Anda di halaman 1dari 14

1

METODOLOGI PENELITIAN

BAB 5

CARA MENGKAJI LITERATUR dan MELAKUKAN STUDI yang ETIS

DISUSUN OLEH:

SUMIATI (041524253001)

ANUGERAH NURFITRIA (041524253042)

ARDINA ZAHRAH FAJARIA (041524253045)

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS AIRLANGGA

2016
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

BAB 5 CARA MENGKAJI LITERATUR dan MELAKUKAN STUDI yang ETIS......... 1

TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................................... 1

Meta-Analisis Literatur................................................................................................... 2

Dimana Menemukan Tinjauan Pustaka.......................................................................... 2

Cara Melakukan Tinjauan Pustaka yang Sistematis....................................................... 3

Cara Mengevaluasi Artikel Penelitian............................................................................ 3

Cara Mencatat................................................................................................................. 3

Merencanakan Dan Menulis Tinjauan Pustaka............................................................... 4

Cara Penggunaan Internet Untuk Penelitian Sosial........................................................ 4

ETIKA DALAM PENELITIAN SOSIAL.......................................................................... 5

Penelitian Individu.......................................................................................................... 6

Alasan Berperilaku Etis.................................................................................................. 6

Kekuasaan....................................................................................................................... 6

Persoalan Etika yang Melibatkan Peserta Penelitian...................................................... 7

Populasi Khusus dan Ketimpangan Baru....................................................................... 9

Privasi, Anonimitas, dan Kerahasiaan............................................................................ 9

Etika dan Komunitas Ilmiah........................................................................................... 10

Etika dan Sponsor Penelitian.......................................................................................... 10

Etika Penelitian Komunitarian Feminis.......................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA

ARTIKEL TERKAIT

i
1

BAB 5

CARA MENGKAJI LITERATUR dan MELAKUKAN STUDI yang ETIS

Dalam merancang suatu penelitian, akan dihadapkan pada dua hal. Pertama, apakah
penelitian terdahulu relevan dengan pertanyaan penelitian yang akan dilakukan. Kedua, apa
saja yang harus dilakukan ketika mengumpulkan data, bagaimana teknik pengumpulan
datanya.

TINJAUAN PUSTAKA

Tahap awal dan penting dalam melakukan penelitian adalah meninjau pengetahuan
yang sesuai dengan pertanyaan penelitian yang akan dilakukan. Dengan melakukan tinjauan
pustaka, dapat membentuk ide dan belajar dari hal-hal yang telah dilakukan oleh orang lain
dan menjadikannya sebagai dasar. Berbagai jenis kajian yang berbeda lebih kuat dalam
memenuhi salah satu dari empat tujuan berikut:

1. Untuk menunjukkan pemahaman terhadap disiplin ilmu dan menetapkan kredibilitas.


2. Untuk menunjukkan jalan penelitian sebelumnya dan keterkaitan penelitian yang akan
dilakukan dengan penelitian tersebut.
3. Untuk mengintegrasikan dan meringkas berbagai hal yang diketahui dalam suatu bidang.
4. Untuk belajar dari orang lain dan merangsang ide-ide baru.
Jenis tinjauan pustaka:

1. Tinjauan Konteks. Mengaitkan suatu penelitian tertentu kepada disiplin ilmu yang lebih
besar. Sering muncul pada awal laporan penelitian.
2. Tinjauan Sejarah. Dengan menelusuri persoalan sepanjang waktu. Ditunjukkan dengan
cara konsep, teori, atau metode penelitian yang dikembangkan dari waktu ke waktu.
3. Tinjauan Integratif. Dengan menyajikan dan merangkum keadaan pengetahuan saat ini
mengenai suatu topik.
4. Tinjauan metodologi. Dengan membandingkan dan mengevaluasi kekuatan metodologi
relatif dari berbagai penelitian dan menunjukkan metodologi yang berbeda-beda, seperti
desain, ukuran, sampel penelitian yang mungkin dapat mempengaruhi hasil yang berbeda.
5. Tinjauan penelitian sendiri. Dengan menunjukkan pemahaman peneliti mengenai bidang
subjek tertentu.
6. Tinjauan teoritis. Dengan menyajikan beberapa teori atau konsep yang berfokus pada
topik yang sama dan membandingkannya.

Meta-Analisis Literatur
2

Merupakan teknik khusus yang digunakan untuk membuat tinjauan integratif atau
tinjauan metodologi dengan mengikutsertakan pengumpulan rincian mengenai berbagai
penelitian sebelumnya dan menyatukan hasilnya. Tahap-tahap dalam melakukan meta-analisis
adalah:

1. Mencari semua penelitian yang potensial pada suatu topik tertentu.


2. Mengidentifikasi dan mencatat informasi yang relevan untuk setiap studi.
3. Menyatukan dan menganalisis informasi menjadi temuan yang luas.
4. Menarik kesimpulan berdasarkan temuan tersebut.
Dalam penelitian kuantitatif, informasi yang relevan yang dapat diperoleh mencakup
ukuran sampel, ukuran variabel, kualitas metodologi, dan ukuran efek dari variabel, dan
informasi ini dianalisis secara statistik. Berbeda dengan meta-analisis pada penelitian
kualitatif, yang menyediakan informasi meliputi deskriptif kualitatif yang dikodekan kedalam
kategori dan disintesis secara kualitatif.

Dimana Menemukan Tinjauan Pustaka

Laporan mengenai studi penelitian dapat diperoleh dalam format sebagai berikut:

1. Kepustakaan Periodik (Periodicals). Hasil penelitian yang muncul di berbagai surat


kabar, majalah populer, televisi atau siaran radio, dan dalam rangkuman berita internet,
tetapi hasil tersebut bukan merupakan laporan penelitian yang lengkap. Ketika diminta
melakukan tinjauan pustaka, banyak mahasiswa tingkat akhir yang mencari topik dengan
menggunakan Google di internet atau mencari di surat kabar yang tidak ilmiah. Mahasiswa
tingkat akhir dan pascasarjana yang menulis makalah penelitian harus bergantung pada
literatur akademis dan yang asli yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah akademik.
2. Jurnal Ilmiah (Scholarly Journals). Jurnal ilmiah dipenuhi dengan laporan penelitian
yang telah diulas oleh sesama peneliti. Beberapa jurnal ilmiah merupakan jurnal khusus
dan hanya memiliki ulasan buku yang memberikkan komentar dan evaluasi mengenai
buku-buku akademis. Layanan pencarian artikel mungkin memiliki salinan jurnal ilmiah
yang lengkap dan tepat. Seperti, JSTOR.
3. Buku (Books). Tiga jenis buku berisi kumpulan artikel atau laporan penelitian. Pertama,
buku bacaan (reader) bisa mencakup laporan penelitian asli. Kedua, kumpulan artikel
jurnak atau mungkin mengandung penelitian asli atau esai teoritis mengenai suatu topik
tertentu. Yang terakhir, buku penelitian tahunan yang biasanya berisi penelitian yang tidak
ditemukan di tempat lain.
4. Disertasi (Dissertation). Disertasi merupakan karya yang terdapat di perpustakaan
universitas. Indeks khusus mencantumkan daftar disertasi yang telah diselesaikan oleh
mahasiswa di universitas-universitas yang terakreditasi.
5. Dokumen Pemerintah.
6. Laporan Kebijakan dan Penyampaian Makalah.

Cara Melakukan Tinjauan Pustaka yang Sistematis


3

1. Menetapkan dan menyempurnakan topik.


Untuk memudahkan dalam melakukan tinjauan pustaka, maka perlu untuk memulainya
dengan pertanyaan penelitian dan rencana yang terdefinisikan lebih jelas dan terfokus.
2. Merancang Pencarian.
Menetapkan parameter pencarian, yaitu seberapa lama untuk mencari, berapa jumlah
minimum laporan penelitian yang dicari dan sebagainya.
3. Mencari laporan penelitian.
4. Artikel dalam jurnal ilmiah.
5. Buku ilmiah.
6. Disertasi.
7. Dokumen Pemerintah.
8. Laporan Kebijakan dan Penyampaian Makalah.

Cara Mengevaluasi Artikel Penelitian

1. Periksa Judul.
Judul menggambarkan topik, mungkin menyebutkan satu atau dua variabel utama, dan
bercerita tentang latar belakang atau peserta.
2. Membaca Abstrak.
Abstrak menghindari referensi yang samar untuk implikasi di masa mendatang. Judul dan
abstrak dapat digunakan untuk menentukan relevansi artikel.
3. Membaca Artikel.
Membaca sepintas dan lalu beberapa paragraf pertama di awal dan dengan cepat membaca
kesimpulan, dapat memberikan gambaran tentang artikel tersebut.

Cara Mencatat

Sewaktu menemukan sumber-sumber baru sangat memungkinkan untuk membuat note


mengenai informasi bibiliografi untuk setiap sumber artikel yang diperoleh. Apa yang dicatat?
Secara umum yang dicatat adalah hipotesis yang diuji, pengukuran konsep-konsep utama,
temuan utama, rancangan dasar penelitian, kelompok atau sampel yang digunakan, dan
gagasan untuk studi lanjutan.

Setelah mengumpulkan beberapa referensi dan catatan, sebaiknya diorganisir dengan baik,
seperti dengan mengelompokkan berbagai studi atau temuan tertentu dengan membaca
catatan sekilas dan membuat mind map mengenai cara studi dalam artikel tersebut.

Merencanakan Dan Menulis Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka membutuhkan perencanaan dan penulisan yang jelas, serta


memerlukan penulisan ulang. Semua aturan menulis yang baik berlaku untuk menulis tinjauan
pustaka. Cara yang salah untuk menulis tinjauan adalah mencantumkan serangkaian laporan
penelitian dengan rangkuman temuan dari setiap laporan. Cara ini tidak dapat
4

mengkomunikasikan tujuannya. Cara yang benar untuk menulis tinjauan adalah menyatukan
dan mengatur temuan umum bersama-sama. Pendekatan yang diterima dengan baik adalah
pertama-tama menyampaikan ide yang paling penting, lalu secara logis mengaitkan
pernyataan atau temuan umum, lalu mencatat perbedaan dan kelemahannya.

Cara Penggunaan Internet Untuk Penelitian Sosial

Saat ini semua peneliti sosial menggunakan internet secara teratur untuk membantu
mereka meninjau literatur, berkomunikasi dengan peneliti lainnya, dan mencari informasi
lainnya. Menggunakan internet untuk penelitian sosial memiliki kelebihan dan kelemahannya
sendiri.

Kelebihan:

1. Internet mudah, cepat, dan murah.


Sumber daya yang nyaris gratis ini memungkinkan orang menemukan berbagai sumber
hampir dari seluruh tempat. Mencari informasi dalam jumlah besar secara elektronik lebih
mudah dan lebih cepat daripada pencarian manual. Setelah informasi tersebut ditemukan,
peneliti dapat menyimpannya secara elektronik atau menyetaknya pada situs lokal.
2. Internet memiliki tautan atau link yang memberikan cara-cara tambahan untuk mencari
dan menghubungkan kepada sumber informasi lain.
Internet menghubungkan pengguna kepada lebih banyak informasi dan menyediakan akses
kepada materi referensi silang.
3. Internet sangat mempercepat arus informasi di seluruh dunia dan memiliki efek
demokratisasi.
Mengakses beberapa laporan sepuluh tahun yang lalu memerlukan setidaknya seminggu
atau sebulan dan disertai biaya, namun saat ini Anda dapat mengaksesnya hanya dalam
hitungan detik dan tanpa biaya.
4. Internet menyediakan akses ke berbagai macam sumber informasi, beberapa diantaranya
dalam format yang cukup dinamis dan menarik.
Format yang cukup dinamis dan menarik disini mengarah pada mengakses laporan dalam
teks hitam putih, atau dengan warna-warna cerah, grafik, gambar bergerak, foto, dan
bahkan audio dan cuplikan video.
5

Kelemahan:

1. Tidak ada kontrol kualitas atas berbagai hal yang ditempatkan di internet.
Setelah Anda menemukan bahan di internet, dibutuhkan keterampilan untuk membedakan
informasi sampah dari informasi yang valid. Selain itu, internet lebih baik untuk melihat
cepat dan rentang perhatian yang singkat daripada membaca dan mempelajari isinya secara
pelahan, konsultatif, dan berhati-hati.
2. Banyak sumber yang sangat baik dan beberapa bahan sumber yang penting tidak
tersedia di internet.
Seringkali yang gratis itu terbatas, dan informasi yang lebih lengkap tersedia hanya untuk
mereka yang membayarnya.
3. Mencari sumber di internet memakan waktu lama.
Tidak mudah untuk menemukan bahan-bahan sumber tertenu. Search engine dapat
menampilkan puluh ribuan sumber, terlalu banyak bagi siapapun utnuk memeriksanya.
4. Sumber internet mungkin tidak stabil atau sulit untuk didokumentasikan.
Pastikan untuk mencatat url (unifrom resource locator) atau alamat web berada. Alamat ini
mengacu pada tempat file elektronik dalam komputer manapun. Selain itu mudah untuk
menyalin, memodifikasi, atau mendistrosi sumber dan kemudian mereproduksi salinan
tersebut. Hal tersebut menimbulkan berbagai persoalan tentang perlindungan hak cipta dan
keaslian bahan sumber.
Sumber yang berasal dari universitas, lembaga penelitian, atau instansi pemerintah
biasanya lebih dapat dipercaya untuk tujuan penelitian daripada homepage pribadi yang
tidak menyebutkan asal atau lokasinya atau yang disponsori oleh organisasi komersial atau
kelompok pendukung politik atau persoalan sosial. Sumber yang berkualitas memberikan
informasi yang lebih lengkap mengenai penulis, tanggal, lokasi, dan sebagainya.

ETIKA DALAM PENELITIAN SOSIAL

Penelitian sosial memiliki dimensi etis, meskipun pendekatan yang berbeda terhadap
ilmu pengetahuan dapat mengatasi nilai-nilai yang berbeda. Anda perlu mempersiapkan dan
mempertimbangkan kepedulian terhadap etika sewaktu Anda merancang penelitian, sehingga
Anda dapat memasukkan praktik yang aman dan etis ke dalam rancangan tersebut.

Kode etik dan peneliti lain dapat memberikan bimbingan, tapi pada akhirnya etika
tergantung pada penulis itu sendiri. Banyak isu menuntut Anda untuk menyeimbangkan dua
nilai, yaitu mengejar pengetahuan ilmiah dan hak dari mereka yang dipelajari atau dari pihak
lain dalam masyarakat. Penelitian sosial profesional menuntut Anda mengetahui teknik
penelitian yang tepat dan sensitif terhadap kepedulian etika dalam penelitian.

Penelitian Individu
6

Sebelum, selama, dan setelah melakukan studi, Anda memiliki peluang dan harus
tercermin pada pelaksanaan penelitian dan berkonsultasi dengan hati nurani Anda.

Alasan Berperilaku Etis

Bagi individu yang terganggu, penyebab perilaku yang paling tidak etis berasal dari
kurangnya kesadaran dan tekanan untuk mengambil jalan pintas yang etis. Banyak peneliti
menghadapi tekanan kuat untuk membina karir, mempublikasikan karyanya, meningkatkan
pengetahuannya, meraih gengsi atau pamor, membuat keluarga dan teman-temannya terkesan,
bergantung pada pekerjaannya, dan sebagainya. Penelitian etis memerlukan waktu yang lebih
lama untuk menyelesaikannya, memerlukan lebih banyak biaya, lebih rumit, dan lebih
mungkin berakhir sebelum selesai.

Jika peneliti yang tidak etis tertangkap basah, akan menghadapi penghinaan publik,
hancurnya karir, dan kemungkinan tindakan hukum, sedangkan peneliti yang etis tidak
mendapatkan pujian.

Pelanggaran Ilmiah

Yaitu tindakan seseorang yang terlibat dalam penipuan penelitian, plagiarisme, atau
perilaku yang tidak etis namun sah. Penipuan penelitian terjadi ketika peneliti memalsukan
atau menciptakan data yang tidak benar-benar dikumpukan atau memalsukan laporan
mengenai cara pelaksanaan penelitian. Plagiarisme terjadi ketika peneliti mencuri ide atau
tulisan orang lain atau menggunakannya tanpa mengutip sumbernya. Tidak etis namun sah
terjadi ketika peneliti menyalin penelitian orang lain yang tidak memiliki hak cipta.

Kekuasaan

Hubungan antara peneliti dan partisipan penelitian melibatkan kekuasaan dan


kepercayaan. Beberapa persoalan etika melibatkan penyalahgunaan kekuasaan dan
kepercayaan. Wewenang peneliti untuk melakukan penelitian dilengkapi dengan tanggung
jawab untuk membimbing, melindungi, dan mengawasi kepentingan orang-orang yang
dipelajarinya.
7

Persoalan Etika yang Melibatkan Peserta Penelitian

Asal Muasal Perlindungan Penelitian Peserta

Kepedulian terhadap perlakuan peserta penelitian muncul setelah terungkapnya


pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia atas nama ilmu pengetahuan. Pelanggaran yang
paling terkenal adalah eksperimen medis yang dilakukan peneliti Nazi terhadap orang
Yahudi dan lain-lain. Dalam eksperimen ini, para ilmuwan penelitian melakukan tindakan
penyiksaan yang mengerikan, atas nama penelitian ilmiah. Manusia ditaruh di dalam air
dingin untuk melihat seberapa lama waktu yang diperlukan sehingga mereka menemui
ajalnya, yang lainnya sengaja dibiarkan mati kelaparan, dan anak-anak diamputasi kakinya
dan ditransplantasi ke orang lain.

Pelanggaran hak asasi manusia seperti itu tidak hanya terjadi di Jerman, namun hal itu
terjadi tidak lama berselang. The Tuskegee Syphilis Study, yang juga dikenal sebagai Darah
Buruk (Bad Blood), terjadi di Amerika Serikat hampir 30 tahun setelah kamp konsetrasi Nazi
ditutup. Sayangnya skandal Bad Blood bukanlah peristiwa unik. Selama era Perang Dingin,
pemerintah AS secara berkala menyepakati prinsip-prinsip etika penelitian untuk tujuan
militer dan politik. Pada tahun 1995, laporan mengungkapkan bahwa pemerintah
mengesahkan penelitian yang menyuntik orang yang tidak diketahui dengan material
radioaktif pada akhir tahun 1940-an. Dewasa ini, hal-hal ini secara luas diakui sebagai
pelanggaran dari dua prinsip dasar etika yaitu menghindari bahaya fisik dan mendapatkan
persetujuan sebelumnya.

Bahaya Fisik, Penganiayaan Psikologis, Bahaya Hukum, dan Bahaya Lain bagi Peserta

Bahaya Fisik. Inti dalam prinsip etika adalah bahwa peneliti tidak boleh membahayakan fisik
peserta. Hal ini berarti kita harus mengantisipasi risiko sebelum memulai penelitian, termasuk
masalah keamanan dasar (bangunan, furniture, dan peralatan yang aman). Kita menyaring
subyek yang berisiko tinggi (orang-orang dengan kondisi jantung, penyakit jiwa, atau
gangguan kejang) apabila penelitian melibatkan stres, dan mengantisipasi bahaya cedera dan
bahkan serangan fisik terhadap peserta atau asisten penelitian.

Penganiayaan Psikologis, Stres, atau Hilangnya Harga Diri. Meskipun risiko bahaya fisik
jarang terjadi, para peneliti sosial dapat menempatkan orang-orang dalam situsi-situasi stres,
memalukan, menghasilkan kegelisahan, atau tidak menyenangkan. Untuk mempelajari
mengenai cara orang menanggapi situasi yang menghasilkan kegelisahan dalam kehidupan
nyata, para peneliti sosial telah menempatkan peserta penelitian dalam situasi nyata yang
menimbulkan stres atau tidak nyaman secara psikologis. Beberapa peneliti telah menciptakan
kecemasan atau ketidaknyamanan tingkat tinggi dengan memperhatikan foto-foto yang
mengerikan kepada para peserta, berbohong dengan mengatakan kepada para siswa laki-laki
bahwa mereka memiliki kepribadian feminisme yang kuat, berbohong dengan mengatakan
kepada para siswa bahwa mereka telah gagal, menciptakan situasi ketakutan yang tinggi,
meminta peserta untuk membahayakan orang lain, menempatkan orang dalam situasi saat
8

mereka harus menghadapi tenakan sosial untuk menyangkal keyakinan mereka, dan meminta
peserta berbohong, menipu dan mencuri. Para peneliti yang mempelajari perilaku menolong
dapat menempatkan peserta dalam situasi darurat untuk melihat apakah mereka akan
memberikan bantuan kepada korban. Hanya peneliti berpengalaman yang mengambil
tindakan pencegahan sebelum memberikan rasa cemas atau tidak nyaman yang boleh
mempertimbangkan melakukan penelitian yang melibatkan rasa stres atau kecemasan. Prinsip
etika inti adalah bahwa peneliti tidak boleh membuat stres yang tidak perlu bagi para peserta.

Bahaya Hukum. Potensi bahaya hukum merupakan salah satu kritik dari penelitian
perdagangan kedai teh oleh Humphreys pada tahun 1975. Dalam percobaan Pajak
Penghasilan Negatif New Jersey, beberapa peserta menerima tambahan pendapatan. Namun
para peneliti tidak memantau apakah mereka juga menerima cek bantuan publik. Seorang
jaksa penuntut setempat meminta data mengenai peserta untuk mengindentifikasi upaya
menipu kesejahteraan. Dengan kata lain, para peserta berada pada risiko hukum karena
mereka berpartisipasi dalam penelitian ini. Akhirnya, konflik itu dapat diselesaikan, tetapi hal
itu mengilustrasikan pentingnya para peneliti mengetahui potensi persoalan hukum saat
merancang penelitian.

Bahaya Lain bagi Peserta. Peserta penelitian mungkin menghadapi jenis bahaya lain.
Misalnya, berpartisipasi dalam suatu wawancara survei dapat menciptakan kecemasan dan
ketidaknyamanan di antara orang-orang yang diminta untuk mengingat peristiwa yang tidak
menyenangkan. Kita harus peka terhadap setiap bahaya yang dihadapi para peserta,
mempertimbangkan peluang tindakan pencegahan, dan menimbang potensi bahaya dengan
potensi manfaatnya. Peserta bisa menghadapi dampak negatif pada karier atau pendapatan
mereka karena keterlibatannya pada suatu penelitian.

Prinsip Persetujuan Sukarela, Persetujuan Termaklum, dan Observasi Terselubung

Prinsip Persetujuan Sukarela. Prinsip etis bahwa orang jangan pernah berpartisipasi dalam
penelitian kecuali mereka secara eksplisit dan sukarela setuju untuk berpartisipasi.

Persetujuan Termaklum. Pernyataan, biasanya tertulis, yang menjelaskan berbagai aspek


penelitian untuk para peserta dan meminta persetujuan sukarela untuk berpartisipasi sebelum
dimulai penelitian.

Observasi Terselubung. Persetujuan termaklum mungkin mudah diperoleh dalam survei dan
penelitian eksperimental, tetapi beberapa peneliti lapangan percaya bahwa hal tersebut tidak
tepat ketika mengamati kehidupan nyata di lapangan dan mengatakan mereka tidak mungkin
melakukan studi kecuali apabila penelitiannya dirahasiakan. Dulu, peneliti lapangan yang
menggunakan observasi terselubung, seperti berpura-pura menjadi pecandu alkohol sehingga
mereka bisa bergabung dengan kelompok yang mencari pengobatan agar bisa
mempelajarinya. Peneliti lapangan memiliki tiga pilihan yang menyamarkan batasan antara
pesetujuan termaklum dan pesetujuan tanpa proses yang tidak diberikan informasi lengkap.
Meminjam bahasa spionase, Fine (1980) membedakan deep cover (peneliti tidak mengatakan
9

apa-apa mengenai peran penelitian tetapi bertindak sebagai peserta sepenuhnya), shallow
cover (peneliti mengungkapkan penelitian yang sedang berlangsung, tetapi samar-samar
mengenai rinciannya), dan explicit cover (peneliti sepenuhnya mengungkapkan tujuannya dan
meminta izin). Beberapa mendukung observasi terselubung dan membebaskan penelitian
lapangan dari persetujuan termaklum (Herrera, 1999). Salah satu alasannya bahwa
persetujuan termaklum dianggap tidak praktis dan mengganggu dalam penelitian lapangan.
Hal itu bahkan bisa menimbulkan beberapa bahaya dengan cara mengganggu peserta atau
lokasinya dengan cara mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung.

Populasi Khusus dan Ketimpangan Baru

Populasi Khusus dan Paksaan. Peserta penelitian yang karena usia, masa tahanan,
pemaksaan potensial, atau kurang memiliki kemampuan fisik, jiwa, emosional atau lainnya,
mungkin kurang memiliki kebebasan atau kesadaran penuh untuk memberikan persetujuan
secara sukarela untuk berpartisipasi dalam penelitian. Siswa, narapidana, karyawan, personal
militer, tunawisma, penerima tunjangan kesejahteraan, anak-anak, atau cacat mental mungkin
setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian, namun mereka mungkin tidak sepenuhnya
mampu membuat keputusan atau mungkin setuju untuk berpartisipasi hanya karena beberapa
kebaikan yang ingin diperolehnya.

Membuat Ketimbangan Baru. Tipe bahaya lain yang mungkin adalah ketika sekelompok
orang ditolak layanan atau tunjangan sebagai hasil dari partisipasinya dalam penelitian. Kita
dapat mengurangi ketidaksetaraan baru antar peserta penelitian dalam tiga cara. Pertama,
peserta tidak menerima pengobatan baru dan lebih baik terus menerima pengobatan terbaik
yang sebelumnya diterima. Kedua, kita dapat menggunakan dessain silang, dengan suatu
kelompok kontrol (yaitu, mereka yang tidak mendapatkan pengobatan baru) untuk tahan
pertama studi tersebut dan menerimanya pada tahap kedua, dan sebaliknya. Ketiga, kita
secara berhati-hati dan terus-menerus memantau hasilnya. Apabila terlihat pada awal
penelitian bahwa pengobatan baru ini sangat efektif, kita memberikan pengobatan baru untuk
semua orang.

Privasi, Anonimitas, dan Kerahasiaan

Privasi. Peneliti survei menyerang privasi seseorang ketika mereka menyelidiki keyakinan,
latar belakang, dan perilaku dengan cara yang mengungkapkan rinciam pribadi intim. Peneliti
eksperimental kadang-kadang menggunakan cermin dua arah atau mikrofon tersembunyi
untuk memata-matai pada peserta. Peneliti lapangan dapat mengamati aspek perilaku orang
lain yang sangat pribadi atau menguping percakapan mereka. Peneliti yang beretika
melanggar prvasi hanya untuk tingkat miminum yang diperlukan dan hanya untuk tujuan
penelitian yang sah. Selain itu, ia melindungi informasi tentang peserta penelitian dari
pembeberan di muka publik. Dalam beberapa situasi, hukum melindungi privasi. Satu kasus
serangan terhadap privasi mengarah munculnya undang-undang dalam hukum federal. Dalam
10

Wichita Jury Study tahun 1954, pada peneliti dari University of Chicago Law School
merekam diskusi juri untuk menyelidiki proses kelompok dalam musyawarah juri. Walaupun
temuannya signifikan dan peneliti mengambil tindakan pencegahan, investigasi Kongres
melanjutkan dan meloloskan undang-undang pada tahun 1956 untuk melarang gangguan
terhadap setiap grand jury (dean juri yang terdiri dari 12-23 orang) atau petit jury (terdiri dari
12 orang) untuk tujuan apa pun, bahkan dengan persetujuan juri.

Anonimitas. Perlindungan etika yang pesertanya tetap tak dikenal; Identitas mereka
dilindungi dari pengungkapan dan tetap tidak diketahui. Anonimitas berarti bahwa orang-
orang tetap anonim, atau tanpa nama.

Kerahasiaan. Perlindungan etis bagi mereka yang dipelajari dengan cara menyimpan data
penelitian secara rahasia atau merahasiakannya dari publik; Tidak mengeluarkan informasi
dalam cara yang mungkin bisa menautkan individu tertentu dengan respon tertentu; Peneliti
melakukannya dengan cara menyajikan data hanya dalam bentuk agregat (misal, persentase,
sarana).

Etika dan Komunitas Ilmiah

Dokter, pengacara, konselor, dan profesional lainnya memiliki kode etik dan dewan
tinjau sejawat atau peraturan perijinan. Kode etik dimaksudkan sebagai prinsip dan pedoman
yang dikembangkan oleh organisasi proesional untuk memandu praktik penelitian dan
menjelaskan batasan antara perilaku etis dan tidak etis. Kode etik penelitian dapat ditelusuri
pada kode Nuremberg, yang diterapkan pada Pengadilan Militer Nuremberg tentang kejahatan
perang Nazi yang diselenggarakan oleh Sekutu segera setelah Perang Dunia II. Kode
Nuremberg dimaksudkan sebagai aturan internasional mengenai perilaku etis dan bermoral
yang diterapkan setelah pengadilan kejahatan perang dalam Perang Dunia II sebagai
tanggapan terhadap percobaan medis Nazi yang tidak berkeperikemanusiaan; Merupakan
awal dari kode etik untuk penelitian manusia.

Etika dan Sponsor Penelitian

Pengungkapan Kesalahan. Seseorang yang menyadari praktik yang tidak etis atau tidak sah
dalam suatu organisasi, menyuarakan perlawanan terhadap mereka, dan berupaya
menghentikan praktik tersebut melalui jalur organisasi tetapi tidak berhasil dan mungkin
dihukum akibat perbuatannya, tetapi terus menyuarakan perlawanan terhadap praktik-praktik
yang tidak etis atau tidak sah di luar organisasi.

Arahan untuk Temuan Tertentu. Apa yang harus anda lakukan jika sponsor
memberitahukan anda, secara langsung atau tidak langsung, hasil yang harus anda berikan?
Seorang peneliti yang beretika akan menolak berpartisipasi jika ia harus memberikan hasil
tertentu sebagai prasyarat dalam melakukan penelitian. Semua penelitian harus dilakukan
tanpa pembatasan pada temuan yang dihasilkan oleh penelitian.
11

Batasan mengenai Cara Melakukan Studi. Persoalan mengenai batasan lazim ditemui
dalam penelitian kontrak, seperti ketika perusahaan atau instansi pemerintahan meminta untuk
bekerja pada sebuah proyek penelitian tertentu. Penelitian kontrak dimaksudkan sebagai jenis
penelitian terapan yang disponsori (dibayar) oleh instansi pemerintah, yayasan, perusahaan,
dan lain-lain; Peneliti setuju untuk melakukan penelitian berdasarkan pertanyaan penelitian
dari sponsor dan menyelesaikan penelitian tersebut berdasarkan tanggal jatuh tempo yang
telah diterapkan untuk sejumlah biaya tertentu.

Menahan Temuan. Instansi pemerintah dapat menahan informasi ilmiah yang bertentangan
dengan kebijakan resmi atau mempermalukan pejabat tinggi. Juga terjadi pembalasan
terhadap pada peneliti sosial yang diperkerjakan oleh instansi pemerintah yang membuat
informasi publik. Dalam penelitian yang disponsori, kita bisa menegosiasikan persyaratan
untuk menyebarluaskan temuan sebelum dimulainya penelitian dan menandatangani kontrak
untuk efek tersebut. Mungkin tidak bijaksana untuk melakukan penelitian tanpa jaminan
semacam itu, meskipun peneliti pesaing yang memiliki lebih sedikit keberatan etis mungkin
mau melakukannya. Atau, kita bisa menerima kritik dan permusuhan dari sponsor dan
menyebarluaskan temuan walaupun pihak sponsor merasa keberatan.

Menyembunyikan Sponsor yang Sesungguhnya. Apakah etis untuk menjaga identitas


rahasia sponsor? Kita harus menyeimbangkan nilai etis antara mengungkapkan identitas
sponsor kepada para subjek penelitian dan menyebarluaskan hasilnya dengan keinginan
sponsor untuk menjaga kerahasiaan dan kemungkinan berkurangnya kerja sama dari subyek.
Jika hasilnya dipublikasikan, ada mandat etika yang jelas dikesampingkan karena
mengungkapkan sponsor sesungguhnya.

Etika Penelitian Komunitarian Feminis

Model komunitarian feminis bergantung pada tiga prinsip moral. Pertama, penelitian
etika bersifat multivokal, yaitu, mengakui keragaman pengalaman manusia dan
menggabungkan keberagaman tersebut. Model ini dimulai dengan dasar pemikiran bahwa
semua kehidupan manusia meliputi konteks gender, ras, golongan, dan agama yang terbentuk
secara sosial. Kedua, penelitian etis memerlukan keterlibatan dalam dialog mengenai
kepedulian moral yang diutarakan dalam kontek pengalaman hidup peserta sehari-hari.
Ketiga, proses penelitian, melibatkan peneliti dan peserta pada tingkatan yang setara dan
bersifat terbuka akan mengungkap hubungan kekuasaan dan menghasilkan kritik sosial yang
dapat memfasilitasi refleksi dan kesadaran bersama yang lebih besar.

Model komunitarian feminis untuk etika penelitian masih dalam tahap awal
pengembangan dan belum diimplementasikan. Meskipun demikian, model ini mengkritik
pendekatan dominan terhadap etika penelitian karena terlalu legalistik formal, berbasis
prosedur, dan abstrak. Model ini juga menyoroti cara pendekatan ilmu-ilmu sosial, seperti
diuraikan dalam bab 4, terhubung dengan berbagai persoalan moral dalam etika penelitian.
DAFTAR PUSTAKA

Neuman, W. Lawrence. 2013. Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan


Kuantitatif. Edisi 7. Whitewater: University of Wisconsin. Jakarta: PT Indeks.