Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA PUSKESMAS

NANGGALO KOTA TAHUN 2017

I. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu Negara yang ikut menyepakati hasil komferensi
internasional mengenai kependudukan dan pembangunan pada tahun pada tahun 1994 di
kairo. Pada komferensi tersebut telah terjadi perubahan paradigma dalam pengelolaan
masalah kependudukan dimana tidak lagi semata-mata penurunan fertilitas menjadi
bagian tak terpisahkan dari upaya kesehatan reproduksi perorangan.
Dalam kesempatan ini maka pemberian pelayanan KB yang berkualitas dengan
menghormati hak individu dan memperhatikan kepuasan klien menjadi hal yang utama
sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan derajat kesehatan reproduksi individu
disamping menurunan tingkat fertilitas.
Dengan adanya pelaksanaan otonomi daerah saat ini program KB merupakan salah
satu kegiatan pokok puskesmas telah ditetapkan indicator cakupan peserta KB aktif
( CPR ) sebagai indicator SPM ( Standar Pelayanan Minimal ) yang harus dicapai oleh
setiap kabupaten/kota. Oleh karena itu perlu penguatan Manajemen Program KB agar
mampu mencapai target yang telah ditetapkan.

II. LATAR BELAKANG


Puskesmas sebagai organisasi kesehatan fungsional yang merupakan
pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat
dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat.
Melalui program dan kegiatannya, puskesmas berperan serta mewujudkan
keberhasilan pembangunan kesehatan Indonesia, khususnya di wilayah kerjanya dalam
bentuk kegiatan pokok.
Dalam tiga dasa warsa terakhir pencapaian KB di Indonesia dianggap berhasil di
tingkat nasional. Hal itu terlihat dari penurunan angka fertilitas total ( Total Fertilitas
Rate ) dari 5,6 pada tahun1971 menjadi 2,6 tahun 1997. Artinya pada tahun 1971 rata-rata
anak yang dimiliki perempuan di Indonesia selama reproduksi sekitar 6 orang, tahun
separuh menjadi 3 orang pada tahun1997. Demikian juga pencapaian cakupan peserta KB
aktif ( Dontraseptive Prevlence rate CPR ) dengan berbagai metode baik tradisional
maupun modern meningkat dari 57,4 % pada tahun 1997 menjadi 60,3 % pada tahun
2002-2003 (CBS,NFPBC,MOH,AND Marco Inc, 2003).
Dilihat dari jenis metode kontrasepsi yang banyak dipilih, paling popular wilayah
kerja puskesmas nanggalo adalah suntik 39,1%, pil 12,2% dan alat kontrasepsi dalam
rahim ( AKDR ) sekitar 1,9%. Cara lain yang meningkat peminatnya adalah susuk KB (
1,1% ) dan metode MOW atau sterilisasi sekitar 1,3% akan tetapi tingkat penggunaan
kontrasepsi pria masih sangat rendah ( MOP 0,1% ) dan kondom 0,6 %.
Di puskesmas Nanggalo Kota Padang tahun 2017 jumlah Pus yang memakai
kontrasepsi sebanyak , yang terdiri dari: suntik , pil , implant, kondom, IUD, MOW,
MOP.

III. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Meningkatkan cakupan dan mutu Pelayanan KB bagi semua PUS.
B. Tujuan Khusus
1. Terdatanya semua PUS yang ada di wilayah kerja puskesmas Nanggalo Kota
Padang
2. Meningkatnya cakupan MKJP [metode kontrasepsi jangka panjang]
3. Meminimalkan akseptor yang tergolong 4 T. [Terlalu banyak anak.terlalu
dekat jarak anak.terlalu tua .terlalu muda]
4. Terdeteksinya akseptor yang mengalami komplikasi
5. Meminimalkan akseptor yang DO

IV. KEGIATAN POKOK

No. Kegiatan Pokok Rincian Kegitan

1. Dalam gedung : a. Pelayanan KB sederhana (kondom, suntik, pil)


a. Pelayanan Kontrasepsi b. Melakukan pelayanan safari KB di luar gedung
b. Penyuluhan KB di Posyandu
dengan TNI, IBI, PKK
c. Lokmin Bulanan
c. MKJP (Implan, IUD, MOW, MOP)
2. d. Pencatatan dan pelaporan
d. Penyuluhan individu dan kelompok di posyandu dan
e. Dokumnetasi
puskesmas
Luar gedung : e. Melakukan pendataan setiap per kelurahan, per RT
a. Pendataan PUS f. Pencatatan KOHOR KB
b. Pelayanan kontrasepsi g. Melakukan swiping terhadap PUS yang tidak ber KB
c. Penyuluhan KB di Posyandu h. Melakukan lokmin bulanan
i. Pecatatan dan pelaporan setiap bulan
j. Dokumentasi setiap kegiatan

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


a. Membentuk Tim dengan melibatkan Kepala Puskesmas, Promkes dan Poli KIA
b. Kerjasama antar Lintas Program dan Lintas Sektor

VI. SASARAN
Seluruh pasangan usia subur yang berada di wilayah kerja puskesmas nanggalo
yakni kelurahan surau gadang, kelurahan kurao pagang, dan kelurahan gurun laweh.
VII. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

BULAN
No. Kegiatan Ket
jan feb mar apr mei jun jul ags sep okt nov des

1. Dalam gedung

a. Pelayanan
Kontrasepsi

b. Penyuluhan
KB di
Posyandu

c. Lokmin
Bulanan

d. Pencatatan dan
pelaporan

e. Dokumnetasi

2. Luar gedung

a. Pendataan
PUS

b. Pelayanan
kontrasepsi

c. Penyuluhan
KB di
Posyandu

d. Safari KB
Bila Bila
ada ada
kegiatan kegiatan

VIII. EVALUASI KEGIATAN


Setiap akhir kegiatan penanggung jawab UKM melakukan monitoring melalui
laporan bulanan dan melaporkan kepada kepala puskesmas dan di evaluasi setiap bulan
terhadap pelaksanaan yang telah berjalan.
IX. PENCATATAN DAN PELAPORAN
Kegiatan dan pelayanan KB dilakukan dalam bentuk laporan bulanan, kemudan
dilaporkan ke penangguang jawab UKM dan kepala puskesmas serta diteruskan ke dinas
kesehatan

X. PENUTUP
Demikianlah kerangka acuan ini di susun agar dapat dipergunakan seperlunya dan
dapat dipedomani dalam program pelayanan KB dilingkungan wilayah kerja puskesmas
nanggalo.

Ditetapkan di Padang
Pada tanggal :