Anda di halaman 1dari 3

Anak laki-laki 5 thn

Badan kurus
Muka dan kaki bengkak
Suka makan nasi + kecap+krupuk, tanpa lauk
Setelah ditimbang, didapatkan BB = 11 kg
Rambut jagung, jarang, mudah rontok, mudah dicabut
Mata cekung
Perut buncit
Lengan dan kaki berbalut tulang
Anak rewel
Selama satu minggu anak sering lemas, badan kadang demam
Ayah sopir bajaj
Beli obat di warung tp tidak ada perubahan

PEMBAHASAN

1. Penyebab kumpulan gejala pada pasien

2. Bagaimana satus gizi anak tersebut ?

Data antropometrik anak = BB 11 kg


Anak disertai edema pada muka dan kaki, sehingga untuk mendapatkan berat badan aktual anak
perlu dilakukan korekse terhadap edema. Berdasarkan gambaran klinik dan keadaan umum anak,
dilakukan koreksi edema 20%.

Banyaknya edema dinilai pada setiap


pasien dengan
perhitungan edema anasarka 30% berat
badan, edema pelpebra 10% berat
badan, edema palpebra dan tibial 20%
Koreksi edema = 11 kg x 20% = 2,2 kg
Jadi, BB aktual anak = 11 kg 2,2 kg = 8,8 kg

Gizi normal BB/U > 80 %


Kurang energi protein berdasarkan klasifikasi dan istilah yang digunakan sesuai
dengan hasil lokakarya antropometri gizi dibagi menjadi tiga yaitu :

1. KEP ringan bila berat badan menurut :


Berat badan menurut umur (BB/U) 70 - 80% baku median dan atau berat
badan menurut tinggi badan (BB/TB) 80 - 90%.
2. KEP sedang bila BB/U 60 - 70% baku median dan atau BB/TB 70 80%
3. KEP berat bila BB/U <60%, baku median dan atau BB/TB <70%

Sehingga,
BB/U = 8,8 kg / 14,7 kg x 100% = 47,82% < 80%
(badan normal anak usia 5 tahun sekitar 14.700 -- 18.400 gram)

Interpretasi: Gizi buruk, KEP berat.

3. Pengaruh faktor makanan

4. Mekanisme bengkak
5. Perbedaan kwashiorkor dan marasmus
Edema adalah karakteristik dari kwashiorkor tetapi tidak ada dalam
marasmus. Studi menunjukkan bahwa marasmus merupakan respon
adaptif terhadap kelaparan, sedangkan kwashiorkor merupakan respon
maladaptif kelaparan