Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK II

EKSTRAKSI PADAT-CAIR
SEMESTER GENAP 2016

NAMA : SHOFIANA
NIM : 140621008
KELOMPOK : 3 ( TIGA )

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK II


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
CIREBON 2016
PRAKTIKUM II
EKSTRAKSI PADAT-CAIR

I. TUJUAN
Dengan melakukan praktikum ini praktikan mempelajari operasi ekstraksi
padat-cair untuk system 3 komponen, dengan tujuan :
a. Mengambil pengaruh beberapa besaran terhadap efisiensi operasi seperti
ukuran partikel, jumlah pelarut, waktu pengontakan, dan sebagainya.
b. Membuat data kesetimbangan untuk system 3 komponen tersebut diatas.

II. DASAR TEORI


Ekstraksi padat cair, yang sering disebut leaching adalah proses pemisahan
zat yang dapat melarut (solute) dari suatu campurannya dengan padatan yang
tidak dapat larut (innert) dengan menggunakan pelarut cair. Proses ini
dimaksudkan untuk mengeluarkan zat terlarut dari suatu padatan atau untuk
memurnikan padatan dari cairan yang membuat padatan terkontaminasi,
seperti pigmen.
Metode yang digunakan untuk ekstraksi akan ditentukan oleh banyaknya
zat yang larut, penyebarannya dalam padatan, sifat padatan dan besarnya
partikel. Jika zat terlarut menyebar merata di dalam padatan, material yang
dekat permukaan akan pertama kali larut terlebih dahulu. Pelarut, kemudian
akan menangkap bagian pada lapisan luar sebelum mencapai zat terlarut
selanjutnya, dan proses akan menjadi lebih sulit dan laju ekstraksi menjadi
turun.
Biasanya proses leaching berlangsung dalam tiga tahap, yaitu: Pertama
perubahan fase dari zat terlarut yang diambil pada saat zat pelarut meresap
masuk. Kedua terjadi proses difusi pada cairan dari dalam partikel padat
menuju keluar. Ketiga perpindahan zat terlarut dari padatan ke zat pelarut.
Ekstraksi padat-cair merupakan operasi yang melibatkan perpindahan
massa antar fasa. Perbedaan aktivitas kimia antara fasa padatan dan fasa
pelarut mencerminkan sebarapa jauh sistem berada dari kesetimbangan,
sehingga akan menentukan pula laju solut antar fasa.
Kesetimbangan fasa dalam sistem padatan solute pelarut ini mengikuti
prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Pada kondisi termodinamika tertentu (P,T tertentu) terdapat hubungan
kesetimbangan yang dapat digambarkan dalam bentuk kurva
kesetimbangan.
2. Pada sistem yang telah setimbang tidak terjadi difusi netto komponen-
komponen diantara kedua fasa. Ini berarti laju difusi dari fasa padatan ke
fasa pelarut sama dengan laju difusi dari fasa pelarut ke fasa padatan.
3. Untuk sistem yang belum tercapai kesetimbangannya, difusi komponen-
komponen mendorong sistem menuju kesetimbangan.
Operasi ini sering dijumpai didalam industry melaurgi dan farmasi, misalnya
pada pemisahan biji emas, tembaga dari biji-bijian logam, produk-produk
farmasi dari akar atau daun tumbuhan tertentu. Hingga kini, teori tentang
leaching masih sangat kurang, misalnya mengenai laju operasinya sendiri
belum banyak diketahui orang, sehingga untuk merancang peralatannya sering
hanya didasarkan pada hasil percobaan saja.

III. PROSEDUR KERJA


1. Ekstraksi padat-cair

Gambar 1 Diagram Ekstraksi Padat Cair

Skema langkah-langkah operasi ekstraksi batch bertahap 4 dengan aliran


berlawanan

Masukan Campuran
larutan jenuh Na2CO3
dan bubur Ca(OH)2
langkah 1

Kemudian Aduk dan


biarkan selama waktu
tertentu, larutan
dipisahkan dari padatan
yang ada
Gelas piala 4

langkah 2

Kemudian Aduk dan Gelas piala 3 yang


Pelarut biarkan selama waktu berisi campuran
Baru tertentu, larutan larutan jenuh soda
dipisahkan dari padatan abu Na2CO3 dan bubur
yang ada Ca(OH)2

Gelas piala 4
berisi padatan sisa

Demikian untuk seterusnya, langkah-langkah percobaan ini dilakukan


seperti yang digambarkan skema diatas.

Diagram alir pelaksanaan praktikum ekstraksi padat-cair :

Gambar 2 Prosedur Kerja Ekstraksi

Larutan jenuh Na2CO3 Bubur Ca(OH)2 Nomori gelas piala


Campurkan 1,2,3,4

Masukkan

H2 Gelas piala
4
Aduk,biarkan selama waktu tertentu sampai terbentuk endapan
Terbentuk Larutan
dan padatan

Pisahkan

H2 padatan Larutan
Aduk,biarkan selama waktu tertentu sampai terbentuk endapan

Terbentuk Larutan
dan padatan

H2 Larutan jenuh Na2CO3 Bubur Ca(OH)2


Pisahkan campurkan

Masukkan
padatan Larutan
Aduk,biarkan selama
waktu tertentu
sampai terbentuk Gelas piala 3
endapan
Aduk,biarkan selama waktu tertentu sampai terbentukendapan

Terbentuk Larutan dan Terbentuk Larutan dan padatan


padatan
Larutan Bubur
Pisahkan pisahkan jenuh Ca(OH)2
Na2CO3
padatan Larutan
Larutan campurkan

Aduk,biarkan selama padata


H2 waktu tertentu n
sampai terbentuk
endapan Aduk,biarkan Gelas piala 2
selama waktu tertentu
Terbentuk Larutan dan padatan sampai terbentuk endapan Aduk,biarkan selama waktu
tertentu
sampai terbentuk endapan
Terbentuk Larutan
Terbentuk Larutan dan padatan
dan padatan
pisahkan
padata Larutan
n
padata Larutan
padata Larutan n
n

IV. HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN


A. PENGAMATAN
a. Pembuatan Larutan Jenuh Na2CO3 dan Bubur Ca(OH)2

Gelas Na2CO3 (gram) Volume Ca(OH)2 Volume


Piala Na2CO3 (ml) (gram) Ca(OH)2 (ml)
1 0,125 10 1,012 0,5

2 0,25 10 1,011 0,6

3 0,503 10 1,011 2,1

4 1,007 10 1,010 2

b. Massa Padatan dan Volume Larutan Hasil Akhir

Gelas Piala Massa Padatan Volume Larutan


1 1,999 gram 9 ml
2 1,558 gram 14 ml
3 1,416 gram 17,5 ml
4 1,320 gram 21 ml

B. PERHITUNGAN

Na2CO3 + Ca(OH)2 2NaOH + CaCO3

1. Gelas piala 1

Dik : massa Na2CO3 = 0,125 gram

Mr Na2CO3 = 106 gram/mol

V NaOH = 9 ml = 0,009 L

Vair = 10 ml = 0,01 L

Jawab ).

Massa 0,125 gram


m ol Na 2 CO 3= = =0,0012 mol
Mr 106 gram/mol
mol 0,0012mol
M Na2 CO 3= = =0,12 M
volume 0,01 L
mol 0,0024 mol
M Na2 CO 3= = =0,24 M
volume 0,01 L
mol 0,0012mol
M Na2 CO 3= = =1,2 107 M
volume 10000 L
mol 0,0012 mol
M NaOH = = =1,2 107 M
volume 10000 L
mol NaOH :2=mol Na2 CO3 : 1

Mol NaOH :2=0,0012 mol :1


mol NaOH=0,0012 2=0,0024 mol

mol 0,0024 mol


M NaOH = = =0,26 M
volume 0,009 L
mol 0,0024 mol
M NaOH = = =0,11 M
volume 0,021 L
mol 0,0024 mol
M NaOH = = =0,11 M
volume 0,021 L
mol 0,0024 mol
M NaOH = = =1,14 107 M
volume 21000 L

2. Gelas piala 2
Dik : massa Na2CO3 = 0,25 gram
Mr Na2CO3 = 106 gr/mol

V NaOH = 14 ml = 0,014 L

Vair = 10 ml = 0,01 L

Jawab).
Massa 0,25 gram
m ol Na2 CO 3= = =0,0023 mol
Mr 106 gram/mol
mol 0,0023 mol
M Na 2 CO 3= = =0,23 M
volume 0,01 L
mol 0,0023 mol
M Na 2 CO 3= = =2,3 107 M
volume 10000 L
mol 0,0023 mol 7
M NaOH = = =2,3 10 M
volume 10000 L

mol NaOH :2=mol Na 2 CO3 :1


mol NaOH :2=0,0023 mol :1
mol NaOH=0,0023 2=0,0046 mol
mol 0,0046 mol
M NaOH = = =0,33 M
volume 0,014 L
mol 0,0046 mol
M NaOH = = =0,26 M
volume 0,0175 L
mol 0,0046 mol
M NaOH = = =2,63 107 M
volume 17500 L
mol 0,0046 mol 7
M NaOH = = =2,6 10 M
volume 17500 L
mol 0,0046 mol
M NaOH = = =2,3 107 M
volume 17500 L

3. Gelas piala 3

Dik : massa Na2CO3 = 1,007 gram

Mr Na2CO3 = 106 gr/mol

V NaOH = 17,5 ml = 0,0175 L

Vair = 0,01 L

Jawab ).

Massa 0,503 gram


m ol Na2 CO 3= = =0,0047 mol
Mr 106 gram/mol

mol 0,0047 mol


M Na 2 CO 3= = =0,47 M
volume 0,01 L
mol 0,0047 mol
M Na2 CO 3= = =4,7 107 M
volume 10000 L
mol 0,0047 mol
M Na 2 CO 3= = =3,36 107 M
volume 14000 L

mol NaOH :2=mol Na 2 CO3 :1


mol NaOH :2=0,0047 mol :1
mol NaOH=0,0047 2=0,0094 mol
mol 0,0094 mol
M NaOH = = =0,54 M
volume 0,0175 L
mol 0,0094 mol
M NaOH = = =0,67 M
volume 0,014 L
mol 0,0094 mol
M NaOH = = =6,71 107 M
volume 14000 L

4. Gelas piala 4

Dik : massa Na2CO3 = 1,007 gram

Mr Na2CO3 = 106 gr/mol

V NaOH = 21 ml = 0,021 L

Vair = 0,01 L

Jawab ).

Massa 1,007 gram


m ol Na 2 CO 3= = =0,0095 mol
Mr 106 gram/mol

mol 0,0095 mol


M Na2 CO 3= = =0,95 M
volume 0,01 L
mol 0,0095 mol 7
M Na2 CO 3= = =9,5 10 M
volume 10000 L

mol NaOH :2=mol Na2 CO3 : 1

mol NaOH :2=0,0095 :1

mol NaOH=0,0095 2=0,019 mol

mol 0,019 mol


M NaOH = = =0,90 M
volume 0,021 L
mol 0,019 mol
M NaOH = = =0,21 M
volume 0,009 L

Tanda Tangan Praktikan Tanda Tangan Dosen


http://nurul.kimia.upi.edu/arsipkuliah/web2013/1106139/blog-single-with-image-
ekstraksi.html

http://kidalnarsis.blogspot.co.id/2011/06/ekstraksi-padat-cair.html