Anda di halaman 1dari 14

BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global

Budaya Nasional dan Interaksi Global


A. Sebaran Keagamaan Budaya Nasional
1. Konsep Budaya
Budaya merupakan pengembangan majemuk dari budi daya, yang berarti
daya dari budi. Jadi, budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan
karsa. Dalam kehidupan bermasyarakat, budaya membekali anggotanya
pedoman perilaku dalam bertindak. Budaya terbentuk dari beberapa unsur
yang saling terkait yang dapat berupa ide, artefak, dan aktivitas.
Menurut Koencaraningrat (1985) ada beberapaUnsur-unsur kebudayaan
secara universal antara lain sebagai berikut:
a. Bahasa
Bahasa merupakan alat pengantar dalam berkomunikasi. Bahasa memiliki
perbedaan untuk setiap wilayah di Indonesia, perbedaan bahasa ditentukan
oleh adat istiadat, wilayah, dan demografi.
b. Sistem Pengetahuan
Pengetahuan sangat berguna untuk melahirkan ide-ide yang baru dan kratif
oleh karena itu, budaya tersebut dapat dipertahankan. Tanpa adanya
pengetahuan budaya tersebut tidak akan tercipta, apalagi berkembang.
c. Organisasi Sosial/ sis tem kemasyarakatan
Manusia membutuhkan manusia lain dalam hidupnya. Maka, organisasi social
muncul untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial.
d. Peralatan Hidup dan Teknologi
Manusia mengambangkan peralatan hidup dan teknologi untuk dapat
menyiasati lingkungan tempat tinggalnya.
e. Mata Pencarian
Mausia memiliki naluri untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka,
manusia berusaha untuk mendapatkan mata pencaharian untuk memenuhi
kebutuhannya.
f. Sistem Religi
Sistem religi muncul untuk memenuhi kebutuhan manusia yang kuasa.
Manusia sadar terdapat zat yang menguasai seluruh bumi dan alam semesta.
g. Kesenian
Manusia tidak hanya memerlukan kebutuhan fisik, tetapi juga memerlukan
sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka.Oleh karena itu maka
manusia menciptakan kesenian yang dapat dirasa dan didengar.
Unsur kebudayaan universal diatas diturunkan lagi menjadi kebudayaan
khusus. Faktor geografis yang mempengaruhi unsur budaya diatas membentuk
daerah kebudayaan. Hal ini karena terdapat keterkaitan antara aspek alam
(faktor geografis) dengan aspek manusia (kebudayaan).

2. Budaya Lokal dan Budaya Nasional


a. Budaya Lokal
Budaya lokal dapat dikatakan sebagai budaya yang dimiliki oleh daerah atau
suku bangsa yang bersifat khas dan diwariskan secara turun temurun dalam
ruang lingkup wilayah tersebut. Budaya lokal lahir ketika penduduk suatu
daerah telah memiliki segala bentk cara-cara berprilaku, bertindak serta pola
piker yang sama.
Kemajemukan budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budaya
dan adat istiadat penduduk.Kehidupan suku bangsa di Indonesia memiliki
perbedaan-perbedaan yang mencerminkan keragaman budaya.

b. Budaya Nasional
Budaya nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional.
Budaya lokal merupakan pembentuk budaya nasional. Dengan demikian,

1
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
2

budaya nasional merupakan gabungan dari budaya lokal atau daerah yang ada
di suatu Negara. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur kebudayaan
bangsa dan unsur kebudayaan asing dari proses akulturasi maupun asimilasi
yang menjadi unsur pemersatu bangsa..kebudayaan nasional memberi identitas
kepada bangsa Indonesia dan dapat dipakai oleh seluruh masyarakat.

3. Pengaruh Geografis Terhadap Keragaman Budaya


Kebudayaan daerah di Indonesia sangatlah beragam. Hal ini dipengaruhi
oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan batas-batas geografis antara lain
sebagai berikut:
a. Letak Geografis
Keadaan geografis Indonesia yang sangat luas telah memaksa penduduk
untuk menetap di daerah yang terpisah satu sama lain. Keterbatasan
teknologi komunikasi pada masa lalu menyebabkan isolali geografis antar
masyarakat yang tersebar di berbagai pulau. Contoh kebudayaan di pulau
sumatera berbeda dengan kebudayaan di pulau sulawesi
b. Posisi Strategis
Budaya lokal Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Hindhu-Budha,
Islam, dan Eropa. Hal ini tidak terlepas dari posisi Indonesia yang berada di
jalur strategis, yaitu terletak diantara dua benua dan dua samudra yang
menjadi perlintasan hubungan antar bangsa. Contoh : kebudayaan Timor
yang dulu dijajah portudis berbeda dengan kebudayaan Maluku yang dijajah
belanda
c. Kondisi Ekologis
Lingkungan ekologis terbentuk dari struktur tanah, iklim, dan topografi
memberikan kontribusi bagi kondisi penduduk baik dari segi ekonomi, sosial,
maupun budaya.Perbedaan ekologis berpengaruh terhadap kemajemukan
budaya lokal di Indonesia. Contoh : perbedaan adat antara suku Gayo-Alas di
pegunungan dengan suku Aceh yang hidup di pesisir.

4. Interaksi Budaya
Interaksi dengan budaya asing menghasilkan kebudayaan baru yang semakin
memperkaya budaya.
a. Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan
tertentu (asli) di hadapkan dengan kebudayaan lainnya (asing). Contoh :
seni arsitektur Indonesia banyak berakulturasi dengan budaya bangsa cina
dan Eropa (A+B = AB)
b. Asimilasi
Asimilasi adalah pembauran dua atau lebih kebudayaan yang ditandai
dengan hilangnya kebudayaan asli dan membentuk suatu kebudayaan yang
baru. Contoh warga etnis tionghoayang lama tinggal di indonesia bisa
berbahasa indonesia secra fasih dialek tionghoa yang mereka pakai sudah
tidak asli karena terpengaruh bahasa indonesia.( A+B = C)
c. Amalgamasi
Amalgamasi adalah proses penyatuan dua atau lebih rasa tau kebudayaan
melalui proses perkawinan. Contoh perkawinan antar suku dan antar negara

5. Paham-paham Yang Dapat Merusak Moral Bangsa dan Mengancam


Kebudayaan, Sebagai Dampak Dari Pengaruh Globalisasi
a. Individualisme : suatu paham yang mementingkan kepentingan sendiri
b. Materalisme : suatu paham yang selalu mengutamakan sesuatu
berdasarkan materi
c. Sekularisme : suatu paham yang selalu mencerminkan kehidupan
keduniawian

2
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
3

d. Hedonisme : suatu paham yang melihat bahwa


kesenangan/kenikmatan menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia

B. Kearifan Lokal Dalam Budaya Nasional Indonesia


1. Kearifan Lokal
Kearifan lokal (local wisdom) adalah tata nilai atau perilaku hidup masyarakat
lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan tempatnya hidup secara arif.
Kearifan lokal berasal dari nenek moyang yang menyatu dalam kehidupan
manusia yang diturunkan dari generasi ke generasi.Kearifan lokal dibangun
sebagai pedoman, pengendali, aturan, dan rambu-rambu untuk berprilaku
hubungannya dengan antar manusia maupun dengan alam.
2. Bentuk Kearifan Lokal dalam Budaya Nasional
Bentuk-bentuk kearifan lokal dalam masyarakat data berupa nilai, norma,
kepercayaan, dan aturan-aturan khusus. Beberapa bentuk kearifan lokal yang
berperan dalam pengelola sumber daya alam dan lingkungannya dalam
kebudayaan masyarakat adalah sebagai berikut:
a. Kearifan Lokal dalam Bidang Pertanian
1) Subak di Bali
Subak adalah sistem masyarakat dalam mengelola irigasi untuk pertanian.
Berlandaskan pada Tri Hita Karana yang menekankan pada keseimbangan dan
keharmonisan antar manusia, alam dan Tuhan.

2) Pranoto mongso di Jawa


Merupakan waktu yang digunakan oleh petani sebagai patokan untuk
mengolah pertanian. Penentuan pranoto mangsa dengan menggunakan
tanda-tanda alam dan perhitungan menggunakan kalender jawa. Melalui cara
ini alam dapat menjaga keseimbanganya.

3) Nyabuk gunung di Jawa


Pengertian nyabuk gunung pada dasarnya adalah sistem pertanian dengan
membuat teras sawah mengikuti kontur gunung

4) Masyarakat Undau Mau di Kalimantan Barat


Aturan adat masyarakat Undau mau mengharuskan kegiatan pembukaan
lahan harus seizin ketua adat. Hutan bagi mereka adalah penopang
kehidupan. dalam mengolah lahan, mereka mengenal sistem bera yang
mengharuskan lahan yang telah dipakai dibiarkan selama 7-10 tahun. Hal ini
bertujuan agar tanah menjadi subur kembali.

5) Karuhan
Mengatur pengelolaan lahan hutan dan air

b. Kearifan Lokal dalam Falsafah, Tradisi, dan Kepercayaan


1) Kearifan Suku Mentawai, Sumatra Barat
Mereka percaya bahwa alam adalah milik bersama yang harus dijaga.
Sebelum pembukaan ladang, suku mentawai memina izin pada roh penjaga
hutan. Mereka tidak membakar hutan karena akan menyebabkan kemarahan
roh penjaga hutan.

2) Falsafah hidup suku Baduy di Banten


Suku baduy tidak mengeksploitasi alam, mereka menggunakan seperlunya.
Mereka juga memperhatikan sistem daya pulih air. Area untuk mandi,
mencuci dan buang air dibagi di tempat yang berbeda. Oleh karena itu
masyarakat memperoleh air yang berkualitas.
c. Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam

3
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
4

1) Konservasi laut Orang Bojo di Togean


orang Bajo percaya bahwa penguasa lautan memberikan hasil laut yang
melimpah pada mereka. Oleh karena itu, sebagai timbal balik ketika
menangkap ikan setidaknya dua ekor ikan akan dilepas kembali untuk terima
kasih kepada laut.

2) Kepercayaan terhadap alam di Papua


Di tanah papua, pengambilan hasil alam dilakuka secara hati-hati. Mereka
mengenal kepercayaan te aro neweak lako (hutan adalah aku).

3) Tradisi Tana Ulen suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur


Dalam wilayah tana ulen, masyarakat dilarang menebang pohon, membakar
hutan, membuat ladang dan melakukan aktivitas lain yang bisa merusak
lingkungan. Pengambilan kayu di hutan juga hanya dilakukan pada saat
waktu-waktu tertentu saja

4) Tradisi Sasi di Maluku


Melarang pengambilan hasil potensi alam tertentu yang berakibat rusaknya
lingkungan

d. Kearifan Lokal dalam Cerita Budaya, Petuah, dan Sastra


1) Pasang ri kajang,
pesan leluhur masyarakat adat Kajang Tana Toa, kabupaten Bulukumba
yang berisi 120 pasal dan 19 pasal. Diantaranya berisi tentang
pengelolaan lingkungan.

2) Semong dalam cerita rakyat Aceh


Merupakan seni tutur bahasa yang dimiliki oleh masyarakat aceh, semong
menjadi sistem mitigasi bencana yang menyerukan penduduk agar lari ke
bukit ketika terjadi gempa.

3) Kearifan lokal dalam sastra Melayu


Lewat seni sastra, suku melayu menggambarkan kearifan lokal yang wajib
dijunjung tinggi.

4) Adat siri Masiri


Cerminan dari mana orang merasa malu apabila melakukan tindakan
tercela

5) Suluk mas nganten


Dalam serat wulang reh menceritakan keinginan pedagang kecil yang ingin
menikahkan anaknya dengan meniru adat kaum priyayi, hal ini
mengandung makna bahwa masyarakat jawa harus bisa menenmpatkan
diri agar tercapai kehidupan yang selaras

d. Kearifan Lokal dalam Mitos Masyarakat


1) Hutan larangan di Kampung Naga, Jawa Barat
Masyarakat memiliki aturan untuk tidak memasuki hutan larangan. Bagi
yang memasukinya akan celaka. Aturan ini sebenarnya untuk menjaga
kelesstarian alam. Masyarakat hidup selaras dengan alam.

2) Lubuk Larangan, Sumatera Barat


Penduduk dilarang mengambil ikan pada saat-saat tertentu hal ini
bertujuan untuk menjaga kelestarian danau/waduk.

4
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
5

3) Mitos terhadap pohon-pohon dan hewan keramat


Mitos-mitos seperti ini sangat membantu keseimbangan alam. Pohon yang
dikeramatkan menyimpan cadangan air dan oksigen. Hewan yang dianggap
keramat juga akan terjaga kelestarianya

f. Kearifan Lokal dalam Seni Arsitektur Rumah Adat


Konsep kearifan lokal juga terdapat dalam seni arsitektur rumah adat suku-
suku di Indonesia.Diasanya rumah adat dibangun dengan menyelaraskan
alam sekitar. Seperti,
1) Rumah adat Bali dengan kearifan lokalnya terbukti ramah lingkungan,
memperhatikan konsep Tri Hita Karana, Tri Mandala, Asta Bumi, dan Asta
Kosala Kosali.
2) Rumah adat Batak terdapat ukiran cicak yang menggambarkan orang
batak bisa hidup dimana saja

3. Pentingnya Menjaga Kearifan Lokal Untuk Kelestarian Alam


Kearifan lokal sangat penting untuk dikaji dan dilestarikan keberadaannya.
Manfaat menjaga kearifan lokal
1) Meminimalisasi pengaruh negatif globalisasi
2) Mengandung nilai luhur berupa nasehat, pembelajaran untuk berperilaku,
bertindak yang dapat diserap kemudian diterpkan dalam kehidupan
nyata
3) Mengajarkan dan menjaga kelestarian lam dan keseimbangan alam
4) Menjadi referensi pemerintah untuk membuat program dan peraturan
daerah

C. Pengaruh Interaksi Global Terhadap Budaya Nasional


Global mempunyai arti menyeluruh, bersifat mendunia, sehingga dapat
ditarik kesimpulan global adalah mencakup atau mempengaruhi dunia. Dalam
era global seperti sekarang ini, interaksi antar Negara sangat mudah terjadi.
Era global dikenal dengan istilah globalisasi.
1. Globalisasi
Globalisasi adalah suatu proses dunia menjadi satu tanpa batas. Proses
globalisasi ini terjadi antara akhir abad ke-20 dan permulaan abad ke-21.
Dengan adanya globalisasi, dunia menjadi seperti borderless atau tanpa sekat.
Hal yang paling mendapat pengaruh globalisasi adalahtrade(perdagangan),
travel (pariwisata), dan telekomunikasi.
a. Saluran Globalisasi
Globalisasi tidak begitu saja sampai ke masyarakat, akan tetapi
membutuhkan saluran. Beberapa saluran yang dapat mempercepat proses
globalisasi antara lain sebagai berikut:
1) Komunikasi dan transportasi;
2) Perdagangan internasional;
3) Pariwisata internasional;
4) Migrasi internasional;
5) Kerjasama antar Negara;
6) Media massa.
b. Dampak Globalisasi
Disisi lain globalisasi memberi dampak positif, namun tidak sedikit pula
dampak dampak negative yang ditimbulkan. Berikut dampak-dampak
globalisasi.
Dampak positif Dampak negative
Akses berkomunikasi dan Interaksi masyarakat semakin
informasi semakin mudah. berkurang karena interaksi lebih
banyak dilakukan melalui

5
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
6

teknologi komunikasi.
kemajuan transportasi Polusi udara dan lingkungan
menyebabkan mobilitas penggunaan bahan bakar yang
tinggi semakin bertambah
meningkatkan angka kemacetan
Mudah mendapatkan timbul masyarakat dengan pola
barang komoditas dari konsumtif
berbagai Negara lunturnya rasa cinta terhadap
produk dalam negeri
Kualitas SDM semakin persaingan dunia kerja menjadi
meningkat. Masyarakat semakin berat
semakin gencar spesialis dalam berbagai bidang
meningkatkan kualitas pekerjaan
SDM sebagai antisipasi
persaingan global.
Sikap toleransi semakin sikap individulistik
berkembang - kepekaan sosial semakin
memudar
Pengelolaan SDA dengan 2. eksploitasi SDA secara berlebih
teknologi canggih 3. banyak kerusakan lingkungan alam
Berkembangnya Ideologi asing mudah masuk
demokrasi sehingga mengubah tata nilai
dalam masyarakat
adopsi budaya yang belum tentu
sesuai dengan kepribadian
bangsa.

2. Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Nasional


Pengaruh globalisasi yang mengancam jati diri bangsa adalah masuknya
unsur-unsur budaya yang bertentangan dengan budaya nasional. Di era
globalisasi ini, setiap bangsa bebas keluar masuk memberikan pengaruhnya
kepada bangsa lain. Akibatnya, berbagai paham dan ideologi pun masuk ke
bangsa ain, begtu pula bangsa Indonesia. Globalisasi dewasa ini merambah
hampir di semua bidang kehidupan kehidupan. Tidak semua masyarakat
menerima globalisasi dengan tangan terbuka. Ketidaksiapan menerima
globalisasi akan menciptakan perubahan dalam masyarakat. Beberapa
dampak akibat ketidak siapan dalam penerimaan globalisasi adalah sebagai
berikut:
a. Kesenjangan Budaya (Cultural Lag)
cultural lag adalah suatu kondisi dimana terjadi kesenjangan antara
berbagai bagian dalam suatu kebudayaan. Dapat dikatakan cultural
lagmerupakan suatu ketertinggalan kebudayaan. Contoh adanya internet
yang apabila tidak diikuti dengan meningkatnya kualitas SDM di Indonesia,
maka akan terjadi kesenjangan budaya
b. Gegar Budaya (Culture Shock)
Culture shock atau disebut gegarbudaya merupakan istilah psikologis
untuk menggambarkan keadaan dan perasaan seseorang menghadapi
kondisi lingkungan sosial budaya yang berbeda.Globalisasi banyak
membawa unsur-unsur budaya baru yang mungkin mengakibatkan
kekagetan oleh masyarakat yang tidak siap menerimanya. Contoh :
orang yang terbiasa makan dengan nasi, kemudian dalam suatu keadaan
harus berganti makan dengan gandum(sereal)

6
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
7

3. Kearifan Lokal Sebagai Temeng Arus Negatif Globalisasi


Arus global dapat cepat menggerus nilai-nilai budaya lokal termasuk kearifan
lokal yang dipegang oleh masyarakat. Jika ditelusur lebih dalam, nilai-nilai
kearifan lokal dalam budaya penduduk Indonesia selaras dengan isu-isu seperti
demokrasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup. Globalisasi telah
mendorong terjadinya pergeseran atau perubahan terhadap system atau aturan
yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.
Kearifan lokal dapat dijadikan sebagai dasar pijakan dalam penyusunan
strategi dalam pelestarian dan pengembangan budaya.Upaya memperkuat jati
diri daerah dapat dilakukan melaui penanaman nilai-nilai budaya dan
kesejarahan senasip sepenanggungan diantara warga.oleh karena itu.Oleh
karena itu, perlu dilakukan revitalisasi budaya daerah dan penguatan budaya
daerah.Upaya tersebut dapat meminimalisasi dampak negatif atau menahan
gemburan nilai-nilai yang merusak kepribadian bangsa ketika interaksi
kebudayaan antar bangsa semakin intensif, maka sangat diperlukan ketahanan
budaya yang tangguh.

Budaya Tradisional Sebagai Potensi Wisata dan Ekonomi

1. Budaya Tradisional
Budaya tradisional adalah kebudayaan yang terbentuk dari keanekaragaman
suku di Indonesia serta dipengaruhi oleh sejarah, kebiasaa, dan adat masa
lalu.Keberadaan budaya tradisional dapat diketahui dari berbagai jenisnya sebagai
berikut.
a. Kesenian tradisional, merupakan suatu kesenian yang berasal dari daerah
tertentu dan memiliki ciri khas. (ondel ondel dr Jakarta, reog Ponorogo,
Loncat batu Nias)
b. Bahasa tradisional, atau dikenal dengan sebutan bahasa daerah yang
menjadi ciri khas masyarakat di daerah tersebut. (Sunda , batak, bugis, Jawa)
c. Lagu tradisional,dikenal juga dengan sebutan lagu daerah, merupakan
nyanyian atau lagu yang menjadi ciri khas daerah tersebut (apuse Papua,
Pileuluyan Jawa barat, Butet Sumatera utara)
d. Tarian tradisional, merupakan tarian khas dari daerah tertentu yang memiliki
arti penting karena fungsinya sebagai sebuah penghormatan dan memiliki
nilai sendiri.
(Pendet Bali, Jaipong Jawa barat, Saman Aceh)
e. Alat musik tradisional, merupakan alat musik khas dari suatu daerah yang
digunakan untuk membawakan lagu daerah dan mengiringi tari daerah.
Sasando (NTT), gamelan Jawa, Angklung (Jabar) Sape (kalimantan)
f. Pakaian tradisional, merupakan pakaian khas dari suatu daerah yang berbeda
dengan daerah lainnya.
g. Senjata tradisional, merupakan senjata khas dari derah tertentu yang
digunakan oleh para leluhur. Mandau (kalimantan, Keris (Jawa), Parang
Salawaku (Maluku)
h. Rumah tradisional, atau sering disebut dengan rumah adat ini memiliki ciri
khas derahnya masing-masing. Joglo (jawa) rumah Gadang Sumatera Barat)
Rmah Betang Kalimantan tengah)
i. Permainan dan olahraga tradisional, merupakan permainan dan olahraga
yang berkembang dari daerah tertentu. Karapan sapi (madura) Pethik lele
(jawa tengah)
Sepak takraw Sulsel)
j. Makanan tradisional, merupakan makanan khas dari suatu daerah tertentu.
Gudeg (Jogja) ayam betutu (bali), Rendang (Sumatera Barat)

7
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
8

2. Potensi Wisata Budaya Tradisional Sebagai Bentuk Ekonomi Kreatif


Kekayaan alam dan budaya di Indonesia sangat beranekaragam, hal
tersebut menjadi sebuah potensi dalam bidang pariwisata. Selain keindahan
alam Indonesia, budaya tradisional juga dapat dijadikan sebagai potensi untuk
meningkatkan bidang pariwisata, salah satunya dalam pengembangan ekonomi
kreatif.Ekonomi kreatif sebagai potensi wisata budaya tradisional bertujuan
bersumber dari seni budaya dan tradisi serta kearifan lokal masyarakat adat.
Oleh karena itu, ekonomi kreatif mempunyai peranan untuk mempromosikan
sekaligus melestarikan budaya tradisional. Contoh daerah-daerah di Indonesia
yang telah mengembangkan ekonomi kreatif sebagai potensi budaya tradisional
adalah sebagai berikut:
a. Daerah Tapanuli, Sumatra Utara
Di daerah ini berbagai budaya tradisional telah dikembangkan menjadi
ekonomi kreatif tari tor-tor, rumah adat bolon, dank ain ulos.
b. Daerah Kampung Laweyan Solo, Jawa Tengah
Sejak abad XIV, Laweyan sudah menjadi pasar perdagangan pakaian.saat ini,
Laweyan terkenal sebagai kampong batik.
c. Daerah Kalimantan
Potensi budaya tradisional yang dapat dijadikan sumber ekonomi kreatif
misalnya pada masyarakat suku Dayak di Kalimantan.
d. Daerah Sulawesi
Suku Toraja di Sulawesi terkenal dengan ritual pemakaman, rumah adat
tongkonan, dan ukiran kayunya. Rambu Solo, upacara pemakaman yang
berlangsung selama berhari-hari merupakan potensi wisata budaya
tradisional yang menarik wisatawan domestic dan mancanegara untuk
berkunjung.
e. Daerah Ubud, Bali
Pesona Desa Ubud telah diketahui hingga ke mancanegara, tidak hanya
karena pemandangan alamnya, tetapi juga potensi budaya tradisionalnya.
Pertunjukan seni seperti sendratari kecak dan pameran lukisan juga pameran
ukiran merupakan pertunjukan yang selalu digelar setiap harinya di museum
dan galeri di Desa Ubud. Selain itu, kekhasan kulinernya seperti, bebek
bengil merupakan kekayaan tradisional yang dapat menjadi potensi
pengembangan ekonomi kreatif.
f. Kampung Sade, Nusa Tenggara Barat
Kampung Sade merupakan perkampungan suku Sasak dengan jumlah oleh
penduduknya sekitar 700 jiwa.Kampung Sasak memiliki kebudayaan
tradisional yang masih dijaga kelestariannya. Hal ini dapat dimanfaatkan
untuk pengembangan ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan
perekonomian penduduknya.
g. Kampong Adat Bena, Nusa Tenggara Timur
Kampung Adat Bena memiliki kekhasan tersendiri yang dapat menarik minat
wisatawan untuk berkunjung. Kampung Adat Bena didesain berbentuk
perahu dan juga dapat berfungsi sebagai banteng pertahanan.
h. Pulau Morotai, Maluku Utara
Pulau Morotai terkenal dengan budaya tradisionalnya seperti upacara adat
yang diperuntukkan agar terjadi keseimbangan alam atas penggunaan
sumber daya laut.Selain upacara adat, tarian tradisional yang ada di pulau
Morotai merupakan budaya tradisional yang melengkapi keindahan bahari
Pulau Morotai.Peninggalan sejarah Perang Dunia II menjadi nilai potensi
wisata untuk pengembangan ekonomi kreatif di Pulau Morotai.
i. Raja Ampat, Papua
Wilayah Raja Ampat menyimpan potensi wisata yang sangat besar bahkan
sudah dikenal di mancanegara.Potensi wisata budaya tradisional untuk
pengembangan ekonomi kreatif gencar dilakukan.

8
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
9

Soal latihan sebaran budaya nasional

1. Kebudayaan yang dimiliki dan diakui e. Perkembangan pengetahuan luar


oleh masyarakat suku bangsa angkasa
setempat dan diwariskan secara turun 8.
temurun disebut... 9. Kondisi dimana kesenjangan atau
a. Budaya Nasional ketertinggalan budaya terjadi karena
b. Budaya konvensional budaya yang masuk ke masyarakat
c. Budaya asing berkembang tidak bersamaan
d. Budaya interlokal disebut....
e. Budaya lokal a. Cagar budaya
2. b. Kesenjangan Budaya
3. Proses penggabungan budaya asli c. Gegar Budaya
(lokal) dengan budaya asing dalam d. Kebangkitan Budaya
bentuk saling melengkapi dimana e. Pelestarian Budaya
kebudayaan asing itu lambat laun 10.
diterima tanpa menghilangkan unsur 11.Kedudukan hutan dipandang sebagai
budaya asli disebut proses... nafas kehidupan karena masyarkat
a. Adaptasi bertimbal balik dengan kesadaran
b. Sosialisasi mereka untuk menjaga dan
c. Amalgamasi memellihara hutan dengan baik.
d. Akulturasi Konsep kearifan lokal tersebut
e. Asimilasi berkembang dimasyarakat....
4. a. Bugis
5. Pernyataan dibawah ini yang tidak b. Dayak meratus
menjelaskan tentang kearifan lokal c. Batak
adalah... d. Banten
a. Tata nilai hidup masyarakat e. Papua
setempat dalam berinteraksi 12.
dengan lingkungan secara arif 13.Salah satu contoh kearifan lokal dalam
b. Perilaku hidup masyarakat lokal bentuk mitos adalah...
untuk berinterkasi dengan a. Manuskrip lontara (Sul Sel)
lingkungan tempat tinggalnya b. Tradisi subak (Bali)
secara aktif. c. Semong (Aceh)
c. Perilaku hidup sebagai warisan d. Larangan menebang pohon besar
nenek moyang dalam bentuk religi, (Jawa, Kal, Bali)
budaya dan adat istiadat yang ada e. Sasi (Maluku)
di masyarakat secara turun 14.
temurun. 15.Pakem wetu alam merupakan kearifan
d. Tata nilai hidup hasil akultuturasi lokal untuk mengatur tataguna lahan
budaya lokal dan budaya asing dan pola tanam masyarakat...
e. Tata nilai luhur yang diwariskan a. Lombok tengah
nenek moyang dalam berinterkasi b. Jawa tengah
c. Maluku utara
dengan llingkungan tempat
d. Banten
tinggalnya.
e. Kepulauan Nias
6.
16.
7. Suatu hal yang mendorong terjadinya
17.Proses penggabungan dua atau lebih
globalisasi adalah ras dan budya melalui proses
a. Meningkatnya produksi industri perkawinan disebut...
pertanian a. Akulturasi
b. Pertumbuhan penduduk di setiap b. Asimilasi
negara c. Amalgamasi
c. Perkembangan transportasi, d. Asosiasi
telekomunikasi dan teknologi e. Adaptasi
d. Ditemukanya energi nuklir dan 18.
energi panas bumi 19.Budaya merupakan hal hal yang
berkaitan dengan ....

9
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
10

a. Pendidikan dan pendapatan 3) Meningkatkan kualitas sumberdaya


manusia manusia indonesia yang meliputi
b. Budi dan akal manusia agama moral dan pendidikan
c. Rasa dan keinginan manusia 4) Mengeksploitasi sumberdaya alam
d. kualitas dan pendidikan manuisa secara berlebihan untuk modal
e. aktivita dan pekerjaan manusia ekonomi negararja sama dengan
20. negara lain
21.Perhatikan hal berikut... 5) Membatasi kerjasama dengan
1) Persebaran penduduk indonesia negara lain
2) Posisi strategis indonesia 31.Upaya untuk mengantisipasi
3) Letak geografis indonesia pengaruh negatif dari globalisasi
4) Kondisi ekologis indonesia
adalah....
5) Kualitas penduduk indonesia
a. 1,2,dan 3
22.Faktor yang menyebabkan
b. 1,2 dan 4
keragaman budaya di indonesia c. 2,3, dan 4
ditunjukan nomor..... d. 2,4 dan 5
a. 1,2,dan 3 e. 3,4 dan 5
b. 1,2 dan 4 32.
c. 2,3, dan 4 33.Perhatikan pernyataan berikut ini...
d. 2,4 dan 5 1) Masuknya paham individualisme
e. 3,4 dan 5 2) Sifat konsumtif masyarakat makin
23. meningkat
24.Perhatikan perwujudan kearifan lokal 3) Akses teknologi informasi semakin
di bawah ini.. mudah dan cepat
1) Subak di Bali 4) Teknologi canggih berkembang
2) Sistem sabuk gunung di Jawa
dalam pemanfa atan sumber daya
3) Lingko di flores
alam
4) Sasi di Maluku
5) Mudah mendapatkan barang
5) Suluk Maas Nganten di Jawa
25.Contoh kearifan lokal dalam bidang komoditas untuk memenuhi
pertanian ditunjukan nomor.... kebutuhan hidup
a. 1,2,dan 3 34.Dampak positif dari globalisasi
b. 1,2 dan 4 adala,,,,,,
c. 2,3, dan 4 a. 1,2,dan 5
d. 2,4 dan 5 b. 1,3 dan 4
e. 3,4 dan 5 c. 2,3, dan 4
26. d. 2,3 dan 5
27.Perhatikan hal hal berikut ini... e. 3,4 dan 5
1) Gotong royong 35.
2) Individualisme 36.Perhatikan pernyataan berikut ini...
3) masyarakat mufakat 1) Memotivasi diri untuk belajar ke
4) materialisme
jenjang sekolah yang lebih tinggi
5) sekulerisme
2) Menurunkan tingkat pengangguran
28.dalam globalisasi, paham yang
dan kriminalitas
berakibat negatif pada masyarakat
3) Persaingan dunia kerja semakin
indonesia adalah.....
ketat
a. 1,2,dan 4
4) Pekerja lokal yang tidak kompeten
b. 1,4 dan 5
akan menjadi pengangguran
c. 2,3, dan 5
5) Meningkatnya tingkat
d. 2,4 dan 5
e. 3,4 dan 5 pengangguran dan kriminalitas
29. 37.Masuknya tenaga asing ke
30.Perhatikan pernyataan berikut ini... indonesia memberikan dampak negatif
1) Memperkuat jati diri budaya daerah seperti ditunjukan nomor
dengan melakukan penanaan nilai a. 1,2,dan 3
nilai budaya luhur di masyarakat. b. 1,2 dan 4
2) Menanamkan rasa nasionalisme c. 2,3, dan 4
d. 2,4 dan 5
dan cinta produk indonesia sejak
e. 3,4 dan 5
dini.
38.

10
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
11

39.Perhatikan pernyataan berikut ini... 1) Kegiatan ekonomi dimana input


1) Menjadi tameng atau selektor dan Outputnya merupakan ide dan
untuk masuknya budaya asing atau gagasan.
meminimalisasi pengaruh negatif 2) Ekonomi gotong royong yang
dari globalissasi menitik beratkan pada kebersihan
2) Mengajarkan untuk mencintai dan 3) Ekonomi musyawarah mufakat
menjaga kelestarian dan merupakan bahan mentah
keseimbangan alam. 4) Kegiatan ekonomi yang kegiatan
3) Membatasi kerjasama antar negara input dan outputnya merupakan
4) Mengandung nilai nilai luhur bahan mentah
berupa nasehat, pembelajaran dan 5) Kegiatan ekonomi yang intinya
banyak kearifan lokal untuk terletak pada kreatifitas dan
diterapkan dalam kehidupan nyata. keinovasian
5) Teknologi modern tidak dapat 49.Pengertian ekonomi kreatif
berkembang. ditunjukan pada nomor
40.Manfaat menjaga dan melestarikan a. 1dan 5
kearifan lokal antara lain ditunjukan b. 2,dan 4
oleh nomer.... c. 3 dan 4
a. 1,2,dan 3 d. 3 dan 5
b. 1,2 dan 4 e. 4 dan 5
c. 2,3, dan 4 50.
d. 2,4 dan 5 51.Kebudayaan yang diperkaya oleh
e. 3,4 dan 5 kebudayaan daerah dan menjadi milik
41. seluruh rakyat disebut....
42.Perhatikan pernyataan berikut ini... a. Budaya lokal
1) Industri manufaktur kendaraan b. Budaya asing
bermotor c. Budaya setempat
2) Pertunjukan sendratari ramayana d. Budaya warisan
3) Internet masuk kepedesaaan e. Budaya nasioanal
4) Potensi wwisata raja Ampat di 52.
Papua 53.Faktor strategis Indonesia yang
5) Jember Fashion Carnival mendukung interkasi global adalah...
43.Contoh dari bentuk ekonomi kreatif a. Indonesia terletak diantara dua
dalam aspek kebudayaan ditunjukan benua dan dua samudera
oleh nomor..... b. Kemajuan teknologi dan informasi
a. 1,2,dan 4 c. Indonesia merupakan negara
b. 1,3,dan 4 agraris
c. 2,3, dan 5 d. Indonesia mempunyai jumlah
d. 2,4 dan 5 penduduk yang besar
e. 3,4 dan 5 e. Indonesia mempunyai hutan hujan
44. tropis
45.Perhatikan bentuk kearifan lokal 54.
dibawah ini... 55.Istilah psikologi untuk
1) Pasang ri Kajang (kajang tana Toa) menggambarkan perasaan cemas dan
2) Pranotomongso (Jawa) bingung, dan sebagainya yang terjadi
3) Kitab kuno Lontara tentang Siri karena seseorang tinggal dalam
(Sulsel) budaya baru dalam wwaktu relatif
4) Nyabuk Gunung Jawa lama disebut...
5) Semong (Aceh) a. Kesenjangan Budaya
46.Bentuk kearifan loka dalam bentuk b. Cinta Budaya
karya sastra ditubjukan nomor..... c. Gegar Budaya ( culture Shock)
a. 1,2,dan 3 d. Budaya konvensional
b. 1,3,dan 5 e. Daya tarik Budaya
c. 2,3, dan 4 56.
d. 2,4 dan 5 57.Dampak negatif dari berkembangnya
e. 3,4 dan 5 teknologi canggih dalam pemanfaatan
47. sumber daya alam adalah...
48.Perhatikan pernyataan berikut ini... a. Perasingan dunia kerja ya g sangat
ketat

11
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
12

b. Proses penggalian barang tambang 68.Bentuk kearifan lokal dalam


menjadi lebih cepat pemanfaatan sumberdaya alam
c. Proses pemanfaatan sumberdaya adalah.....
alam menjadi lebih efektif dan a. Subak (Bali)
efisien b. Semong (Aceh)
d. Berkembangnya paham c. Te Aro nweak lako( Papua)
materialisme di masayrakat d. Pranoto mongso (Jawa)
e. Eksploitasi sumberdaya alam e. Lingko( Flores)
secarberlebihan dan menimbulkan 69.
kerusakan lingkungan 70.Terjaadinya interkasi budaya yang
58. menyebabkan keberagaman budaya di
59.Pembauran dua kebudayaan atau lebih indonesia disebabkan oleh....
yang ditandai dengan hilnagnya a. Pengaruh posisi strategis indonesia
kebudayaan asli dan membentuk b. Sistem kemasyarakatan indonesia
kebudayaan baru disebut... c. Kondisi ekologis indonesia
a. akulturasi d. Letak geografis indonesia
b. Asimilasi e. Iklim/ cuaca indonesia
c. Modernisasi 71.
d. Adaptasi 72.Rumah adat jawa adalah joglo yang
e. Globalisasi beratap genting, tetapi banyak rumah
60. di jawa menggunakkan daun sebagai
61.Contoh dari proses akulturasi adalah.... atapnya. Hal ini disebabkan oleh
a. Perkawinan antar negara faktor....
b. Perkawinan antar suku di indonesia a. Struktur tanah
c. Peleburan bahasa indonesia dan b. Letak strategis
bahasa tionghoa c. Iklim/ cuaca
d. Bangunan masjid sunan kudus d. Topografi
yang dipengaruhi budaya hindu e. Religi
islam 73.
e. peggabungan tarian bli dan tarian 74.Dampak positif kearfan lokal dalam
tango dari amerika latin mitos berupa huntan larangan
62.Salah satu faktor penyebab terjadinya terhadap lingkungan hidup adalah...
keragaman budaya adalah..... a. Kelestarian mitos
a. Interaksi antar penduduk b. Kelestarian Budaya
b. letakgeografi dan kondisi ekologis c. Memperkaya Budaya
c. adaptasi terhadap iklim dan cuaca d. Kelestarian sumberdaya air
d. warisan nenek moyang e. Ketersediaan bahan kebutuhan
e. masuknya pengaruh asing pokok
63. 75.
64.Di bawah ini yang termasuk dalam 76.Perhatikan hal hal berikut...
unsur unsur budaya adalah..... a. 1,2,dan 3
a. Bahasa, sistem pengetahuan dan b. 1,2,dan 5
mata pencarian c. 2,3, dan 4
b. Proses kimia, fisika dan biologi d. 2,4 dan 5
c. Individualisme, materialisme dan e. 3,4 dan 5
hedonisme. 77.
d. Modal, proses dan hasil 78.Unsur kebudayaan yang mendasari
e. Penduduk, pemerintah dan kearifan lokal dalam pertaniana
peraturan adalah...
65. a. Bahasa
66.Unsur budaya yang dimaksud b. Kesenian
adalah..... c. Sistem religi
a. Bercocok tanam d. Sistem pengetahuan
b. Pandangan hidup e. Sistem kemasuarakatan
c. Seni tari 79.
d. Bahasa 80.Indonesia memeiliki banyak bahasa
e. Mata pencaharian tradisional. Faktor yang menjadikan
67. bahasa berbeda beda adalah...
a. Sejarah daerah

12
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
13

b. Religi dan kepercayaan e. Pakaian adat betawi yang


c. adat istiadat dan wilayah dipengaruhi budaya arab dan Cina
d. pengaruh kebudayaan luar 91.
e. karakter dan kepercayaan 92.Salah satu contoh asimilasi budaya
masyarakat yang terjgai keariadi di indonesia
81. adalah...
82.Undang undang yang memuat definisi a. Bajo koko sadariah dari jakarta
kearifan lokal adalah... b. Museum fatahilah dari jakarta
a. UU Nomer 23 tahun 2003 c. Rap dalam bahasa jawa
b. UU Nomer 32 tahun 2003 d. Perkawwinan antar suku
c. UU Nomer 23 tahun 2009 e. Perkawinan antar ras
d. UU Nomer 32 tahun 2009 93.
e. UU Nomer 33 tahun 2009 94.Karuhan di sunda merupakan kearifan
83. lokal yang mengatur ...
84.Contoh kearifan lokal dalam mitos a. Pola tanam
yang terdapat di semua daerah di b. Sistem iirigasi
indonesia meskipun bentuknya c. Tataguna lahan
berbeda beda adalah.... d. Pengelolaan lahan hutan dan air
a. Punden sebagai makam e. Pemanfaatan sumberdaya alam
b. Makam keramat 95.
c. Tradisi pingitan 96.Bangsa indonesia memiliki berbagai
d. Sistem zoning kearifal lokal dalam bentuk petuah
e. Tabu/ larangan antara lain....
85. a. Pamali
86.Salah satu contoh kearifan lokal yang b. Semong dari riau
merupakan kebudayaan nasional c. Te Aro nweak lako( Papua)
indonesia adalah... d. Suluk mas nganten
a. Sistem zooning e. Pasang ri kajang dari (bulukumba)
b. Gotong royong 97.
c. Tradisi pingitan 98.Perhatikan hal hal berikut....
d. Cotour planting a. Angklung dari jawa barat
e. Kepercayaan dinamisme b. Tari pendet dari bali
87. c. Gamelan dari jawa
88.Contoh unsur kebudayaan berupa d. Bungong jeumpa dari Aceh
sistem kemasyarakatan adalah.... e. Suluk mas nganten
a. Agama , kepercayaan, dan 99.Contoh kearifan lokal dalam bidang
pandangan hidup kesenian ditunjukan oleh nomor
b. Hukum, perkawinan, dan a. 1,2,dan 5
kekerabatan b. 1,3,dan 5
c. Pengetahuan tentang alam c. 2,3, dan 4
d. Kesusasteraan d. 2,3 dan 5
e. Teknologi dan pengetahuan e. 3,4 dan 5
89. 100.
90.Berikut yang bukan pengaruh letak 101. Makna ukiran yang berbeda beda
geografis terhadap kebudayaan dalam berbagai budaya tradisional
indonesia adalah... adalah salah satu contoh kearifan lokal
a. Asimilasi dialek tionghoa warga dalam bidang....
etnis tionghoa dan sudah lama a. Tradisi
tinggal di indonesia b. Pertanian
b. Bangunan masjjid sunan kudus c. Karya sastra
yang memadukan asrsitektur hindu d. Kepercayaan
dan islam e. Seni bangunan
c. Candi candi yang merupakan 102.
103. Perhatikan hal hal berikut....
akulturasi seni asli indonesia dan
a. Masyarakat bisa menyebar luaskan
hindu buda
informasi tentang indonesia secara
d. Angklung dar jawa barat, yang
luas
terbuat dari tanaman tropis yaitu
b. Masyarakat dapat belajar
bambu
bagaimana bangsa bangsa dunia

13
BAB 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global
14

mengembangkan kecintaan e. Masyarakat menggadopsi budaya


terhadap budaya nasional yang tidak sesuai dengan
c. Masyarakat dapat belajar kepribadian bangsa
bagaimana bangsa bangsa di dunia 107.
mempromosikan kebudayaan 108. Conth keragaman budaya nasional
mereka antara lain....
d. Masyarakat lebih fokus pada a. Batu loncat darri maluku,mandau
pengembangan teknologi dan dari kalimantan, gamelan darri
melupakan pengembangan budaya Jawa
nasional b. Ondel ondel dari jakarta, tari
e. Masyarakat mengetahui nilai nilai pendet dari aceh, angklung dari
dan kebudayaan luar. jawa barat.
104. Salah satu dampak positif c. Reog dari ponorogo, rumah gadang
pengembangan teknologi terhadap dari sumatera selatan, sasando
budaya nasional adalah.... dari NTT
a. 1,2,dan 3 d. Kuda lumping dari Jawa, karapan
b. 1,2,dan 4 sapi dari Madura, Tari Saman dari
c. 2,3, dan 4 Aceh.
d. 2,4 dan 5 e. Joglo dari Jawa tengah, Taari
e. 3,4 dan 5 Jaipong dari Jawa Timur, Keris dari
105. Jawa.
106. Salah satu dampak negatif 109. Contoh pengembangan
masuknya nilai dan kebudayaan luar kebudayaan nasional sebagai ekonomi
adalah..... kreatif....
a. Masyarakat menjadi individual a. Bercoocok tanam secara organik
b. Masyarakat menjadi lebih b. Pranoto mongso
konsumtif c. UKM kerajianan daerah
c. Masyarakat menjadi lebih d. Kepercayaan kejawen
heterogen e. Subak (Bali)
d. Masyarakat menghargai
keberagaman budaya dunia

14

Anda mungkin juga menyukai