Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian di


negara maju dan berkembang termasuk Indonesia.1 Penyakit Jantung Koroner
di klasifikasikan menjadi Angina Pektoris Stabil dan Sindrom Koroner Akut
(SKA).2 Angina pektoris tidak stabil merupakan bagian dari Sindrom Koroner
Akut (SKA) yang terdiri dari angina pektoris tidak stabil, Infark Miokard
Akut tanpa elevasi ST dan Infark Miokard Akut dengan elevasi ST. Sindrom
Koroner Akut (SKA) merupakan suatu masalah kardiovaskular yang utama
karena menyebabkan angka perawatan rumah sakit dan angka kematian yang
tinggi.3
Sebanyak 17,3 juta orang meninggal dikarenakan penyakit jantung. WHO
memperkirakan pada tahun 2030 lebih dari 23 juta orang akan meninggal
dikarenakan penyakit jantung.4 Profil Kesehatan Indonesia (2013)
menyebutkan bahwa provinsi dengan penyakit jantung koroner pada umur
15 tahun berdasarkan diagnosis dan /gejala tertinggi ialah Provinsi Nusa
Tenggara Timur (4,4%) dan prevalensi terendah terdapat di Provinsi Riau
(0,3%), sedangkan prevalensi penderita PJK Provinsi Sumatera Selatan ialah
(0,7%). PJK sering didapatkan pada usia lanjut, karena progesivitas proses
aterosklerosis akibat dari proses penuaan.5
DAFTAR PUSTAKA
1
Departemen Kesehatan. 2006. Pharmaceutical Care Untuk Pasien Penyakit
Jantung Koroner : Fokus Sindrom Koroner Akut. Jakarta : Departemen
Kesehatan
2
Alwi, I. 2009. Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST dalam : Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam Edisi VI Jilid III. Jakarta: Interna Publishing. Hal :
1741- 1744.
3
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). 2015.
Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut Edisi Ketiga. Jakarta :
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.
4
Makmun, L., H.2009. Penyakit Jantung Pada Usia Lanjut dalam : Buku Ajar
Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Jilid III. Jakarta: Interna Publishing. Hal
:1790
5
World Health Organization. 2015.Cardiovascular Disease.
http://www.who.int/cardiovascular_diseases/en/ ,