Anda di halaman 1dari 21

`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

BAB IV
PERENCANAAN KUDA-KUDA

4.1 Perencanaan Pembebanan


4.1.1 Perencanaan Beban Mati
Mengambil contoh pada Joint A, Batang 1 dan Batang 28
Data :
- Panjang Batang 1 = 1,74345 m
- Panjang Batang 28 = 1,42815 m
- Berat Profil Kuda Kuda = 0,05 kN/m
- Jarak Antar Kuda - Kuda =6m
- Berat Profil Gording = 0,0613 kN/m
- Berat Genteng = 0,5 kN/m
- Berat Plafon = 0,18kN/m
- Luas Penutup Atap Joint A = 5,23 m
- Luas Plafon Joint A = 4,284 m
Ditanyakan :
- Berat Profil Sendiri
- Berat Penutup atap
- Berat Gording
- Berat Beban Mati Total
Penyelesaian :
1. Perhitungan Berat Profil Sendiri ( Berat Rangka )
= Berat Profil Kuda - Kuda x ( 0,5 x P.Batang 1 + 0,5 x P.Batang 28 ) x2
= ( 0,05 x ( 0,5 x 1,74345 + 0,5 x 1,42815 )) x 2
= 0,1585 kN
2. Perhitungan Berat Sendiri Kuda Kuda ( Berat Sambungan )
= 10 % x Berat Rangka
= 10 % x 0,1585
= 0,01585 kN

3. Perhitungan Berat Penutup Atap


= Berat Genteng x Luas Area Penutup Atap Joint A
= 0,5 x 5,23
= 2,615 kN
4. Perhitungan Berat Plafon
= Berat Plafon x Luas Area Plafon Joint A
= 0,18 x 4,284

Kelompok V / B 2014 | IV - 1
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

= 0,771 kN
5. Perhitungan Berat Gording
= Berat Profil Gording x Jarak Antar Kuda - Kuda
= 0,0613 x 6
= 0,3678 kN
6. Perhitungan Berat Beban Mati Total
= Berat Rangka + Berat Sambungan + Berat Penutup Atap + Berat Plafon +
Berat Gording
= 0,1585 + 0,01585 + 2,615 + 0,771 + 0,3678
= 3,928 kN

Tabel 4.1.1 Rekap Beban Mati Total Yang Digunakan

Kelompok V / B 2014 | IV - 2
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

Gambar 4.1.1 Perletakan Beban Mati pada SAP 2000 ( Satuan kN/m)

4.1.2 Perencanaan Beban Hidup


Mengambil contoh pada Joint A, Batang 1dan Batang 28
Data :
- Panjang Batang 1 = 1,74345 m
- Panjang Batang 28 = 1,42815 m
- Berat Orang = 1 kN
- Jarak Antar Kuda Kuda = 2,25 m
- Besar Sudut Kemiringan () = 35
- Luas Area Atap Joint A= 5,23 m
Penyelesaian :
1. Qh = ( 40 - 0,8 x )
= ( 40 - 0,8 x 35 )
= 12 kg/m
Perhitungan Berat Air Hujan
= Beban Hujan x Luas Area Atap Joint A
= 12 x 5,23
= 0,6276 kN

Kelompok V / B 2014 | IV - 3
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

2. Perhitungan Beban Hidup Total


= Berat Orang
= 1 kN

Tabel 4.1.2 Rekap Beban Hidup Yang Digunakan


Keterangan :
Beban hidup yang digunakan diambil dari beban terbesar antara beban hujan dan
beban orang.

Gambar 4.1.2 Perletakan Beban Hidup pada SAP 2000 ( Satuan kN/m )

Kelompok V / B 2014 | IV - 4
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

4.1.3 Perencanaan Beban Angin


1. Beban Angin Tekan dari Kiri dan Hisap dari Kanan
Mengambil contoh pada Joint A dan Joint K
Data :
- Luas Area Joint A = 5,230 m
- Luas Area Joint K = 5,230 m
- Tekanan Angin ( PPIUG 1987 ) = 0,25 kN/m
- Kemiringan Atap () = 35
- Koefisien Tekan = ( 0,02 x - 0,4 )
- Koefisien Hisap = -0,4

Ditanyakan :
- Beban Angin Kiri Tekan
- Beban Angin Kiri Hisap

Penyelesaian :
a. Perhitungan Untuk Angin Tekan Bagian Kiri :
Beban angin tekan joint A :
= Luasan atap joint A x Tekanan angin x ( 0,02 x 0,4 )
= 5,23 x 0,25 x ( 0,02 x 35 - 0,4 )
= 0,39225 kN

b. Perhitungan Untuk Angin Hisap Bagian Kanan :


Beban angina hisap joint K :
= Luasan atap joint K x Tekanan angin x ( -0,4 )
= 5,23 x 0,25 x ( -0,4 )

Kelompok V / B 2014 | IV - 5
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

= -0,523 kN

Kelompok V / B 2014 | IV - 6
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

2. Beban Angin Tekan dari Kanan dan Hisap dari Kiri


Mengambil contoh pada Joint K dan Joint A
Data :
- Luas Area Joint K = 5,230 m
- Luas Area Joint A = 5,230 m
- Tekanan Angin ( PPIUG 1987 ) = 0,25 kN/m
- Kemiringan Atap () = 35
- Koefisien Tekan = ( 0,02 x - 0,4 )
- Koefisien Hisap = -0,4

Ditanyakan :
- Beban Angin Kanan Tekan
- Beban Angin Kanan Hisap

Penyelesaian :
a. Perhitungan Untuk Angin Tekan Bagian Kanan :
Beban angina tekan joint K :
= Luasan atap joint K x Tekanan angin x ( 0,02 x -0,4 )
= 5,23 x 0,25 x ( 0,02 x 35 0,4 )
= 0,39225 kN

b. Perhitungan Untuk Angin Hisap Bagian Kiri :


Beban angin hisap joint A :
= Luasan atap joint A x Tekanan angin x ( -0,4 )
= 5,23 x 0,25 x ( -0,4 )
= -0,523 kN

Kelompok V / B 2014 | IV - 7
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

Tabel 4.1.3 Rekap Beban Angin Yang Digunakan

Gambar 4.1.3 Perletakan Beban Angin Kiri pada SAP 2000 ( Satuan kN/m )

Gambar 4.1.4 Perletakan Beban Angin Kanan pada SAP 2000 ( Satuan kN/m)

Kelompok V / B 2014 | IV - 8
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

4.2 Analisa Kombinasi Beban SAP 2000


1. Kombinasi 1 ( 1,4 Dead Load )

Gambar 4.2.1 Output Gaya Axial Force Kombinasi 1 ( Satuan kN/m )

2. Kombinasi 2 ( 1,2 Dead Load + 1,6 Live Load )


Gambar 4.2.2 Output Gaya Axial Force Kombinasi 2 ( Satuan kN/m )

3. Kombinasi 3 ( 1,2 Dead Load + 1,6 Live Load + 0,8 Left Wind )

Kelompok V / B 2014 | IV - 9
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

Gambar 4.2.3 Output Gaya Axial Force Kombinasi 3 ( Satuan kN/m )

4. Kombinasi 4 ( 1,2 Dead Load + 1,6 Live Load + 0,8 Right Wind )
Gambar 4.2.4 Output Gaya Axial Force Kombinasi 4 ( Satuan kN/m )

5. Kombinasi 5 ( 0,9 Dead Load + 1,3 Left Wind )

Kelompok V / B 2014 | IV - 10
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

Gambar 4.2.5 Output Gaya Axial Force Kombinasi 5 ( Satuan kN/m )

6. Kombinasi 6 ( 0,9 Dead Load + 1,3 Right Wind )


Gambar 4.2.6 Output Gaya Axial Force Kombinasi 6 ( Satuan kN/m )

Kelompok V / B 2014 | IV - 11
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

Tabel 4.2.7 Rekap Gaya Axial Setiap Kombinasi

Kelompok V / B 2014 | IV - 12
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

4.3 Analisa Penampang Kuda-Kuda


1. Kontrol Perhitungan Batang Atas
Tekan

Gambar 4.3.1 Letak Batang 6


Data :
Nu Tekan : 70,56 kN
Panjang Batang :2441,55 mm
Digunakan mutu baja 37 Fu : 370 Mpa
Fy : 240 Mpa
E : 200000 Mpa
a. Dicoba profil Double Angle 65.65.5
Data profil :
Ags = 636,7 mm
Ix = 253000 mm
I min = 2 x Ix
= 2 x 253000
= 506000 mm
Ag = 2 x Ags
= 2 x 636,7
= 1273,4 mm

rmin = Imin
Ag

= 506000
1273,4
= 19,33 mm

b. Perhitungan Batang
- Cek Kelangsingan (dipakai k = 1)
Lk
r min 200

2441,55 x 1
19,93 200

122,51 200 OK
- Cek Kapasitas Profil

Kelompok V / B 2014 | IV - 13
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

c =
1
x
Lk
r min
x

fy
E

c =
1
3,14
x 122,51 x
240
200000

c = 1,35 c > 1,25


2
Maka rumus = 1,25 c
2
= 1,25 1,35

= 2,28
Nn Nn
fy
70,56 kN 0,85 x Ag x

240
70,56 kN 0,85 x 1273,4 x
2,28
70,56 kN 113,94 kN Aman
Jadi, profil 2L 65.65.5 aman digunakan pada batang atas
- Cek Ratio
Tegangan tekan terjadi
Nu
= Ag

70560
= 1273,4
= 55,41 N/mm
Tegangan tekan rencana
fy
= 0,85 x

240
= 0,85 x 2,28

= 89,47 N/mm
55,41
Ratio = 89,47

= 0,62 < 1 . OK
Jadi, Profil 2L 65.65.5 efisien untuk digunakan.
Tarik

Kelompok V / B 2014 | IV - 14
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

Gambar 4.3.2 Letak Batang 2


Data :
Nu Tarik : 21,44 kN
Panjang Batang : 1743,45 mm
Digunakan mutu baja 37 Fu : 370 MPa
Fy : 240 MPa
E : 200000 Mpa
a. Dicoba profil Double Angle 40.40.4
Data profil :
Ags = 233,6 mm
Ix = 35300 mm
Ag = 2 x Ags
= 2 x 233,6
= 467,2 mm
Ae = Ag. U
= (85%.Ag) x 0,9 (SNI 03-1729-2002)
= 0,765Ag
= 357,408 mm
b. Perhitungan Batang
- Cek Kapasitor
1. Nn = 0,9 x Ag x fy

Nn = 0,9 x 467,2 x 240


Nn = 100915,2 N
Nn = 100,92 kN
Nu Nn
21,44 100,92 . OK
2. Nn = 0,75 x Ae x fu

Nn = 0,75 x 357,408 x 370


Nn = 99180,72 N
Nn = 99,18 kN
Nu Nn
Nu 99,18 . OK

- Cek Kelangsingan

Kelompok V / B 2014 | IV - 15
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

Ixg = 2 x Ix
= 2 x 35300
= 70600 mm

Rmin = Imin
Ag

= 70600
467,2
= 12,29 mm
L
= Rmin 240

1743,45
= 12,29 240

= 141,86 240 .. OK
Jadi, profil 2L 40.40.4 Aman digunakan .

- Cek Ratio
Tegangan tekan terjadi
Nu
= Ag

21440
= 467,2
= 45,89 N/mm
Tegangan tekan rencana
= x fy
= 0,9 x 240
= 216 N/mm
45,89
Ratio = 216

= 0,21 < 1 . OK
2. Kontrol Perhitungan Batang Tengah
Tekan
Gambar 4.3.2 Letak Batang 13

Kelompok V / B 2014 | IV - 16
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

Data :
Nu Tekan : 52,69 kN
Panjang Batang :2000 mm
Digunakan mutu baja 37 Fu : 370 Mpa
Fy : 240 Mpa
E : 200000 Mpa
b. Dicoba profil Double Angle 50.50.4
Data profil :
Ags = 385,2 mm
Ix = 90600 mm
I min = 2 x Ix
= 2 x 90600
= 181200 mm
Ag = 2 x Ags
= 2 x 385,2
= 770,4 mm

rmin =
Imin
Ag

= 181 200
770 , 4
= 15,34 mm

b. Perhitungan Batang
- Cek Kelangsingan (dipakai k = 1)
Lk
r min 200

2000 x 1
15,34 200

130,38 200 OK
- Cek Kapasitas Profil

c =
1
x
Lk
r min
x
fy
E
c =
1
3,14
x 1 30 , 38 x

240
200000

c = 1,44 c > 1,25


2
Maka rumus = 1,25 c
2
= 1,25 1, 44

= 2,59
Nn Nn

Kelompok V / B 2014 | IV - 17
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

fy
52,69 kN 0,85 x Ag x

240
52,69 kN 0,85 x 77 0,4 x
2,59
52,69 kN 60,68 kN Aman
Jadi, profil 2L 50.50.4 aman digunakan pada batang tengah
- Cek Ratio
Tegangan tekan terjadi
Nu
= Ag

52690
= 770,4
= 68,39 N/mm
Tegangan tekan rencana
fy
= 0,85 x

240
= 0,85 x 2,59

= 78,76 N/mm
68,39
Ratio = 78,76

= 0,87 < 1 . OK
Jadi, Profil 2L 50.50.4 efisien untuk digunakan
3. Kontrol Perhitungan Batang Bawah
Tekan

Gambar 4.3.4 Letak Batang 30

Data :
Nu Tekan : 25,26 kN
Panjang Batang :2441,55 mm
Digunakan mutu baja 37 Fu : 370 Mpa
Fy : 240 Mpa
E : 200000 Mpa

Kelompok V / B 2014 | IV - 18
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

c. Dicoba profil Double Angle 45.45.4


Data profil :
Ags = 349,2 mm
Ix = 65000 mm
I min = 2 x Ix
= 2 x 65000
= 130000 mm
Ag = 2 x Ags
= 2 x 349,2
= 698,4 mm

rmin = Imin
Ag

= 130000
698,4
= 13,64 mm

b. Perhitungan Batang
- Cek Kelangsingan (dipakai k = 1)
Lk
r min 200

2441,55 x 1
13,64 200

178,99 200 OK
- Cek Kapasitas Profil

c =
1
x
Lk
r min
x
fy
E
c =
1
3,14
x 178,99 x

240
200000

c = 1,97 c > 1,25


2
Maka rumus = 1,25 c
2
= 1,25 1,97

= 4,85
Nn Nn
fy
25,26 kN 0,85 x Ag x

240
25,26 kN 0,85 x 698,4 x
4,85

Kelompok V / B 2014 | IV - 19
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

25,26 kN 29,38 kN Aman


Jadi, profil 2L 65.65.5 aman digunakan pada batang bawah
- Cek Ratio
Tegangan tekan terjadi
Nu
= Ag

25260
= 698,4
= 36,17 N/mm
Tegangan tekan rencana
fy
= 0,85 x

240
= 0,85 x 4,85

= 42,06 N/mm
36,17
Ratio = 42,06

= 0,86 < 1 . OK
Jadi, Profil 2L 45.45.4 efisien untuk digunakan.
4.4 Kontrol Defleksi

Defleksi terbesar terjadi pada kombinasi 7 di Joint P sebesar 9,99567 mm.

Gambar 4.4.1 Defleksi Terbesar Pada Kombinasi 7

Kelompok V / B 2014 | IV - 20
`Laporan Praktikum Kerja Struktur Baja | 2016

Gambar 4.4.2 Besarnya Defleksi Yang Terjadi ( mm )

Kontrol defleksi yang terjadi

L
<
240

12000
9,99<
240

9,99<50 Aman !

Profil Aman terhadap defleksi yang terjadi.

Kelompok V / B 2014 | IV - 21