Anda di halaman 1dari 6

PERJANJIAN SEWA MENYEWA GUDANG

(Gudang Jl. Marunda Makmur, Kawasan Industri Marunda Center,


Blok Q2 No. 23A, Segara Makmur, Tarumajaya, Bekasi)

Antara:

PT. KORINUS

dengan

PT. JNJ PANGAN INDONESIA


Pada hari ini Rabu, tanggal 4 Januari 2017 bertempat di Jakarta, telah disepakati perjanjian sewa
menyewa antara :

I. PT. KORINUS. Dalam hal ini diwakili oleh CHOI MIN SUK selaku Direktur Utama, oleh
karenanya sah bertindak untuk dan atas nama serta kepentingan PT. KORINUS, yang
berkedudukan dan berkantor pusat di Jl. Boulevard Barat Raya, Plaza Kelapa gading/ Ruko
Inkopal Blok G No.21, Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk selanjutnya disebut : -----
PIHAK PERTAMA -----

Dengan

II. PT. JNJ PANGAN INDONESIA. Dalam hal ini diwakili oleh LEE JUNG HO selaku
Direktur Utama, oleh karenanya sah bertindak untuk dan atas nama serta kepentingan PT.
JNJ PANGAN INDONESIA, yang berkedudukan dan berkantor pusat di 18 Office Park
Tower A 12th floor Unit H, Jl.T.B.Simatupang Kav.18, Jakarta Selatan, untuk selanjutnya
disebut : ----- PIHAK KEDUA -----

Pihak Pertama dan Pihak Kedua selanjutnya secara bersama-sama akan disebut sebagai PARA
PIHAK.

Selanjutnya perjanjian ini disepakati dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1
Dasar Hukum

Perjanjian Sewa Menyewa ini tunduk pada peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku di
wilayah Republik Indonesia.

Pasal 2
Obyek Perjanjian

(1) PIHAK PERTAMA dengan ini sepakat untuk menyewakan kepada PIHAK KEDUA
sebagaimana PIHAK KEDUA sepakat menerima persewaan Bangunan Gudang yang
beralamat di Jl. Marunda Makmur, Kawasan Industri Marunda Center Blok Q2 No.
23A Segara Makmur, Tarumajaya, Bekasi.

(2) PIHAK PERTAMA dengan ini menjamin bahwa obyek perjanjian sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (1) tersebut di atas sepenuhnya merupakan hak dari PIHAK
PERTAMA, bebas dari sengketa, dan tidak dalam keadaan disewakan kepada Pihak Lain.
Pasal 3
Tujuan

PIHAK KEDUA akan mempergunakan obyek perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
untuk keperluan gudang penyimpanan.

Pasal 4
Jangka Waktu

PIHAK KEDUA akan menyewakan gudang tersebut selama 5 (Lima) tahun terhitung sejak
tanggal 28 Januari 2017, sampai dengan tanggal 27 Januari 2022.

Pasal 5
Harga dan Mekanisme Pembayaran

(1) Harga Sewa disepakati per Tahun adalah sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta
Rupiah), dan sebesar Rp. 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk masa
sewa selama 5 tahun.

(2) Pembayaran sewa gudang dilakukan oleh para pihak dengan cara:
a. Pembayaran pertama, yaitu DP (Down Payment) sebesar 10% dari harga sewa Gudang
selama 2 (dua) tahun, yaitu RP. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah), yang
dibayarkan pada tanggal 5 Januari 2017.
b. Pelunasan sebesar Rp. 225.000.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah) pada
tanggal 27 Januari 2017.

Pasal 6
Jaminan

(1) PIHAK KEDUA membayar uang jaminan sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah)
kepada PIHAK PERTAMA pada tanggal 5 Januari 2017.

(2) Uang jaminan digunakan PIHAK PERTAMA untuk biaya yang mungkin timbul akibat
kerusakan bangunan yang diakibatkan penambahan ruang atau pemasangan alat-alat
keperluan dari PIHAK KEDUA.

(3) PIHAK PERTAMA mengembalikan uang jaminan tersebut apabila dimasa akhir sewa
gudang tidak terdapat hal-hal yang dimaksudkan dalam pasal 5 ayat (2).

Pasal 7
Hak dan Kewajiban

(1) PIHAK KEDUA dapat sepenuhnya menjalankan hak-haknya sebagai penyewa dari gudang
tersebut dengan tidak diganggu gugat oleh pihak-pihak lain.
(2) PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk membayar biaya PBB (Pajak Bumi dan
Bangunan) untuk gudang yang disewakan dan berkewajiban untuk menunjukkan bukti
pembayaran PBB apabila ada instansi terkait yang menanyakan pelunasan PBB.

(3) PIHAK KEDUA berhak atas pemakaian listrik, saluran nomor telepon, dan air yang telah
terpasang sebelumnya pada bangunan gudang yang disewa.

(4) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk membayar semua tagihan-tagihan atau rekening-
rekening serta biaya-biaya dari hal-hal yang dimaksud dalam pasal 6 ayat (5).

(5) Segala kerugian yang timbul akibat kelalaian PIHAK KEDUA dalam memenuhi
kewajibannya menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari PIHAK KEDUA.

(6) PIHAK KEDUA berkewajiban merawat dan menjaga keadaan gudang tersebut agar tetap
dalam kondisi baik, termasuk memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan serta
sarana-sarana kepentingan umum.

Pasal 8
Larangan

Selama masa perjanjian sewa-menyewa ini berlangsung, PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan
untuk:

a. Memindahkan atau mengalihkan hak sewa, baik untuk sebagian atau sepenuhnya kepada
Pihak Lain.
b. Mempergunakan gudang ini untuk tujuan lain daripada yang disepakati dalam perjanjian
ini, kecuali telah mendapat izin secara tertulis dari PIHAK PERTAMA.
c. Membuat bangunan lain, sumur bor, atau galian-galian lain di sekitar gudang tanpa adanya
izin tertulis dari PIHAK PERTAMA.
d. Mengubah struktur (sistem konstruksi bangunan yang menunjang berdirinya bangunan
gudang tersebut, seperti; pondasi, balik, kolom, lantai, dan dinding) dan atau instalasi dari
gudang tersebut tanpa adanya izin dan persetuan dari PIHAK PERTAMA.

Pasal 9
Force Majeure/ Keadaan Kahar

(1) Tidak satupun pihak dalam perjanjian ini yang dapat diminta pertanggung jawaban dalam
hal tidak terpenuhinya ketentuan-ketentuan dalam perjanjian ini, bila hal-hal tersebut terjadi
disebabkan oleh bencana alam (gempa bumi, banjir, kebakaran dan atau angin topan), huru-
hara yang disebabkan oleh keadaan politik atau kekacauan wilayah, pemogokan, perang
serta kebijakan pemerintah di bidang moneter.

(2) Pihak yang mengalami force majeure, wajib untuk memberitahukan kepada pihak lainnya
dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah terjadinya force majeure.
(3) Keterlambatan pemberitahuan dapat berakibat tidak diakuinya suatu keadaan sebagai
keadaan force majeure.

(4) Apabila keadaan force majeure berlanjut secara terus menerus sampai lebih dari 1 (satu)
bulan, maka pihak yang tidak mengalami keadaan tersebut dapat melakukan langkah-
langkah pencegahan untuk mencegah timbulnya kerugian yang lebih besar, termasuk dan
tidak terbatas pada pemutusan Perjanjian ini secara sepihak.

(5) Kerugian yang timbul akibat keadaan force majeure bukan merupakan tanggung jawab
pihak lainnya.

Pasal 10
Pengakhiran Perjanjian

(1) Perjanjian ini berakhir apabila jangka waktu telah berakhir.

(2) PIHAK KEDUA dapat memutuskan hubungan sewa menyewa sebelum jangka waktu
perjanjian ini berakhir, apabila:
a. Terlebih dahulu memberitahukan maksudnya tersebut secara tertulis kepada PIHAK
PERTAMA sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu
perjanjian.
b. Telah membayar semua tagihan-tagihan atau rekening-rekening serta biaya-biaya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (5) dan (6).

c. Tidak berhak menuntut pengembalian uang sewa untuk jangka waktu sewa menyewa
yang belum dilaksanakannya.

(3) PIHAK PERTAMA dapat memutuskan hubungan sewa menyewa sebelum jangka waktu
perjanjian ini berakhir, apabila:
a. PIHAK KEDUA melanggar atau lalai melaksanakan ketentuan atau syarat-syarat
dalam perjanjian ini.

b. PIHAK KEDUA lalai membayar harga sewa, biaya perawatan, dan/atau tagihan
lainnya yang terhutang selama 1 (satu) bulan setelah pembayaran jatuh tempo.

(4) Setelah berakhir jangka waktu kontrak, PIHAK KEDUA harus segera mengosongkan
gudang dalam waktu 10 (sepuluh) hari dan menyerahkannya kembali kepada PIHAK
PERTAMA serta telah memenuhi semua kewajibannya sesuai dengan surat Perjanjian ini,
kecuali kedua belah pihak bersepakat untuk memperpanjang waktu sewa menyewa.

Pasal 11
Penyelesaian Sengketa
(1) Jika dalam pelaksanaan perjanjian ini timbul perselisihan atau sengketa, PARA PIHAK
sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat dalam jangka waktu
selama-lamanya 30 ( tiga puluh) hari kerja sejak perselisihan atau sengketa tersebut timbul.

(2) Jika ternyata dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja tersebut, musyawarah untuk
mufakat tidak tercapai maka para pihak sepakat untuk memilih tempat penyelesaian melalui
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bekasi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pasal 12
Lain-Lain

(1) Hal-hal yang belum cukup diatur dan atau perubahan yang akan dilakukan terhadap
Perjanjian ini akan dituangkan dalam suat adendum tersendiri, yang dibuat dan
ditandatangani oleh Para Pihak, yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dengan perjanjian ini.

(2) Apabila terdapat salah satu pasal atau ayat dari Perjanjian ini dinyatakan batal demi hukum
atau cacat hukum oleh salah satu PIHAK atau PARA PIHAK, maka pernyataan tersebut
tidak berpengaruh atas validitas/keabsahan berlakunya ayat-ayat dan/atau pasal-pasal lain
dalam Perjanjian ini, sehingga ketentuan-ketentuan lain dalam Perjanjian ini tetap berlaku
dan mengikat dan PARA PIHAK akan merundingkan dengan itikad baik dalam mencari
ketentuan-ketentuan pengganti yang sah dari pasal atau ayat yang dinyatakan batal demi
hukum atau cacat hukum dan dapat dilaksanakan sepanjang dimungkinkan untuk
kepentingan Perjanjian ini.

Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak di Jakarta pada tanggal
sebagaimana disebut pada awal Perjanjian ini, dalam rangkap 2 (dua) yang bermaterai cukup
dengan isi dan bunyi yang sama sehingga masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang
sama.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

(CHOI MIN SUK) (LEE JUNG HO)