Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM TAMBANG BAWAH TANAH

LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTAMBANGAN


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

3.4. Pengolahan Data

3.4.1. Pengerjaan Menggunakan Perhitungan Manual


Setelah memproyeksikan secara manual data yang telah didapat dari kegiatan
pengukuran dan menggunakan perhitungan manual, maka didapat hasil sebagai
berikut :
a. Diketahui :
Skala = 1 : 50
La = 4,1 cm 50 = 2,05 m
Lb = 2,3 cm 50 = 1,15 m
Lc = 4,15 cm 50 = 2,07 m
Lab = 1,4 cm 50 = 0,7 m
Lbc = 1,1 cm 50 = 0,55 m
Lac = 3,3 cm 50 = 1,65 m
ab = 87o
bc = 63o
ac = 30o
ab = 41o
bc = 48o
ac = 31o
= 2,5 ton/m3 = 2500 kg/m3
g = 9,81 m/s2
b. Ditanyakan : AF = ...
h = ...
= ...
W = ...
c. Dijawab :
1
AF =
3
( 12 La Lb sin ab ) + ( 12 Lb Lc sin bc) +

( 12 Lb Lc sin bc)

Fitria Handayani Amar


H1C113072
PRAKTIKUM TAMBANG BAWAH TANAH
LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

1 1 1 1
( )( )(
4,1 2,3 sin 87 + 2,3 24,15 sin 63 + 2,3 4,15 sin 63
3 2 2 2 )
= 11,23 m2

1
h = ( Lab tan ab ) + ( Lbc tan bc ) + ( Lac tan ac )
3
1
= ( 1,4 tan 41 ) + ( 1,1 tan 48 ) + ( 3,3 tan 31 )
3
= 1,47 m
= g
= 2500 9,81 = 24,52 KN/m2
1
W =( AF h)
3
1
=( 11,23 1,47 ) 24,52
3
= 134,926 KN
3.4.2. Pengerjaan Menggunakan Software Unwedge
Dari kegiatan pengambilan data yang telah dilakukan pada lubang bukaan
tambang bawah tanah, maka didapat data-data sebagai berikut :
a. Data Lubang Bukaan
1) Lebar span = 2,2 m
2) Tinggi span = 1,96 m
3) Trend (Arah Terowongan) = N 82o E
4) Plunge =0
b. Data Kekar
1) Kekar 1
Dip = 73o
Dip direction = N 96o E
2) Kekar 2
Dip = 61o
Dip direction = N 226o E
3) Kekar 3

Fitria Handayani Amar


H1C113072
PRAKTIKUM TAMBANG BAWAH TANAH
LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Dip = 61o
Dip direction = N 307o E

Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan software yang bernama


unwedge dengan menambahkan penyanggaan pada roof wedge berupa mechanically
anchored berjumlah 4 buah, maka didapat hasil sebagai berikut :

*Sumber : Hasil Perhitungan Data, 2016

Gambar
Hasil Pengolahan Data Streografis Menggunakan Unwedge

*Sumber : Hasil Perhitungan Data, 2016

Gambar
Hasil Pengolahan Data Bentuk 3D Menggunakan Unwedge

a. Roof Wedge
1) FS = 0,000
2) Volume = 2718 m3

Fitria Handayani Amar


H1C113072
PRAKTIKUM TAMBANG BAWAH TANAH
LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

3) Weight = 7337 ton


4) Apex Height = 1,84 m

3.5. Pembahasan

Dari hasil kegiatan pengukuran yang dilakukan pada area simulasi tambang
bawah tanah, data yang didapat data lubang bukaan berupa lebar span, tinggi span,
trend (arah terowongan), plunge. Selain data lubang bukaan, juga didapat data
struktur kekar berupa strike, dip, dan dip direction.
Pada pengerjaan perhitungan manual, data-data yang didapat tadi
diproyeksikan pada media wulff net (proyeksi stereografis) sampai membentuk
segitiga baji dan baji tersebut dipindahkan ke gambar desain lubang bukaan tambang
bawah tanah untuk selanjutnya diukur panjang masing-masing garis dan sudut yang
membentuk baji tersebut. Data yang digunakan untuk menenentukan luas alas (AF)
adalah panjang garis yang berada pada desain lubang bukaan, yaitu panjang garis a
(La), panjang garis b (Lb), panjang garis c (Lc), dan sudut yang berada pada proyeksi
wulff net (proyeksi stereografis) dibentuk oleh pertemuan garis a dan b ( ab),
dibentuk oleh pertemuan garis b dan c ( bc), dan dibentuk oleh pertemuan garis a
dan c ( ac). Data yang digunakan untuk menentukan tinggi baji (h) adalah
panjang garis yang berada pada desain lubang bukaan dan dibuat ditengah baji yang
melambangkan garis tengah antara 2 garis, yaitu panjang garis ab (Lab), panjang
garis bc (Lbc), panjang garis ac (Lac), dan sudut yang berada pada desain lubang
bukaan dibentuk oleh pertemuan garis a dan b ( ab), dibentuk oleh pertemuan
garis b dan c ( bc), dan dibentuk oleh pertemuan garis a dan c ( ac). Data
yang digunakan untuk menentukan berat baji spesifik ( ) adalah densitas batuan (
) dan kecepatan gravitasi (g). Data yang digunakan untuk menentukan barat baji
(W) adalah luas alas (AF), tinggi baji (h), dan berat baji spesifik ( ). Perhitungan
manual menghasilkan nilai AF sebesar 1,37 m2, nilai h sebesar 2,08 m, nilai
sebesar 19,62 KN/m2, dan nilai W sebesar 18,63 KN.

Fitria Handayani Amar


H1C113072
PRAKTIKUM TAMBANG BAWAH TANAH
LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Tidak hanya menggunakan perhitungan secara manual, pengolahan data juga


dilakukan dengan menggunakan software yang bernama unwedge. Pada software ini
hasil yang didapat adalah secara otomatis hanya dengan memasukan data
pengukuran. Perhitungan menggunakan software menghasilkan volume baji sebesar
0,685 m3, berat baji (weight) sebesar 1,371 ton, dan tinggi baji atau h (z-length)
sebesar 1,54 m Pada software ini untuk menjaga agar bagian atap (roof) tetap aman
dari runtuhan batuan, maka ditambahkan penyangga pada bagian atap yang terdapat
irisan berbentuk baji (roof wedge) berupa mechanically anchored berjumlah 4 buah
dengan tensile capacity 2 ton, plate capacity 2 ton, dan anchor capacity 2 ton. Dari
hasil pengolahan data menggunakan software unwedge dan setelah ditambahkan
penyangga, dihasilkan faktor keamanan untuk desain/design factor of safety (FS)
adalah sebesar 5,836.
Perbandingan antara perhitungan manual dan perhitungan software dapat
dilihat pada tinggi dan berat baji. Pada perhitungan manual, tinggi bajinya lebih besar
daripada perhitungan software, dikarenakan ukuran panjang salah satu garis sisi pada
baji di perhitungan manual ada yang terlalu besar. Pada perhitungan manual, berat
baji sebesar 18,63 KN apabila dikonversikan ke dalam satuan ton menjadi 1,863 ton
yang berarti berat baji pada perhitungan manual lebih besar daripada perhitungan
software, dikarenakan nilai luas alas dan tinggi baji yang didapat dari perhitungan
terlalu besar.
Dilihat dari nilai standar FS yang digunakan pada software ini, yaitu 1,5
berarti FS yang didapat dari hasil pengolahan data sudah memenuhi standar dan
lokasi lubang bukaan dapat dikatakan sudah aman dari runtuhan batuan dan layak
digunakan untuk lokasi penambangan bawah tanah.

Fitria Handayani Amar


H1C113072
PRAKTIKUM TAMBANG BAWAH TANAH
LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

KETERANGAN

1. Data pengukuran struktur kekar (dip direction/dip)


A = N 317o E/66o
B = N 206o E/62o
C = N 81o E/70o
2. Data ukuran dimensi kekar
a = 3,9 cm
b = 3,5 cm
c = 4,1 cm
ab = 2,0 cm
bc = 2,2 cm
ac = 2,2 cm
ab = 50o
bc = 46o
ac = 50o
ab = 73o
bc = 53o
ac = 54o

Fitria Handayani Amar


H1C113072