Anda di halaman 1dari 2

1.

Lampu pijar tertulis 60 W/220 V, artinya lampu pijar tersebut akan memiliki daya 60 Watt
jika terpasang pada tegangan 220 Volt, dikatakan lampu menyala normal, jika lampu pijar
terpasang pada tegangan lebih kecil dari 220 Volt lampu akan meredup, sebaliknya jika
lampu terpasang pada tegangan lebih besar dari 220 Volt, maka lampu akan menyala
lebih terang.

2. Lampu pijar tertulis 220V - 20 watt ditulisan itu artinya

Arti tulisan 220 V/20 W pada lampu adalah :

220 Volt = Tegangan listrik yang diperlukan untuk membuat lampu tersebut menyala

20 Watt = Energi listrik yang diserap tiap detik

3. Lampu bertuliskan 60 Watt/220 Volt artinya lampu akan menyala dengan baik, jika
dipasang pada tegangan 220 volt dan selama 1 detik banyaknya energi listrik yang diubah
menjadi energi cahaya 60 joule. Jika lampu dipasang pada tegangan lebih besar dari 220
Volt maka lampu akan rusak. Sebaliknya, jika dipasang pada tegangankurang dari 220
Volt, lampu menyala kurang terang.

4. Angka 50W/220V artinya ketika lampu dipasang pada tegangan 220V, lampu itu akan
menghabiskan energy listrik sebesar 50 joule tiap detiknya (1 Watt = 1 joule/detik).

5. Lampu pijar tertulis 220V/60W. Tegangan 220 volt atau dayanya 60 watt

6. Spesifikasi alat 100 W/220 V

100 W/220V artinya, alat tersebut akan memiliki daya 100 watt jika di pasang pada
tegangan 220 volt.
100 watt artinya: alat tersebut memiliki kecepatan mengubah energi listrik menjadi energi
lain sebesar 100 joule tiap detiknya.
7. (lampu) tertera data (label) yang tertulis pada lampu adalah 40W/220V. Ini berarti daya
listrik yang dipakai oleh alat tersebut tepat 100 watt jika tegangan yang diberikan pada
alat itu tepat 220 volt. Daya listrik didefinisikan sebagai energi per satuan waktu, yaitu
dalam hal ini adalah sebesar 40 Joule per satu detik.

8. Spesifikasi alat 80 W/220 V

80 W/220V artinya, alat tersebut akan memiliki daya 80 watt jika di pasang pada
tegangan 220 volt.
80 watt artinya: alat tersebut memiliki kecepatan mengubah energi listrik menjadi energi
lain sebesar 80 joule tiap detiknya.

9. Lampu TL dan lampu pijar bertuliskan sama 60W/220V, lampu pijar mengalirkan arus
listrik menggunakan kawat penghantar (wolfram), sedangkan lampu TL menggunakan
gas fluor sehingga partikel cahaya (foton) menyebar lebih baik di dalam gas (fluoresence)
dan membuat lampu TL lebih terang.

10. lampu pijar bertuliskan 20 W, 220 V.

menunjukkan bahwa lampu pijar akan menyala optimum jika dipasang pada tegangan
220 V dan padategangan itu lampu menggunakan energi listriksebesar 20 joule tiap detik.

R = V2/P = 2202/20 = 2.420 ohm