Anda di halaman 1dari 3

Nama : M.

Dihan Ismunandar
NIM : 14303244009
Kelas : Pendidikan Kimia A 2014

Tugas Biokimia
Pertanyaan.
1. Berikan penjelasan mengapa materai dapat menempel pada perangko jika dijilat menggunakan
air ludah?
2. Bagaimana proses pembuatan dari gula batu?

Jawab.

1. Karena pada materai atau perangko terdapat terdapat semacam lem yang berfisik kering dan
bening, apabila materai tersebut dikenai air maka perangko dapat menempel layaknya lem yang
penjelasannya disebabkan oleh adanya zat perekat yang terbuat dari dekstrin. Dekstrin merupakan
sejenis oligosakarida yang dihasilkan dari aktivitas pemecahan polisakarida (pati atau glikogen) .
Dextrin terbuat dari tepung jagung, kentang atau tepung beras/ketan yang difermentasi. Zat yang
terintegrasi dicairkan pada suhu dingin, dan akan menjadi lengket. Kemudian dioleskan dengan
tipis di bagian belakang perangko atau materai. Dekstrin dapat berupa -1,6 dan -1,4. Dekstrin
dapat digunakan untuk berbagai pelapis untuk produk farmaseutikal, lem yang dapat dimakan,
dan sealant. Pada kertas dekstrin sering dipakai sebagai pelapis dan pembentuk permukaan kertas
yang halus, selain itu karena sifat dekstrin memiliki daya rekat yang baik maka sering digunakan
sebagai perekat dalam amplop, perangko dan label. Dekstrin dapat dihilangkan hanya dengan air
dingin, sedangkan penghilangan pati harus menggunakan sedikit air panas dan sedikit asam
klorida. Dalam industri farmasi desktrin digunakan sebagai bahan pembawa (carrier) obat dalam
pembuatan table yang mudah larut dalam air (ludah) bila table tersebut dimakan.

Struktur Kimia
2. Proses pembuatan gula batu
Gula batu (disebut juga Rock Sugar, atau lump sugar) adalah gula yang dibuat dari gula
pasir, yang dikristalkan, melalui bantuan air yang dipanaskan. Tujuannya adalah agar
mudah larut, dan kadang diberi tambahan citarasa seperti rasa karamel. gula batu
diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan.
Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara
lambat. Pada gula batu putih sendiri memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan
cahaya. Gula ini biasanya sebagai pengganti gula pasir dalam membuat kue, aneka
minuman, atau teman minum teh. Ditinjau dari segi tingkat kemanisan memang terdapat
perbedaan antara gula batu dengan dengan gula pasir. Gula batu rasanya tidak semanis
gula pasir dan rendah kalori, tetapi cita rasanya lebih legit, perbedaan kemanisan tersebut
karena diilihat dari bahan pembuatnya, gula batu sebenarnya adalah "gula biasa" yang
telah dicampur air. Jadi kadar "manis" nya otomatis berkurang. Sebagai pengganti gula
pasir dapat menggunakan perbandingan, 1 sdt gula pasir = 2 sdt gula batu. Gula ini dapat
meleleh perlahan, supaya lebih mudah larut, maka gula batu harus dimemarkan atau
dihaluskan terlebih dahulu sebelum digunakan. Dalam proses pembuatannya gula batu
hampir sama dengan gula pasir, namun suhu yang diperlukan untuk memprosesnya tidak
setinggi pada gula pasir. Tahapan dari pembutan gula batu sendiri ialah :
a. Gula pasir yang ada (tersedia) dilarutkan dalam panci, kemudian disaring, dalam
penyaringan ini dapat menggunakan kain saring ataupun sejenisnya, Jika kotoran
waktu penyaringan terlalu banyak, maka dapat ditambahkan putih telur yang telah
dikocok (satu butir telur cukup untuk 30 kg gula)
b. Gula yang telah bersih ini dilarutkan dan ditambahkan air kapur bersih
selanjutnya dipanaskan terus (sambil dalam proses diaduk). Fungsi dari
penambahan air kapur sendiri adalah untuk mempercepat terjadinya pengkristalan
pada larutan gula .
c. Proses pemanasan dilanjutkan hingga kental dan jaga suhunya sekitar 115C .
d. Larutan gula yang panas ini dituangkan ke dalam kaleng yang sebelumnya sudah
ditanam dalam isolator dan disimpan selama 1 minggu .
Diagram alir proses pembuatan :

GULA PASIR

DILARUTKAN

DISARING

AIR KAPUR LARUTAN GULA


BERSIH

DIPANASKAN DENGAN
SUHU 115C

DITUANG KE DALAM
KALENG DAN DISIMPAN
SELAMA 1 MINGGU

Anda mungkin juga menyukai