturan dan bentuk-bentuk ikatan kimia. Apabila molekul ingin berikatan harus
sesuai dengan aturan-aturan atau syarat-syarat unsur-unsur tersebut dalam
membentuk sebuah molekul. Karena tidak sembarang suatu unsure
membentuk molekul.
Ikatan kimia adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar
molekul. Ikatan kimia itu sendiri bertujuan agar mencapai kestabilan dalam
suatu unsur. Ketika atom berinteraksi untuk membentuk ikatan kimia, hanya
bagian terluarnya saja yang bersinggungan dengan atom lain. Oleh karena itu,
untuk mempelajari ikatan kimia kita hanya perlu membahas elektron valensi
dari atom-atom yang terlibat dalam ikatan kimia tersebut.

B. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui materi-
materi tentang struktur molekul yang meliputi; peranan elektron dalam ikatan
kimia, macam-macam ikatan kimia, dan energi ikatan. Selain itu juga untuk
memenuhi tugas yang diberikan dosen mata kuliah KIMIA DASAR I.

C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa itu struktur molekul?
2. Bagaimana peranan electron dalam ikatan kimia?
3. Ada berapa ikatan kimia?
4. Apa itu energi ikatan?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Struktur Molekul
Struktur molekul adalah penggambaran ikatan-ikatan unsur atau
atom yang membentuk molekul. Molekul terdiri dari sejumlah atom yang
bergabung melalui ikatan kimia, baik itu ikatan kovalen, ikatan hidrogen dan
ikatan ion, serta ikatan-iktan kimia lainnya. Dan atom tersebut berkisar dari
jumlah yang sangat sedikit(dari atom tunggal, seperti gas mulia) sampai
jumlah yang sangat banyak (seperti pada polimer, protein atau bahkan DNA).
Bentuk molekul, yang berarti cara atom tersusun di dalam ruang,
mempengaruhi banyak sifat-sifat fisika dan kimia molekul tersebut.
Kebanyakan molekul mempunyai bentuk yang didasarkan kepada lima bentuk
geometri yang berbeda.
Molekul-molekul di dalam berikatan, mengacu pada beberapa
aturan dan bentuk-bentuk ikatan kimia. Apabila molekul ingin berikatan harus
sesuai dengan aturan-aturan atau syarat-syarat unsur-unsur tersebut dalam
membentuk sebuah molekul. Karena tidak sembarang suatu unsure
membentuk molekul.
Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit
dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan
tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil. Menurut definisi ini, molekul
berbeda dengan ion poliatomik. Dalam kimia organik dan biokimia, istilah
molekul digunakan secara kurang kaku, sehingga molekul organik dan
biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk molekul.
Dalam teori kinetika gas, istilah molekul sering digunakan untuk
merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada komposisinya.
Menurut definisi ini, atom-atom gas mulia dianggap sebagai molekul
walaupun gas-gas tersebut terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan.
Sebuah molekul dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama
(misalnya oksigen O2), ataupun terdiri dari unsur-unsur berbeda (misalnya air
H2O). Atom-atom dan kompleks yang berhubungan secara non-kovalen
(misalnya terikat oleh ikatan hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak
dianggap sebagai satu molekul tunggal.
Rumus Struktur
Rumus empiris sebuah senyawa menunjukkan nilai perbandingan
paling sederhana unsur-unsur penyusun senyawa tersebut. Sebagai
contohnya, air selalu memiliki nilai perbandingan atom hidrogen
berbanding oksigen 2:1. Etanol pula selalu memiliki nilai perbandingan
antara karbon, hidrogen, dan oksigen 2:6:1. Namun, rumus ini tidak
menunjukkan bentuk ataupun susunan atom dalam molekul tersebut.
Contohnya, dimetil eter juga memiliki nilai perbandingan yang sama
dengan etanol. Molekul dengan jumlah atom penyusun yang sama namun
berbeda susunannya disebut sebagai isomer.
Perlu diperhatikan bahwa rumus empiris hanya memberikan nilai
perbandingan atom-atom penyusun suatu molekul dan tidak memberikan
nilai jumlah atom yang sebenarnya. Rumus molekul menggambarkan
jumlah atom penyusun molekul secara tepat. Contohnya, asetilena memiliki
rumus molekuler C2H2, namun rumus empirisnya adalah CH.

B. Peranan Elektron dalam Ikatan Kimia


Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan
umumnya ditulis sebagai e-. Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun
substruktur apapun yang diketahui, sehingga ia dipercayai sebagai partikel
elementer.
Teori duplet dan oktet dari G.N. Lewis merupakan dasar ikatan
kimia.
Lewis mengemukakan bahwa suatu atom berikatan dengan cara menggunakan
bersama dua elektron atau lebih untuk mencapai konfigurasi elektron gas
mulia.
Unsur yang paling stabil adalah unsur yang termasuk dalam
golongan gas mulia. Semua unsur gas mulia di alam ditemukan dalam bentuk
gas monoatomik dan tidak ditemukan bersenyawa di alam.
Kestabilan unsur gas mulia berkaitan dengan konfigurasi elektron
yang menyusunnya seperti yang dikemukakan oleh Gibert Newton Lewis dan
Albrecht Kossel. Dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur gas mulia
mempunyai konfigurasi penuh yaitu konfigurasi oktet yang berarti mempunyai
delapan elektron pada kulit terluar kecuali untuk unsur helium yang
mempunyai konfigurasi duplet (dua elektron pada kulit terluarnya).
Unsur yang paling stabil dan sukar bereaksi adalah unsur- unsur
gas mulia. Sedangkan unsur seperti unsur kalium, natrium, fluorin, dan klorin
merupakan unsur yang mempunyai sifat reaktif.
a. Aturan Oktet
G.N. Lewis dan W. Kossel mengaitkan kestabilan gas mulia
dengan konfigurasi elektronnya. Gas mulia mempunyai konfigurasi penuh
yaitu konfigurasi oktet (mempunyai 8 elektron pada kulit luar), kecuali
helium dengan konfigurasi duplet (dua elektron pada kulit luar).
Kecenderungan unsur-unsur menjadikan konfigurasi elektronnya sama
seperti gas mulia dikenal sebagai aturan oktet.
Aturan oktet merupakan kecenderungan unsur-unsur untuk
menjadikan konfigurasi elektron-nya sama seperti unsur gas mulia.
Konfigurasi oktet dapat dicapai oleh unsur lain selain unsur golongan gas
mulia dengan pembentukan ikatan.
Konfigurasi oktet dapat pula dicapai dengan serah-terima atau
pemasangan elektron. Serah terima elektron menghasilkan ikatan ion
sedangkan ikatan kovalen dihasilkan apabila terjadi pemasangan elektron
untuk mencapai konfigurasi
oktet.
Reaksi natrium dengan klorin membentuk natrium klorida
merupakan contoh pencapaian konfigurasi oktet dengan cara serah-terima
elektron.

10 Ne : 1s2 2s2 2p6 atau K=2, L=8


Na
11 : 1s2 2s2 2p6 3s1 atau K=2, L=8 M=1, pelepasan 1 elektron
akan menjadikan konfigurasi menyerupai unsur gas mulia neon.
17 Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 atau K=2, L=8, M=7, penerimaan 1 elektron
menjadikan konfigurasi menyerupai unsur gas mulia argon
18 Ar : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 atau K=2, L=8, M=8

b. Teori Lewis
Gibert Newton Lewis dan Albrecht Kossel pada tahun 1916
mengemukakan teori tentang peranan elektron dalam pembentukan ikatan
kimia.
Elektron pada kulit terluar (elektron valensi) berperan penting dalam
pembentukan ikatan kimia.
Ion positif dan ion negatif membentuk ikatan kimia yang disebut ikatan
ionik.
Pembentukan ikatan kimia dapat juga terjadi dengan pemakaian elektron
ikatan secara bersama yang dikenal dengan ikatan kovalen.
Pembentukan ikatan ionik dan ikatan kovalen bertujuan untuk mencapai
konfigurasi stabil golongan gas mulia.

c. Lambang Lewis
Lambang Lewis merupakan lambang atom yang dikelilingi oleh
sejumlah titik yang menyatakan elektron. Lambang Lewis untuk unsur
golongan utama dapat disusun dengan mengikuti tahapan berikut:
Banyaknya titik sesuai dengan golongan unsur
Satu titik ditempatkan untuk tiap atom dengan jumlah maksimum empat
titik. Titik kedua dan selanjutnya berpasangan hingga mencapai aturan
oktet.

Penyusunan tabel periodik dan konsep konfigurasi elektron telah


membantu para ahli kimia menjelaskan proses pembentukan molekul dan
ikatan yang terdapat dalam suatu molekul.
Gilbert Lewis, seorang kimiawan berkebangsaan Amerika,
mengajukan teori bahwa atom akan bergabung dengan sesama atom lainnya
membentuk molekul dengan tujuan untuk mencapai konfigurasi elektron yang
lebih stabil.
Kestabilan dicapai saat atom-atom memiliki konfigurasi elektron
seperti gas mulia (semua kulit dan subkulit terisi penuh oleh elektron serta
memiliki 8 elektron valensi).Saat atom-atom berinteraksi, hanya elektron
valensi yang terlibat dalam proses pembentukan ikatan kimia.
Untuk menunjukkan elektron valensi yang terlibat dalam
pembentukan ikatan, para ahli kimia menggunakan simbol Lewis dot, yaitu
simbol suatu unsur dan satu dot untuk mewakili tiap elektron valensi unsur
bersangkutan.
Jumlah elektron valensi suatu unsur sama dengan golongan unsur
bersangkutan. Sebagai contoh, unsur Mg terletak pada golongan IIA, sehingga
memiliki 2 elektron valensi (2 dot). Sementara, unsur S yang terletak pada
golongan VIA, akan memiliki 6 elektron valensi (6 dot). Unsur yang terletak
pada golongan yang sama akan memiliki struktur Lewis dot yang serupa.
Semua elektron valensi gas mulia telah berpasangan.
Teori ini mendapat beberapa kesulitan, yakni:
1. Pada senyawa BCl3 dan PCl5, atom boron dikelilingi 6 elektron, sedangkan
atom fosfor dikelilingi 10 elektron.
2. Menurut teori ini, jumlah ikatan kovalen yang dapat dibentuk suatu unsur
tergantug jumlah elektron tak berpasangan dalam unsur tersebut.
Contoh : 8O : 1s2 2s2 2p2 2px2 2py1 2pz1
Ada 2 elektron tunggal. sehingga oksigen dapat membentuk 2 ikatan (H-O-
H; O=O). akan tetapi:
5B : 1s2 2s2 2px1

Sebenarnya hal ini dapat diterangkan bila kita ingat pada prinsip Hund,
dimana cara pengisian elektron dalam orbital suatu sub kulit ialah bahwa
elektron-elektron tidak membentuk pasangan elektron sebelum masing-
masing orbital terisi dengan sebuah elektron.

Contoh : 5B : 1s2 2s2 2px1 (hibridisasi) 1s2 2s1 2px1 2py1

Tampak setelah terjadi hibridisasi untuk berikatan dengan atom B


memerlukan tiga buah elektron, seperti BCl3

3. Menurut teori di atas, unsur gas mulia tidak dapat membentuk ikatan
karena di sekelilingnya telah terdapat 8 elektron. Tetapi saat ini sudah
diketahui bahwa Xe dapat membentuk senyawa, misalnya XeF2 den XeO2.

C. Macam-Macam Ikatan Kimia


Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung
jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang
menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil.
Ikatan kimia adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar
molekul dengan cara sebagai berikut :
atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima
elektron (serah terima elektron)
penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing
atom yang berikatan
penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom
yang berikatan
Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah agar terjadi pencapaian
kestabilan suatu unsur. Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan
kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat. Salah 1
petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya 1 golongan unsur
yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 8A (gas mulia). Maka dari itu,
dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi
elektron seperti pada unsur gas mulia. Unsur gas mulia mempunyai elektron
valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium). Kecenderungan
unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia
terdekat dikenal dengan istilah Aturan Oktet

1. Ikatan Ion
Ikatan ion sering disebut dengan ikatan elektrovalen atau
heteropolar. Ikatan ion terjadi akibat gaya tarik-menarik elektrostatik
antara ion positif dengan ion negatif. Ikatan ion dibentuk antara atom yang
mudah melepaskan elektron dengan atom yang mudah menangkap elektron.
Apabila atom netral melepaskan elektron, akan terbentuk ion positif.
Sebaliknya bila atom netral menerima atau menangkap elektron maka akan
terbentuk ion negatif.
Misalnya pada garam meja (natrium klorida). Ketika natrium
(Na) dan klor (Cl) bergabung, atom-atom natrium kehilangan elektron,
membentuk kation (Na+), sedangkan atom-atom klor menerima elektron
untuk membentuk anion (Cl-). Ion-ion ini kemudian saling tarik-menarik
dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida.

Na + Cl Na+ + Cl- NaCl

Natrium merupakan logam dengan reaktivitas tinggi karena


mudah melepas elektron dengan energi ionisasi rendah sedangkan klorin
merupakan nonlogam dengan afinitas atau daya penagkapan elektron yang
tinggi. Apabila terjadi reaksi antara natrium dan klorin maka atom klorin
akan menarik satu elektron natrium. Akibatnya natrium menjadi ion positif
dan klorin menjadi ion negatif. Adanya ion positif dan negatif
memungkinkan terjadinya gaya tarik antara atom sehingga terbentuk
natrium klorida. Pembentukan natrium klorida dapat digambarkan
menggunakan penulisan Lewis sebagai berikut:

Pembentukan NaCl dengan lambang Lewis


Pembentukan NaCl

Dalam struktur senyawa ion natrium klorida, ion positif


natrium (Na+) tidak hanya berikatan dengan satu ion negatif klorin (Cl-)
tetapi satu ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl- demikian juga sebaliknya.
Struktur tiga dimensi natrium klorida dapat digunakan untuk menjelaskan
susunan senyawa ion.

Struktur Kristal kubus NaCl

2. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen sering disebut juga dengan ikatan homopolar.
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama
pasangan elektron oleh dua atom yang berikatan. Ikatan ini biasanya terjadi
antara atom logam dan atom non logam. Penggunaan bersama pasangan
elektron biasanya menggunakan notasi titik electron atau lebih dikenal
dengan struktur Lewis. Contohnya: HF, CH4, NH3, H2, dan lain-lain. Ikatan
kovalen dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Ikatan Kovalen Tunggal
Ikatan kovalen tunggal terjadipada senyawa seperti hidrogen
(H2), asam klorida (HCl), metana (CH4), air (H2O) dan sebagainya.
Pembentukan ikatan kovalen tunggal dapat dilihat dari pembentukan
molekul-molekul berikut ini:

Pembentukan molekul H2
1H=H*
1H=H
Tanda titik dan silang menunjukkan elektron berasal dari atom yang
berbeda.

H * H ditulis H H

Pembentukan molekul HCl


1H : 1s1 atau K=1 digambarkan H*

17 Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 atau K=2, L=8, M=7 digambarkan

Penggambaran elektron untuk molekul HCl berikut.

H * ditulis H Cl

Pembentukan molekul H2O


1 H : 1s1 atau K=1 digambarkan H*

8O : 1s2 2s2 2p4 atau K=2, L=6 digambarkan


Penggambaran elektron molekul H2O

H * * H ditulis H O H

b. Ikatan Kovalen Rangkap Dua


Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan kovalen yang
mempunyai ikatan tak jenuh karena ikatan antar atomnya lebih dari satu.
Ikatan yang ada dalam molekul oksigen (O2) merupakan ikatan kovalen
rangkap dua. Oksigen memiliki 6 elektron valensi dan memerlukan 2 2
elektron lagi agar dalam keadaan stabil. Bentuk struktur Lewisnya
sebagai berikut.
Pembentukan molekul O2

8O : 1s2 2s2 2p4 atau K=2, L=6 digambarkan atau

Penggambaran elektron untuk molekul O2


ditulis OO

Pembentukan molekul C2H4

6C : 1s2 2s2 2p2 atau K=2, L=4 digambarkan


1H : 1s1 atau K=1 digambarkan H

Penggambaran elektron untuk molekul C2H4

H H
ditulis H C=C H

c. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga


Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan kovalen yang ikatan
antar atomnya ada tiga. Contoh dari ikatan rangkap tiga adalah molekul
Nitrogen (N2). Nitrogen mempunyai 5 elektron valensi, sehingga perlu 3
elektron lagi agar dalam keadaan stabil. Pembentukan ikatan rangkap
tiga dapat dilihat seagai berikut.
Pembentukan molekul N2

7N : 1s2 2s2 2p3 atau K=2, L=5 digambarkan dan

Penggambaran elektron untuk molekul N2

ditulis N N

Pembentukan molekul C2H2

6C : 1s2 2s2 2p2 atau K=2, L=4 digambarkan


1H : 1s1 atau K=1 digambarkan H

Penggambaran elektron untuk molekul C2H2

ditulis H C C H
d. Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dengan
cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1
atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom
yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ
digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom
donor menuju akseptor pasangan elektron.
Dalam ikatan kovalen koordinasi, pasangan elektron ikatan
hanya berasal dari salah satu atom yang berikatan. Dengan demikian,
atom-atom yang berikatan secara kovalen koordinasi salah satunya harus
mempunyai pasangan elektron bebas dan atom pasangannya harus
mempunyai orbital kosong. Ikatan kovalen koordinasi sering disebut
ikatan semipolar.
Contoh:
a. Terbentuknya senyawa BF3-NH3
Rumus Lewis

Rumus Struktur

b. Terbentuknya senyawa NH4+


c. Terbentuknya senyawa SO3
16 S : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 atau K=2, L=8, M=6
8O : 1s2 2s2 2p4 atau K=2, L=6
3. Ikatan Logam
Ikatan logam adalah ikatan antaratom dalam suatu unsur logam
dengan menggunakan interaksi antar elektron valensi. Unsur logam
mempunyai kecenderungan untuk menjadi ion positif karena energi
potensial ionisasi yang rendah dan mempunyai elektron valensi kecil.
Ikatan logam terjadi karena adanya saling meminjamkan
elektron, namun proses ini tidak hanya terjadi antara dua atau beberapa
atom tetapi dalam jumlah yang tidak terbatas. Setiap atom memberikan
elektron valensinya untuk digunakan bersama, sehingga terjadi ikatan atau
tarik menarik antara atom-atom yang saling berdekatan.
Jarak antar atom dalam ikatan logam tetap sama, jika ada atom
yang bergerak menjauh maka gaya tarik menarik akan menariknya
kembali ke posisi semula. Demikian pula jika atom mendekat kesalah satu
atom maka akan ada gaya tolak antar inti atom. Jarak yang sama
disebabkan oleh muatan listrik yang sama dari atom logam tersebut.
Contoh: ikatan logam pada magnesium (Mg)
Pada ikatan logam, inti-inti atom berjarak tertentu dan beraturan
sedangkan elektron yang saling dipinjamkan bergerak seperti mobil seolah-
olah membentuk kabut elektron atau lautan elektron. Hal ini yang
meyebabkan munculnya sifat daya hantar listrik pada logam.
Kenyataan ini dapat dipakai untuk menerangkan mengapa logam
merupakan pengahantar panas dan listrik yang baik. Kekuatan ikatan logam
bergantung pada banyaknya elektron valensi yang terdapat pada atom
logam tersebut.

4. Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terjadi akibat gaya tarik
antarmolekul antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang
berlawanan. Ikatan hidrogen seperti interaksi dipol-dipol dari Van der
Waals. Perbedaannya adalah muatan parsial positifnya berasal dari sebuah
atom hidrogen dalam sebuah molekul. Sedangkan muatan parsial
negatifnya berasal dari sebuah molekul yang dibangun oleh atom yang
memiliki elektronegatifitas yang besar, seperti atom Flor (F), Oksigen (O),
Nitrogen (N), Belerang (S) dan Posfor (P). Muatan parsial negatif tersebut
berasal dari pasangan elektron bebas yang dimilikinya. Muatan parsial yang
berasal dari atom yang memiliki pasangan elektron bebas.
Ikatan "hidrogen", sejenis ikatan lemah, memainkan peranan
utama dalam pembentukan materi yang sangat penting untuk kehidupan
kita. Contoh: air, sebagai dasar kehidupan, disatukan dengan ikatan
hidrogen. Ikatan hidrogen lebih kuat dari gaya antarmolekul lainnya,
namun lebih lemah dibandingkan dengan ikatan kovalen dan ikatan ion,
contoh ikatan hidrogen yang terjadi antar molekul air, dimana muatan
parsial positif berasal dari atom H yang berasal dari salah satu molekul air.
Ikatan hidrogen dapat terjadi inter molekul dan intra molekul.
Jika ikatan terjadi antara atom-atom dalam molekul yang sama maka
disebut ikatan hidrogen intramolekul atau didalam molekul, seperti molekul
H2O dengan molekul H2O. Ikatan hidrogen, juga terbentuk pada antar
molekul seperti molekul NH3, CH3CH2OH dengan molekul H2O, ikatan
yang semacam ini disebut dengan ikatan hidrogen intermolekul.
Sebagai gambaran, di apotik umumnya dijual alkohol 70% atau
etanol, digunakan untuk membersihkan bagian tubuh agar terbebas dari
kuman. Tentunya berbeda dengan etanol murni. Perbedaan berdasarkan
komposisi larutan tersebut, untuk yang murni hanya terdapat molekul
etanol, sedangkan untuk etanol 70% mengandung etanol 70 bagian dan 30
bagiannya adalah air. Untuk etanol murni terjadi ikatan hidrogen antar
molekul etanol, sedangkan yang 70% terjadi ikatan antara molekul etanol
dengan air. Perbedaan kedua ikatan tersebut ditunjukkan pada Gambar di
bawah ini.

Ikatan hidrogen
intermolekul dalam
70% etanol
D. Energi Ikatan
Energi ikatan didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk
memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas. Energi ikatan
dinyatakan dalam kilojoule per mol (kJ/mol atau kJ mol -1 ) atau bisa juga
dalam satuan kilokalori (kkal).
Energi ikatan adalah perubahan entalpi yang diperlukan untk
memutuskan ikatan dalam satu mol molekul gas. Energi ikatan adalah
bayaknya energi yang berkaitan dengan satu ikatan dalam senyawa kimia.
Besarnya energi ikatan diperoleh dengan kalor pengatoman. Misalnya, dalam
metana energi ikatan CH adalah seperempat dari entalpi pada proses:
CH4(g) C(g) + 4H(g)

Energi ikatan dapat dihitung dari entalpi pembentukan standar


untuk senyawa itu dan dari entalpi pengatoman unsur-unsurnya. Energi yang
dihitung dengan cara itu disebut energi ikatan rata-rata.
CH4(g) C(g) + 4H(g) Ho = 74,8 kJ

Jadi, energi ikatan CH = x 74,8 kJ = 18,7 kJ


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Struktur molekul adalah penggambaran ikatan-ikatan unsur atau atom
yang membentuk molekul. Molekul terdiri dari sejumlah atom yang
bergabung melalui ikatan kimia, baik itu ikatan kovalen, ikatan hidrogen
dan ikatan ion, serta ikatan-iktan kimia lainnya.
2. Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua)
yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu
dan bermuatan netral serta cukup stabil.
3. Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya
ditulis sebagai e-.
4. Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam
interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang
menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil.
5. Ikatan ion terjadi akibat gaya tarik-menarik elektrostatik antara ion
positif dengan ion negatif. Ikatan ion dibentuk antara atom yang mudah
melepaskan elektron dengan atom yang mudah menangkap elektron.
6. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama
pasangan elektron oleh dua atom yang berikatan. Ikatan ini biasanya
terjadi antara atom logam dan atom non logam.
7. Ikatan kovalen tunggal terjadipada senyawa seperti hydrogen (H2), asam
klorida (HCl), metana (CH4), air (H2O) dan sebagainya.
8. Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan kovalen yang mempunyai
ikatan tak jenuh karena ikatan antar atomnya lebih dari satu. Ikatan yang
ada dalam molekul oksigen (O2) merupakan ikatan kovalen rangkap dua.
9. Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan kovalen yang ikatan antar
atomnya ada tiga. Contoh dari ikatan rangkap tiga adalah molekul
Nitrogen (N2).
10. Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dengan cara
penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom
yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang
lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
11. Ikatan logam adalah ikatan antaratom dalam suatu unsur logam dengan
menggunakan interaksi antar elektron valensi. Unsur logam mempunyai
kecenderungan untuk menjadi ion positif karena energi potensial ionisasi
yang rendah dan mempunyai elektron valensi kecil.
12. Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terjadi akibat gaya tarik
antarmolekul antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang
berlawanan. Ikatan hidrogen seperti interaksi dipol-dipol dari Van der
Waals. Perbedaannya adalah muatan parsial positifnya berasal dari sebuah
atom hidrogen dalam sebuah molekul. Sedangkan muatan parsial
negatifnya berasal dari sebuah molekul yang dibangun oleh atom yang
memiliki elektronegatifitas yang besar, seperti atom Flor (F), Oksigen (O),
Nitrogen (N), Belerang (S) dan Posfor (P).
13. Energi ikatan didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk
memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas. Energi
ikatan dinyatakan dalam kilojoule per mol (kJ/mol atau kJ mol -1 ) atau bias
juga dalam satuan kilokalori (kkal).

B. Saran
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat
banyak kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran mmembangun dari dosen
pembimbing agar dikemudian hari dapat sesuai dengan yang di harapkan.
DAFTAR RUJUKAN

Chang, R. 2005. KIMIA DASAR KONSEP-KONSEP INTI Edisi Ketiga Jilid 1.


Erlangga: Jakarta
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/ikatan-kimia/ikatan-
logam.html. diakses pada tanggal 14 November 2011
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/ikatan-kimia/ikatan-
hidrogen.html. diakses pada tanggal 14 November 2011
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/ikatan-kimia/ikatan-
ion.html. diakses tanggal 14 November 2011
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/ikatan-kimia/ikatan-
Kovalen.html. diakses tanggal 14 November 2011
Ningsih, S.R, dkk. 2007. Sains KIMIA 2 SMA/MA KELAS XI. Bumi Aksara:
Jakarta
Santosa, S.J,. 2005. KIMIA untuk Kelas X JILID 1A SMA. Intan Pariwara: Klaten
www.wikipedia_indonesia.com. diakses pada tanggal 14 November 2011
SOAL-SOAL DAN PEMBAHASAN

1. Apa yang dimaksud dengan struktur molekul. Jelaskan!


Jawab: penggambaran ikatan-ikatan unsur atau atom yang membentuk
molekul. Molekul terdiri dari sejumlah atom yang bergabung melalui ikatan
kimia, baik itu ikatan kovalen, ikatan hidrogen dan ikatan ion, serta ikatan-
iktan kimia lainnya.

2. Jelaskan apa itu molekul!


Jawab: Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua)
yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu
dan bermuatan netral serta cukup stabil.

3. Sebutkan dan jelaskan 5 bentuk-bentuk geometri dari suatu struktur molekul!


Jawab:
a. Linear : berbentuk seperti sebuah garis lurus, karena pasangan ikatan
saling tolak menolak satu sama lain, pasangan-pasangan tersebut harus
berada pada ujung yang berlawanan agar keduanya berada sejauh mungkin
satu sama lain. Contohnya senyawa BeCl2

b. Segitiga datar : BF3 (Boron trifluorida) mengandung tiga pasangan ikatan.


Dalam susunan yang paling stabil, ketiga ikatan BF mengarah pada titik
sudut segitiga sama sisi dengan B sebagai titik pusat. Geometri BF 3 adalah
segitiga datar karena ketiga atom berada pada titik sudut segitiga sama sisi
yang datar.
c. Tetrahedral : geometri CH4 adalah tetrahedral. Yaitu memiliki empat sisi
atau muka yang semuanya berupa segitiga sama sisi. Dengan C sebagai
titik pusat dan atom lainnya terletak di sudut-sudutnya.

d. Segitiga bipiramida : bentuk ini dapat dihasilkan dengan menggabungkan


dua tetrahedral sepanjang dasar segitiga yang sama.

e. Oktahedral : bentuk ini dapat dihasilkan dengan menggabungkan dua


piramida segiempat pada dasar yang sama. Semua sudut yang dibentuk
ialah 90o.

4. Sebutkan dan jelaskan aturan-aturan yang mendasari suatu atom dalam


berikatan membentuk molekul!
Jawab: sebuah atom dalam berikatan membentuk molekul sesuai dengan
ikatan kimia yang mana dalam ikatan kimia tersebut diatur dengan aturan
yang dirumuskan oleh G.N. Lewis. Aturan yang diatur oleh lewis itu adalah
aturan oktet (yang berarti jumlah elektron terluarnya 8) dan aturan duplet
(yang berarti jumlah elektron terluarnya 2).

5. Jelaskan mengapa molekul berbeda dengan ion poliatomik!


Jawab: karena molekul merupakan gabungan dari sedikitnya 2 atom yang
terikat dengan ikatan kimia, contohnya H2O. Sedangkan ion poliatomik
adalah gabungan dari 2 atom untuk membentuk sebuah ion, contohnya OH-.
Molekul dan ion poliatomik berbeda karena molekul diikat dengan ikatan
kimia sedangkan ion poliatomik tidak.

6. Sebutkan tujuan dan manfaat mengapa atom-atom harus berikatan?


Jawab: atom-atom harus berikaan tujuannya agar mencapai kestabilan yang
sama dengan unsur-unsur gas mulia. Karena jika atom-atom tersebut tidak
berikatan maka tidak akan mencapai kestbilan sehingga tidak dapat di
manfaatkan di alam. Contohnya apabila di alam hanya terdapat atom H maka
belum bias dimanfaatkan, tetpai jika 2 atom H berikatan dengan 1 atom O
maka akan membentuk molekul H2O atau air.

7. Apa yang dimaksud dengan elektron sebagai partikel elementer?


Jawab: partikel elementer yaitu bagian yang sangat kecil. Elektron disebut
partikel elementer karena tidak mempunyai komponen dasar atau substruktur
tertentu yang diketahui. Sehingga ukurannya sangat kecil.

8. Semua unsur gas mulia ditemukan dalam bentuk gas monoatomik. Apa yang
dimaksud dengan gas monoatomik?
Jawab: gas monoatomik artinya bahwa unsur-unsur golongan VIIIA tersusun
atas satu atom saja. Karena pada golongan VIIIA unsur-unsurnya sudah
mencapai kestabilan.

9. Apa yang dimaksud dengan senyawa/molekul diatomik dan poliatomik?


Jawab: molekul diatomik adalah molekul yang hanya terdiri dari dua atom.
Kedua atom tersebut dapat berupa unsur yang sama maupun berbeda.
Contohnya H2, N2, O2, dan lain-lain. Molekul poliatomik adalah molekul
yang terdiri dari lebih dari 2 atom. Contohnya air (H2O) dan amoniak (NH3).

10. Apa yang dimaksud dengan ikatan elektrovalen atau heteropolar?


Jawab: heteropolar atau elektrovalen itu sama saja dengan ikatan ion. Ikatan
ion ini biasanya terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron
(logam-logam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima
elektron (terutama golongan VIA den VIIA).

11. Apa yang diaksud dengan ikatan homopolar?


Jawab: ikatan homopolar adalah nama lain dari ikatan kovalen yaitu ikatan
yang terjadi karena penggunan bersama pasangan elektron oleh dua atom
yang berikatan.
12. Mengapa ikatan koordinasi disebut ikatan dativ?
Jawab: karena pasangan elektron ikatan digambarkan dengan tanda anak
panah kecil yang arahnya dari atom donor ke akseptor pasangan elektron.

13. Apa yang dimaksud dengan ikatan semipolar?


Jawab: ikatan semipolar ialah nama lain dari ikatan kovalen koordinasi yaitu
ikatan yang terbentuk karena penggunaan bersama pasangan elektron yang
berasal dari salah satu atom yang berikatan sedang yang lain hanya menerima
pasangan elektron yang dipakai bersama.

14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan interaksi dipol-dipol dari Van Der
Waals!
Jawab: interaksi dipol-dipol atau gaya dipol-dipol merupakan gaya yang
bekerja antara molekul-molekul polar, yaitu antara molekul-molekul yang
memiliki momen dipol. Momen dipole yaitu yaitu suatu ukuran terhadap
derajat kepolaran. Secara kuantitatif, momen dipol () merupakan hasil kali
muatan Q dan jarak antar muatan r.
=Qxr

15. Apa yang menyebabkan atom-atom unsur logam dalam satu golongan dari
atas ke bawah kecenderungan melepaskan elektron valensinya makin besar?
Jawab: Dalam sistem periodik dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-
jari atomnya semakin besar, sebab jumlah kulit atom bertambah, sedangkan
elektron valensinya tetap akibatnya gaya tarik inti atom terhadap elektron
valensinya berkurang. Jadi elektron terluarnya mempunyai kecenderungan
untuk melepaskan diri.

16. Perbedaan antara senyawa ionik dan senyawa kovalen?


Jawab: Senyawa ionik memiliki sifat yang berbeda dari senyawa kovalen.
Senyawa ionik, pada suhu kamar, umumnya berbentuk padat, dengan titik
didih dan titik leleh tinggi, serta bersifat elektrolit. Sebaliknya, senyawa
kovelen, pada suhu kamar, dapat berbentuk padat, cair, maupun gas. Selain
itu, senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif rendah
bila dibandingkan dengan senyawa ionik serta cenderung bersifat
nonelektrolit.

InfotekSerikYulia
Kamis, 14 Mei 2015
makalah sistem periodik unsur_Kimia

kata Pengantar
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat beliau kami dapat menyusun makalah ini dengan tepat waktu.
Makalah ini kami buat agar siswa lebih paham tentang tabel priodik unsur, jari-
jari atom, dan keelektromagnetikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran bagi pembaca khususnya para siswa. Kami sadar makalah
ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu kepada guru
pembimbing, kami meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah
kami di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Kami ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu memberikan
pengarahan kepada kami, dalam menyusun makalah ini.
Penyusun

Daftar Isi
Judul
Kata
Pengantar ...................................................................................................................
i
Daftar
isi .............................................................................................................................
ii
Bab I Pendahuluan
1.1 latar
belakang ................................................................................................................ 1
1.2 rumusan
masalah ........................................................................................................... 2
1.2
tujuan .........................................................................................................................
... 2
Bab II Pembahasan
2.1 Tabel Periodik
unsur...................................................................................................... 3
2.2 Jari-jari
atom ................................................................................................................. 5
2.4
Ionisasi ................................................................................................................
.......... 6
2.4
Keelektromagnetikan ................................................................................................
.... 7
2.5 Hubungan tabel periodik dengan jari-jari atom, Ionisasi, dan
Keelektronegatifan 7
Bab III Penutup
Kesimpulan ...............................................................................................................
.......... 9
Saran ..........................................................................................................................
......... 9

Daftar
Pustaka ....................................................................................................................
10

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Sangat banyak macam unsur ditemukan dalam alam. Sampai saat ini telah
dikenalkan 112 buah unsur. Unsur-unsur dapat memiliki sifat-sifat yang mirip atau
pun berbeda. Agar lebih mudah mempelajari unsur-unsur yang sangat banyak,
dilakukan upaya-upaya pengelompokan unsure-unsur berdasarkan kemiripan
sifat-sifatnya.

Dalam makalah ini kami membahas pengelompokan unsur-unsur dalam sistem


periodik, perkembangan pengelompokan unsur-unsur, serta keperiodikan sifat
unsur-unsur dalam sistem periodik. Keperiodikan sifat unsur-unsur meliputi
perubahan secara jari-jari atomenergi ionisasi, afinitas electron, dan
keelektromagnetifan unsur-unsur.
1.2 Rumusan masalah
1) Apa itu tabel periodik unsur?
2) Bagaimana bentuk tabel periodik unsur?
3) Apa itu jari-jari atom?
4) Apa kaitannya jari-jari atom dengan tabel periodik unsur?
5) Apa itu ionisasi?
6) Apa kaitannya Ionisasi dengan tabel periodik unsur?
7) Apa itu keelektromagnetikan?
8) Apa kaitannya keelektromagnetikan dengan tabel periodik unsur?

2.2 Tujuan
1) Mengetahui apa itu tabel periodik unsur
2) Mengetahui bentuk tabel periodik unsur
3) Mengetahui apa itu jari-jari atom
4) Mengetahui hubungan jari-jari atom dengan tabel periodik unsur
5) Mengetahui apa itu ionisasi
6) Mengtahui hubungan ionisasi dengan tabel periodik unsur
7) Mengetahui Apa itu keelektromagnetikan
8) Mengetahui hubungan keelektromagnetikan dengan tabel periodik unsur

BAB II PEMBAHASAN

A. Tabel periodik unsur kimia


Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam
bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut diatur berdasarkan
struktur elektronnya sehingga sifat kimia unsur-unsur tersebut berubah-ubah
secara teratur sepanjang tabel. Setiap unsur didaftarkan berdasarkan nomor
atom dan lambang unsurnya.
Tabel periodik standar memberikan informasi dasar mengenai suatu unsur. Ada
juga cara lain untuk menampilkan unsur-unsur kimia dengan memuat keterangan
lebih atau dari persepektif yang berbeda.

1. Penjelasan struktur tabel periodik


1s
2s 2p
3s 3p
4s 3d 4p
5s 4d 5p
6s 4f 5d 6p
7s 5f 6d 7p
8s 5g 6f 7d 8p
...
Jumlah kulit elektron yang dimiliki atom menentukan periode atom tersebut.
Setiap kulit memiliki beberapa subkulit, yang terisi menurut urutan berikut ini,
seiring dengan bertambahnya nomor atom:
Berdasarkan hal inilah struktur tabel disusun. Karena elektron terluar
menentukan sifat kimia suatu unsur, unsur-unsur yang segolongan umumnya
mempunyai sifat kimia yang mirip. Unsur-unsur segolongan yang berdekatan
mempunyai sifat fisika yang mirip, meskipun massa mereka jauh berbeda.Unsur-
unsur seperiode yang berdekatan mempunyai massa yang hampir sama, tetapi sifat
yang berbeda.

2. Golongan
Kolom dalam tabel periodik disebut golongan. Ada 18 golongan dalam tabel
periodik baku. Unsur-unsur yang segolongan mempunyai konfigurasi elektron
valensi yang mirip, sehingga mempunyai sifat yang mirip pula.

3. Periode
Baris dalam tabel periodik disebut periode. Walaupun golongan adalah cara yang
paling umum untuk mengklasifikasi unsur, ada beberapa bagian di tabel unsur
yang kecenderungan sifatnya secara horisontal dan kesamaan sifatnya lebih
penting dan mencolok daripada kecenderungan vertikal.

4. Periodisitas Sifat Kimia


Nilai utama dari tabel periodik adalah kemampuan untuk memprediksi sifat kimia
dari sebuah unsur berdasarkan lokasi di tabel.

5. Kecenderungan Periodisitas dalam Golongan

Kecenderungan periodisas dari energi ionisasi


Teori struktur atom mekanika kuantum modern menjelaskan kecenderungan
golongan dengan memproposisikan bahwa unsur dalam golongan yang sama
memiliki konfigurasi elektron yang sama dalam kulit terluarnya, yang merupakan
faktor terpenting penyebab sifat kimia yang mirip. Unsur-unsur dalam golongan
yang sama juga menunjukkan pola jari-jari atom, energi ionisasi,
dan elektronegativitas.

Kecenderungan Periodisasi Periode


Unsur-unsur dalam periode yang sama memiliki kecenderungan dalam
jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron dan elektronegativitas. Dari kiri ke
kanan, jari-jari atom biasanya menurun. Hal ini terjadi karena setiap unsur
mendapat tambahan proton dan elektron yang menyebabkan elektron tertarik lebih
dekat ke inti. Penurunan jari-jari atom ini juga menyebabkan meningkatnya energi
ionisasi jika bergerak dari urutan kiri ke kanan. Semakin rapat terikatnya suatu
unsur, semakin banyak energi yang diperlukan untuk melepaskan sebuah elektron.
Demikian juga elektronegativitas, yang meningkat bersamaan dengan energi
ionisasi karena tarikan oleh inti pada elektron. Afinitas elektron juga mempunyai
kecenderungan, walau tidak semenyolok pada sebuah periode. Logam (bagian kiri
dari perioda) pada umumnya memiliki afinitas elektron yang lebih rendah
dibandingkan dengan unsur nonmetal (periode sebelah kanan), dengan
pengecualian gas mulia.

6. Sejarah tabel periodik


Tabel periodik pada mulanya diciptakan tanpa mengetahui struktur
dalam atom: jika unsur-unsur diurutkan berdasarkan massa atom lalu dibuat grafik
yang menggambarkan hubungan antara beberapa sifat tertentu dan massa atom
unsur-unsur tersebut, akan terlihat suatu perulangan atau periodisitas sifat-sifat
tadi sebagai fungsi dari massa atom. Orang pertama yang mengenali keteraturan
tersebut adalah ahli kimia Jerman, yaitu Johann Wolfgang Dbereiner, yang pada
tahun 1829 memperhatikan adanya beberapa triade unsur-unsur yang hampir
sama.
Beberapa triade
Unsur Massa atom Kepadatan
Klorin 35,5 0,00156 g/cm3
Bromin 79,9 0,00312 g/cm3
Iodin 126,9 0,00495 g/cm3

Kalsium 40,1 1,55 g/cm3


Stronsium 87,6 2,6 g/cm3
Barium 137 3,5 g/cm3

B. Jari-jari atom

Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit elektron terluar. Dalam satu
golongan dari atas kebawah jari jari atom semakin besar. Dalam satu periode
dari kiri ke kanan, jari-jari atom semakin kecil
Penjelasan :
Dalam satu golongan dari atas ke bawah, kulit atom bertambah (ingat jumlah
kulit=nomo periodik), sehingga jari-jari atom juga bertambah besar.
Dari kiri ke kanan, jumlah kulit tetap tetapi muatan inti (nomor atom) dan jumlah
elektron pada kulit bertambah. Hal tersebut mengakibatkan gaya tarik-menarik
antara inti dengan kulit elektron semakin besar sehingga jari-jari atom makin
kecil.
C. Ionisasi
Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan
elektron dari suatu atom netral dalam wujud gas. Energi yang diperlukan untuk
melepaskan elektron kedua disebut energi ionisasi adalah energi ionisasi pertama
Dapat disimpulkan keperiodikan energi ionisasi sebagai berikut:
Dalam satu golongan dari atas ke bawah energi ionisasi semakin berkurang
Dalam satu golongan dari kiri kekanan energi ionisasi cendrung bertambah.
Kecendrungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Dari atas kebawah dalam satu golongan jari-jari atom bertambah sehingga daya
tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Elektron semakin mudah
dilepaskan dan energi yang diperlukan untuk melepaskan makin kecil.
Dari kiri kekanan dalam satu periode, daya tarik inti terhadap elektron semakin
besar sehingga elektron semakin sukar dilepas. Energi yang diperlukan untuk
melepaskan elektron tentunya semakin besar.

D. Keelektronegatifan
Adalah suatu bilangan yang menyatakan kecendrungan suatu unsur menarik
elektron dalam suatu molekul senyawa.
Dalam satu golongan dari atas kebawah ke elektronegatifan semakin berkurang
Dalam satu periodik dari kiri ke kanan ke elektronegtifan unsur-unsur semakin
bertambah.
Penjelasan :
Tidak ada sifat tertentu yang dapat diukur untuk menentukan / membandingakan
kelektronegatifan unsur-unsur.

E. Hubungan tabel periodik dengan jari-jari atom, Ionisasi, dan Keelektronegatifan.

Hubungan tabel periodik dengan jari-jari atom:


a.Dalam satu golongan jari-jari atom dari atas ke bawah makin besar. Karena
jumlah kulit dari atas ke bawah makin banyak meskipun muatan inti bertambah
positif, maka gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin lemah.

b. Dalam satu periode jari-jari atom dari kiri ke kanan makin kecil. Meskipun
jumlah elektron dari kiri ke kanan bertambah tetapi masih menempati kulit yang
sama. Bertambahnya muatan positif dalam inti menyebabkan gaya tarik inti
terhadap elektron makin kuat. Akibatnya jari-jari atom makin kecil.

Hubungan tabel periodik dengan Ionisasi


a. Dalam satu golongan energi ionisasi dari atas ke bawah makin kecil, karena
jari-jari atom bertambah besar. Meskipun jumlah muatan positif dalam inti
bertambah tetapi gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin lemah karena jari-
jari makin panjang. Akibatnya energi ionisasi makin berkurang.

b. Dalam satu periode energi ionisasi unsur dari kiri ke kanan makin besar.
Bertambahnya jumlah muatan positif dalam inti dan jumlah kulit tetap
menyebabkan gaya tarik inti makin kuat. Akibatnya energi ionisasi makin
bertambah.

Hubungan tabel periodik dengan Keelektronegatifan.


a. Dalam satu golongan keelektronegatifan unsur dari atas ke bawah makin
berkurang. Jumlah muatan inti bertambah positif jumlah kulit bertambah maka
kemampuan inti untuk menarik elektron menjadi lemah. Akibatnya
keelektronegatifan unsur makin lemah.

b. Dalam satu periode keelektronegatifan unsur dari kiri ke kanan cenderung naik.
Muatan inti bertambah positif jumlah kulit tetap, menyebabkan gaya tarik inti
terhadap elektron makin kuat. Akibatnya kemampuan atom untuk menarik
elektron makin besar.

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Dari pembahasan atas dapat disimpulkan Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah
tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel dan terdapat 18 golongan dalam
tabel periodik baku. Unsur-unsur yang segolongan mempunyai
konfigurasi elektron valensiyang mirip, sehingga mempunyai sifat yang mirip.

Tabel periodik unsur ini ditemukan dengan berbagai macam unsur karena adanya
berbagai sifat-sifat yang terkandung dalam periodik unsur, sekaligus tabel
periodik unsur terdiri dari golongan utama maupun golongan transisi.

Daftar Pustaka :
http://cpengertian.blogspot.com/2013/10/sifat-periodik-unsur.html

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sistem-periodik-unsur-
terbaru.html

https://musnainimusnaini.wordpress.com/kimia-x-2/tabel-periodik-unsur-2/

https://www.google.co.id/#q=tabel+periodik+unsur+kimia&start=10
KIMIA
Pada Blog Kimia Ini berisikan materi kimia yang tersusun dalam bentuk RPP, PPT
dan Makalah

Jumat, 15 April 2016


Contoh Makalah Sistem Priodik Unsur

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Unsur merupakan zat tunggal yang sederhana. Unsur dapat ditemukan di
alam bebas ataupun didalam tanah, ada pula unsur yang belum dapat ditemukan di
alam bebas. Wujud unsur pun berbeda-beda sesuai dengan tempat ditemukannya.
Unsur dapat berbentuk dalam zat padat, cair atau gas.Sampai saat ini sudah
ditemukan 115 macam unsur dengan sifat-sifat yang khas untuk setiap unsur.
Ketika unsur yang dikenal sudah banyak, para ahli berupaya membuat
pengelompokan sehingga unsur-unsur tertata dengan baik. Sistem priodik
merupakan suatu cara untuk mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan sifatnya.
Pengelompokkan unsur mengalami golongan, periode, dan sifat-sifat unsur dalam
system periodik modern. Latar belakang pembuatan makalah ini adalah untuk
mempelajari sifat-sifat unsur periodik tersebut serta mengenali lebih jauh Sitem
Periodik Unsur.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari tabel periodik unsur ?
2. Bagaimana bentuk tabel periodik unsur ?
3. Bagaimana sifat-sifat periodik unsur ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari tabel periodik unsur!
2. Untuk mengetahui bentuk tabel periodik unsur !
3. Untuk mengetahui sifat-sifat periodik unsur !

BAB II
PEMBAHASAN

A. Tabel Perodik Unsur

Tabel Periodik Unsur adalah pengelompokan unsur-unsur berdasarkan


kemiripan sifat mengalami perkembangan dari yang paling sederhana hingga
modern. Sistem periodik unsur adalah unsur yang mempunyai kemiripan sifat
kima dan sifat fisis diletakkan dalam satu golongan dan periode. Letak golongan
suatu unsur dalam sistem periodik dapat diramalkan dari subkulit terakhir yang
terisi elektron. Sedangkan letak periode suatu unsur dapat ditentukan dari jumlah
kulit elektron dari unsur tersebut.
B. Periode dan Golongan Unsur-unsur Dalam Sistem Periodik Modern
Pada sistem periodik modern, unsur-unsur yang mempunyai sifat-sifat
yang mirip diletakkan pada satu lajur vertikal. Deret vertikal unsur-unsur pada
sistem perodik ini disebut golongan unsur. Sedangkan deret horizontal dari unsur-
unsur pada sistem periodik disebut periode.
1. Periode
Unsur-unsur yang jumlah kulitnya sama dalam sistem periodik ditempatkan
pada periode yang atau baris yang sama.
Nomor periode = jumlah kulit
Dalam sistem periodik modern, terdapat tujuh periode.
a. Periode 1, periode yang sangat pendek berisi 2 unsur yaitu H dan He.
b. Periode 2, periode pendek berisi 8 unsur.
c. Periode 3, periode berisi 8 unsur.
d. Periode 4, periode panjang berisi 18 unsur.
e. Periode 5, periode panjang berisi 18 unsur.
f. Periode 6, periode sangat panjang berisi 32 unsur.
g. Periode 7, periode yang belum lengkap.
Unsur unsur yang hanya mempunyai satu kulit (kulit K saja) terletak pada
periode ke-1 (baris paling atas). Unsur-unsur yang mempunyai dua buah kulit
(kulit K dan kulit L) terletak pada periode ke-2 (baris kedua), dan seterusnya.
2. Golongan
Unsur-unsur yang jumlah elektron pada kulit terluarnya sama ditempatkan
pada golongan (kolom) yang sama.
Nomor golongan = jumlah elektron pada kulit terluar
Unsur yang hanya segolongan mempunyai sifat-sifat kimia yang sama, sebab
memiliki jumlah elektron pada kulit terluar yang sama.
Unsur unsur yang bernomor atom 1 (hidrogen) sampai bernomor atom 20
(kalsium) termasuk kelompok unsur-unsur utama dan nomor golongannya
dibutuhi huruf A.
Ada delapan golongan dari unsur-unsur utama, yaitu:
Golongan
IA
IIA
IIIA
IVA
VA
VIA
VIIA
VIIIA

C. Sifat Sifat Periodik Unsur


Sifat sifat unsur yang berubah secara teratur di sebut sifat periodik unsur - unsur.
Sifat sifat unsur dalam sistem periodik meliputi :
1) Jari jari atom
Jari jari atom adalah jarak dari inti atom hingga kulit terluarnya. Secara
umum bahwa jari jari atom dalam satu golongan akn semakin besar dari atas
kebawah. Sementara dalam satu periode semakin kekanan jari jari atomnya
semakin kecil. Dalam satu golongan, semakin kebawah letak suatu unsur dalam
sistem periodik, semakin bertambah periodenya. Unsur unsur dalam satu
golongan dari atas kebawah jari jari atomnya semakin besar karena jumlah kulit
atom semakin bertambah. Dalam satu periode semua unsur memiliki jumlah kulit
yang sama. Semakin kekanan letak suatu unsur dalam sistem periodik, semakin
bertambah jumlah elektron pada kulit terluarnya, yang diikuti dengan
bertambahnya jumlah proton pada inti atom. Dengan demikian, gaya tarik
menarik antara protan dan elektron semakin besar dan akibatnya jari jar atom
semakin kecil.

2) Potensial Ionisasi
Potensial ionisasi adalah energi minimum yang di perlukan oleh suatu
atom netral atau ion untuk melepas satu elektron yang terikat paling luar dalam
fase gas terisolasi. Suatu atom netral di beri energi hingga sebuah elektronnya
terlepas, energi yang di berikan ini di sebut sebagai potensial ionisasi
pertama.ionisasi pertama merupakan energy yang digunakan untuk ionisasi sesuai
persamaan berikut ini
Apabila terdapat Na+ (g) di berikan lagi energi sehingga terbentuk Na 2+(g) , energy
yang di berikan ini di sebut sebagai potensial ionisasi kedua, dan seterusnya.
Elektron electron dalam suatu atom atau ion saling tarik menarik dengan inti
atom atau ion tersebut sehingga potensial ionisasinya berharga positif. Semakin
kecil jari jari atom, potensial ionisasinya semakin besar. Dalam satu periode
unsur unsur memiliki jumlah kulit atom yang sama. Semakin kekanan letak
suatu unsur dalam sistem periodik, semakin bertambah jumlah elektron pada kulit
terluarnya.

3) Aifnitas elektron
Afinitas elektron adalah energy yang di lepaskan atau di serap ketika satu
elektron ditambah ke atom atau ion dalam fase gas terisolasi.
Afinitas elektron umumnya bersifat eksotermis (melepaskan energi), karena
elektron yang masuk akan mengalami gaya tarik menarik dengan inti atom.
Variasi afinitas elektron juga di pengaruhi oleh ukuran atom. Semakin dekat atom
ke inti atom, semakin besar pula pengaruh gaya tarik inti yang di rasakan elektron
tersebut. Atom yang memiliki ukuran yang paling kecil akan memiliki muatan inti
efektif yang tinggi pada kulit terluarnya, sehingga memiliki afinitas elaktron yang
tinggi. Secara umum dalam satu golongan semakin kebawah, afinitas elektronya
semakin kecil. Sementara dalam satu periode semakin ke kana, afinitas
elektronnya semakin besar. Semakin kecil jari jari atom afinitas elektronnya
semakin besar.

4) Keelektronegatifan
Keelektronegatifan merupakan ukuran kemamapuan suatu atom untuk

menarik elektron dalam ikatannya ketika atom atom tersebut membentuk ikatan.

Unsurunsur yang memiliki keelektronegatifan tinggi memiliki kemampuan lebih

besar untuk menarik elektron ikatannya. Dalam suatu molekul, unsur yang lebih

elektronegatif bermuatan parsial negatif, sedangkan unsur unsur yang kurang


elektronegatif akan bermuatan parsial positif. Keelektronegatifan merupakan

suatu konsep dan tidak memiliki satuan karena hanya merupakan perbandingan

kemampuan untuk menarik electron.

Secara umum dalam satu periode semakin kekanan, keelktronegatiffan unsur

unsur semakin meningkat seiring dengan menurunnya karakter logam.

Sebaliknya, dalam satu golongan semakin ke bawah keelektronegatifan unsur

unsur semakin menurun. Semakin kecil jari jari atom, keelktronegatifannya

semakin besar.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari pembahasan yang dipresentasikan di atas dapat disimpulkan bahwa:
a. Tabel Periodik Unsur adalah pengelompokan unsur-unsur berdasarkan
kemiripan sifat mengalami perkembangan dari yang paling sederhana hingga
modern.
b. Sifat sifat unsur yang berubah secara teratur di sebut sifat periodik unsur
terdiri dari : Jari jari atom, Potensial ionisasi, Aifnitas elektron,dan
Keelektronegatifan.
c. Sistem priodik merupakan suatu cara untuk mengelompokkan unsur-unsur
berdasarkan sifatnya. Pengelompokkan unsur tersebut terdapat golongan,
periode, dan sifat-sifat unsur dalam system periodik modern.
2. Saran
Dari semua pembahasan materi yang telah kami sampaikan, kami
berharap teman-teman bisa mengerti lagi tentang sistem periodik unsur ini, dan
semoga teman-teman memperoleh manfaat yang ada dalam meteri tersebut. Jika
ada terdapat kekurangan terhadap materi kami, kami mohon maaf, terima kasih
telah memperhatikan sekaligus memahami materi kami.

Diposkan oleh mohamat sukardi di 00.39


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke
FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Contoh makalah kimia, contoh makalah SPU kimia, contoh materi SPU,
Materi Kimia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Lama Beranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Mengenai Saya

mohamat sukardi
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
2016 (2)

o April (2)

Contoh Makalah Sistem Priodik Unsur

contoh makalah kimia KONSEP MOL


Template Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.
KIMIA KU widget Senin, 05 Mei 2014 Makalah Struktur Atom BAB 1
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semua benda di alam ini tentunya dibentuk
dari partikel-partikel yang amat kecil yang disebut atom. Pada perkembangannya
ternyata atom bukanlah partikel yang paling kecil sebagai pembentuk suatu benda
atau senyawa, akan tetapi atom terbentuk dari partikel-partikel dasar yang lebih
kecil lagi. Seorang ahli fisika Denmark, Niels Bohr mengemukakan teorinya
tentang model atom yang di kenal dengan model atom Bohr.Kemudian teori atom
Bohr di tinggalkan karena munculnya teori mekanika gelombang. Orbital
merupakan analog mekanika gelombang dari orbit Bohr. Dalam mekanika
gelombang terdapat bilangan kuantum n,l,m dan s. Terdapat juga berbagai jenis
orbital yang disebut s,p,d,f dan juga bentuk-bentuk orbital. Kongurasi elektron
menggambarkan penataan/susunan elektron dalam atom. Dalam menentukan
konfigurasi elektron suatu atom, ada 3 aturan yang harus dipakai, yaitu Aturan
Aufbau, Aturan Pauli, dan Aturan Hund. Oleh karena itu, dibuatlah makalah ini
untuk membahas tentang struktur atom pada perkembangan teori model atom bohr
dan mekanika gelombang, bilangan kuantum dan konfigurasi elektron. 1.2
Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai
berikut. 1. Bagaimana perkembangan model atom bohr dan model atom mekanika
gelombang? 2. Bagaimana bentuk dan deskripsi orbital atom dalam mekanika
gelombang? 3.Bagaimana menyusun elektron ( konfigurasi elektron) menurut
aturan aufbau, prinsip pauli, dan aturan hund? 4. Apa perbedaan struktur atom
sederhana dengan atom berelektron banyak ? 1.3 Tujuan Makalah Adapun tujuan
dari makalh ini adalah sebagai berikut. 1. Untuk mengetahui perkembangan model
atom bohr dan model atom mekanika gelombang. 2. Untuk mengetahui bentu dan
deskripsi orbital atom dalam mekanika gelombang. 3. Untuk menyusun elektron
(konfigurasi elektron) menurut aturan aufbau, prinsip pauli, dan aturan hund 4.
Untuk membedakan struktur atom sederhana dengan atom berelektron banyak.
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pendahuluan Sebelum tahun 1913 sejumlah besar
karya eksperimen telah dilakukan untuk mengukur frekuensi cahaya yang dapat
diserap atau dikeluarkan atom.Ditemukan suatu sifat khas atom, yaitu bahwa
mereka menyerap dan mengeluarkan cahaya hanya pada frekuensi tertentu saja.
Sifat khas atom ini diketahui melalui suatu percobaan yang disebut spektrum
atom. Spektrum atom adalah radiasi yang dihasilkan oleh atom yang tereksitasi.
Pada zaman dulu, percobaan spektrum atom terkonsentrasi hanya pada atom
hidrogen saja mengingat atom inilah yang paling sederhana dari sekian banyak
atom pada unsur lain. Spektrum atom dibagi menjadi dua, yaitu: - Spektrum
kontinu : radiasi yang dihasilkan oleh atom yang tereksitasi yang terdiri dari
berbagai warna yang bersinambungan, yaitu ungu, biru, hijau, kuning, jingga,
merah. http://2.bp.blogspot.com/-
PsdnwbpYioI/TrMZzAiqLkI/AAAAAAAAAD0/FnmeShEsPIo/s1600/spektrum-
kontinu.JPG Semakin besar panjang gelombang maka semakin kecil energinya,
maka artinya sinar ungu mempunyai foton dengan energi terbesar, sedangkan
sinar merah mempunyai foton dengan energi terkecil. - Spektrum diskontinu atau
spektrum garis : radiasi yang dihasilkan oleh atom yang tereksitasi yang hanya
terdiri dari beberapa warna garis yang terputus putus. http://2.bp.blogspot.com/-
l29rgmB2Hp8/TrMbhAiSogI/AAAAAAAAAD8/Fh6rjyww8Wk/s320/spektrumat
omhidrogen.JPG Gambar di atas adalah contoh dari radiasi gas hidrogen yang
hanya memiliki beberapa garis warna yang terputus putus, yaitu ungu, biru,
merah. Spektrum garis yang diperoleh dari sebuah unsur berbeda dengan
spektrum dari unsur lainnya.Spektrum atom hidrogen mencakup berbagai panjang
gelombang dari mulai daerah inframerah sampai ultraviolet. Garis-garis spektra
atom hidrogen terdiri atas beberapa deret garis konvergen. Pola yang dianut
mengikuti secara seksama persamaan-persamaan berikut: 1. Deret Ultraviolet
(Lyman) `v = R ( ) n = 2,3,4,5 . 2. Deret Tampak (Balmer) `v = R () n = 3,4,5,6
. 3. Deret Inframerah (Paschen) `v = R () n = 4,5,6,7 . Rumus-rumus tersebut
dikembangkan oleh Rydberg, mengandung tetapan empirik, R, yang sama dengan
109.678 cm-1. Jelaslah bahwa garis-garis itu merupakan kasus khusus dengan
rumus umum: v = R () m = 1,2,3,4 . n = (m+1), (m+2), (m+3), . Teori
mekanika kuantum (Max planck) Pada tahun 1900 Max planck menumbangkan
teori para ahli fisika yang mengatakan bahwa radiasi elektromagnetik bersifat
kontinu. Max planck mengajukan pertanyaan bahwa radiasi elektromagnetik
bersifat diskret, yaitu suatu benda hanya dapat menyerap atau memancarkan
radiasi elektromagnetik dalam bentuk paket paket kecil. Paket kecil itu dinamakan
kuantum. Teori Max planck menunjukkan bahwa elektron hanya dapat berada
pada tingkat terntentu. Energi pada setiap kuantum atau paket paket kecil
tergantung pada frekuensi radiasi yang dipancarkan atau diserap. Maka
diperolehlah rumus: E = h x f E : Energi kuantum h : Tetapan planck (6,63 x 10-
34) f : frekuensi radiasi (hertz = det -1) Teori Max planck diperkuat oleh teori efek
fotolistrik yang dikemukakan oleh Albert einstein pada tahun 1905. efek
fotolistrik adalah keadaan dimana cahaya mampu mengeluarkan elektron dari
permukaan logam (yang paling jelas adlaah pada logam alkali), oleh Einstein
untuk satuan cahaya, satu kuantum radiasinya diberi nama foton. Teori Niels bohr
Pada tahun 1913 Niels bohr dapat menjelaskan mengapa spektrum atom berupa
spektrum garis (diskontinu) dengan menggunakan teori Max planck. Model
menurut Bohr adalah sebagai berikut: - Atom inti bermuatan positif sedangkan
disekelilingnya terdapat elektron yang bermuatan negatif. - Spektrum atom
menunjukkan bahwa elektron dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan
tertentu dengan tingkat energi tertentu pula. Pada lintasan itu elektron bersifat
tetap (stasioner) tanpa pemancaran atau penyerapan energi.Lintasan tersebut
berupa lingkaran dengan jari jari tertentu yang disebut dengan kulit atom. - Pada
keadaan normal elektron menempati kulit terendah, yaitu dimulai dari kulit K, L,
M, dan seterusnya. Keadaan di mana elektron menempati kulit terendah disebut
tingkat dasar (ground state) - Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan ke
lintasan yang lain dengan adanya penyerapan atau pemancaran energi. Keadaan
dimana elektron berpindah dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi
disebut keadaan tereksitasi (excitade state).Namun keadaan tereksitasi merupakan
keadaan yang tidak stabil dan hanya berlangsung sebentar. Elektron akan kembali
pada tingkat energi yang lebih rendah disertai dengan pelepasan energi berupa
gelombang elektromagnet. Energi yang menyertai perpindahan elektron bisa
dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5CDelta%20E%20=%20E_%7Bf%7D-E_
%7Bi%7D http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5CDelta%20E%20=%20Energi
%5C,%5C,%20yang%5C,%20menyertai%5C,%5C,%20perpindahan%20%5C:
%5C,%20elektron http://latex.codecogs.com/gif.latex?E_%7Bf%7D=%20Tingkat
%5C,%20%5C,%20energi%5C,%20%5C,%20akhir
http://latex.codecogs.com/gif.latex?E_%7Bi%7D=%20Tingkat%5C,%20%5C,
%20energi%5C,%20%5C,%20mula%5C,%20%5C,%20mula Oleh karena
perpindahan elektron ini berlangsung antara kulit yang sudah tertentu tingkat
energinya, maka atom hanya akan memancarkan radiasi dengan tingkat energi
tertentu pula. Dengan demikian telah dijelaskan mengapa spektrum atom berupa
spektrum garis. Berikut adalah model atom Bohr. http://4.bp.blogspot.com/-
txvHNOTFU74/TrO2HKlB89I/AAAAAAAAAEE/o6wioQnwJa0/s1600/c-
atom_e.gif (http://jurusanipa.blogspot.com/2011/11/struktur-atom-part-1.html) 2.2
Mekanika Gelombang Hukum-hukum fisika klasik sering dianggap sebagai
kebenaran yang bersifat universal.Dalam fisika klasik, sifat-sifat fisika dapat
diramalkan dengan pasti.Akan tetapi, hukum fisika klasik ini memiliki masalah
dengan eksperimen kuantum, yaitu kecenderungan yang tampaknya tidak dapat
dihindari manusia ketika mempengaruhi situasi dan kecepatan partikel yang
begitu kecil.Hal ini terjadi hanya pada pengamatan partikel saja dan membuat
para fisikawan kuantum frustasi. Selama tahun 1920-an melalui suatu percobaan
hipotesis Niels Bohr dan Werner Heisenberg berusaha menentukan sampai berapa
jauh kecepatan yang dapat diperoleh dalam penentuan sifat-sifat partikel sub-
atomik. Dalam percobaan hipotesisnya, mereka menggunakan variabel x sebagai
kedudukan partikel dan variabel p sebagai momennya. Kesimpulan dari percobaan
hipotesis ini adalah bahwa dalam pengukuran kecepatan dan kedudukan partikel
sub-atomik selalu terdapat ketidakpastian atau dengan kata lain Tidak mungkin
dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada
saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron
pada jarak tertentu dari inti atom, sehingga hasil kali antara ketidakpastian dalam
kedudukan (Dx) dengan ketidakpastian momen (Dp) adalah: Dx .Dp Persamaan
yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian Heisenberg ini begitu penting sebab
persamaan ini memperlihatkan bahwa kedudukan dan momen suatu partikel tidak
dapat diukur dengan ketepatan tinggi sekaligus.Gerakan lintasannya pun tidak
dapat diramalkan dengan pasti (petrucci, 1987). Penemuan prinsip ketidakpastian
oleh Heisenberg ini memunculkan suatu teori baru mengenai model atom, yakni
model atom mekanika gelombang. Model atom mekanika gelombang
dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Berdasarkan prinsip ketidakpastian
Heisenberg, terdapat suatu daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian
untuk mendapatkan elektron yang disebut dengan orbital.Bentuk dan tingkat
energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger
memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk
menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.
Persamaan Schrodinger image x,y dan z = Posisi dalam tiga dimensi Y = Fungsi
gelombang m = massa = h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14 E =
Energi total V = Energi potensial Model atom dengan orbital lintasan elektron ini
disebut model atom modern atau model atom mekanika gelombang yang berlaku
sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini. Awan elektron disekitar
inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron.Orbital menggambarkan tingkat
energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama
akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. image
Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari
beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum
tentu sama. Ciri khas model atom mekanika gelombang: 1. Gerakan elektron
memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti
model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang
disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya
elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom) 2. Bentuk dan ukuran orbital
bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang
menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut) 3. Posisi elektron
sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti,
tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron (sunyono,
2012) 2.3 Orbital Atom dalam Mekanika Gelombang Istilah orbital atom dapat
secara langsung merujuk pada daerah tertentu pada sekitar atom yang ditentukan
oleh fungsi matematis kemungkinan penemuan elektron didaerah tersebut.Secara
spesifik, orbital atom menyatakan keadaan-keadaan kuantum yang mungkin dari
suatu elektron dalam sekumpulan elektron di sekeliling atom. Kita dapat
menganalogikan orbital atom ini seperti planet yang mengelilingi matahari.
Namun bila beranalogi menggunakan planet mengelilingi Matahari, elektron tidak
dapat digambarkan sebagai partikel padat, sehingga orbital atom pula tidak akan
menyerupai lintasan revolusi planet. Orbital atom dapat dianalogikan lebih akurat
dengan cara mengilustrasikan atmosfer dan planet dimana atmosfer (sebagai
elektron) yang berada di sekeliling planet kecil (sebagai inti atom). Orbital atom
dengan persis menggambarkan bentuk geometri atmosfer ini hanya ketika terdapat
satu elektron yang ada dalam atom. Ketika elektron yang lebih banyak
ditambahkan pada suatu atom, elektron tambahan tersebut cenderung mengisi
volume ruang di sekeliling inti atom secara merata sehingga kumpulan elektron
(kadang-kadang disebut "awan elektron") tersebut umumnya cenderung
membentuk daerah probabilitas penemuan elektron yang berbentuk bola.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/11/Electron_orbitals.sv
g/350px-Electron_orbitals.svg.png Orbital-orbital pada gambar di atas disusun
seiring dengan meningkatnya energi.Perhatikan bahwa orbit atom adalah fungsi
dari tiga variabel (dua variabel sudut, dan satu variabel jari-jari r). Penggambaran
di atas adalah sesuai dengan komponen sudut orbital, namun tidaklah sepenuhnya
dapat mewakili keseluruhan bentuk orbital yang ada. Gagasan bahwa elektron
dapat berevolusi di sekeliling inti atom dengan momentum sudut yang pasti
diargumenkan dengan penuh keyakinan oleh Niels Bohr pada tahun 1913, dan
fisikawan Jepang Hantaro Nagaoka pun telah mempublikasi hipotesis perilaku
orbit elektron seawal tahun 1904.Namun adalah penyelesaian persamaan
Schrdinger pada tahun 1926 untuk gelombang elektron pada atom yang
memberikan fungsi matematis orbital atom modern. Oleh karena berbeda dengan
"orbit" mekanika klasik, istilah "orbit" elektron pada atom digantikan dengan
istilah orbital, yang diciptakan oleh kimiawan Robert Mulliken pada tahun
1932.Orbital atom umumnya dideskripsikan sebagai fungsi gelombang dengan
bilangan kuantumn, l, m yang berkorespondensi dengan energi, momentum sudut,
dan arah momentum sudut pasangan elektron secara berurutan.Setiap kombinasi
tiga bilangan kuantum n, l, m dan berkaitan denganorbital elektron yang berbeda-
beda. Semua orbital yang mempunyai nilai bilangan kuantum n yang sama,
dikatakan berada dalam kulit elektron utama atau peringkat utama yang sama dan
semua orbital yang mempunyai nilai l yang sama dikatakan berada dalam sub
kulit atau sub peringkat yang sama. Tiap-tiap orbital (ditentukan oleh sehimpunan
bilangan kuantum yang berbeda) yang secara maksimal hanya dapat menampung
dua elektron ini memiliki nama klasik s,p,d, dan f. Nama-nama ini berasal dari
karakteristik yang terpantau pada garis spektroskopi masing-masing, yakni sharp,
principal, diffuse, dan fundamental. Nama orbital setelah orbital f dinamakan
secara alfabetis mulai dari g (http://id.wikipedia.org/wiki/Orbital_atom) Setiap
jenis orbital memiliki bentuk geometri yang khas. Berikut penjelasan untuk tiap
jenis orbital: 1. Orbital yang paling sederhana adalah orbital s dimana pada setiap
subkulit s terdiri atas 1 buah orbital yang berisi 2 elektron. Orbital s berbentuk
bola simetri yang menunjukkan bahwa elektron memiliki kerapatan yang sama,
jika jarak dari inti atom juga sama. Ukuran orbital atom dipengaruhi oleh
besarnya nilai bilangan kuantum utama, yaitu semakin besar nilai bilangan
kuantum utamanya, maka ukuran orbital atomnya juga semakin besar. 2. Orbital p
berbentuk seperti balon terpilin. Kepadatan elektron tidak tersebar merata,
melainkan terkonsentrasi dalam dua daerah yang terbagi sama besar dan terletak
pada dua sisi berhadapan dari inti yang terletak di tengah. Subkulit p terdiri atas 3
orbital dan tiap orbital bentuknya sama. Hanya saja meskipun memiliki bentuk
yang sama, ketiganya memiliki arah orientasi yang berbeda. Perbedaan arah ini
disebabkan karena letak konsentrasi kepadatan elektronnya. 3. Orbital d memiliki
5 orbital dengan bentuk yang kompleks dan orientasi yang berbeda. Empat orbital
memiliki bentuk yang sama, sementara satu orbital bentuknya berbeda. Keempat
orbital tersebut mempunyai kepadatan elektron yang bentuknya sama tetapi
memiliki perbedaan pada arah berkumpulnya kepadatan elektron. Sementara satu
orbital lagi bentuknya berbeda dari yang keempat orbital sebelumnya, namun
energi yang dimiliki oleh orbital ini sama dengan keempat orbital tersebut. 4.
Orbital f memiliki bentuk orbital yang lebih rumit dan lebih kompleks
dibandingkan orbital s, p dan d. Setiap subkulit f mempunyai 7 orbital dengan
energi yang setara. Orbital f ini hanya digunakan untuk unsur-unsur transisi yang
letaknya lebih dalam. (http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/04/orientasi-
dan-bentuk-orbital-s-p-d-f-elektron-bilangan-kuantum-atom.html?m=1). 2.4 Spin
elektron, Prinsip Eksklusi, dan Konfigurasi elektron A. Spin (Rotasi) Elektron
Pada tahun 1925, Uhlenbeck dan Goudsmit mengajukan bahwa sifat yang tak
dapat dijelaskan mengenai struktur atau garis-garis halus pada spektrum hidrogen
dapat dipahami apabila di anggap elektron mempunyai bilangan kuantum
keempat. Sifat-sifat elektron yang berkaitan dengan bilangan kuantum keempat
kemudian dikenal dengan spin elektron atau ligatan elektron. Terdapat dua
kemungkinan rotasi elektron, bilangan kuantum yang menyatakan rotasi elektron
yaitu ms, dapat mempunyai nilai (juga dinyatakan dengan tanda panah ) atau -
(dinyatakan dengan tanda ). Nilai Ms tidak bergantung pada bilangan kuantum n,
l dan ml. .Meski demikian, bilangan kuantum spin ini memegang peranan penting
terhadap cara elektron-elektron menempati orbital, apabila terdapat dua atau lebih
elektron. Sekalipun konsep rotasi elektron ini telah ditemukan, tentu tidak akan
berguna bila keberadaan sifat ini tidak diketahui. Hingga akhirnya pada tahun
1912, Stern dan Gerlach membuktikan keberadaan spin elektron ini dalam suatu
percobaan dimana Stern dan Gerlach menemukan bahwa berkas atom perak atau
atom natrium, yang memiliki hanya satu elektron pada kulit terluar, berpisah
membentuk dua garis dalam sebuah medan magnet tidak homogen. Eksperimen
ini memberikan gambaran bahwa sebuah elektron memiliki sebuah momen
magnetik, yang merupakan sifat magnetik yang berkaitan dengan arus listrik
melingkar. Penjelasan sederhana mengenai spin elektron dapat dilihat seperti
berikut. 1. Sebuah elektron memiliki spin elektron karena berotasi 2. Sepasang
elektron yang rotasinya berlawanan tidak membentuk medanmagnetik 3. Pada
atom perak, 23 elektron memiliki satu macam rotasi yang berlawanan dengan
rotasi 24 elektron lainnya. Arah pembiasan atom perak dalam medanmagnetik
bergantung pada jenis rotasi elektron yang ganjil ini. 4. Dalam sekumpulan atom
perak terdapat kemungkinan yang sama bagi elektron ganjilnya mempunyai
rotasi - sehingga berkas cahaya atom terbagi dua (Petrucci, 1987). B. Prinsip
eksklusi dan Konfigurasi Elektron Kongurasi elektron menggambarkan
penataan/susunan elektron dalam atom. Dalam menentukan konfigurasi elektron
suatu atom, ada 3 aturan yang harus dipertimbangkan dalam penentuan
konfigurasi elektron suatu atom dan prinsip ini berlaku untuk bermacam-macam
unsur, yaitu : Aturan Aufbau, Aturan Pauli, dan Aturan Hund. 1. Aturan Aufbau
Pengisian orbital dimulai dari tingkat energi yang rendah ke tingkat energi yang
tinggi.Elektron mempunyai kecenderungan menempati terlebih dulu subkulit yang
energinya rendah. Besarnya tingkat energi dari suatu subkulit dapat diketahui dari
bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum azimuth ( l ) dari orbital
tersebut. Orbital dengan harga (n + l) lebih besar mempunyai tingkat energi yang
lebih besar. Jika harga (n + l) sama, maka orbital yang harga n-nya lebih besar
mempunyai tingkat energi yang lebih besar. Urutan energi dari yang paling rendah
ke yang paling tinggi sebagaimana diagram yang dibuat oleh Mnemonik Moeler
adalah sebagai berikut: 1s < 2s < 2p < 3s < 3p < 4s < 3d < 4p < 5s < 4d < 5p < 6s
< 4f < 5d . http://esdikimia.files.wordpress.com/2010/08/mnemonik-
mooeler.jpg?w=640&h=400&h=400 2. Aturan Pauli (Eksklusi Pauli) Aturan ini
dikemukakan oleh Wolfgang Pauli pada tahun 1926. Yang menyatakan Tidak
boleh terdapat dua elektron dalam satu atom dengan empat bilangan kuantum
yang sama. Aturan Pauli dikenal juga dengan prinsip eksklusi. Pauli menemukan
prinsip eksklusi ini ketika ia mempelajari spektrum atomic. Kita bisa menentukan
berbagai keadaan sebuah atom dari spektrumnya, dan bilangan kuantum keadaan
ini dapat di cari.Dalam spektrum setiap unsur selai hidrogen, tidak terdapat
sejumlah garis; garis ini bersesuaian dengan transisi dari dan keadaan yang
memiliki kombinasi bilangan kuantum tertentu. Jadi, dalam helium tidak teramati
dari dan ke konfigurasi keadaan dasar dengan kedua spin elektron berarah sama
sehingga menghasilkan spin total 1, walaupun transisi dari dan ke konfigurasi
keadaan dasar dengan spin elektron berlawanan sehingga spin totalnya nol,
teramati. Pada keadaan yang tidak mungkin, bilangan kuantum kedua elektron
harus sama dengan n = 1, l = 0, Ml = 0, dan Ms = , sedangkan dalam keadaan
yang mungkin ada, satu elektron memiliki Ms = dan yang lainnya Ms = - .
Pauli menunjukan setiap keadaan atomic yang tidak teramati mengandung dua
atau lebih elektron dengan bilangan kuantum yang identik, dan prinsip eksklusi
merupakan pernyataan dari hasil eksperimen tersebut
(http://ekomuhtar.blogspot.com/2011/11/prinsip-eksklusi.html). Orbital yang sama
akan mempunyai bilangan kuantum n, l, dan m yang sama tetapi yang
membedakan hanya bilangan kuantum spin (s). Dengan demikian, setiap orbital
hanya dapat berisi 2 elektron dengan spin (arah putar) yang berlawanan. Jadi, satu
orbital dapat ditempati maksimum oleh dua elektron, karena jika elektron ketiga
dimasukkan maka akan memiliki spin yang sama dengan salah satu elektron
sebelumnya. Contoh : Pada orbital 1s, akan ditempati oleh 2 elektron, yaitu :
Elektron Pertama n=1, l=0, m=0, s= + Elektron Kedua n=1, l=0, m=0, s=
(Hal ini membuktikan bahwa walaupun kedua elektron mempunyai n, l dan m
yang sama tetapi mempunyai spin yang berbeda) 3. Aturan Hund Aturan ini
dikemukakan oleh Friedrick Hund pada tahun 1930 yang menyatakan bahwa
elektron-elektron dalam orbital-orbital suatu subkulit cenderung untuk tidak
berpasangan. Elektron-elektron baru berpasangan apabila pada subkulit itu sudah
tidak ada lagi orbital kosong. Untuk memperlihatkan penyebaran elektron-
elektron pada orbital-orbital dalam suatu subkulit, konfigurasi elektron dituliskan
dalam bentuk diagram orbital.Suatu orbital digambarkan dalam bentuk kotak,
sedangkan elektron yang menghuni orbital digambarkan dengan dua anak panah
yang berlawanan arah.Jika orbital hanya mengandung satu elektron, maka anak
panah yang ditulis mengarah ke atas. Dalam menerapkan aturan hund, maka kita
harus menuliskan arah panah ke atas terlebih dahulu pada semua kotak, baru
kemudian diikuti dengan arah panah ke bawah jika masihterdapat elektron
sisanya. http://esdikimia.files.wordpress.com/2010/08/hund.jpg?
w=640&h=400&h=400 (http://dsupardi.wordpress.com/kimia-xi/teori-atom-
mekanika-kuantum/) 2.5 Struktur Atom dengan Banyak Elektron Cara konfigurasi
elektron menyusun keadaan dasar atom bagi setiap unsur di tentukan secara
sistematik dengan membangun konfigurasi menurut naiknya nomor atom. Pada
pengerjaannya prinsip eksklusi pauli perlu diamati (tidak lebih dari dua elektron
setiap orbital), dan setiap tambahan elektron harus diperuntukkan bagi orbital
energi terendah yang belum terisi. Keadaan dasar hidrogen adalah 1s1 . Pada
helium, elektron lain dapat di tempatkan pada orbital yang sama, memberikan
1s2 . Kulit utama yang pertama (n =1) sekarang terisi penuh. Unsur berikutnya ,
lithium, mempunyai elektron ketiga yang diperuntukkan bagi orbital terendah
berikutnya, 2dan konfigurasinya adalah 1s1 2s1 (Cotton dan Wilkison, 2007).
Sampai saat ini, penjelasan mengenai orbital elektron hanya terbatas pada atom
hidrogen atau atom-atom yang mengandung elektron tunggal. Hal ini disebabkan
karena sangat sulit menyelesaikan persamaan matematis atom berlektron banyak.
Namun seperti halnya hidrogen, bilangan-bilangan kuantum dan orbital sejenis
yang ada pada hidrogen dimiliki juga pada atom berlektron banyak. Akan tetapi,
meski orbital-orbital dalam bilangan kuantum utama sama, atom hidrogen tidak
memiliki energi orbital yang sama pada atom berelektron banyak. Ada faktor yang
mempengaruhi perbedaan penting antara atom hidrogen dan atom berlektron
banyak dalam hal energi orbital, yaitu: - efek muatan inti. - efek melindungi
(petrucci, 1987). BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Perkembangan teori model
atom bohr dimulai dari ditemukannya spektrum atom hidrogen dimana spektrum
atom ini menghasilkan spektrum kontinu dan spektrum diskontinu. Selanjutnya,
teori mekanika kuantum planck menemukan bahwa radiasi elektromagnetik
bersifat diskret, yaitu suatu benda hanya dapat menyerap atau memancarkan
radiasi elektromagnetik dalam bentuk paket paket kecil. Paket kecil itu dinamakan
kuantum. Selanjutnya, Teori Max planck diperkuat oleh teori efek fotolistrik yang
dikemukakan oleh Albert einstein pada tahun 1905. Pada akhirnya, Niels Bohr
berhasil membuat postulat yang menjadi dasar model atomnya dimana postulat itu
berbunyi: - Atom inti bermuatan positif sedangkan disekelilingnya terdapat
elektron yang bermuatan negatif. - Spektrum atom menunjukkan bahwa elektron
dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan tertentu dengan tingkat energi
tertentu pula. Pada lintasan itu elektron bersifat tetap (stasioner) tanpa pemancaran
atau penyerapan energi.Lintasan tersebut berupa lingkaran dengan jari jari tertentu
yang disebut dengan kulit atom. - Pada keadaan normal elektron menempati kulit
terendah, yaitu dimulai dari kulit K, L, M, dan seterusnya. Keadaan di mana
elektron menempati kulit terendah disebut tingkat dasar (ground state) - Elektron
hanya dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan yang lain dengan adanya
penyerapan atau pemancaran energi. Selanjutnya, perkembangan model atom
mekanika gelombang didasarkan pada prinsip ketidakpastian Heisenberg, yaitu :
Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara
seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian
menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom. Akhirnya, model atom
mekanika gelombang muncul dengan ciri khas, yaitu: Gerakan elektron memiliki
sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model
Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut
orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron
dengan keadaan tertentu dalam suatu atom) Bentuk dan ukuran orbital
bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang
menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut) Posisi elektron
sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti,
tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron. Konsep
penyusunan elektron ada 3 aturan, yaitu aturan aufbau yang berbunyi Pengisian
orbital dimulai dari tingkat energi yang rendah ke tingkat energi yang tinggi,
prinsip eksklusi pauli yang berbunyi Tidak boleh terdapat dua elektron dalam
satu atom dengan empat bilangan kuantum yang sama, dan aturan hund yang
berbunyi elektron-elektron dalam orbital-orbital suatu subkulit cenderung untuk
tidak berpasangan. Perbedaan struktur atom sederhana dengan struktur atom
berelektron banyak terdapat pada energi orbitalnya.Faktor yang mempengaruhi
energi orbital ini terdapat pada efek muatan inti dan efek melindungi. 3.2 Saran
Adapun saran dari makalah ini adalah sebagai berikut: Dalam penulisan makalah
ini penulis masih banyak kekurangan terutama dalam mendapatkan referensi dan
kesulitan dalam mengerti bahasa buku referensi tersebut, sehingga informasi yang
didapat dari buku kurang disampaikan secara maksimal pada makalah ini.
Sebaiknya, pembaca juga mencari referensi lain untuk menambah wawasan yang
lebih banyak disebabkan terbatasnya materi dalam makalah ini. Daftar Pustaka
Cotton dan Wilkinson. 2007. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI-Press Petrucci,
Ralph H.dan Suminar. 1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Jilid I.
Jakarta: Erlangga Sunyono. 2012. Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) Topik:
Stoikiometri dan Struktur Atom. Bandar Lampung: Universitas Lampung
http://dsupardi.wordpress.com/kimia-xi/teori-atom-mekanika-kuantum/
http://id.wikipedia.org/wiki/Orbital_atom
http://ekomuhtar.blogspot.com/2011/11/prinsip-eksklusi.html
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/04/orientasi-dan-bentuk-orbital-s-p-
d-f-elektron-bilangan-kuantum-atom.html?m=1
http://jurusanipa.blogspot.com/2011/11/struktur-atom-part-1.html Diposkan oleh
yeni afifah di 00.35 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi
ke FacebookBagikan ke Pinterest Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting
Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Mengenai Saya Foto saya yeni afifah Bersyukurlah dalam keadaan apapun, karena
dengan bersyukur kebahagiaan itu akan hadir :) Lihat profil lengkapku Arsip Blog
2014 (4) Mei (4) konfigurasi elektron Pengaruh Ligan Terhadap Ion
Kompleks Makalah Struktur Atom Makalah Halogen Yeni Afifah Buat Lencana
Anda [Click to get more.] Widget-Animasi Template Tanda Air. Gambar template
oleh gweem_fairy. Diberdayakan oleh Blogger.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef

@bang
Pages
Beranda

Home MAKALAH MOLEKUL

MAKALAH MOLEKUL
By: Anak Oggie On: Sunday, 25 November 2012 - 07:39 Respons: 0 comments

KATA PENGANTAR

Puji da syukur kita panjatkan kehadirat Allo SWT, karena


alhamdulillah dengan limpahan karunia dan nikmat-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah ini. Tak lupa shalawat serta salam
semoga tetap tercurah pada Nabi akhir zaman Muhammad SAW,
kepada para Sahabatnya, keluarga, serta sampai kepada kita
selaku umatnya. Amin.
Makalah berjudul Molekul ini kami buat untk memenuhi
salahsatu tugas yang diberikan guru mata pelajaran Kimia. Dan
semoga, selain memenuhi tugas tersebut, makalah ini dapat
bermanfaat bagi khalayak pembaca pada umumnya dan kami
khususnya.
Kritik dan saran sangat kami harapkan dalam upaya
perbaikan kami dalam membuat makalah. Karena sangat kami
sadari pembuata makalah ini sarat akan kekurangan.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................ I
DAFTAR ISI................................................................................... II

BAB I PENDAHULUAN................................................................... 1
1.1 Latar Belakang.............................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................ 1
1.3 Tujuan Penulisan ........................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ................................................................... 2


2.1 Pengertian Sebuah Materi/ zat....................................... 2
2.2 Penyusun Materi/ zat ..................................................... 4
2.3 Molekul dan ilmu molekuler .......................................... 5

BAB III PENUTUP.......................................................................... 9


3.1 Kesimpulan..................................................................... 9
3.2 Saran..............................................................................
10

DAFTAR PUSTAKA 11

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling


sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen)
dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil.
Menurut definisi ini, molekul berbeda dengan ion poliatomik.
Dalam kimia organik dan biokimia, istilah molekul digunakan
secara kurang kaku, sehingga molekul
organikdan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk
molekul.

Dalam teori kinetika gas, istilah molekul sering digunakan


untuk merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada
komposisinya. Menurut definisi ini, atom-atom gas
mulia dianggap sebagai molekul walaupun gas-gas tersebut
terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan. Sebuah molekul
dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama
(misalnya oksigen O2), ataupun terdiri dari unsur-unsurberbeda
(misalnya air H2O). Atom-atom dan kompleks yang berhubungan
secara non-kovalen (misalnya terikat oleh ikatan
hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak dianggap sebagai
satu molekul tunggal.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah masalah yang akan dibahas pada
makalah ini adalah :
A. Pengertian Sebuah Materi/ zat
B. Penyusun Materi/ zat
C. Molekul dan ilmu molekuler

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan tujuan penulisan makalah ini di antaranya
adalah :
Agar siswa dapat menambah wawasan dalam bidang
Kimia dasar tentang Struktur sebuah zat.
Agar siswa dapat menyelesaikan dan mengaplikasikan
soal/ permasalahan tentang zat dan molekul
Agar siswa dapat mengetahui atau memahami tentang
molekul suatu zat.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Penertian Sebuah Materi/ Zat


Zat kimia adalah semua materi dengan komposisi kimia
tertentu. Sebagai contoh, suatu cuplikan air memiliki sifat yang
sama dan rasio hidrogen terhadap oksigen yang sama baik jika
cuplikan tersebut diambil dari sungai maupun dibuat
di laboratorium. Suatu zat murni tidak dapat dipisahkan menjadi
zat lain dengan proses mekanis apapun. Zat kimia yang umum
ditemukan sehari-hari antara lain adalah air, garam (natrium
klorida), dan gula (sukrosa). Secara umum, zat terdapat dalam
bentuk padat, cair, atau gas, dan dapat mengalami
perubahan fase zat sesuai dengan
perubahantemperatur atau tekanan.

Konsep mengenai zat kimia terbentuk jelas pada akhir abad


ke-18 dengan karya kimiawan Joseph Proust mengenai komposisi
beberapa senyawa kimia murni. Ia menyatakan "Semua cuplikan
suatu senyawa memiliki komposisi yang sama; yaitu bahwa
semua cuplikan memiliki proporsi yang sama, berdasarkan
massa, dari unsur yang terdapat dalam senyawa tersebut". Ini
dikenal sebagai hukum komposisi tetap, dan merupakan salah
satu dasar dari kimia modern.
Zat Adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati
ruang. Zat bisa berupa zat padat, zat cair dan zat gas. Zat
berdasarkan kemurniannya dapat dibagi lagi menjadi tiga, yaitu :
1. Unsur
Unsur adalah suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi
menjadi bagian yang lebih kecil.
Contoh unsur :
- Unsur Emas / Au (Aurum)
- Unsur Nitrogen / N
- Unsur Platina / Pt
- Unsur Karbon / Carbon / C
2. Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur
yang saling kait-mengait.
Contoh Senyawa :
- Senyawa Oksigen / O2
- Senyawa Air / H2O
- Senyawa Alkohol / C2 H5 OH
- Senyawa Garam Dapur / NaCl
3. Campuran
Campuran adalah zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain
jenis dan tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa.
Contoh Campuran :
- Udara
- Tanah
- Air

Skema Klasifikasi Materi


(berdasarkan komposisi kimia)

2.2 Penyusun Sebuah Materi/ Zat

Partikel dasar penyusun materi dapat berupa :


1) Atom
Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih
mempunyai sifat-sifat unsur itu
Atom suatu unsur diberi lambang sama dengan
lambang unsur tersebut
Contoh : Na, Mg, Ba, Ca, Fe

2) Molekul
Molekul adalah partikel netral yang terdiri dari 2 atau lebih
atom, baik atom sejenis maupun atom yang berbeda.
Molekul yang terdiri dari sejenis atom disebut Molekul
Unsur
Molekul yang terdiri dari atom-atom yang berbeda disebut
Molekul Senyawa
Contoh : H2O; CO2; H2SO4

3) Ion
Ion adalah atom atau kumpulan atom yang bermuatan
listrik
Ion yang bermuatan positif disebut Kation, sedangkan ion
yang bermuatan negatif disebut Anion
Ion yang terdiri dari 1 atom disebut Ion Tunggal
( monoatom ), sedangkan ion yang terdiri dari 2 atau
lebih atom disebut Ion Poliatom
Contoh :
Kation Tunggal : Na+, K+
Kation Poliatom : NH4+ , H3O+
Anion Tunggal : Cl-, S2-
Anion Poliatom : NO3-, OH-

Partikel Unsur
a. Pada umumnya, setiap unsur termasuk unsur logam
mempunyai partikel berupa Atom
b. Hanya beberapa unsur non logam yang partikelnya berupa
Molekul ( contoh hidrogen H2 ; fosforus P4 ; belerang S8 )
c. Molekul yang terdiri atas 2 atom disebut Molekul Diatomik (
contoh molekul hidrogen, nitrogen )
d. Molekul yang terdiri atas lebih dari 2 atom disebut Molekul
Poliatomik ( contoh molekul fosforus, belerang )

Partikel Senyawa
o Dapat berupa Molekul ( disebut Senyawa Molekul ) atau Ion
( disebut Senyawa Ion )
o Senyawa dari unsur logam termasuk senyawa ion,
sedangkan senyawa dari unsur non logam termasuk
senyawa molekul.
Contoh senyawa molekul : air ( H 2O ) ; senyawa ion : Kalsium
karbonat ( CaCO3 )

2.3 Molekul dan Ilmu Molekuler


Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling
sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen)
dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil.
Menurut definisi ini, molekul berbeda dengan ion poliatomik.
Dalam kimia organik dan biokimia, istilah molekul digunakan
secara kurang kaku, sehingga molekul
organikdan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk
molekul.

Dalam teori kinetika gas, istilah molekul sering digunakan


untuk merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada
komposisinya. Menurut definisi ini, atom-atom gas
mulia dianggap sebagai molekul walaupun gas-gas tersebut
terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan. Sebuah molekul
dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama
(misalnya oksigen O2), ataupun terdiri dari unsur-unsurberbeda
(misalnya air H2O). Atom-atom dan kompleks yang berhubungan
secara non-kovalen (misalnya terikat oleh ikatan
hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak dianggap sebagai
satu molekul tunggal.
Ilmu yang mempelajari molekul disebut kimia
molekuler ataupun fisika molekuler bergantung pada fokus
kajiannya. Kimia molekuler berkutat pada hukum-hukum yang
mengatur interaksi antara molekul, manakala fisika molekuler
berkutat pada hukum-hukum yang mengatur struktur dan sifat-
sifat molekul. Dalam prakteknya, perbedaan kedua ilmu tersebut
tidaklah jelas dan saling bertumpang tindih. Dalam ilmu
molekuler, sebuah molekul terdiri dari suatu sistem stabil yang
terdiri dari dua atau lebih molekul. Ion poliatomik dapat pula
kadang-kadang dianggap sebagai molekul yang bermuatan.
Istilah molekul tak stabil digunakan untuk merujuk pada spesi-
spesi kimia yang sangat reaktif.

Kebanyakan molekul sangatlah kecil untuk dapat dilihat


dengan mata telanjang. Kekecualian terdapat pada DNA yang
dapat mencapai ukuran makroskopis. Molekul terkecil
adalahhidrogen diatomik (H2), dengan keseluruhan molekul
sekitar dua kali panjang ikatnya (0.74 ). Satu molekul tunggal
biasanya tidak dapat dipantau menggunakan cahaya, namun
dapat dideteksi menggunakan mikroskop gaya atom. Molekul
dengan ukuran yang sangat besar disebut
sebagai makromolekul atau supermolekul. Jari-jari molekul
efektif merupakan ukuran molekul yang terpantau dalam larutan.
Molekul memiliki geometri yang berbentuk tetap dalam
keadaan kesetimbangan. Panjang ikat dan sudut ikatan akan
terus bergetar melalui gerak vibrasi dan rotasi. Rumus kimia dan
struktur molekul merupakan dua faktor penting yang
menentukan sifat-sifat suatu senyawa. Senyawa isomer memiliki
rumus kimia yang sama, namun sifat-sifat yang berbeda oleh
karena strukturnya yang berbeda. Stereoisomer adalah salah
satu jenis isomer yang memiliki sifat fisika dan kimia yang sangat
mirip namun aktivitas biokimia yang berbeda.
Rumus Kimia
Menyatakan jenis dan jumlah relatif atom yang menyusun suatu
zat
Dibedakan menjadi 2 :
a. Rumus Molekul
Menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul
suatu zat
Contoh : rumus molekul air ( H2O )
b. Rumus Empiris
Disebut juga Rumus Perbandingan; menyatakan jenis dan
perbandingan paling sederhana dari atom-atom dalam suatu
senyawa
Contoh : Etuna dengan rumus molekul C2H2 dan mempunyai
rumus empiris CH
Rumus kimia senyawa ion adalah rumus empiris
Contoh : garam dapur ( NaCl )
Setiap molekul zat memiliki cirinya masing-masing, yaitu :
1. Ciri Khas Molekul Zat Padat
- gaya tarik menarik sangat kuat
- susunannya berdekatan satu sama lain
- letaknya berdekatan
- tidak bisa bergerak bebas

2. Ciri Khas Molekul Zat Cair


- gaya tarik menarik tidak begitu kuat
- susunannya tidak beraturan
- letaknya agak renggang
- bergerak bebas berpindah-pindah tempat

3. Ciri Khas Molekul Zat Gas


- gaya tarik menarik sangat kecil
- susunannya sangat tidak teratur
- letaknya saling berjauhan
- bergerak sangat bebas

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu


melekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terkait secara
kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna,
tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada
tekanan 100 KPa (1 bar) dan temperatur 273,15 K (0C). Zat
kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki
kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti
garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak
macam molekul organik.

Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu


keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi
dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain
yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang
mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas,
sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel
periodik, terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen
adalah nitrogen, flor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-
elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan
menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan
mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa
berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat
elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali
flor). Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh
lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen,
meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen,
dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan
pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki
sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-
molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing
molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan
dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-
menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.

Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air


melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan
dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan
temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan
sebagai sebuah ion hidrogen ( H+) yang berasosiasi (berikatan)
dengan sebuah ion hidroksida (OH-).
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Zat kimia adalah semua materi dengan komposisi kimia


tertentu. Sebagai contoh, suatu cuplikan air memiliki sifat yang
sama dan rasio hidrogen terhadap oksigen yang sama baik jika
cuplikan tersebut diambil dari sungai maupun dibuat
di laboratorium. Suatu zat murni tidak dapat dipisahkan menjadi
zat lain dengan proses mekanis apapun Secara umum, zat
terdapat dalam bentuk padat, cair, atau gas.
Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling
sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen)
dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup
stabil. Menurut definisi ini, molekul berbeda dengan ion
poliatomik. Dalam kimia organik dan biokimia,
istilah molekul digunakan secara kurang kaku, sehingga molekul
organikdan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk
molekul.
Zat Adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati
ruang. Zat bisa berupa zat padat, zat cair dan zat gas. Zat
berdasarkan kemurniannya dapat dibagi lagi menjadi tiga, yaitu :

1. Unsur, adalah suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi


lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
2. Senyawa, adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa
unsur yang saling kait-mengait.
3. Campuran, adalah zat yang tersusun dari beberapa zat
yang lain jenis dan tidak tetap susunannya dari unsur dan
senyawa.
Kebanyakan molekul sangatlah kecil untuk dapat dilihat
dengan mata telanjang. Kekecualian terdapat pada DNA yang
dapat mencapai ukuran makroskopis. Molekul terkecil
adalahhidrogen diatomik (H2), dengan keseluruhan molekul
sekitar dua kali panjang ikatnya (0.74 ). Satu molekul tunggal
biasanya tidak dapat dipantau menggunakan cahaya, namun
dapat dideteksi menggunakan mikroskop gaya atom. Molekul
dengan ukuran yang sangat besar disebut
sebagai makromolekul atau supermolekul. Jari-jari molekul
efektif merupakan ukuran molekul yang terpantau dalam larutan.

3.2 Saran

Diharapkan pihak sekolah bisa mendukung pasilitas untuk


pembuatan bahan suatu makalah supaya siswa lebih mudah
dalam mengerjakan tugas-tugasnya.
Untuk pembuatan makalah kimia dasar tentang molekul ini
kami rasa masih kurang dan kami harapkan adanya
masukan dari guru pembimbing supaya makalah ini lebih
baik lagi.
Dalam mempelajari ilmu kimia hendaknya siswa lebih
memperdalam pemahamannya pada kimia dasar dahulu
sebelum memasuki pembelajaran yang selanjutnya, karena
akan sangat menentukan kemudahan dalam pemahaman
ilmu kimia dan pengaplikasiannya.
DAFTAR PUSTAKA

Jacson, Tom. Materi Kimia, Atom dan Molekul. Jakarta:

PAKAR RAYA

http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul

http://organisasi.org/pengertian_dan_definisi_unsur_senyaw

a_dan_campuran_pada_zat_disertai_contoh_penjelasan_zat_dan_

wujudnya_ilmu_sains_fisika

http://www.acehblogger.org/Sifat_kimia_dan_fisika_air

Related Posts On
No related post available

No comments:

Post a Comment

Links to this post

Create a Link

Subscribe to: Post Comments (Atom)

About Me

Anak Oggie
View my complete profile

Followers
Popular Posts

MAKALAH Dakwah Rasulullah SAW Periode Mekah

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT


yang telahmemberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga
k...

Nama-Nama Penyakit dan Cara Pencegahannya

Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang
menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhada...

Pengertian Seni Rupa/ Unsur Seni Rupa

PENGERTIAN SENI RUPA Seni Rupa adalah sebuah konsep atau nama
untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur r...

Makalah Komunikasi Terapeutik


KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke khadirat Tuhan Yang
Maha Esa. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menye...

Makalah Penceraian

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas
segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga s...

Dakwah Rasulullah Periode Mekah

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT


yang telahmemberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga
k...

Makalah Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Aktivitas Belajar


Siswa.

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penyusun panjatkan


kehadirat Allah SWT. Karena dengan izin dan ridho-Nya makalah ini
dapat ...

Manfaat Pemisahan Campuran


KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat
Allah SWT, yang menganugerahkan beraneka ragam nikmat kepada
hamb...

PELANGGARAN HAM PADA MASA ORDE BARU

KATA PENGANTAR Bismilahirahmanirahim. Puji dan syukur kita


panjatkan kekhadirat Allah Swt yang telah memberikan taufik...

makalah Sumber Hukum Islam

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas
segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya ...

Blog Archive
2015 (1)

2013 (25)

2012 (102)

o December (12)

o November (16)

MAKALAH KETERBUKAAN DAN JAMINAN


KEADILAN

MAKALAH ION

MAKALAH ATOM

MAKALAH SEX BEBAS


MAKALAH ALKON (ALAT KONTRASEPSI)

GAGAL BOOT SETELAH INSTAL LOADER PADA


WIN 7

MAKALAH Dakwah Rasulullah SAW Periode Mekah

MAKALAH FILTRASI

PERUBAHAN FISIKA

MAKALAH MOLEKUL

MAKALAH MODEL ATOM MENURUT


RUTHERFORD

makalah pemisahan campuran

Makalah Model Atom Menurut John Dalton

makalah polutan

makalah Sumber Hukum Islam

Dakwah Rasulullah Periode Mekah

o September (6)

o August (29)

o July (39)

2011 (9)

Powered by Blogger.

Copyright 2016 @bang

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog