Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMPN 20 Malang


Mata Pelajaran : Bahasa Indoesia
Kelas/Semester : VII/Satu
Materi Pokok : Teks Cerita Fantasi
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 JP)

A. Kompetensi Inti (KI)


KI-1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli
dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan
alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI-3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
KI-4 : Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolabiratif, dan komunikatif dalam ranah konkret dan
ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang teori.
B. Kompetensi Dasar
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita imajinasi) yang dibaca dan
didengar.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
KD 3.3 (untuk menyusun kriteria penilaian)
3.3.1 Mengidentifikasi contoh-contoh teks cerita fantasi menentukan contoh cerita
fantasi (diberi contoh cerita fantasi, fabel, dan legenda)
3.3.2 Menentukan tokoh-tokoh dalam teks cerita fantasi tokoh tidak nyata
3.3.3 Menentukan peristiwa dalam teks cerita fantasi mustahil terjadi
3.3.4 Menentukan latar dalam teks cerita fantasi tidak terdapat dalam kehidupan nyata
D. Materi Pembelajaran
1. Materi pembelajaran reguler
1) Teks cerita narasi (12 judul)
a.Teks cerita fantasi 10 judul
b.Teks fabel 1 judul
c.Teks legenda 1 judul
2) Unsur-unsur teks cerita fantasi
a. Menentukan tokoh-tokoh dalam cerita fantasi
b. Menentukan peristiwa dalam cerita fantasi
c. Menentukan latar (tempat, waktu, dan suasana) dalam cerita fantasi
3) Cara menentukan unsur-unsur teks cerita fantasi
4) Contoh menentukan unsur-unsur teks cerita fantasi
5) Latihan menentukan unsur-unsur teks cerita fantasi
2. Materi pembelajaran pengayaan
1) Latihan menentukan tokoh-tokoh dalam cerita fantasi
2) Latihan menentukan peristiwa dalam cerita fantasi

1
3) Latihan menentukan latar (tempat, waktu, dan suasana) dalam cerita fantasi
3. Materi pembelajaran remedial
1) Contoh menentukan tokoh-tokoh dalam cerita fantasi
2) Contoh menentukan peristiwa dalam cerita fantasi
3) Contoh menentukan latar (tempat, waktu, dan suasana) dalam cerita fantasi
E. Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran Berbasis Teks
a. Mengonstruksi teks
b. Memodelkan teks
c. Bekerja/belajar kelompok
d. Bekerja/belajar individu (mandiri)
2. Pendekatan saintifik
a. Mengamati (menonton, mendengar, membaca)
b. Menanya (siswa bertanya)
c. Mencoba (bekerja secara kelompok)
d. Menalar
e. Mengomunikasikan
F. Media, Alat dan Sumber Belajar
1. Media
a. PPt yang berisi gambar-gambar film yang termasuk cerita fantasi
b. Contoh-contoh teks narasi imajinatif
2. Alat
a. LCD proyektor
b. Laptop
3. Sumber Belajar
a. Keraf, Gorys. 2010. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia.
b. Danandjaja, James. 2007. Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain.
Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
c. Qirani, Balqis. tt. Dongeng Anak. (Online), (http://dongeng.us/balqis_qirani//), diakses
20 maret 2017.
d. Ramadhanti, Nur Aini. 2013. Sumber legenda Cerita Rakyat - Asal Usul Danau Toba.
(Online),(http://eposlima.blogspot.com/2013/01/cerita-rakyat-asal-usul-danau-
toba.html), diakses 20 maret 2017.
G. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan pertama: 2 JP

Pendahuluan (10 menit)


1. Mengelola kelas
Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik (2 menit) untuk mengikuti proses
pembelajaran
Guru : Selamat pagi anak-anak!
Siswa : Selamat pagi bu.
Guru : Sebelum kita memulai pelajaran hari ini, alangkah baiknya jika kita berdoa
terlebih dahulu. Silakan ketua kelas memimpin berdoa.
(berdoa mulai-berdoa selesai)
Guru : Apakah hari ini ada yang tidak hadir?
Siswa : Nihil bu.
2. Apersepsi
Peserta didik diajak tanya jawab (3 menit) untuk mengetahui penguasaan kompetensi

2
Guru : Baik anak-anak, hari ini kita akan berkelana ke dunia imajinasi. Apakah ada
yang pernah menonton film ini (menunjukkan PPt gambar film yang termasuk
cerita fantasi)?
Siswa : Pernah bu.
3. Membimbing Diskusi
Peserta didik dipandu guru mengamati kompetensi yang akan dicapai (2 menit), yaitu
merumuskan pengertian dan isi teks cerita fantasi.
Guru : Bagus, sekarang kalian perlu membentuk kelompok yang beranggotakan 3
siswa.
Siswa : Baik bu.
(Kelompok sudah terbentuk)
4. Keterampilan Bertanya
Peserta didik menerima penyampaian garis besar cakupan materi dan kegiatan yang
akan dilakukan (3 menit).
Guru : Tadi, ibu sudah menunjukkan contoh-contoh film. Dari contoh tersebut, ibu
berharap kalian sudah menerima klu mengenai apa yang akan kita pelajari hari
ini.
Siswa : Apakah kita akan mempelajari teks cerita fantasi bu?
Guru : Ya, benar sekali (penguatan verbal). Kelompok akan bekerja sama untuk
menentukan unsur-unsur yang terkandung dalam teks cerita fantasi.
Inti (60 menit)
5. Memandu Proes Kognitif
(1) Mengamati (mengamati contoh-contoh teks narasi)
Peserta didik diminta mengambil contoh teks cerita fantasi (5 menit) yang telah
dipersiapkan oleh guru di meja.
Guru : Baik anak-anak, ibu telah menyiapkan 12 teks cerita; 10 fantasi, 1 fabel, dan
1 legenda (menggunakan media pembelajaran). Sekarang, setiap perwakilan
kelompok maju untuk mengambil satu teks cerita fantasi.
Siswa : Baik bu.
(2) Menanya (siswa bertanya)
Peserta didik mengajukan satu pertanyaan (5 menit) terkait contoh-contoh teks yang
disediakan oleh guru.
Siswa : Bu, mengapa di meja terdapat contoh cerita rakyat?
Guru : Pertanyaan bagus, kamu akan menemukan jawabannya setelah kita
mendiskusikan hasil bacaan secara bersama-sama. Baik, apakah semua
kelompok sudah mengambil teks cerita fantasi?
Siswa : Sudah bu.
(3) Mencoba/Mengumpulkan Data (membaca secara berkelompok)
Secara berkelompok peserta didik membaca teks cerita fantasi (10 menit) yang
berbeda-beda (mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran).
Guru : Bacalah cerita fantasi yang sudah kalian dapat selama 10 menit!
(Masing-masing kelompok membaca dengan khidmat)
Guru : 10 menit sudah berlalu, kalian bisa mengakhiri kegiatan membaca teks
tersebut. Bagaimana pendapat kalian mengenai teks tersebut?
(4) Menalar

3
Peserta didik mengemukakan pendapatnya mengenai teks cerita fantasi yang sudah
diperkenalkan oleh guru (10 menit).
Siswa : Bagus bu. Unik bu. Menyenangkan bu. (riuh menjawab)
Guru : Iya iya, tetapi alangkah baiknya jika kalian menjawabnya satu persatu supaya
tidak gaduh. Setelah kalian membaca cerita fantasi tersebut, apakah ada yang
bisa menjelaskan mengenai pengertian dan unsur-unsur cerita fantasi?
(salah satu siswa mengangkat tangan)
Guru : Iya Salas, apa yang bisa kamu jelaskan mengenai cerita fantasi?
Salas : Cerita fantasi merupakan sebuah cerita yang dalam peristiwanya tidak benar-
benar terjadi atau khayalan bu.
Guru : Iya bagus sekali Salas, jawabanmu sudah tepat (penguatan verbal). Cerita
fantasi merupakan sebuah karya sastra yang menceritakan mengenai sebuah
kejadian yang fiksi atau khayalan yang dianggap tidak mungkin terjadi. Tokoh,
latar, dan peristiwa yang diceritakan dalam cerita fantasi tidak terdapat di
kehidupan nyata (keterampilan menjelaskan).
Kegiatan selanjutnya, kalian dapat mengerjakan Lembar Kerja Mengidentifikasi
Unsur-Unsur Teks Narasi (Imajinasi) yang ada pada halaman terakhir selama 10
menit. Sebelum kalian mengerjakan, ibu akan memberikan contoh cara
mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (prememori). Baiklah, silahkan kalian
berdiskusi dengan kelompok masing-masing.
(5) Mengomunikasikan (bertukar pendapat)
Peserta didik mengungkapkan hasil pemikirannya (15 menit) kepada teman sekelas
secara bergantian dan siswa lain memberi tambahan maupun tanggapan.
Guru : Baiklah anak-anak, 10 menit sudah berlalu. Ibu akan menunjuk beberapa
kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi. Masing-masing kelompok Ibu
beri waktu 5 menit untuk presentasi. (prememori)
Guru : Dari hasil presentasi, kalian tentu sudah memahami unsur-unsur teks cerita
fantasi. Apakah ada yang bisa menyebutkan contoh cerita fantasi selain yang
sudah kalian baca bersama kelompok?
(salah satu siswa yang bernama Dara mengangkat tangan)
Guru : Iya Dara, silakan kemukakan jawabanmu!
Galih : Film Doraemon bu.
Guru : Guru mengangguk (penguatan non verbal). Cerita fantasi merupakan cerita
yang penuh dengan imajinasi, sehingga film kartun Trolls, Inside Out,
Spongebob yang biasa kalian lihat di TV itu juga termasuk cerita fantasi.
Bagaimana anak-anak? Apakah sudah mengerti?
(Salah seorang siswa mengajukan pertanyaan)
Siswa : Apakah legenda juga termasuk cerita fantasi bu?
Guru : Pertanyaan bagus. Apakah ada teman-teman yang ingin membantu
menjawab? (memberi motivasi)
(salah seorang mengacungkan tangan)
Siswa : Bukan bu, karena itu cerita rakyat bukan cerita modern.
Guru : Jawaban bagus, tetapi perlu sedikit diarahkan. Legenda adalah salah satu jenis
narasi yang termasuk dalam lingkup cerita rakyat. Legenda menceritakan

4
bagaimana suatu tempat terbentuk dan menjadi besar. Pada cerita legenda, latar
tempat yang diceritakan benar-benar ada, seperti legenda Sura dan Baya yang
mengisahkan terbentuknya Kota Surabaya (balikan).
Siswa : Oh begitu.
Guru : Iya. Bagaimana dengan yang lain?
Siswa : Mengerti bu.
Guru : Bagus sekali anak-anak. Berikan tepuk tangan untuk kita semua!
prok prok prok (penguatan verbal & non verbal)
Penutup (10 menit)
6. Mengevaluasi
Peserta didik bersama guru menyimpulkan (3 menit) butir-butir pokok tentang teks
cerita fantasi.
Guru : Setelah kalian mengenal apa itu teks cerita fantasi, sekarang kita akan
mereview kembali apa yang telah kalian pelajari hari ini. Apa saja yang kalian
ketahui tentang cerita fantasi?
(salah satu siswa mengangkat tangan)
Siswa : Peristiwanya tidak mungkin terjadi di dunia nyata bu.
Guru : Bagus (penguatan verbal), siapa lagi yang bisa menambahkan? (memberi
motivasi)
Siswa : Tokoh-tokohnya tidak ditemui dalam dunia nyata bu.
Guru : Tambahan yang tepat sekali (penguatan verbal), ada lagi yang ingin
menambahkan?
(kelas sunyi)
Peserta didik menerima umpan balik (2 menit) dalam proses pembelajaran mengenali
teks cerita fantasi.
Guru : Baik. Jawaban yang disebutkan oleh teman kalian sudah benar (penguatan
verbal). Cerita fantasi adalah kisah yang menceritakan kejadian penuh
imajinasi, peristiwanya tidak mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari,
begitupula dengan tokoh-tokohnya dan latarnya yang tidak ditemui di dunia
nyata.
7. Tindak lanjut (pemberian pengayaan)
Peserta didik menerima tugas dari guru (3 menit) mencari contoh teks cerita fantasi di
majalah, koran, atau di buku.
Guru : Selanjutnya, tugas kalian adalah mencari teks cerita fantasi dalam media
cetak seperti majalah Bobo, Mentari, dan lain-lain. Setelah kalian menemukan
sebuah teks cerita fantasi, bacalah dan buatlah rangkuman mengenai inti
cerita fantasi tersebut. Apakah sudah jelas instruksi tugasnya?
Siswa : Jelas bu.
Kelas diakhiri dengan berdoa (2 menit) yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik.
Guru : Baik, kita akhiri pembelajaran hari ini dengan berdoa. Silakan ketua kelas
memimpin berdoa.
(berdoa mulai-berdoa selesai)
Guru : Semoga yang kita pelajari hari ini bermanfaat bagi kita semua.
Siswa : Amin.
Guru : Sekian, selamat siang anak-anak.

5
Siswa : Selamat siang bu.

H. Penilaian
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap sosial dilakukan dengan teknik observasi/ jurnal.
b. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan teknik tes tulis.

2. Instrumen Penilaian
a. Instrumen jurnal
Jurnal Perkembangan Sikap Sosial

Nama Sekolah : SMPN 20 Malang


Kelas/Semester : VII/Satu
Tahun pelajaran : 2016/2017

No Nama Siswa Deskripsi Catatan


.
Menyampaikan
Kerap menyampaikan pendapat kritis
M. Salas pendapat serta bertanya dalam diskusi
1.
Muharomin dalam proses membangun
pembelajaran konsep teks cerita
fantasi
Kerap menyampaikan Menanyakan hal-
pendapat serta bertanya hal penting terkait
2. Ika Purnama Sari
dalam proses materi teks cerita
pembelajaran fantasi.
Kerap menyampaikan Membantu teman
pendapat serta bertanya yang kesulitan
3. Anggraeni
dalam proses menemukan unsur
pembelajaran teks cerita fantasi
Kerap tidak
Tidakmencari teks
memperhatikan dalam
cerita fantasi dari
4. Ramadika pembelajaran, kerap tidak
majalah, koran,
mengerjakan tugas yang
atau buku.
diberikan
Kerap tidak
Sering
memperhatikan dalam
menertawakan
5. Kalia Lamuna pembelajaran, kerap tidak
teman yang salah
mengerjakan tugas yang
menjawab
diberikan
6. Hika Nuriana Kerap tidak Tidak

6
memperhatikan dalam
mendengarkan
pembelajaran, kerap tidak
teman yang sedang
mengerjakan tugas yang
presentasi
diberikan

b. Instrumen Tes Uraian


Bacalah teks berikut dengan seksama!

Wortelina si Wortel Penari


Wortelina adalah sebuah wortel yang kecil, tetapi sangat lincah. Ia sangat senang menari. Setiap
pagi, sehabis Pak Tani menyiramnya, ia selalu menyapa teman-temannya. Kemudian ia melakukan
tarian Selamat Pagi. Begitu juga ketika siang hari, sore hari dan malam hari. Wortelina selalu
menari-nari. Senyumnya selalu sumringah. Warga kebun wortel juga sangat menyukai tarian
Wortelina.
Tetapi, suatu hari, Wortelina tidak seriang biasanya. Ketika pagi ia hanya tersenyum jika ada
yang menyapanya. Wuwi, sahabat baiknya, khawatir melihat keadaan Wortelina yang sangat
murung. "Ada apa, Lina?" tanya Wuwi khawatir. "Tidak apa-apa, Wuwi. Aku hanya lemas dan tidak
bersemangat. Aku pun tidak mengerti mengapa aku seperti ini," ujar Wortelina sambil tersenyum
kecut. "Aku ingin kamu menari! Ayo, berikan tarian untukku, untuk kebun wortel sebelum makan
siang hari ini!" Wuwi mencoba menyemangati Wortelina.
Wortelina hanya menggeleng lemah. Ia sungguh-sungguh tidak bersemangat. Badannya terasa
lemas. Kepalanya berat sekali. Wuwi tidak putus asa. Ia mencari akal agar Wortelina kembali seperti
biasanya. Diam-diam, ia menyuruh para burung yang sedang bermain di atas pohon untuk
bernyanyi. Burung-burung itu setuju. Mereka bernyanyi dengan suara merdua dan riang. Wuwi
mengintip rumah Wortelina. Ia ingin mengetahui apakah Wortelina bereaksi terhadap nyanyian para
burung itu. Namun, Wortelina tetap terlihat murung. Matanya sayu. Ada apa sebenarnya, Lina?
Wuwi ternyata tidak menyerah begitu saja. Ia mencoba cara lain untuk mengembalikan kecerian
Wortelina seperti biasanya.
Kali ini, ia mencoba meminta bantuan Wiri. Wiri sangat pandai sulap. Ia ingin Wiri menyulap
agar semua warga bisa menari. Dengan begitu, Wortelina pasti akan bersemangat kembali. Wiri
sebenarnya anak yang rajin dan sulapnya cukup hebat, tetapi sulap yang dilakukan Wiri hanya itu-itu
saja. Warga kebun Wortel bosan melihatnya. Wiri juga suka menyombongkan dirinya bila sedang
melakukan sulap. Ia jadi kurang disukai oleh warga kebun Wortel. "Aku tidak mau melakukan itu!"
tolak Wiri. Wuwi kaget. Ia tidak menyangka Wiri menolak permintaan tolongnya. "Kenapa?
Bukankah kita semua bersahabat? Mengapa kamu tidak mau menolong sahabatmu yang sedang
kesulitan, Wiri?" tanya Wuwi dengan nada kecewa.
"Dia bukan sahabatku! Dia telah meracuni semua warga kebun ini! Ia membuat semua warga
terpikat padanya, lalu membenci aku!" Wiri berkata dengan nada ketus. Astaga! Ternyata, Wiri iri
melihat ketenaran Wortelina... "Begini saja, aku akan menjamin setelah kau membantuku untuk
memulihkan keceriaan Wortelina, kau pasti juga akan disukai oleh warga Kebun Wortel," Wortelina
berkata kepada Wiri. Ia punya ide!
Wiri langsung terhasut mendengar bujukan Wuwi. Matanya berbinar. Ia sangat ingin sekali
semua orang menyenanginya. Wiri lalu melakukan apa yang Wuwi perintahkan. Wiri menyulap
tumpukan pupuk yang bertumpuk di sudut kebun Wortel menjadi sebuah panggung kecil. Ia juga
menyulap daun-daun kering menjadi hiasan panggungnya. Tidak lupa ia menyulap semua warga
kebun Wortel menjadi bisa bernyanyi. Seketika kebun Wortel ramai. Semua warga menyanyikan
lagu yang sangat bagus dan merdu. Semua tampak riang gembira. Mereka bernyanyi sambil sesekali
menari kecil. Mengikuti alunan irama yang sangat indah.
Wortelina terlonjak kaget. Ada apa di luar? Mengapa ramai sekali? Ia lalu melongok ke arah
sumber suara. Ia semakin kaget lagi melihat semua warga Kebun Wortel sedang berjalan ke arah
rumahnya sambil menari kecil dan bernyanyi. Seketika senyumnya merekah. Ia sangat ingin ikut
menari dan bernyanyi, tetapi ia urungkan niatnya. Ia hanya mematung di tempatnya berdiri. Ia
melihat Wiri diantara rombongan itu.
"Hai, Wortelina! Apa kabar? Maafkan aku, ya! Aku sudah salah dengan menyebarkan fitnah
bahwa tidak ada warga yang suka kepadamu. Aku juga bohong mengenai warga yang selama ini
kusulap agar mereka suka kepadamu. Aku hanya iri kepadamu. Sekarang, ayolah kemari. Aku telah
menyiapkan kejutan untukmu!" Wiri berteriak dengan riang membujuk Wortelina. Suaranya hampir

7
tenggelam oleh nyanyian warga.
Wortelina terkejut. Ternyata semua ini hanya akal-akalan Wiri saja. Ia pun memaafkan Wiri. Ia
tidak lagi sebal kepada Wiri. Ia malah iba melihat Wiri yang kurang disukai warga sehingga
memfitnah dirinya. Wortelina pun mempunyai ide. Ia ingin tidak hanya dirinya yang menjadi
kebanggan warga tetapi Wiri juga harus menjadi kebanggaan. Wortelina tersenyum hangat. Ia
bergabung dengan rombongan warga Kebun Wortel dan ikut menari. Mereka berjalan sambil menari
ke arah panggung yang telah disiapkan Wiri untuk Wortelina.
"KEJUTAAAAAN!" seru Wiri bersemangat.
Tidak hanya Wortelina yang kaget melihatnya, tetapi juga semua warga Kebun Wortel sangat
kaget. Mereka sangat kagum dengan hasil sulap Wiri. "Wiri, kau hebat sekali. Mari temani aku
menari di atas panggung itu," Wortelina menarik Wiri ke atas panggung.
"Hai, semua! Aku sangat terharu melihat kalian menyemangatiku hari ini. Aku juga sangat
berterima kasih kepada Wiri. Panggung ini hasil sulapannya. Ia benar-benar pesulap yang pintar.
Selain itu, Wiri akan melakukan kehebatannya yang lain, lho. Wiri, ayo lakukan tugasmu!" ujar
Wortelina kepada Wiri. Senyumnya mengembang. Wortelina membisikkan sesuatu kepada Wiri
untuk melakukan idenya.
"Wah! Hebat sekali!"
"Indahnya!"
"Kau hebat Wiri. Kami bangga kepadamu!"
Semua warga berseru memuji kehebatan Wiri. Wiri menyulap kebun wortel mereka menjadi
indah dan bersih. Banyak hiasan di mana-mana. Wiri juga membuat sebuah pagar indah yang
melindungi kebun mereka dari serangan hewan liar. Tidak lupa, Wiri membuat pintu gerbang yang
lucu dan unik di depan kebun mereka.
Burung-burung pun ia buatkan sarang yang indah dan nyaman agar setiap pagi bisa bernyanyi
untuk menumbuhkan semangat warga Kebun Wortel. Wiri tidak menyangka ternyata dengan hati
yang tulus ia bisa melakukan semuanya. Kini, semua warga tidak lagi sebal kepadanya. Wiri tidak
lagi sombong. Ia menjadi wortel yang sangat menyenangkan dan senang membantu warga lainnya.
Wuwi pun tersenyum puas. Kebunnya kembali ceria seperti biasa. Wortelina kembali riang dan
senang menari, tetapi kali ini ditemani nyanyian para burung yang merdu.
Indahnya bila kita melakukan suatu hal dengan hati yang tulus.

Keterangan:

Tokoh = warna Orange


Penokohan = warna Hijau
Latar = warna Ungu
Peristiwa = warna Biru

Instrumen Penilaian :

Lembar Kerja Mengidentifikasi Unsur-Unsur Teks Narasi (Cerita Imajinasi)

Aspek
No. Unsur Bukti
Kebahasaan
1. Latar (tempat, waktu dan
suasana) dari cerita fantasi
2. Tokoh dan penokohan dari
teks cerita fantasi
3. Peristiwa apa saja yang
terjadi dalam teks cerita
fantasi

8
Pedoman Penilaian

Kisi-Kisi Penilaian Tes Uraian dan Kinerja


Nama Sekolah : SMPN 20 Malang
Kelas/Semester : VII/I
Tahun pelajaran : 2016/2017
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Teknik
No Indikator Deskripsi
Penilaian
Menentukan tokoh dan penokohan yang tes uraian
terdapat dalam cerita fantasi
Mampu menentukan
Menentukan kejadian yang dipaparkan
1 unsur-unsur dalam tes uraian
dalam cerita fantasi
cerita fantasi
Menentukan tempat, waktu, dan suasana
dalam cerita fantasi tes uraian

Rubrik Penskoran kinerja

No Aspek yang dinilai Skor Bobot


Benar menengungkapkan unsur latar:
1 - Tempat terjadinya cerita 2
- Waktu terjadinya cerita 2 6
- Suasana dalam cerita
2
Benar mengungkapkan unsur tokoh:
2 - Tokoh cerita 3 6
- Penokohan/perwatakan tokoh 3
3 Benar mengungkapkan peristiwa 0-4 4
Skor maksimum 20

Pedoman Penskoran
Skor Penilaian

Penghitungan nilai akhir

Skor yang diperoleh

Nilai = -------------------------- X 5 = . . .
Skor Maksimal (20)

9
Mengetahui, Malang, 22 Maret 2017
Kepala SMPN 20 Malang Guru Mapel Bahasa Indonesia

.. ..
NIP NIP

10