Anda di halaman 1dari 3

Maria Ekrista Oktaviana

Dewi
145020301111062
PERTEMUAN KE-7
RISIKO SUKU BUNGA

1. Difinisi Risiko Bunga :


Risiko ini terjadi karena perubahan suku bunga di pasar yang dapat
berpengaruh pada pendapatan di pasar.

2. Risiko pada Situasi Suku Bunga dan Saham :


a. Saat suku bunga naik dan harga saham si pasar tutrun, investor
akan memindahkan dana dari saham ke deposito.
b. Saat pasar saham naik dan bergairah, inestor akan
memindahkan dana dari deposito ke saham. Karena dianggap
memiliki keutungan yang lebih tinggi
c. Investor memiliki karakteristik menghindari risiko dan suka
keuntungan berkelanjutan.

3. Suku Bunga dan Jangka Waktu Obligasi


Suku bunga dan jangka waktu obligasi memiliki keterkaitan
dalam memberikan ketetapan. Terdapat dua keputusan yang
diterapkan ole pemerintah dan perusahaan terkait dengan ini yaitu
obligasi jangka pendek dan obligasi jangka panjang. Obligasi jangka
pendek memiliki tingkat suku bunga lebih rendah dari obligasi jangka
panjang.
Alasan mengapa suku bunganya berbeda:
a. Pertama:
Obligasi adalah surat utang. Semakin lama waktunya
semakin tinggi suku bunganya
Nilai mata uang selalu menurun, sehingga semakin besar
kerugian yang ditanggung oleh investor dan semakin turun
nilai obligasi
b. Kedua :
Konsep garis waktu terus bergerak kedepan, yaitu semakin cepat
uang digunakan maka semakin baik.
c. Ketiga :
Konsep inflasi, bahwa nilai uang akan semakin turun dari waktu
ke waktu.

4. Konsep Manajemen Risiko pada Suku Bunga Obligasi :


a. Suku obligasi yang cenderung stabil membuat masyarakat lebih
nyaman dari pada investasi di pasar yang memiliki risiko lebih
tinggi
b. Jika seseorang membeli obligasi dengan enor 10 thn dan suku
bunga fixed 11,75% maka dia akan menerima keuntungan
secara stabil selama 10 thn sebesar angka tersebut.
c. Jarak suku bunga obligasi 5 tahun dan 10 tahun jaraknya tidak
terlalu tinggi sehingga meberi kenyamanan untuk mengelola
dana dari hasil penjualan obligasi sesuai dengan rencana awal
tanpa terburu-buru dan tidak bekerja dibawah tekanan.
d. Pembeli obligasi yaitu mereka yang kelebihan dana dan ingin
investasi dengan risiko minimal.

5. Risiko Pada Hubungan Obligasi dan Saham


Obligasi adalah surat berharga yang dijual kepada public yang
mencantumkan nilai nominal, tingkat suku bunga, jangka waktu, nama
penerbit, dll. Terdapat obligasi dengan tingkat suku bunga tetap dan
obligasi dengan tingkat suku bunga berubah sesuai pasar. Kedua
obligasi ini berpengaruh khusus terhadap keputusan yang dibuat
investor. Tindakan investor dalam kondisi tersebut yaitu :
a. Saat investor memiliko obligasi tetap sedangkan pasar saham
sedang mengalami kenaikan atau sedang bergairah, maka
investor tersebut cenderung memindahkan dananya dari obligasi
ke saham.

6. Dampak Perubahan Suku Bunga Bagi Perusahaan


a. Risiko perubahan pendapatan : pendapatan bersih berubah dari
yang diharapkan
b. Risiko perubahan nilai pasar berubah karena perubahan tingkat
bunga, yaitu berubah karena lebih kecil.

7. Risko pada Perubahan Suku Bunga dan Permintaan Uang


Permintaan uang dipengaruhi oleh tingakat suku bunga di pasar.

Kesimpulan berdasarkan grafik diatas :


a. Pertama, Saat tingkat suku bunga turun dari A ke C maka
permintaan uang akan bertambah, yang digunakan untuk
membeli asset yang menguntungkan seperti obligasi atau usaha.
b. Kedua, Saat suku bunga turun dari A ke C lalu ke D banyak pihak
yang menarik simpanan di bank untuk mengembangkan usaha
atau meminjamkan dananya kepada pihak yang dianggap bisa
mengelola uangnya dan menghasilkan keuntungan.
c. Ketiga, Ketika suka bunga turun dari A ke D bahkan turun lagi
akan mengakibatkan persoalan jika tidak di kontrol dengan hati-
hati. Misalnya, pengawasan secara ketat terhadap investasi
berupa obligasi agar risiko kehilangan dana tidak terjadi.
d. Keempat,
saat suku bunga naik dari A ke B maka pemegang dana
cenderung menanamkan dananya di bank karena dianggap
lebih aman dan lebih menguntungkan.
Jika suku bunga turun jauh dikhawatirka akan terjadi inflasi
dan pengalokasian dana usaha yag tida sesuai yang
berisiko gagal membayar kredit.

8. Risiko Carry Trade


Risiko carry trade yaitu investor meminjam dana dari suatu negara
dengan tingkat suku bunga rendah dan menanamkan dana tersebut di
negara dengan tingkat suku bunga tinggi untuk mendapat keuntungan.
Jika suku bunga kembali normal maka dana tersebut akan ditarik dan
dikembalikan ke negara asal.

9. Faktor yang Menyebabkan Perubahan pada Suku Bunga Domestik.


a. Kondisi ekonomi global
b. Stabilitas ekonomi dalam negri
c. Stabilitas sosial dan politik dalam dan luar negri
Jika ketiga hal diatas terus terjadi dan tidak ada penanganan dari
Bank Indonesia maka secara jangka panjang akan berpengaruh
terhadap suku bunga. Jika suku bunga tidak stabil maka akan
berakibat pada pengurangan pendapatan bagi pelaku ekonomi.
Namun jika suku bunga stabil maka memperkecil risiko pelaku
bisnis yang berdampak pada kenaikan laba.

Anda mungkin juga menyukai