Anda di halaman 1dari 7

PERCOBAAN I

ASAM KARBOKSILAT

I. TUJUAN
- Untuk mengidentifikasi secara kualitatif adanya senyawa asam karboksilat
- Mempelajari sifat fisika dan kimia dari senyawa asam karboksilat

II. LATAR BELAKANG TEORI


Asam karboksilat adalah salag satu senyawa orgaik yang mengandung gugus
karboksil COOH. Senyawa ini juga termasuk dari deret turunan alkane yang mana salah
satu gugus H-nya digantikan oleh gugus karboksil. Sifat kimia yang menonjol dari
senyawa ini adalah sifat asamnya, yaitu asam lemah, dengan pKa sekitar 5. Bila asam
karboksilat dipanaskan akan kehilangan gugus CO2 yang dikenal dengan peristiwa de-
karboksilasi.
Asam format terdapat pada semut merah (asal dari nama), lebah, jelatang dan
sebagainya (juga sedikit dalam urine dan peluh). Sifat fisika: cairan, tak berwarna,
merusak kulit, berbau tajam, larut dalam H2O dengan sempurna. Sifat kimia: asam
paling kuat dari asam- asam karboksilat, mempunyai gugus asam dan aldehida (Riawan,
1990).
Asam asetat (CH3COOH) sejauh ini merupakan asam karboksilat yang paling
penting diperdagangan, industri dan laboratorium. Bentuk murninya disebut asam asetat
glasial karena senyawa ini menjadi padat seperti es bila didinginkan. Asam asetat glasial
tidak berwarna, cairan mudah terbakar (titik leleh 7C, titik didih 80C), dengan bau
pedas menggigit. Dapat bercampur dengan air dan banyak pelarut organik (Fessenden,
1997).

Adapun sifat- sifat yang dimiliki oleh asam karboksilat adalah:

1. Reaksi Pembentukan Garam


Garam organik yang membentuk dan memiliki sifat fisik dari garam anorganik
padatannya, NaCl dan KNO3 adalah garam organik yang meleleh pada temperatur
tinggi, larut dalam air dan tidak berbau. Reaksi yang terjadi adalah:
HCOOH + Na+ HCOONa + H2O

2. Reaksi Esterifikasi
Ester asam karboksilat ialah senyawa yang mengandung gugus COOR dengan R
dapat berbentuk alkil. Ester dapat dibentuk berkat reaksi langsung antara asam
karboksilat dengan alkohol. Secara umum reaksinya adalah:
RCOOH + ROH RCOOR + H2O
3. Reaksi Oksidasi
Reaksi terjadi pada pembakaran atau oleh reagen yang sangat kokoh dan kuat
seperti asam sulfat, CrO3, panas. Gugus asam karboksilat teroksidasi sangat lambat.
4. Pembentukan Asam Karboksilat
Beberapa cara pembentukan asam karboksilat dengan jalan sintesa dapat
dikelompokkan dalam 3 cara yaitu: reaksi hidrolisis turunan asam karboksilat,
reaksi oksidasi, reaksi Grignat (Fessenden, 1997).
Asam karboksilat, dengan basa akan membentuk garam dan dengan alkohol
menghasilkan eter. Banyak dijumpai dalam lemak dan minyak, sehingga sering juga
disebut asam lemak. Pembuatannya antara lain melalui oksidasi alkohol primer,
sekunder atau aldehida, oksidasi alkena, oksidasi alkuna hidrolisa alkil sianida (suatu
nitril) dengan HCl encer, hidrolisa ester dengan asam, hidroilisa asil halida, dan reagen
organolitium (Wilbraham, 1992). 0,5 gr
Asam
III. BAHAN DAN ALAT salisilat
A. BAHAN
Dalam
- Asam Salisilat - Asam benzoate
tabung - Asam asetat
- Aquades - NaOH 2M
reaksi - NaOH 3M
- H2SO4 2M - HCl 3M - Na- Asetat 2M
- NaHCO3 5% - KMnO5 ml4 0,5 M - AgNO3 0,1 M
- Etanol - FeCl 3 5%
ethanol
96%
B. ALAT
- Tabung reaksi 15 buah Dikocok
- Rak tabung reaksi 2 buah perlahan
- Pipet tetes 5 buah
- Pemanas 5 ml
- Gelas arloji aquades

Dipanaskan
hingga
IV. PROSEDUR KERJA mendidih
1. Pembentukan Asam KarboksilatDinginkan
dengan air
berisi es
masukan
5 tetes NaOH
3M
+

Goyangkan
hingga
mengkristal
+

15 tetes
HCL 3M

Amati dan
catat
+ tetes demi tetes

2. Identifikasi Asam Karboksilat

8 tetes asam oksalat 3 ml aquades

Dimasukkan ke dalam
tabung reaksi

Hasil

1 ml (10 tetes )
asam oksalat,
Tambahkan
asam format dan
asam asetat

10 tetes
Dalam NaHCO3
masing- 5%
masing tabung
reaksi

Hasil
0,5 ml tetes
KMnO4

Amati
3. Uji dengan KMnO4 perubahanny
a

panaskan

Catat perubahan
dan bau yang
masukan

4. Uji dengan AgNO3

1 ml (10 tetes )
asam oksalat,
asam format dan
masukan
asam asetat

+
Dalam masing-
masing tabung
reaksi

0,5 ml tetes AgNO3


0,1M

Amati
perubahanny
a

panaskan

Catat perubahan
V. DATA PENGAMATAN dan bau yang
1. Pembentukan Asam Karboksilatdihasilkan

Perubahan Perubahan
Sampel Dipanaskan Didinginkan
+ Alkohol + Air + NaOH + HCl
Asam Tidak larut, Terdapat Tercium Endapan Endapan Larutan
Asetat terdapat gelembung aroma khas putih Kristal mengalami
endapan atau gas, dari alcohol mengkristal menghilang pengkristalan
putih dan terdapat tidak larut dengan kembali dan
larutan endapan putih dan endapan ditambahkan sedikit
berwarna dan larutan putih NaOH berwarna
bening berwarna berlebih keunguan.
bening

2. Identifikasi Asam Karboksilat

Perubahan
Sampel
+ 3 ml Aquades + NaHCO3
Terdapat sedikit gelembung atau
Asam Oksalat Larut dan berwarna bening
gas, berwarna bening dan larut
Tidak terdapat gelembung atau
Asam Format Larut dan berwarna bening
gas, berwarna bening dan larut
Larut, berwarna bening dan
Terdapat banyak gelembung atau
Asam Asetat terdapat sedikit gelembung
gas, berwarna bening dan larut
atau gas

3. Uji dengan KMnO4

No Sampel + KMNO4 Dipanaskan


1. Asam Asetat Warna menjadi ungu Tidak terjadi perubahan lagi
Baunya pekat
2. Asam Format Terdapat endapan Endapan warna hitam
Warnanya menjadi coklat Larutannya bening
Baunya menjadi harum Baunya harum seperti kue
3. Asam Oksalat Mendidih dengan cepat Ada sedikit berbau
Warnanya menjadi hitam Larutannya bening
Terdapat endapan Endapannya hitam
Tidak berbau
4. Uji dengan AgNO3

Perubahan
Sampel
+ AgNO3 0,1 M Dipanaskan
Warna menjadi cokelat bening, adanya
Asam format Tidak ada perubahan
gas dan bau yang menyengat
Asam asetat Tidak ada perubahan Adanya gas dan bau yang menyengat
Warna menjadi bening, adanya gas dan
Asam oksalat Warna menjadi keruh
bau yang menyengat
Cirebon, 18 Maret 2017

Disetujui Oleh, Dibuat Oleh,

Tania Avianda Gusman, M.Sc Shofiana