Anda di halaman 1dari 11

NANDA NABILAH UBAY

153112620120100

GENETIKA/B

DERMATOGLIFI

I. Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pola sidik jari

II. Dasar Teori


Dermatoglifi adalah gambaran sulur-sulur dermal yang paralel pada jari-jari tangan dan
kaki, serta telapak tangan, dan telapak kaki. Dermatoglifi pada setiap orang tidak mungkin persis
sama, tetapi bersifat sangat stabil dan tidak berubah sepanjang hidup kecuali bila terjadi
kerusakan yang sangat parah sampai lapisan sub dermis.

Gambaran salur-salur dermal ditentukan oleh banyak gen yang pengaruhnya saling
menambah dan mungkin beberapa diantaranya bersifat dominan dan tidak dipengaruhi oleh
faktor luar sesudah lahir, misalnya geografik, ekonomi, dan lain-lain. Dermatoglifi digunakan
sebagai alat bantu mendeteksi sejumlah penyakit yang memiliki dasar pewarisan sifat yang kuat
dan juga digunakan untuk mendeteksi abnormalitas. Selain itu, dermatoglifi juga digunakan
dalam kedokteran forensik untuk mengidentifikasi individu.

Sidik jari setiap individu tidak sama dan tidak berubah seumur hidup. Bentuk menetap
sejak fetus berusia 4 bulan dalam kandungan dan hanya bertambah dalam ukuran saja sesuai
pertambahan usia. Beberapa peneliti yakin bahwa konfigurasi sidik jari kemungkinan dibentuk
multiple gen pada multiple kromosom sehingga menarik untuk diteliti dibandingkan dengan
kelainan genetik yang bersifat monogenik.
Secara anatomis dermatoglifi akan membuat permukaan kasar pada telapak tangan jari
tangan, telapak kaki, dan jari kaki yang berfungsi dalam membantu proses memegang atau
berpijak sehingga tidak tergelincir. Pembentukan dermatoglifi dimulai dengan proliferasi sel
epitel basal epidermis volar pad sekitar minggu ke-10 sampai minggu ke-11 kehamilan. Sel-sel
kemudian membentuk lipatan-lipatan dan menjadi rigi episermis. Sidik jari adalah hasil
reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil,dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang
ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh dengan kulit telapak tangan/kaki. Kulit telapak
adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung
jari dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada
daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh
celah atau alur yang membentuk lukisan tertentu. Kulit tapak terdiri dari 2 lapisan yaitu :
a. Lapisan dermal adalah kulit jangat atau kulit yang sebenarnya. Kulit inilah yang
menentukan garis yang ada pada permukaan kulit telapak.
b. Lapisan epidermal adalah lapisan kulit luar atau garis papilar. Garis inilah yang menjadi
perhatian kita untuk menentukan bentuk pokok perumusan dan perbandingan sidik jari.
Jenis sidik jari dibagi menjadi tiga macam,yaitu:
1. Visible impression adalah sidik jari yang dapat langsung dilihat tanpa menggunakan
alat bantu.
2. Laten impression adalah sidik jari yang biasanya tidak dapat dilihat langsung tetapi
harus dengan menggunakan beberapa cara pengembangan terlebih dahulu supaya
dapat nampak lebih jelas.
3. Plastic impression adalah sidik jari yang berbekas pada benda yang lunak seperti
sabun, gemuk, permen, coklat.

Ada tiga bentuk sidik jari yaitu busur (arch), sangkutan (loop), dan lingkaran (whorl).
Bentuk pokok tersebut terbagi lagi menjadi beberapaa sub-group yaitu bentuk busur terbagi
menjadi plain arch dan tented arch, bentuk sangkutan terbagi menjadi Ulnar loop dan Radial
loop, sedangkan bentuk lingkaran terbagi menjadi Plain whorl, Central pocket loop whorl,
Double loop whorl dan Accidental whorl. Perbedaan utama dari ketiga bentuk pokok tersebut
terletak pada keberadaan core dan delta pada lukisan sidik jarinya.
a. Loop

Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan,
melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core,
berhenti atau cenderung berhenti kearah sisi semula. Syarat-syarat (ketentuan) Loop:

1. Mempunyai sebuah delta.


2. Mempunyai sebuah core.
3. Ada garis melengkung yang cukup.
4. Mempunyai bilangan garis (Ridge Counting) >= 1

Bentuk loop terdiri dari 2 jenis, yaitu:

1. Ulnar loop : garisnya memasuki pokok lukisan dari sisi yang searah dengan kelingking,
melengkung ditengah pokok lukisan dan kembali atau cenderung kembali ke arah sisi
semula.
2. Radial loop : garisnya memasuki pokok lukisan dari sisi yang searah dengan jempol,
melengkung di tengah pokok lukisan dan kembali atau cenderung kembali ke arah sisi
semula.

b. Arch

Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan,
mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik
ditengah-tengah. Arch terdiri dari:

1. Plain Arch adalah bentuk pokok sidik jari dimana garis-garis dating dari sisi lukisan yang
satu mengalir ke arah sisi yang lain, dengan sedikit bergelombang naik ditengah.
2. Tented arch (Tiang Busur) adalah bentuk pokok sidik jari yang memiliki garis tegak
(upthrust) atau sudut (angle) atau dua atau tiga ketentuan loop.

c. Whorl (Lingkaran)

Whorl adalah bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di
dalam pattern area, berjalan didepan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorl, Central
pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl.

Keberadaan titik fokus didalam sidik jari akan berperan penting dalam menentukan
termasuk klasifikasi apa sidik jari tersebut. Dalam pengklasifikasian dikenal dua jenis titik fokus
yaitu delta yang merupakan titik fokus luar (outer terminus) dan core yang merupakan titik fokus
dalam (inner terminus). Tidak semua sidik jari memiliki titik fokus tergantung jenis/klasifikasi
dari sidik jarinya.

a. Core (inter terminus) titik fokus dalam

Core adalah titik tengah yang terdapat pada garis sidik jari loop yang terdalam dan terjauh dari
delta. Dapat dikatakan bahwa core merupakan titik tengah atau pusat dari lukisan sidik jari.
Dalam menentukan letak core berlaku beberapa ketentuan dibawah ini :
1. Core ditempatkan pada garis sangkutan (loop) yang posisinya terletak paling dalam.
2. Apabila garis sangkutan yang terdalam tidak berisi garis-berakhir atau garis-pendek yang
naik sampai setinggi bahu sangkutan core ditempatkan pada bahu sangkutan yang
posisinya terletak lebih jauh dari posisi delta.
3. Apabila sangkutan terdalam berisi n (ganjil) buah garis-berakhir yang naik sampai bahu
sangkutan core ditempatkan pada ujung garis yang paling tengah.
4. Apabila sangkutan terdalam berisi n (genap) buah garis-berakhir yang naik sampai ke
bahu loop core ditempatkan pada ujung garis yang posisinya paling tengah dan terletak
paling jauh dari dari posisi delta.

Namun pada prakteknya letak core tidak selalu dapat ditentukan dengan aturan-aturan
yang telah disebutkan diatas. Ada dua kasus yang pada umumnya dapat mengaburkan dalam
menentukan letak core ini. Kasus yang pertama adanya garis tambahan (appendage).
Munculnya appendage ini dapat merusak garis sidik jari bila appendage tersebut muncul disuatu
garis sidik jari yang letaknya berada pada daerah melengkung antara bahu garis sangkutan.
Apabila appendage ini akan dianggap sebagai garis berhenti bagi sangkutan yang tepat berada
diluarnya. Kasus yang kedua adalah adanya garis loop yang terdalam (garis sangkutan) yang
saling memotong satu sama lain (inter locking loop). Pada kasus ini kedua garis sangkutan yang
saling memotong tersebut dianggap sebagai salah satu sangkutan dimana garis di dalamnya
seakan-akan merupakan garis yang naik sampai setinggi bahu loop.

b. Delta (outer terminus) titik fokus luar.

Delta dalam pengertian sehari-hari adalah gugusan yang terdapat pada muara sungai air
yang mengalir ke laut atau danau selalu membawa Lumpur dan batu sehingga lama kelamaan
terbentuk suatu gugusan pulau yang disebut delta. Delta yang sebenarnya pada sidik jari adalah
titik/garis yang terdapat pada pusat perpisaan garis type lines. Delta merupakan titik fokus yang
terletak didepan pusat berpisahnya garis pokok (type lines). Garis pokok lukisan merupakan dua
buah garis yang paling dalam dari sejumlah garis yang berjajar (paralel) dan memisah serta
(cenderung) melingkupi pokok lukisan (pattern area). Pokok lukisan adalah daerah/ruangan putih
yang dikelilingi oleh garis type lines yang mana ruangan tersebut merupakan tempat lukisan
garis sidik jari. Pada kenyataannya tidak semua sidik jari memiliki delta tetapi ada juga sidik jari
yang memiliki lebih dari satu delta.

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam menentukan posisi delta, yaitu:

a. Delta tidak boleh ditempatkan pada garis membelah yang tidak terbuka kearah core.
b. Apabila harus memilih antara garis membelah dan kemungkinan delta, maka garis
membelah yang dipilih.
c. Apabila terdapat dua atau lebih garis-garis yang memenuhi syarat delta maka pilih yang
terdekat dengan core.
d. Delta tidak boleh ditempatkan di tengah-tengah garis yang berada di antara garis pokok
tetapi harus ditempatkan pada ujung garis yang terdekat letaknya dengan pusat
berpisahnya garis pokok.
Ridge Counting

Ridge counting merupakan bilangan garis yang menyentuh atau melintasi garis bayangan
yang ditarik antara delta dan core (delta dan core tidak ikut masuk dalam penghitungan bilangan
garis). Garis-garis yang kelihatannya sangat halus (tipis) dicelah-celah garis-garis yang tebal
disebut insipientridge, dan garis ini tidak ikut dihitung karena biasanya tidak selalu ada.
Sedangkan, bagaimanapun kecilnya ukuran sebuah titik(dot), garis pendek (short ridge) harus
diperlakukan garis sidik jari yang ikut dihitung, apabila sama tebalnya dengan garis-garis yang
lain.

Rumus Sidik Jari (Classification Formula)

Rumus sidik jari merupakan salah satu cara identifikasi. Dalam dunia kepolisian, rumus jari
digunakan sebagai cara untuk menidentifikasi seseorang. Karena sidik jari merupakan bentuk
yang unik dan berbeda pada setiap orang, maka rumus sidik jari pun akan berbeda pada tiap
orang. Perumusan sidik jari (classification formula ) merupakan pembubuhan tanda pada tiap-
tiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah
bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis.

Perhitungan banyaknya rigi dilakukan mulai dari triradius sampai ke pusat dari pola sidik
jari. Klasifikasi dari bentuk sidik jari tersebut dimuka didasarkan atas banyaknya triradius, yaitu
titik-titik dari mana rigi-rigi menuju ke tiga arah dengan sudut kira-kira. Bentuk sidik jari yang
paling sederhana ialah lengkung, yang tidak mempunyai triradius, sehingga tidak dapat
dilakukan perhitungan rigi. Dua buah triradius terdapat pada bentuk lingkaran, sedangkan bentuk
sosok memiliki sebuah triradius. Jika bagian yang terbuka dari bentuk sosok menuju kea rah
ujung jari, maka bentuk sosok dinamakan sosok radial. Tetapi jika bagian yang terbuka itu
menuju ke pngakal jari, maka bentuk sosok disebut sosok ulnar.
Frekuensi dari berbagai pola sidik jari sangat bervariasi dari satu jari dengan jari lainnya.
Kira-kira 15% dari bentuk sidik jari pada ujung jari adalah tipe lengkung. Bentuk sosol kira-kira
65-70% dan kira-kira 25-30% adalah tipe lingkaran. Untuk mendapatkan jumlah perhitungan rigi
maka rigi dari semua jari-jari dijumlahkan. Pada perempuan rata-rata jumlah rigi adalah 127.,
sedangkan pada laki-laki 144.
Pada pola loop ada dua macam yaitu loop radial bila yang terbuka ke ujung jari, loop ulnar
bila yang terbuka ke pangkal jari. Frekuensi pola pola tersebut diatas berbeda untuk setiap
bangsa, juga berbeda untuk laki-laki dan wanita. Pada populasi orang kulit putih dan kulit hitam
banyak dijumpai yang memiliki pola loops. Sedang pola whorl banyak dijumpai pada populasi
bangsa Mongoloid, populasi penduduk asli Australia, dan populasi bangsa Melanesia di Pasifik.
Pola arch dijumpai paling sedikit ditemukan untuk semua populasi bangsa, biasanya jumlahnya
kurang dari 10 %.

III. Alat dan Bahan


a. Kertas
b. Tinta hitam
c. Loop (kaca pembesar)
d. Alat tulis

IV. Cara Kerja


a. Buatlah pola sidik jari tangan dan telapak tangan pada kertas yang telah ditentukan
dengan menggunakan tinta yang telah disediakan.
b. Tentukan pola sidik jari setiap jari.
c. Hitung jumlah sulur setiap jari dan total hitung sulur
d. Tentukan pula besarnya derajat ADT setiap telapak tangan dan rata-ratanya.
V. Hasil Praktikum
Dari hasil praktikum didapatkan hasil sebagai berikut (gambar terlampir) :

Tangan Kanan Tangan Kiri


Jari
Pola Sidik jari Jumlah Sulur Pola Sidik jari Jumlah Sulur

Ibu Jari Loop Radial 10 Loop Ulnar 16

Telunjuk Loop Radial 9 Arch 0

Jari tengah Loop Radial 8 Loop Ulnar 9

Jari manis Whorl 9 Arch 0

Kelingking Loop Radial 8 Loop Ulnar 16

Jumlah Sulur Kanan 44 Jumlah Sulur Kiri 41

Jumlah seluruh sulur 85

Besar sudut ATD pada telapak tangan kanan : 380


Besar sudut ATD pada telapak tangan kiri : 440
Jadi rata-rata sudut ATD adalah : 410

VI. Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang dilakukan didapatkan sebagian besar pola sidik jari
praktikan berbentuk loop (7/10), diantaranya 4 loop radial dan 3 loop ulnar. Serta ada satu pola
whorl kecil dan dua pola arch yang paling jarang ditemukan. Pola arch dijumpai paling sedikit
ditemukan untuk semua populasi bangsa, biasanya jumlahnya kurang dari 10 %.
Jumlah sulur dari 10 jari yang dihitung adalah 85. Lebih sedikit dari dari rata-rata total
hitung sulur pada perempuan yaitu 127, sedangkan pada laki-laki rata-rata total hitung sulur
adalah 144. Jumlah yang didapat lebih sedikit karena praktikan memiliki dua pola arch pada
tangan kiri yang terletak di jari telunjuk dan jari manis.
Pada telapak tangan juga dapat dilihat adanya suatu gambaran yang berupa sudut yang
disebut sudut ATD yang menghubungkan titik triradius di bawah jari telunjuk, triradius distal,
dan triradius di bawah jari kelingking. Besarnya sudut ATD merupakan rata-rata dari besarnya
sudut ATD tangan kanan dan tangan kiri. Rata-rata sudut ATD adalah antara 350-500 derajat.
Didapatkan pada tangan praktikan sudut ATD tangan kanan adalah 380 dan sudut ATD tangan
kiri adalah 440 . Sehingga didapatkan rata-rata sudut ATD adalah 410.

VII. Kesimpulan dan Saran


Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa sidik jari yang dianalisis memiliki pola 4
radial loop, 3 ulnar loop, 1 whorl, dan 2 arch. Jumlah sulur dari semua jari adalah 85 dan rata-
rata sudut ATD telapak tangan kanan dan telapak tangan kiri adalah 410.
Pada praktikum pola sidik jari ini dibutuhkan kesabaran dan ketelitian agar jumlah sulur
dan sudut ATD yang dihasilkan tepat.
DAFTAR PUSTAKA

Anto, S. 2013. Daktiloskopi (Ilmu Sidik Jari). Dalam www.beritahariankita.com, diakses


tanggal 1 Januari 2017
http://www.sidikjariindonesia.com/sejarah-riset-analisa-sidik-jari, diakses tanggal 1
Januari 2017
Triwani. Pemeriksaan Dermatoglifi Sebagai Alat Identifikasi dan Diagnostik. Dalam
http://eprints.unsri.ac.id/3057/1/dr._Triwani_Pemeriksaan_Dermatoglifi_Sebagai_Alat_I
dentifikasi_dan_Diagnostik.pdf, diakses tanggal 1 Januari 2017