Anda di halaman 1dari 78

RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA N 2 Batang


Kelas/Semester : XII MIA / 1 (Satu)
Mata pelajaran : Fisika
Materi Pokok : Gelombang Bunyi dan Gelombang Cahaya
Alokasi Waktu: 16 JP (8 x pertemuan @ 90 menit)

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanu-siaan,
kebangsaan, kenega-raan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkrit dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar

1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang Mengagumi kebesaran Tuhan yang telah
menciptakan dan mengatur alam menciptakan dan mengatur alam jagad raya
jagad raya melalui pengamatan dengan keteraturannya melalui fenomena
fenomena alam fisis dan gerak.
pengukurannya.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah 1. Teliti dan obyektif dalam kegiatan


(memiliki rasa ingin tahu; pengamatan.

objektif; jujur; teliti; cermat; 2. Memiliki rasa ingin tahu untuk memecahkan
tekun; hati-hati; bertanggung permasalahan secara santun.

jawab; terbuka; kritis; kreatif; 3. Tekun, jujur, dan tanggungjawab dalam


inovatif dan peduli lingkungan)
Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page
RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

dalam aktivitas sehari-hari melaksanakan tugas.


sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan,
melaporkan, dan berdiskusi.
3.1 Menerapkan konsep dan prinsip Gelombang Bunyi
gelombang bunyi dan cahaya dalam 1. Menyebutkan karakteristik gelombang
bunyi
teknologi
2. Menentukan cepat rambat gelombang
bunyi pada zat padat, cair dan gas.
3. Mendeskripsikan gelombang stasioner
pada alat alat penghasil sumber bunyi
( Dawai, POB dan POT)
4. Menentukan cepat rambat gelombang pada
dawai (Melde)
5. Menentukan frekuensi nada nada pada
pipa organa terbuka dan pipa organa
tertutup
6. Mendeskripsikan intensitas dan taraf
intensitas bunyi
7. Memformulasikan intensitas dan taraf
intensitas bunyi
8. Mendeskripsikan efek Doppler untuk
gelombang bunyi
9. Memformulasikan efek Doppler untuk
gelombang bunyi
10. Menentukan tinggi kolom udara pada peristiwa
resonansi bunyi.
11. Mengidentifikasi berbagai fenomena bunyi
dalam kehidupan sehari hari.

Gelombang Cahaya
1. Mendeskripsikan karateristik
gelombang cahaya
2. Mengidentifikasi sifat - sifat
gelombang elektromagnetik (cahaya)
3. Mengidentifikasi manfaat dan
bahaya gelombang elektromagnetik dalam
kehidupan sehari hari
4. Menyelidiki sifat - sifat cahaya
(Interferensi, Difraksi, Dispersi, Polarisasi)
5. Mendeskrisikan peristiwa
interferensi gelombang cahaya koheren.
6. Memformulasikan peristiwa
interferensi celah ganda Young
7. Menyelidiki peristiwa interferensi
lapisan tipis
8. Memformulasikan interferensi
lapisan tipis
9. Mendeskripsikan peristiwa difraksi
cahaya oleh kisi
10. Memformulasikan peristiwa
difraksi cahaya oleh kisi
Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page
RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

11. Mendeskripsikan pengertian daya


urai caha yapa peristiwa difraksi cahaya
12. Menghitung daya resolusi pada
peristiwa difraksi cahaya
13. Menghitung daya urai pada
peritiwa difraksi cahaya
14. Mendeskripsikan peristiwa
polarisasi cahaya
15. Memformulasikan peristiwa
polarisasi cahaya
16. Menentukan indeks bias prisma
segitiga pada peritiwa dispersi cahaya
17. Menentukan sudut deviasi dan
deviasi minimum pada peritiwa dispersi
cahaya
18. Menerapkan konsep dan prinsip
pemanfaatan gelombang cahaya dalam
teknologi

4.1 Merencanakan dan melaksanakan 1. Melakukan pecobaan Hukum Melde untuk


percobaan interferensi cahaya. menentukan cepat rambat gelombang
dawai.
2. Melakukan percobaan resonansi bunyi
3. Merancang percobaan untuk menyelidiki
interferensi dan difraksi cahaya
4. Melakukan percobaan untuk menyelidiki
interferensi dan difraksi cahaya

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan pertama
1. Melalui informasi yang diperoleh dari buku siswa dan internet, peserta didik dapat
menalar untuk mendeskripsikan karakteristik gelombang bunyi, sehingga menambah
pengetahuan dan mampu bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
2. Melalui informasi yang diperoleh dari buku, internet dan diskusi kelompok peserta
didik dapat menalar untuk menentukan cepat rambat gelombang bunyi secara umum
sehingga menambah kedisiplinan, kesantunan dan mampu beriman terhadap
kebesaran-Nya.
3. Melalui informasi yang diperoleh dari guru dan diskusi kelompok, peserta didik
dapat menalar untuk menentukan cepat rambat gelombang bunyi pada zat padat, cair
dan gas sehingga dapat menambah ketelitian dan mampu bersyukur terhadap
kebesaran-Nya.
Pertemuan kedua
4. Melalui demonstrasi Hukum Melde, peserta didik dapat menentukan besaran yang
mempengaruhi cepat rambat gelombang stasioner pada dawai sehingga menambah
pengetahuan dan mampu bersyukur terhadap kebesaran-Nya.

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

5. Melalui informasi dari artikel, peserta didik dapat menalar untuk mendeskripsikan
gelombang stasioner pada alat alat penghasil bunyi sehingga menambah ketelitian
dan mampu bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
6. Melalui informasi yang diperoleh dari buku, internet dan diskusi kelompok, peserta
didik dapat menalar fenomena perambatan gelombang pada dawai, pipa organa terbuka
dan pipa organa tertutup
7. Melalui informasi yang diperoleh dari guru dan diskusi kelompok, peserta didik dapat
menalar untuk menentukan frekuensi nada nada pada dawai, pipa organa terbuka dan
pipa organa tertutup sehingga dapat menambah ketelitian dan mampu bersyukur
terhadap kebesara-Nya.
8. Melalui pengamatan tampilan flash, peserta didik dapat menalar untuk medeskripsikan
pengertian pelayangan bunyi sehingga pengetahuan, berpikir kritis dan bersyukur
terhadap kebesaran-Nya.
9. Melalui pengamatan tampilan flash, peserta didik dapat menalar untuk menentukan
besar frekuensi pelayangan bunyi sehingga menambah ketelitian, berpikir kritis dan
bersyukur terhadap kebesaran-Nya.

Pertemuan ketiga
10. Melalui informasi yang diperoleh dari buku siswa dan internet, peserta didik dapat
menalar untuk mendeskripsikan konsep intensitas bunyi dan taraf intensitas bunyi,
sehingga menambah pengetahuan dan mampu bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
11. Melalui diskusi, peserta didik dapat menalar untuk menentukan intensitas dan taraf
intensitas bunyi pada beberapa sumber bunyi sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan
bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
12. Melalui diskusi, peserta didik dapat menalar untuk menentukan intensitas dan taraf
intensitas bunyi pada jarak tertentu dari sumber bunyi sehingga dapat berpikir kritis,
kreatif dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
13. Melalui diskusi, peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan intensitas dan taraf
intensitas bunyi pada jarak tertentu dari sumber bunyi sehingga dapat berpikir kritis,
kreatif dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.

Pertemuan keempat
14. Melalui percobaan tabung resonansi, peserta didik dapat menentukan tinggi kolom
udara pada saat terjadi resonansi pertama, kedua dst sehingga dapat berpikir kritis,
kreatif dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
15. Melalui pengamatan tampilan flash, peserta didik dapat menalar untuk menentukan
frekuensi yang di dengar pendengar saat sumber bunyi mendekati, diam atau menjauhi

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

pendengar, sehingga siswa dapat berpikir kritis, bernalar dan bersyukur terhadap
kebesaran-Nya.
16. Melalui pengamatan tampilan flash, peserta didik dapat menalar untuk menentukan
frekuensi yang di dengar pendengar saat pendengar mendekati, diam atau menjauhi
sumber bunyi, sehingga siswa dapat berpikir kritis, bernalar dan bersyukur terhadap
kebesaran-Nya.
17. Melalui tanya jawab, peserta didik dapat menalar untuk mengidentifikasi efek Doppler
pada kehidupan sehari-hari sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur
terhadap kebesaran-Nya.
18. Melalui tanya jawab, peserta didik dapat memformulasikan efek Doppler sehingga
dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
19. Melalui tanya jawab dan diskusi kelompok, peserta didik dapat memformulasikan efek
Doppler jika ada pengaruh angin sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur
terhadap kebesaran-Nya

Pertemuan kelima
20. Melalui informasi yang diperoleh dari buku siswa dan internet, siswa dapat menalar
untuk mendeskripsikan gejala dan ciri ciri gelombang cahaya, sehingga menambah
pengetahuan dan mampu bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
21. Melalui informasi yang diperoleh dari buku siswa dan internet, siswa dapat menalar
untuk mengidentifikasi karakteristik gelombang elektromagnetik (cahaya), sehingga
menambah pengetahuan dan mampu bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
22. Melalui pengamatan dan studi literatur, peserta didik dapat menalar untuk
menyebutkan peristiwa yang berkaitan dengan sifat sifat gelombang elektromagnetik
dalam teknologi sehingga dapat berpikir logis dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya
23. Melalui pengamatan dan studi literatur siswa dapat menalar untuk menyebutkan
manfaat dan bahaya gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari hari
sehingga dapat berpikir logis dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya

Pertemuan keenam
24. Melalui diskusi, peserta didik dapat mendeskripsikan peristiwa interferensi gelombang
cahaya koheren sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur terhadap
kebesaran-Nya.
25. Melalui diskusi, peserta didik dapat menalar untuk memformulasikan peristiwa
interferensi cahaya koheren sehingga dapat berpikir kritis, logis dan bersyukur
terhadap kebesaran-Nya.
26. Melalui diskusi, peserta didik dapat menalar untuk menyebutkan aplikasi interferensi
gelombang cahaya koheren dalam kehidupan sehari hari sehingga dapat berpikir
kritis, kreatif, logis dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.

Pertemuan ketujuh

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

27. Melalui percobaan difraksi dan interferensi cahaya, peserta didik dapat menyelidiki
peristiwa difraksi dan interferensi cahaya, sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan
bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
28. Melalui diskusi, peserta didik dapat mendeskripsikan peristiwa difraksi cahaya oleh
kisi sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
29. Melalui diskusi, peserta didik dapat menalar untuk menentukan jumlah garis per satuan
panjang pada difraksi kisi sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur terhadap
kebesaran-Nya.
30. Melalui diskusi, peserta didik dapat mendeskripsikan peristiwa difraksi cahaya celah
tunggal sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
31. Melalui diskusi, peserta didik dapat menalar untuk menghitung menentukan sudut
deviasi pada difraksi celah tunggal sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur
terhadap kebesaran-Nya.
32. Melalui diskusi, peserta didik dapat menalar untuk menyebutkan aplikasi difraksi
cahaya oleh kisi dan celah tunggal dalam kehidupan sehari hari sehingga dapat
berpikir kritis, kreatif, logis dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
33. Melalui diskusi, peserta didik dapat mendeskripsikan peristiwa daya urai alat optik
pada peritiwa difraksi cahaya, sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur
terhadap kebesaran-Nya.
34. Melalui diskusi, peserta didik dapat menalar untuk menentukan besar daya resolusi
pada peritiwa difraksi alat optik, sehingga dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur
terhadap kebesaran-Nya.

Pertemuan kedelapan
35. Melalui diskusi, peserta didik dapat mendeskripsikan peristiwa polarisasi cahaya,
sehingga siswa dapat berpikir kritis, kreatif dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.
36. Melalui diskusi, peserta didik dapat menalar untuk memformulasikan peristiwa
polarisasi cahaya melalui penyerapan selektif dan pemantulan-pembiasan sehingga
siswa dapat berpikir kritis, logis dan bersyukur terhadap kebesaran-Nya.

D. Materi Pembelajaran
1. GELOMBANG BUNYI

A) SIFAT DASAR GELOMBANG BUNYI

1. Bunyi dapat kita dengar karena adanya sumber bunyi yang berupa benda bergetar
melakukan perambatan ke segala arah.
2. Gelombang bunyi adalah gelombang mekanik yang berbentuk gelombang
longitudinal
3. Gelombang bunyi dapat bergerak melalui zat padat, zat cair, dan gas, tetapi tidak bisa
melalui vakum (ruang hampa udara)
4. Tinggi-rendahnya bunyi ditentukan oleh frekuensinya sedangkan kuat-lemahnya bunyi
ditentukan oleh amplitudonya

B. CEPAT RAMBAT BUNYI

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

Cepat rambat bunyi adalah hasil bagi antara jarak tempuh bunyi dengan selang waktu
tempuhnya.

S = jarak yang ditempuh bunyi (m) S



t
t = waktu tempuh bunyi (s)

v = cepat rambat bunyi (m/s)

1. Cepat rambat bunyi dalam zat padat

Cepat rambat bunyi dalam zat padat ditentukan oleh interaksi antar molekul molekul zat
padat dan sifat inersia medium. Interaksi antar molekul zat padat dinyatakan dengan
modulus Young (E) .
E


E = modulus Young ( N/m2 )

= massa jenis zat padat ( kg/m3 )

2. Cepat rambat bunyi dalam zat cair


Untuk medium berupa zat cair modulus Young (E) diganti dengan modulus Bulk (B)

B = modulus Bulk ( N/m2 )


B

= massa jenis zat cair ( kg/m ) 3

3. Cepat rambat bunyi dalam gas


Cepat rambat bunyi di dalam tabung yang berisi gas, modulus gas adalah B = p, maka :

B p

p.Mr B P p
Karena: , Sehingga :
RT P.Mr
RT

RT

Mr

R = tetapan umum gas = 8,314 J/mol.K


M = massa molekul relatif
T = suhu ( K )
= konstanta Laplache

4. Cepat rambat transversal pada dawai


Cepat rambat bunyi pada dawai pertama kali ditemukan oleh Melde.
Untuk menentukan kecepatan perambatan gelombang pada dawai, Melde melakukan
percobaan dengan menggunakan sonometer.

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

Dari hasil percobaan, Melde mendapat suatu kesimpulan bahwa cepat rambat gelombang
pada dawai dirumuskan:

F Fl F

m A

Keterangan :
F = Tegangan dawai (N)
= massa per satuan panjang dawai (kg/m)
l
= Panjang dawai (m)
m = massa dawai (kg)
mb = massa beban (kg)
= massa jenis bahan dawai (kg/m3)

Jadi,
Cepat ambat gelombang dalam dawai adalah sebanding dengan akar kuadrat gaya tegangan
1 1
F 0
dawai ( 2 ) dan berbanding terbalikdengan akar kuadrat massa per panjang dawai ( )

S
Dawai Pipa Organa Terbuka (POB) Pipa Organa Tertutup (POT)

1. Nada dasar atau 1. Nada dasar atau 1. Nada dasar atau


1
harmonik ke 1 ( f0 ) harmonik ke 1 ( f0 )
0harmonik ke 1 ( f0 )

1 2
0
4 S
P P
S
P P
S

1 1v
l 0 f0
1 1v 1 1v 4 4
l 0 f0 l 0 f0
l 1 2 2 2 2

2. Nada atas pertama


2. Nada atas pertama 2. Nada atas pertama atau atau harmonik ke 3
atau harmonik ke 2 harmonik ke 2 ( f1 ) ( f1 )
( f1 ) S l 1 3
l 1
P P 4
S P S P S P S
S P P S

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA
3
l 2
2
2v 3 3v
f1 l 1 f1
2v l 11 2 4 4
f1
l 11 2
S
3. Nada atas kedua atau 3. Nada atas kedua atau
3. Nada atas kedua harmonik ke 3 ( f2 ) harmonik keS 5 ( f2 )
atau harmonik ke 3 P
5 PS
( f2 )
l l 2 3
S
4 S 2 2
P P P S
P S P S P
P P
S S
5 5v
l 2 f2
3v 4 4
3
l 2 f2
2 2
3 3v
l 2 f2
2 2 f0 : f1 : f2 : .... = 1 : 3 :
f0 : f1 : f2 : = 1 : 2 : 5 : ...
3:
f0 : f1 : f2 : = 1 : 2 :
3:

perut = ( n + 1 ) perut = ( n + 2 ) perut = ( n + 1 )


simpul = ( n + 2 ) simpul = ( n + 1 ) simpul = ( n + 1 )
simpul = perut + 1 simpul = perut - 1 perut = simpul

1 1 1
n n n
2 2 4
(n+1) (n+1) ( 2n + 1 )
( n = 0, 1, 2, 3, ..... ) ( n = 0, 1, 2, 3, ..... ) ( n = 0, 1, 2, 3, ..... )

C. INTENSITAS GELOMBANG BUNYI (I)


Intensitas bunyi adalah daya gelombang bunyi yang dipindahkan melalui bidang seluas
satu satuan yang tegak lurus terhadap arah cepat rambat gelombang.

Keterangan :

I = intensitas gelombang bunyi (W/m2) P


I
A
P = daya gelombang bunyi ( )

A = luas penampang (m2)

Karena muka gelombang berbentuk bola, maka intensitas gelombang pada bidang permukaan
bola dengan jari jari R adalah :

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

P P
I
A 4R 2

Perbandingan intensitas bunyi dari jarak R1 dan R2 adalah :


Sumber bunyi

R1
R2

Semakin jauh dari sumber bunyi, maka semakin besar luas muka gelombang bola sehingga
intensitas bunyi semakin kecil. Pengurangan intensitas bunyi akibat pertambahan jarak dari
sumber bunyi sesuai dengan hubungan berikut :

P P 1 1
I1 : I 2 : :
4R 1 4R 2 2 R 1 R 2 2
2 2

2
I1 R 2

I 2 R 1

Intensitas total dari n buah sumber bunyi yang identik adalah :

Itot = I1 + I2 + I3 + .... + In = n.I

Keterangan :
n = jumlah sumber bunyi
I = intensitas sebuah sumber bunyi ( w/m2)

D. TARAF INTENSITAS BUNYI


Intensitas ambang pendengaran adalah intensitas bunyi terkecil yang masih
dapat didengar oleh telinga manusia ( I0 = 10-12 W/m2 )
Intensitas ambang perasaan adalah intensitas bunyi terbesar yang masih dapat
didengar oleh telinga manusia tanpa rasa sakit ( 1 W/m2 ) . I
I0
Hubungan antara I dan TI dinyatakan dengan persamaan :
TI = 10 log
Keterangan :

TI = taraf intensitas ( desibel = dB )

I0 = intensitas ambang pendengaran

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 10


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

I0 = 10-12 W/m2

I = intensitas bunyi ( W/m2 )

Taraf intensitas oleh n sumber bunyi yang memiliki inetensitas sama


Misalkan sebuah sumber bunyi memberikan intensitas I1 = I dengan taraf intensitas TI1.
Jika ada n sumber bunyi identik, maka intensitasnya menjadi I n = nI dengan taraf
intensitas TIn.

I1 I
I0 I0
TI1 = 10 log = 10 log

In n.I
I0 I0
TIn = 10 log = 10 log

n.I I
I0 I0
TIn - TI1 = 10 log 10 log

nI I
log log
I0 I0

= 10

nI I
log :
I0 I0
= 10

nI I 0
log

I0 I
= 10

TIn = TI1 + 10 log n

Keterangan :

n = jumlah sumber bunyi

Apabila pada jarak R1 dari suatu sumber bunyi taraf intensitasnya TI 1, maka
pada jarak R2 taraf intensitasnya menjadi :
I1
I0
TI1 = 10 log

I2
I0
TI2 = 10 log

I2 I1
I0 I0
TI2 - TI1 =10 log 10 log

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 11


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

I2 I
log log 1
I0 I0

TI2 - TI1 =10

I 2 I1
log :
I0 I0
= 10

I2 I0
log
I 0 I1
= 10

I
log 2
I
1
= 10
2
R
log 1
R2
= 10

R1
log
R2
= 20
R1
R1 R2
log
R2 TI2 = TI1 + 20 log
TI2 = TI1 + 20

2. EFEK DOPPLER
Jika kita berdiri di pinggir jalan raya mengamati kendaraan yang lalu lalang, frekuensi
bunyi klakson sebuah mobil yang dihidupkan akan terdengar lebih tinggi saat mendekati
kita dan akan terdengar melemah saat menjauhi kita. Peristiwa ini disebut Efek Doppler.
Secara umum persamaan efek Doppler ditulis :
v vp
fp fs
v vs

Keterangan :
fp = frekuensi bunyi yang didengar oleh pendengar (Hz)
fs = frekuensi dari sumber bunyi (Hz)
v = cepat rambat bunyi di udara (m/s)
vp = kecepatan gerak pendengar (m/s)
vs = kecepatan gerak sumber bunyi (m/s)

Perjanjian tanda untuk vp dan vs :

1. Bila pendengar (P) diam vP = 0


2. Bila sumber bunyi (S) diam vS = 0
3. Bila pendengar (P) mendekati sumber bunyi vp = (+)
4. Bila pendengar (P) menjauhi sumber bunyi vp = (-)
5. Bila sumber (S) mendekati pendengar vs = (-)
6. Bila sumber (S) menjauhi pendengar vs = (+)

Apabila angin berhembus dengan kecepatan va, maka :

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 12


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

a. Untuk angin yang berhembus dari S ke P (searah dengan sumber bunyi ),

v' v v a
maka cepat rambat gelombang menjadi sehingga rumus Efek Doppler menjadi :
v'v p
fp fs (v v a ) v p
v'v s fp fs
(v v a ) v s

b. Untuk angin yang berhembus dari P ke S (berlawanan dengan sumber

v' v v a
bunyi) maka cepat rambat gelombang menjadi sehingga rumus Efek Doppler
menjadi :
v'v p
fp fs (v va ) v p
v'v s fp fs
(v va ) vs

2. GELOMBANG CAHAYA
1) Interferensi Celah Ganda (Interferensi Young)

a. Interferensi maksimum (garis terang)

d sin =m, m = 0, 1, 2, 3, ....

dp
m
L
, m = 0, 1, 2, 3, ...

b. Interferensi minimum (garis gelap)


1
( m )
2
d sin = m = 1, 2, 3, ....

dp 1
( m )
L 2
m = 1, 2, 3, ....

Keterangan :
d = jarak 2 celah
P = jarak pola terang atau gelap dari terang pusat
L = jarak layar ke celah
= panjang gelombang, dengan satuan

2) DIFRAKSI CAHAYA
5
1. Difraksi Celah Tunggal (Difraksi Fraunhofer)
4
1 3
a. Garis gelap ke m d 2
d sin m = m , m = 1,2,3 .... d 2
1 1
d
2 d
sin
Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG 2 Page 13
RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

p
L
d = m, m = 1,2,3 ....

b. Garis terang ke m
1
( m )
2
d sin m = m = 1, 2, 3, ....

p 1
( m ) d P
L 2
d = , m = 1, 2, 3, ....

2. Difraksi pada kisi

1
Tetapan kisi : N
d =
d = tetapan kisi atau jarak antar celah
N = banyaknya garis persatuan panjang

Misalkan : Kisi terdiri dari 5000 garis/ cm,

1 1
cm
N 5000
maka d = = = 2 x 10-4 cm
d Sin = m , m = 0, 1, 2, 3, ....
Pola difraksi maksimum /garis terang

d sin = (2m 1 ) , m = 1, 2, 3, ....


Pola difraksi minimum /garis gelap
1
(m )
2
d sin = , m = 1, 2, 3, ....

3) Daya Urai Alat Optik karena Difraksi

Alat alat optik seperti : lup, mikroskop dan teropong memiliki kemampuan untuk
memperbesar bayangan benda, tetapi perbesaran bayangan benda yang dihasilkan terbatas.
Hal ini karena kemampuan perbesaran alat - alat optik itu selain dibatasi oleh daya urai
lensa juga dibatasi oleh pola difraksi.

Batas sudut resolusi (sudut resolusi minimum) adalah ukuran sudut


pemisahan agar dua benda titik masih dapat dipisahkan.
Pola difraksi

dm
m
Sumber D
cahaya

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 14


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

Untuk m yang sangat kecil, sin m tan m m maka :


D
D
Sin m = 1,22
m = 1,22

Batas resolusi (daya urai) alat optik adalah jarak pisah terpendek dari 2
benda titik dimana bayangan yang dihasilkannya masih dapat ditampilkan sebagai 2 titik
terpisah.
Dari gambar di atas :

dm
L
sin m tan m maka :
L
D D

Keterangan :
D = diamater lubang atau diamater bukaan alat optik (m)
L = jarak benda dari lensa (m)
= panjang gelombang(m)
dm= Daya urai alat optik = jarak sumber cahaya (m)
m = Sudut resolusi minimum (rad)
1,22 = tetapan Airy
Gel. terpolarisasi
4) POLARISASI CAHAYA

Celah Adalah peristiwa terserapnya sebagian arah getar gelombang sehingga gelombang hanya
memiliki satu arah getar.

Polarisasi hanya terjadi pada gelombang transversal saja.

Gel. tidak terpolarisasi

Gelombang tidak terpolarisasi adalah gelombang dengan berbagai arah


getar.
Gelombang terpolarisasi adalah gelombang yang hanya memiliki satu
arah getar saja.
Gelombang terpolarisasi ada 2 yaitu :

a. Gelombang terpolarisasi sebagian , adalah gelombang yang sebagian arah getarnya


terserap.
b. Gelombang terpolarisasi linier, adalah gelombang yang diteruskan hanya memliki
satu arah getar saja.
Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 15
RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

Ada 3 cara untuk memperoleh gelombang terpolarisasi dari gelombang tak terpolarisasi :
1. penyerapan selektif
2. pemantulan dan pembiasan
3. hamburan

1. Penyerapan Selektif
Diperoleh dengan cara memasang 2 buah polaroid yaitu polarisator dan analisator.

Polarisator (pengkutub) berfungsi untuk menghasilkan cahaya terpolasisasi


dari cahaya tak terpolarisasi
anasliator (penganalisa) berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya
terpolarisasi dan mengubah arah polarisasi.

ip

Jika intensitas cahaya tak terpolarisasi I0 maka :


n1 1
I0
Intensitas cahaya yang keluar dari polarisator ideal adalah
2 :
Intensitas cahaya yang keluar dari analisator adalahI1: = I2 = I1 cos2

1
I 0 cos 2 Hukum Malus
2

Keterangan :
= sudut antara polaristor dan analisator
I0 = intensitas cahaya awal sebelum masuk polarisator
I1 = intensitas cahaya yang keluar dari polarisator
I2 = intensitas cahaya yangkeluar analisator

2. Pemantulan dan Pembiasan

Cahaya tak terpolarisasi Cahaya terpolarisasi linier

ip

n2

r
Cahaya terpolarisasi sebagian

Pada gambar bahwa sinar yang datang pada bidang batas sebagian dipantulkan dan sebagian
dibiaskan. Sesuai dengan hukum Snellius :
sin i p
n2

sin r 2016-2017;
Kasmudi, S.Pd., M.Si n1 SMA N 2 BATANG Page 16
RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

sin i p n2 n2
tan i p
cos i p n1 n1
r = 90 ip sin r = sin (90 ip) = cos ip maka :
0 0

n2
Hukum Brewster
n1

ip = sudut polarisasi atau sudut Brewster

5) DISPERSI CAHAYA
Dispersi adalah peruraian cahaya polikromatik menjadi komponen komponen warnanya.

Cahaya Polikromatik adalah cahaya yang dapat diuraikan menjadi komponen


komponen warnanya.
Contoh : cahaya putih

Cahaya Monokromatik adalah cahaya yang tidak dapat diuraikan menjadi


komponenkomponen warnanya.
Contoh : cahaya Me, Ji, Ku, Hi, Bi, Ni, U

a) Pembiasan Cahaya pada Prisma


1. Sudut Deviasi
Adalah sudut apit yang dibentuk oleh perpanjangan sinar datang mula-mula dengan
sinar bias yang keluar dari prisma.

Keterangan :
i1 = sudut datang pertama N2
N1
r1 = sudut bias pertama
r1 r2
i2 = sudut datang kedua i1 i2
r2 = sudut biasa kedua
= sudut pembias prisma
= sudut deviasi
N1 = garis normal bidang pembias pertama
N2 = garis normal bidang pembias kedua

= r1 + i2
Dan = i 1 + r2 -

2. Sudut Deviasi Minimum


Sudut deviasi minimum tercapai jika :

(1) i1 = r2 atau r1 = i2
(2) cahaya memotong prisma menjadi segitiga sama kaki.

i1 m
2
m = 2i1 - atau

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 17


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA


r1
2
Karena = r1 + i2
Menurut Snellius :
sin i1 n 2 n p

sin r1 n1 nu

m
sin
2 np

nu
sin
2

a. untuk sudut pembias besar (>150), sudut deviasi minimun prisma dihitung
dengan persamaan :

sin m np
2 2

Jika mediumnya bukan udara maka : sin m n p



2 nme d 2

b. Untuk sudut pembias kecil (<150), sudut deviasi minimun prisma dihitung
dengan persamaan :

m= ( np 1 )

np
Jika mediumnya bukan udara maka : 1
nmed

m=

E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Scientific Approach
Pertemuan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran
Pertama Diskusi, Demonstrasi Problem Based Learning
Kedua Demonstrasi dan Diskusi Informasi Problem Based Learning
Ketiga Diskusi, Tanya Jawab, Ceramah Cooperative Learning
Keempat Demonstrasi, Eksperimen, Tanya Cooperative Learning
Jawab, Diskusi, Tugas

F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (2 JP= 2x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan 1.Guru menyiapkan siswa dan memimpin doa sebelum 10 menit
memulai pelajaran kemudian mengucapkan salam dan
Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 18
RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

mengecek kehadiran siswa.


2.Guru menyampaikan indikator hasil belajar yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
3.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.
4.Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan siswa
pada materi gelombang bunyi di SMP.
- Sebutkkan macam macam bunyi berdasarkan
frekuensinya !
- Binatang apa yang dapat mendengar bunyi infrasonik
dan ultrasonik?
5.Guru membimbing siswa untuk bisa menyebutkan beberapa
contoh kejadian lingkungan sekitar yang berkaitan dengan
karakteristik gelombang bunyi

Inti Mengamati 65 menit


Siswa melakukan studi pustaka untuk mencari informasi
tentang karaketrietik gelombang bunyi dan
permasalahannya dalam kehidupan sehari-hari melalui
berbagai sumber melalui internet dan buku
buku yang relevan.
Melakukan studi pustaka untuk mencari informasi
tentang bunyi dan permasalahannya dalam kehidupan
sehari-hari melalui berbagai sumber

Menanyakan
1. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya berdasarkan
informasi yang diperoleh dari guru dan diskusi kelompok
tentang karateristik gelombang bunyi.
2.
Mengeksplorasi
1. Siswa membentuk kelompok sesuai
arahan guru.
2. Setiap kelompok siswa menerima
Lembar Diskusi Siswa (LDS) tentang karakteristik
gelombang bunyi dan menenetukan cepat rambat bunyi
pada zat padat, cair dan gas.

Mengasosiasi
3. Guru memberikan soal pada siswa,
agar siswa dapat menerapkan cepat rambat gelombang
bunyi pada zat padat, cair dan gas
4. Siswa dalam kelompok berdiskusi
mengenai permasalahan dalam LDS.

Mengkomunikasikan
5. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya kedepan
kelas.
6. Guru memberikan informasi jawaban yang benar
berdasarkan soal.
Penutup 1. Guru bersama siswa menyimpulkan kembali materi yang 15 menit
sudah dibahas pada pertemuan itu.
2. Guru memberikan penghargaan kepada individu dan
kelompok yang kinerjanya baik.
3. Guru memberikan tes hasil belajar berupa kuis.
4. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari Gerak

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 19


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

Melingkar yang dibahas pada pertemuan berikutnya.

Pertemuan II (2 JP= 2x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan memberi salam dan 5 menit
mengecek kehadiran siswa.
2. Siswa berdoa sebelum pembelajaran dimulai.
3. Guru mengingatkan siswa kembali pada pelajaran
sebelumnya mengenai karaketistik gelombang bunyi
4. Guru memberikan apersepsi untuk mendorong rasa ingin
tahu dan berpikir kritis tentang gelombang stasioner
sumber bunyi pada berbagai alat musik (dawai,
POB dan POT) :
Apa yang akan terjadi jika dawai gitar di perpanjang
atau diperpendek?
Faktor apakah yang menyebabkan dawai dapat
menghasilkan frekuensi yang tinggi ?
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Inti Mengamati 80 menit


1. Siswa melakukan studi pustaka untuk mencari informasi
tentang bunyi dan permasalahannya dalam kehidupan
sehari-hari melalui berbagai sumber
2. Siswa mengamati tampilan media powerpoint tentang
gelombang stasioner bunyi pada berbagai alat musik.
3. Siswa memperhatikan penjelasan guru frekuensi nada
nada pada dawai, POB dan POT sesuai dengan media
powerpoint.
4. Siswa mengamati tampilan media flash tentang
pelayangan bunyi.
5. Guru menilai keterampilan siswa dalam mengamati

Menanyakan
6. Siswa bertanya jawab dengan guru tentang nada nada
yang dihasilkan dawai, POB dan POT
7. Siswa bertanya jawab dengan guru tentang pelayangan
bunyi

Mengeksplorasi
8. Siswa membentuk kelompok sesuai arahan guru.
9. Siswa mendiskusikan tentang cepat rambat bunyi, Azas
Dopler dan intensitas bunyi
10. Siswa mengidentifikasi variabel bebas, terikat, dan
kontrol untuk menyelidiki fenomena dawai dan pipa
organa.
11. Siswa menentukan alat dan bahan yang diperlukan
untuk percobaan fenomena dawai dan pipa organa
(tabung resonansi untuk pipa organa terbuka).
12. Siswa melaksanakan percobaan untuk menyelidiki
fenomena dawai dan pipa organa secara berkelompok.
13. Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok

Mengasosiasi/ Menalar
14. Siswa menelaah data kecepatan bunyi dalam berbagai
media untuk mendapatkan faktor yang mempengaruhi

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 20


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

cepat rambat bunyi


15. Siswa mendiskusikan bersama kelompoknya mengenai
permasalahan dalam LDS dan menyiapkan bahan
presentasi kelompok.
16. Guru menilai kerjasama dan tanggungjawab siswa
dalam kerja kelompok

Mengkomunikasikan
17. Perwakilan salah satu kelompok mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya dengan difasilitasi guru dalam
diskusi kelas.
18. Siswa lain dalam kelompok menanggapi presentasi
temannya.
19. Guru menanggapi hasil diskusi siswa dan memberi
jawaban atau informasi yang tepat untuk memberikan
penguatan pemahaman.
20. Guru memberi kesempatan pada siswa untuk
menanyakan materi yang belum dipahami atau sekedar
menyampaikan pendapatnya.
21. Guru memberikan soal yang berkaitan dengan gerak
parabola sebagai tugas rumah.
22. Guru menilai kemampuan presentasi dan komunikasi
siswa

Penutup 1. Guru bersama siswa menyimpulkan kembali materi yang 5 menit


sudah dibahas pada pertemuan itu
2. Guru memberikan penghargaan kepada individu dan
kelompok yang kinerjanya baik

Guru memberikan Penugasan :

Tugas Terstruktur :

Mengerjakan uji kompetensi 2 modul fisika

Pertemuan III (2 JP = 2 x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan memberi salam dan 10 menit
mengecek kehadiran siswa.
2. Guru menyampaikan indikator hasil belajar yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.
4. Memberi motivasi dan apersepsi tentang fenomena bunyi
dalam kehidupan sehari hari yaitu:
Apa yang kamu rasakan ketika jarak kamu terhadap
sumber bunyi dekat dan bagaimana pula kalau jauh
dari sumber bunyi ?
Bagaimana besar taraf intensitas bunyi jika sumber
bunyi ditambah?

Inti Mengamati 70 menit


1. Peserta didik mengamati video/animasi Flash tentang

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 21


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

intensitas dan taraf intensitas bunyi.


2. Peserta didik mengakses internet melalui link
http://guzdial.cc.gatech.edu/step/uploads/12/decibel/scale.
swf

Menanyakan
1. Menanyakan kepada peserta didik hubungan antara
intensitas dua sumber bunyi dengan jarak berbeda dan
hubungan antara intensitas dan taraf intensitas bunyi

Mengumpulkan Informasi
2. Melalui bahan ajar dan buku paket, peserta didik
mendiskusikan pengaruh jarak dan banyaknya sumber
bunyi terhadap intensitas dan taraf intensitas bunyi

Mengasosiasi/Menalar
3. Peserta didik dengan bimbingan guru merumuskan
intensitas dan taraf intensitas bunyi
4. Peserta didik diberi kesempatan untuk berdiskusi tentang
pengaruh jarak terhadap intensitas dan taraf intensitas
bunyi
5. Peserta didik mendiskusikan intensitas dan taraf intensitas
berapa sumber bunyi yang dibunyikan serentak
6. Peserta didik diberi latihan soal individu menghitung
intensitas dan taraf intensitas bunyi dari beberapa sumber
bunyi
7. Peserta didik diberi latihan soal individu menghitung
intensitas dan taraf intensitas bunyi pada jarak tertentu.
8. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi 3 secara mandiri.

Mengkomunikasikan
9. Guru mempersilahkan peserta didik mengerjakan soal di
papan tulis
10. Perwakilan peserta didik mengerjakan soal yang
diberikan guru di papan tulis dan peserta didik lain
memberi komentar jawaban.
11. Guru memberikan timbal balik atau memberi informasi
jawaban yang tepat kepada siswa. dan tepat dalam
mengerjakan soal.
12. Guru memberi penghargaan kepada peserta didik yang
benar dan tepat dalam menjawab soal.
Penutup 1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali 10 menit
materi yang sudah dibahas pada pertemuan itu.
2. Guru memberikan tes hasil belajar berupa kuis .

Guru memberikan Penugasan :

Tugas Terstruktur :

Mengerjakan Latihan 1 PR Fisika Halaman 11

Pertemuan IV (2 JP = 2 x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 22


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan memberi salam dan 10 menit


mengecek kehadiran siswa.
2. Guru menyampaikan indikator hasil belajar yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.
4. Memberi motivasi dan apersepsi tentang fenomena
bunyi dalam kehidupan sehari hari yaitu:
Apa yang kamu rasakan ketika ada sumber bunyi
yang datang mendekatimu kemudian menjauhi
kamu ?
Apa yang dimaksud dengan resonansi bunyi ?

Inti Mengamati 70 menit


3. Peserta didik mengamati video/animasi Flash tentang
efek Doppler
4. Peserta didik mengamati video/animasi Flash tentang
resonansi bunyi
5. Peserta didik mengakses internet melalui link
http://www.lifeinresonance.com/?page_id=47

Menanyakan
6. Peserta didik menanyakan penerapan konsep efek
Doppler dalam kehiduoan sehari hari
7. Peserta didik menanyakan kembali konsep resonansi
bunyi dalam kehidupan sehari hari yang pernah
diterima di SMP.

Mengumpulkan Informasi
8. Melalui bahan ajar dan buku paket, peserta didik
mendiskusikan konsep efek Doppler dan resonansi
bunyi serta aplikasinya dalam kehidupan sehari hari

Mengeksplorasi
9. Peserta didik diberi kesempatan untuk berdiskusi
tentang penulisan persamaan efek Doppler dan
perjanjian tanda kecepatan pendengar dan kecepatan
sumber bunyi.
10. Peserta didik mendiskusikan penurunan persamaan efek
doppler tanpa pengaruh angin dan ada pengaruh angin
11. Menanyakan kepada peserta didik tentang pengertian
resonansi dan akibat yang ditimbulkannya
12. Menanyakan kepada peserta didik selisih frekuensi
tinggi dan rendah dari beberapa sumber bunyi
13. Peserta didik melanjutkan mengerjakan soal evaluasi 3
secara mandiri.

Mengasosiasi
13. Peserta didik diberi latihan soal individu mengenai
frekuensi yang di dengar pendengar dan frekuensi yang
dipancarkan sumber bunyi pada gejala efek Doppler.
14. Peserta didik diberi latihan soal individu mengenai Guru
memberikan soal latihan efek doppler dan resonansi
bunyi.

Mengkomunikasikan
Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 23
RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

15. Guru mempersilahkan peserta didik mengerjakan soal di


papan tulis
16. Perwakilan peserta didik mengerjakan soal yang
diberikan guru di papan tulis dan peserta didik lain
memberi komentar jawaban.
17. Guru memberikan timbal balik atau memberi informasi
jawaban yang tepat kepada siswa. dan tepat dalam
mengerjakan soal.
18. Guru memberi penghargaan kepada peserta didik yang
benar dan tepat dalam menjawab soal.

Penutup 1. Guru bersama siswa menyimpulkan kembali materi 10 menit


yang sudah dibahas pada pertemuan itu.
2. Guru memberikan tes hasil belajar berupa kuis .

Guru memberikan Penugasan :

Tugas Terstruktur :

Mengerjakan uji kompetensi 3 di modul fisika

Pertemuan V (2 JP= 2 x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan 1. Guru membimbing berdoa siswa sebelum memulai 10 menit
pelajaran dan mengecek kehadiran siswa.
2. Guru menyampaikan indikator hasil belajar yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
3. Memberikan motivasi dan apersepsi dengan
membimbing siswa tentang karakteristik gelombang
cahaya, sbb :
Sebutkan sifat sifat gelombang cahaya
Bagimana cara mendapatkan pola terang/ pola gelap
pada layar
Bagaimana pengaruh lebar celah terhadap pola
interferensi yang ditangkap layar ?
4. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran (produk,
proses, keterampilan sosial dan karakter).
Inti Mengamati 60 menit
1. Guru mendemontrasikan peristiwa interferensi celah
ganda Young, difraksi celah tunggal dan difraksi kisi
melalui tayangan LCD dengan program Phet
2. Diperlihatkan gambar yang berhubungan dengan
teknologi LCD dan LED dalam gelombang cahaya. Siswa
menuliskan pendapatnya mengenai peristiwa yang
mungkin terjadi pada gambar tersebut.
3. Mengamati peragaan fenomena difraksi dan interferensi
kisi menggunakan laser pointer dan CD bekas
4. Siswa mengamati demonstrasi yang dilakukan guru
tentang pembiasan dan dispersi cahaya pada prisma

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 24


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

segitiga

Menanyakan
5. Guru membimbing siswa agar mengajukan pertanyaan
dengan santun, tentang besaran-besaran yang terdapat
dalam interferensi Young, difraksi celah tunggal dan
difraksi kisi
6. Guru membombing siswa untuk mengajukan pertanyaan
cara menentukan indeks bias prisma melalui percobaan
pembiasan dan dispersi cahaya pada prisma segitiga
7. Siswa menanyakan konsep, prinsip, dan penerapannya
yang berhubungan dengan spektrum, difraksi dan
interferensi, polarisasi, dan teknologi LCD dan LED
dalam gelombang cahaya.

Mengeksplorasi / Mengumpulkan Informasi


8. Diskusi kelas difraksi dan interfrensi pada celah ganda,
kisi, dan celah tunggal
9. Mengidentifikasi variabel bebas terikat, dan kontrol untuk
menyelidiki pola difraksi dan interferensi menggunakan
kisi dan laser pointer.
10. Dengan difasilitasi oleh guru, peserta didik merumuskan
pola terang dan pola gelap difraksi celah tunggal dan
difraksi kisi dengan rekan satu kelompok berdasarkan
lembar hasil Lembar Kerja Siswa
11. Eksplorasi pemanfaatan konsep dan prinsip cahaya pada
teknologi layar LCD dan LED

Mengasosiasi / Menalar
12. Dipandu Lembar Kerja Siswa, guru membimbing siswa
untuk melakukan diskusi dengan teliti dan menarik
kesimpulan secara jujur, bertanggung jawab dan saling
bekerjasama dengan anggota kelompok untuk
menghitung panjang gelombang, menetukan jarak antar
celah dan antar pola pada peristiwa interferensi Young,
difraksi celah tunggal dan difraksi kisi
13. Siswa mendengarkan peristiwa keseharian yang
berhubungan dengan spektrum, difraksi dan interferensi,
polarisasi, dan teknologi LCD dan LED dalam
gelombang cahaya, kemudian menuliskan tanggapan
berhubungan dengan peristiwa itu.

Mengkomunikasikan
14. Guru melakukan evaluasi formatif dengan meminta
beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
(melatih tanggung jawab) dan ditanggapi kelompok lain.
Pada saat presentasi, kelompok lain diharapkan
mendengarkan dengan sebaik-baiknya, dan bertanya
apabila kurang jelas.
15. Guru memberikan tanggapan tentang hasil diskusi dari
siswa dan memberikan penjelasan lebih lanjut agar tidak
terjadi miskonsepsi.
Penutup 1. Siswa dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran 20 menit
yang telah dilaksanakan.
2. Membimbing siswa menyumbangkan ide untuk membuat

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 25


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

rangkuman pelajaran dan mencatat hasil rangkuman


secara individu untuk melatihkan kejujuran dan tanggung
jawab
3. Memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok
yang kinerjanya baik dan dapat menjawab pertanyaan
dengan benar.
4. Menutup kegiatan belajar mengajar dengan berdoa dan
tetap memberikan semangat kepada siswa untuk belajar.
5. Guru memberikan pengumuman agar siswa
mempersiapkan ulangan harian I pada pertemuan
berikutnya

Pertemuan VI (2 JP= 2 x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan 1. Guru membimbing berdoa siswa sebelum memulai 10 menit
pelajaran dan mengecek kehadiran siswa.
2. Guru menyampaikan indikator hasil belajar yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
3. Memberikan motivasi dan apersepsi dengan
membimbing siswa tentang interferensi gelombang
cahaya, sbb :
Bagimana cara mendapatkan pola terang/ pola gelap
pada interfernsi celah ganda Young?
Bagaimana gambar skema Interferensi celah ganda
Young?
Bagaimana pengaruh lebar celah terhadap pola
interferensi yang ditangkap layar ?
Inti Mengamati 60 menit
1. Guru mendemontrasikan peristiwa interferensi celah
ganda Young, melalui tayangan LCD dan koneksi
internet dengan link http://www.youtube.com/watch?
v=dNx70orCPnA.

Menanyakan
1. Peserta didik menanyakan contoh peristiwa interferensi
Young dalam kehidupan sehari hari.
2. Guru menanyakan syarat terjadinya interferensi Young
3. Guru membimbing siswa agar mengajukan pertanyaan
dengan santun, tentang besaran-besaran yang terdapat
dalam interferensi Young.

Mengeksplorasi / Mengumpulkan Informasi


4. Peserta didik di bimbing oleh guru membentuk
kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5
orang.
5. Peserta didik mendiskusikan dan menuliskan hasil
pengamatan dalam LDS.
6. Melalui bahan ajar dan buku paket, peserta didik
mendiskusikan konsep interferensi Young dan contoh
dalam kehidupan sehari hari

Mengasosiasi / Menalar

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 26


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

7. Dipandu Lembar Kerja Siswa, guru membimbing


peserta didik untuk melakukan diskusi dengan teliti dan
menarik kesimpulan secara jujur, bertanggung jawab
dan saling bekerjasama dengan anggota kelompok untuk
menghitung panjang gelombang, menetukan jarak antar
celah dan antar pola pada peristiwa interferensi Young.
8. Dipandu Lembar Kerja Siswa, guru membimbing siswa
mendeskripsikan cara melukis skema interferensi
Young.
9. Dengan difasilitasi oleh guru pengampu, peserta didik
merumuskan pola terang dan pola gelap interferensi
celah ganda Young dengan rekan satu kelompok
berdasarkan lembar hasil Unjuk Kerja

Mengkomunikasikan
10. Guru melakukan evaluasi formatif dengan meminta
beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
(melatih tanggung jawab) dan ditanggapi kelompok
lain. Pada saat presentasi, kelompok lain diharapkan
mendengarkan dengan sebaik-baiknya, dan bertanya
apabila kurang jelas.
11. Guru memberikan tanggapan tentang hasil diskusi dari
peserta didik dan memberikan penjelasan lebih lanjut
agar tidak terjadi miskonsepsi.
Penutup 12. Peserta didik dan guru mereview hasil kegiatan 20 menit
pembelajaran yang telah dilaksanakan.
13. Membimbing siswa menyumbangkan ide untuk
membuat rangkuman pelajaran dan mencatat hasil
rangkuman secara individu untuk melatihkan kejujuran
dan tanggung jawab
14. Memberikan penghargaan kepada individu dan
kelompok yang kinerjanya baik dan dapat menjawab
pertanyaan dengan benar.
15. Menutup kegiatan belajar mengajar dengan berdoa
dan tetap memberikan semangat kepada siswa untuk
belajar.

Pertemuan VII (2 JP= 2 x 45 menit)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan 1. Guru membimbing berdoa siswa sebelum memulai 10 menit
pelajaran dan mengecek kehadiran siswa.
2. Guru menyampaikan indikator hasil belajar yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
3. Memberikan motivasi dan apersepsi dengan
membimbing siswa tentang difraksi kisi dan celah
tunggal, sbb :
Mengapa makin banyak jumlah celah pada kisi, maka
makin sempit garis terang-gelap-terang yang terbentuk?
Bagaimana gambar skema difraksi oleh satu celah?

Inti Mengamati 60 menit


1. Guru mendemontrasikan peristiwa difraksi kisi dan celah

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 27


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

tunggal melalui tayangan LCD dan koneksi internet


dengan link http://www.youtube.com/watch?
v=dNx70orCPnA.
2. Peserta didik mengamati demonstrasi guru tentang
difraksi kisi dan difraksi celah tunggal

Menanyakan
1. Peserta didik menanyakan contoh peristiwa
difraksi kisi dan difraksi celah tunggal dalam kehidupan
sehari hari.
2. Peserta didik menanyakan cara
menghasilkan banyak pola pada peristiwa difraksi kisi.

Mengeksplorasi / Mengumpulkan Informasi


3. Peserta didik di bimbing oleh guru
membentuk kelompok. Masing-masing kelompok terdiri
dari 5 orang.
4. Peserta didik melakukan praktikum difraksi
kisi dan menuliskan hasil pengamatan dalam LDS.

Mengasosiasi / Menalar
5. Dipandu Lembar Kerja Siswa, guru
membimbing peserta didik untuk melaksanakan
praktikum pola difraksi kisi dengan menggunakan
keping CD.
6. Dipandu Lembar Kerja Siswa, guru
membimbing siswa mendeskripsikan cara melukis
skema difraksi kisi.
7. Dengan difasilitasi oleh guru pengampu,
peserta didik merumuskan pola terang dan pola gelap
difraksi kisi dan celah tunggal dengan rekan satu
kelompok berdasarkan lembar hasil Unjuk Kerja

Mengkomunikasikan
2. Guru melakukan evaluasi formatif dengan meminta
beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
(melatih tanggung jawab) dan ditanggapi kelompok
lain. Pada saat presentasi, kelompok lain diharapkan
mendengarkan dengan sebaik-baiknya, dan bertanya
apabila kurang jelas.
3. Guru memberikan tanggapan tentang hasil diskusi
dari peserta didik dan memberikan penjelasan lebih
lanjut agar tidak terjadi miskonsepsi.
Penutup 3. Guru pengampu memberi waktu kepada peserta didik 10 menit
untuk bertanya secara Mandiri tentang pembelajaran yg
belum di mengerti
4. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk
membuat rangkuman.
5. Guru memberikan Evaluasi 5 sebagai Tugas Mandiri
Terstruktur

Pertemuan VIII (2 JP= 2 x 45 menit)

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 28


RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahul 1. Guru membimbing berdoa siswa sebelum memulai pelajaran dan 10 menit
uan mengecek kehadiran siswa.
2. Guru menyampaikan indikator hasil belajar yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
3. Memberikan motivasi dan apersepsi dengan membimbing siswa tentang
difraksi kisi dan celah tunggal, sbb :
Pernahkah kalian foto langsung jadi ?
Pernahkan kalian mengamati nyala lampu mobil dari kejauhan tampak
menyatu, tapi setelah dekat tampak terpisah? mengapa hal itu bisa
terjadi?

Inti Mengamati 60 menit


1. Peserta didik mengamati video polarisasi dengan link
http://www.wwnorton.com/college/physics/om_tutorials/chap33/polariza
tion/interference_new:swf
http://wwwphysicsclassroom.com/class/light/Lesson-1/Polarization.

Menanyakan
1. Peserta didik menanyakan pengertian polarisasi
2. Peserta didik peristiwa yang termasuk polarisasi dalam
kehidupan sehari hari
3. Peserta didik menanyakan contoh peristiwa daya urai alat optik

Mengeksplorasi / Mengumpulkan Informasi


1. Peserta didik di bimbing oleh guru membentuk kelompok,
masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
2. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4 5 orang.
Peserta didik mendiskusikan materi polarisasi dan pemanfaatannya
dalam kehidupan sehari hari
3. Peserta didik mendiskusikan materi daya urai alat optik
akibat peristiwa difraksi cahaya.

Mengasosiasi / Menalar

4. Dipandu Lembar Kerja Siswa, guru membimbing peserta


didik menghitung sudut resolusi dan daya urai alat optik.
5. Dipandu Lembar Kerja Siswa, guru membimbing peserta
didik mendeskripsikan konsep polarisasi dengan cara pemantulan-
pembiasan dan penyerpan selektif.
6. Dengan difasilitasi oleh guru pengampu, peserta didik
merumuskan daya urai dan daya resolusi pada peritiwa difraksi cahaya
dengan rekan satu kelompok berdasarkan lembar hasil Unjuk Kerja
7. Dengan difasilitasi oleh guru pengampu, peserta didik
merumuskan hukum Brewster dan hukum Mallus pada peritiwa
polarisasi cahaya dengan rekan satu kelompok berdasarkan lembar
hasil Unjuk Kerja

Mengkomunikasikan
8. Perwakilan peserta didik mempresentasikan hasil diskusi ke
depan kelas
9. Guru memberikan tanggapan tentang hasil diskusi dari
peserta didik dan memberikan penjelasan lebih lanjut agar tidak terjadi
miskonsepsi.
Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 29
RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

Penutup 10. Guru memberi waktu kepada peserta didik untuk bertanya 10 menit
secara Mandiri tentang pembelajaran yg belum di mengerti
11. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk
membuat rangkuman.
12. Guru memberikan Evaluasi 7 sebagai Tugas Mandiri
Terstruktur
13. Guru memngumumkan ulangan harian 1 KD 3.1 pada
pertemua berikutnya.

G. Penilaian
Pada tiap pertemuan masing-masing terdapat penilaian tes hasil belajar yang meliputi:
- tes hasil belajar pengetahuan : soal evaluasi (terlampir)
- tes hasil belajar ketrampilan : lembar observasi dan portofolio (terlampir)
- tes hasil belajar sikap dan spiritual : lembar observasi (terlampir)

H. Alat/Bahan, Media dan Sumber Belajar

Pertemuan Alat/Bahan dan Media Sumber Belajar

Pertama LCD, LAPTOP, Multimedia Flash - Sufi Ani R. dkk. 2015. Fisika untuk
SMA/MA Kelas XII SMA/MA
Kedua LCD, LAPTOP, Multimedia Kurikulum 2013. Surakarta:
Powerpoint Mediatama
Ketiga LCD, LAPTOP, Multimedia Flash - Bambang Haryadi. 2009. Fisika
untuk SMA/MA Kelas XII.
Keempat LCD, LAPTOP, Program PHET
Jakarta: Pusat Perbukuan Dinas
dan Tracker
Pendidikan Nasional.
- Budi Purwanto, 2014.
Pengembangan Media
Pembelajaran Fisika.
Yogyakarta: UNY. Jakarta :
Pusat Perbukuan Dinas
Pendidikan.
- Marthen, Kanginan. 2015. Fisika
Untuk SMA Kelas XII Kurikulum
2013. Jakarta: Erlangga
- Yeni Rima Liana, 2015. Bahan
Ajar Fisika SMA kelas XII
Semester 1 Kurikulum 2013. Kab
Batang : SMAN 2 Batang
- Halliday dan Resnick, 2010. Fisika
jilid 2 (Terjemahan) Jakarta:
Penerbit Erlangga.
- Giancoli, 2010. Fisika Jilid 2 Edisi
Kelima. Jakarta: Erlangga
- e-dukasi.net
- http://alrizqi13saiyo-
fst12.web.unair.ac.id/artikel_detail-
79186-Umum-Teori%20Dasar
%20Optik%20Fisis.html
- http://fisikapintarku.blogspot.com/p/bu
nyi-merupakan-gelombang-
mekanik-yang.html
- http://media.isnet.org/iptek/100/Rontge
n.html
- http://www.deviantart.com/print/15409
Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 30
RPP GELOMBANG BUNYI & GELOMBANG CAHAYA

686/
- http://www.sridianti.com/pengertian-
difraksi-gelombang.html
- https://indocropcircles.files.wordpress.
com/2013/08/spektrum-cahaya-
dalam-panjang-gelombang.jpg
- Panduan Praktikum Fisika SMA,
Erlangga

Mengetahui , Batang, 18 Juli 2015


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Drs. Habibi, M.Pd Kasmudi, S.Pd., M.Si


NIP 19650218 198903 1 006 NIP 19760612 200501 1 008

Catatan :


...

Kasmudi, S.Pd., M.Si 2016-2017; SMA N 2 BATANG Page 31


1) LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

LEMBAR DISKUSI
SISWA
(LDS )

Mata Pelajaran : Fisika


Waktu : 20 menit
Kelas : .
TahunPelajaran : 2016/2017
Nama Kelompok :
1. . 4.
2. 5.
3. 6.

A. KOMPETENSI DASAR
Menganalisis cepat rambat bunyi dalam zat padat, cair dan gas

B. MATERI
Cepat rambat bunyi

C. TUJUAN
Melalui informasi dari internet, peserta didik dapat menalar untuk menentukan
urutan kecepatan perambatan bunyi melalui zat padat, cair dan gas sehingga
menambah pengetahuan, berpikir logis dan mampu bersyukur terhadap kebesaran-
Nya.

D. LembarKerja

Perhatikan data dalam tabel berikut !


Medium Suhu (0C) Kecepatan (m/s)
Udara 0 331,3
Hidrogen 0 1.286
Oksigen 0 317,2
Air 15 1.450
Timah hitam 20 1.230
Aluminium 20 5.100
Tembaga 20 3.560
Besi 20 5.130
Granit - 6.000
Karet 0 54

Bagaimanakah kecepatan bunyi berdasarkan data yang disajikan dalam tabel


tersebut ? Diskusikan dengan teman kelompok Anda, kemudian komunikasikan hasil
diskusi Anda dengan Teman dan Guru di depan kelas!
Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 32
E. Lembar Jawab



....



....



....



....


............
......................................................................................................
......................................................................................................
....................................

LEMBAR DISKUSI SISWA DAWAI, POB DAN POT

Kelompok : .
4.
5.
6.

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 33


l ......... 0

1. Diskusikan bersama kelompokmu tentang frekuensi nada nada pada dawai !

l ......... 1 S
(1) Nada dasar atau harmonik ke 1 ( f0 )
l .......... 2 0 ...... l f 0 ......
v
l

S
Perut = .. dan simpul = .

(2) Nada atas pertama atau


S harmonik ke 2 ( f1 ) P P
S S
P
S v S
1 ...... l f 1 .......
lP

Perut = .. dan simpul = .

(3) Nada atas kedua atau harmonik ke 3 ( f2 )


v P P
f 2 ......... S S
2 ...... l l

dst.

Perut = .. dan simpul = .

Perbandingan frekuensi nada dasar, nada atas pertama , nada atas kedua dst
(Hukum Mersene):

f0 : f1 : f2 : f3 = .. : : :

Rumus rekuensi nada ke n :


fn = ( .. + ) f0

l ....... 0
2. Diskusikan bersama kelompokmu tentang frekuensi nada nada pada Pipa Organa
Terbuka (POB) !

S
(1) Nada dasar atau harmonik ke 1 ( f0 ) P P
v
0 ...... l f 0 ......
l

Perut = .. dan simpul = .


l .......... .....1
(2) Nada atas pertama atau harmonik ke 2 ( f1 )
P S P S P

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 34


v
f 1 .......
1 ...... l l

SPerut
P = .. dan simpul = .
l ...... 2
(3) Nada atas kedua atau harmonik ke 3 ( f2 )
v P S P S P
2 ...... l f 2 .........
l

dst.

Perut = .. dan simpul = .

Perbandingan frekuensi nada dasar, nada atas pertama , nada atas kedua dst (Hukum
Bernoulli) :

f0 : f1 : f2 : f3 = .. : : :

Rumus rekuensi nada ke n :


fn = ( .. + ) f0

3. Diskusikan bersama kelompokmu tentang frekuensi nada nada pada Pipa Organa
Tertutup (POT) !

l ...... 0
(1) Nada dasar atau harmonik ke 1 ( f0 )
v
f 0 ...... P S
0 ...... l l

Perut = .. dan simpul = . l ........ 1


S
(2) Nada atas pertama atau harmonik ke 2 ( f1 ) P P S

v
f 1 .......
1 ...... l l

Perut = .. dan simpul = .

l ...... 2
(3) Nada atas kedua atau harmonik ke 3 ( f2 )
S S
v P P P S
f 2 .........
2 ...... l l

dst.

Perut = .. dan simpul = .

Perbandingan frekuensi nada dasar, nada atas pertama , nada atas kedua dst (Hukum
Bernoulli) :

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 35


f0 : f1 : f2 : f3 = .. : : :

Rumus rekuensi nada ke n :


fn = ( .. + ) f0

4. Diskusikan bersama kelompokmu apa yang dimaksud dengan pelayangan bunyi ?


.
..

..

5. Bagaimana rumus frekuensi pelayangan bunyi ?


.
..
..

PERCOBAAN GELOMBANG DAWAI (MELDE)

1. Topik Percobaan: Gelombang Dawai (Melde)

2. Tujuan Percobaan:

a. Menunjukkan gelombang transfersal stasioner pada tali.

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 36


b. Mempelajari hubungan antara cepat rambat gelombang (v) dengan tegangan tali (F)
melalui grafik.

3. Alat dan Bahan:

a. Papan atau meja f. Pembangkit getaran

b. Tali pada roda g. Mistar 1 m

c. Katrol berpenjepit h. Kabel penghubung merah

d. Beban bercelah i. Kabel penghubung hitam

e. Klem G

4. Langkah Kerja:
a. Rangkailah seutas tali seperti padadengan sebuah ujung terikat pada vibrator
dan ujung lainnya melalui katrol dengan beban tergantung. Lihat gambar

b. Hidupkan vibrator dengan tegangan imput 3 volt ac (lihat spesifikasi teganagan


yang tertera pada vibrator).
c. Aturlah panjang benang AB dengan mengatur posisi vibrator, sehingga pada
benang terbentuk gelombang stasioner.
d. d. Ukurlah 2 simpul berurutan (S1-S2) jarak ini merupakan panjang gelombang.
Jarak = cm, sehingga jarak 1 = cm = m.
e. Jika digunakan sumber daya listrik dari PLN, maka dianggap frekwensi sumber
getaran 60 Hz, sehingga dengan rumus Maka kecepatan rambat gelombang dalam
tali adalah
f. Ulangi percobaan tersebut dengan menggunakan beban 20gr, 30gr, 40gr, 60gr.
g. Masukkan datayang anda peroleh pada table berikut

Panjang Cepat rambat Tegangan tali


Massa 2 2 2
No. gelombang gelombang v V (m /s ) (berat badan)
beban (kg)
() = .f)(m/s) F=m.g (N)
1. 0,02 kg 24 576 0,2

2. 0,03 kg 28,8 829,44 0,3

3. 0,04 kg 36 1296 0,4

4. 0,05 kg 36 1296 0,5

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 37


h. Buatlah grafik hubungan antara v 2 dengan F (v2 sebagai sumbu tegak dan F sebagai
sumbu mendatar)! Grafik yang anda pernah bentuk dan grafik dapat
disimpulkan bahwa v2 berbanding (Lurus/terbalik) dengan F.

v2

Soal evaluasi 2

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar !

1. Pada percobaan Melde, sebuah dawai ditegangkan diantara kedua jembatan


yang memiliki panjang 1 meter dan massa 25 gram. Jika massa beban yang
digantung adalah M = 250 gram, tentukan cepat rambat gelombang
transversal yang merambat dalam dawai tersbut ! (ambil g = 10 m/s2)

2. Seutas tali yang panjangnya 8 m memiliki massa 1,04 gram. Tali digetarkan
sehingga sebuah gelombang transversal menjalar dengan persamaan y =
0,03 sin (x + 30t) x dan y dalam meter dan t dalam sekon. Hitung tegangan
tali tersebut !

3. Sepotong dawai menghasilkan nada dasar f. Bila dipendekkan 8 cm tanpa


mengubah tegangan, dihasilkan frekuensi 1,25 f. Jika dawai dipendekkan 2
cm lagi, hitung frekuensi yang dihasilkan !

4. Sepotong dawai yang kedua ujungnya terikat memiliki panjang 5 m, massa


jenis linier 40 g/m, menghasilkan nada dasar 20 Hz. Hitung :
a. gaya tegangan dawai !
b. berapa besar frekuensi dan panjang gelombang pada dawai
untuk nada atas pertama ?

5. Sebuah pipa panjangnya 68 cm. Tentukan tiga frekuensi harmonik pertama


jika pipa terbuka pada kedua ujungnya. Ambil cepat rambat bunyi di udara =
340 m/s!

6. Sebuah pipa organa tertutup memiliki panjang 1,2 m dan cepat rambat
bunyi di udara 360 m/s. Tentukan tiga frekuensi harmonik terendah yang
dihasilkan pipa organa tersebut !

7. Sebuah pipa organa terbuka menghasilkan nada atas ketiga dengan


frekuensi 1700 Hz. Cepat rambat bunyi di udara 340 m/s. (a) Berapakah
panjang pipa organa tersebut ? (b) Jika pipa organa tersebut tertutup,
berapa panjang pipa organa yang digunakan ?

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 38


8. Pada suatu pipa organa terbuka dengan panjang 45 cm terjadi 3 simpul.
Nada pipa organa ini berersonansi dengan pipa organa tertutup serta
membentuk 2 simpul. Hitung panjang pipa organa tertutup !

9. Pipa organa terbuka yang panjangnya 25 cm menghasilkan frkuensi nada


dasar sama dengan frekuensi yang dihasilkan oleh dawai yang panjangnya
150 cm. Jika cepat rambat bunyi di udara 340 m/s dan cepat rambat
gelombang transversal pada dawai 510 m/s, tentukan nada ke berapa yang
akan dihasilkan dawai ?
10. Sebuah pipa organa dapat menghasilkan frekuensi harmonik beturut-
turut 264 Hz, 440 Hz dan 616 Hz.
a. Apakah pipa organa tersebut terbuka atau tertutup ?
b. Berapa frekuensi nada dasarnya ?

LEMBAR JAWAB :
.
..
..
.
..
..
.
..
..
.
..
..
.
..
..
.
..
..
.
..
..
.
..
..
.
..
..
.
..
..

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 39


.
..
..

KUNCI JAWABAN DAN NORMA PENILAIAN


EVALUASI 2

No Pertanyaan Jawaban Skor


1 Pada percobaan Melde, sebuah
dawai ditegangkan diantara
kedua jembatan yang memiliki FL M .gL 0,25 .10 .1
v 100 10
panjang 1 meter dan massa 25 m m 25 x 10 3 10
gram. Jika massa beban yang m/
digantung adalah M = 250 s
gram, tentukan cepat rambat
gelombang transversal yang
merambat dalam dawai
tersbut ! (ambil g = 10 m/s2)
2 Seutas tali yang panjangnya 8 FL 30 10
v2 v 30
m memiliki massa 1,04 gram. m k 1
Tali digetarkan sehingga sebuah F .8
900
gelombang transversal menjalar 1,04 x 10 3
dengan persamaan y = 0,03 sin
(x + 30t) x dan y dalam meter F = 0,117 N
dan t dalam sekon. Hitung
tegangan tali tersebut !
3 Sepotong dawai menghasilkan v 10
fn (n 1) f 0 (n 1)
nada dasar f. Bila dipendekkan 2L
8 cm tanpa mengubah
tegangan, dihasilkan frekuensi f 1 L3

1,25 f. Jika dawai dipendekkan 2 f 3 L1
cm lagi, hitung frekuensi yang f 1 L2 f L 10

dihasilkan ! f2 L1 f3 L
f L 8 f 40 10

1,25 f L f3 40
L 40 cm f 3 1,33 f

4 Sepotong dawai yang kedua 1 v 10


f0
ujungnya terikat memiliki 2L
panjang 5 m, massa jenis linier 1v
20
40 g/m, menghasilkan nada 25
v 200 m / s
dasar 20 Hz. Hitung :
a. gaya tegangan dawai !
b. berapa besar frekuensi dan
F
panjang gelombang pada v

dawai untuk nada atas
a)
pertama ?
F
200 2
40 x10 3
F = 1600 N

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 40


5 Sebuah pipa panjangnya 68 cm. 1 340 10
f0 250 Hz
Tentukan tiga frekuensi 2 68 x 10 2
harmonik pertama jika pipa f 1 2 f 0 500 Hz
terbuka pada kedua ujungnya. f 2 3 f 0 750 Hz
Ambil cepat rambat bunyi di
udara = 340 m/s!

6 Sebuah pipa organa tertutup 1 360 10


f0 75 Hz
memiliki panjang 1,2 m dan 4 1,2
cepat rambat bunyi di udara f 1 3 f 0 225 Hz
360 m/s. Tentukan tiga f 2 5 f 0 375 Hz
frekuensi harmonik terendah
yang dihasilkan pipa organa
tersebut !

7 Sebuah pipa organa terbuka 4 340 10


f3 1700
menghasilkan nada atas ketiga 2 L
dengan frekuensi 1700 Hz. L 0,4 m
Cepat rambat bunyi di udara a)
340 m/s. (a) Berapakah panjang 7 340
f3 1700
pipa organa tersebut ? (b) Jika 4 L
pipa organa tersebut tertutup, L 0,35 m
berapa panjang pipa organa b)
yang digunakan ?

8 Pada suatu pipa organa terbuka POB : simpul = 3 10


dengan panjang 45 cm terjadi 3 N+ 1 = 3
simpul. Nada pipa organa ini N=2
berersonansi dengan pipa POT : simpul = 2
organa tertutup serta N+ 1 = 2
membentuk 2 simpul. Hitung N=1
panjang pipa organa tertutup ! (f2)POB = (f1)POT

3 v 3 v

2 L POB 4 L POT
L POT 1

L POB 2
L POT 1

45 2
L POT 22 ,5 cm

9 Pipa organa terbuka yang (f0)POB = (fn)POT 10


panjangnya 25 cm 1 v POB 1 v dawai
(n 1)
menghasilkan frkuensi nada 2 L POB 2 Ldawai
dasar sama dengan frekuensi 1 340 1 510
(n 1)
yang dihasilkan oleh dawai 2 25 2. 150
yang panjangnya 150 cm. Jika n 1 4
cepat rambat bunyi di udara n3
340 m/s dan cepat rambat (nada atas ketiga)
gelombang transversal pada
dawai 510 m/s, tentukan nada
ke berapa yang akan dihasilkan
dawai ?

10 Sebuah pipa organa dapat fn : f(n+1) : f(n+2) = 264 : 440 : 616 10


menghasilkan frekuensi fn : f(n+1) : f(n+2) = 264 : 440 : 616 = 3 :
Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 41
harmonik beturut- turut 264 Hz, 5:7
440 Hz dan 616 Hz. f1 : f 2 : f 3 = 3 : 5 : 7
a. Apakah pipa organa tersebut a) POT
terbuka atau tertutup ? 3 fo
b. Berapa frekuensi nada b) f1 =
dasarnya ? 3 fo
264 =
fo
= 88 Hz
JUMLAH SKOR 100

Skor Max 4
Skor Perolehan
Nilai 4
Skor Max

Soal evaluasi 3

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar !

1. Sebuah sumber getar merambatakan gelombang ke segala arah dengan


kecepatan sama. Jika intensitas gelombang pada sebuah titik yang berjarak 2 m
dari sumber tersebut adalah 5 10-2 W/m2, tentukan :
a. intensitas gelombang pada jarak 5 m dari sumber getar !
b. daya yang dipancarkan oleh sumber getar pada jarak 5 m !

2. Suatu gelombang gempa terasa di Malang dengan inetensitas 6 105 W/m2.


Sumber gempa berasal dari suatu tempat yang berjarak 300 km dari Malang. Jika
jarak antara Malang dan Surabaya sebesar 100 km dan ketiga tempat itu
membentuk segitiga siku siku dengan sudut siku siku di Malang, tentukan
intensitas gempa yang terasa di Surabaya! ( dalam W/m 2)

3. Pesawat terbang saat terbang dapat menghasilkan dengan daya 64 105 W. Jika
ada 10 pesawat sejenis terbang bersamaan, berapakan besarnya tingkat intensitas
bunyi bila didengar oleh pengamat yang berada di permukaan bumi pada jarak 4
km dari pesawat tersebut (anggap intensitas ambang pendengaran normal = 10 -12
W/m2)?

4. Sebuah sumber bunyi mempunyai taraf intensitas 25 dB. Bila 40 sumber bunyi
yang sama berbunyi serentak, tentukan taraf intensitas yang dihasilkan! (log 2 =
0,3 )

5. Seratus buah sirine yang identik dibunyikan serentak menghasilkan taraf


intensitas 60 dB. Jika intensitas ambang bunyi 10-12 W/m2, tentukan :
a. besarnya intensitas sebuah sirine
b. besarnya taraf intensitas 1000 sirine

6. Taraf intensitas satu ekor lebah yang berdengung adalah 10 dB. Jika bunyi
dengung masing-masing lebah dianggap identik dan intensitas ambang
pendengaran 1012 Wm2 tentukan intensitas bunyi dengung 1000 lebah !

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 42


7. Bunyi klakson sebuah sepeda motor saat dibunyikan menghasilkan taraf
intensitas 40 dB, sedangkan bunyi klakson sebuah mobil saat dibunyikan
menghasilkan taraf intensitas 60 dB. (I o = 1012 W.m2). Jika 100 klakson
sepeda motor dan 10 klakson mobil serentak dibunyikan, tentukan perbandingan
taraf intensitas sepeda motor dengan mobil !

8. Suatu sumber bunyi bergerak dengan kecepatan 20 m/s mendekati seseorang


yang diam. Frekuensi sumber bunyi 380 Hz dan cepat rambat bunyi di udara 400
m/s, tentukan frekuensi gelombang bunyi yang didengar orang tersebut!

9. Seseorang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan 36 km/jam bergerak


mendekati mobil yang membunyikan klakson. Frekuensi klakson mobil 690 Hz
terdengar oleh pengendara sepeda motor 700 Hz. Bila kecepatan bunyi diudara 340
m/s, berapa kecepatan mobil?

10. Sebuah sumber bunyi yang memiliki frekuensi 500 Hz bergerak dengan
kecepatan 15 m/s mendekati seorang pengamat yang diam. Berapakah frekuensi
yang di dengar pengamat jika :
a. tidak ada angin
b. angin berhembus searah gerak sumber bunyi dengan kecepatan 5 m/s
c. angin berhembus berlawanan dengan arah gerak sumber bunyi dengan
kecepatan 5 m/s

KUNCI JAWABAN DAN NORMA PENILAIAN


EVALUASI 3

No Pertanyaan Jawaban Skor


1 Sebuah sumber getar merambatakan I1 R2
2

gelombang ke segala arah dengan


I 2 R1
kecepatan sama. Jika intensitas
a)
gelombang pada sebuah titik yang 2 10
5 10 2 5
berjarak 2 m dari sumber tersebut
I2 2
adalah 5 10-2 W/m2, tentukan :
a. intensitas gelombang pada jarak 5 I 2 8 10 3
m dari sumber getar ! W/m2
b. daya yang dipancarkan oleh P 8 10 3 8
I 10 5
sumber getar pada jarak 5 m ! A 4 5 2
b) W/m2

2 Suatu gelombang gempa terasa di rS 100 2 300 2 100 .000 100 10 10


Malang dengan intensitas 6 105 km
W/m2. Sumber gempa berasal dari 2
I S RM
suatu tempat yang berjarak 300 km
I M R S
dari Malang. Jika jarak antara Malang
2
dan Surabaya sebesa 100 km dan IS 300


ketiga tempat itu membentuk segitiga 6 10 5 100 10
siku siku dengan sudut siku siku di
Malang, tentukan intensitas gempa I S 5,4 10 5
yang terasa di Surabaya! (dalam W/m2
2
W/m )
SURABAYA

100 Km
Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 43

MALANG SUMBER
rM = 300 Km
3 Pesawat terbang saat terbang dapat P 64 10 5 10
I 10 1
menghasilkan dengan daya 64 105 A 4 (4 10 3 ) 2
W. Jika ada 10 pesawat sejenis W/m2
terbang bersamaan, berapakan I 10 1
besarnya tingkat intensitas bunyi bila TI 10 log 10 log 12 10 log 10 11 110
I0 10
didengar oleh pengamat yang berada d
di permukaan bumi pada jarak 4 km B
dari pesawat tersebut (anggap TI n TI 1 10 log n 110 10 log 10 120
intensitas ambang pendengaran dB
-12 2
normal = 10 W/m )?

4 Sebuah sumber bunyi mempunyai TI n TI 1 10 log n 25 10 log 40 10


taraf intensitas 25 dB. Bila 40 sumber 2
TI 40 25 10 (log 2 log 10 ) 25 20 log 2 10
bunyi yang sama berbunyi serentak,
TI 40 35 20 log 2 35 20 (0,3) 41 dB
tentukan taraf intensitas yang
dihasilkan! (log 2 = 0,3 )
5 Seratus buah sirine yang identik 10
dibunyikan serentak menghasilkan TI 100 TI 1 10 log 100
taraf intensitas 60 dB. Jika 60 TI 1 20
intensitas ambang bunyi 10-12 W/m2, TI 1 40 dB
tentukan :
a. besarnya intensitas sebuah sirine TI 1000 TI 1 10 log 1000 40 10 log 1000 70 dB
b. besarnya taraf intensitas 1000
sirine
6 Taraf intensitas satu ekor lebah yang TI 1000 10 10 log 1000 10
berdengung adalah 10 dB. Jika bunyi TI 1000 40 dB
dengung masing-masing lebah
dianggap identik dan intensitas I
TI 10 log
ambang pendengaran 1012 Wm2 I0
tentukan intensitas bunyi dengung I
40 10 log
1000 lebah ! 10 12
I
4 log
10 12
I
10 4
10 12
I 10 8

7 Bunyi klakson sebuah sepeda motor 10


saat dibunyikan menghasilkan taraf TI sepeda motor 40 10 log 100 6
intensitas 40 dB, sedangkan bunyi
TI mobil 60 10 log 10 7
klakson sebuah mobil saat dibunyikan
menghasilkan taraf intensitas 60 dB.
(Io = 1012 W.m2). Jika 100 klakson
sepeda motor dan 10 klakson mobil
serentak dibunyikan, tentukan
perbandingan taraf intensitas sepeda
motor dengan mobil !
8 Suatu sumber bunyi bergerak dengan v vp 10
fp fs
kecepatan 20 m/s mendekati v vs
seseorang yang diam. Frekuensi
sumber bunyi 380 Hz dan cepat 400 0
fp 380 400
rambat bunyi di udara 400 m/s, 400 20
tentukan frekuensi gelombang bunyi Hz

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 44


yang didengar orang tersebut!
9 Seseorang mengendarai sepeda v vp 10
fp fs
motor dengan kecepatan 36 km/jam v vs
bergerak mendekati mobil yang
membunyikan klakson. Frekuensi 700 340 10 690
klakson mobil 690 Hz terdengar oleh 340 v s
pengendara sepeda motor 700 Hz.
Bila kecepatan bunyi diudara vs = 5 m/s
340 m/s, berapa kecepatan mobil?
10 Sebuah sumber bunyi yang memiliki v vp 10
fp fs
frekuensi 500 Hz bergerak dengan v vs
kecepatan 15 m/s mendekati seorang
pengamat yang diam. Berapakah 340 0
fp 500
frekuensi yang di dengar pengamat 340 15
jika : a. = 523 Hz
(340 5) 0
a. tidak ada angin fp 500
(340 5) 15
b. angin berhembus searah gerak
sumber bunyi dengan kecepatan b. = 522,7 Hz
(340 5) 0
5 m/s fp 500
(340 5) 15
c. angin berhembus berlawanan
c. = 523,4 Hz
dengan arah gerak sumber bunyi
dengan kecepatan 5 m/s
JUMLAH SKOR 100

Skor Max 4
Skor Perolehan
Nilai 4
Skor Max

Nilai:

Lembar DISKUSI siswa 1


Kelompok : .
1. 4.
2. 5.
3. 6.

Kelas : .

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,


konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 45


mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
INDIKATOR
1. Mendeskripsikan karateristik gelombang cahaya
2. Mengidentifikasi sifat - sifat gelombang elektromagnetik (cahaya)

DISKUSIKAN FENOMENA GELOMBANG CAHAYA DI BAWAH INI DENGAN


KELOMPOK KALIAN !

1. Sebutkan karakteristik gelombang cahaya !



























2. Dari fenomena gelombang cahaya dalam kehidupan sehari hari, termasuk dalam
sifat cahaya manakah gambar no (1) sampai (10) ?
(1) (2)
(3)

(4) (5) (6)

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 46


(7) (8)

(9)

(9) (10)

3. Pemantulan cahaya terjadi jika cahaya





...
4. Hukum Snellius Pemantulan cahaya :



.




.

5. Pembiasan cahaya terjadi jika cahaya



Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 47



..
6. Hukum Snellius Pembiasan cahaya :



.




..
7. Seberkas cahaya datang pada bidang batas antara udara dan gelas dengan sudut
3
datang 600, indeks bias udara (nu = 1) dan indeks bias gelas ( n g = ). Jika cepat
8
rambat gelombang cahaya di udara 3 10 m/s dan panjang gelombang cahaya di
udara 300 nm, tentukan :
a) sudut bias
b) panjang gelombang dalam gelas
c) cepat rambat gelombang di dalam gelas


.....

.


.
8. Cepat rambat cahaya di udara 3 108 m/s dan frekuensinya 6 1014 Hz.
Hitunglah :
a. cepat rambat cahaya dalam kaca (indeks bias kaca = 1,5 )
b. frekuensi cahaya dalam kaca
c. panjang gelombang cahaya di udara
d. panjang gelombang dalam kaca

PRAKTIKUM PEMBIASAN PADA PRISMA SEGITIGA


I. Tujuan : a. Menentukan indeks bias prisma segitiga
b. Menentukan sudut deviasi minimum sebuah prisma.

II. Alat dan Bahan :


1. Prisma segitiga sama sisi atau segitiga siku-siku 4.
penggaris
2. Jarum pentul/ paku payung 5.
kertas HVS

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 48


3. Busur derajat 6.
kertas milimeter blok

III. Hasil Percobaan :

N2
N1
= r1 + i2
i2
i1 r1
r2

= i 1 + r2 -

untuk sudut pembias besar (>150), sudut deviasi minimun prisma dihitung
dengan persamaan :

m n
sin 2
2 n1 2 2

1. Catatlah hasil pengamatan pada tabel dibawah ini dan selesaikan isian
lainnya !

Sudut Sudut Sudut datang Sudut bias Sudut Sudut


datang bias kedua kedua deviasi deviasi
pertama minimum
(i1) (i2) (r2) ()
(r1) (m)

300

400

450

600

2. Gambar grafik hubungan antara sudut datang (i) dan sudut deviasi ()
pada kertas milimeter blok
3. Dari grafik no (2) tentukan besar sudut deviasi minimum.

Kesimpulan
Sebutkan sumber-sumber kesalahan dalam percobaan
Nilai:

Lembar DISKUSI siswa 2


PEMBIASAN CAHAYA PADA PRISMA DAN
dispersi cahaya
Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 49
Kelompok : .
1. 4.
2. 5.
3. 6.

Kelas : .
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan
INDIKATOR :
2. Menentukan indeks bias prisma segitiga pada peritiwa dispersi cahaya
3. Menentukan sudut deviasi dan deviasi minimum pada peritiwa dispersi
cahaya
4. Menentukan sudut dispersi cahaya monokromatik

1) PEMBIASAN CAHAYA PADA PRISMA SEGITIGA


a. Sudut Deviasi
Adalah ..

= . +
..

= .. +

b. Sudut Deviasi Minimum


Sudut deviasi minimum tercapai jika : 1) ...........................
2) ............................

min = .. +

Untuk sudut pembias besar (>150), sudut deviasi minimun prisma dihitung
dengan persamaan :

.... ..... ...... .....


sin sin
...... ....... ......

Untuk sudut pembias kecil (<150), sudut deviasi minimun prisma dihitung
dengan persamaan :

......
........ ...........
.......
Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 50
min=
c. Sudut Dispersi
Sudut dispersi adalah .
....

merah = (. - . )
Untuk < 150
u = ( n u - 1 )

ungu = (. - . )

u = ( n u - 1 )

= u - m

= ( nu - 1 ) - ( nm - 1 )

=n u. - - nm. +

= (.. - ) ..

Untuk > 150 merah ..... ......



......... ...... 2
Sin = sin

Ungu ..... ......




......... ...... 2
Sin = sin
KETERANGAN :
= sudut dispersi
nu = indeks bias cahaya ungu
nm = indeks bias cahaya merah
= sudut pembias prisma

SOAL DISKUSI :
Diskusikan soal di bawah ini dengan kelompok kalian !

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 51


2
1. Sebuah prisma mempunyai indeks bias prisma , hitunglah sudut
2
deviasi minimumnya jika sudut pembias prisma : ( = 1,4)
a. 600
b. 100

2. Sebuah prisma terbuat dari kaca dengan indeks bias 1,6 memiliki sudut
pembias 60 . Jika sinar datang pada salah satu bidang pembias dengan sudut datang 53 0,
0

tentukan :
a. sudut bias pertama
b. sudut datang kedua
c. sudut yang dibentuk sinar ketika keluar dari prisma
d. sudut deviasi

3. Sinar datang pada prisma memiliki sudut pembias 60 0 sehingga menghasilkan


deviasi minimum sebesar 400 tentukan :
a. indeks bias prisma
4
3
b. deviasi minimum yang terjadi jika prisma dimasukkan dalam air (na = )

4. Berapa sudut dispersi yang terjadi antara garis spektrum merah (m n = 1,64)
dan sinar ungu (nu = 1,67) prisma flinta yang sudut pembiasnya 120?

5. Suatu berkas sinar putih datang pada sebuah prisma dengan sudut datang
20 . Jika sudut pembias prisma 300 dan indeks bias sinar merah dan sinar ungu masing
0

masing nm = 1,64 dan nu = 1,68.


Hitung :
a. sudut deviasi antara sinar merah dan sinar ungu
b. sudut dispersi antara sinar merah dan sinar ungu

6. Suatu berkas sinar putih sejajar datang pada salah satu bidang sisi prisma
kaca flinta dengan sudut datang 450. Jika nm = 1,6 ; nL = 1,64. Bila sudut pembias prisma 300,
tentukan sudut dispersi antara sinar merah dan lembayung !

7. Suatu berkas sinar putih kita datangkan pada prisma kaca yang sudut
pembiasnya 450. Bila dianggap semua sinar mengalami deviasi minimum sedangkan n m = 1,51 ;
nu = 1,53. Berapakah sudut dispersinya ?

KUNCI DAN NORMA PENILAIAN BAHAN DISKUSI

m 60 0 60 0
sin 2 sin
2 2
1.

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 52


m 60 0
sin 2 sin 30 0

2

m 60 0 1
sin
2
2 2

m 60 0
45 0
2

m 60 0 90 0 m 30 0

(Skor 1)

m= ( np 1 )
2
m= ( 1 ) 100

m= 40

(Skor 1)

sin i1 n p

sin r1 nu
2.
sin 53 0 1,6

sin r1 1

0,8 1,6

sin r1 1

r1 = 300
.
(Skor 1)

= r1 + i2
600 = 300 + i2
i2 =
0
30
(Skor 1)

sin i2 nu

sin r2 n p

sin 30 0 1

sin r2 1,6

r2 = 530
.
(Skor 1)
= i1 + r 2 -
= 530 + 530 600
= 460.

(Skor 1)

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 53


m np
sin sin
2 n med 2
3. a)

40 0 60 0 n 60 0
sin p sin
2 1 2

sin 50 0 n p sin 30 0
0,766 n p 0,5
n p 1,532


(Skor 1)

m np
sin sin
2 nmed 2
b)

m 60 0 1,532 60 0
sin sin
2 4/3 2

m 60 0 1
sin 1,149
2 2
m 60 0
sin 0,5745
2
m 60 0
35,06
2
m 60 0 70,12
m 10,12 0


..(Skor 1 )
4. = u - m
= (nu - nm)
= (1,67 1,64)120

=
0
0,36
(Skor 1)

m
a ) sin nm sin
2 2

m 30 0 30 0
sin 1,64 sin

2 2
5.

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 54


m 30 0
sin 0,42

2

m 30 0
25 0
2

m 30 0 50 0 m 20 0
..
(Skor 1,5)

u
b) sin nu sin
2 2

u 30 0
sin 1,68 sin
2 2

m 30 0
sin 0,4348
2

u 30 0
25,77 0
2

u 30 0 51,5 0 u 21,5 0

(Skor 1,5)

Jadi = u - m

= 21,50 200 = 1,50..


(Skor 1)

sin i1 nlembayung

sin r1 nu
6.
sin 45 0 1,64

sin r1 1

r1 = 25,50

(Skor 1)

= r1 + i2
30 = 25,50 + i2
0

i2 = 4,50
..

(Skor 1)

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 55


sin i2 nu

sin r2 nlembayung
sin 4,5 0 !

sin r2 1,64
r2 7,39 0


(Skor 1)

Lembayung = i1 + r2 -
Lembayung = 450 + 7,390 300
Lembayung = 22,390.
(Skor 1)

sin i1 n merah

sin r1 nu

sin 45 0 1,6

sin r1 1

r1 =
26,230
(Skor 1)

= r1 + i2
300 = 26,230 + i2
i2 =
3,770
(Skor 1)

sin i2 n
u
sin r2 nmerah
sin 3,7 0 !

sin r2 1,6
r2 6,04 0

(Skor 1)

merah = i1 + r2 -
merah = 450 + 6,040 300
merah =
21,040
(Skor 1)

Jadi :
= L - m
= 22,390 21,040 =
1,350(Skor 1)

7. Diketahui :

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 56


m u
sin n m sin sin nu sin
2 2 2 2
m 45 0 45 0 45 0 45 0
sin 1,51sin sin u 1,53 sin
2 2 2 2
m 45 0 u 45 0
sin 0,58 sin 0,59
2 2
m 30 0
u 30 0
35,45 0 36,15 0
2 2
m 40,9 0 u 42,3 0


..( Skor 2)
Jadi = L - m
= 42,3 - 40,9 = 1,40
..(Skor 1)

Skor Max 25
Skor Perolehan
Nilai 4
Skor Max

Soal evaluasi 4

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar !

1. Dua celah sempit dengan jarak pisah 0,2 mm berada


sejauh 1 m dari layar. Jika pita terang ke tiga terletak 7,5 mm dari pita terang
pusat, tentukan :
a. panjang gelombang yang digunakan
b. jarak pita gelap ke empat dari terang pusat
c. jarak terdekat antara pita terang ke dua dan gelap ke empat
d. jarak antara pita terang ke dua dan gelap ke ke tiga jika mediumnya adalah air
4
3
dengan indeks bias
2. Jarak antara terang kedua dan terang pusat pada
percobaan Young adalah 2 cm. jika jarak antara kedua celah 0,3 mm dan layar
berada 2 m dari celah, tentukan :
a. Panjang gelombang yang digunakan
b. Jarak garis gelap kedua terhadap terang kesatu
Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 57
45 m

3. Pada sebuah susunan peralatan celah ganda Young


= terang digunakan cahaya monokromatik hijau dengan panjang gelombang 0,4 m. pada
layar didapat lima kali jarak antara garis gelap yang berdekatan adalah 4 mm.
hitung jarak antara dua garis gelap yang berdekatan jika jarak pisah kedua celah
diduakalikan!

4. Berkas cahaya monokromatik digunakan menyinari


sapasang celah ganda.
Berdasarkan diagram di bawah, tentukan :
a. panjang gelombang cahaya yang digunakan
b. jarak terang kedua dari terang pusat
c. jarak terang keempat dari terang pusat
d. jarak antara terang kedua dan terang keempat
e. jarak gelap kelima dari terang pusat

5. Seberkas cahaya monokromatik dijatuhkan pada dua celah


sempit vertikal berdekatan dengan jarak 0,01 mm. Pola interferensi yang terjadi
ditangkap pada jarak 20 cm dari celah. Diketahui bahwa jarak antara garis gelap
pertama disebelah kiri ke garis gelap pertama di sebelah kanan adalah 7,2 mm.
Tentukan panjang gelombang berkas cahaya yang digunakan !

6. Sebuah lapisan tipis memancarkan sinar hijau yang


penjang gelombangnya 540 nm. Jika indeks bias lapisan 1,35 berapa ketebalan
minimum lapisan tipis tersebut ?

7. Suatu lapisan tipis disinari cahaya dengan panjang


gelombang 5.893 A0 dengan sudut datang 600. Jika indeks bias lapisan tipis 1,73
tebal lapisan tipis minimum agar menghasilkan pola gelap !

LEMBAR JAWAB :
.
..
....
.
..
....
.
..
...
.
..
....

KUNCI JAWABAN DAN NORMA PENILAIAN


Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 58
EVALUASI 4
No Pertanyaan Jawaban Skor
1 Dua celah sempit dengan jarak pisah d .P
m.
0,2 mm berada sejauh 1 m dari layar. Jika L
pita terang ke tiga terletak 7,5 mm dari a)
pita terang pusat, tentukan : 2 10 4 .7,5 10 3 4
a. panjang gelombang yang digunakan 3.
1
b. jarak pita gelap ke empat dari terang
pusat
c. jarak terdekat antara pita terang ke
5 10 7
dua dan gelap ke empat m
d. jarak antara pita terang ke dua dan
gelap ke ke tiga jika mediumnya
d .P
4 m.
L
3
adalah air dengan indeks bias 2 10 4.P
4. 5 10 7
1
P 10 10 3 10 2 m

b)
d .P
m.
L
c)
2 10 4 .P
3. 5 10 7
1

P 7,5 10 3
m = 7,5 mm

d .P
m.
L
d) n.

4 2 10 4.P 1
5 10 7
3 1 2

P 9,375 10 4
m
2 Jarak antara terang kedua dan terang d .P 2
m.
pusat pada percobaan Young adalah L
2 cm. jika jarak antara kedua celah a)
0,3 mm dan layar berada 2 m dari celah, 3 10 4 2 10 2
tentukan : 2.
2
a. Panjang gelombang yang digunakan
b. Jarak garis gelap kedua terhadap 1,5 10 6
terang kedua
m
.d .P
m.
L
b)
3 10 4 P 1
. 1,5 10 6
2 2

P 0,5 10 2
m = 0,5 cm

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 59


3 Pada sebuah susunan peralatan celah d .P 2
m.
ganda Young digunakan cahaya L
monokromatik hijau dengan panjang
gelombang 0,4 m. pada layar didapat 5 P1 = 4 10-3
lima kali jarak antara garis gelap yang P1 8 10 4
berdekatan adalah 4 mm. hitung jarak m
antara dua garis gelap yang berdekatan
jika jarak pisah kedua celah diduakalikan! d1 . P2 .

d 2 . P1 .

1. P2 .

2. 8 10 4.

P2 4 10 4
m
4 Berkas cahaya monokromatik digunakan d .P 5
menyinari sapasang celah ganda.
m.
L
Berdasarkan diagram di bawah, 45 10 6 10 2
tentukan : 1
75 10 2
a) panjang gelombang cahaya yang
digunakan 6 10 7 m
b) jarak terang kedua dari terang pusat a)
c) jarak terang keempat dari terang 45 m
pusat d .P
d) jarak antara terang kedua dan terang m.
L
= terang keempat
45 10 6 P
e) jarak gelap kelima dari terang pusat 2 6 10 7
75 10 2
P 2 10 2 m
b)

d .P
m.
L
45 10 6 P
2
4 6 10 7
75 10
P 4 10 2 m
c)

d .P
m.
L
45 10 6 P
2
2 6 10 7
75 10
P 2 10 2 m
d)
d .P 1
m .
L 2
6
45 10 P 1
2
5 . 6 10 7
75 10 2
P 2,5 10 2 m
e)

5 Seberkas cahaya monokromatik 2


dijatuhkan pada dua celah sempit
vertikal berdekatan dengan jarak
0,01 mm. Pola interferensi yang terjadi

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 60


ditangkap pada jarak 20 cm dari celah. d .P
Diketahui bahwa jarak antara garis gelap
m..
L
pertama disebelah kiri ke garis gelap 10 5 7,2 10 3
pertama di sebelah kanan adalah 7,2 1
2 10 1
mm. Tentukan panjang gelombang
berkas cahaya yang digunakan ! 3,6 10 7 m

6 Sebuah lapisan tipis memancarkan sinar 2.nd. cos r = m. 1


hijau yang penjang gelombangnya 2.1,35. d. cos 00 = 1.540
540 nm. Jika indeks bias lapisan 1,35 2,7. d. cos 00 = 1.540
berapa ketebalan minimum lapisan tipis d = 200 nm.
tersebut ?
7 Suatu lapisan tipis disinari cahaya 2
dengan panjang gelombang 5.893 A 0 sin i n l
dengan sudut datang 600. Jika indeks bias
sin r nu
lapisan tipis 1,73 tebal lapisan tipis
minimum agar menghasilkan pola gelap !
sin 60 0 1,73

sin r 1
1
3
2 3

sin r 1
r 30 0

2nd . cos r m
2 3.d . cos 30 0 1 5,893 10 7
1
2 3.d . 3 1 5,893 10 7
2
3d 5,893 10 7
d 1,96 10 7 m

JUMLAH SKOR 18
Skor Max 4
Skor Perolehan
Nilai 4
Skor Max

Soal evaluasi 5

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar !

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 61


1) Dalam percobaaan kisi difraksi digunakan kisi berukuran 500 garis/mm. Dari hail percobaan
ternyata diperoleh garis terang orde kedua membentuk sudut 30 0 terhadap garis normal
kisi. Hitung panjang gelombang cahaya yang digunakan!

2) Seberkas cahaya monokromatik dengan panjang gelombang 6000 A 0 datang tegak lurus
pada kisi. Jika spektrum orde kedua membentuk sudut 37 0 dengan garis normal pada
kisi ,Tentukan :
a. Jumlah garis per cm kisi !
b. Orde maksimum difraksi !

3) Sebuah celah dengan lebar 0,30 mm diletakkan di depan sebuah lensa cembung dan disinari
dengan suatu cahaya monokromatik dengan panjang gelombang 6000 A 0. Dalam pola difraksi
yang dibentuk pada layar yang diletakkan pada bidang fokus lensa, jarak antara pita gelap
ke-2 disebelah kiri dan pita gelap ke-2 disebelah kanan adalah 0,40 mm.
Berapakah jarak fokus lensa itu ?

4) Celah tunggal selebar 0,1 mm disinari berkas cahaya sejajar dengan panjang gelombang
6000 A0. Pola difraksi yang terjadi ditangkap layar pada jarak 40 cm dari celah. Tentukan
jarak antara pita gelap ke 3 dengan terang pusat !

5) Cahaya yang panjang gelombang 587,5 nm dijatuhkan pada celah tunggal yang lebarnya 0,75
mm. Pada jarak berapa dari celah layar harus ditempatkan jika minimum pertama berada
0,85 cm dari pusat terang ?

6) Jarak 2 lampu sebuah mobil 122 cm. Nyala kedua lampu diamati oleh seseorang yang
diameter pupil matanya 2,2 mm. Jika panjang gelombang cahaya yang dipancarkan kedua
lampu mobil tu rata rata 5.500 A0, berapakah jarak maksimum mobil dengan orang
tersebut supaya nyala kedua lampu masih dapat dipisahkan oleh mata ?

LEMBAR JAWAB :
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

KUNCI JAWABAN DAN NORMA PENILAIAN


EVALUASI 5
No Pertanyaan Jawaban Skor
1 Dalam percobaaan kisi difraksi 1
digunakan kisi berukuran 500 N
garis/mm. Dari hail percobaan N = 500 garis/mm d =

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 62


ternyata diperoleh garis terang orde 1 1 10
10 2
kedua membentuk sudut 30 0 terhadap 500 grs / mm 5
garis normal kisi. Hitung panjang d= mm
gelombang cahaya yang digunakan!
2 10 6
d= m
= 300
m=2
d sin m
2 10 6 sin 30 0 2
1
2 10 6 2
2
5 10 7 m 5000 A 0

2 Seberkas cahaya monokromatik d sin m 10


dengan panjang gelombang 6000 A0 d sin 37 0 2 6 10 7
datang tegak lurus pada kisi. Jika
spektrum orde kedua membentuk d 0,6 12 10 7
sudut 370 dengan garis normal pada d 2 10 6 m 2 10 4 cm
kisi ,Tentukan : a)
a) Jumlah garis per cm kisi ! d sin m
b) Orde maksimum difraksi ! d sin 90 0 m 6 10 5
2 10 4 1 m 6 10 5
m 3,33 3
b)
3 Sebuah celah dengan lebar 0,30 mm d .P 10
m.
diletakkan di depan sebuah lensa L
cembung dan disinari dengan suatu
cahaya monokromatik dengan 3 10 4 4 10 4.
0
panjang gelombang 6000 A . Dalam 6 6 10 7
f
pola difraksi yang dibentuk pada layar
yang diletakkan pada bidang fokus F = 0,033 m = 3,3 cm
lensa, jarak antara pita gelap ke-2
disebelah kiri dan pita gelap ke-2
disebelah kanan adalah 0,40 mm.
Berapakah jarak fokus lensa itu ?

4 Celah tunggal selebar 0,1 mm disinari d .P 10


berkas cahaya sejajar dengan panjang
m..
L
gelombang 6000 A0. Pola difraksi yang 10 4 P
terjadi ditangkap layar pada jarak 40 1
3 6 10 7
4 10
cm dari celah. Tentukan jarak antara
pita gelap ke 3 dengan terang P 7,2 10 3 m
pusat !

5 Cahaya yang panjang gelombang 10


637,5 nm dijatuhkan pada celah d .P
tunggal yang lebarnya 0,075 mm.
m..
L
Pada jarak berapa dari celah layar 75 10 6 85 10 4
harus ditempatkan jika minimum 1 6,375 10 7
L
pertama berada 0,85 cm dari pusat
L 1 m
terang ?

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 63


6 Jarak 2 lampu sebuah mobil 122 cm. Diketahui : dm = 122 cm = 1,22 10
Nyala kedua lampu diamati oleh m
seseorang yang diameter pupil D = 2,2 mm = 2,2 10-
matanya 2,2 mm. Jika panjang 3
m
gelombang cahaya yang dipancarkan = 5.500 A0 = 5,5 10-
kedua lampu mobil tu rata rata 7
m
5.500 A0, berapakah jarak maksimum Ditanya : L = .... ?
mobil dengan orang tersebut supaya Jawab :
nyala kedua lampu masih dapat L
dipisahkan oleh mata ?
D
dm = 1,22
5,5 10 7 L
2,2 10 3
1,22 = 1,22
2,2 10 3
L
5,5 10 7
= 0,4 . 104 = 4000 m
JUMLAH SKOR 60
Skor Max 4
Skor Perolehan
Nilai 4
Skor Max

PRAKTIKUM MENYELIDIKI POLA


DIFRAKSI DAN
INTERFERENSI CAHAYA

Mata Pelajaran : Fisika


Waktu : 20 menit
Kelas : .
TahunPelajaran : 2015/2016
Nama Kelompok :
1. . 4.
2. 5.

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 64


3. 6.

A. TUJUAN : Menyelidiki pola difraksi dan interferensi

B. DASAR TEORI : Bacalah Bahan Ajar Optika Fisis

C. ALAT DAN BAHAN


i. Laser Point
ii. Gunting
iii. CD / DVD bekas
iv. Layar (kertas karton warna putih)
v. Penggaris

D. LANGKAH KERJA
1. Buatlah potongan persegi dari CD/DVD bekas dengan
menggunakan gunting seperti yang diurutkan dalam dasar teori
2. Susunlah Laser pointer potongan CD/DVD dan layar
seperti gambar di atas.
3. Nyalakan sinar laser dan arahkan ke bagian tengah kisi
dan atur jarak L, sehingga terbentuk pola interferensi pada layar.
4. Ukur dan catat jarak L ketika sudah terbentuk pola
interferensi pada layar.
5. Ukur dan catat nilai P yaitu jarak dari terang pusat ke
garis terang pertama yang terdapat disebelah kanan atau kiri terang pusat.
6. Ulangi langkah ke 3, 4 dan 5 sebanyak 6 kali dengan
jarak L yang berbeda.

E. PERTANYAAN DAN TUGAS


1) Buatlah tabel pengamatan untuk mencatat jarak L dan P untuk lima kali
pengulangan dan lengkapi tabel tersebut dengan data yang diperoleh
kelompok Anda!
2) Jika panjang gelombang laser yang Anda gunakan, asumsikan mempunyai
panjang gelombang 680 nm, hitung jarak kisi CD / DVD yang digunakan oleh
kelompok Anda!
3) Tentuka variabel bebas , terikat dan kkontrol dari percobaan yang Anda
lakukan.
4) Diskusikan hasil pengamatan kelompok Anda, kemudian buatlah laporan dan
presentasikan !

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 65


Soal evaluasi 6

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar !

1. Intensitas sinar terpolarisasi yang dilewatkan oleh analisator 18 % dari intensitas


sinar alamiah yang datang pada polarisator. Hitung sudut yang dibentuk oleh
polarisator dan analisator !

2. Dua buah kristal tourmalin , satu sama lain bersilangan dengan sudut 60 0.
Intensitas cahaya mula mula yang mengenai kristal I adalah 20 watt/m 2, tentukan
intensitas cahaya yang keluar dari kristal II!

3. Suatu berkas cahaya monokromatik tak terpolarisasi datang pada bidang batas
udara-kaca dengan indeks bias relatif 1,5. Hitung sinus sudut yang dihasilkan sinar
pantul terpolarisasi linear !

b. Indeks bias suatu cairan 1,33. Sinar yang dipantulkan oleh cairan tersebut akan
terpolarisasi jika :
(1) Sudut datangnya polarisasinya 530
(2) Sudut biasnya 370
(3) Cahaya yang pantulkan terpolarisasi linear
(4) Sudut antara berkas sinar pantul dan sinar bias 90 0
Pernyataan yang benar adalah..

2
c. Sebuah prisma mempunyai indeks bias prisma , hitunglah sudut deviasi
minimumnya jika sudut pembias prisma :
a) 600
b) 100

d. Sebuah prisma berlian memiliki sudut puncak 60 0. cahaya kuning detang


pada salah satu sisi prisma dengan sudut datang 60 0. berapakah sudut
3
deviasi prisma? ( indeks bias berlian untuk cahaya kuning adalah )

e. Dibawah ini adalah grafik hubungan sudut deviasi dengan sudut datang pada
percobaan cahaya dengan prisma. Jika prisma yang digunakan mempunyai sudut
pembias 500 tentukan nilai x !

i
300

x0

f. Suatu berkas sinar putih datang pada sebuah prisma dengan sudut datang 20 0. Jika
sudut pembias prisma 300 dan indeks bias sinar merah dan sinar ungu masing
masing nm = 1,64 dan nu = 1,68.
Hitung :
a. sudut deviasi antara sinar merah dan sinar ungu
b. sudut dispersi antara sinar merah dan sinar ungu

LEMBAR JAWAB :
Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 66
.
...
..
.
...
....

KUNCI JAWABAN DAN NORMA PENILAIAN


EVALUASI 6
No Pertanyaan Jawaban Skor
1 Intensitas sinar terpolarisasi yang 1
I 0 cos 2
dilewatkan oleh analisator 18 % dari 2
intensitas sinar alamiah yang datang I2 = 10
pada polarisator. Hitung sudut yang 18 1
I0 I 0 cos 2
dibentuk oleh polarisator dan 100 2
analisator ! =
9 1
I0 I 0 cos 2
50 2
=
18 9
cos 2
50 25

3
cos 0,6 53 0
5

2 Dua buah kristal tourmalin , satu 1 10


I 0 cos 2
sama lain bersilangan dengan sudut 2
600. Intensitas cahaya mula mula I2 =
yang mengenai kristal I adalah 20 1
watt/m2, tentukan intensitas cahaya .20 cos 2 60 0
I2 2
yang keluar dari kristal II! =
2
1
10.
I2 2
=
I 2 1,25
W/m2

3 Suatu berkas cahaya monokromatik n2 10


tak terpolarisasi datang pada bidang n1
batas udara-kaca dengan indeks bias tan ip =
relatif 1,5. Hitung sinus sudut yang 1,5 3
dihasilkan sinar pantul terpolarisasi

1 2
linear ! tan ip =
3
13
13
sin ip
4 Indeks bias suatu cairan 1,33. Sinar n2 10
yang dipantulkan oleh cairan tersebut n1
akan terpolarisasi jika : (1) tan ip =
(1) Sudut datangnya polarisasinya 530
(2) Sudut biasnya 370

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 67


(3) Cahaya yang pantulkan 4
terpolarisasi linear 3
(3) Sudut tan ip =
antara berkas sinar pantul dan ip = 530
sinar bias 900 sin i n 2
Pernyataan yang benar adalah..
sin r n1
(2)
sin 53 4 / 3

sin r 1
r = 370
(3) Cahaya yang pantulkan
terpolarisasi linear
(4) Sudut antara berkas sinar pantul
dan sinar bias 900
Jadi benar semua

5 Sebuah prisma mempunyai indeks m 10


sin n p sin
2 2
2
bias prisma , hitunglah sudut a.
deviasi minimumnya jika sudut m 60 0 60 0
sin 2 sin

pembias prisma : 2 2
a) 600
b) 100 m 60 0
sin 2 sin 30 0
2

m 60 0 1
sin
2
2 2

m 60 0
45 0
2

m 60 0 90 0 m 30 0

8. m= ( np 1 )
2
m= ( 1 ) 100
m= 40
6 Sebuah prisma berlian memiliki sudut sin i1 n p 20
puncak 600. cahaya kuning detang
sin r1 nu
pada salah satu sisi prisma dengan
sudut datang 600. berapakah sudut
sin 60 0 3
deviasi prisma? (indeks bias berlian
sin r 1
3
untuk cahaya kuning adalah ) r1 = 300

= r 1 + i2
60 = 300 + i2
0

i2 = 300

sin i2 nu

sin r2 n p

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 68


sin 30 0 1

sin r2 3

r2 = 600

= i 1 + r2 -
= 600 + 600 600
= 600

7 Dibawah ini adalah grafik hubungan m = 2i1 - 10


sudut deviasi dengan sudut datang 300= 2i1 - 500
pada percobaan cahaya dengan 2i1 = 800 i1 = 400
i prisma. Jika prisma yang digunakan
300
mempunyai sudut pembias 500
x0 tentukan nilai x !

8 Suatu berkas sinar putih datang pada m 20


sebuah prisma dengan sudut datang sin nm sin
2 2
200. Jika sudut pembias prisma 30 0
a.
dan indeks bias sinar merah dan sinar
m 30 0 30 0
ungu masing masing nm = sin 1,64 sin
1,64 dan nu = 1,68. 2 2
Hitung :
a) sudut deviasi antara sinar merah m 30 0
sin 0,42
dan sinar ungu 2
b) sudut dispersi antara sinar merah
dan sinar ungu m 30 0
25 0
2

m 30 0 50 0 m 20 0

u
sin nu sin
2 2
b.
u 30 0
sin 1,68 sin
2 2

m 30 0
sin 0,4348

2

u 30 0
25,77 0
2

u 30 0 51,5 0 u 21,5 0

9. = u - m
= 21,50 200 = 1,50

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 69


JUMLAH SKOR 100
Skor Max 4
Skor Perolehan
Nilai 4
Skor Max

2) Lembar Penilaian Sikap Sosial


LEMBAR PENILAIAN OBSERVASI SIKAP JUJUR

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah

tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap jujur yang ditampilkan oleh peserta

didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan


3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : .

Kelas : .

Tanggal Pengamatan : ..
Materi Pokok : ..

Skor Pengamatan
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Tidak nyontek dalam mengerjakan
latihan/ujian/ulangan
2 Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin
karya orang lain tanpa menyebutkan sumber)
dalam mengerjakan setiap tugas
3 Mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa
adanya
4 Melaporkan data atau informasi apa adanya

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 70


5 Mengakui kesalahan atau kekurangan yang
dimiliki
Jumlah Skor
Petunjuk Penskoran :

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :


Peserta didik memperoleh nilai :
Baik Sekali : apabila memperoleh skor 16 - 20
Baik : apabila memperoleh skor 11 - 15
Cukup : apabila memperoleh skor 6 - 10
Kurang : apabila memperoleh skor 1 - 5
LEMBAR PENILAIAN OBSERVASI SIKAP DISPLIN

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kedisiplinan. Berilah
tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan
kriteria sebagai berikut :
Ya = apabila siswa menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan
Tidak = apabila siswa tidak menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan.

Nama Peserta Didik : .

Kelas : .

Tanggal Pengamatan : ..
Materi Pokok : ..

Skor Pengamatan
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Masuk kelas tepat waktu
2 Mengumpulkan tugas tepat waktu
3 Memakai seragam sesuai tata tertib
4 Mengerjakan tugas yang diberikan
5 Tertib dalam mengikuti pembelajaran
6 Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang
ditetapkan
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran
Peserta didik memperoleh nilai :
Baik Sekali : apabila terdapat 7 8 jawaban YA

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 71


Baik : apabila terdapat 5 6 jawaban YA
Cukup : apabila terdapat 3 4 jawaban YA
Kurang : apabila terdapat 1 2 jawaban YA

LEMBAR PENILAIAN OBSERVASI SIKAP TANGGUNG JAWAB

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak

melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah
tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik,
dengan kriteria sebagai berikut :

Nama Peserta Didik : .

Kelas : .

Tanggal Pengamatan : ..
Materi Pokok : ..

Skor Pengamatan
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Melaksanakan tugas individu dengan baik
2 Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
3 Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang
akurat
4 Mengembalikan barang yang dipinjam
5 Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran :

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 72


Peserta didik memperoleh nilai :
Baik Sekali : apabila memperoleh skor 16 - 20
Baik : apabila memperoleh skor 11 - 15
Cukup : apabila memperoleh skor 6 - 10
Kurang : apabila memperoleh skor 1 - 5

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 73


3) Lembar Penilaian Ketrampilan
PENILAIAN OBSERVASI KEGIATAN PRAKTIKUM

Skor Nilai Jumlah


NO Aspek Penilaian
1 2 3 4 Skor

1 Mempersiapkan dan memasang alat dan


bahan yang diperlukan

2 Terampil menggunakan alat

3 Terampil dalam pengambilan data

4 Terampil menjawab pertanyaan

5 Terampil membuat kesimpulan

6 Kemampuan berinteraksi antar siswa

7 Sikap siswa saat praktikum

KriteriaPenilaian

1. Mempersiapkan dan memasang alat dan bahan yang diperlukan


Skor 1 : tidak membawa alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum

Skor 2 : hanya membawa dari apa yang dipersyaratkan yang dianggap mudah

Skor 3 : membawa alat dan bahan, namun ada yang kurang

Skor 4 : mempersiapkan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum

2. Terampil dalam menggunakan alat


Skor 1 : siswa tidak tanggap terhadap instruksi guru dan tidak dapat menggunakan
alat
Skor 2 : siswa hanya sesekali menggunakan alat
Skor 3 : siswa sering kali menggunakan alat namun kurang dapat menjalankan
instruksi dengan benar
Skor 4 : siswa terampil dalam menggunakan alat dengan teliti

3. Terampil dalam pengambilan data


Skor 1 : siswa tidak melakukan kegiatan apapun
Skor 2 : siswa hanya sesekali melakukan pengambilan data
Skor 3 : siswa cukup terampil dalam pengambilan data, namun masih memerlukan
bantuan orang lain
Skor 4 : siswa sangat terampil dalam menjalankan instruksi praktikum dan teliti saat
pengambilan data

4. Terampil menjawab pertanyaan


Skor 1 : tidak dapat menjawab pertanyaan sama sekali
Skor 2 : hanya sesekali menjawab pertanyaan
Skor 3 : sering kali menjawab pertanyaan, namun kurang tepat
Skor 4 : selalu menjawab pertanyaan dengan tepat

5. Terampil membuat kesimpulan


Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 74
Skor 1 : tidak dapat menyimpulkan hasil praktikum
Skor 2 : kurang dapat menyimpulkan hasil praktikum
Skor 3 : dapat menyimpulkan hasil paraktikum, namun kurang tepat
Skor 4 : dapat menyimpulkan hasil parktikum dengan jelas dan tepat

6. Kemampuan berinteraksi antar siswa dalam kelompok


Skor 1 : tidak dapat berinteraksi
Skor 2 : siswa kurang berinteraksi, cenderung tidak membantu temannya
Skor 3 : siswa cukup aktif menunjukkan kepedulian dan dapat berinteraksi dengan
temannya
Skor 4 : siswa selalu menunjukkan kepedulian dan membantu temannya dalam
kelompok

7. Sikap siswa saat praktikum


Skor 1 : siswa tidak melakukan praktikum sama sekali
Skor 2 : siswa kurang aktif dan selalu gaduh saat praktikum
Skor 3 : siswa cukup aktif melakukan kegiatan praktikum, namun ceroboh
Skor 4 : siswa sering kali melakukan kegiatan praktikum dengan teliti dan penuh
perhatian

Nilai akhir diperoleh dengan rumus :

NA
skor yang diperoleh x 100 %
skor maksimal

LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI


DAN KINERJA PRESENTASI

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas/Semester : XII/I
Kompetensi dasar : KD 3.1

N Nama Siswa Observasi Kinerja Presentasi Jmlh Nilai


o Ak Tgjw Kerjsm Prnsrt Visual Isi Skor
t b a

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 75


(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1.

2.

3.

4.

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 76


FORMAT PENILAIAN PORTOFOLIO

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas/Semester : XII/I
Kompetensi dasar : KD 3.1
Aspek Penilaian

Pertanyaan Jawaban
Penyajian Data
Skor rata-

Ketelitian

Kerapian

Estetika
No Kelompok Nilai
rata

1.

2.

3.

4.

5.

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 77


FORMAT REKAPITULASI PENILAIAN PROYEK

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas / Smt : XII /1
Kompetensi Dasar : 3.1

Skor
Individu/Kelompok
Nama Kegiatan Presentasi Laporan SkorAkhir

Proyek proyek proyek

Nilai akhir diperoleh dengan rumus :

NA
skor yang diperoleh x 100
skor maksimal

Kasmudi, S.Pd., M.Si. 2015-2016; SMA N 2 BATANG Page 78