Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Banyak orang mengatakan bahwa Ide atau gagasan mahal harganya.


Tentunya tidak sembarang ide, tetapi ide yang mempunyai nilai komersial dan ide
itu ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis. Sebenarnya banyak
orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat-hebat serta mempunyai nilai
komersial tinggi tetapi ide itu tetaplah hanya sekedar ide bahkan hanya sekedar
impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau
dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan.

Tulisan ini mencoba mengupas tentang business plan, dengan harapan


dapat digunakan sebagai pengetahuan ataupun menyiapkan langkah awal
bagaimana untuk menggali, menumbuhkan ataupun menjaring ide-ide atau
gagasan bisnis dan sekaligus menuangkannya dalam sebuah rencana usaha/bisnis.
Realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak ide/gagasan-gagasan bisnis hebat
dan ide-ide orisinil yang justru lahir dari para kawula muda. Tentunya kalau
peluang atau kemampuan ini dikemas dengan baik dan mampu dirancang
sedemikian rupa sehingga dapat dikemas sebagai rencana usaha/bisnis yang layak
dan mampu diterapkan ke dalam sebuah bisnis riil, tentunya akan banyak
memberi manfaat bagi para kawula muda sendiri dan sekaligus memberikan
kontribusi bagi masyarakat dan lingkungannya.

Salah satu kunci sukses memulai usaha adalah membuat sebuah


perencanaan usaha/bisnis yang matang dan realistis. Apapun jenis usaha yang
akan kita jalankan. Tulisan ini mencoba menguraikan selangkah demi selangkah
bagaimana membuat perencanaan usaha/bisnis. Perencanaan usaha/bisnis sangat
berguna untuk menilai apakah usaha/bisnis yang akan kita tekuni layak, profitable
dan berjangka panjang/berprospek. Dengan perencanaan usaha/bisnis yang
matang, juga sangat berguna apabila kita ingin mengajak mitra bisnis, investor
ataupun calon kreditor untuk merealisasi impian kita agar jadi kenyataan.

1
1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Business plan?

1.2.2 Apa yang dimaksud dengan definisi rencana bisnis,

1.2.3 Apa tujuan dan fungsi rencana bisnis,

1.2.4 Apa penyebab kesalahan rencana bisnis?

1.3 Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari
lebih banyak tentang apa yang dimaksud dengan business plan. Mengetahui
definisi rencana bisnis, tujuan dan fungsi rencana bisnis serta kesalahan rencana
bisnis. Dan juga mengetahui format penyusunan dan pembuatan rencana bisnis.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Rencana Bisnis

Rencana bisnis (business plan) merupakan dokumen tertulis yang


dipersiapkan oleh seorang pengusaha yang mendiskripsikan semua elemen
eksternal dan elemen internal yang relevan yang terlibat dalam pembentukan
sebuah perusahaan baru. Rencana bisnis merupakan langkah awal dari seorang
wirausahawan dalam mempersiapkan dan memulai usahanya. Rencana bisnis juga
dapat mengandung informasi tentang latar belakang organisasi atau tim yang
bertanggung jawab memenuhi tujuan itu. Sering kali rencana bisnis merupakan
penggabungan rencana-rencana fungsional seperti pemasaran, keuangan,
manufaktur, dan sumber daya manusia. Proses perencanaan itu bukanlah sebuah
proses yang dilakukan dalam satu kali proses, tetapi membutuhkan tahapan-
tahapan proses yang berurutan dan saling terkait. Tahapan-tahapan dalam rencana
bisnis adalah :

1. Tahapan riset dan survei lapangan, seperti perilaku konsumen, perilaku


pasar, tingkat permintaan, tren, dan arah perubahan persaingan (change
driver)
2. Tahapan pengumpul;an data dari internal dan eksternal.
3. Tapan evaluasi data dan pengelolaan data dengan metode-metode statistik
atau metode-metode analisa yang lain.
4. Tahapan penyelesaian hasil riset dan survei untuk memastikan bahwa data
dan informasi itu sudah akurat dan benar .
5. Tahapan perencanaan dan analisa pemilihan strategi perusahaan atas hasil
riset
6. Tahapan persiapan, pembuatan, dan penyusunan rencana bisnis

Perencanaan bisnis (Business plan) menurut Hisrich,Peter, 1995 (Alma, 2004)


merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang
menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal, maupun eksternal
mengenai perusahaan untuk memulai sewaktu usaha. Business Plan atau
perencanaan bisnis mempunyai manfaat diantaranya adalah (Ismail, 2007) :

1. Dapat mendekati asumsi kebenaran


2. Membandingkan hasil dengan rencana

3
3. Alat komunikasi untuk meyakinkan pihak lain
4. Wirausaha dapat berpikir kritis dan objektif

Perencanaan bisnis mencangkup :

1. Manajerial perusahaan, kejelasan dalam tatanan kinerja perusahaan


2. Keadaan fisik dan sebuah bangunan yang kita tempati
3. Pegawai, tenaga kerja staff
4. Produk yaang kita hasilkan
5. Sistem informasi mengenai market perusahaan
6. Rincian rugi/laba
7. Perhitungan neraca
8. Prediksi cash flow untuk 2 tahun ke depan
9. Strategi yang digunakan perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan

Tujuan dari rencana bisnis bukan hanya sebagai pedoman atau buku
pegangan dalam berbisnis, tetapi untuk dijalankan dan sebagai peta perjalanan
bisnis yang akan dan telah dilakukannya itu tetap berada dijalur yang benar dan
sesuai dengan yang direncanakan.

Tiga pandangan yang harus dipertimbangkan dalam mempersiapkan


rencana bisnis:

1. Pandangan dari pengusaha yang memahami kreativitas dan teknologi


dalam perusahaan baru tersebut secara lebih baik bila dibandingkan
dengan orang lain.
2. Perspektif pemasaran, para pengusaha harus berusaha memandang bisnis
mereka melalui sudut pandang pelanggan
3. Seorang pengusaha harus berusaha memendang bisnisnya melalui sudut
pandang investor. Perkiraan finansial yang baik sangatlah penting.

Rencana bisnis sangatlah berharga bagi seorang pengusaha, investor yang


potensial, atau bahkan karyawan baru yang berusaha untuk membiasakan diri
dengan perusahaan, tujuan-tujuannya, dan sasarannya karena :

Membantu kelangsungan hidup perusahaan dalam pasar yang ditunjuk


Memberikan petunjuk untuk seorang pengusaha dalam mengatur aktivitas-
aktivitasnya
Berfungsi sebagai alatyang penting untuk membantu mendapatkan
pembiayaan

4
2.2 Tujuan dan Fungsi Rencana Bisnis

Sebuah perencanaan usaha paling tidak mempunyai fungsi dan tujuan utama
yakni:

1. Sebagai Rencana Aksi (Action Plan)


Sebuah perencanaan usaha akan membantu untuk bergerak dan
mengambil tindakan bisnis. Kita mungkin sudah lama memikirkan untuk
memulai sebuah usaha, tetapi prosesnya mungkin tampak seperti sesuatu
yang menakutkan dan terlalu kompleks. Sebuah rencana usaha akan
membantu untuk memilah-milah proses dimaksud menjadi bagian-bagian
kecil yang lebih jelas. Dengan demikian sebuah masalah bisnis yang besar
dapat dilihat sebagai sebuah urutan masalah-masalah kecil. Dan dengan
memecahkan masalah masalah kecil dimaksud, otomatis masalah besar
tersebut juga akan dapat terpecahkan. Jadi menulis sebuah perencanaan
usaha akan membantu dalam mengambil tindakan bisnis dengan membagi
masalah besar ke dalam masalah-masalah kecil yang tidak terlalu rumit.
2. Sebagai Peta Jalan (Road Map)
Seketika memulai sebuah usaha, perencanaan usaha akan menjadi
alat yang sangat berguna agar usaha tetap pada arah yang diinginkan.
Dalam kegiatan bisnis sehari-hari yang hiruk-pikuk, sangat mudah bagi
seseorang untuk kehilangan arah usaha untuk mencapai tujuan yang ingin
dicapai. Sebuah rencana bisnis membantu untuk tetap fokus dalam arah
yang diinginkan untuk mencapai tujuan yang telah dicanangkan. Juga
perencanaan usaha akan membantu pihak lain untuk memahami visi usaha
yang akan dijalankan , termasuk supplier, pekerja, mitra bisnis, teman dan
keluarga.
3. Sebagai Alat Penjualan (Sales Tool)
Mungkin yang paling penting adalah bahwa sebuah perencanaan
usaha merupakan sebuah alat bantu penjualan (Sales Tool), sehingga
sebuah perencanaan usaha merupakan alat yang bisa dipergunakan untuk
meyakinkan investor untuk menempatkan investasinya di usaha tersebut.

5
Sebuah perencanaan usaha yang ditulis dengan baik akan mendekatkan
pengelola usaha dengan pihak-pihak yang melihat bahwa ide bisnis yang
ditawarkan akan juga menguntungkan mereka.

2.3 Penyebab kesalahan rencana bisnis

Sebagian wirausahawan memperoleh sukses tetapi tidak sedikit pula diantaranya


mengalami kegagalan. Sebab-sebab kegagalan tersebut dapat dikelompokkan
sebagai berikut;

Tabel.Sebab-Sebab Kegagalan Usaha

% KEGAGALAN PENYEBAB KETERANGAN


0.44 Tidak kompeten Tidak mampu menjalankan usaha
secara;fisik, moral, atau intelektual.
0.17 Kurang Kurang pengalaman dalam memanaj
pengalaman kerja pegawai dan sumbersumber lainnya
sebelum terjun ke dunia usaha.
0.16 Pengalaman yang Tidak memiliki pengalaman yang
tidak berimbang seimbang di berbagai bidang penting
seperti ; Pemasaran,
keungan,pembelian dan produksi.
0.15 Tidak Tidak atau kurang berpengalaman di
berpengalaman di lini produk atau servis sebelum terjun
lini produk/servis di dunia usaha.
0.01 Lalai Kurang perhatian terhadap usaha
disebabkan; kebiasaan yang buruk
,kesehatan terganggu atau masalah
rumah tangga.
0.01 Kesalahan atau Kesalahan: mismanagement Bencana:
bencana Kebakaran
0.06 Tidak diketahui

2.4 FORMAT BUSINESS PLAN (FORMAT RENCANA USAHA)

6
FORMAT PROPOSAL TERTULIS

1. COVER DEPAN

1.1 Gambar dan Design menarik

Gambar dan design cover depan proposal harus dapat mewakilkan jenis dan
karakter dari usaha yang tercerminkan dari design dan warna yang sesuai.

1.2 Logo / Lambang Usaha

Digunakan untuk mempermudah dan membedakan usaha kita di mata


konsumen dalam mengingatkan usaha kita dibandingkan dengan pesaing
dan nama usaha yang sama.

1.3 Informatif ( nama, alamat, contact no )

Berisi informasi nama usaha, domisili / alamat tempat usaha serta nomor
telepon yang dapat dihubungi apabila calon investor ataupun konsumen
ingin menghubungi.

2. PENDAHULUAN

2.1 Sejarah Berdirinya Usaha

Sejarah berdirinya usaha menggambarkan kepada calon investor dasar atau


landasan usaha ini berdiri apakah cukup kuat secara pengalaman dan
keutuhan individu yang terlibat didalamnya.

2.2 Visi & Misi Usaha

Visi merupakan cita-cita yang ingin dicapai usaha dalam jangka panjang
(What to Be? )

Misi merupakan cara-cara yang digunakan usaha dalam mencapai visi usaha
(How to Be ?). Misi dapat berupa pernyataan kalimat atau kata yang
mengingatkan pelaku usaha untuk bekerja sesuai Misi dalam mencapai Visi.

3. ASPEK PEMASARAN

7
3.1 Gambaran Umum Pasar ( STP )

Segmen Pasar merupakan gambaran umum dari konsumen usaha kita

Target Pasar merupakan sasaran khusus bagi konsumen potensial dari


usaha kita.

Positioning adalah bagaimana kita menempatkan usaha kita diantara


pesaing usaha yang sejenis.

3.2. Permintaan
Perkiraan / prediksi jumlah permintaan konsumen terhadap produk.
Proyeksikan permintaan konsumen dalam beberapa periode / tahun
mendatang seperti kenaikan x % per tahun sesuai kenaikan jumlah
penduduk
Tahun Perkiraan Permintaan

( dalam Unit )

3.3. Penawaran
Penawaran dari produk pesaing sejenis di pasar
Nama Perusahaan Kapasitas Produksi / Tahun

Pesaing ( dalam Unit )

Proyeksi penawaran dalam beberapa periode / tahun mendatang.


Proyeksi penawaran disesuaikan dengan permintaan seperti kenaikan x
% per tahun sesuai pertumbuhan ekonomi.
Tahun Perkiraan Penawaran

( dalam Unit )

8
3.4. Rencana Penjualan dan Pangsa Pasar

Rencana Penjualan adalah rencana produk yang akan dijual dalam waktu
1 tahun disesuaikan dengan kondisi permintaan dan penawaran.

Pangsa Pasar adalah bagian dari penjualan produk kita dibandingkan


dengan penjualan total produk sejenis dalam industri

Tahun Permintaan Penawaran Peluang Rencana Pangsa Pasar

(A) (B) (C = A-B) Penjualan (E = DX100% / C)

3.5. Strategi Pemasaran Perusahaan dan Pesaing


Strategi Pemasaran Perusahaan dilakukan berdasarkan analisa 7 P
dengan alat analisis SWOT menurut Kottler yang terdiri atas :

3.5.1. Product
Strategi mengenai bagaimana produk usaha kita dapat menarik hati
konsumen untuk membelinya. Produk usaha kita dapat dibedakan
berdasarkan mutu / kualitas, ukuran, desain, kemasan, dan
kegunaan lebih dibandingkan pesaing.

3.5.2. Price
Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih menarik konsumen
dari segi harga dibandingkan pesaing. Umumnya konsumen lebih
tertarik kepada produk dengan harga yang lebih murah. Selainnya
itu dari segi harga, kita dapat membedakan produk kita
berdasarkan harga satuan dan harga grosir, syarat pembayaran,
diskon/potongan harga,

9
3.5.3. Promotion
Strategi mengenai bagaimana produk kita dapat dikenal oleh
konsumen melalui beberapa cara :

Advertising (Iklan)
Beriklan dapat dilakukan melalui media berikut :

- Media Cetak : Brosur, spanduk, poster, iklan majalah/koran.


- Media TV dan Radio : Iklan TV, Jingle Iklan Radio
Sales Promotion
Promosi melalui acara / pameran yang digelar di tempat
keramaian dimana konsumen produk berada dan juga
dilakukan penjualan ditempat.

Personal Selling
Promosi melalui penjualan langsung ke tempat konsumen
berada dengan menawarkan dan mencoba produk langsung.

Public Relation
Cara promosi ini cenderung untuk membuat image perusahaan
baik dimata konsumen bukan mempromosikan produk secara
langsung. Umumnya dilakukan oleh perusahaan besar.

3.5.4. Placement
Merupakan cara untuk mendistribusikan produk kita untuk sampai
ke tangan konsumen. Sistem distribusi yang dilakukan dapat secara
langsung ke konsumen atau melalui pedagang perantara seperti
wholesaler (pedagang besar) atau retailer (pedagang kecil).

3.5.5. People
Merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat
meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung
ataupun tidak langsung.

3.5.6. Process
Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik
untuk membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti proses
produksi yang baik ataupun proses pelayanan terhadap konsumen.

3.5.7. Physical Evidence


Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam
menjual produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen.
Seperti tempat yang menarik dan bersih untuk restoran.

Note :

10
Semua strategi pemasaran yang dibuat berdasarkan 7 P diatas
haruslah dibandingkan dengan strategi pemasaran yang diterapkan
oleh pesaing. Strategi pemasaran yang kita buat harus berbeda dan
lebih unggul dalam menarik konsumen.
Semua strategi pemasaran yang dibuat pastilah mempunyai
anggaran / biaya sehingga perlu dicatat biaya yang dikeluarkan per
bagian P.

4. ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

4.1 Aspek Organisasi

Nama Perusahaan / Usaha


Nama Pemilik / Pimpinan
Alamat kantor dan tempat usaha
Bentuk Badan Hukum ( Kalo berbentuk Badan Hukum )
Struktur Organisasi
Jabatan, Jumlah staf, Uraian Tugas, dan Penggajian

Jabatan Uraian Tugas Jumla Gaji / Bulan Total


h
(A) (C) (BxC)
(B)

Pimpinan

1. Direksi

Staf

1. Bag. Pemasaran

2. Bag. Produksi

3. Bag. Keuangan

Total Gaji / Bulan

11
4.2. Perijinan

Perijinan yang perlu disiapkan sebelum usaha dimulai dan disertai dengan
biaya pengurusannya. Apabila usaha kita tidak berbentuk badan hukum
maka perijinan tidak kompleks tetapi hanya perlu perijinan dari wilayah
sekitarnya (paling tidak sampai ijin kecamatan / kelurahan ) disertai
keterangan dari pihak RT / RW dimana usaha kita berada.

Sedangkan bila usaha kita akan berbentuk badan hukum maka perijinan
yang diperlukan adalah : ijin prinsip (dari instansi terkait), SITU (Surat
Ijin Tempat Usaha), TDP ( Tanda Daftar Perusahaan), Akta Pendirian
Perusahaan, dll. Semua biaya diatas berkisar antara 5-7 jt untuk berbentuk
PT (Perseroan Terbatas) tergantung wilayah usaha dan dikerjakan
semuanya oleh NOTARIS.

4.3 Kegiatan Pra Operasi dan Jadwal Pelaksanaan

Kegiatan sebelum usaha dimulai disertai dengan jadwal pelaksanaan yang


diatur berdasarkan periode tertentu ( mingguan atau bulanan ).

KEGIATAN JADWAL PELAKSANAAN

( Dalam Mingguan )

1 2 3 4

1. Survey Pasar

2. Menyusun Rencana Usaha

3. Perijinan

4. Survai tempat usaha

5. Survai Mesin / Peralatan

6. Pemasangan Sarana Penunjang

7. Mencari tempat kerja

8. Uji Coba Produksi

9. Operasional

12
4.4 Inventaris Kantor dan Supply Kantor

Inventaris kantor untuk barang yang umur produknya lebih dari 1 tahun.

Inventaris / Perangkat Kerja Merk Jumlah Harga Jumlah


unit harga

Total Inventaris Kantor

Supply Kantor merupakan biaya untuk menunjang kegiatan administrasi


seperti ATK Alat Tulis Kantor ( umur ekonomis 1 tahun atau kurang )

Jenis Biaya Supply Kantor Total Biaya per Tahun

Total Supply Kantor

5. ASPEK PRODUKSI

5.1. Produk
Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama
pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:
A. Dimensi Produk
Dimensi produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang
meliputi bentuk, ukuran, warna serta fungsinya.
B.Nilai/Manfaat Produk
Manfaat yang dapat ditawarkan oleh produk dapat dibagi dalam 5
tingkatan, yaitu:

13
- Manfaat inti (core benefit): adalah manfaat yang diberikan
untuk pemenuhan terhadap kebutuhan utama konsumen, misalnya
kebutuhan berbicara jarak jauh.
- Manfaat dasar (basic benefit): adalah manfaat dasar yang
diberikan untuk memecahkan masalah kebutuhan utama, misalnya
telepon.
- Manfaat yang diharapkan (expected benefit): adalah
manfaat yang diharapkan lebih dari sekedar pemenuhan kebutuhan
dasar, misalnya telepon yang dapat dibawa-bawa (HP).
- Manfaat di atas harapan (augmented benefit): adalah
manfaat yang dapat diberikan lebih dari yang diharapankan oleh
konsumen, misalnya HP yang dapat digunakan untuk SMS.
- Manfaat potensial (potential benefit): adalah semua
manfaat yang mungkin dapat diberikan lebih dari sekedar augmented
benefit, misalnya HP yang dapat digunakan sebagai lampu senter,
kamera, video recorder, video calling, fax, internet, dsb.

C.Kegunaan/Fungsi Produk
- Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan
oleh konsumen akhir (pemakai akhir); meliputi:
Convenience goods, yaitu produk yang dibutuhkan
sehari-hari dan mudah didapat, misalnya beras, gula, teh, permen,
dll.
Shopping goods, yaitu produk-produk yang
dibedakan oleh kon-sumen berdasarkan kualitas, harga, tren, dan
gaya. Contohnya adalah baju, telepon seluler, mobil, dsb.
Specialty goods, yaitu produk yang mempunyai
karakteristik unik dan mempunyai merek yang sudah terkenal;
misalnya mobil mewah, jam tangan mewah, dsb.
Unsought goods, adalah produk yang kurang
dikenal atau dike-tahui umum tetapi kurang diminati, misalnya
asuransi
- Produk industri, yaitu produk yang biasa dibeli oleh
pelaku usaha produksi lainnya. Biasa dikenal dalam B to B
(business to business). Dapat dibagi dalam 3 golongan, yaitu:
Bahan baku dan suku cadang: merupakan bahan mentah yang akan
diproses lebih lanjut.
Barang modal: yaitu barang-barang yang berumur lebih dari 1
tahun dan tidak untuk dijual belikan.
Perlengkapan dan jasa bisnis, yaitu produk tidak tahan lama yang
membantu operasional perusahaan.
5.2. Proses Produksi
Perencanaan proses produksi pada dasarnya menjelaskan tahapan-tahapan
proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau output yang

14
dimaksud. Bentuk proses biasa digambarkan dalam lembaran skema atau
diagram alur yang disertai dengan keterangan deskriptif.
5.3. Kapasitas Produksi
Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan,
dan faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir
yang akan dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai
dengan tingkatan yang rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari
perhitungan peluang pasar atas produk yang bersangkutan. Kapasitas
produksi biasa dinyatakan dalam unit per periode waktu tertentu (tahun,
bulan, minggu, hari, atau jam). Untuk perencanaan strategis, proyeksi
kapasitas dilakukan dalam jangka minimal 3 tahun ke depan, sesuai
dengan rencana produksinya.

Tahun Rencana produksi (dalam unit)

5.4. Tanah dan Bangunan


Perencanaan tanah dan bangunan berkaitan dengan lokasi untuk kan-tor,
tempat usaha, pabrik, gudang, tempat parkir, dll. Untuk keperluan
perhitungan kelayakan finansial usaha, maka perlu diperhitungkan ukuran,
harga beli atau sewanya.
5.5. Pemasangan Sarana Penunjang
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang
termasuk dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini
meliputi listrik, air, telepon, internet, dan lain-lain.
Jenis Biaya Jumlah Biaya

1. Pemasangan instalasi listrik

2. Pemasangan instalasi air (PAM)

3. Pemasangan instalasi telepon

4. Pemasangan instalasi internet

5. Dan lain-lain

Total Biaya Pemasangan Sarana Penunjang :

5.6. Mesin dan Peralatan

15
Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan
juga harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap
selalu berkaitan dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan.
Nama Merk Jumlah Unit Harga Jumlah Harga
Mesin/Peralatan

Total Pembelian
Mesin/Peralatan

5.7. Bahan Baku dan Bahan Pembantu


Nama Bahan Baku Merk Jumlah Harga Jumlah Harga
Unit

3.

Total Pembelian Bahan


Baku

Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama


untuk perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan
adalah suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembe-lian, ketersediaan,
dan persediaan.

5.8. Tenaga Produksi (Tenaga Kerja Langsung)

Perencanaan tenaga kerja langsung (TKL), juga perlu memperhatikan hal-hal


mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga yang dibu-tuhkan, dan persyaratan
kerja.

16
A. Sistem Harian:
Jenis Kegiatan Tarif/Upah Jumlah Jumlah Hari Jumlah (Rp.)
per hari Tenaga Kerja/Tahun
Kerja

3.

Total Upah Tenaga


Produksi Sistem Harian

B. Sistem Borongan
Jenis Kegiatan Tarif/Unit Jumlah Jumlah Harga Beli
Produksi/Tahun

Total Upah Tenaga


Produksi Sistem
Borongan:

5.9. Biaya Umum Usaha/Pabrik


Sebagai komponen biaya modal kerja yang terakhir, perlu juga diren-
canakan biaya-biaya penunjang (sarana dan prasarana), misalnya seba-gai
berikut:

Jenis Biaya Umum Usaha/Pabrik Jumlah Biaya/Tahun

Pemeliharaan mesin dan peralatan

Suku cadang, bahan bakar, oli, dsb.

Rekening listrik, air, telepon.

Pemeliharaan bangunan

Total Biaya Umum Usaha/Pabrik per tahun:

17
6. ASPEK KEUANGAN
6.1. Strategi Sumber Pendanaan Usaha
Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional ada-ah
tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi meng-impun
dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam
bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya. Lembaga inter-ediasi yang
ada dibedakan dalam 3 kategori yakni :

a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan


b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang
Koperasi
c. Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang
Lembaga keuangan mikro yang membantu mengembangkan iklim
wirausaha di Indonesia diatur dalam Surat Edaran Menteri Keuangan No.
SE-31/MK/2000 tanggal 5 Mei 2000 tentang Pelaksanaan Program PUKK.
Dalam hal ini Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi mengacu kepada
Surat Keputusan Menteri Keuangan No.316/KMK.016/1994 tanggal 27
Juni 1994 yang menggantikan Surat Keputusan Menteri BUMN/Kepala
Badan Pembina BUMN No. Kep.216/M-PBUMN/1999 tanggal 28
September 1999.

Sumber pendanaan dari Program Pembinaan Usaha Kecil dan Kope-asi


(PUKK) berasal dari penyisihan laba BUMN termasuk saldo dana
Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun-tahun sebe-umnya
yang merupakan sumber pendanaan utama dalam merealisir terwujudnya
pemerataan kehidupan perekonomian masyarakat mela-ui kemitraan
dengan para pengusaha kecil dan koperasi serta ling-ungan masyarakat
sekitarnya.

Pelaksanaan Program Pembinaan Usaha Kecil, Koperasi (PUKK) dan Bina


Lingkungan dilaksanakan di dalam lingkup masyarakat yang bertujuan
untuk mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi rak-yat, melalui
pemerataan di sektor ekonomi dimana anggota masya-rakat golongan
pengusaha kecil dan koperasi diberi kesempatan untuk melakukan
perluasan usahanya, berdasarkan bantuan pinjaman untuk modal kerja /
pinjaman lunak yang berasal dari penyisihan laba BUMN.

6.2. Proyeksi Keuangan


Aspek finansial dari proposal bisnis harus dapat memperlihatkan potensi
dana yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan
usaha, termasuk di dalamnya 3 perfoema laporan keuangan: neraca, rugi-

18
laba, dan cash flow. Secara ringkas, dapat diberikan format sederhana
perhitungan kelayakan usaha secara finansial sebagai berikut:

A. Sumber Pendanaan
Persentase (%) Jumlah
Uraian
(a) (b) (c = a + b)
1. Modal Sendiri
2. Pinjaman
Jumlah (1+2)
B. Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi
Banyaknya Harga/Unit Jumlah
Uraian
(1) (2) (3 = 1 x 2)
a. Tanah
b. Bangunan
c. Mesin/Peralatan
d. Peralatan Kantor
e. Alat angkut
f. Infrastruktur
g. Biaya pra operasi
Jumlah

C. Kebutuhan Pembiayaan/Modal Kerja


Banyaknya Harga/Unit Jumlah
Uraian
(1) (2) (3 = 1 x 2)
a. Bahan Baku
b. Persediaan Bahan
c. Produk dalam
proses
d. Piutang
e. Uang Kas
Jumlah

D. Analisa Biaya Tetap


Banyaknya Harga/Unit Jumlah
Uraian
(1) (3) (3 = 1 x 2)
a. Gaji
b. Penyusutan
c. Bunga Pinjaman
d. Biaya Pemasaran
e. Biaya Lainnya

19
Jumlah
E. Analisa Biaya Tidak Tetap
Banyaknya Harga/Unit Jumlah
Uraian
(1) (2) (3 = 1 x 2)
a. Upah
b. Biaya Bahan
Jumlah
F. Proyeksi Aliran Kas Usaha
Tahun
Uraian
1 2 3 4 5
a. Sumber dana (in flow)
b. Penggunaan dana (out
flow)
c. Arus kas bersih (net flow =
a b)
d. Keadaan kas awal
e. Keadaan kas akhir (c + d)

6.3. Analisa Kelayakan Usaha


Analisis investasi digunakan untuk mengukur nilai uang atau tingkat
pengembalian dari investasi yang ditanamkan dalam suatu usaha pada
masa yang akan datang. Hal ini sangat penting dilakukan sebelum
implementasi investasi yang sering mempertaruhkan dana yang sangat
besar. Dengan melakukan berbagai macam simulasi tersebut, akan
diketahui besarnya faktor-faktor resiko yang akan dihadapi, dan yang
mempengaruhi layak atau tidaknya suatu rencana investasi. Beberapa
metode analisa yang dapat dipergunakan adalah :

A. Metode Non-Discounted Cash Flow

Non-Discounted Cash Flow adalah metode pengukuran investasi dengan


melihat kekuatan pengembalian modal tanpa mempertimbangkan nilai
waktu terhadap uang (time value of money). Metode yang dipergunakan
adalah Pay Back Period (PBP) Method, dengan formula umum sbb:

Total Investasi

Pay Back Period = --------------------------------------- x 1 tahun

20
Net Income + Depreciation

Metode PBP merupakan alat ukur yang sangat sederhana, mudah


dimengerti dan berfungsi sebagai tahapan paling awal bagi penilaian suatu
investasi. Model ini umum digunakan untuk pemilihan alter-natif-alternatif
usaha yang mempunyai resiko tinggi, karena modal yang telah ditanamkan
harus segera dapat diterima kembali secepat mungkin. Kelemahan utama
dari metode PBP ini adalah:

Tidak dapat menganalisa penghasilan usaha setelah modal kembali.


Tidak mempertimbangkan nilai waktu uang

B. Metode Discounted Cash Flow

Discounted Cash Flow adalah metode pengukuran investasi dengan


melihat nilai waktu uang (time value of money) dalam menghitung tingkat
pengembalian modal pada masa yang akan datang.

1. Net Present Value (NPV)


NPV didefinisikan sebagai selisih antara investasi sekarang dengan nilai
sekarang (present value) dari proyeksi hasil-hasil bersih masa datang
yang diharapkan. Dengan demikian, NPV dapat dirumuskan:

NPV = PV of Benefit PV of Capital Cost atau karena PV = (C / (1+i) n),


maka:

C C

NPV = ----------- + -----------

(1 + i) n
(1 + i)n

di mana: i = bunga tiap periode

N = periode (tahun, bulan)

- C = modal (capital)

C = hasil bersih (proceed)

Kriteria yang dipergunakan dalam penilaian NPV adalah sbb:

21
1). Jika NPV = 0 (nol), maka hasil investasi (return) usaha akan sama
dengan tingkat bunga yang dipakai dalam analisis, atau dengan
kata lain usaha tidak untung maupun rugi (impas).

2). Jika NPV = (negatif), maka investasi tersebut rugi atau hasilnya
(return) di bawah tingkat bunga yang dipakai.

3). Jika NPV = + (positif), maka investasi tersebut mengun-tungkan


atau hasilnya (return) melebihi tingkat bunga yang dipakai.

Kelemahan utama dari metode NPV ini adalah bahwa ia tidak


menganalisis pemilihan alternatif usaha-usaha dengan jumlah investasi
yang berbeda.

2. Profitability Index (PI)


Metode analisa PI sangat mirip dengan analisa NPV, karena kedu-anya
menggunakan komponen perhitungan nilai-nilai sekarang (present
value). Perbedaannya adalah bahwa satuan yang dipakai dalam NPV
adalah nilai uang, sedangkan dalam PI adalah indeks. Rumus
perhitungan PI adalah sebagai berikut:

PV of Benefit

Profitability Index = ---------------------------

PV of Capital Cost

Kriteria penilaian investasi dengan menggunakan PI juga mirip


dengan NPV, yaitu sebagai berikut:

- Jika PI > 1, maka investasi dikatakan layak


- Jika PI < 1, maka investasi dikatakan tidak layak
- Jika PI = 1, maka investasi dikatakan BEP

3. Internal Rate of Return (IRR)


Internal Rate of Return didefinisikan sebagai besarnya suku bunga
yang menyamakan nilai sekarang (present value) dari investasi de-
ngan hasil-hasil bersih yang diharapkan selama usaha berjalan.

22
Patokan yang dipakai sebagai acuan baik tidaknya IRR biasanya
adalah suku bunga pinjaman bank yang sedang berlaku, atau suku
bunga deposito jika usaha tersebut dibiayai sendiri.

Perhitungan IRR secara manual cukup kompleks, karena harus


menggunakan beberapa kali simulasi atau melakukan pola try and
error. Namun demikian, untuk skenario dua nilai NPV yang telah
diketahui sebelumnya, IRR dapat dirumuskan sebagai:

|
NPV1

IRR = i1 + (i2 i1) x ----------------------- x 100%

(NPV1 NPV2)
|
di mana: NPV1 harus di atas 0 (NPV1 > 0)

NPV2 harus di bawah 0 (NPV2 < 0)

6.4. Analisa Keuntungan

Analisa keuntungan ditujukan terhadap rencana keuntungan (pene-tapan


keuntungan) dengan menyesuaikan atau set-up harga dan volu-me
penjualan yang dapat diserap oleh pasar dengan mempertimbang-kan
kebijaksanaan dari pesaing. Analisa keuntungan ini harus selalu dilakukan
dalam atau dengan acuan periode tertentu.

1. Break Even Point (BEP)


Analisa BEP atau titik impas atau titik pulang pokok adalah suatu
metode yang mempelajari hubungan antara biaya, keuntungan, dan
volume penjualan/produksi. Analisa yang juga dikenal dengan isti-lah
CPV (Cost-Profit-Volume) ini dilakukan untuk mengetahui tingkat
keuntungan minimal yang harus dicapai, di mana pada tingkat terse-
but perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.

Dalam analisa BEP, faktor-faktor biaya dibedakan menjadi:

- Biaya semi variabel, yaitu biaya yang akan ikut berubah jum-lahnya
dengan perubahan volume penjualan atau produksi, namun tidak
secara proporsional. Biaya ini sebagian akan dibe-bankan pada pos

23
biaya tetap, dan sebagian lagi akan dibeban-kan pada pos biaya
variabel.
- Biaya variabel, adalah biaya yang akan ikut berubah secara pro-
porsional dengan perubahan volume penjualan atau produksi.
- Biaya tetap, adalah biaya yang tidak akan ikut berubah dengan
perubahan volume penjualan atau produksi.

Analisa BEP dihitung dengan formula sebagai berikut:

Biaya Tetap

BEP = --------------------------------------------- x 100%

Hasil Penjualan Biaya Variabel

atau dapat juga dituliskan sebagai:

Biaya Tetap

BEP = --------------------------------------

1
| Biaya Variabel

-----------------------
|
Hasil Penjualan

2. Kontribusi Margin
Kontribusi margin adalah selisih antara hasil penjualan dengan biaya
variabel. Tujuan utama dari pengukuran kontribusi margin ini adalah
analisa penentuan keuntungan maksimum atau kerugian mini-mum.
Yang pertama perlu diketahui adalah rasio kontribusi margin, yaitu
rasio antara biaya variabel dengan hasil penjualan. Lebih jelasnya,
dapat dilihat dari rumusan berikut:

| |
Biaya Variabel

Rasio kontribusi margin = 1 ------------------------

Hasil Penjualan

24
Dengan demikian, rumusan untuk menetapkan penjualan minimal dari
keuntungan yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

Biaya Tetap + Laba

Minimal Penjualan = -----------------------------------

| Biaya Variabel
|
1 -------------------------

Hasil Penjualan

Pada saat menyajikan rencana usaha kepada para investor maupun para kreditor,
hal-hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan/pengusaha adalah sebagai berikut
:

1. Usahakan rencana bisnis yang disusun tidak terlalu tebal tetapi lengkap,
artinya mencakup berbagai informasi yang dibutuhkan oleh evaluator baik
dari piahk investor maupun kreditor untuk melakukan pengambilan
keputusan. Uraian lebih rinci sebaiknya dibuat dalam bentuk lampiran.
Kuratko dan Hodgetts (2004) menyarankan agar tebal rencana bisnis tidak
lebih dari 50 halaman.
2. Penampilan rencana bisnis harus dibuat menarik karena investor dan
kreditor akan memperoleh kesan pertama terhadap perusahaan yang
sedang mencari pendanaan dari penampilan rencana bisnis yang diajukan
kepada mereka.
3. Sampul depan rencana bisnis harus memuat nama perusahaan, alamat,
nomor telpon perusahaan, dan bulan serta tahun rencana bisnis
dikeluarkan. Hal tersebut untuk memudahkan calon investor atau kreditor
melakukan komunikasi dengan perusahaan atau pada saat mereka
memberikan jawaban balasan terhadap rencana bisnis yang disampaikan
perusahaan. Pada bagian dalam dari sampul, harus dituliskan jumlah
salinan/copy bisnis yang diedarkan. Hal ini akan memberi kesan kepada
calon investor maupun kreditor bahwa mereka adalah pihak yang
diprioritaskan oleh perusahaan dalam memperoleh penawaran rencana
bisnis.
4. Rencana bisnis yang baik harus mencantumkan ringkasan eksekutif
(executive summary) yang dapat disampaikan dalam 2-3 halaman yang
memuat penjelasan mengenai keadaan usaha saat ini. Ringkasan tersebut
dapat berisi produk dan jasa yang dihasilkan, manfaat produk bagi

25
pelanggan, ramalan keuangan, tujuan perusahaan dalam jangka panjang
(lebih dari lima tahun), jumlah dana yang dibutuhkan, serta manfaat yang
akan diterima oleh investor.
5. Penyusunan rencana bisnis harus diorganisasikan dengan baik.

Rencana usaha yang baik akan mencantumkan risiko utama dari suatu bisnis
yang akan dijalankan.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Rencana bisnis (business plan) merupakan dokumen tertulis yang


dipersiapkan oleh seorang pengusaha yang mendiskripsikan semua elemen
eksternal dan elemen internal yang relevan yang terlibat dalam
pembentukan sebuah perusahaan baru.
Sebuah perencanaan usaha paling tidak mempunyai fungsi dan tujuan
utama yakni:
1. Sebagai Rencana Aksi (Action Plan)
2. Sebagai Peta Jalan (Road Map)
3. Sebagai Alat Penjualan (Sales Tool)
Penyebab kesalahan rencana bisnis antara lain:
1. Tidak kompeten
2. Kurang pengalaman kerja
3. Pengalaman yang tidak berimbang
4. Tidak berpengalaman di lini produk/servis
5. Lalai
6. Kesalahan atau bencana
7. Tidak diketahui

26
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Konsep Dasar Kewirausahaan. Jakarta: Direktorat Pembinaan


Kursus dan Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Non Fornal Dan
Formal, Kementerian Pendidikan Nasional.

Supriyanto. 2009. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 6 Nomor 1: Business


Plan Sebagai Langkah Awal Memulai Usaha. Jogjakarta: Universitas
Negeri Yogyakarta.

Yushita, Amanita Novi. Business Plan Bagi Wirausaha Pemula. Jogjakarta:


Universitas Negeri Yogyakarta.

27
LAMPIRAN PROPOSAL

BISNIS PLAN

28
JILBAB SHOP

Oleh :

Citra Mulia 1110011211190

Dosen : ERNIZA PRATIWI, M.Farm.,Apt

Mata Kuliah : Kewirausahaan

29
I. LATAR BELAKANG
Bukittinggi merupakan sebuah kota yang berada di Sumatera Barat yang dikenal
sebagai salah satu Kota Pariwisata dan tempat produksi jilbab. Jilbab yang diproduksi di
Bukittinggi relatif lebih murah dijual dipasaran jika dibandingkan dengan daerah daerah
lain. Dan juga jilbab yang diproduksi di Bukittinggi memiliki ciri khas dan keunikan
tersendiri sehingga jilbab yang dihasilkan lebih kreatif dan inovatif.

Selain itu juga, trend jilbab yang sedang booming saat ini akan sangat
mempengaruhi minat seseorang dan dapat mendongkrak penjualan jilbab. Baik kalangan
muda ataupun Ibu Rumah tangga berlomba lomba dalam mengkreasikan pemakaian
jilbab yang unik dan inovatif sehingga terlihat modis dan elegan.

Dengan memanfaat trend dan lokasi yang strategis ini maka dianggap bisnis ini
dapat dijalankan dengan mengincar pasar kalangan muda, wanita karir, ibu rumah tangga
dan bahkan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia khususnya ke
bukittinggi.

II.TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan Usaha Jilbab Shop sebagai berikut :

a. Menerapkan ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan dan menambah


pengalaman bagi pemilik usaha.

b. Menyediakan Jilbab yang berdesain unik, simple dan berkualitas tinggi serta
mampu meningkatkan nilai gengsi si pemakai

Manfaat Usaha Jilbab Shop sebagai berikut :

a. Meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pembukaan lapangan pekerjaan


serta mengurangi pengangguran.

b. Meningkatkan produk domestik bruto (PDB) negara.

III. RUANG LINGKUP BISNIS

30
Jilbab Shop merupakan rumah produksi jilbab yang khusus memproduksi jilbab
berbahan sifon, paris dan kaos. Proses penjahitan jilbab menggunakan tenaga penjahit
yang handal. Desain Jilbab selain mengacu pada desain yang sedang trend saat ini, juga
merupakan desain orisinil dari rumah produksi.

Rumah produksi Jilbab Shop selain menggunakan kualitas desain sebagai


kekuatan juga menggunakan jaringan pemasaran via offline dan online guna memasarkan
produknya ke berbagai wilayah. Penggunaan media sosial seperti blog, facebook, grup
BlackBerry Messengger dan twitter pun dipergunakan untuk memasarkan produknya.

IV. STAKE HOLDER, LOKASI, MODAL USAHA DAN MANAJEMEN BISNIS

Rumah produksi Jilbab Shop dimiliki oleh 4 (empat) orang pemilik yang
memantau seluruh kegiatan, mulai dari pencarian bahan jilbab, desainer, pemasaran via
offline dan online serta proses manajemennya. Pemilik usaha mendayagunakan penjahit
Jilbab yang ada di daerah Bukittinggi sehingga secara tidak langsung ikut memberikan
pekerjaan kepada mereka. Ongkos penjahit dibayarkan sesuai berapa banyak jilbab yang
berhasil mereka jahit. Manajemen diatur oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya
belanja bahan, gaji penjahit, desain jilbab yang akan dibuat, serta proses pemasarannya.

Rumah produksi Jilbab Shop merupakan bentuk badan usaha dengan modal milik
pribadi. Dalam proses rintisan awal ini sistem produksi masih mengandalkan trend jilbab
yang sedang booming dipasaran, sehingga pemilik masih perlu banyak belajar untuk
dapat menjadi trend center masyarakat.

Rumah produksi Jilbab Shop berlokasi di Padang Luar Bukittinggi Provinsi


Sumatera Barat. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan biaya produksi karena pusat
pembelian bahan, penjahit berada didaerah tersebut dan daerah ini sudah dikenal
masyarakat luar sebagai daerah produksi jilbab yang unik dan harganya relatif lebih
murah jika dibandingkan dengan daerah lain.

Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat mulai dari menengah
ke bawah hingga ke atas. Meskipun lokasi perusahaan berada di daerah Padang Luar,
dilihat dari sisi hulu, hal ini merupakan keuntungan perusahaan. Bukittinggi yang

31
terkenal sebagai kota wisata juga merupakan keuntungan, karena perusahaan tidak perlu
menjual ke luar daerah namun para calon pembeli sudah datang sendiri ke Bukittinggi.

V. MARKETING PLAN

Deskripsi Sektor Industri


Rumah produksi Jilbab Shop merupakan jenis usaha mikro kecil dan
menengah (UMKM). Usaha pembuatan Jilbab di Bukittinggi sendiri sudah
cukup banyak, namun hanya dipasarkan di dalam daerah sangat jarang yang
dipasarkan keluar daerah sehingga ini merupakan peluang besar yang masih
bisa dikerjakan.

Dalam pengembangan usaha pembuatan jilbab ini, ada faktor-faktor yang


mempengaruhi berkembang atau tidaknya usaha ini, yaitu:

a. Banyaknya usaha pembuatan Jilbab di wilayah Bukittinggi


b. Inovasi produksi jilbab merupakan kekuatan untuk menjadi pembeda. Rumah
produksi Jilbab Shop sendiri khusus memproduksi jilbab yang menjadi trend
di kawasan nasional bahkan internasional
c. Kegiatan promosi penting dilakukan mengingat banyak usaha sejenis yang sudah
berkembang.
d. Adanya fasilitas khusus bagi pelanggan yang tidak dipunyai usaha lain.
e. Tata cara pengemasan yang baik guna menambah nilai estetika jilbab
f. Pelayanan yang ramah dapat menjadi modal utama guna menarik konsumen.
Pelayanan ramah juga akan meningkatkan citra perusahaan di mata konsumen
sehingga diharapkan konsumen senang dan mau membeli produk kita lagi.

Analisis Potensi Pasar, Konsumen dan Kompetitor


Target konsumen pada usaha Jilbab Shop adalah kalangan kwala muda, ibu
rumah tangga, wanita karir dan para wisatwan yang datang ke bukittinggi.
Perusahaan juga melayani pesanan dari luar daerah melalui jaringan online
shop. Proses pengemasan jilbab juga dibuat secantik mungkin sehingga
memberi kesan bahwa kami juga ikut memperhatikan keindahan dan kerapian.

32
VI. PROGRAM MARKETING FIX

Produk

Jilbab yang diproduksi oleh rumah produksi Jilbab Shop merupakan jenis
Jilbab yang sedang trend, yang dibuat dari bahan sifon, paris dan kaos yang
memiliki kualitas tinggi, sehingga nyaman saat dipakai dan berbahan lembut
serta menyerap keringat sehingga konsumen akan senang menggunakan jilbab
tersebut. Selain itu juga desain yang diberikan unik, simple dan telah
diaplikasikan sehingga memudahkan saat pemakaian jilbab sehingga tidak
membuat waktu terlalu lama.

Harga

Harga produk Jilbab Jilbab Shop bervariasi tergantung dari desain dan bahan
yang digunakan. Harga tersebut berkisar dari Rp 45.000,- hingga Rp 100.000,-.
Harga yang tinggi ini mengingat produk yang dipasarkan unik dan berbeda
dengan jilbab shop jilbab shop lainnya.

Promosi

Strategi promosi yang dilakukan pada pemasaran produk Jilbab Shop, sebagai
berikut :
a. Promosi melalu media internet, seperti blog, facebook, grup BBM dan twitter.
b. Memberikan diskon khusus bagi pembeli yang membeli produk minimal 3 pcs
c. Memberikan kartu keanggotaan member Jilbab Shop yang memiliki harga
khusus berbeda dengan harga normal
d. Sebagai supplier di toko toko jilbab yang ada di Bukittinggi
e. Menerima pelanggan yang ingin menjadi reseller Jilbab Shop
f. Promosi tak langsung diharapkan melalui penyebaran dari mulut ke mulut .

Tempat

Tempat pembuatan produk Jilbab Shop berada di kawasan padang luar,


Bukittinggi.

33
VII. OPERATION PLAN

Kapasitas Produk dan Lokasi


Jilbab Shop melayani proses pembuatan Jilbab. Dengan pendayagunaan para
penjahit di Bukittinggi, kapasitas produksi dapat ditingkatkan karena daerah
tersebut merupakan sentra pengrajin jilbab.

Teknologi dan Proses Produksi


Dalam proses pembuatannya, jilbab Jilbab Shop menggunakan tenaga
penjahit yang handal dan didesain sendiri oleh pemilik usaha. Untuk beberapa
bagian dikerjakan secara handmade karena mengingat nilai estetika dan desain.

Adapun proses pembuatan Jilbab Shop dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah
ini.

Proses desain jilbab

Pemotongan pola jilbab sesuai


desain

Proses penjahitan

Finishing, pelabelan, pengemasan

Penjualan

Gambar. Proses Produksi

Proses produksi dimulai dari pembuatan desain. Desain jilbab yang telah jadi
kemudian diimplementaskan ke dalam pola. Pemotongan bahan dilakukan
secara hati-hati. Hasil desain kemudian dicetak dan diserahkan kepada para
penjahit beserta pola yang sudah dipotong. Penjahit diberi penjelasan mengenai
bagian-bagian penting mana yang membutuhkan perlakuan khusus. Ketika
produk sudah jadi, kemudian dilakukan proses finishing, pelabelan serta
pengemasan. Produk Jilbab Shoppun siap dipasarkan.

34
Peralatan dan Bahan Baku
Peralatan utama yang digunakan, meliputi:
a. 1 mesin jahit
b. 4 buah gunting

Untuk bahan baku yang dibutuhkan, meliputi:


a. Bahan Sifon, Paris dan Kaos
b. Benang
c. Jarum
d. Palstik transparan

Organisasi dan Manajemen


Rumah produksi Jilbab Shop merupakan usaha yang dimiliki oleh 4 (empat)
orang. Pemilik ini melakukan pengawasan mulai dari proses pencarian bahan
untuk motif jilbab hingga proses pemasaran. Untuk proses penjahitan
diserahkan ke para penjahit spesialis di derah Bukittinggi. Manajemen diatur
oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya bahan, gaji pekerja, biaya
pengemasan, hingga ke pemasaran.

VIII. FINANCIAL PERFORMANCE

Permodalan
Struktur Permodalan merupakan modal bersama, yang terdiri dari 4 (empat)
orang sebesar Rp 4.000.000,- (empat juta rupiah) sehingga dapat memenuhi
pengeluaran yang dibutuhkan. Rencana penggunaan modal dapat dilihat pada
Tabel berikut :

Rencana Penggunaan Modal

35
Kebutuhan Operasional
Biaya Awal
Pembuatan lebel Rp 1.000
Biaya sablon plastik Rp 500
Plastik transparan Rp 1.000
Biaya Lainnya Rp 500
Total Biaya Awal Rp 2.000
Biaya Bahan (/meter)
Bahan Kain (ex : Sifon) Rp 15.000
Dalam Jilbab Rp 10.000
Assesoris Rp 10.000
Biaya lainnya Rp 5.000
Total Biaya Bahan Rp 40.000
Biaya Tenaga Kerja
Biaya penjahit Rp 5.000
Honor Pemilik Usaha (Manajemen) / hari Rp 10.000
Total Biaya Tenaga Kerja Rp 15.000
Total Kebutuhan Dana (1 jilbab) Rp 57.000

Untuk saat ini pemilik usaha masih bekerja sama dengan pihak luar dalam
pengerjaan jilbabnya, sehingga ada pengeluaran biaya untuk upah/gaji atas jasa
penjahit. Dan untuk kedepannya harapan pemilik usaha dapat mengerjakannya
sendiri dengan merekrut tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja bagi
masyarakat yang ada disekitar Bukitttinggi. Adapun asumsi modal sebagai
berikut :

Rencana Penggunaan Modal

36
Kebutuhan Operasional
Biaya Awal
Pembelian Mesin jahit (singer) Rp 2.000.000
Pemeliharaan Mesin Rp 50.000
Benang dan Jarum Rp 75.000
Biaya Lainnya Rp 50.000
Sewa tempat produksi (1 tahun) Rp 3.000.000
Sewa Toko / Butik (1 tahun) Rp 10.000.000
Plastik Transparan Rp 1.000
Biaya lainnya Rp 1.000.000
Total Biaya Awal Rp 16.176.000
Biaya Bahan (/meter)
Bahan Kain (ex : Sifon) Rp 15.000
Dalam Jilbab Rp 10.000
Assesoris Rp 10.000
Biaya lainnya Rp 5.000
Total Biaya Bahan Rp 40.000
Biaya Tenaga Kerja
Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000
Biaya Pelatihan Tenaga Kerja/Training Rp 500.000
Total Biaya Tenaga Kerja Rp 1.500.000
Total Kebutuhan Dana Rp 17.716.000

Break Event Point (BEP)


Proyeksi keuangan Jilbab Shop akan didasarkan pada asumsi bahwa rata-rata
penjualan dalam dalam 1 bulan sebanyak 50 Jilbab, sehingga BEP dapat
dihitung dengan cara:

f
BEP=
Pv

Dimana, BEP = Titik produksi pada titik impas


f = Biaya tetap produksi
P = Harga produk
v = Biaya variable

Maka perhitungannya:

37
16.176 .000 16.176.000
BEP= = =270
100.00040.000 60.000

Dari perhitungan BEP untuk menutup biaya produksi cukup dengan


menghasilkan 270 jilbab yang laku dijual, dan asumsi jumlah hari dalam 1
tahun adalah 365 hari sehingga jilbab yang mampu diproduksi dan laku dijual
akan lebih dari 270 jilbab dan dengan demikian biaya produksi dapat terpenuhi.

Sales Forecast
Rumah produksi Jilbab Shop diperkirakan akan mengalami kenaikan
penjualan mengingat trend dan minat seseorang yang semakin tinggi untuk
menggunakan jilbab. Dan hal ini dapat diramalkan sesuai tabel dibawah ini :

Ramalan Penjualan
Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016
Jumlah
300 Jilbab 350 Jilbab 400 Jilbab 450 Jilbab
penjualan
Harga per
Rp 100.000 Rp 110.000 Rp 120.000 Rp 130.000
jilbab
Total
Rp 30.000.000 Rp 38.500.000 Rp 48.000.000 Rp 58.500.000
Penjualan

Proyeksi Masa Depan


Produk Jilbab merupakan produk yang peminatnya selalu tersedia di seluruh
Indonesia bahkan keluar indonesia. Terkenalnya kota Bukittinggi sebagai kota
tujuan wisata bukan tidak mungkin akan ikut meningkatkan nilai jual dari
produk Jilbab Jilbab Shop ini. Pemerintah Indonesia juga sedang gencarnya
mempromosikan produk dalam negeri untuk dapat menjadi tuan rumah di
negeri sendiri. Pasar ekspor yang semakin meningkat setiap tahunnya bukan
tidak mungkin akan membuat rumah produksi Jilbab Shop menjadi semakin
besar dan berkembang. Trend saat ini juga yang membuat wanita dari berbagai
kalangan berminat untuk menggunakan jilbab, karena pengaplikasian jilbab
semakin kreatif dan inovatif. Sehingga wanita yang menggunakan jilbab terlihat
lebih modis dan feminim.

38
IX. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan biaya modal dan penjualan, rumah produksi
Jilbab Jilbab Shop layak untuk didirikan. Adapun beberapa hal yang harus
diperhatikan yaitu :
a. Perlunya penangan biaya operasional sekecil mungkin,
b. Peninjauan lokasi yang strategis untuk digunakan sebagai toko/outlet.
c. Penanganan biaya asset sekecil mungkin.
d. Peningkatan kualitas dari produk yang dihasilkan.
e. Peningkatan pelayanan dari perusahaan, terutama pada sisi pemasaran.

39