Anda di halaman 1dari 13

Biopsikososial

Sejarah
Telah dikembangkan di Universitas Rochester dekade yg lalu oleh George L Engel
dan John Romano th 1977. Menekankan pentingnya memahami kesehatan
manusia dan penyakit dalam konteks mereka sepenuhnya baik biologis , psikologis
(yang memerlukan pikiran, emosi, dan perilaku), dan sosial
PENGERTIAN
Biopsikososial adalah metode dengan interaksi biologi, psikologi dan faktor sosial
untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kesehatan yang lebih baik. Ini adalah
kombinasi dari tubuh, pikiran dan lingkungan bukan hanya tubuh dan medis atau
biomedis. Pendekatan model biopsikososial dalam dunia medis ini melibatkan suatu
konsep hubungan interaksi antara faktor biologis, psikologis dan sosial dalam upaya
mengerti suatu proses penyakit dan sakitnya seseorang. Pendekatan ini pula yang
membawa pengertian bukan saja dari segi medis fisik, tetapi juga dari kondisi
psikologis yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Konsep biopsikososial memungkinkan suatu pemahaman yang menyeluruh tentang
munculnya suatu kondisi sakit yang dihubungkan dengan faktor lingkungan dan
stres yang terkait di dalamnya. Sebaliknya, kondisi lingkungan dalam hal ini
dukungan sosial dalam konsep biopsikososial dapat memberikan perubahan pada
kondisi sakit. Biologis dengan menggunakan obat, psikologis dengan menggunakan
psikoterapi, sosial dengan menggunakan dukungan dan modifikasi sosial.

REAKSI DAN PENDEKATAN BIOLOGIS


Adanya impairment, disability, functional limitation akan berpengaruh terhadap
pemenuhan kebutuhan dasar manusia sehingga dapat terjadi gangguan seperti:
perubahan nutrisi, perubahan kenyamanan, kerusakan mobilitas fisik, resiko
terhadap cedera, kurang perawatan diri dan intoleransi aktivitas (Carpenito,
1997)
Tjd perubahan2 pd penampilan, status & peran, mobilitas fisik, aktivitas &
pekerjaan sehari-hari yg mempengaruhi kehidupan sehari-hari dlm berhubungan
dg orang lain karena terdapat perbedaan antara kondisi sehat dengan kondisi
sakit khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia, di mana dalam
kondisi sakit memerlukan bantuan orang lain.
Dampak fisik tsb memicu munculnya kondisi yang menekan atau stres pada diri
klien. Dg demikian, penanganan secara fisik (misalnya melalui fisioterapi ) dan
psikologis (misalnya penanganan stres) sangat baik dilakukan sedini
mgkn,karena melalui penanganan tersebut diharapkan klien akan cepat merasa
tenang, terlepas dari kondisi stres dan perasaan tertekan, sehingga dg demikian
diharapkan klien dpt memperoleh prognosis yang lebih positif.

REAKSI DAN PENDEKATAN PSIKOLOGIS


Klien akan mengalami beberapa keadaan Psikologik tersebut seperti :
1. Shock atau kaget,pada saat menerima kabar berita tentang diagnosis
penyakitnya dari hasil pemeriksaan dokter atau rumah sakit.
2. Denial atau penolakan,klien merasa tidak percaya akan penyakit yang
dideritanya dan dia masih menyalahkan hasil pemeriksaan
3. Marah,berusaha menolak keadaan sakitnya dan selalu menyesali mengapa hal
ini terjadi pada dirinya
4. Kecemasan dan ketakutan dg adanya pengrusakan,nyeri, penurunan Berat
badan penipisan finansial, dsb.
5. Depresi dan merasa kesepian,
6. Merasa tidak berdaya dan putus asa,klien merasa tidak dapat menjalankan
fungsinya sbgmn dulu , ini kaitannya dengan keadaan sosial pasien.
7. Malu

Pendekatan yg dilakukan:
Mjd orang yg terdekat utk dpt mengekspresikan perasaan dan pemikirannya.
Pada saat stres, individu akan mencari dukungan dari keyakinan agamanya.
Berikan dukungan agar dpt menerima keadaan sakit yg dialami, khususnya jika
penyakit yang memerlukan proses penyembuhan yang lama dengan hasil yang
belum pasti.
Sholat atau berdoa, membaca kitab suci dan praktek ibadah lain membantu
memenuhi kebutuhan spiritual dan mendapatkan kekuatan untuk bertahan hidup.
Berusaha menyeimbangkan keadaan psikologi ini krn akan berpengaruh pada
keadaan biologis atau fisiknya,keadaan psikologis yang buruk akan
memperberat keadaan/prognosis dan proses penyembuhan penyakitnya

REAKSI DAN PENDEKATAN SOSIAL


Terjadi perubahan dalam kehidupan sosial, berupa : kehilangan pekerjaan,
perubahan peran & tugas di rumah, gangguan interaksi sosial & cendrung menarik diri
& menyendiri, merasa tdk mampu & tidak sempurna dlm melakukan ibadah, kegiatan
organisasi / kegiatan lain yg pernah dilakukannya. Keadaan psikologis seperti marah,
tersingggung atau depresi akan membuat interaksi sosial nya semakin tidak baik,klien
selalu merasa minder dengan keadaanya sehingga dia menarik diri dari interaksi
dengan orang lain.

Pendekatan
sabar dan senantiasa tidak menjauh dari klien dilakukan oleh org org terdekat
mempengaruhi keadaan psikologisnya. Keadaan - keadaan psikologis sedikit demi
sedikit akan terkikis dan klien akan merasakan kedamaian dan ketenangan,sehingga
pada akhirnya akan berdampak pula pada proses fisiologik atau biologis yaitu
penyembuhan penyakitnya.

Sumber :
http://efikurniyawati61.blogspot.co.id/2014/11/pendekatan-biopsikososial.html
BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Manusia adalah mahkluk biopsikososial dan spiritual yang unik dan menerapkan
sitem terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha
untukmempertahankan keseimbangan hidupnya. Kesimbangan yang dipertahankan
oleh setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, keadaan ini
disebut sehat. Manusia memiliki kebutuhan yang secara terus menerus untuk
dipenuhinya. Manusia dibekali cipta (cognitive), rasa (affective) dan karsa
(psychomotor), serta dapat mengatur dunia untuk kepentingan hidupnya sehingga
timbullah kebudayaan dengan segala macam corak dan bentuknya, yang membedakan
dengan makhluk lainnya di bumi. Proses perkembangan perilaku manusia sebagian
ditentukan olehbkehendaknya sendiri dan sebagian bergantung pada alam.
Manusia sebagai makhluk biopsikososial merupakan model umum atau
pendekatan yang berpendapat bahwa biologis, psikologis (yang mencakup pikiran,
emosi, dan perilaku), dan sosial faktor, semua memainkan peran penting dalam fungsi
manusia dalam konteks penyakit atau penyakit. Memang, kesehatan paling baik
dipahami dalam hal kombinasi, psikologis, sosial dan spiritual faktor biologi daripada
murni dalam istilah biologi.

I.2. Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini, yaitu:
1. Memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Jiwa.
2. Memahami konsep manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual
BAB II
KONSEP MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BIO-PSIKO-SOSIAL-SPIRITUAL

A. Pengertian manusia
Manusia adalah mahkluk biopsikososial dan spiritual yang unik dan menerapkan
sitem terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha untuk
mempertahankan keseimbangan hidupnya. Kesimbangan yang dipertahankan oleh
setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, keadaan ini disebut
sehat. Manusia memiliki kebutuhan yang secara terus menerus untuk dipenuhinya.
Manusia dibekali cipta (cognitive), rasa (affective) dan karsa (psychomotor), serta dapat
mengatur dunia untuk kepentingan hidupnya sehingga timbullah kebudayaan dengan
segala macam corak dan bentuknya, yang membedakan dengan makhluk lainnya di
bumi. Proses perkembangan perilaku manusia sebagian ditentukan olehbkehendaknya
sendiri dan sebagian bergantung pada alam.
Manusia adalah makhluk misterius dan banyak hal tentang manusia yg belum
terungkap mengapa manusia berbuat sesuatu untuk sesuatu
Manusia adalah makhluk unik dan merupakan individu yang identik (sama)
kendati dibesarkan dalam suatu kondisi lingkungan yang sama pula.
Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Dalam
mencapai kebutuhannya tersebut, manusia mencoba belajar menggali dan
menggunakan sumber-sumber yang diperlukan berdasarkan potensi dengan segala
keterbatasannya.
Manusia secara terus menerus menghadapi berbagai perubahan lingkungan dan
selalu berusaha menyesuaikan diri agar tercapai keseimbangan interaksi dengan
lingkungan dan menciptakan hubungan antar manusia secara serasi.
Dalam teori keperawatan sering memandang manusia sebagai manusia holistik
yaitu Bio-Psiko-Sosial-Spiritual

B. Manusia Sebagai Makhluk Biologis


Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin
untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak
berkemampuan tinggi.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis
kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki
atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa
sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa
sebagai wanita. Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi,
balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan
ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-
politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai
XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri,
keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.
Dalam biologi, manusia biasanya dipelajari sebagai salah satu dari berbagai
spesies di muka Bumi. Pembelajaran biologi manusia kadang juga diperluas ke aspek
psikologis serta ragawinya, tetapi biasanya tidak ke kerohanian atau keagamaan.
Secara biologi, manusia diartikan sebagai hominid dari spesies Homo sapiens. Satu-
satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo sapiens. Mereka
biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam
genus Homo. Manusia menggunakan daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang
sempurna. Dengan ada nya kedua kaki untuk menggerakan badan, kedua tungkai
depan dapat digunakan untuk memanipulasi obyek menggunakan jari jempol (ibu jari).
Rata-rata tinggi badan perempuan dewasa Amerika adalah 162 cm (64 inci) dan
rata-rata berat 62 kg (137 pound). Pria umumnya lebih besar: 175 cm (69 inci) dan 78
kilogram (172 pound). Tentu saja angka tersebut hanya rata rata, bentuk fisik manusia
sangat bervariasi, tergantung pada faktor tempat dan sejarah. Meskipun ukuran tubuh
umumnya dipengaruhi faktor keturunan, faktor lingkungan dan kebudayaan juga dapat
mempengaruhinya, seperti gizi makanan.
Anak manusia lahir setelah sembilan bulan dalam masa kandungan, dengan
berat pada umumnya 3-4 kilogram (6-9 pound) dan 50-60 centimeter (20-24 inci)
tingginya. Tak berdaya saat kelahiran, mereka terus bertumbuh selama beberapa
tahun, umumnya mencapai kematangan seksual pada sekitar umur 12-15 tahun. Anak
laki-laki masih akan terus tumbuh selama beberapa tahun setelah ini, biasanya
pertumbuhan tersebut akan berhenti pada umur sekitar 18 tahun.
Sebuah kerangka manusia.
Warna kulit manusia bervariasi dari hampir hitam hingga putih kemerahan.
Secara umum, orang dengan nenek moyang yang berasal dari daerah yang terik
mempunyai kulit lebih hitam dibandingkan dengan orang yang bernenek-moyang dari
daerah yang hanya mendapat sedikit sinar matahari. (Namun, hal ini tentu saja bukan
patokan mutlak, ada orang yang mempunyai nenek moyang yang berasal dari daerah
terik dan kurang terik; dan orang-orang tersebut dapat memiliki warna kulit berbeda
dalam lingkup spektrumnya.) Rata-rata, wanita memiliki kulit yang sedikit lebih terang
daripada pria.
Perkiraan panjang umur manusia pada kelahiran mendekati 80 tahun di negara-
negara makmur, hal ini bisa tercapai berkat bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jumlah orang yang berumur seratus tahun ke atas di dunia diperkirakan berjumlah
sekitar 50,000 pada tahun 2003. Rentang hidup maksimal manusia diperhitungkan
sekitar 120 tahun.
Sementara banyak spesies lain yang punah, Manusia dapat tetap eksis dan
berkembang sampai sekarang. Keberhasilan mereka disebabkan oleh daya
intelektualnya yang tinggi, tetapi mereka juga mempunyai kekurangan fisik. Manusia
cenderung menderita obesitas lebih dari primata lainnya. Hal ini sebagian besar
disebabkan karena manusia mampu memproduksi lemak tubuh lebih banyak daripada
keluarga primata lain. Karena manusia merupakan bipedal semata (hanya wajar
menggunakan dua kaki untuk berjalan), daerah pinggul dan tulang punggung juga
cenderung menjadi rapuh, menyebabkan kesulitan dalam bergerak pada usia lanjut.
Juga, manusia perempuan menderita kerumitan melahirkan anak yang relatif (kesakitan
karena melahirkan hingga 24 jam tidaklah umum). Sebelum abad ke-20, melahirkan
merupakan siksaan berbahaya bagi beberapa wanita, dan masih terjadi di beberapa
lokasi terpencil atau daerah yang tak berkembang di dunia saat ini.

C. Manusia Sebagai Makhluk Psikologi


Mengenai sifat makhluk yang bernama manusia itu sendiri yakni bahwa makhluk
itu memiliki potensi lupa atau memiliki kemampuan bergerak yang melahirkan
dinamisme, atau makhluk yang selalu atau sewajarnya melahirkan rasa senang,
humanisme dan kebahagiaan pada pihak-pihak lain. Dan juga manusia itu pada
hakikatnya merupakan makhluk yang berfikir, berbicara, berjalan, menangis, merasa,
bersikap dan bertindak serta bergerak.
Psikologi itu merupakan ilmu mengenai jiwa. Menurut Plato, manusia adalah
jiwanya dan tubuhnya hanya sekadar alat saja. Sedangkan aristoteles mengatakan
bahwa jiwa adalah fungsi dari badan sebagaimana penglihatan adalah fungsi dari mata.
Walaupun jiwa itu tidak nampak, tetapi dapat dilihat keadaan-keadaan yang dapat
dipandang sebagai gejala-gejala kehidupan kejiwaan, misalnya orang yang sedang
menggerutu, suatu pertanda bahwa orang ini sedang tidak senang dalam hatinya.
Dalam literatur psikologi pada umumnya para ahli ilmu ini berpendapat bahwa
penentu perilaku utama manusia dan corak kepribadian adalah keadaan jasmani,
kualitas kejiwaan, dan situasi lingkungan. Selain itu psikologi apapun alirannya
menunjukkan bahwa filsafat yang mendasarinya bercorak antroposentrisme yang
menempatkan manusia sebagai pusat segala pengalaman dan relasi-relasinya serta
penentu utama segala peristiwa yang menyangkut masalah manusia. Aliran psikologis
ini , yakni:

1. Psikoanalisis
Pendiri psikoanalisis adalah Sigmund Freud (1856-1839), seorang neurolog
berasal dari Austria, keturunan Yahudi. Freud memandang manusia sebagai homo
volens, yakni makhluk yang perilakunya dikendalikan oleh alam bawah sadarnya.
Menurut freud kepribadian manusia terdiri dari 3 sistem yaitu id (dorongan biologis),
Ego (kesadaran terhadap realitas kehidupan), dan Superego (kesadaran normatif) yang
berinteraksi satu sama lain. Id merupakan potensi yang terbawa sejak lahir yang
berorientasi pada kenikmatan (pleasure principle), menghindari hal-hal yang tidak
menyenangkan, dan menuntut kenikmatan untuk segera dipenuhi. Ego berusaha
memenuhi keinginan dari id berdasarkan kenyataan yang ada (Reality principle).
Sedangkan superego menuntut adanya kesempurnaan dalam diri dan tuntutan yang
bersifat idealitas.
2. Behaviorisme
Aliran ini menganggap bahwa manusia adalah netral, baik atau buruk dari
perilakunya ditentukan oleh situasi dan perlakuan yang dialami oleh manusia tersebut.
Aliran ini memandang perilaku manusia bukan dikendalikan oleh factor dalam (alam
bawah sadar) tetapi sepenuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. Menurut aliran ini
manusia disebut sebagai homo machanicus, manusia mesin.

D. Manusia Sebagai Makhluk Sosial


Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain
itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat
dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia
selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina
sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan
sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia
dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan
kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan
bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak.
Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi
atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena
beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

Interaksi Sosial
Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah
hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan
masyarakat.
Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh
mempengaruhi dala pikiran danb tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam
kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi
dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur, berjabat tangan, saling berbicara, atau
bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk
dari interaksi sosial.
Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut
A. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.
B. Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara
penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih
dahulu. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang dari
dirinya sendiri maupuhn dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya
kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi sosial adalaha
hampir sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu
dirinya, sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari
dirinya, lalu diterima oleh orang lain di luarnya.
C. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan
orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.
D. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain.
Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain
perasaan seperti juga pada proses identifikasi.

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial


Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan
(competition), dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai
bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak
perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja
sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk
akhirnya sampai pada akomodasi.
Gilin and Gilin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. Menurut
mereka ada dua macam pross sosial yang timbul sebagaiu akibat adanya interaksi
sosial, yaitu:
a. Proses Asosiatif, terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi, dan
akulturasi.
b. Proses Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi contravention dan
pertentangan pertikain.

E. Pandangan Tentang Manusia sebagai Makhluk Spiritual


Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang
bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan
ketuhanan atau makhluk hidup, dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan
dengan ras lain. Manusia adalah satu kata yang sangat bermakna dimana makhluk
yang sangat sempurna dari makhluk makhluk lainya ,makhluk yang sangat spesial dan
berbeda dari makhluk yang ada sebelumnya , makhluk yang bersifat nyata dan
mempunyai akal fikiran dan nafsu yang diberikan Tuhan untuk berfikir, mecari
kebenaran, mencari Ilmu Pengetahuan, membedakan mana yang baik atau buruk, dan
hal lainya. Karena begitu banyak kesempurnaan yang di miliki manusia tidak terlepas
dari tugas mereka sebagai khalifah di Bumi ini. Karena itu, kualitas, hakikat, fitrah,
kesejatian manusia adalah baik, benar, dan indah. Tidak ada makhluk di dunia ini yang
memiliki kualitas dan kesejatian semulia itu . Sungguhpun demikian, harus diakui
bahwa kualitas dan hakikat baik benar dan indah itu selalu mengisyaratkan dilema-
dilema dalam proses pencapaiannya. Artinya, hal tersebut mengisyaratkan sebuah
proses perjuangan yang amat berat untuk bisa menyandang predikat seagung itu.
Sebab didalam hidup manusia selalu dihadapkan pada tantangan moral yang saling
mengalahkan satu sama lain. Karena itu, kualitas sebaliknya yaitu buruk, salah, dan
jelek selalu menjadi batu sandungan bagi manusia untuk meraih prestasi sebagai
manusia berkualitas.
Secara fitrah manusia menginginkan kesatuan dirinya dengan Tuhan, karena
itulah pergerakan dan perjalanan hidup manusia adalah sebuah evolusi spiritual menuju
dan mendekat kepada Sang Pencipta. Tujuan mulia itulah yang akhirnya akan
mengarahkan dan mengaktualkan potensi dan fitrah tersembunyi manusia untuk
digunakan sebagai sarana untuk mencapai spirituality progress.
Menurut Abraham Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan yang
membentuk tingkatan-tingkatan atau disebut juga hirarki dari yang paling penting
hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk dicapai atau
didapat. Motivasi manusia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mendasar yang perlu
dipenuhi. Kebutuhan maslow harus memenuhi kebutuhan yang paling penting dahulu
kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting. Untuk dapat merasakan nikmat
suatu tingkat kebutuhan perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada di bawahnya .
Lima (5) kebutuhan dasar Maslow disusun berdasarkan kebutuhan yang paling
penting hingga yang tidak terlalu krusial :
1. Kebutuhan Fisiologis. Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan,
papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil,
bernafas, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan. Contoh seperti : Bebas dari penjajahan,
bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.
3. Kebutuhan Sosial. Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan
cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Kebutuhan Penghargaan. Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak
lagi lainnya.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri. Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka
hati sesuai dengan bakat dan minatnya
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Manusia merupakan makhluk bio-psikososial yang utuh dan unik dan
mempunyai kebutuhan bio-psiko-sosio-spiritual. Dalam hal ini manusia dipandang
secara menyeluruh dan holistik.
Mempunyai siklus kehidupan meliputi kembang, memberi keturunan, memiliki
kemampuan untuk mengatasi perubahan dengan menggunakan berbagai mekanisme
yang dibawa sejak lahir maupun yang didapat bersifat biologis, psikologis dan sosial.
Manusia cenderung untuk selalu mempertahankan keseimbangan kondisi
internal yang disebut hemostatis. Manusia selalu mencoba memenuhi kebutuhannya
melalui serangkaian peristiwa yang mencakup belajar, menggali, serta menggunakan
sumber-sumber yang diperlukan berdasarkan potensi dan keterbatasannya. Manusia
mempunyai kemampuan berpikir, belajar merasionalisasi, berkomunikasi serta
mengembangkan budidaya dan nilai-nilai.
Oleh karena itu manusia adalah faktor penting dalam keperawatan:
Tindakan keperawatan berdasarkan pada kebutuhan manusia. Keperawatan
dilaksanakan secara universal terjadi pada semua tingkatan manusia
Tingkah laku dalam keperawatan meliputi rasa simpati, empati, menghargai orang
Keperawatan menghargai kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut
manusiaKeperawatan membantu klien mengenal dirinya, sebagai makhluk yang
memiliki kebutuhan yang unik
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, A.Aziz. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika